24.9 C
Bali
14 Maret 2026
Beranda blog

Pemkab Buleleng Komitmen Kawal Penanganan Pascabanjir di Banjar Sampai Tuntas

0

Buleleng, Matahari Timur – Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen mengawal proses penanganan dan pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Banjar hingga tuntas. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak bersama Pemerintah Provinsi Bali guna memastikan langkah penanganan berjalan cepat dan tepat.

Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna mendampingi Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta meninjau sejumlah titik kerusakan di Desa Banjar, termasuk pemukiman warga serta fasilitas pendidikan yang terdampak bencana. Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga menyapa masyarakat serta melihat langsung kondisi warga yang terdampak banjir bandang.

Wabup Supriatna menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng akan terus melakukan upaya penanganan melalui langkah mitigasi maupun tanggap darurat hingga kondisi kembali normal. Pemerintah daerah bersama tim yang telah dibentuk oleh Bupati Buleleng juga terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal.

“Pemerintah Kabupaten Buleleng akan terus berupaya melakukan penanganan melalui langkah mitigasi dan tanggap darurat hingga kondisi kembali normal. Bersama tim yang telah dibentuk oleh Bapak Bupati, kami akan terus menjalankan tugas-tugas penanganan bencana di Desa Banjar sampai proses pemulihan benar-benar selesai,” ujar Supriatna.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana air bah yang melanda Kecamatan Banjar. Ia juga mengungkapkan memiliki kedekatan emosional dengan wilayah tersebut karena almarhum ibunya berasal dari Banjar. Dalam kesempatan tersebut, Wagub turut meninjau kondisi SD Negeri 5 Banjar yang terdampak cukup serius serta bertemu langsung dengan para siswa yang terdampak bencana.

Selain melihat kondisi fasilitas pendidikan, Wagub juga memberikan bantuan secara pribadi kepada sejumlah siswa yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu para siswa tetap percaya diri saat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas musibah air bah ini. Harapan kami, korban yang masih dalam proses pencarian dapat segera ditemukan, dan langkah-langkah pemulihan dapat berjalan melalui koordinasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, serta seluruh pihak terkait,” ujar Giri Prasta.

Dalam kesempatan yang sama, Wagub juga menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah penataan kawasan sempadan sungai serta solusi relokasi bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat bencana. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi antara Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, serta Balai Wilayah Sungai Bali–Penida.

“Terkait rumah warga yang terdampak, terdapat empat kepala keluarga yang rumahnya rusak berat bahkan ada yang hancur total. Kami berupaya mencarikan solusi melalui relokasi ke lokasi yang lebih aman agar ke depan masyarakat dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman,” jelas Giri Prasta. (MT-SG)

Gelar Pangan Lokal, Gerakan Pangan Murah, dan Lomba Makan Buah Lokal Semarakkan HUT Ke-422 Kota Singaraja

0

Singaraja, Matahari Timur – Singaraja – Antusiasme masyarakat tampak mewarnai pelaksanaan Gelar Pangan Lokal (GPL), Gerakan Pangan Murah (GPM), dan Lomba Makan Buah Lokal yang digelar Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam rangka memeriahkan rangkaian HUT ke-422 Kota Singaraja, Minggu (8/3). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang disiapkan untuk mengajak masyarakat ikut berpartisipasi merayakan hari jadi Kota Singaraja.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat yang hadir dan berbaur dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, antusiasme masyarakat menunjukkan dukungan terhadap berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan pemerintah daerah.

“Antusiasme masyarakat sangat luar biasa dalam menyambut HUT ke-422 Kota Singaraja. Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang telah hadir dan berbaur dalam kegiatan ini,” ujarnya.

Sutjidra menjelaskan bahwa pelaksanaan GPL dan GPM merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Buleleng dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pangan, khususnya menjelang hari besar keagamaan seperti Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.

“Melalui Gerakan Pangan Murah, kita berupaya memastikan ketersediaan bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau. Di samping itu, kegiatan ini juga menjadi ajang bagi pelaku usaha untuk menghadirkan beragam produk unggulan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki nilai gizi dan kearifan lokal,” jelasnya.

Kegiatan tersebut juga melibatkan puluhan pelaku usaha yang menghadirkan berbagai produk pangan lokal. Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, kegiatan ini sekaligus menjadi wadah promosi bagi produk-produk unggulan daerah.

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan lokal, dalam kegiatan ini juga digelar lomba makan buah lokal yang diikuti dengan antusias oleh peserta. Sutjidra mengungkapkan bahwa lomba tersebut merupakan kegiatan yang baru pertama kali diselenggarakan dalam rangkaian peringatan HUT Kota Singaraja.

“Lomba makan buah ini pertama kali kita adakan. Gagasannya adalah bagaimana potensi buah-buah lokal Buleleng dapat kita sosialisasikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, lomba tersebut sekaligus menjadi kampanye untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap buah-buahan lokal yang menjadi kekayaan alam Buleleng, seperti salak Busungbiu, anggur Banjar dan Seririt, jambu kristal, pisang di Gerokgak, serta srikaya atau silik dari Kubutambahan dan Tejakula.

“Kita ingin masyarakat semakin mencintai produk-produk pertanian dan perkebunan dari petani lokal yang ada di Kabupaten Buleleng,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Sutjidra juga mengajak masyarakat untuk mengutamakan konsumsi produk pangan lokal sebagai langkah membangun kemandirian pangan daerah. Dengan membeli dan mengonsumsi produk lokal, masyarakat tidak hanya memenuhi kebutuhan keluarga tetapi juga turut membantu meningkatkan kesejahteraan petani, UMKM, dan pelaku usaha lokal.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan secara simbolis bantuan paket sembako kepada masyarakat. Bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT ke-422 Kota Singaraja yang selama dua bulan menyalurkan paket sembako kepada 77.961 keluarga penerima manfaat di Kabupaten Buleleng. Setiap paket bantuan berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk dua bulan, dengan penyerahan simbolis kepada 10 keluarga penerima manfaat di Kelurahan Banjar Jawa. (LE-003)

Tak Ditemukan Boraks dan Formalin, Loka POM dan Ketua TP PKK Buleleng Tinjau Keamanan Takjil di Kampung Anyar

0

Buleleng, MatahariTimur – Menjelang Ramadan, pengawasan keamanan pangan takjil di Kabupaten Buleleng mulai digencarkan. Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng Ny. Wardhani Sutjidra bersama Ketua Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Buleleng Rai Gunawan turun langsung melakukan peninjauan di Jalan Jeruk, wilayah Kampung Anyar, Selasa sore (24/2). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat aman, bermutu, dan layak konsumsi.

Dalam peninjauan ini, Loka POM melakukan pengambilan 16 sampel takjil yang banyak diminati masyarakat. Diantaranya minuman berwarna, kue basah, gorengan, serta berbagai makanan olahan lainnya. Dari jumlah tersebut, enam sampel telah selesai diperiksa. Hasil sementara menunjukkan tidak ditemukan kandungan boraks maupun formalin, serta tidak ada penggunaan pewarna tekstil atau pewarna industri berbahaya.

Ny. Wardhany Sutjidra menyampaikan bahwa hasil ini patut disyukuri karena menunjukkan meningkatnya kesadaran pedagang terhadap keamanan pangan. Ia mengingatkan bahwa pada masa lalu masih ditemukan penggunaan pewarna industri untuk makanan, namun kini kondisi tersebut sudah tidak dijumpai.

“Kita bersyukur karena dari hasil sementara tidak ditemukan boraks maupun formalin. Kesadaran para pedagang sudah sangat tinggi,” ujarnya saat ditemui setelah peninjauan.

Meski demikian, Ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan dalam proses penjualan. Berdasarkan pantauan di lapangan, masih ada pedagang yang menerima uang dan langsung kembali memegang makanan tanpa menggunakan pelindung tangan. Hal ini dinilai berpotensi menimbulkan kontaminasi.

“Yang perlu menjadi perhatian adalah kebersihannya, terutama saat menerima uang lalu langsung mengambil makanan. Pedagang diimbau menggunakan sarung tangan agar tetap higienis,” tegasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pengawasan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Selain pengawasan, edukasi kepada pedagang terus dilakukan agar proses pengolahan makanan semakin bersih dan higienis.

Tak hanya soal keamanan pangan, dalam kesempatan tersebut juga kembali digaungkan pentingnya pengelolaan sampah melalui program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (PADAS). Edukasi ini bahkan telah dikenalkan sejak dini kepada anak-anak melalui kegiatan sekolah dan lomba anak PAUD.

“Harus juga kita sambil tekankan terkait pengelolaan sampah. Jadi program PADAS maupun PSBS itu memang selalu harus kita dengung-dengungkan. Saya berharap semua sehat, dan pedagang banyak rezeki” ujar Wardhany Sutjidra.

Melalui langkah ini, diharapkan masyarakat Buleleng dapat menikmati takjil berbuka puasa dengan rasa aman, sekaligus mendorong terciptanya budaya hidup bersih dan sehat selama Ramadan dan selanjutnya. (MT-001)

Bupati Sutjidra Tekankan Kolaborasi Strategis Dunia Usaha dan Pemerintah untuk Cegah Korupsi

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyatakan bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah untuk mencegah terjadinya korupsi menjadi sangat strategis. Termasuk menciptakan iklim usaha yang baik, berkelanjutan dan berintegritas.

Hal itu dikatakannya saat ditemui usai membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Dunia Usaha Antikorupsi di New Sunari Hotel, Rabu (4/2/2026).

Bupati Sutjidra secara gamblang menyatakan bahwa peran serta dunia usaha sangat krusial dalam upaya pencegahan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di Kabupaten Buleleng. Ia menekankan bahwa bimtek ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya sistematis menuju penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) di kalangan pelaku usaha.

“Jadi, dunia usaha agar bisa memahami juga bahwa peran serta mereka sangat strategis dalam pencegahan korupsi ini,” ujarnya. Ia pun menambahkan, pemahaman bersama ini akan berfungsi sebagai bentuk antisipasi, monitoring, dan pengawasan untuk mencegah praktik KKN. Tujuannya, agar dunia usaha di Buleleng dapat tumbuh sehat, bersaing dengan baik, dan menjalankan kegiatan usahanya secara berkelanjutan, yang pada ujungnya akan menyejahterakan masyarakat.

Dirinya juga mengungkapkan bahwa komitmen pencegahan korupsi dilakukan secara komprehensif. Selain untuk dunia usaha, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng juga tengah menyelenggarakan bimtek serupa bagi pejabat eselon II dan III. Bekerjasama dengan KPK, Kementerian Dalam Negeri, LKPP, dan Kementerian PAN-RB. Terkait penegakan aturan, Bupati menyatakan kesiapannya untuk memberikan sanksi tegas terhadap setiap pelanggaran.

“Kalau melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak sesuai dengan aturan, pasti akan mendapatkan sanksi. Sanksinya ya sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Sutjidra seraya menyitir contoh tindakan yang telah diambilnya terhadap beberapa Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang melanggar.

Pelaksana Harian (Plh) Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Johnson Ridwan Ginting menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Bupati Sutjidra. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan pemahaman yang mendalam tentang peta korupsi dan peran masing-masing aktor dalam pencegahannya.

“Kita berharap bahwa pengenalan terhadap korupsi, kemudian dampaknya, dan kemudian aturan-aturan main yang kemudian mereka harus patuhi, itu bisa kemudian membuat iklim ekonomi di sini menjadi lebih sehat, lebih transparan, dan lebih fair,” papar Johnson. KPK pun akan terus memantau dan bekerjasama dengan pemda untuk meningkatkan indeks integritas daerah.

Sementara dari sisi peserta, Ketua BPC Gapensi Buleleng Ketut Budi Adnyana menyambut baik penyelenggaraan bimtek ini. Ia mengaku kegiatan ini menjadi momentum yang tepat bagi dunia usaha untuk menyampaikan berbagai kendala, terutama yang berkaitan dengan kompleksitas perizinan dan administrasi.

“Kami dari dunia usaha kan sangat menyambut baik karena ada beberapa permasalahan yang perlu juga kita akan sampaikan,” ujarnya.

Bimbingan Teknis Dunia Usaha Antikorupsi ini menjadi penanda komitmen Pemkab Buleleng untuk membangun ekosistem bisnis yang bersih dan transparan. Kolaborasi tripartit antara pemerintah, penegak hukum (KPK), dan pelaku usaha diharapkan mampu memutus mata rantai korupsi, mendorong investasi, dan pada akhirnya mempercepat pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Buleleng secara berkelanjutan. (MT-003)

Ketua TP PKK Ny. Wardhany Tekankan Komitmen Seluruh Pihak untuk Keberlanjutan Gerakan Kulkul PKK/Posyandu

0

Buleleng, MATAHARITIMUR – Ketua Tim Pembina PKK Ny. Wardhany Sutjidra menekankan komitmen seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan gerakan kulkul PKK/Posyandu sebagai bagian dari budaya gotong royong di Kabupaten Buleleng.

Ada yang berbeda pada pelaksanaan Gerakan Kulkul PKK/Posyandu di Kabupaten Buleleng pada Minggu (1/2). Gerakan yang sebagai simbol untuk budaya gotong royong ini dirangkaikan dengan peresmian rumah pohon dan toilet umum serta penanaman jagung di areal Setra Desa Adat Buleleng. Ditandai dengan pemukulan Kulkul oleh Ny. Wardhany, seluruh undangan yakni Kepala Dinas PUTR I Putu Adiptha Eka Putra, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gede Putra Aryana, Kepala Dinas Pertanian Gede Melandrat, Kelian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna, Anggota PKK, serta masyarakat dari masing-masing banjar adat mulai membersihkan areal Setra Desa Adat Buleleng. Mereka juga melakukan pemilahan sampah sebelum dibuang ke TPS3R.

Kegiatan ditutup dengan pemberian sosialisasi lima bintang sampah oleh Ny. Wardhany Sutjidra. Ia yang juga sebagai Duta Sampah itu menyampaikan lima bintang itu menerapkan perilaku bersih dengan lima kriteria yakni kebersihan, ketertiban, keamanan, keterampilan, dan kenyamanan. Ny. Wardhany berharap gerakan Kulkul PKK/Posyandu dapat membudaya di Buleleng.
“Yang paling penting adalah ada konsistensi dan komitmen dari kita bersama pemerintah untuk memberikan suatu reward dan punishment kepada mereka yang mampu menjalankan semua bagian yang menjadi kepentingan bersama untuk menjaga semesta ini,”ujarnya.

Lebih lanjut Ny. Wardhany mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama melakukan gotong royong dan tentunya melakukan pemilahan sampah berbasis sumber.
“Apa yang kita harapkan kedepan Adalah kita terbebas dari bencana yang diakibatkan oleh sampah yang ada dimana-mana,”tambahnya.

Sementara Gerakan Kulkul PKK/Posyandu juga dilakukan Sekretaris TP PKK Buleleng Ny. Hermawati Supriatna dari Balai Banjar Banjar Jawa, Kecamatan Buleleng. (MT-003)

Paiketan Puri di Buleleng Dukung Penuh Rencana Pembangunan Kawasan Heritage

0

Buleleng, Matahari Timur – Rencana pembangunan kawasan heritage di Buleleng, Bali mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dukungan penuh dari Paiketan Puri di Buleleng sebagai salah satu pelaku dan bukti sejarah di Kabupaten Buleleng.

Dukungan tersebut terungkap saat Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama dengan Wakil Bupati Gede Supriatna, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Buleleng I Putu Adipta Eka Putra, Kepala Dinas Kebudayaan I Nyoman Wisandika dan Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca bertemu dengan penglingsir puri-puri yang tergabung dalam Paiketan Puri Buleleng di Puri Kanginan, Kelurahan Kampung Singaraja, Kecamatan Buleleng, Kamis (8/1/2026).

Ditemui usai pertemuan, Anak Agung Wiranatha Kusuma mewakili penglingsir puri-puri yang tergabung dalam Paiketan Puri Buleleng menyampaikan dukungan penuhnya terhadap rencana pembangunan kawasan heritage di Buleleng. Selain itu, Wiranatha Kusuma juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Buleleng karena terus memperhatikan puri-puri yang ada di Buleleng.

“Kami tidak bisa bantu apa-apa. Hanya ide dan konsep saja yang bisa kami sumbangkan. Semoga bisa bermanfaat untuk pembangunan Buleleng,” ujarnya.

Buleleng dikenal memiliki sejarah yang panjang dan tidak dibuat-buat. Baik pada zaman kerajaan maupun zaman kemerdekaan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng diharapkan bisa menghidupkan kembali sejarah tersebut. Sekaligus menyambungkan kaitan sejarah yang ada. Diawali dengan pembangunan titik nol daerah pusaka yang bisa mengembangkan perekonomian.

“Khususnya di bidang pariwisata. Dan juga hal-hal kejayaan Buleleng di masa lampau bisa bangkit kembali dengan rencana pembangunan kawasan heritage ini,” kata Wiranatha Kusuma.

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyebutkan bahwa dalam pertemuan, sangat banyak mendapatkan masukan dari pihak puri-puri yang ada di Buleleng. Utamanya tentang sejarah berdirinya Buleleng dan Kota Singaraja. Nantinya, masukan tersebut akan dijadikan rujukan untuk membangun Kabupaten Buleleng.

“Masukannya banyak sekali. Penglingsir-penglisir yang hadir sangat memahami sejarah Buleleng,” sebutnya.

Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini juga menyampaikan rasa terima kasihnya karena sambutan dari Paiketan Puri di Buleleng ini sangat hangat. Puri-puri yang ada di Buleleng sangat guyub dan sangat mendukung pembangunan kawasan heritage. Kawasan ini harus dikembalikan sebagai warisan sejarah dari Gusti Anglurah Panji Sakti.

“Semoga dengan pembangunan kawasan heritage ini bisa membangkitkan kembali kejayaan Buleleng dan Buleleng semakin maju kedepannya,” kata Sutjidra. (MT-003)

Pembangunan Titik 9 dan 10 Shortcut Singaraja–Mengwitani Resmi Dimulai

0

Buleleng, Matahari Timur – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi memulai pembangunan lanjutan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani melalui kegiatan Upacara Adat Ngeruak dan Ground Breaking Pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Batas Kota Singaraja–Mengwitani (Shortcut Titik 9 dan 10) Paket 1 dan Paket 2. Kegiatan ini digelar di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2026).

Pembangunan ini merupakan bagian strategis dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Pusat untuk menuntaskan konektivitas Bali Utara dan Bali Selatan, sekaligus meningkatkan keselamatan, efisiensi transportasi, dan kelancaran distribusi logistik.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menegaskan percepatan pembangunan jalan shortcut Singaraja–Mengwitani menjadi prioritas sejak dirinya kembali dilantik untuk periode kedua pada 20 Februari 2025. Dalam hitungan minggu setelah pelantikan, Gubernur Koster langsung menghadap Menteri Pekerjaan Umum untuk memastikan kelanjutan pembangunan shortcut yang telah direncanakan dari Titik 1 hingga Titik 12.

“Pembangunan shortcut ini kebutuhannya sangat mendesak, baik untuk pelayanan transportasi penumpang maupun logistik. Karena itu saya mohon agar pembangunan Titik 9 dan 10 dapat segera dilanjutkan, dan sekarang sudah berjalan,” ujar Gubernur Koster.

Ia mengucapkan proyek tetap berjalan dan kini memasuki tahap pelaksanaan. Gubernur Koster juga menegaskan perannya dalam mengawal proses, mulai dari tender, penandatanganan kontrak, hingga penentuan waktu ground breaking.

“Bukan untuk mengintervensi, tapi saya pastikan semua berjalan sesuai tahapan dan tidak berlarut-larut. Setelah siap semua, saya carikan hari baik, dan ditetapkan 7 Januari 2026,” jelasnya sambil menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali berkontribusi besar melalui pembebasan lahan agar proyek berjalan tanpa hambatan.

Ke depan, Gubernur Koster juga mendorong percepatan pembebasan lahan untuk Titik 11 dan 12 yang memiliki medan paling berat. Ia menargetkan proses pembebasan lahan dimulai pada tahun 2026, sehingga konstruksi dapat dimulai pada akhir 2027 atau awal 2028 dan rampung sebelum akhir masa jabatannya pada 20 Februari 2030.

“Saya ingin jalan shortcut ini tuntas minimal sampai Titik 12 sebelum masa jabatan saya berakhir,” katanya menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur strategis di Bali paling lambat tahun 2030, pada periode keduanya sebagai gubernur.

Jaga Keberlanjutan Bali sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

Penuntasan infrastruktur ini dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan Bali sebagai destinasi pariwisata dan pusat usaha kelas dunia.

Menurut Koster, sektor pariwisata saat ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap perekonomian Bali, yakni mencapai 66 persen. Kontribusi tersebut menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali.

“Pariwisata Bali memberi manfaat luar biasa. Tahun 2025 hingga 31 Desember, jumlah wisatawan mencapai 7,05 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah. Sebelum pandemi Covid-19 hanya sekitar 6,2 juta. Jadi kalau ada yang bilang Bali sepi, itu keliru. Bali justru mengalami lonjakan yang sangat signifikan,” tegasnya.

Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan berdampak langsung pada naiknya pendapatan daerah. Pendapatan sektor hotel dan restoran di seluruh kabupaten/kota di Bali tercatat meningkat, dengan tingkat hunian hotel berada di kisaran 75–85 persen.

Namun demikian, ia mengakui bahwa tingginya aktivitas pariwisata juga memunculkan dampak negatif, terutama kemacetan dan persoalan sampah. Dua persoalan tersebut, menurutnya, tidak bisa diselesaikan tanpa dukungan infrastruktur dan sistem transportasi yang memadai.

“Masalah macet ini tidak bisa diselesaikan dengan ceramah. Ini soal infrastruktur jalan dan moda transportasi. Karena itu, lima tahun ke depan kita fokus pada pembangunan infrastruktur yang menghubungkan Bali Utara, Selatan, Timur, Barat, hingga Bali Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan konektivitas antar wilayah tersebut menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan dan mendukung pemerataan pembangunan. Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum, telah menyatakan komitmen penuh untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Bali.

Gubernur Koster juga mengungkapkan dari total 13,9 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, sekitar 6,3 juta atau 45 persen di antaranya datang ke Bali. Kontribusi devisa wisatawan mancanegara ke Bali diperkirakan mencapai Rp170 triliun, atau sekitar 53 persen dari total devisa pariwisata nasional.

“Masalahnya, daerah tidak punya anggaran cukup besar untuk menyelesaikan persoalan kemacetan ini sendirian. Kalau tidak segera ditangani, Bali bisa merosot daya saingnya karena isu kemacetan terus-menerus,” katanya.
Di sisi lain, Gubernur Koster menegaskan bahwa dirinya tetap fokus bekerja meskipun menghadapi kritik dan perdebatan di media sosial. Ia menganggap dinamika tersebut sebagai bagian dari risiko kepemimpinan.

“Tugas kita bekerja, bukan ribut di media sosial. Bully-bullyan itu bagian dari ujian ketahanan mental. Saya nikmati saja. Kalau dengan membully orang lain hidupnya jadi bahagia, silakan,” ucapnya.

*Kualitas Kerja Nomor Satu dan Harus Tepat Waktu*

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek infrastruktur, termasuk kontraktor pelaksana, agar bekerja secara profesional, menjaga kualitas, dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

“Kualitas harus nomor satu dan waktunya harus tepat. Jangan kualitas bagus tapi molor. Saya pantau langsung, dan kalau tidak sesuai, saya yang akan menegur,” tegasnya.

Gubernur Koster berharap pembangunan infrastruktur yang dimulai saat ini dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata unggulan dunia.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Asep Syarif Hidayat, menyampaikan Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen penuh mendukung pembangunan shortcut Singaraja–Mengwitani. Untuk penanganan Titik 9 dan 10, total panjang pekerjaan mencapai 3,90 kilometer, terdiri dari jalan sepanjang 2,95 kilometer dan jembatan sepanjang 942 meter.

Untuk Paket 1, proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp290,84 miliar dengan masa pelaksanaan 750 hari kalender. Pekerjaan meliputi pembangunan jalan sepanjang 0,93 kilometer dan tiga jembatan dengan total panjang 593 meter, yang dikerjakan oleh Waskita–Sinarbali KSO dengan pendanaan dari SBSN Tahun Anggaran 2025–2027.

Asep menjelaskan, kondisi eksisting ruas jalan Singaraja–Mengwitani memiliki tingkat risiko tinggi, dengan kelandaian mencapai 27 persen dan tercatat sekitar 140 kecelakaan per tahun dengan 16 korban meninggal dunia. Melalui perbaikan geometrik jalan ini, waktu tempuh dipangkas dari 21,22 menit menjadi 8,61 menit, jumlah tikungan berkurang drastis, serta tingkat kelandaian diturunkan hingga maksimal 10 persen.

“Manfaatnya sangat signifikan, mulai dari peningkatan keselamatan, efisiensi perjalanan, hingga pengurangan emisi karbon kendaraan sekitar 10 persen,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Bali telah membebaskan 316 bidang tanah senilai Rp193 miliar untuk mendukung pembangunan sejumlah titik shortcut. Namun demikian, untuk menuntaskan seluruh ruas Singaraja–Mengwitani masih diperlukan pembangunan lanjutan pada Titik 1–2, Paket 3 Titik 9–10, serta Titik 11–12 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp512 miliar.

Dengan kolaborasi erat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali, pembangunan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani diharapkan menjadi solusi permanen konektivitas Bali Utara–Selatan, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata. (MT-003)

 

Bupati Sutjidra Minta Pengurus PMI Buleleng Baru Tingkatkan Program Kegiatan Kemanusiaan

0

Buleleng, Matahari Timur – Meskipun program-program yang telah dijalankan selama ini diakui dan diapresiasi banyak daerah di Bali, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meminta kepada jajaran pengurus baru Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng untuk tetapi lebih meningkatkan berbagai kegiatan kemanusiaan.

Hal ini disampaikannya saat pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI periode 2025-2030 di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Selasa (23/12/2025).

Mengawali periode kepengurusan baru PMI Buleleng untuk lima tahun ke depan, Bupati I Nyoman Sutjidra yang juga merupakan bagian dari kepengurusan sebelumnya, menitipkan pesan khusus tentang keberlanjutan dan peningkatan kinerja. Di hadapan para pengurus yang dilantik, termasuk Ketua Dewan Kehormatan Ketut Ngurah Arya dan Ketua PMI Buleleng Gede Supriatna, Sutjidra menekankan bahwa kerja-kerja kemanusiaan yang telah dibangun harus terus ditingkatkan kualitas dan cakupannya.

“Harapan kami dari pengurus lama, apa yang sudah dilakukan selama ini harus diteruskan dan ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Secara khusus, Bupati menyoroti pentingnya memperkuat pembinaan terhadap generasi muda, yang merupakan tulang punggung relawan masa depan. Ia mengapresiasi peran krusial relawan dari berbagai tingkatan, mulai dari Palang Merah Remaja (PMR), Tenaga Sukarela (TSR) atau UPM, hingga relawan dewasa (Wira), yang selama ini aktif mendukung setiap aksi tanggap darurat dan program sosial PMI. Sutjidra berjanji bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng akan mendukung upaya peningkatan ini, salah satunya melalui penyediaan sarana dan prasarana yang lebih memadai.

“Kami akan menambah untuk sarprasnya. Kami mendukung sehingga nama PMI Kabupaten Buleleng yang sekarang menjadi rujukan itu semakin bisa lebih mantap lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PMI Buleleng yang baru, Gede Supriatna, menyambut baik arahan dari Bupati tersebut. Sebagai Wakil Bupati yang kini memegang tampuk kepemimpinan di PMI, Supriatna mengakui beratnya tantangan yang dihadapi, terutama dalam penanganan bencana yang membutuhkan keterampilan, keteguhan, dan keikhlasan. Ia berkomitmen untuk mempertahankan reputasi relawan PMI Buleleng yang telah diakui dan terus meningkatkan kompetensi mereka.

“Ini harus tetap dijaga dan terus dilakukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kita dalam penanganan tugas-tugas sosial dan kemanusiaan. Khususnya dalam menangani tugas kebencanaan. Ya, itu akan kita lakukan di PMI Buleleng ke depan,” katanya.

Fokus pada peningkatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan menjadi salah satu agenda pokok yang akan dijalankan untuk merespons permintaan Bupati Sutjidra. (MT-003)

Wagub Giri Prasta Ajak Komunitas Moge Taat Aturan dan Aktif Berkegiatan Sosial

0

Badung, Matahari Timur — Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri perayaan Anniversary ke-9 Mangupura Riders yang berlangsung di Atlas Super Club, Badung, Sabtu malam, 20 Desember 2025. Kehadiran Wagub Bali tersebut disambut antusias oleh para riders motor gede (moge) yang tergabung dalam komunitas Mangupura Riders.

Dalam kesempatan itu, Giri Prasta menyampaikan ucapan selamat ulang tahun sekaligus apresiasi atas kekompakan Mangupura Riders yang telah memasuki usia ke-9. Ia mengingatkan bahwa kebersamaan yang telah terjalin dengan baik sejak tahun-tahun sebelumnya harus terus dijaga.

“Di tahun yang ke-8 lalu kita sudah bertemu dan semuanya berjalan dengan baik. Sekarang kita ketemu kembali di tahun yang ke-9, saya yakin Mangupura Riders tetap solid bersama seluruh komunitas,” ujar Giri Prasta dalam sambutannya.

Giri Prasta berharap komunitas sepeda motor ini tidak hanya menjadi wadah penyaluran hobi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk saling bertukar pikiran dan membangun jejaring yang bermanfaat, termasuk dalam menghidupi perekonomian. Ia juga mendorong agar kegiatan sosial terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Teruslah berkomunikasi, dan jangan lupa kegiatan sosial. Kami dari Pemerintah Provinsi Bali, kalau memang ada kegiatan sosial bertalian dengan kesehatan gratis, donor darah, dan kegiatan lainnya kami pasti bantu sepenuhnya,” pesan Wakil Gubernur Bali seraya menyampaikan Dirgahayu Mangupura Riders yang ke-9, tetap kuat, utuh, dan jaya selalu.

Pada perayaan tersebut, Wagub Giri Prasta juga mendapat kehormatan melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan langsung kepada Ketua Umum Mangupura Riders, I Ketut Budiana, sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Masih dalam sambutannya, mantan Bupati Badung dua periode ini berpesan agar seluruh pengendara motor gede senantiasa menaati peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

“Kawan-kawan semua, saya mengajak di dalam berkendara harus terus mentaati peraturan lalu lintas, jaga selalu safety dan lengkapi semua syarat-syarat dalam berkendaraan. Pulang pun nanti tetap menjaga ketertiban lalu lintas,” ajaknya.

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan, Giri Prasta juga menyampaikan bahwa secara pribadi ia memberikan bantuan sebesar Rp50 juta.

Atas dukungan tersebut, Ketua Umum Mangupura Riders, I Ketut Budiana, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wakil Gubernur Bali. Ia menekankan agar seluruh pengurus dan anggota Mangupura Riders tetap menyama braya, sehobi, dan seperjuangan dalam menjaga soliditas komunitas. (MT-003)

Upacara Parisudha Jagat Digelar di Jembatan Tukad Bangkung, Doa Bersama Hentikan Tragedi Bunuh Diri

0

Badung, Matahari Timur – Rentetan peristiwa bunuh diri yang terjadi berulang di kawasan Tukad Bangkung, Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, telah menjadi kegelisahan bersama. Tragedi yang terjadi di sekitar Jembatan Tukad Bangkungjembatan tertinggi di Bali, bahkan Asia Tenggara—tak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga menyisakan pertanyaan: apa yang sesungguhnya terjadi dengan ruang ini, dan langkah apa yang perlu diambil agar tidak lagi menjadi tempat hilangnya nyawa manusia?

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta bersama Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Duta Pengolahan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS), Ibu Putri Suastini Koster, serta Ketua BKOW Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, mengikuti dan melaksanakan persembahyangan bersama dalam Upacara Yadnya Parisudha Jagat di Jembatan Tukad Bangkung, Kamis (18/12).

Upacara ini dimaknai sebagai ikhtiar spiritual untuk memulihkan keseimbangan dan harmoni, sekaligus menetralkan serta menyucikan kawasan Tukad Bangkung yang selama ini diyakini memiliki beban niskala akibat ketidakharmonisan hubungan manusia dengan alam dan ruang sakral. Berdasarkan kajian sosiologis, spiritual, dan kepercayaan lokal, kawasan jembatan tersebut dipercaya sebagai wilayah kerajaan wong samar. Pada masa pembangunan jembatan, diyakini belum sepenuhnya dilakukan permohonan izin secara niskala, sehingga menyisakan ketidakseimbangan energi yang dipercaya turut memengaruhi kondisi psikologis orang-orang tertentu.

Fenomena bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung dinilai tidak cukup dipahami hanya dari aspek fisik atau keamanan. Kesadaran spiritual serta cara manusia beragama di Bali turut dipandang memiliki peran penting. Selama ini, praktik beragama kerap lebih menekankan hubungan vertikal dengan Tuhan, namun kurang memberi ruang pada hubungan horizontal dengan alam sebagai ibu kehidupan.

Secara etimologis, kata Bangkung dan Tukad sama-sama memiliki makna femininibu dan bumi—yang kerap terlupakan untuk dipijak dengan kesadaran. Melalui upacara ini, masyarakat diajak kembali ber-Tuhan di bumi, menjaga keseimbangan antara hubungan vertikal dan horizontal, agar kawasan ini kembali suci dan terbebas dari bayang-bayang tragedi.

Rangkaian Upacara Parisudha Jagat berlangsung khidmat. Setelah prosesi ritual dan doa bersama, dilakukan pelepasan simbol-simbol kehidupan berupa dua ekor kebo putih lanang-wadon yang dilepas secara simbolis dan selanjutnya dihaturkan menjadi kebo duwe di Desa Plaga. Prosesi dilanjutkan dengan pelepasan burung dan lampion, masing-masing sebanyak 33 buah, oleh para tamu undangan di pintu masuk Jembatan Tukad Bangkung. Angka 33 dimaknai sebagai simbol keseimbangan dan penyucian, sekaligus doa agar kehidupan kembali menemukan jalannya.

Upacara dipuput oleh Jro Mangku Gede Made Pawitra dari Desa Bulian, didampingi para mangku dan prajuru adat dari Desa Bulian, Pelaga, Sidan, Tambakan, Selulung, serta Kubutambahan. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Bangli Wayan Diar, Anggota DPRD Provinsi Bali Made Sumiati, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Bali.

Sebagai bentuk dukungan, Wakil Gubernur Bali menyerahkan punia sebesar Rp25 juta, sementara Ibu Putri Suastini Koster menyumbangkan tiga ekor kerbau guna mendukung kelancaran pelaksanaan upacara.

Secara filosofis, Upacara Yadnya Parisudha Jagat merupakan bagian dari konsep Sad Kerthi, enam upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam semesta. Pembersihan dilakukan terhadap bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (manusia) untuk mewujudkan keseimbangan sekala dan niskala, sekaligus memohon kerahayuan jagatkehidupan yang tegak, suci, dan nirmala.

Pelaksanaan upacara ini juga merupakan hasil gotong royong berbagai elemen masyarakat, mulai dari Yayasan BOA, Tim PSBS PADAS, Paiketan Spiritual, Yayasan Bali Mula, Paiketan Kerama Bali, hingga tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan jiwa dan kelestarian alam.

Lebih jauh, Parisudha Jagat di Jembatan Tukad Bangkung menjadi pengingat bahwa persoalan bunuh diri tidak hanya memerlukan pendekatan medis, sosial, atau keamanan, tetapi juga pendekatan spiritual dan kultural yang menyentuh akar kesadaran manusia Bali. Jembatan yang secara makna menghubungkan Badung, Bangli, hingga Buleleng ini diharapkan kembali menjadi simbol peralihan dari kegelapan menuju kebajikan, dari keputusasaan menuju harapan.

Dengan dilaksanakannya upacara ini, harapan pun disematkan agar Jembatan Tukad Bangkung kembali menjadi jembatan kehidupan, bukan jembatan kematiansebuah ruang suci yang mengingatkan manusia untuk berhenti sejenak, menunduk pada bumi, dan memilih untuk tetap hidup. (MT-003)