25.8 C
Bali
2 November 2026
Beranda blog Halaman 8

BAMFES 2025: Ibu Putri Koster Dorong UMKM dan IKM Bali Tembus Pasar Lebih Luas

0

Badung, Matahari Timur – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) di Bali agar terus mengembangkan jiwa kewirausahaan dan berdaya saing tinggi. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Bali Fashion Market Festival (BAMFES) di Swiss-Belresort Pecatu, Minggu (26/10) malam.

Dalam sambutannya, Ibu Putri Koster menegaskan bahwa masyarakat Bali memiliki bakat luar biasa dalam menciptakan karya seni dan kerajinan, namun masih menghadapi tantangan dalam memasarkan produk-produk tersebut secara luas.

“Karena itu, harus ditingkatkan jiwa entrepreneurship-nya,” ujar Ibu Putri Koster.

Ia berharap para pelaku UMKM dan IKM di Bali dapat terus berkembang dan mampu membuka outlet secara mandiri di berbagai lokasi strategis, termasuk hotel dan pusat wisata, sehingga tidak hanya bergantung pada pameran yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Lebih lanjut, Ibu Putri Koster juga mengajak para seniman dan perajin Bali untuk memanfaatkan IKM Bali Bangkit, wadah yang dibentuk Dekranasda Provinsi Bali sebagai sarana promosi, kurasi, sekaligus pembinaan berkelanjutan bagi UMKM dan IKM hingga tahun 2030 mendatang.

“UMKM dan IKM jangan takut. Sampaikan kepada kami jika ingin mengikuti pameran di Bali Bangkit. Tapi syaratnya harus continue dan konsisten. Kami tentu akan melakukan kurasi secara ketat supaya ke depannya ada peningkatan, baik dari sumber daya maupun kualitas kerajinannya,” jelasnya.

Selain menekankan pentingnya konsistensi, Ibu Putri Koster juga mendorong para seniman Bali agar terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman dan tren global tanpa meninggalkan jati diri budaya lokal.

“Jangan menutup diri dari dunia luar. Tapi kita juga harus menjaga kelestarian karya-karya kerajinan Bali khususnya, dan Nusantara pada umumnya. Itu tugas kita sebagai anak bangsa,” tegasnya.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali tersebut juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Bali Fashion Market Festival (BAMFES) yang dinilainya menjadi ajang penting dalam mempertemukan para pelaku UMKM dan IKM Bali dengan para konsumen serta buyer potensial. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan kemandirian pelaku usaha lokal. (MT-001)

Kisah Nyata, Jeritan Misterius di Jalur Pendakian Gunung Agung

0

Rendang, Matahari Timur – Udara malam di kaki Gunung Agung terasa dingin dan lembap. Ari Tanang mengencangkan tali ranselnya, melirik tiga temannya — Kadek Dian, Weda, dan Lesti — yang berdiri di bawah gapura Pura Besakih. Angin bertiup pelan, membawa aroma dupa yang samar dari arah pura.

“Udah siap?” tanya Weda. Ari hanya mengangguk. Mereka memulai pendakian tanpa banyak bicara.

Di gunung ini, ada satu aturan tak tertulis: jangan bawa olahan daging sapi, dan jangan pakai emas. Bukan sekadar larangan adat — tapi peringatan dari para penjaga gunung yang tak terlihat. Yang melanggar, katanya, nggak bakal pulang dalam wujud yang sama.

Awalnya semua terasa normal. Hujan turun rintik-rintik, udara segar, jalur licin tapi aman. Sampai Ari turun sebentar ke basecamp untuk ambil logistik yang tertinggal.

Saat kembali ke jalur, langkahnya terhenti.

Di bawah pohon besar, tiga orang berpakaian adat Bali sedang sembahyang. Satu pria, dua perempuan. Wajah mereka teduh… tapi mata mereka kosong, seperti menatap sesuatu jauh di balik kabut.

Ari hanya sempat berkata lirih, “Permisi.” Tak ada jawaban. Hanya angin yang berputar pelan di sekitar dupa yang menyala.

Beberapa menit kemudian, saat Ari menyusul timnya ke atas, jantungnya nyaris berhenti.Di Pos 2, dia melihat tiga orang yang sama. Dengan posisi, pakaian, dan dupa yang sama. Padahal jarak dari tempat tadi ke Pos 2 butuh hampir satu jam jalan kaki. Yang lebih aneh — tanah di sekitar mereka kering total, padahal hujan baru reda.

Aroma bunga kamboja menempel di udara, menyengat.

Menjelang malam, mereka sampai di Pos 3. Langit gelap lebih cepat dari seharusnya, seperti ada tirai hitam dijatuhkan dari langit. Suara-suara asing mulai terdengar: langkah pelan di semak, desisan napas dari arah tak jelas, dan… lenguhan seperti babi hutan, tapi anehnya — datang dari atas pohon.

“Sejak kapan babi bisa manjat?” bisik Weda, suaranya parau. Tak ada yang menjawab. Hanya bunyi hujan rintik dan napas yang berat.

Menuju Pos 5, kabut turun tebal dan dingin menggigit kulit. Tiba-tiba Ari berhenti mendadak. Senter di tangannya menyorot sesuatu. Makhluk kecil berbulu hitam.

Kepalanya botak, kulitnya licin mengilap seperti basah. Ukurannya tak lebih besar dari spion motor. Ia berdiri di tengah jalur, menatap mereka dengan mata merah menyala. Lalu perlahan — makhluk itu mengangkat tangannya, menunjuk ke bawah, ke sisi jurang. Dan dari mulutnya keluar suara mengerikan — jeritan panjang, mirip babi disembelih.

Seketika, darah mereka membeku. Ari menyorot arah yang ditunjuk makhluk itu — dan melihat sesuatu yang membuat seluruh tubuhnya kaku. Di balik kabut, ada sosok perempuan melayang. Rambutnya panjang menutupi sebagian wajah, tapi ubun-ubunnya botak seperti dicabik. Matanya besar, melotot liar. Giginya acak-acakan, menganga seperti hendak menelan cahaya. Kulitnya pucat kebiruan, pakaian compang-camping, dan tubuhnya menggantung tanpa pijakan.

Dalam sekejap, sosok itu menyerbu ke arah makhluk kecil tadi. Kuku-kukunya yang panjang seperti sabit menembus bulu hitam itu — dan suara melengking menggema di tengah kabut. Darah hitam menetes ke tanah, menyebarkan bau anyir yang tajam.

Sosok perempuan itu lalu menatap ke arah Ari dan kawan-kawannya. Sekejap mata, dia menghilang ke dalam kabut, meninggalkan udara yang terasa berat seperti menelan napas mereka.

Tak ada yang bersuara. Lesti mulai menangis pelan. Kadek menatap kosong ke tanah. Malam itu, mereka hanya duduk mematung, tak berani menyalakan api unggun.

Menjelang pagi, kabut perlahan terurai. Mentari muncul di ufuk timur, menciptakan siluet Gunung Rinjani yang megah, dan Gunung Raung yang berdiri kokoh di barat.

Untuk sesaat, semua ketakutan seolah sirna.

Tapi saat mereka menuruni jalur kembali, bau bunga kamboja kembali tercium samar, bercampur aroma dupa yang terbakar. Ari menoleh ke belakang — dan di antara kabut yang menipis, dia sempat melihat bayangan tiga sosok berpakaian adat berdiri di bawah pohon besar.

Diam. Menatap.

Pendakian itu bukan sekadar ujian fisik. Bagi mereka, Gunung Agung telah menunjukkan wajah lain — tempat di mana dunia manusia dan dunia gaib hanya dipisahkan oleh kabut tipis. (Ade Andani)

Kementerian Kesehatan Siapkan Langkah Nyata Bantu RSUD Wangaya Bali

0

Denpasar, Matahari Timur – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke RSUD Wangaya Denpasar, Jumat (24/10/2025), untuk menindaklanjuti usulan Gubernur Bali Wayan Koster yang sebelumnya disampaikan pada 16 September 2025 di Jakarta.

Saat itu, Gubernur Koster hadir di Jakarta untuk menyampaikan permohonan bantuan alat kesehatan (alkes) bagi RSUD Wangaya yang mengalami kerusakan akibat banjir. Usulan tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan Walikota Denpasar I.G.N. Jaya Negara sebagai aspirasi masyarakat Kota Denpasar.

Tak butuh waktu lama, Menkes Budi langsung meninjau kondisi rumah sakit dan memastikan bantuan akan segera direalisasikan. Kunjungan Menkes turut didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa, Direktur RSUD Wangaya dr. Anak Agung Made Widiasa, serta sejumlah pejabat SKPD terkait.

Setelah meninjau langsung kondisi fasilitas rumah sakit, Menkes Budi Sadikin menyampaikan komitmennya untuk merealisasikan bantuan alat kesehatan senilai puluhan miliar rupiah pada tahun ini.

“Kita memang sudah rencanakan untuk bantu Wangaya. Tadi saya lihat daftar alat-alatnya, nilainya sekitar 20 sampai 30 miliar rupiah. Harusnya bisa didapat tahun ini,” ujar Menkes Budi Sadikin.

Ia juga berpesan agar alat kesehatan yang akan diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Denpasar dan Bali.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam percepatan pemulihan serta peningkatan kualitas layanan kesehatan pasca banjir yang melanda RSUD Wangaya pada 9 September 2025.

Menteri Budi Gunadi meninjau langsung kondisi fasilitas layanan dan infrastruktur rumah sakit yang terdampak banjir. Berdasarkan laporan manajemen RSUD Wangaya, kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp50 miliar, mencakup kerusakan alat kesehatan, infrastruktur gedung, hingga sistem operasional pelayanan pasien.

Dalam arahannya, Menkes menekankan pentingnya implementasi transformasi sistem kesehatan nasional, termasuk penguatan layanan primer, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta percepatan digitalisasi layanan kesehatan di daerah.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pemulihan fasilitas kesehatan di Bali.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri Kesehatan yang telah meninjau langsung RSUD Wangaya. Pemprov Bali berkomitmen memperkuat sistem kesehatan yang tangguh, termasuk membangun rumah sakit daerah yang lebih siap menghadapi bencana,” ujar Koster.

Direktur RSUD Wangaya, dr. Anak Agung Made Widiasa, menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga pelayanan kepada masyarakat meski dihadapkan pada keterbatasan sarana pasca banjir.

“Banjir merusak gudang obat, ruang keuangan, genset, dan beberapa alat medis. Kami sudah mengajukan kebutuhan alat kesehatan ke Kemenkes, dan 12 jenis alat baru akan segera dikirim untuk mendukung pelayanan madya,” jelasnya.

Menutup kunjungan, Menkes Budi Gunadi menegaskan kesiapan pemerintah pusat dalam mendukung pemulihan RSUD Wangaya.

“Membangun rumah sakit memang tidak mudah, tapi menjaga dan memperkuatnya jauh lebih penting. RSUD Wangaya sangat vital bagi 800 ribu warga Denpasar. Pemerintah pusat siap membantu penyediaan alat kesehatan agar pelayanan bisa segera pulih dan semakin kuat,“ tegasnya. (MT-001)

Bupati Buleleng Harapkan Pejabat Baru Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Melayani

0

Buleleng, Matahari Timur – Pemerintah Kabupaten Buleleng melaksanakan pelantikan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator di lingkungan Pemkab Buleleng. Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menegaskan dalam pelantikan kali ini hanya ada pengisian jabatan kosong melalui promosi, maupun rotasi. Pelantikan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, menyampaikan bahwa pelantikan ini merupakan bagian dari proses penyegaran birokrasi serta langkah strategis dalam penataan organisasi perangkat daerah. Ia menegaskan, tidak ada pejabat yang mengalami penurunan jabatan atau demosi, karena seluruh proses dilakukan berdasarkan prinsip meritokrasi dan sistem manajemen talenta.

“Pelantikan ini kan sudah lama ditunggu. Saya juga melaksanakan kegiatan ini tentu harus mencari figur-figur berdasarkan hasil dari meritokrasi dan sistem manajemen talenta. Semua pejabat sudah ada rapornya, kami lihat dari sana,” ujar Bupati Sutjidra.

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa rotasi dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi pejabat agar memperoleh pengalaman baru di lingkungan kerja yang berbeda. Menurutnya, hal ini penting agar para pejabat dapat terus berkembang dan membawa semangat baru di instansi masing-masing. Ia mencontohkan bahwa dalam lima tahun, pejabat yang lama bertugas di satu dinas perlu digeser agar mendapatkan ilmu dan suasana baru.

Bupati Sutjidra menekankan agar pejabat yang baru dilantik dapat menunjukkan dedikasi tinggi terhadap pekerjaan, menjunjung loyalitas kepada pimpinan, serta menjaga etika dan moral dalam menjalankan tugas. Ia berharap seluruh pejabat mampu bekerja sama lintas instansi untuk mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik.

“Kita harapkan mereka bisa bekerja dengan baik, bekerja sama dengan masing-masing instansi untuk melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang baik kepada masyarakat. Di situ penekanannya,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung mengenai rencana perampingan struktur organisasi perangkat daerah yang tengah menunggu penyelesaian peraturan daerah (Perda). Ia menjelaskan bahwa beberapa dinas akan digabung, antara lain Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimta), serta Dinas Pariwisata dengan Dinas Kebudayaan.

“Dengan perampingan ini kita bisa bekerja lebih cepat, efisien, dan efektif sehingga apa yang menjadi visi misi penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Buleleng dapat terwujud, yaitu menuju pemerintahan yang bersih dan melayani,” katanya. (MT-001)

Wabup Supriatna Harap PWI Menjadi Pemersatu Insan Pers dan Pemerintah dalam Membangun Buleleng

0

Buleleng, Matahari Timur – Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna, menghadiri pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Buleleng di Gedung Wanita Laksmigraha Singaraja, Jumat (24/10). Dalam kesempatan tersebut, Wabup Supriatna menyampaikan pentingnya peran PWI sebagai jembatan antara pers dan pemerintah dalam upayanya membangun Buleleng.

Menurut Wabup Supriatna, PWI memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa wartawan yang berada di bawah naungannya profesional, berkompeten, memahami kode etik jurnalistik dan dilindungi oleh Undang-undang dan Dewan Pers. Oleh karena itu, Wabup Supriatna berharap PWI dapat menjadi perekat dan pemersatu antara insan pers dengan pemerintah dalam membangun Buleleng. “PWI diupayakan menjadi perekat dan pemersatu antara insan pers dengan pemerintah sebagai modal membangun Buleleng yang kita cintai,” ujarnya.

Wabup Supriatna juga menekankan pentingnya memanfaatkan potensi kemajuan teknologi untuk menjaga relevansi keberadaan insan pers di era digital ini. “Potensi kemajuan teknologi harus dimanfaatkan oleh insan pers agar keberadaannya tetap relevan dan tidak lekang oleh jaman,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Supriatna juga mengucapkan selamat kepada pengurus PWI Buleleng periode 2025-2028 dan berharap mereka dapat mengemban amanah organisasi dengan baik. “Terakhir, saya mengucapkan selamat kepada pengurus PWI Buleleng periode 2025-2028, semoga dapat mengemban amanah organisasi dan dapat menjalankan tugas dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI Bali, Wayan Dira Arsana, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng atas dukungan yang diberikan kepada wartawan. “Dukungan yang diberikan ini akan menjadi kekuatan bagi wartawan menjalankan fungsi persnya di Buleleng,” ujarnya. (MT-001)

Bali Sabet Empat Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025

0

Jakarta, Matahari Timur – Komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan kembali mendapat apresiasi nasional. Dalam ajang Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 yang digelar Kementerian Kebudayaan RI di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Selasa (21/10), Bali berhasil meraih empat dari lima kategori penghargaan yang diperebutkan.

Empat penghargaan tersebut masing-masing untuk kategori Pemerintah Daerah Terbaik, Museum Terbaik, Taman Budaya Terbaik, dan Anjungan Daerah TMII Terbaik. Capaian ini menegaskan konsistensi Bali dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya di tengah arus modernisasi.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha, yang hadir mewakili Gubernur Bali, menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Ia menilai capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah, pelaku budaya, dan masyarakat Bali.

“Penghargaan ini adalah hasil dari dedikasi dan sinergi luar biasa seluruh pihak yang berkomitmen menjaga kebudayaan sebagai jantung kehidupan masyarakat Bali,” ujar Sugiartha usai menerima penghargaan.

Ia menambahkan, melalui visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat pelestarian dan pemajuan kebudayaan lewat berbagai program berbasis kearifan lokal.

“Ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga, mengembangkan, serta memuliakan kebudayaan Bali,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam sambutannya menegaskan bahwa Anugerah Kebudayaan Indonesia merupakan bentuk penghargaan negara terhadap individu, lembaga, dan pemerintah daerah yang berkontribusi nyata dalam pemajuan kebudayaan.

“Kita berharap melalui penghargaan ini, pemerintah daerah semakin aktif dan peduli terhadap pelestarian kebudayaan di wilayah masing-masing,” ujar Fadli Zon.

Ia juga mengingatkan bahwa kebudayaan adalah fondasi peradaban bangsa yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Kekayaan budaya adalah jantung peradaban. Kebudayaan bukan pelengkap, melainkan fondasi bangsa. Seperti kata Bung Karno, bangsa yang kuat harus memiliki kepribadian dalam kebudayaan,” tegasnya.

Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 digelar dalam dua tahap. Tahap pertama pada 25 Agustus lalu memberikan apresiasi kepada 14 pelaku seni dan budaya, sedangkan tahap kedua pada Oktober ini menilai lima kategori: Anjungan Daerah TMII, Lembaga Asing dan Perorangan Asing, Museum, Pemerintah Daerah, serta Taman Budaya.

Dengan raihan ini, Bali kian mengukuhkan diri bukan hanya sebagai destinasi wisata budaya dunia, tetapi juga sebagai daerah yang berhasil menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian nilai-nilai tradisi dan jati diri bangsa. (MT-001)

Wisata Alam dan Edukasi Konservasi Tumbuh di Baturiti Lewat Dukungan AQUA Sembung Gede

0

Tabanan, Matahari Timur – Upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali mendapat dorongan dari sektor swasta. PT Tirta Investama Pabrik Sembung Gede (AQUA Sembung Gede) bersama Yayasan Sahabat Timur Indonesia memulai Program Desa Wisata Berbasis Konservasi di Dusun Sandan, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan. Kegiatan kick off yang berlangsung di LIKAWA FARM ini dihadiri perwakilan Desa Adat Sandan, aparat wilayah, serta anggota Kelompok Tani Taru Lestari.

LIKAWA FARM kini menjadi pusat kegiatan kelompok tani tersebut untuk menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) AQUA Sembung Gede. Program ini berfokus pada pelestarian alam sekaligus pengembangan ekonomi lokal. Tahun ini, lebih dari 2.000 pohon kopi dan 200 pohon alpukat ditanam, disertai pembuatan 360 rorak—lubang resapan air yang berfungsi menampung dan mengembalikan air hujan ke tanah. Selain itu, kelompok tani juga didampingi untuk mengembangkan potensi wisata berbasis konservasi.

Inisiatif ini sejalan dengan program Tridatu Gastronomi yang diusung Pemerintah Kabupaten Tabanan. Program tersebut menonjolkan tiga komoditas unggulan daerah, yakni kopi, beras merah organik, dan cokelat premium. Melalui pendekatan tersebut, kegiatan konservasi diharapkan dapat terintegrasi dengan pengembangan sektor pariwisata dan pertanian berkelanjutan.

Stakeholder Relation Manager AQUA Sembung Gede, I Nyoman Arsana, menjelaskan bahwa kehadiran LIKAWA FARM diharapkan menjadi ruang edukasi bagi petani maupun wisatawan.

“Pendampingan yang kami lakukan diharapkan membuahkan hasil berupa lingkungan yang terjaga baik melalui kearifan lokal masyarakat. Potensi ini bisa menjadikan LIKAWA FARM sebagai destinasi wisata edukatif. Kami ingin mendorong inisiatif ini agar menginspirasi lebih banyak pihak,” ujar Arsana.

Menurut Arsana, pelaksanaan program dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak. Selain Yayasan Sahabat Timur Indonesia, AQUA juga melibatkan mahasiswa, media, masyarakat desa, dan pemerintah daerah.

“Pendekatan pentahelix kami terapkan agar terwujud sinergi yang optimal antara dunia usaha, pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat,” tambahnya.

Ketua Kelompok Tani Taru Lestari, I Wayan Sudha Adnyana, menyebut kelompoknya resmi berdiri pada tahun 2008 dan kini memiliki 21 anggota dengan lahan garapan seluas 10 hektare. Ia menilai kerja sama ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Dusun Sandan.

“Program ini seperti dayung bersambut. Sudah lama kami ingin mengembangkan potensi desa menjadi wisata berbasis konservasi, dan kini mendapat dukungan yang nyata,” ujarnya.

Desa Adat Sandan sendiri terletak di ketinggian sekitar 780 meter di atas permukaan laut, di lereng Gunung Adeng. Wilayah ini dikenal subur dengan jenis tanah etosol yang cocok untuk berbagai komoditas pertanian dan perkebunan. Dusun Sandan juga berbatasan langsung dengan Hutan Bambu Sandan seluas 100 hektare, kawasan berhawa sejuk dengan curah hujan tinggi selama enam hingga tujuh bulan setiap tahun.

Sebagian besar masyarakat di wilayah ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan peternakan. Selain menanam sayuran dan buah-buahan hortikultura, warga juga memelihara sapi, babi, dan ayam kampung.

Melalui pengembangan Desa Wisata Berbasis Konservasi ini, potensi alam dan budaya masyarakat diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan. Dukungan AQUA Sembung Gede tak hanya memperkuat ketahanan lingkungan, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal di kaki Gunung Adeng. (MT-001)

Gubernur Koster: Rice Milling Unit di Tabanan Akan Perkuat Produksi Beras Bali

0

Denpasar, Matahari Timur – Gubernur Bali Wayan Koster sangat mendukung rencana pembangunan Rice Milling Unit (RMU) atau penggilingan padi yang akan di bangun di Desa Timpag, Kabupaten Tabanan.

Pembangunan Rice Milling Unit (RMU) dimaksudkan untuk memberikan perlindungan dan pemberdayaan petani secara terencana, terarah dan berkelanjutan yang mampu berfungsi sebagai penyedia beras yang akan didistribusikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

“Saya sangat mendukung rencana pembangunan RMU ini, yang mana pembangunan akan dialokasikan dari anggaran daerah atau oleh Provinsi, namun pengelolaannya akan dilakukan oleh perusahaan daerah Provinsi Bali bekerjasama dengan perusahaan daerah Kabupaten Tabanan, dengan market yang sudah tersedia dan sudah jelas sebagai tempat pendistribusiannya”, tegas Gubernur Bali Wayan Koster, Rabu 22 Oktober 2025.

Dipilihnya Kabupaten Tabanan sebagai pembangunan RMU, karena memiliki peran strategis sebagai daerah agraris utama di Bali. Namun saat ini hanya sebagian kecil dari produksi padi yang dapat diolah secara lokal dengan nilai tambah tinggi. Situasi ini mencerminkan terjadinya ketimpangan dalam rantai nilai komoditas padi, sehingga keberadaan RMU modern sangat dibutuhkan oleh Bali.

Dengan memperhatikan data potensi produksi gabah, konsumsi beras di Kabupaten Tabanan dan Provinsi Bali, pembangunan RMU layak dilaksanakan, dengan asumsi memiliki kapasitas produksi 6 Ton gabah per jam. Dimana perumda sebagai pengelola atau RMU beroperasi 15 jam per hari.

Sekretaris Daerah Bali, Dewa Made Indra menyampaikan kebutuhan yang sangat real dan wajib punya, serta menjamin keberlanjutan dari pembangunan Rice Milling Unit (RMU), yang harus dibuat sebaik mungkin, dan dilengkapi dengan kajian ekonomi yang mencakup kuantitas dan kontinuitasnya.

Selain itu juga dibuatkan kajian terkait kapasitas kinerja mesinnya sekaligus kajian output setelah menjadi beras, baik itu pendistribusian dan juga harga berasnya, yang menghadapi kompetitor yang membeli lebih awal dan menjual dengan harga yang lebih murah.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyampaikan mendukung program gubernur dalam rangka menjaga ketahanan pangan Bali, dan secara konsisten akan menjaga lahan sawah sebagai lumbung padi.

“Rice Milling Unit atau yang kita kenal penyosohan padi Bali masih kalah dengan penyosohan beras yang ada di Banyuwangi super premium,” katanya.

Disampaikannya juga bahwa sebanyak tiga ratus (300) Perusda di Bali siap membeli hasil pertanian kabupaten Tabanan, mulai dari telur, sayur dan beras. (MT-001)

Dikenal Bares, Pura Gedong Pingit Ramai Dikunjungi Pemedek

0

Karangasem, Matahari Timur – Pura Gedong Pingit yang terletak di Bukit Ngandang, Banjar Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, belakangan ramai dikunjungi masyarakat. Pura ini dikenal bares, atau dipercaya sering mengabulkan permohonan para pemedek.

Pura yang bentuknya menyerupai Pura Sad Kahyangan Goa Lawah di Kabupaten Klungkung ini menempel pada dinding tebing perbukitan dan memiliki goa sebagai pusat pemujaan. Karena keunikan dan keyakinan masyarakat terhadap kesakralannya, setiap hari selalu ada umat yang datang untuk bersembahyang dengan didahului menyalakan dupa.

“Setiap harinya ada saja yang datang ke sini. Bukan hanya warga Karangasem, tetapi juga dari daerah lain seperti Buleleng, Gianyar, Badung, dan Denpasar,” ujar Jro Mangku I Gede Putra, tokoh spiritual yang ngempon (mengemong) Pura Gedong Pingit.

Menurut Jro Mangku Gede Putra, sebagian besar pemedek datang dengan berbagai tujuan, mulai dari memohon kelancaran karier dan rezeki, mencari tamba (obat), hingga memohon petunjuk jodoh. Mereka umumnya membawa pejati, dupa dan kelapa gading jika ingin melukat.

Keberadaan Pura Gedong Pingit kini menjadi salah satu pusat spiritual baru di Bali timur yang menarik perhatian umat Hindu dari berbagai daerah. (MT-001)

Dewi Kwan Im: Lambang Kasih dan Welas Asih Tanpa Batas

0

Denpasar, Matahari Timur – Dewi Kwan Im, dikenal juga sebagai Guanyin (觀音) dalam bahasa Mandarin, adalah sosok dewi welas asih yang sangat dihormati dalam tradisi Buddha Mahayana dan juga dikenal luas di berbagai budaya Asia Timur, termasuk Tiongkok, Jepang, Korea, dan Asia Tenggara. Nama “Kwan Im” berarti “Dia yang mendengarkan suara dunia”, menggambarkan sifatnya yang penuh belas kasih dan kesediaannya menolong makhluk yang menderita.

Menurut ajaran Buddhis, Kwan Im awalnya merupakan Bodhisattva Avalokitesvara, makhluk suci yang telah mencapai pencerahan namun memilih untuk tetap berada di dunia demi menolong semua makhluk mencapai kebahagiaan sejati. Dalam perkembangan budaya Tiongkok, Avalokitesvara sering digambarkan dalam wujud perempuan yang lembut dan penuh kasih, yang kemudian dikenal sebagai Dewi Kwan Im.

Ciri khas Kwan Im antara lain memegang kendi berisi air suci dan tangkai bunga teratai, simbol kemurnian dan penyembuhan. Ia dipercaya memberikan perlindungan, kedamaian, serta pertolongan bagi mereka yang berdoa dengan tulus, terutama dalam menghadapi kesulitan hidup.

Dewi Kwan Im tidak hanya dipuja oleh umat Buddha, tetapi juga dihormati oleh banyak masyarakat lintas kepercayaan sebagai simbol cinta kasih universal, empati, dan perdamaian. Ajarannya tentang welas asih tanpa pamrih menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk menumbuhkan kebaikan hati dalam kehidupan sehari-hari. (MT-001)