25.8 C
Bali
2 November 2026
Beranda blog Halaman 37

Kebijakan Buka Pintu Wisman, Harapan Baru Pariwisata Bali

0

Denpasar, MatahariTimur – Wakil Gubernur yang juga selaku Ketua BPD PHRI Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyampaikan kesiapan Bali menerima kunjungan wisatawan manca negara yang resmi dibuka kembali per tanggal 14 Oktober 2021 setelah sekian lama ditutup karena situasi pandemi Covid-19. Hal itu disampaikannya dalam wawancara TVRI yang disiarkan secara langsung, Kamis (14/10/2021) siang.

Wagub Cok Ace yang terhubung melalui aplikasi zoom meeting dari ruang kerjanya menyampaikan, ada tiga komponen pendukung kesiapan Bali menerima kunjungan wisman di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir. Tiga komponen itu adalah pelaku usaha pariwisata, masyarakat dan pemerintah. Menurut Wagub Cok Ace, pelaku usaha khususnya yang bergerak di industri pariwisata telah melakukan sejumlah persiapan antara lain mengikuti sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) atau Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan. Disebutkan olehnya, saat ini tercatat 1.576 tempat usaha termasuk Daerah Tujuan Wisata (DTW) telah mengantongi sertifikat CHSE. Selain itu, pelaku usaha di Pulau Dewata juga aktif menyukseskan program pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi yang digencarkan pemerintah. “Pemerintah menargetkan 10 ribu aplikasi pada tempat usaha di Bali. Hingga tanggal 10 Oktober 2021, 9.322 tempat usaha di Bali telah menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk,” ucapnya.

Masih terkait kesiapan pelaku usaha, 35 hotel telah disiapkan sebagai tempat karantina bagi wisman yang baru datang. Selain menyiapkan hotel karantina bagi wisman yang negatif Covid-19 dari hasil pemeriksaan Swab PCR di bandara, pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan adanya wisman yang diketahui positif Covid-19 berdasarkan hasil screening di bandara. “Kita berharap tak ada yang positif, tapi bagaimanapun tetap harus kita antisipasi. Kalau ada yang positif, kita akan klasifikasi dalam penempatan. Mereka yang tanpa gejala kita siapkan hotel isolasi yang telah tersertifikasi dan terhubung dengan rumah sakit. Sedangkan yang bergejala akan langsung dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Lebih jauh Wagub Cok Ace yang pada kesempatan itu didampingi Kadis Kominfos Bali Gede Pramana menjelaskan, masyarakat juga sangat antusias menyambut pembukaan Bali bagi wisman. Antusiasme itu ditunjukkan dengan ketaatan dalam penerapan protokol kesehatan yang menjadi syarat dibukanya Bali untuk dunia luar. “Kontribusi masyarakat sangat luar biasa. Dari hasil survei, masyarakat Bali paling taat menerapkan prokes, khususnya dalam penggunan masker yaitu mencapai 95 persen,” sebutnya. Peran aktif masyarakat juga ditunjukkan dengan dukungan terhadap program vaksinasi. Saat ini, imbuh Cok Ace, vaksinasi tahap pertama telah tuntas 99 persen dan vaksinasi tahap dua mendekati 84 persen. Selain dukungan pelaku usaha dan masyarakat, pemerintah mengambil peran dalam menyiapkan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. “Kami menyiapkan 62 RS rujukan dan 25 labolatorium yang siap melayani jika dibutuhkan,” tandasnya.

Kendati seluruh elemen telah siap, ia memahami bahwa tidak serta merta wisatawan manca negara akan langsung berdatangan. Dari hasil pembicaraannya dengan pelaku usaha yang biasa mendatangkan wisman, setidaknya dibutuhkan waktu 3 minggu hingga 1 bulan. “Hari ini dibuka, hasilnya mungkin baru akan terlihat akhir bulan Oktober atau awal tahun depan. Karena mereka membutuhkan waktu untuk sosialisasi, menyiapkan visa dan bookingan. Tapi kalau yang charter flight, bisa jadi akan datang lebih cepat,” tambahnya. Kendati kedatangan wisman belum langsung terlihat ketika Bali dibuka, namun ini berpendapat kalau kebijakan ini memberi semangat dan harapan baru bagi pelaku pariwisata di Pulau Dewata. Ia menyelipkan harapan, situasi Covid-19 di Bali yang saat ini telah bisa dikendalikan akan terus melandai.( MT – 001)

Presiden Joko Widodo Telusuri Hutan Mangrove di Bali

0

Denpasar, MatahariTimur – Tiba di Bali, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan langsung meninjau hutan mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Kabupaten Badung pada Jumat pagi, 8 Oktober 2021.

Di Taman Hutan Raya tersebut, Presiden dan Ibu Iriana didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Hartono Prawiraatmaja, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Wakil Menteri LHK Alue Dohong, berjalan kaki di atas jembatan kayu menelusuri kawasan hutan mangrove sejauh 500 meter hingga menara pandang.

Ketika berjalan kaki, Presiden dan Ibu Iriana mendapatkan penjelasan dari pengelola Taman Hutan Raya, Komang Tri, tentang kawasan hutan mangrove tersebut. Komang Tri menjelaskan bahwa kawasan hutan mangrove tersebut direhabilitasi sejak tahun 1992.

“Luas kawasan ini sebesar 268 hektare. Sebelumnya merupakan lahan eks tambak ikan dan udang yang terbengkalai. Sejak 1992 direhabilitasi dan berhasil dengan baik. Saat ini terdapat 92 jenis burung dan 33 jenis tanaman mangrove,” ucap Komang Tri.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas lahan mangrove di Provinsi Bali mencapai 2.143,97 hektare. Dari luas tersebut, 19 hektare di antaranya termasuk kategori kerapatan jarang, serta masih terdapat habitat mangrove yang berpotensi dapat ditanami seluas 263 hektare.

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan, keberhasilan konservasi hutan mangrove di Mangrove Conservation Forest beriringan dengan alih usaha dari budidaya tambak menjadi multi usaha lain berbasis ekosistem mangrove, seperti budidaya ikan tangkap, hasil pengolahan produk mangrove nonkayu, serta pariwisata. Upaya tersebut menunjukkan bahwa pemulihan ekosistem mangrove dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal maupun regional.

Dari kunjungan kerja ini juga diharapkan dapat diperoleh gambaran mengenai prestasi dan komitmen ekonomi hijau Indonesia yang dapat ditunjukkan kepada para anggota delegasi G20 pada KTT G20 tahun 2022 di Bali nanti.( MT – 001)

 

Tiga Bulan Diluncurkan, Program Antar-Jemput Pasien Layani Lebih 1.500 Pasien

0

Amlapura, MatahariTimur – Program kesehatan berupa layanan antar-jemput pasien yang digagas Bupati Karangasem I Gede Dana sejak tiga bulan lalu, manfaatnya betul-betul sudah dirasakan secara langsung oleh  masyarakat.

Rapat evaluasi menyangkut program layanan kesehatan antar-jemput pasien yang digelar di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Kamis (7/10), mengungkapkan bahwa dalam tiga bulan terakhir  pogram yang diluncurkan bersamaan  hari jadi Kota Amlapura ke 381 itu telah berhasil memberikan pelayanan lebih dari 1.500  orang pasien.

Menyikapi semakin meningkatnya animo masyarakat dalam menggunakan layanan antar jemput pasien itu,  Bupati Dana berencana akan mengembangkan rayon yang ada menjadi 8 rayon  di tahun 2021, dari 6 rayon yang ada sekarang.

“Sejak diluncurkannya program AJP, masyarakat menerima sangat baik, tapi tentunya masih banyak kekurangan yang harus dibenahi, dan itu akan dievaluasi terus. Kami juga minta masukan – masukan positif dari masyarakat untuk bisa nantinya kami bisa memberikan pelayanan yang bagus kepada masyarakat” ujar Gede Dana.

Sementara itu, banyak respon positif yang masuk di media – sosial menanggapi layanan AJP ini. Salah satunya, pegiat media sosial Wayan Dana berkomentar, “Dengan adanya program ini sangat bermanfaat bagi kami masyarakat Karangasem, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu.  Namun saran saya, ada sedikit hal yang perlu ditambah, yakni kurangnya sosialisasi dari kelian banjar, dan khusus nya orang yang bisa menghubungi layanan ini hanya orang tertentu hanya kelian banjar saja, tapi alangkah baiknya itu ditambah misalnya tokoh masyarakat , soalnya ada kelian banjar itu jauh dan no hp nya sulit untuk dihubungi,” ujarnya.

Sementara itu anggota masyarakat Karangasem lainnya menyebutkan, “AJP ini inovasi yang berpihak kepada masyarakat dan program ini yang sangat dinanti, ini merupakan bukti positif mengayomi dan melayani masyarakat Kabupaten Karangasem siapa saja dan kapan saja. Untuk program pelayanan AJP ini sangat baik. Suksma banget saya sampaikan kepada yang terhormat Bapak Bupati.” (MT – 001)

 

Dampingi Mendikbudristek, Wagub Cok Ace Ingatkan Program Pendidikan dan Pemerintah Harus Sejalan

0

Denpasar, MatahariTimut – Wakil Gubernur Bali Prof.Dr.Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mendampingi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Anwar Makarim melakukan dialog terkait potensi pendidikan vokasi di Kampus Politeknik Negeri Bali- Jimbaran, pada Kamis (7/10).

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengapresiasi langkah Direktur PNB yang sangat visioner. Menurut Nadiem, di antara Politeknik Negeri se-Indonesia, hanya PNB yang mengusulkan Prodi SMK D2 Fast Track terbanyak. “Kalau yang lain hanya dua, tiga. Ini delapan prodi, dan ini membuktikan pak direkur sangat nekat dalam arti positif,” ujar Nadiem.

Untuk itu, Nadiem berharap hal tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh dunia industri untuk menyerap SDM yang berkualitas. Disamping itu, Nadiem juga memberikan masukan kepada instansi vokasi baik SMK maupin Politeknik untuk mengasah kompetensi kepemimpinan pada anak didik, karena menurutnya jiwa kepemimpinan di dunia industri sangat oenting terutama dalam pemecahan masalah. Kedua, Nadiem berpesan agar melepaskan sekat-sekat antara prodi, menurutnya mahasiswa oerlu diberikan kesempatan untuk mencicipi disiplin ilmu dari konsentrasi yang dipilih karena dalam dunia industri memeliki variasi disiplin ilmu sangat penting dan menjadi nilai tambah.

Menanggapi hal itu, Wagub Cok Ace sangat berterimaksih atas perhatian yang diberikan oleh mendikbudristek kepada pendidikan vokasi di Bali, diharapkan Bali dapat menjadi role model dalam pendidikan vokasi di Indonesia.
Selanjutnya, Wagub Cok Ace menyampaikan di dunia pendidikan dan pemerintahan di Bali perlu juga ada keharmonisan dalam rangka bagaimana menyiapkan Sumber Daya Manusia dan pemerintahan kita sekarang (Bali) bagaimana ketergantungan terhadap pariwisata sangat tinggi.

“Pemerintah sekarang mendapatkan pembelajaran penting yang mana ketergantungan kita, Bali terhadap pariwisata yang sangat tinggi kita sadari PDRG (Produk Domestik Regional Bruto) itu 53 persen dari pariwisata. Namun demikian kita harus melihat sektor-sektor lain seperti pertanian sehingga kedepan kita tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata melainkan ada potensi lain yang memang membutuhkan SDM berkualitas,” kata Wagub Bali Cok Ace.

Selanjutnya, Direktur Politenik Negeri Bali I Nyoman Abdi menyampaikan bahwa Program SMK-D2 Fast Track juga sejalan dengan Visi  Gubernur Bali  “Nangun Sat Kerti Loka Bali” Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, dimana pada misi ke 6 adalah mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing tinggi yaitu berkualitas dan berintegritas, bermutu, profesional dan bermoral.
“Saya harap dengan 8 prodi yang kita buka ini dapat menjadi harapan baru bagi anak-anak kita dalam menimpa ilmu pendidikan vokasi dan nantinya mampu bersaing dalam dunia industri”, pungkasnya.(MT – 001)

Pastikan Tidak Asal-asalan, Bupati Dana Pantau Pembangunan Jembatan Subagan-Asak

0

Amlapura, MatahariTimur – Tanpa didampingi oleh pejabat lainnya yang ada di lingkungan Pemkab Karangasem, secara mendadak Bupati Karangasem I Gede Dana pantau pembangunan ruas jalan jembatan penghubung antara Desa Subagan dan Desa Asak pada Kamis (7/10/2021).

Kedatangan orang nomor satu di Kabupaten Karangasem tersebut ke lokasi pembangunan jembatan adalah untuk memastikan pengerjaan proyek pembangunan jembatan tidak lagi asal-asalan sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lama oleh masyarakat sekitar.

“Saya hanya ingin pastikan jembatan ini dibangun dengan baik tidak asal-asalan supaya tidak cepat jebol nantinya. Saya juga berharap masyarakat sekitar ikut serta mengawasi pengerjaan jembatan ini,” ucap Bupati Dana

Selain itu, Kedatangan Bupati Dana adalah ingin melihat secara langsung sejauh mana proses pengerjaan jembatan yang menelan dana APBD miliaran tersebut telah berjalan sekaligus memberi semangat kepada para pekerja proyek.

Sedangkan kepada pihak kontraktor pelaksana, Bupati Dana berharap agar mampu menghasilkan pekerjaan fisik jembatan sesuai dengan perencanaan. Sebab, harapan masyarakat terhadap jembatan ini sangat besar, karena warga dari beberapa desa selama ini sangat terbantu dengan adanya jembatan itu.

Harapan masyarakat segera dibangun kembali jembatan terlihat ketika jembatan ini bertahun-tahun rusak tanpa ada perbaikan dari pemerintah daerah. Protes masyarakat sangat banyak. Mereka terus mempertanyakan  kenapa jembatan tidak kunjung diperbaiki.

Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang ini memastikan detail struktur jembatan yang akan dibangun. Struktur jembatan akan menggunakan box culvert. “Dananya diambil dari APBD Karangasem Tahun Anggaran 2021 senilai Rp1.212.058.000. Proyek ini akan dikerjakan selama 150 hari kalender,” kata Bupati Dana.(MT – 001)

 

Pantau PTM, Bupati Dana Pastikan Proses Belajar Mengajar Tidak Ada Kendala

0

Amlapura, MatahariTimur – Setelah beberapa hari melakukan pemantauan pembelajaran tatap muka (PTM) di beberapa sekolah, Bupati Gede Dana tidak mau berpuas hati. Tanpa didampingi Kepala OPD terkait, kembali melakukan pemantauan PTM di Sekolah Dasar Negeri 4 Subagan, pada Kamis (7/10/2021).

Dalam pemantauan kali ini, Bupati Gede Dana menekankan dengan jumlah siswa mencapai 327 orang yang bersekolah di SD N 4 Subagan ini, maka guru harus bisa mengatur jadwal PTM. Selain itu, para guru harus menyiapkan masker guna mengantisipasi siswa yang lupa memakai masker atau maskernya rusak. “Saya ingin memastikan semuanya lancar. Atur jadwal supaya tidak ada kerumunan. Dengan percobaan PTM ini, jangan sampai kegiatan belajar tidak maksimal, jika ada kendala segera laporkan,” ujarnya.

Seperti sudah diketahui proses pembelajaran tatap muka (PTM) untuk jenjang pendidikan tingkat SD, SMP dan SMA di Karangasem telah berlangsung selama tiga hari, yakni pada 04 – 06 September 2021. Sampai saat ini, PTM di Karangasem belum menemukan kendala. Kendati demikian, Bupati Gede Dana khawatir PTM bisa berpotensi menimbulkan kerumunan jika tidak dilakukan evaluasi, salah satunya pada pengaturan shift keluar masuk siswa ke dalam kelas.

“Selama tiga hari ini saya terus turun mengawasi proses PTM ini. Belum ada kendala berarti, tapi saya minta pihak sekolah memperpanjang jeda shift PTM,” jelas Bupati Gede Dana saat turun memantau proses PTM sekaligus meminta kepada pihak sekolah melonggarkan jarak per shift dari setengah jam menjadi 1 jam setengah. ( MT – 001)

Bupati Dana Komitmen Dukung Pemberantasan Korupsi Bersama Wali Kota/Bupati se-Bali

0

Denpasar, MatahariTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana bersama Wabup Artha Dipa dan Ketua DPRD Karangasem Wayan Suastika menghadiri rapat koordinasi (Rakor) Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Wilayah Bali Tahun 2021, yang berlangsung di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (4/10/2021).

Kehadiran Bupati Gede Dana adalah bentuk dukungan dan komitmen  untuk melaksanakan program pemberantasan tindak pidana korupsi bersama Pemerintah Provinsi Bali dan dan Kabupaten/Kota se-Bali.

Gede Dana ketika dimintai keterangan terkait Program Pemberantasan Korupsi Terintregasi, menyatakan ketegasannya mendukung program ini.

“Saya sangat mendukung program pemberantasan korupsi ini, apalagi kita sedang ada di masa pandemi, sehinga mesti serius menyikapi agar tidak terjadi penyimpangan anggaran. Pemerintah dan KPK juga sudah serius melakukan pencegahan dengan memperbaiki sistem, tata kelola pemerintahan dan menutup titik – titik rawan terjadinya korupsi.  dan ini sesuai dengan visi pembangunan daerah yaitu Nangun Sat Kerti Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju era baru” ujarnya.

Gede Dana juga sangat mengapresiasi prestasi yang di raih pemerintah Propinsi Bali di bawah kepemimpinan Bapak Wayan Koster meraih peringkat pertama dalam kebersihan mengelola anggaran.

Dalam Rakor Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Wilayah Bali Tahun 2021 tersebut, juga dilakukan pembacaan  serta penandatanganan Deklarasi Komitmen Anti Korupsi oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua DPRD Provinsi Bali Adi Wiryatama, Kapolda Bali Irjen Pol Drs I Putu Jayan Danu Putra, Kajati Bali, Bupati/ Walikota se-Bali serta unsur Forkompimda Pemprov Bali serta penyerahan sertifikat aset tanah oleh Ka. Kanwil ATR/BPN Provinsi Bali kepada PT PLN, Pemprov Bali, dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Bali.( MT – 001)

Bupati Dana Serahkan Punia dan Ngrastitiang Kerahayuan Jagat, Semoga Pandemi Segera Berakhir

0

Amlapura, Matahari Timur – Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar persembahyangan bersama “Ngrastitiang Kerahayuan Jagat ” dalam upaya menghentikan secara Niskala, memohon kehadapan Ida Sanghyang Widi Wasa agar wabah Pandemi Covid-19 segera berakhir  yang dihadiri langsung Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Sabtu (2/10/2021) bertempat di Pura Dalem Panca Pandawa Banjar Dinas Pule, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang.

Sebelum melakukan persembahyangan di Pura Dalem Panca Pandawa, Bupati berserta rombongan diharuskan melakukan persembahyangan terlebih dahulu di Pura Tirta Panca Pandawa yang bertujuan melakukan pembersihan diri. “Semoga Karangasem bisa normal kembali, dan wabah ini segera sirna sehingga masyarakat bisa beraktifitas seperti biasa, ujar Bupati Dana disela sela persiapan persembahyangan.

Gede Dana juga menyampaikan bahwa dirinya dan pemerintah sangat serius dalam penanganan Pandemi ini, bahkan secara Sekala dan Niskala.

Dalam kesempatan yang sama Bupati bersama Wakil Bupati atas nama pemerintah menyerahkan punia yang bersumber dari punia seluruh ASN se-Kabupaten Karangasem yang diterima pengempon pura. “Uang yang terkumpul dihimpun dari seluruh ASN, semoga bisa membantu dan bermanfaat untuk perbaikan pura,” ucapnya.

Kaitan digelarnya upacara di Pura Dalem Panca Pandawa dengan pandemi Covid-19 dikarenakan dilihat dari sejarah Hindu dan juga dalam cerita Kunti Sraya bahwa Dewi Kunti dulu pernah bertapa di Pura Dalem (yang sekarang disebut Pura Dalem Panca Pandawa) untuk memohon agar bencana wabah penyakit yang menyerang Kerajaan Indra Prasta segera dapat diatasi oleh Dewi Durgha.

Di Pura Dalem Pandawa ini terdapat delapan pelinggih. Pelinggih utama sebagai media pemujaan para Pandawa berbentuk Palinggih Taksu. Di sebelah kanannya terdapat Palinggih Limas Catu dan Limas Mujung. Sedangkan yang paling kanan terdapat palinggih Manjangan Saluwang sebagai media pemujaan pada Mpu Kuturan. Di sudut timur laut pura terdapat Palinggih Padma sebagai Palinggih Pesaksi.

Di sebelah kiri dari Pelinggih Padma Pesaksi terdapat Pelinggih Sri Sedana dan Pelinggih Sapta Patala. Di tengah-tengah dihadapan Pelinggih Taksu terdapat Palinggi Pesamuan. Adanya Pelinggih Limas Catu Limas Mujung umumnya sebagai pasimpangan Batara di Gunung Agung dan Gunung Batur. Namun menurut keterangan Pemangku Pura, dua palinggih tersebut terkait dengan pemujaan keluarga Pandawa. Sangat mungkin untuk memuja leluhur Pandawa sebagai Purusa dan Pradana.( MT – 001)

Wayan Sudirta Harapkan Anak Muda Teladani Sosok Ramia Adnyana

0

Denpasar, MatahariTimur – Kepergian tokoh I Made Ramia Adnyana yang begitu mendadak, sangat mengagetkan banyak pihak. Kesedihan pun tertuang dan diungkapkan sejumlah tokoh untuk menyatakan duka cita atas berpulangnya I Made Ramia Adnyana, yang dikenal sangat fleksibel dalam berinteraksi dengan siapapun.

Sehubungan dengan itu, anggota DPR RI I Wayan Sudirta SH menyatakan duka cita mendalam atas berpulangnya Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali Bidang Pariwisata I Made Ramia Adnyana di usianya 49 tahun karena mengalami serangan jantung.

“Saya turut berduka cita atas berpulangnya beliau pada tanggal 23 September 2021. Saya beberapa kali bertemu, biasa saya sapa Made, khususnya pada pertemuan partai ketika ada acara lomba, rapat organisasi dan berbagai kegiatan lain. Sampai akhirnya sempat melakukan komunikasi intens tentang mensinergikan antara politik dan pariwisata, guna membangun dan membangkitkan lini pariwisata di Bali,” ujar Wayan Sudirta yang diwawancarai melalui sambungan telepon pada Jumat (24/9/2021) siang.

Pengacara kenamaan itu menyebutkan, semasa hidupnya dulu, Made Ramia adalah tipikal orang yang ‘to the point’ dan efektif dalam mengungkapkan gagasan, disertai bahasa yang mudah dicerna dan penuh etika berkomunikasi. Misalnya, dalam suatu komunikasi, Made Ramia adalah jenis orang yang menempatkan lawan bicaranya sebagai subjek, bukan objek pembicaraan. Dengan kata lain, ia tidak pernah mengagungkan atau memuji diri sendiri di depan orang lain.

“Dengan sikapnya yang rendah hati dan menempatkan orang lain sebagai ‘subjek’, membuatnya gampang diterima di berbagai kalangan, apalagi dia memang memiliki pandangan ke depan untuk memajukan dunia pariwisata, yang diimbangi dengan kerja konkret. Jadi tidak hanya sekedar berwacana belaka dalam keseharian hidupnya,” ujar Wayan Sudirta, yang karena profesinya sempat mendampingi mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok di persidangan.

Munurut Wayan Sudirta, Made Ramia Adnyana yang putra kelahiran Tiyingtali, Karangasem itu adalah sosok kader yang handal di partai. Setiap partai mengadakan kegiatan, Ramia Adnyana dipastikan tidak hanya bertindak selaku penonton belaka, melainkan selalu terdepan. Seperti, aktif menyambut tamu, tampil sebagai pembawa acara hingga mengemas acara berjalan lancar. Tidak heran setiap perhelatan partai yang melibatkan Ramia Adnyana, selalu berjalan tanpa kendala dan berlangsung dengan semarak.

Tidak mengherankan dengan karakternya tersebut, Wayan Sudirta menyebutkan Ramia Adnyana sebagai sosok yang menonjol di setiap perhelatan partai. “Memang dia itu mencerminkan seseorang yang berkarakter sukses. Saya harapkan anak-anak muda banyak yang mengambil sikap positif dari Made Ramia Adnyana untuk diteladani, karena saya nilai sekarang anak muda juga banyak yang belum maksimal dalam menerapkan etika berkomunikasi di masyarakat,” ujarnya.

Wayan Sudirta kembali memberi contoh sikap teladan Made Ramia Adnyana, ketika suatu ketika dipercaya membawa duta Bali untuk mengikuti perlombaan di Jakarta. Waktu itu, Ramia Adnyana benar-benar memilih duta terbaik sebagai perwakilan Bali. “Karena kebetulan saya waktu itu dipilih menjadi salah satu dewan juri, jadi saya tahu kualitas duta dari Bali yang dipilih Made Ramia Adnyana. Dan pilihannya itu ternyata tepat, duta Bali akhirnya menjadi juara satu pada event seni ketika itu,” katanya, mengenang.

Pada akhir perbincangan, Wayan Sudirta mengingatkan bahwa usia manusia memang tidak ada yang dapat mengetahuinya, karena itu rahasia Tuhan. Akan tetapi, hendaknya dalam mengarungi kehidupan mampu menerapkan tiga hal, yakni: pola pikir, pola makan yang baik dan pola gerak,” ucapnya.

Semasa hidupnya Made Ramia Adnyana selain sempat menulis beberapa makalah dan buku, khususnya tentang pariwisata, juga menduduki beberapa posisi penting seperti Ketua Indonesia Hotel General Manager Association (IHGMA) periode 2016-2020, serta anggota Dewan Penasihat DPW IMO-Indonesia Provinsi Bali hingga akhir hayatnya.(MT – 001)

Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar Serentak Donor Plasma Konvalesen, Wujud Kepedulian Karyawan

0

Denpasar, MatahariTimur – Sebagai bentuk kepedulian yang digerakkan oleh rasa kemanusiaan PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah VII Denpasar melaksanakan program Pegadaian Peduli Donor Plasma Konvalesen pada hari Kamis, 23 September 2021 bertempat di aula Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar.

Dari 31 karyawan Pegadaian penyitas Covid-19 secara serentak melaksanakan proses screening donor plasma konvalesen dan tersaring menjadi 16 karyawan yang lolos memenuhi kriteria pendonor oleh Palang Merah Indonesia (PMI) yang berlangsung sehari sebelumnya.
Pendonor plasma konvalesen Pegadaian telah memenuhi persyaratan donor, yakni berusia 18-60 tahun, berat badan minimal 55 kg, telah sembuh dari Covid-19 minimal 2 minggu dan maksimal 90 hari, memperlihatkan surat keterangan sembuh dari dokter yang merawat maupun puskesmas, sehat dan bebas gejala 2 minggu setelah sembuh.

Kepala Kantor wilayah VII Denpasar Nuril Islamiah menjelaskan,” Pendonor plasma konvalesen Pegadaian telah memenuhi persyaratan donor, yakni berusia 18-60 tahun, berat badan minimal 55 kg, telah sembuh dari Covid-19 minimal 2 minggu dan maksimal 90 hari, memperlihatkan surat keterangan sembuh dari dokter yang merawat maupun Puskesmas, sehat dan bebas gejala 2 minggu setelah sembuh.” ujarnya.

Pihaknya pun memberi apresiasi terhadap karyawan PT Pegadaian yang memberikan darahnya bagi kegiatan kemanusiaan ini,” selaku pimpinan Pegadaian saya memberikan apresiasi kepada karyawan yang telah memberikan sumbangsih kepada masyarakat sebagai pendonor dengan diberikan emas seberat 0,2gram model batik Galeri-24 serta sejumlah bingkisan,” tutur Nuril.

Dikatakan, selama masa pandemi Pegadaian telah melaksanakan protokol kesehatan dengan baik, memfasilitasi karyawan yang terdampak, hingga pemenuhan alat kesehatan, vitamin dan rutin rapid antigen tiap bulannya untuk seluruh karyawan.

“Meskipun pandemi menurunkan minat dan daya beli masyarakat secara drastis, namun dari segi bisnis Pegadaian khususnya pada lingkup Kanwil VII Denpasar mengalami peningkatan terutama pada produk cicilan emas dan transaksi gadai melalui Agen Pegadaian. Cicilan emas menarik animo masyarakat dengan adanya promo menarik berupa cashback sebesar Rp. 15.000-20.000,- minimal cicilan emas 5 gram dan tenor minimal 6 bulan. Sedangkan pada transaksi gadai melalui Agen Pegadaian mengalami peningkatan signifikan yakni sebesar 153.23% dari pencapaian tahun lalu,” papar Nuril terkait kondisi Pegadaian saat pandemi ini.

Nuril Islamiah juga berharap agar pandemi segera berakhir diawali dengan penurunan tingkat persebaran Covid-19, kedisiplinan masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan dan anjuran pemerintah selama masa PPKM berlangsung. Dengan adanya kegiatan donor plasma konvalesen oleh Pegadaian diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat terutama bagi pasien Covid-19 yang sedang berjuang untuk sembuh dari Covid-19.(MT – 001)