25.1 C
Bali
16 Desember 2025

Pocong Ranu Kumbolo: Sosok Seram yang Menghantui

Malam itu sunyi, hanya suara angin yang menyapu permukaan danau Ranu Kumbolo. Api unggun para pendaki mulai mengecil, menyisakan bara merah yang sesekali berkeretak. Di antara tenda-tenda yang terjejer rapi, rasa kantuk mulai menjemput, kecuali bagi Ardan—pendaki yang baru pertama kali menginap di sana.

Ia mendengar cerita dari para porter sore tadi, tentang sosok pocong yang sering menampakkan diri di tepi danau. Banyak yang bilang, ia muncul saat langit benar-benar gelap, ketika suara manusia mulai jarang terdengar. Ardan menganggapnya hanya dongeng pengusir rasa takut, sampai ia mendengar sesuatu.

Duplek… duplek… duplek…
Suara seperti tanah ditimpa sesuatu. Pelan, tapi ritmis. Ardan menahan napas. Suara itu terdengar dari balik semak, tepat di arah permukaan danau yang memantulkan bulan.

Rasa penasaran mendorongnya membuka resleting tenda sedikit. Di sana—di antara kabut tipis—terlihat sosok putih, berdiri kaku, lalu melayang perlahan seperti dihembus angin. Wajahnya tak terlihat jelas, tapi kain kafan yang membungkus tubuhnya kotor di beberapa bagian, seperti bekas tanah basah.

Ardan terpaku. Sosok itu berhenti tepat di tepi danau, seolah memandang air yang tenang. Lalu, perlahan kepalanya menoleh ke arah Ardan. Meski mata tak terlihat, Ardan tahu… sosok itu menyadari kehadirannya.

Tiba-tiba, suara langkah lain terdengar dari belakang. Salah satu porter yang berjaga mendekat sambil berbisik cepat, “Jangan tatap lama-lama. Kalau dia berhenti, itu artinya dia sedang mendengarkan.”

Ardan gemetar, menunduk. Ketika ia memberanikan diri menoleh lagi, sosok itu sudah menghilang, hanya menyisakan kabut yang bergerak perlahan di permukaan danau.

“Katanya, dia adalah arwah pendaki yang tak pernah pulang,” ujar sang porter pelan. “Terlalu cinta dengan Ranu Kumbolo… sampai lupa bahwa hidupnya sudah berakhir.”

Sejak malam itu, Ardan tak pernah lagi meremehkan cerita mistis gunung. Sebab ia tahu—di Ranu Kumbolo, tidak semua yang melayang adalah kabut malam.

Beberapa adalah mereka yang masih ingin dilihat, meski sudah lama dikuburkan.

Berikut referensi beberapa barang yang wajib dibawa saat mendaki Gunung Semeru:

  1. Tenda yang aman dan nyaman, bisa kamu dapatkan di sini 
  2. Raincoat agar aman dari hujan yang suka tiba-tiba datang.
  3. Ransel yang tangguh untuk mendaki.
  4. Jaket gunung biar tidak dicekam dingin menggigil.
  5. Pisau lipat biar bisa memotong vegetasi yang bisa dipakai campuran mie.
  6. Topi gunung biar kepala tidak kepusingan kena embun.
  7. Sandal dan sepatu gunung yang keren tapi berkualitas, agar kaki tidak lecet. (MT-003)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles