23.6 C
Bali
30 Juli 2026
Beranda blog Halaman 8

Dorong Kemandirian Ekonomi, Gubernur Koster Ajak Bali Tingkatkan Daya Saing Daerah

0

Denpasar, Matahari Timur – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan untuk menjadikan Bali tetap eksis dan berdaya saing hingga masa mendatang, maka Bali yang dihuni oleh jutaan warga heterogen bisa ini bertahan dengan sumber daya alam yang dimiliki, terutama untuk kebutuhan pangan yang bersifat primer.

Hal ini disampaikannya saat menghadiri Forum Pengembangan Ekonomi Daerah, Gubernur Koster Sampaikan Perekonomian Bali di Bangun dari Bawah, di Hyatt Regency Sanur, Senin (20/10/2025).

“Secara global Bali hingga saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan primer, terutama pangan dari sumber daya yang dimilikinya, seperti beras, umbi – umbian, bawang merah, cabai, sayur mayur, coklat dan kopi, kecuali bawang putih. Karena bawang putih yang diproduksi lokal Bali, sekalipun memiliki rasa yang lebih kuat, namun terganjal dengan harga jual yang lebih mahal, sehingga bawang putih import hingga saat ini masih mendominasi pasar. Ini yang membuat petani Bali belum menanam sendiri di tanahnya”, ungkap Gubernur Koster.

Untuk itu, Gubernur Koster mengajak semua membenahi daya saing kualitas bahan pangan. Bali saat ini juga sedang bertumbuh memanfaatkan sandang lokal, khususnya pakaian yang terbuat dari kain tenun tradisional berupa endek dan songket. Hal ini harus terus didukung agar perekonomian Bali dapat terus berputar dan berada di posisi aman. Dimana bahan sandang dan bahan pokok pangan di hasilkan oleh orang Bali sendiri, digunakan/ dimanfaatin oleh orang Bali juga.

“Hal ini tentu akan memberikan upaya yang positif dan masif bagi perkembangan perekonomian kreatif di Bali,” ujarnya.

Meskipun tak mudah. Karena ada beberapa tantangan dan permasalahan yang harus diselesaikan. Seperti alih fungsi lahan sawah yang terus meningkat, kapasitas infrastruktur dan transportasi publik yang belum memadai serta terdapat tindakan penodaan tempat suci yang masih sering terjadi.

Gubernur Koster menyampaikan optimis akan mampu membangun Bali melalui visinya “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Era Baru 100 tahun kedepan, dengan menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama bali yang sejahtera dan bahagia baik secara sekala maupun Niskala.

Ditambahkannya, untuk mewujudkan Bali yang berkarakteristik dan kuat dengan sumberdayanya, pembangunan Bali akan dilakukan dalam satu kesatuan wilayah, yakni 1 Pulau, 1 Pola dan 1 Tata Kelola demi nindihin gumi Bali.

Deputi Komisioner Hubungan Internasional Anti Pencucian Yang dan Pencegahan Pendaan Terorisme (APU PPT) Bambang Mukti Riyadi yang hadir langsung pada kesempatan ini, menyampaikan bahwa OJK sebagai industri keuangan bisa optimal melaksanakan fungsi penggerak ekonomi kreatif di tengah masyarakat, baik itu di sektor perkebunan, peternakan dan pertanian.

Untuk mewujudkan ekonomi kreatif yang mampu menjadi energi perputaran perekonomian masyarakat, pihaknya secara bersinergi, berkolaborasi dan berkoordinasi dengan kemitraan terpadu daerah dan tim percepatan akselerasi ekonomi daerah tergabung dalam Forum Pengembangan Ekonomi Daerah, untuk mewujudkan ekonomi kreatif sebagai pilar pengembangan ekonomi daerah. (MT-001)

Bupati Sutjidra Cek Kesiapan Renovasi Gedung RSUD Buleleng

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi eksisting rumah sakit dan rancangan tata letak (site plan) pembangunan gedung baru. Peninjauan ini dilakukan untuk memantapkan rencana renovasi sesuai dengan rancangan tata letak (site plan) yang telah dibuat.

Bupati Sutjidra didampingi oleh Plt. Direktur RSUD Buleleng dr. Ketut Suteja Wibawa beserta jajaran direksi rumah sakit dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) I Putu Adiptha Eka Putra melakukan peninjauan ke Gedung RSUD Buleleng, Senin (20/10). Mereka melakukan pengamatan langsung menjelang akan direnovasinya beberapa ruangan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Bupati Sutjidra menyatakan bahwa kondisi beberapa gedung lama di RSUD Buleleng sudah tidak layak dan memerlukan renovasi atau rehabilitasi segera. “Memang kalau dari pengamatan hari ini, sangat-sangat krodit sekali dan beberapa gedung di sini terutama Gedung yang lama memang sudah tidak layak seperti di Jempiring sudah tidak bisa lagi dimanfaatkan untuk perawatan,” ujarnya.

Pembangunan gedung baru ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Buleleng. Bupati Sutjidra menambahkan tidak sedikit pasien yang melaporkan kondisi gedung yang sudah tidak layak, seperti plafon yang jebol dan ruang tunggu yang bocor. “Nanti ke depan ya seperti kita lihat sekarang, pasien sampai membludak sampai di gang-gang ini. Ini yang menjadi hal yang harus diperbaiki. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat,” katanya.

Dengan pembangunan gedung baru ini, diharapkan RSUD Buleleng dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik dan memadai bagi masyarakat Buleleng. (MT-001)

Gubernur Koster Bahas Peluang Kerja Sama Ekonomi dengan Delegasi Arizona

0

Denpasar, Matahari Timur – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan lima anggota Dewan Perwakilan Rakyat Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat, dalam rangka Misi Perdagangan Legislatif Arizona ke Indonesia. Pertemuan berlangsung di rumah dinas Gubernur Bali di Denpasar, Sabtu (18/10/2025).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama ekonomi, termasuk rencana pendirian kamar dagang internasional di Bali.
“Satu ide yang akan kami bawa pulang adalah rencana pendirian kamar dagang antara perusahaan Arizona dan perusahaan Indonesia, serta sebaliknya,” kata Ketua DPR Arizona, Tony Rivero, usai berdiskusi dengan Gubernur Bali.

Rivero menjelaskan, rencana ini merupakan bagian dari diplomasi ekonomi yang telah terjalin antara Indonesia dan Arizona selama lima tahun terakhir, khususnya di sektor perdagangan internasional semikonduktor. Ia menambahkan, selain perdagangan, pihaknya juga melihat potensi besar kerja sama di bidang pariwisata dan kesehatan.

“Kami berkesempatan berkunjung ke fasilitas kesehatan besar di Bali yang mempromosikan pariwisata medis. Jadi, saya pikir akan ada banyak potensi bisnis seperti yang sudah kami diskusikan dengan Pak Gubernur,” kata Rivero.

Menurut Rivero, Bali juga sudah sangat dikenal masyarakat Arizona, terutama generasi muda berusia 18 tahun ke atas. Hal ini dinilainya membuka peluang investasi di berbagai sektor.

Gubernur Koster menyambut baik rencana tersebut. Ia menegaskan, Bali siap menjadi pusat investasi, perdagangan berkelanjutan, dan pariwisata kesehatan internasional. “Saya akan membentuk tim untuk melihat potensi kerja sama antara Indonesia dengan Arizona, terutama sekali untuk Bali,” ujarnya.

Koster menyinggung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur yang tengah difokuskan pada pariwisata kesehatan, termasuk layanan medis modern dan kesehatan tradisional Bali. “Itu rumah sakit berkelas dunia yang kebanyakan pasiennya orang asing. Ini salah satu yang kami promosikan,” katanya.

Berdasarkan data pembangunan, Bali mencatat pertumbuhan ekonomi 5,48% pada 2024, lebih tinggi dari nasional (5,03%), dengan tingkat kemiskinan 3,80% dan pengangguran terbuka 1,79%, keduanya terendah di Indonesia.

Koster berharap kunjungan delegasi Arizona ini menjadi momentum lahirnya kolaborasi strategis yang saling menguntungkan. “Kemitraan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat hubungan perdagangan dan investasi bilateral,” katanya. (MT-001)

Wabup Supriatna Apresiasi Kesiapan Venue Kejuaraan Dunia Vovinam

0

Buleleng, Matahari Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng secara resmi mempersiapkan diri sebagai tuan rumah perhelatan internasional, Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 pada tahun 2025. Persiapan tersebut memasuki tahap signifikan dengan dilakukannya peninjauan langsung terhadap venue utama yang akan digunakan, yaitu GOR Tenis Indoor Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng.

Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, yang juga bertindak sebagai Ketua Umum Panitia Penyelenggara kejuaraan tersebut, Minggu (19/10/2025). Didampingi seluruh jajaran panitia, Supriatna memeriksa secara detail kesiapan infrastruktur dan penataan venue untuk memastikan kesiapan yang optimal dalam menyambut peserta dari berbagai negara.

“Kita hari ini sama panitia seluruh kejuaraan dunia Vovinam ke-8 yang akan diselenggarakan di Buleleng, kita melakukan pengecekan lapangan untuk mengetahui secara lebih mendetail kesiapan tempat ini,” ujar Supriatna di lokasi.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan mempersiapkan segalanya dengan matang untuk memberikan yang terbaik bagi para atlet dan delegasi internasional. Menurutnya, kondisi venue saat ini sudah sangat representatif dan tinggal menyempurnakan beberapa aspek penunjang.

“Kita tinggal rapikan saja. Mungkin ada tanaman-tanaman yang perlu dirapikan. Kemudian jalan-jalan sepanjang menuju ke lokasi. Di jalan utama misalnya ada lobang kita akan perbaiki. Kemudian di tengah lokasi masuk kawasan kampus ini kita akan coba rapikan,” paparnya lebih lanjut. Dalam proses persiapan ini, Pemkab Buleleng melibatkan secara gotong royong seluruh elemen, termasuk berbagai dinas terkait, perangkat desa seperti perbekel, bendesa adar, serta Kecamatan. “Semua pihak mendukung kegiatan ini karena kita sebagai tuan rumah kejuaraan dunia,” tegasnya.

Dukungan penuh juga datang dari pihak universitas selaku pemilik venue. Dekan Fakultas Olahraga dan Kesehatan (FOK) Undiksha, I Ketut Yoda, menyatakan kesiapan dan kelayakan tempat tersebut untuk even bergengsi tingkat dunia. “Kita dianggap layak oleh tim dari federasi. Jadi kita mendukung, kita siapkan kondisi kita seperti ini dan mereka sudah menyatakan bahwa tempat yang akan digunakan, lapangan tenis indoor ini, dianggap sangat layak untuk menyelenggarakan kejuaraan dunia,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa seluruh fasilitas pendukung pertandingan telah disiapkan. “Tempat pertandingan kita siap dengan tribunnya. Kemudian ada ruangan-ruangan untuk bersalin, semua kita siapkan. Kemudian tempat parkir, tempat UMKM. Jadi memungkinkan, itu sudah hasil observasi dari tim dan panitia,” imbuhnya. Untuk kapasitas, venue ini dapat menampung sekitar 500 penonton di tribun. Dengan lahan parkir yang sangat luas di area FOK sehingga tidak menjadi kendala.

Dengan demikian, peninjauan ini semakin mengokohkan kesiapan Buleleng dalam menyongsong even olahraga internasional. Kolaborasi yang erat antara Pemkab Buleleng, Undiksha, dan seluruh komponen masyarakat menjadi modal utama untuk menyukseskan Kejuaraan Dunia Vovinam 2025 sekaligus mempromosikan Buleleng di kancah global. (MT-001)

Eksotisnya Pantai Jemeluk Karangasem: Surga Bawah Laut di Timur Bali

0

Karangasem, Matahari Timur – Terletak di Desa Amed, Kabupaten Karangasem, Pantai Jemeluk adalah salah satu permata tersembunyi di Bali bagian timur yang semakin populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Jauh dari keramaian kawasan wisata seperti Kuta atau Seminyak, Pantai Jemeluk menawarkan suasana yang tenang, alami, dan penuh pesona. Keindahan pantai ini tidak hanya terlihat dari permukaan, tetapi juga dari keajaiban bawah lautnya yang memukau.

Begitu tiba di Jemeluk, pengunjung akan disambut oleh pemandangan laut biru yang jernih dengan latar Gunung Agung yang megah di kejauhan. Garis pantainya yang melengkung indah dengan pasir hitam keabu-abuan, hasil dari aktivitas vulkanik masa lalu, memberikan karakter unik dibanding pantai-pantai berpasir putih di sisi selatan Bali. Air laut di sini terkenal sangat jernih, memungkinkan pengunjung untuk melihat kehidupan bawah laut hanya dengan snorkeling dari tepi pantai. Jangan lupa siapkan sunscreen agar kulit anda terlindungi selama berwisata di Jemeluk, dengan rekomendasi sunscreen berkualitas terbaik.

Pantai Jemeluk adalah surga bagi para pecinta snorkeling dan diving. Terumbu karangnya terjaga dengan baik dan menjadi rumah bagi beragam biota laut seperti ikan badut, ikan parrotfish, penyu, hingga terumbu karang warna-warni yang menakjubkan. Salah satu daya tarik bawah laut Jemeluk adalah adanya patung Dewa Wisnu yang berdiri megah di dasar laut, menjadi spot favorit bagi penyelam untuk berfoto. Bagi pemula, tak perlu khawatir, karena arus di pantai ini relatif tenang dan banyak penyedia jasa sewa alat snorkeling maupun instruktur diving yang siap membantu.

Menjelang sore, suasana di Pantai Jemeluk berubah menjadi sangat romantis. Dari bibir pantai, pengunjung bisa menikmati pemandangan matahari terbenam yang perlahan turun di balik Gunung Agung. Banyak wisatawan yang memilih bersantai di kafe-kafe tepi pantai sambil menikmati minuman segar dan alunan musik akustik. Pemandangan langit oranye keemasan berpadu dengan siluet perahu nelayan menciptakan panorama yang begitu mempesona.

Selain keindahan alamnya, kehidupan masyarakat di sekitar Pantai Jemeluk juga menarik untuk disimak. Penduduk lokal yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan dan penyelam tradisional sangat ramah terhadap wisatawan. Beberapa di antara mereka juga mengelola homestay sederhana dengan nuansa khas Bali, menawarkan pengalaman menginap yang tenang dan dekat dengan alam.

Biar lebih, alangkah asyiknya kalau anda tidak melupakan untuk membawa bekal jajanan seperti: bakso aci pedas yang rasanya nendang, cemilan kulit ayam crispy yang gurih aduhai, atau kue samosa isi abon ayam. Dijamin liburan di Pantai Jemeluk makin mengesankan.

Pantai Jemeluk memang bukan tempat untuk berpesta atau berbelanja mewah. Namun bagi siapa pun yang mencari ketenangan, keindahan alami, dan pengalaman menikmati kehidupan bawah laut yang luar biasa, pantai ini adalah destinasi yang sempurna. Jemeluk bukan sekadar pantai, melainkan potongan surga di ujung timur Pulau Dewata yang menyimpan kedamaian dan pesona yang sulit dilupakan. (MT-001)

Pemkab Buleleng Dorong PAUD yang Unggul dan Berkarakter Lewat Pendekatan Holistik

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng, dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG (K), menekankan pentingnya penerapan layanan PAUD Holistik Integratif sebagai bagian dari upaya menciptakan pendidikan anak usia dini yang berkualitas dan berkarakter.

Menurutnya, layanan PAUD tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan, gizi, pengasuhan, serta perlindungan anak secara terpadu.

“PAUD yang berkualitas tidak hanya mendidik, tetapi juga memastikan anak-anak mendapatkan layanan yang menyeluruh. Ini juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan stunting,” ujar Bupati Sutjidra.

Ia juga menyampaikan dukungannya terhadap gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, tanpa adanya tes baca, tulis, dan hitung (calistung). Kebijakan ini, kata Sutjidra, diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang bahagia dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sutjidra juga mengharapkan para Bunda PAUD yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab. Ia mengajak seluruh pihak—pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat—untuk berkolaborasi dalam mewujudkan layanan PAUD yang unggul dan berkarakter.

“Jadilah pahlawan tanpa tanda jasa bagi masa depan anak-anak Buleleng. Mari kita bersama-sama menyiapkan generasi emas yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pesannya. (MT-010)

Bupati Buleleng dan DPRD Tandatangani Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2026

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama pimpinan DPRD Kabupaten Buleleng menandatangani kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Buleleng, Rabu (8/10). Kesepakatan ini menjadi dasar dalam penyusunan Rancangan APBD 2026 yang akan menjadi arah kebijakan pembangunan Kabupaten Buleleng di tahun mendatang.

Dalam paparannya, Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa pendapatan daerah tahun 2026 disepakati sebesar 2,6 triliun rupiah lebih, sedangkan belanja daerah direncanakan mencapai 2,8 triliun rupiah lebih. Dengan demikian, terdapat defisit sebesar 234,1 miliar rupiah yang akan ditutupi melalui pembiayaan daerah. Ia menegaskan bahwa penyusunan anggaran daerah tetap berlandaskan pada hasil evaluasi keuangan daerah (LKPD) dan masukan masyarakat, dengan fokus pada pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas layanan publik, serta pelestarian nilai-nilai budaya daerah.

“Rancangan APBD tahun 2026 ini disusun sesuai kesepakatan bersama, mengacu pada hasil LKPD dan masukan masyarakat. Semua aspirasi itu akan kita terjemahkan dalam APBD 2026 agar benar-benar menjawab kebutuhan daerah,” ujar Sutjidra.

Lebih lanjut, Bupati Sutjidra menyoroti arah pembangunan Buleleng yang berfokus pada revitalisasi kawasan heritage di Kota Singaraja, khususnya kawasan Tugu Singa yang menjadi simbol titik nol sejarah Buleleng. Pemerintah daerah, katanya, berkomitmen mengembalikan kawasan tersebut sebagai pusat warisan budaya yang merefleksikan identitas dan sejarah panjang Buleleng.

“Dari sejarahnya, kawasan Tugu Singa ini merupakan bagian penting dari perjalanan Buleleng. Di sekitarnya terdapat Puri Sukasada, Puri Kanginan, dan Puri Gede. Kawasan ini harus kita lestarikan agar generasi muda mengenal dan bangga dengan sejarah daerahnya,” jelasnya.

Selain itu, dalam sidang yang sama, Bupati Sutjidra juga menyampaikan penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Buleleng tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2016 mengenai Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Ranperda ini mengusulkan adanya penggabungan dan pemisahan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) berdasarkan kajian teknis dan rekomendasi Pemerintah Provinsi Bali, agar struktur pemerintahan menjadi lebih efisien dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Restrukturisasi OPD tersebut, menurut Sutjidra, dilakukan untuk menciptakan birokrasi yang ramping namun gesit dalam memberikan pelayanan publik. “Kita menginginkan OPD yang tidak terlalu gemuk, tapi gesit dalam melayani masyarakat. Tujuannya agar lebih efektif dan efisien dalam bekerja,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa penataan kelembagaan ini memperhatikan potensi pendapatan daerah, dengan pemisahan antara badan pendapatan dan badan pengelolaan untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. “Ada potensi pendapatan yang perlu dikelola secara mandiri, sehingga badan pendapatan dan badan pengelolaan perlu dipisahkan. Dengan begitu, pengelolaan keuangan daerah bisa lebih fokus dan profesional,” ungkap Sutjidra.

Dengan disepakatinya KUA dan PPAS 2026 serta pembahasan Ranperda restrukturisasi perangkat daerah, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap arah pembangunan dan tata kelola pemerintahan dapat berjalan lebih efektif, terukur, serta berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. (MT-010)

Bupati Sutjidra Tekankan Peran Strategis Bunda PAUD Wujudkan Generasi Emas Buleleng

0

Buleleng, MatahariTimur – Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra menegaskan pentingnya peran Bunda PAUD dalam membangun fondasi pendidikan anak usia dini yang berkualitas sebagai langkah strategis mewujudkan generasi emas Buleleng di masa depan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Sutjidra saat mengukuhkan Bunda PAUD Kabupaten Buleleng yakni Ny. Wardhani Sutjidra dan Bunda PAUD Kecamatan Tejakula yakni Ny. Widiani Suyasa di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Senin (13/10).

Dalam arahannya, Bupati Sutjidra menyampaikan bahwa Bunda PAUD memiliki peran sentral sebagai penggerak dan teladan dalam mendorong kepedulian serta partisipasi masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini.

“Bunda PAUD adalah tokoh sentral, penggerak utama, dan teladan yang didasari rasa cinta serta kasih sayang. Peran Bunda PAUD sangat penting untuk menggerakkan seluruh elemen masyarakat agar peduli terhadap pendidikan anak-anak usia dini,” tegasnya.

Bupati Sutjidra menekankan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Usia 0–8 tahun adalah masa kritis yang menentukan perkembangan jasmani, rohani, kecerdasan, dan karakter anak. Karena itu, ia meminta Bunda PAUD untuk menjadi jembatan yang menghubungkan proses belajar di sekolah dengan peran orang tua di rumah.

Selain itu, Bupati Sutjidra juga mengingatkan pentingnya penerapan layanan PAUD Holistik Integratif, yaitu layanan yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga memperhatikan kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak secara terpadu.

“PAUD yang berkualitas tidak hanya mendidik, tetapi juga memastikan anak-anak mendapatkan layanan yang menyeluruh. Ini juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan stunting,” jelasnya.

Ia juga mendukung gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, tanpa tes calistung (baca, tulis, hitung), agar anak-anak dapat belajar dengan bahagia dan sesuai dengan tahap perkembangannya.

Bupati Sutjidra berharap para Bunda PAUD yang baru dikukuhkan dapat menjalankan amanah dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab, bekerja sama dengan pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat untuk menciptakan layanan PAUD yang unggul dan berkarakter.

“Jadilah pahlawan tanpa tanda jasa bagi masa depan anak-anak Buleleng. Mari kita bersama-sama menyiapkan generasi emas yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya. (MT-010)

Bupati Sutjidra Minta Pengurus IDI Buleleng Abdikan Diri Untuk Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

0

Buleleng, MatahariTimur – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meminta agar pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Buleleng mengabdi untuk meningkatkan standar pelayanan kesehatan.

Hal itu diungkapkan Bupati Sutjidra saat memberikan sambutan pada acara pelantikan pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Buleleng periode 2025-2028 di Ruang Ganesha 3 Undiksha Singaraja, Minggu (12/10).

Dalam acara tersebut, Plt. Direktur RSUD Buleleng dr. Ketut Suteja Wibawa dilantik menjadi Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) dan dr. I Wayan Parna Arianta, MARS terpilih kembali menjadi Ketua IDI Cabang Buleleng periode 2025-2028. Mereka dan pengurus lainnya dikukuhkan oleh Ketua IDI Wilayah Bali, Prof. Dr. dr. I Made Sudarmaja, M.Kes.

Sementara Bupati Sutjidra dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada pengurus IDI yang baru dilantik dan berharap organisasi IDI semakin aktif berpartisipasi membantu pemerintah dalam peningkatan kesehatan di Buleleng. Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai dokter. Bupati Sutjidra berharap IDI Buleleng dapat mengabdi mengingat peran strategis mereka di bidang pelayanan kesehatan.

“Saya berharap IDI Buleleng dapat terus mengabdi dan berperan aktif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan di Buleleng,” ujarnya.

Bupati Sutjidra juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng telah menganggarkan kurang lebih 150 miliar rupiah untuk merenovasi dan melengkapi sarana prasarana di RSUD Buleleng. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Buleleng, sesuai dengan program prioritas yakni di bidang kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan.

“Selain itu, kita juga akan meningkatkan layanan BES sehingga lebih mendekatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif. Kemudian, kita juga akan membangun rumah sakit di daerah barat untuk memberikan pelayanan yang lebih merata,” kata Bupati Sutjidra.

Acara pelantikan tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, Ketua Komisi IV Nyoman Sukarmen, Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Made Agus Dwi Wirawan, Kasdim 1609/Buleleng Mayor Inf Gede Nariada, Plt. Direktur RSUD Buleleng dr. Ketut Suteja Wibawa, Sekretaris Dinas Perijinan Ketut Agus Widi Sanjaya, Direktur Rumah Sakit se-Buleleng, pengurus IDI Cabang Buleleng, pengurus IDI Wilayah Bali, perwakilan dari BPJS Kesehatan dan Jasa Raharja, serta undangan lainnya. Dengan dilantiknya pengurus IDI Cabang Buleleng yang baru, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Buleleng dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (MT-010)

Bupati Sutjidra Dorong Birokrasi Ramping dan Adaptif Lewat Restrukturisasi Perangkat Daerah

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama pimpinan DPRD Kabupaten Buleleng menghadiri Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Buleleng, Rabu (8/10/2025). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sutjidra menyampaikan penjelasan terkait Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Kelima atas Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2016 mengenai Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.

Ranperda tersebut memuat rencana restrukturisasi beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) melalui penggabungan dan pemisahan sejumlah unit kerja. Langkah ini didasarkan pada hasil kajian teknis dan rekomendasi Pemerintah Provinsi Bali dengan tujuan menciptakan struktur pemerintahan yang lebih efisien dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurut Bupati Sutjidra, restrukturisasi dilakukan untuk mewujudkan birokrasi yang ramping namun gesit dalam memberikan pelayanan publik.

“Kita menginginkan OPD yang tidak terlalu gemuk, tapi gesit dalam melayani masyarakat. Tujuannya agar lebih efektif dan efisien dalam bekerja,” tegasnya.

Selain efisiensi birokrasi, penataan kelembagaan juga diarahkan untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah. Sutjidra menjelaskan, pemisahan antara badan pendapatan dan badan pengelolaan dilakukan agar potensi pendapatan daerah dapat dioptimalkan secara mandiri dan profesional.

“Ada potensi pendapatan yang perlu dikelola secara mandiri, sehingga badan pendapatan dan badan pengelolaan perlu dipisahkan. Dengan begitu, pengelolaan keuangan daerah bisa lebih fokus dan profesional,” ujarnya.

Melalui pembahasan Ranperda restrukturisasi perangkat daerah serta disepakatinya Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap arah pembangunan dan tata kelola pemerintahan dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.