27.6 C
Bali
17 Desember 2025

Kisah Mistis Penunggu Pos 3 Gunung Arjuno: Jangan Tatap Matanya

Malang, Matahari Timur – Malam itu, kabut turun lebih cepat dari biasanya di lereng Gunung Arjuno. Aku dan tiga temanBagas, Reno, dan Dindamemutuskan berhenti di sebuah tanah datar tak jauh dari jalur Pos 3. Angin berhembus pelan, tapi membawa aroma anehseperti dupa yang baru saja padam.

Siapa yang bakar dupa?” tanya Bagas setengah bercanda.

Tak ada yang menjawab. Kami tidak membawa dupa, bahkan api unggun belum kami nyalakan.

Saat kabut makin tebal, suara langkah kaki terdengar di sekitar tenda. Pelan, tapi ritmis, seperti seseorang berjalan mengitari kami. Reno keluar lebih dulu dengan senter. “Siapa di luar?” teriaknya. Hening. Tak ada jawabanhanya suara dedaunan bergesekan.

Namun, dari cahaya senter, aku melihatnya. Di antara kabut, berdiri sosok tinggi kurus, mengenakan pakaian seperti prajurit zaman Majapahit. Wajahnya tertutup bayangan, tapi matanya menyala redup, merah seperti bara api.

Jangan bicara,” bisik Dinda pelan sambil menunduk. Jangan tatap matanya.

Entah dari mana ia tahu, tapi kami semua menuruti.

Sosok itu berjalan pelan melewati tenda kami, lalu berhenti di depan patok kecil yang tertancap di tanah. Ia menunduk lama—seolah berdoa. Lalu menghilang begitu saja, lenyap ditelan kabut tanpa suara langkah pergi.

Keesokan paginya, ketika matahari muncul dari balik Gunung Welirang, kami memeriksa tempat sosok itu berdiri semalam.

Di sana ada batu nisan kecil berlumut, dengan tulisan hampir hilang:Prajurit Jaga Arjuno, 1471 M.

Situs Peninggalan Majapahit

Gunung Arjuno terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Secara geografis, gunung ini berada di antara Kabupaten Malang, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Mojokerto.

Gunung Arjuno (sering juga disebut Arjuna) memiliki ketinggian sekitar 3.339 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Gunung Semeru.

Gunung ini berdampingan dengan Gunung Welirang, dan keduanya termasuk dalam kompleks pegunungan ArjunoWelirang, yang masih aktif secara vulkanik.

Selain keindahan alamnya, Arjuno juga dikenal sarat dengan mitos, situs-situs peninggalan Majapahit, serta dipercaya sebagai tempat spiritual yang dijaga makhluk gaib dan para leluhur.

Berikut referensi beberapa barang yang wajib dibawa saat mendaki Gunung Arjuno:

  1. Tenda yang aman dan nyaman, bisa kamu dapatkan di sini 
  2. Raincoat agar aman dari hujan yang suka tiba-tiba datang.
  3. Ransel yang tangguh untuk mendaki.
  4. Jaket gunung biar tidak dicekam dingin menggigil.
  5. Pisau lipat biar bisa memotong vegetasi yang bisa dipakai campuran mie.
  6. Topi gunung biar kepala tidak kepusingan kena embun.
  7. Sandal dan sepatu gunung yang keren tapi berkualitas, agar kaki tidak lecet.

Kisah Fiksi by Nyoman Area

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles