28.5 C
Bali
3 Agustus 2026
Beranda blog

Puncak Karya Praja Mandala Singa Ambara Raja, Bupati Sutjidra Dorong Pelestarian Tradisi dan Persatuan

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Ny. Wardhany Sutjidra, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama Ny. Hermawati Supriatna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta jajaran kepala perangkat daerah melaksanakan persembahyangan bersama dalam rangka Puncak Karya Mamungkah, Melaspas, Ngenteg Linggih, dan Mapedudusan Agung di Kawasan Praja Mandala Singa Ambara Raja serta Kantor Bupati Buleleng, Rabu (29/7).

Prosesi yadnya dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Ratangkara Bayu Segara Gni Ananda Wijaya Nata, Ida Sri Bhagawan Rama Sogata, Ida Rsi Bujangga Waisnawa Surya Adnyana, serta Ida Pandita Mpu Nabe Dwi Dharma Wijaya Nanda. Kegiatan keagamaan ini merupakan wujud sraddha bhakti sekaligus ungkapan rasa syukur atas rampungnya pembangunan kawasan tersebut, serta memohon keselamatan, kerahayuan, dan keharmonisan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Buleleng.

Dalam sambutannya, Bupati I Nyoman Sutjidra menyampaikan bahwa kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai Titik Nol Kota Singaraja dan kini bernama Praja Mandala Singa Ambara Raja merupakan milik seluruh masyarakat Buleleng. Melalui pelaksanaan upacara secara sekala dan niskala, diharapkan kawasan tersebut senantiasa lestari, metaksu, serta memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan, ketertiban, keamanan, dan kenyamanan kawasan sebagai ikon baru Kabupaten Buleleng.

“Praja Mandala Singa Ambara Raja ini milik masyarakat Buleleng, milik kita semua. Bukan milik saya ataupun milik Pak Wakil Bupati. Mari kita jaga bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat,” tegasnya.

Bupati Sutjidra juga mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan kembali Pelabuhan Buleleng sebagai bagian dari upaya mengembalikan kejayaan Kota Singaraja. Menurutnya, Pelabuhan Buleleng memiliki nilai sejarah yang penting karena menjadi saksi ketika Buleleng pernah dikenal sebagai pusat pendidikan, perdagangan, pemerintahan, dan kebudayaan di Bali. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas sejarah sekaligus menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Buleleng.

Rangkaian upacara turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, tokoh adat, serta berbagai elemen masyarakat. Prosesi berlangsung khidmat sesuai tata cara agama Hindu sebagai bentuk penyucian dan penyempurnaan kawasan yang telah dibangun. Melalui pelaksanaan karya ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap Praja Mandala Singa Ambara Raja tidak hanya menjadi ikon daerah yang memiliki nilai estetika dan historis, tetapi juga memiliki nilai spiritual sebagai simbol persatuan, kebanggaan, dan semangat masyarakat Buleleng dalam mewujudkan daerah yang maju, harmonis, dan sejahtera. (MT-Sug)

 

Bupati Sutjidra Tutup Lovina Festival 2026, Promosikan Bali Utara ke Panggung Pariwisata Internasional

0

Buleleng, Matahari Timur – Kemegahan seni budaya, semangat kolaborasi, serta antusiasme ribuan pengunjung mewarnai malam penutupan Lovina Festival 2026 di Kawasan Pantai Binaria, Lovina, Selasa (28/7/2026). Perhelatan yang berlangsung selama lima hari sejak 24 Juli 2026 tersebut resmi ditutup oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra. Mengusung tema Theatre of Dolphins, festival tahunan ini kembali menjadi etalase kekayaan budaya, pesona alam, dan kreativitas masyarakat yang memperkuat posisi Bali Utara sebagai destinasi wisata unggulan.

Dalam sambutannya, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa Lovina Festival tidak hanya menjadi agenda hiburan, tetapi juga wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Selama lima hari pelaksanaan, berbagai atraksi seni budaya, pertunjukan musik, pameran UMKM, hingga aktivitas wisata berhasil menghadirkan pengalaman berkesan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Festival ini menunjukkan bahwa Buleleng memiliki potensi besar untuk terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan yang mengedepankan kekayaan budaya dan keindahan alam. Inilah wajah Bali Utara yang ingin kita perkenalkan kepada dunia,” ujarnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Lovina Festival 2026. Mulai dari panitia pelaksana, sponsor, pelaku pariwisata, pengelola hotel dan restoran, pemandu wisata, pelaku UMKM, komunitas seni dan kreatif, instansi pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat yang turut menjaga suasana tetap aman, nyaman, dan kondusif selama festival berlangsung. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan event pariwisata dari tahun ke tahun.

Bupati Sutjidra berharap Lovina Festival dapat terus berkembang sebagai ikon pariwisata Bali Utara yang mampu mengangkat potensi daerah ke tingkat nasional maupun internasional.

“Semangat kebersamaan yang terbangun selama festival diharapkan menjadi energi baru untuk terus memajukan pariwisata, melestarikan budaya, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Buleleng secara berkelanjutan,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lovina Festival 2026 sekaligus Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Buleleng, Putu Ayu Reika Nurhaeni dalam laporannya menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini dirancang dalam dua segmentasi panggung. Panggung Tasik Madu pada 24–26 Juli difokuskan bagi wisatawan mancanegara, sedangkan Panggung Binaria pada 26–28 Juli menyasar wisatawan domestik. Konsep tersebut terbukti mampu meningkatkan lama tinggal wisatawan sekaligus menggerakkan sektor perhotelan, restoran, transportasi, UMKM, dan berbagai usaha ekonomi kreatif di kawasan Lovina.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Lovina Festival melibatkan 250 pelaku seni, 44 komunitas, 82 booth UMKM, serta didukung 30 mitra/sponsor. Selama lima hari pelaksanaan, festival tersebut berhasil menarik 30.000 pengunjung. Nilai transaksi yang tercatat pada 82 booth UMKM selama penyelenggaraan Lovina Festival 2026 mencapai Rp746.788.000.

Sebagai langkah evaluasi, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menerapkan pendekatan baru dalam mengukur dampak ekonomi festival melalui pengelompokan data wisatawan berdasarkan kategori industri pariwisata dan UMKM lokal. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan pariwisata yang lebih terarah, terukur, dan berbasis data, sehingga manfaat penyelenggaraan festival dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat. (MT-Sug)

Komitmen Lestarikan Lingkungan, Bupati Buleleng Hadiri Aksi Pembersihan dan Normalisasi Danau Buyan

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menghadiri kegiatan Pembersihan dan Normalisasi Danau Buyan dalam rangka Bakti Lingkungan Hidup Menyatu dengan Alam yang digelar di kawasan Danau Buyan, Senin (27/7). Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian salah satu kawasan konservasi penting di Kabupaten Buleleng.

Aksi pembersihan melibatkan unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Buleleng, instansi terkait, komunitas pecinta lingkungan, serta masyarakat sekitar yang bergotong royong membersihkan sampah dan melakukan normalisasi di sejumlah titik kawasan Danau Buyan. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kebersihan, kualitas air, serta kelestarian ekosistem danau yang memiliki fungsi vital sebagai sumber daya air dan penyangga lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati I Nyoman Sutjidra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, menjaga kelestarian Danau Buyan merupakan tanggung jawab bersama karena keberadaan danau tidak hanya penting bagi keseimbangan ekologi, tetapi juga mendukung sektor pertanian, penyediaan air bersih, serta pengembangan pariwisata berbasis alam.

“Danau Buyan merupakan aset alam yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan gotong royong seperti ini, kita menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membangun kesadaran kolektif agar kebersihan dan kelestarian danau tetap terpelihara,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan hanya melalui program pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong menjadi modal utama dalam menjaga kawasan danau agar tetap lestari dan memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun mendatang.

Kegiatan Bakti Lingkungan Hidup Menyatu dengan Alam juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Selain membersihkan kawasan danau, peserta turut melakukan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi pencemaran yang dapat merusak ekosistem perairan.

Danau Buyan merupakan salah satu danau kembar di kawasan Bedugul yang memiliki nilai ekologis, ekonomi, dan wisata yang tinggi. Keasrian kawasan ini menjadi daya tarik bagi wisatawan sekaligus habitat berbagai flora dan fauna yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Melalui kegiatan pembersihan dan normalisasi ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat, sehingga Danau Buyan tetap menjadi sumber kehidupan, kawasan konservasi, dan destinasi wisata alam yang lestari bagi generasi mendatang. (MT-Sug)

Wabup Supriatna Hadiri dan Salurkan Bantuan pada Upacara Ngaben Massal Desa Adat Tambakan

0

Buleleng, LAKSARA.ID – Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyalurkan bantuan dana hibah untuk mendukung operasional upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal Desa Adat Tambakan, Kecamatan Kubutambahan.

Pemerintah Kabupaten Buleleng secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam menjaga, melestarikan, serta memperkuat adat dan budaya di kawasan Buleleng. Komitmen nyata tersebut diwujudkan melalui program-program yang berdampak langsung pada pelaksanaan upacara adat, salah satunya bantuan pelaksanaan upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal bagi desa-desa adat di wilayah Buleleng.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Buleleng Gede Supriatna saat mendampingi Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menghadiri Upacara Ngaben Massal Desa Adat Tambakan, Kamis, (23/7). Dalam prosesi ngaben masal tersebut, tercatat sebanyak 91 Sawa diikutsertakan oleh krama desa setempat.

Wabup Supriatna juga menyampaikan bahwa Pemkab Buleleng memberikan bantuan dana hibah atau punia sebesar Rp1 juta per sawa sehingga bantuan yang disalurkan sebanyak Rp91 juta.

“Harapan kami, selain untuk penguatan adat dan budaya, bantuan ini dapat membantu meringankan beban finansial krama adat yang sedang melaksanakan upacara Pitra Yadnya,” ucap Wabup Supriatna.

Kehadiran jajaran pimpinan daerah dalam upacara adat ini merupakan bentuk dukungan moral dan apresiasi penuh atas upaya masyarakat lokal dalam menjaga serta melestarikan warisan tradisi Bali. Wabup Supriatna juga memanjatkan doa agar seluruh rangkaian upacara Ngaben Massal di Desa Adat Tambakan dapat berjalan dengan aman, sukses, dan diberikan kelancaran.

Lebih lanjut, Wabup Supriatna menegaskan bahwa skema dukungan terhadap sektor kebudayaan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan ngaben massal. Pemerintah daerah juga mengalokasikan bantuan berkala setiap tahunnya yang ditujukan khusus bagi Desa Adat dan Subak.

Program bantuan tahunan ini dirancang secara terintegrasi guna menunjang pembangunan infrastruktur, tata kelola keagamaan, serta penguatan kelembagaan adat. Melalui sinergi antara pemerintah daerah, desa adat, dan subak, Pemkab Buleleng optimistis pembangunan berbasis kearifan lokal dapat terus diakselerasi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Buleleng secara berkelanjutan. (MT-Sug)

Transformasi Digital Jadi Kunci, Bupati Buleleng Perkuat Peran Koperasi dan UMKM

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra mengajak seluruh koperasi di Kabupaten Buleleng untuk terus bertransformasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta memanfaatkan digitalisasi guna memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Koperasi ke-79, di Gedung Sasana Budaya, Jumat (24/7/2026)..

Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa semangat Hari Koperasi harus menjadi momentum untuk membangkitkan kembali koperasi agar semakin berdaya saing dan mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya maupun masyarakat luas.

“Saat ini Kabupaten Buleleng memiliki 573 koperasi, dengan 486 koperasi aktif dan 87 koperasi yang belum aktif. Ini merupakan kekuatan besar untuk menggerakkan perekonomian daerah. Kami berharap koperasi yang belum aktif dapat kembali bangkit sehingga mampu memberikan manfaat bagi anggotanya,” ujarnya.

Menurutnya, potensi tersebut akan semakin kuat apabila koperasi mampu menjalin kolaborasi dengan ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Buleleng. Sinergi tersebut diyakini dapat memperluas pasar produk lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.

Selain itu, Bupati asal Desa Bontihing menekankan pentingnya transformasi digital dalam tata kelola koperasi. Di era digital, koperasi dituntut memiliki SDM yang kompeten agar mampu menjalankan pelayanan secara lebih efektif, efisien, dan profesional, sekaligus memperluas pemasaran produk yang dimiliki.

“Peluang koperasi saat ini sangat besar. Pengurus harus memiliki jiwa entrepreneur, mampu memetakan potensi di wilayahnya, membina anggota, serta memanfaatkan digitalisasi agar koperasi semakin maju dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” tegas I Nyoman Sutjidra.

Sementara itu, Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Buleleng Nengah Tenaya menegaskan kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bukan menjadi pesaing koperasi yang telah ada, melainkan sebagai mitra dalam memperkuat gerakan koperasi di tingkat desa. Dekopinda juga mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen koperasi di Buleleng telah mulai menerapkan digitalisasi layanan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota.

“Koperasi Merah Putih merupakan program pemerintah pusat yang kami dukung sepenuhnya. Tidak ada persaingan dengan koperasi yang sudah ada, justru saling melengkapi. Kalau di desa sudah ada koperasi simpan pinjam, maka Koperasi Merah Putih dapat bergerak di sektor riil. Prinsipnya adalah membangun sinergi agar seluruh koperasi berkembang bersama,” ujarnya. (MT-Sug)

Bupati Sutjidra Luncurkan Mobil Samsat Keliling, Permudah Warga Buleleng Bayar Pajak Kendaraan

0

Buleleng, Matahari Timur – Komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, dan merata kembali dibuktikan. Minggu (24/5), Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra secara resmi meluncurkan Mobil Samsat Keliling di tengah keramaian arena Car Free Day Singaraja.

Peluncuran ditandai dengan prosesi adat memercikkan tirta dan pemecahan kendi oleh Bupati Sutjidra. Turut mendampingi dalam peresmian tersebut Kepala Bappenda Provinsi Bali, Kepala Bappenda Kabupaten Buleleng, perwakilan Jasa Raharja, unsur Kepolisian, serta Kepala Bank BPD Bali Cabang Singaraja.Kehadiran Mobil Samsat Keliling merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Buleleng, Pemerintah Provinsi Bali, Kepolisian, Jasa Raharja, dan BPD Bali.

Inovasi layanan ini dirancang untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa, sehingga pembayaran pajak kendaraan bermotor tidak lagi terkendala jarak dan waktu.Dalam kesempatan itu, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa layanan ini menjadi solusi praktis bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu atau akses ke kantor Samsat. Dengan sistem jemput bola, proses pembayaran pajak diharapkan lebih efisien tanpa harus mengantre panjang.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat di Buleleng dimanapun berada. Sekarang sudah ada Mobil Samsat Keliling untuk mempermudah pembayaran pajaknya, khususnya pajak kendaraan bermotor. Mudah-mudahan ini bisa membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, guna mewujudkan pembangunan Buleleng yang berkelanjutan,” ujar Bupati Sutjidra.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber pendapatan daerah yang vital untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Karena itu, kemudahan layanan ini diharapkan mampu mendongkrak tingkat kepatuhan wajib pajak di Kabupaten Buleleng.

Rencananya, Mobil Samsat Keliling akan beroperasi secara terjadwal di kecamatan-kecamatan, pasar tradisional, hingga pusat keramaian. Antusiasme warga terlihat sejak peluncuran perdana di Car Free Day. Puluhan masyarakat langsung memanfaatkan layanan untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor.Dengan diluncurkannya inovasi ini, Pemkab Buleleng berharap pelayanan publik semakin dekat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan warga. (MT-001)

Sutjidra-Supriatna Rangkul Mahasiswa Satukan Gagasan wujudkan Buleleng Paten

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengajak para mahasiswa Buleleng untuk turut berkontribusi secara nyata dalam mendukung pembangunan daerah. Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan diskusi dan perbincangan santai bersama mahasiswa, di Bichito Cafe, Kamis (25/5). Diskusi ini digelar sebagai wadah menyatukan gagasan demi mewujudkan Buleleng yang maju dan berdaya saing.

Dalam paparannya, Bupati Sutjidra menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai generasi intelektual yang mampu menghadirkan ide-ide kreatif, inovatif, serta solusi terhadap berbagai tantangan pembangunan daerah. Menurutnya, pembangunan Buleleng tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah semata, namun membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.

“Mahasiswa adalah kelompok intelektual yang memiliki energi, kreativitas, dan semangat perubahan. Saya berharap melalui diskusi seperti ini akan lahir gagasan-gagasan baru yang bisa memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan di Kabupaten Buleleng,” ujar Sutjidra.

Dirinya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng sangat terbuka terhadap berbagai masukan dan kritik konstruktif dari kalangan mahasiswa. Dengan adanya komunikasi yang baik antara pemerintah dan generasi muda, kebijakan pembangunan diharapkan dapat lebih tepat sasaran serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

“Pemerintah tidak anti kritik. Justru kami membutuhkan saran dan masukan dari adik-adik mahasiswa agar program pembangunan yang dijalankan benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat. Saya ingin mahasiswa ikut mengawal pembangunan Buleleng,” tegas Bupati Sutjidra

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mengatakan bahwa mahasiswa merupakan aset penting daerah yang harus diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan dan aspirasi. Melalui forum diskusi saat ini, pemerintah ingin membangun sinergi yang kuat dengan generasi muda demi kemajuan Buleleng ke depan.

“Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton, tetapi harus hadir sebagai bagian dari solusi. Pemerintah daerah siap membuka ruang kolaborasi sehingga ide dan inovasi mahasiswa bisa diimplementasikan dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Diskusi yang bertajuk dialog interaktif ini membahas berbagai topik mulai dari bidang pendidikan, ekonomi kreatif, pengembangan sumber daya manusia, hingga persoalan lingkungan dan infrastruktur. (MT-001)

Aksi Nyata Hari Buruh, AMDATARA Bali–Nusra Gelar Bersih Pantai di Kuta

0

Badung, Matahari Timur – Perkumpulan Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (AMDATARA) Bali–Nusa Tenggara menggelar Kegiatan Beach Cleanup di Pantai Kuta, Badung, Bali pada Jumat (1/5/2026), dalam rangka memperingati Hari Buruh. Kegiatan bertema “Aksi Nyata untuk Indonesia yang Lebih Bersih dan Sehat” ini menegaskan bahwa peringatan Hari Buruh tak sekadar penghargaan bagi pekerja, tetapi juga seruan memperkuat tanggung jawab bersama menjaga lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Kegiatan dimulai pukul 07.00 WITA dengan melibatkan sekitar 150 peserta yang terdiri atas anggota AMDATARA, perwakilan serikat pekerja, serta mahasiswa Universitas Pendidikan Nasional. Selama kurang lebih 2,5 jam, para peserta menyisir sekitar 1 kilometer garis pantai di kawasan depan Beachwalk Shopping Center.

Dalam kegiatan tersebut, pengumpulan sampah difokuskan pada sampah anorganik yang langsung dipilah di lokasi. Sampah yang memiliki nilai ekonomi disalurkan kepada mitra bank sampah untuk didaur ulang, sedangkan sampah residu dikelola bersama petugas kebersihan Pantai Kuta.

Ketua Dewan Pengurus AMDATARA Bali–Nusa Tenggara, I Gusti Ngurah Warassutha Aryajase, menyatakan bahwa isu lingkungan dan pengelolaan sampah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlanjutan industri serta kesejahteraan pekerja. Menurutnya, ketersediaan air baku yang bersih dan lingkungan yang sehat menjadi prasyarat utama dalam mendukung keberlangsungan industri air minum dalam kemasan (AMDK).

“Hari Buruh merupakan momentum untuk menghargai pekerja sebagai tulang punggung industri. Dalam industri AMDK, kesejahteraan pekerja sangat bergantung pada ketersediaan air baku yang bersih dan lingkungan yang sehat. Oleh karena itu, pengelolaan sampah kemasan harus menjadi tanggung jawab bersama dan dikembalikan ke sistem daur ulang, bukan berakhir di laut,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, AMDATARA menegaskan komitmennya dalam mendukung penerapan ekonomi sirkular, mengurangi kebocoran sampah ke lingkungan, serta melindungi sumber daya air. Peringatan Hari Buruh juga diharapkan menjadi pengingat bahwa produktivitas industri, kesehatan lingkungan, dan keberlanjutan harus berjalan secara beriringan.

AMDATARA turut mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha, pekerja, pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat, untuk memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya, melalui pemilahan serta penguatan sistem daur ulang guna menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut. (MT-PD)

 

Resmi Dibuka Bupati Sutjidra, Festasada 2026 Jadi Wadah Strategis Pelestarian Seni, Adat, dan Budaya Sukasada

0

Buleleng, Matahari Timur – Festival Seni Adat dan Budaya Sukasada (Festasada) kembali menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian serta pengembangan kekayaan seni, adat, dan budaya lokal di Kecamatan Sukasada.

“Festasada Tahun 2026 menjadi wadah yang sangat strategis untuk menampilkan, melestarikan, sekaligus mengembangkan potensi seni, adat, dan budaya yang ada dikawasan Kecamatan Sukasada”, demikian diungkapkan Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat membuka secara resmi Festasada Tahun 2026, di RTH Taman Bung Karno (TBK), Jumat (17/4).

lebih lanjut, Bupati Sutjidra menambahkan bahwa Festasada tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga berperan sebagai ruang edukasi, promosi daerah, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Pemerintah Kabupaten Buleleng pun memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan ini sebagai bagian dari pembangunan daerah berbasis potensi lokal.

“Saya berharap melalui kegiatan ini akan tumbuh semangat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para pelaku seni budaya untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya yang kita miliki,” ungkapnya.

pada kesempatan ini, dirinya juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Festasada, mulai dari panitia, seniman, hingga masyarakat, Ia berharap festival ini dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang mampu menarik minat wisatawan serta meningkatkan perekonomian masyarakat Buleleng pada umumnya.

“Dengan semangat kebersamaan, Festasada diharapkan mampu memperkuat jati diri masyarakat Sukasada sekaligus menjadi etalase budaya yang membanggakan bagi Kabupaten Buleleng”, tutup Sutjidra.

Sementara, Plt. Camat Sukasada, I Komang Budiarsana, menyebut festival ini menjadi momentum kebangkitan seni budaya di Kecamatan Sukasada setelah sempat vakum sejak 2020.

“Kami ingin membangkitkan kembali seni dan budaya Sukasada yang adiluhung dan menjadi kebanggaan bersama masyarakat Buleleng,” ujarnya.

Beragam pertunjukan seni khas daerah akan ditampilkan, mulai dari Tari Selat Segara, baleganjur, hingga kesenian unik seperti menggoak-goakan dari Desa Panji, Rejang Renteng, serta Burdah dari Desa Pegayaman yang mencerminkan akulturasi budaya. (MT-001)

Inovasi ‘Recycle Mask’ Diakui, Bupati Sutjidra Terima Sertifikat HAKI

0

Buleleng, Matahari Timur – Inovasi kreatif berbasis lingkungan dari masyarakat Buleleng kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menerima secara langsung Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) berupa Surat Pencatatan Ciptaan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas karya inovatif di bidang seni rupa berbasis daur ulang masker. Sertifikat HAKI diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng untuk karya yang berjudul “Recycle Mask”.

Sertifikat HAKI diserahkan langsung oleh Menteri Hukum RI Supratman Andi Agtas, disaksikan Ketua Dewan Pengarah BRIN Megawati Soekarnoputri, Kepala BRIN Arif Satria, Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, serta para kepala daerah se-Bali, di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya Kab. Klungkung, Rabu (1/4/2026).

“Recycle Mask” merupakan hasil kreativitas masyarakat Buleleng dalam mengolah limbah plastik, kardus, dan kertas bekas. Hal yang baru adalah produk seni ini bukan dibuat dari bubur kertas melainkan dibentuk menjadi patung, hiasan dinding, dan topeng. Selain menonjolkan nilai estetika, karya ini juga menjadi simbol kuat upaya daur ulang dan kepedulian terhadap pengelolaan sampah di Kabupaten Buleleng.

Ditemui usai menerima Sertifikat HAKI untuk “Recycle Mask”, Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi tinggi atas inovasi dan kreatifitas masyarakat khususnya dalam menangani isu lingkungan yang berkelanjutan. Menurutnya, inovasi “Recycle Mask” menjadi contoh konkret bahwa kreativitas masyarakat mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomi.

“Pengakuan ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Buleleng. Inovasi “Recycle Mask” menunjukkan bahwa limbah dapat diolah menjadi karya yang tidak hanya bernilai seni tinggi, memiliki manfaat ekonomi dan berdampak positif bagi lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dirinya menegaskan pentingnya perlindungan HAKI sebagai upaya mendorong para kreator untuk terus berinovasi. Dengan adanya perlindungan hukum, para pelaku ekonomi kreatif diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan karya tanpa khawatir disalahgunakan.

“Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendorong pendaftaran HAKI bagi para seniman dan juga pelaku ekonomi kreatif. Ini penting untuk melindungi karya anak daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal,” tambahnya.

Pemkab Buleleng juga terus berupaya memperkuat ekosistem inovasi daerah melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal dan ramah lingkungan.

Melalui pengakuan ini, inovasi “Recycle Mask” diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Buleleng dalam mengembangkan kreativitas berbasis lingkungan serta memperkuat peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. (MT-001)