23.7 C
Bali
29 Juli 2026
Beranda blog Halaman 7

Wabup Supriatna Harap PWI Menjadi Pemersatu Insan Pers dan Pemerintah dalam Membangun Buleleng

0

Buleleng, Matahari Timur – Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, menghadiri pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Buleleng di Gedung Wanita Laksmigraha Singaraja, Jumat (24/10). Dalam kesempatan tersebut, Wabup Supriatna menyampaikan pentingnya peran PWI sebagai jembatan antara pers dan pemerintah dalam upayanya membangun Buleleng.

Menurut Wabup Supriatna, PWI memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa wartawan yang berada di bawah naungannya profesional, berkompeten, memahami kode etik jurnalistik dan dilindungi oleh Undang-undang dan Dewan Pers. Oleh karena itu, Wabup Supriatna berharap PWI dapat menjadi perekat dan pemersatu antara insan pers dengan pemerintah dalam membangun Buleleng. “PWI diupayakan menjadi perekat dan pemersatu antara insan pers dengan pemerintah sebagai modal membangun Buleleng yang kita cintai,” ujarnya.

Wabup Supriatna juga menekankan pentingnya memanfaatkan potensi kemajuan teknologi untuk menjaga relevansi keberadaan insan pers di era digital ini. “Potensi kemajuan teknologi harus dimanfaatkan oleh insan pers agar keberadaannya tetap relevan dan tidak lekang oleh jaman,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Supriatna juga mengucapkan selamat kepada pengurus PWI Buleleng periode 2025-2028 dan berharap mereka dapat mengemban amanah organisasi dengan baik. “Terakhir, saya mengucapkan selamat kepada pengurus PWI Buleleng periode 2025-2028, semoga dapat mengemban amanah organisasi dan dapat menjalankan tugas dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Bali, Wayan Dira Arsana, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng atas dukungan yang diberikan kepada wartawan. “Dukungan yang diberikan ini akan menjadi kekuatan bagi wartawan menjalankan fungsi persnya di Buleleng,” ujarnya. (MT-001)

Bali Sabet Empat Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025

0

Jakarta, Matahari Timur – Komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan kembali mendapat apresiasi nasional. Dalam ajang Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 yang digelar Kementerian Kebudayaan RI di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Selasa (21/10), Bali berhasil meraih empat dari lima kategori penghargaan yang diperebutkan.

Empat penghargaan tersebut masing-masing untuk kategori Pemerintah Daerah Terbaik, Museum Terbaik, Taman Budaya Terbaik, dan Anjungan Daerah TMII Terbaik. Capaian ini menegaskan konsistensi Bali dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya di tengah arus modernisasi.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha, yang hadir mewakili Gubernur Bali, menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Ia menilai capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah, pelaku budaya, dan masyarakat Bali.

“Penghargaan ini adalah hasil dari dedikasi dan sinergi luar biasa seluruh pihak yang berkomitmen menjaga kebudayaan sebagai jantung kehidupan masyarakat Bali,” ujar Sugiartha usai menerima penghargaan.

Ia menambahkan, melalui visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat pelestarian dan pemajuan kebudayaan lewat berbagai program berbasis kearifan lokal.

“Ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga, mengembangkan, serta memuliakan kebudayaan Bali,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam sambutannya menegaskan bahwa Anugerah Kebudayaan Indonesia merupakan bentuk penghargaan negara terhadap individu, lembaga, dan pemerintah daerah yang berkontribusi nyata dalam pemajuan kebudayaan.

“Kita berharap melalui penghargaan ini, pemerintah daerah semakin aktif dan peduli terhadap pelestarian kebudayaan di wilayah masing-masing,” ujar Fadli Zon.

Ia juga mengingatkan bahwa kebudayaan adalah fondasi peradaban bangsa yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Kekayaan budaya adalah jantung peradaban. Kebudayaan bukan pelengkap, melainkan fondasi bangsa. Seperti kata Bung Karno, bangsa yang kuat harus memiliki kepribadian dalam kebudayaan,” tegasnya.

Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 digelar dalam dua tahap. Tahap pertama pada 25 Agustus lalu memberikan apresiasi kepada 14 pelaku seni dan budaya, sedangkan tahap kedua pada Oktober ini menilai lima kategori: Anjungan Daerah TMII, Lembaga Asing dan Perorangan Asing, Museum, Pemerintah Daerah, serta Taman Budaya.

Dengan raihan ini, Bali kian mengukuhkan diri bukan hanya sebagai destinasi wisata budaya dunia, tetapi juga sebagai daerah yang berhasil menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian nilai-nilai tradisi dan jati diri bangsa. (MT-001)

Wisata Alam dan Edukasi Konservasi Tumbuh di Baturiti Lewat Dukungan AQUA Sembung Gede

0

Tabanan, Matahari Timur – Upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali mendapat dorongan dari sektor swasta. PT Tirta Investama Pabrik Sembung Gede (AQUA Sembung Gede) bersama Yayasan Sahabat Timur Indonesia memulai Program Desa Wisata Berbasis Konservasi di Dusun Sandan, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Kegiatan kick off yang berlangsung di LIKAWA FARM ini dihadiri perwakilan Desa Adat Sandan, aparat wilayah, serta anggota Kelompok Tani Taru Lestari.

LIKAWA FARM kini menjadi pusat kegiatan kelompok tani tersebut untuk menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) AQUA Sembung Gede. Program ini berfokus pada pelestarian alam sekaligus pengembangan ekonomi lokal. Tahun ini, lebih dari 2.000 pohon kopi dan 200 pohon alpukat ditanam, disertai pembuatan 360 roraklubang resapan air yang berfungsi menampung dan mengembalikan air hujan ke tanah. Selain itu, kelompok tani juga didampingi untuk mengembangkan potensi wisata berbasis konservasi.

Inisiatif ini sejalan dengan program Tridatu Gastronomi yang diusung Pemerintah Kabupaten Tabanan. Program tersebut menonjolkan tiga komoditas unggulan daerah, yakni kopi, beras merah organik, dan cokelat premium. Melalui pendekatan tersebut, kegiatan konservasi diharapkan dapat terintegrasi dengan pengembangan sektor pariwisata dan pertanian berkelanjutan.

Stakeholder Relation Manager AQUA Sembung Gede, I Nyoman Arsana, menjelaskan bahwa kehadiran LIKAWA FARM diharapkan menjadi ruang edukasi bagi petani maupun wisatawan.

Pendampingan yang kami lakukan diharapkan membuahkan hasil berupa lingkungan yang terjaga baik melalui kearifan lokal masyarakat. Potensi ini bisa menjadikan LIKAWA FARM sebagai destinasi wisata edukatif. Kami ingin mendorong inisiatif ini agar menginspirasi lebih banyak pihak,” ujar Arsana.

Menurut Arsana, pelaksanaan program dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak. Selain Yayasan Sahabat Timur Indonesia, AQUA juga melibatkan mahasiswa, media, masyarakat desa, dan pemerintah daerah.

Pendekatan pentahelix kami terapkan agar terwujud sinergi yang optimal antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat,” tambahnya.

Ketua Kelompok Tani Taru Lestari, I Wayan Sudha Adnyana, menyebut kelompoknya resmi berdiri pada tahun 2008 dan kini memiliki 21 anggota dengan lahan garapan seluas 10 hektare. Ia menilai kerja sama ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Dusun Sandan.

“Program ini seperti dayung bersambut. Sudah lama kami ingin mengembangkan potensi desa menjadi wisata berbasis konservasi, dan kini mendapat dukungan yang nyata,” ujarnya.

Desa Adat Sandan sendiri terletak di ketinggian sekitar 780 meter di atas permukaan laut, di lereng Gunung Adeng. Wilayah ini dikenal subur dengan jenis tanah etosol yang cocok untuk berbagai komoditas pertanian dan perkebunan. Dusun Sandan juga berbatasan langsung dengan Hutan Bambu Sandan seluas 100 hektare, kawasan berhawa sejuk dengan curah hujan tinggi selama enam hingga tujuh bulan setiap tahun.

Sebagian besar masyarakat di wilayah ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan peternakan. Selain menanam sayuran dan buah-buahan hortikultura, warga juga memelihara sapi, babi, dan ayam kampung.

Melalui pengembangan Desa Wisata Berbasis Konservasi ini, potensi alam dan budaya masyarakat diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan. Dukungan AQUA Sembung Gede tak hanya memperkuat ketahanan lingkungan, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal di kaki Gunung Adeng. (MT-001)

Gubernur Koster: Rice Milling Unit di Tabanan Akan Perkuat Produksi Beras Bali

0

Denpasar, Matahari Timur – Gubernur Bali Wayan Koster sangat mendukung rencana pembangunan Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan padi yang akan di bangun di Desa Timpag, Kabupaten Tabanan.

Pembangunan Rice Milling Unit (RMU) dimaksudkan untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan petani secara terencana, terarah dan berkelanjutan yang mampu berfungsi sebagai penyedia beras yang akan didistribusikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

“Saya sangat mendukung rencana pembangunan RMU ini, yang mana pembangunan akan dialokasikan dari anggaran daerah atau oleh Provinsi, namun pengelolaannya akan dilakukan oleh perusahaan daerah Provinsi Bali bekerjasama dengan perusahaan daerah Kabupaten Tabanan, dengan market yang sudah tersedia dan sudah jelas sebagai tempat pendistribusiannya”, tegas Gubernur Bali Wayan Koster, Rabu 22 Oktober 2025.

Dipilihnya Kabupaten Tabanan sebagai pembangunan RMU, karena memiliki peran strategis sebagai daerah agraris utama di Bali. Namun saat ini hanya sebagian kecil dari produksi padi yang dapat diolah secara lokal dengan nilai tambah tinggi. Situasi ini mencerminkan terjadinya ketimpangan dalam rantai nilai komoditas padi, sehingga keberadaan RMU modern sangat dibutuhkan oleh Bali.

Dengan memperhatikan data potensi produksi gabah, konsumsi beras di Kabupaten Tabanan dan Provinsi Bali, pembangunan RMU layak dilaksanakan, dengan asumsi memiliki kapasitas produksi 6 Ton gabah per jam. Dimana perumda sebagai pengelola atau RMU beroperasi 15 jam per hari.

Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra menyampaikan kebutuhan yang sangat real dan wajib punya, serta menjamin keberlanjutan dari pembangunan Rice Milling Unit (RMU), yang harus dibuat sebaik mungkin, dan dilengkapi dengan kajian ekonomi yang mencakup kuantitas dan kontinuitasnya.

Selain itu juga dibuatkan kajian terkait kapasitas kinerja mesinnya sekaligus kajian output setelah menjadi beras, baik itu pendistribusian dan juga harga berasnya, yang menghadapi kompetitor yang membeli lebih awal dan menjual dengan harga yang lebih murah.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyampaikan mendukung program gubernur dalam rangka menjaga ketahanan pangan Bali, dan secara konsisten akan menjaga lahan sawah sebagai lumbung padi.

“Rice Milling Unit atau yang kita kenal penyosohan padi Bali masih kalah dengan penyosohan beras yang ada di Banyuwangi super premium,” katanya.

Disampaikannya juga bahwa sebanyak tiga ratus (300) Perusda di Bali siap membeli hasil pertanian kabupaten Tabanan, mulai dari telur, sayur dan beras. (MT-001)

Dikenal Bares, Pura Gedong Pingit Ramai Dikunjungi Pemedek

0

Karangasem, Matahari Timur – Pura Gedong Pingit yang terletak di Bukit Ngandang, Banjar Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, belakangan ramai dikunjungi masyarakat. Pura ini dikenal bares, atau dipercaya sering mengabulkan permohonan para pemedek.

Pura yang bentuknya menyerupai Pura Sad Kahyangan Goa Lawah di Kabupaten Klungkung ini menempel pada dinding tebing perbukitan dan memiliki goa sebagai pusat pemujaan. Karena keunikan dan keyakinan masyarakat terhadap kesakralannya, setiap hari selalu ada umat yang datang untuk bersembahyang dengan didahului menyalakan dupa.

“Setiap harinya ada saja yang datang ke sini. Bukan hanya warga Karangasem, tetapi juga dari daerah lain seperti Buleleng, Gianyar, Badung, dan Denpasar,” ujar Jro Mangku I Gede Putra, tokoh spiritual yang ngempon (mengemong) Pura Gedong Pingit.

Menurut Jro Mangku Gede Putra, sebagian besar pemedek datang dengan berbagai tujuan, mulai dari memohon kelancaran karier dan rezeki, mencari tamba (obat), hingga memohon petunjuk jodoh. Mereka umumnya membawa pejati, dupa dan kelapa gading jika ingin melukat.

Keberadaan Pura Gedong Pingit kini menjadi salah satu pusat spiritual baru di Bali timur yang menarik perhatian umat Hindu dari berbagai daerah. (MT-001)

Dewi Kwan Im: Lambang Kasih dan Welas Asih Tanpa Batas

0

Denpasar, Matahari Timur – Dewi Kwan Im, dikenal juga sebagai Guanyin (觀音) dalam bahasa Mandarin, adalah sosok dewi welas asih yang sangat dihormati dalam tradisi Buddha Mahayana dan juga dikenal luas di berbagai budaya Asia Timur, termasuk Tiongkok, Jepang, Korea, dan Asia Tenggara. Nama “Kwan Im” berarti “Dia yang mendengarkan suara dunia”, menggambarkan sifatnya yang penuh belas kasih dan kesediaannya menolong makhluk yang menderita.

Menurut ajaran Buddhis, Kwan Im awalnya merupakan Bodhisattva Avalokitesvara, makhluk suci yang telah mencapai pencerahan namun memilih untuk tetap berada di dunia demi menolong semua makhluk mencapai kebahagiaan sejati. Dalam perkembangan budaya Tiongkok, Avalokitesvara sering digambarkan dalam wujud perempuan yang lembut dan penuh kasih, yang kemudian dikenal sebagai Dewi Kwan Im.

Ciri khas Kwan Im antara lain memegang kendi berisi air suci dan tangkai bunga teratai, simbol kemurnian dan penyembuhan. Ia dipercaya memberikan perlindungan, kedamaian, serta pertolongan bagi mereka yang berdoa dengan tulus, terutama dalam menghadapi kesulitan hidup.

Dewi Kwan Im tidak hanya dipuja oleh umat Buddha, tetapi juga dihormati oleh banyak masyarakat lintas kepercayaan sebagai simbol cinta kasih universal, empati, dan perdamaian. Ajarannya tentang welas asih tanpa pamrih menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk menumbuhkan kebaikan hati dalam kehidupan sehari-hari. (MT-001)

Menuju Good and Clean Governance, Pemkab–Kejari Buleleng Tanda Tangani Nota Kesepakatan

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng menandatangani nota kesepakatan bersama dalam bidang perdata dan tata usaha negara. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan bersih (clean governance). Penandatanganan dilakukan di Kantor Bupati Buleleng, Rabu (22/10).

Bupati Buleleng menyampaikan bahwa nota kesepakatan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dengan Kejaksaan dalam menjalankan roda pemerintahan yang semakin kompleks dan penuh dinamika kebijakan.

“Dalam jalannya pemerintahan, tentu ada berbagai persoalan yang mungkin timbul, terutama terkait kebijakan daerah. Di sinilah kami berharap adanya pendampingan dari pihak Kejaksaan, khususnya dalam penanganan permasalahan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara,” ujar Sutjidra

Ia juga menambahkan bahwa kerja sama ini tidak hanya berlangsung dalam jangka waktu tertentu, tetapi diharapkan dapat terus berkelanjutan seiring dengan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. Langkah ini dinilai penting untuk membangun sistem pendampingan hukum yang berkesinambungan dan adaptif terhadap perkembangan regulasi serta tantangan pemerintahan daerah.

“Semoga ke depan tidak hanya berlangsung satu tahun, tetapi dapat dilakukan secara berkelanjutan. Dengan masyarakat yang semakin kritis terhadap tata kelola pemerintahan, pendampingan dari Kejaksaan menjadi sangat penting agar setiap kebijakan tetap sesuai dengan prinsip hukum dan keadilan,” tambahnya.

Lebih lanjut, pihak Pemkab Buleleng menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk dukungan nyata dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, bersih, dan berorientasi pada kepentingan publik. Dengan adanya pendampingan dari Kejari, pemerintah daerah dapat mengantisipasi potensi permasalahan hukum sejak dini dan meminimalisasi kerugian bagi keuangan maupun kebijakan daerah.

“Dengan penandatanganan nota kesepakatan ini, kami berharap kerjasama ini dapat mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih baik. Bagaimana pencegahan terhadap kerugian bagi pemerintahan daerah bisa kita diniminalkan menuju good and clean government di Kabupaten Buleleng,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Buleleng Edi Irsan, sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas pelaksanaan penandatanganan kerja sama di bidang perdata dan tata usaha negara ini sebagai upaya untuk mengoptimalkan kewenangan yang diberikan oleh undang-undang. Kerja sama ini juga dinilai sebagai sarana menjaga sinergitas dan menguatkan hubungan antara Kejaksaan Negeri Buleleng dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng. Sebagai mitra kerja dalam memberikan pelayanan berupa penegakan hukum, Kejari Buleleng bisa memberikan bantuan penegakan hukum, pertimbangan hukum, juga pelayanan hukum dan tindakan hukum lain.

“Ini artinya bahwa Jaksa sebagai pengacara negara dengan surat kuasa khusus bisa mewakili pemerintah daerah baik dalam posisi tergugat maupun penggugat terkait permasalahan-permasalahan yang dihadapi, khususnya permasalahan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara,” paparnya. (MT-001)

Wabup Supriatna Dorong Santri Buleleng Kuasai Ilmu Agama dan Teknologi untuk Bangun Daerah

0

Buleleng, Matahari Timur – Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengajak para santri untuk menjadi generasi yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga melek terhadap perkembangan teknologi dan pengetahuan modern.

Hal itu disampaikan dalam Upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 yang berlangsung di Lapangan Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Rabu (22/10). Wabup Supriatna menekankan bahwa santri memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai kebangsaan dan turut berperan dalam pembangunan daerah. Menurutnya, perpaduan antara pendidikan keagamaan dan akademis dapat menjadi bekal penting bagi santri dalam menghadapi tantangan zaman. Ia juga mengapresiasi pesantren yang selama ini berperan besar dalam pembentukan karakter bangsa serta mendukung lahirnya generasi berilmu dan berakhlak.

“Santri dari Kabupaten Buleleng yang mungkin menempuh pendidikan di luar daerah tetap bisa menimba ilmu, tidak hanya dari sisi keagamaan, tapi juga ilmu yang sesuai dengan kekinian seperti teknologi, sains, dan keterampilan yang bisa meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wabup Supriatna menyampaikan harapannya agar para santri mampu menjadi agen perubahan dalam pembangunan daerah tanpa meninggalkan akar budaya dan kearifan lokal. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai budaya Buleleng merupakan jati diri yang harus dijaga di tengah kemajuan zaman.

“Dan juga kami berharap para santri bisa berkontribusi buat pembangunan kabupaten Buleleng dan tentu tidak meninggalkan budaya-budaya lokal,” katanya.

Upacara HSN tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” dan diikuti oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng, Kepala Badan Kesbangpol Buleleng, Camat Gerokgak, jajaran pegawai Kementerian Agama, para penyuluh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan santri dari berbagai lembaga pendidikan keagamaan di Kabupaten Buleleng.

Melalui momentum Hari Santri, Wabup Supriatna juga membacakan amanat Menteri Agama Republik Indonesia yang menegaskan pentingnya peran santri dalam memperkuat semangat kebangsaan dan peradaban dunia yang damai. Ia berharap nilai perjuangan dan dedikasi para santri terus hidup di tengah masyarakat.

Dengan semangat Hari Santri, Wabup Supriatna menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk terus mendukung pengembangan pendidikan keagamaan agar santri dapat menjadi generasi yang unggul, religius, dan berdaya saing di era modern. (MT-001)

Rahasia Kulit Glowing Alami: Temulawak, Bukan Skincare Mahal!

0

Denpasar, Matahari Timur – Temulawak bukan hanya terkenal sebagai tanaman herbal untuk menjaga stamina, tetapi juga punya segudang manfaat untuk kecantikan kulit. Tanaman dengan nama latin Curcuma xanthorrhiza ini mengandung zat aktif seperti kurkumin, minyak atsiri, dan antioksidan tinggi yang mampu menutrisi kulit dari dalam maupun luar.

Salah satu khasiat utama temulawak adalah membantu mencerahkan kulit. Kandungan kurkumin di dalamnya bekerja melawan radikal bebas dan membantu regenerasi sel kulit, sehingga wajah tampak lebih cerah dan segar. Selain itu, temulawak juga dikenal ampuh mengatasi jerawat berkat sifat antibakteri dan antiinflamasi alaminya yang menenangkan kulit meradang.

Bagi yang memiliki masalah kulit kusam atau berminyak, krim alami dari temulawak bisa menjadi solusi. Campuran bubuk temulawak dengan madu atau yogurt dapat membantu mengontrol produksi minyak berlebih sekaligus melembapkan kulit.

Tak hanya itu, konsumsi temulawak secara rutin dalam bentuk jamu juga dapat membantu menjaga kesehatan hati dan melancarkan metabolisme tubuh—dua faktor penting untuk kulit yang tampak sehat dan bercahaya dari dalam.

Dengan segudang manfaatnya, tak heran jika temulawak disebut sebagai rahasia kecantikan alami khas Indonesia yang patut dilestarikan. (MT-001)

BPBD Karangasem Lanjutkan Pemasangan Bronjong dan Distribusi Air Bersih di Desa Antiga

0

Karangasem, 21 Oktober 2025 — Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem terus melakukan upaya mitigasi banjir di wilayah Desa Antiga, Kecamatan Manggis, pascainsiden banjir yang terjadi pada Rabu, 10 September 2025 lalu.

Kepala BPBD Karangasem, Ida Ketut Arimbawa, menyampaikan bahwa tim TRC kembali melakukan pemantauan terhadap progres pemasangan bronjong atau kawat batu di aliran Sungai Betel, Banjar Dinas Tengading. Pemasangan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi musim hujan yang segera tiba.

“Untuk progres pemasangan bronjong di tikungan sungai yang sebelumnya menjadi penyebab air masuk ke permukiman warga sudah selesai sepanjang 58 meter. Pekerjaan dilanjutkan di hilir sungai bagian barat sepanjang 10 meter yang juga telah rampung, dan hari ini dilanjutkan di sisi timur dengan target 20 meter dari total rencana 80 meter, dengan ketinggian 2,5 meter atau setara lima tingkat bronjong,” jelas Arimbawa.

Selain melakukan pengawasan terhadap proyek bronjong, tim TRC BPBD Karangasem juga menyalurkan air bersih sebanyak 5.000 liter kepada masyarakat di Desa Antiga. Distribusi air bersih ini merupakan respons atas permintaan warga yang masih kesulitan mendapatkan air layak konsumsi, karena sebagian sumur di wilayah tersebut tercemar akibat banjir.

Dalam penanganan di lapangan, BPBD Karangasem melibatkan Tim TRC, pekerja proyek, Linmas, serta masyarakat setempat. Upaya ini diharapkan dapat meminimalisir risiko bencana serupa dan membantu pemulihan kebutuhan dasar warga terdampak.

Banjir di Banjar Dinas Tengading sebelumnya terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Manggis pada Rabu, 10 September 2025, sekitar pukul 06.03 Wita. Kejadian tersebut pertama kali dilaporkan oleh Camat Manggis, Bapak Eka, pada pukul 08.10 Wita di hari yang sama.

Langkah cepat yang dilakukan BPBD Karangasem ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di musim penghujan. (MT-001)