25.8 C
Bali
2 November 2026
Beranda blog Halaman 36

Salak Sibetan Dipatenkan, Resmi Jadi Salah Satu Ikon Karangasem

0

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem,I Gede Dana menyerahkan langsung Sertifikat Indikasi Geografis (SIG) untuk salak sibetan kepada Kelompok Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) salak sibetan, Karangasem, Bali. Penyerahan SIG tersebut berlangsung di Wantilan Pura Bale Agung, Desa Sibetan, Sabtu (30/10/2021).

Pada kesempatan tersebut Bupati Dana menyampaikan, berdasarkan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2016 dijelaskan bahwa Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang atau produk karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, memberikan reputasi kualitas dan karakteristik tertentu pada barang atau produk yang dihasilkan.

Berkenaan dengan itu, lanjut Bupati Dana, untuk memperoleh Sertifikat Indikasi Geografis ini diperlukan cukup waktu, administrasi, anggaran dan dukungan dari semua pihak, baik desa adat dan tokoh masyarakat, maupun kelompok-kelompok petani untuk ikut bersama-sama mensukseskan perolehan Sertifikat Indikasi Geografis tersebut.

Selaku pemerintah daerah, kata Gede Dana, pihaknya sangat mengapresiasi dan bangga dengan masyarakat yang ada di Desa Sibetan, utamanya Ketua MPIG yaitu Ida Bagus Putu Adnyana yang telah membantu dari segi administrasi dan anggaran, sehingga tahapan demi tahapan dapat dilalui dan akhirnya pada tanggal 13 Mei 2020 salak Sibetan didaftarkan di Kemenkumham RI, yang akhirnya sertifikat SIG dapat diserahkan pada tahun ini.

“Dengan diterimanya Sertifikat Indikasi Geografis ini, maka salak Sibetan sudah mendapat perlindungan secara hukum oleh negara, sehingga pada gilirannya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Dengan tersertifikasinya salak sibetan secara hukum dan sudah dipatenkan serta mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis (SIG) dari Kementrian Hukum dan Ham, artinya secara geografis salak atau agrowisata/perkebunan salak di Desa Sibetan sudah menjadi salah satu ikon Karangasem.

Warga di Desa Sibetan juga telah membentuk Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) yang ikut menjaga kelestarian varietas salak nangka, salak porong dan salak gula pasir yang sudah sangat terkenal di dalam negeri maupun di manca negara. Termasuk menjaga agar lahan perkebunan salak tidak beralih fungsi menjadi lahan persawahan atau perkebunan lain.

Dalam kesempatan itu, Bupati Gede Dana mengatakan, penyerahan SIG ini adalah bentuk dukungan dan apresiasi Pemkab Karangasem terhadap komoditas pertanian khas di Kabupaten Karangasem, salah satunya salak nangka dan salak gula pasir, sudah terkenal yang hanya bisa ditemui di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem.(MT – 001)

Bupati Dana Cek Kesiapan Forum Sipandu Beradat dan Bakamda

0

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana bersama Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa menghadiri upacara apel pengecekan kesiapan forum Sipandu Beradat dan Bakamda di wilayah hukum Polres Karangasem. Acara yang dipimpin Kombes Pol Arun Priono juga dihadiri juga Forkopimda Karangasem serta MDA Karangasem, dan dilangsungkan pada Selasa (26/10/2021) bertempat di Lapangan Tanah Aron Amlapura.

Sipandu Beradat merupakan sistem keamanan yang berbasis Tri Hita Karana atau adat Bali yang merujuk pada Pergub Bali no 26 tahun 2020. Sistem pengamanan sangat jelas dibentuk secara terstruktur, dari tingkat desa, kecamatan kabupaten sampai tingkat provinsi.

Bupati Gede Dana ketika dimintai keterangannya mengatakan, dengan alur koordinasi dan penyelesaian permasalahan oleh pihak Kepolisian, TNI dan Satpol PP, keberadaan Sipandu Beradat memliki fungsi antara lain sebagai berikut di antaranya: mengumpulkan data yang berpotensi mengganggu situasi Kamtibmas di masing-masing wilayah, menerima pengaduan permasalahan yang ada di desa adat, melakukan analisis dan memberikan solusi guna memecahkan permasalahan tersebut dan melaporkan temuan potensi kerawanan situasi Kamtibmas kepada pejabat berwenang.

“Di Bali ini terdiri dari sekian banyak desa adat. Dengan demikian, banyak terjadi permasalahan permasalahan adat yang pastinya juga proses penanganan dan penyelesaiannya juga secara pendekatan adat. Forum Sipandu Beradat dan Bakamda ini nanti anggotanya adalah masyarakat di Desa Adat setempat yang tahu betul karakteristik masyarakatnya. Tentunya juga forum Sipandu Beradat dan Bakamda harus tetap menjalin komunikasi dan berkordinasi dengan aparat hukum yang berwenang agar dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan Prosedur,” ujar Bupati Dana. ( MT – 001)

Bupati Dana ; Walapun Covid Mulai Melandai Masyarakat Jangan Lengah

0

Amlapura, MatahariTimur – Meskipun kasus Covid di Kabupaten Karangasem sedang melandai, Bupati Gede Dana tidak mau lengah, bersama Wabup Artha Dipa terus memantau dan melakukan sweeping ke masyarakat yang belum melakukan Vaksinasi.

Hal tersebut nampak ketika meninjau vaksin di Desa Bunutan, Kecamatan Abang, mendampingi Menteri PPPA Bintang Puspayoga, Senin (25/10/2021).

“Walaupun situasi Covid di Karangasem melandai dan menunjukan trend positif saya harap masyarakat juga jangan merasa sudah aman, dan kami akan pantau terus. Kami tetap menghimbau masyarakat agar masih tetap menjalankan protokol kesehatan dan bagi yang belum di vaksin agar segera melakukan vaksin,” ucap Gede Dana. 

Selain meninjau vaksinasi, Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) juga menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada 3 Ibu hamil dan 3 anak-anak di Desa Bunutan dari total 100 paket sembako yang juga akan dibagikan kepada peserta vaksin.

Ibu Menteri Bintang didampingi dan jajaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Juga mengunjungi perempuan dan anak korban terdampak bencana di Pos Kantor Perbekel Ban, di Ban Kecamatan Kubu

Selain meninjau proses pendampingan psikososial bagi perempuan dan anak, Menteri Bintang juga turut menyerahkan secara simbolis paket pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak, kerja sama Kemen PPPA dengan PT Unilever Indonesia Tbk. Sejumlah paket yang diberikan terdiri dari paket kebutuhan spesifik anak, paket sembako, dan obat-obatan.

“Terimakasih atas kedatangan Ibu Menteri bersama rombongan dan juga Yayasan Gajah Tunggal, Yayasan Upaya Indonesia damai yang juga membantu proses penyelenggaraan vaksinasi begitupula dengan UNICEF, semoga kedepannya kerjasama seperti ini bisa terus berlanjut,” ujar Bupati Gede Dana di sela-sela meninjau proses vaksinasi. (MT – 001)

Bupati Dana Masak untuk Relawan Gempa Karangasem

0

Amlapura, MatahariTimur – Pemkab Karangasem terus melakukan pemantauan, terutama terkait pemenuhan kebutuhan pangan untuk para korban gempa. Selain itu juga soal pendirian hunian sementara yang melibatkan berbagai unsur mulai dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial, relawan dan juga warga desa setempat. 

Berkaitan dengan hal tersebut, pada Minggu (24/10/2021) Bupati Karangasem I Gede Dana turun langsung bersama dinas terkait untuk memantau pelaksanaan tanggap darurat setelah diperpanjang selama 7 hari tersebut. Pemantauan diawali dari Posko Rendang, dilanjutkan ke posko tanggap darurat di Kantor Desa Ban, Kubu. 

Selanjutnya, Bupati Dana memberikan semangat sekaligus berdialog dengan tim tanggap darurat dan para relawan yang tanpa kenal lelah bekerja membantu para korban terdampak bencana yang membutuhkan penanganan khusus.

Perhatian tak hanya ditujukan kepada warga setempat yang menjadi korban tetapi juga kepada para relawan, dan tanpa segan  Bupati Gede Dana, langsung ikut serta membantu distribusi logistik bagi korban gempa.

Tak sampai distu saja, Ia pun dengan semangat menuju dapur umum membantu relawan menyiapkan makanan sekaligus menuangkan keahliannya dalam memasak menu makanan untuk para relawan dan warga korban gempa pada kunjungan langsungnya ke Pos Pemantauan Kubu, Minggu 24 Oktober 2021.

“Sekarang giliran saya yang memasak untuk bapak ibu relawan yang telah sepekan berjibaku melayani masyarakat kami,” ucap Gede Dana disambut senyum bahagia para relawan yang tidak menyangka orang nomor satu di Karangasem ini akan berbaur bersama mereka.

“Kami Pemerintah Karangasem sangat mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan oleh anggota TNI, Polri, BPBD, Dinas Sosial dan para relawan serta donatur dalam membantu warga korban gempa,” ujar Bupati Dana, sembari mengecek ketersediaan stok logistik untuk warga korban gempa.

Pada kesempatan itu, Bupati Dana juga menerima bantuan perlengkapan rumah tinggal sementara untuk korban bencana gempa yang diserahkan oleh BPBD Bali di Kantor Desa Pempatan. Hadir dalam penyerahan bantuan tersebut Kepala BPD Bali, OJK, Kalaksa BPBD Karangasem dan Camat Rendang.( MT – 001)

Akar Bali Support Ritual Wayang Wong di Yeh Poh Karangasem

0

Karangasem, Matahari Timur – Bali sudah dikenal dengan berbagai ragam keunikan dan kesakralan budayanya. Beragam kegiatan ritual sakral pun masih banyak dijumpai di Pulau Bali yang dijuluki sebagai Pulau Dewata atau Pulau Seribu Pura. Salah satunya adalah ritual Wayang Wong yang sangat sakral dan sudah mulai langka dipentaskan. Namun ternyata, ritual tersebut masih dijumpai dipergelarkan di Desa Adat Yeh Poh, Desa Dinas Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, pada Hari Kamis Kliwon (21/10/2021). Nemonin Aci Usaba Puseh.

Ketua Panitia Pagelaran Wayang Wong Desa Adat Yeh Poh Ketut Rempi mengatakan bahwa ritual ini sudah lama tidak bisa dipentaskan, dikarenakan terkendala pandemi Covid- 19 yang sedang melanda. Kali ini acara sesolahan ini dipentaskan, namun tentunya disesuaikan anjuran pemerintah dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Ritual pergelaran ini diadakan pada malam hari saat Ngeneng, atau masa tenang menjelang penyineban pada esok harinya. Ritual sesolahan Wayang Wong ini dipentaskan menggunakan tapel atau tapakan yang disungsung di pura desa dan sudah turun temurun dilaksanakan. Warga meyakini bahwa ritual ini juga sebagai penolak bala atau gering agung yang sedang melanda, nangluk merana untuk memusnahkan hama yang nantinya akan memberikan kesuburan di wilayah subak dan abian, di mana hasil sawah dan hasil buah buahan di kebun akan melimpah yang memberikan kemakmuran kepada masyarakat,” ujarnya.

Ketut Rempi juga menyampaikan banyak terima kasih kepada Nyoman Oka Antara yang merupakan anggota DPRD provinsi Bali Dapil Karangasem yang selalu mensupport acara kali ini, serta setiap pagelaran dengan menyumbangkan sound system dan lain – lain, yang diwakili anak anak relawan AKAR BALI (Aliansi Kerukunan Anak Rakyat Bali).

Sementara itu, relawan Akar Bali Desa Yeh Poh Nyoman Karya yang biasa dipanggil Mang Leo mengatakan bahwa Ketua Umum AKAR Bali Nyoman Oka Antara tidak bisa hadir karena suatu kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan dan diwakili relawan AKAR Bali. “Kami mewakili masyarakat di sini mengucapkan banyak terima kasih, karena beliau setiap acara pergelaran ini pasti selalu mensupport dan sangat mendukung, agar pagelaran kegiatan sakral dan langka ini tetap dilestarikan agar jangan sampai punah,” ujar Karya.( MT – 001)

Gubernur Koster Dorong Garam Tradisional Bali Dikonsumsi Lebih Masif di Tingkat Lokal

0

KARANGASEM, MatahariTimur – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan kualitas garam yang diproduksi secara tradisional di kawasan Amed, Kabupaten Karangasem, Tejakula, Kabupaten Buleleng dan beberapa daerah lain sangat baik dan bahkan sudah diekspor ke berbagai negara. “Kita punya tempat produksi garam yang punya hasil bagus, berkualitas dimanfaatkan sejak turun temurun. Utamakan dulu untuk konsumsi (lokal,red) kita,” tandas Gubernur Koster saat kunjungan kerja ke sentra produksi garam Amed, Desa Purwakerthi, Kabupaten Karangasem pada Minggu (17/10) pagi.

Gubernur Koster yang juga didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengungkapkan, selama ini garam tradisional Bali cukup terganggu pemasarannya di tingkat lokal karena gempuran garam impor. “Lalu ada alasan SNI yang mewajibkan kandungan yodium. Padahal bicara kandungan mineral lain garam kita luar biasa, punya rasa khas yg tidak bisa disamakan produk daerah lain. Untuk itu saya terbitkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 17/2021 tentang Pemanfaatan Garam Tradisional Lokal Bali,” tutur Gubernur asal Sembiran, Kabupaten Buleleng tersebut.

Terkait hal tersebut pula, Gubernur menekankan bahwa kedepan produksi garam lokal Bali akan terus didorong agar bisa masuk ke pasar dan konsumen lokal Bali. “Apalagi garam Amed sudah ada HAKI dengan indikasi geografis. Saya dorong agar Kadis Kelautan agar garam tradisional segera punya HAKI semua. Gunakan produk kita sendiri jangan malah banggakan produk luar. Kalau 4,3 juta penduduk Bali konsumsi, pasti terserap semua produk kita,” tegasnya.

“Saya dorong juga bapak Bupati Karangasem untuk sosialisasi penggunaan garam tradisional untuk masyarakat,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, Ketua Koperasi Petani Garam Amed Karangasem, I Nengah Suanda memuji Gubernur Koster sebagai pemimpin yang benar-benar Satya wacana dan terbukti. “Ini pemimpin sebenarnya untuk Bali. Langsung datang kesini untuk melihat petani kita,” katanya.

Diuraikannya, garam hasil produksi dari Bali pengerjaannya lebih kompleks tanpa penambahan bahan kimia sehingga harganya lebih tinggi. “Kita di Amed bisa produksi 30 ton garam per tahun dengan 4 kali panen,” ujarnya.

Suanda juga menjelaskan bahwa sejatinya garam Amed dan garam tradisional lokal Bali lain telah memperoleh pengakuan dan diminati di dunia kuliner, serta telah dipasarkan secara nasional dan internasional. Di samping itu juga telah diekspor ke Jepang, Korea, Thailand, Prancis, Swiss, Rusia, dan Amerika Serikat.

Gubernur Koster beserta Ny Putri Koster
yang dalam kesempatan tersebut disertai pula oleh Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Bupati Karangasem I Gede Dana juga mencoba memanen garam yang dikenal punya citarasa gurih khas tersebut. Nampak pula mendampingi Kadisperindag Provinsi Bali I Wayan Jarta dan Kadis Kelautan dan perikanan Provinsi Bali Made Sudarsana.(MT – 001)

Penghormatan pada Dewa Kesuburan, Bupati Dana Haturkan Sesaji di Tumpek Pengatag

0

Karangasem, MatahariTimur – Di sela-sela kesibukannya sebagai pemimpin wilayah di Kabupaten Karangasem, Bupati I Gede Dana menyempatkan diri menghaturkan sesaji Tumpek Pengatag secara sederhana di kebun miliknya di wilayah Dukuh Kabupaten Karangasem Sabtu tanggal 16 Oktober 2021. Kegiatan ini dilakukan bersama keluarga dan berlangsung dengan khidmat.

Seusai menghaturkan banten Tumpek Pengatag, Bupati Dana mengatakan bahwa upacara sesaji ini dihaturkan kepada Dewa Sangkara sebagai Dewaning Sarwa Taru, atau Dewa segala pepohonan yang ada, “Adanya pepohonan di bumi ini sangat membantu kehidupan manusia, ‘ngamertanin’, untuk itu hendaknya juga kita sebagai manusia memberikan atau menghaturkan sesaji kepada pepohonan dan tumbuhan karena tumbuhan juga mempunyai jiwa dan sebagai penghormatan kepada Dewa Kesuburan,” ujarnya.

Seperti diketahui, 25 hari sebelum hari Raya Galungan, umat Hindu di Bali merayakan Tumpek Wariga, Tumpek Bubuh atau Tumpek Pengatag yang dirayakan tiap enam bulan sekali pada hari Caniscara Kliwon Wuku Wariga. Perayaan Tumpek Wariga ini merupakan pemujaan terhadap Dewa Sangkara Dewa Kesuburan semua pepohonan dan tumbuhan.

“Kebetulan saya ada sedikit kebun yang memang saya tanami, buah buahan, ketela, sayur sayuran dan beberapa pohon lainya yang biasa kami petik untuk sayur dan lauk. Di Hari Tumpek Pengatag ini saya biasa menhaturkan sesaji dan tipat taluh agar Dewa Kesuburan selalu memberkati, memohon keselamatan tanaman agar berbunga dan berbuah,” ujarnya.(MT – 001)

Naik Motor di Desa Ban, Bupati Dana Temui dan Support Korban Gempa

0

Karangasem, MatahariTimur – Bencana alam gempa bumi berkekuatan M=4,8 mengguncang wilayah Karangasem bertepatan menjelang rahina Tumpek Wariga, Sabtu tanggal 16 Oktober 2021 pukul 04:18:23 Wita. Gempa bumi ini terjadi pada koordinat 8,32° LS; 115,45° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 km barat laut Karangasem, pada kedalaman 10 km.

Musibah ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, salah satunya dari Desa Ban, Karangasem. Sedang dua korban lainnya yang menghembuskan nafas terakhir akibat gempa ialah warga Trunyan, Kintamani, Bangli. Selain korban jiwa, gempa bumi ini juga menimbulkan kerusakan  sejumlah bangunan di wilayah Karangasem.

Terketuk perasaannya atas musibah yang terjadi, Bupati Karangasem I Gede Dana sengaja mengunjungi Desa Ban untuk melihat langsung kondisi pedesaan tersebut yang baru saja terdampak bencana alam. Selain itu, Bupati Dana pun menemui keluarga korban gempa dan menyampaikan duka cita yang mendalam.

“Siang hari ini kita turun menemui warga yang terdampak. Selain akan turun ke Desa Ban Kecamatan Kubu, kita juga akan turun menemui warga yang menjadi korban gempa bumi, seperti di wilayah Kecamatan Rendang dan Bebandem. Kita turun untuk memberikan suport kepada masyarakat dan memastikan kerugian yang ditimbulkan akibat bencana gempa bumi ini,” ujar Bupati Dana didampingi Sekda Ketut Sedana Merta.

Pada kunjungan kali ini, ketika harus melewati rute jalan yang sulit dan terdampak gempa, Bupati Dana tanpa canggung mengendarai sepeda motor. Hal ini dilakukan agar leluasa menyaksikan secara detil dampak dari bencana alam ini yang terjadi di Desa Ban.

Selanjutnya Bupati Dana mengistruksikan pada pihak BPBD untuk melakukan pendataan terhadap kondisi warga yang menjadi korban gempa. “BPBD sudah kita instruksikan untuk mendata secara akurat terhadap kondisi warga yang terdampak akibat gempa bumi ini. Pendataan yang akurat secara otomatis akan memudahkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan,” ucap Bupati Dana.

Bupati melanjutkan, saat ini BPBD sedang melakukan pemutakhiran data terhadap dampak gempa bumi yang terjadi dini hari ini. “Saya juga mengimbau  agar masyarakat  selalu waspada, berhati – hati dan siap siaga terhadap potensi gempa susulan yang terjadi. Kami juga  berharap warga tidak terpancing oleh informasi hoaks, khususnya yang beredar di media sosial. Masyarakat dapat mengakses informasi terkait gempa dan penanganannya dari institusi resmi pemerintah, seperti BNPB, BMKG ataupun BPBD,” imbaunya.(MT – 001)

Dampak Gempa Bumi M4,8, Tiga Warga Bali Meninggal Dunia

0

JAKARTA, MatahariTimur – Gempa bumi dengan magnitudo (M)4,8 terjadi 8 km barat laut Karangasem, pada hari ini, Sabtu (16/10), pukul 03.18 WIB. Guncangan gempa berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kerusakan bangunan di wilayah Kabupaten Karangasem dan Bangli, Provinsi Bali.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menginformasikan penanganan darurat masih berlangsung hingga saat ini. Perkembangan informasi pada pukul 07.15 WIB, BPBD Karangasem menyebutkan satu warga meninggal dunia. Tim Basarnas masih melakukan evakuasi korban dari reruntuhan bangunan.  Sedangkan tujuh warga mengalami luka berat. Mereka yang luka-luka telah dievakuasi ke puskesmas terdekat dan RSUD Karangasem.

Dampak guncangan di wilayah Kabupaten Bangli, dua warga meninggal meninggal dunia dan telah dievakuasi ke puskesmas setempat. Masih di wilayah tersebut, empat warga yang sempat tertimbun material bangunan dapat diselamatkan tim SAR, sedangkan empat lainnya berhasil melakukan evakuasi mandiri.

BPBD Kabupaten Bangli mengatakan, jalan menuju lokasi terdampak gempa tertimbun longsor. Ada tiga titik longsoran dari Bukit Abang sehingga menghambat proses evakuasi melalui akses darat. Tim SAR akan menggunakan akses danau untuk proses evakuasi.

BPBD Kabupaten Karangasem dan Bangli masih melakukan pemutakhiran data di lokasi kejadian.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa M4,8 berpusat pada kedalaman 10 km. Dilihat dari kekuatan gempa yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, wilayah Denpasar, Karangasem, Lombok Utara berada pada IV MMI, sedangkan Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Mataram III MMI.

Informasi sebelumnya yang diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menyebutkan guncangan kuat dirasakan di beberapa wilayah. Menurut keterangan BPBD Kabupaten Bangli, guncangan gempa dirasakan kuat oleh warga selama 5 detik. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi. 

Guncangan juga dirasakan sedang hingga kuat selama 3 hingga 5 detik di Kabupaten Karangasem, sedangkan guncangan kuat selama 5 detik dirasakan di Kota Denpasar.

Pascagempa M4,8, Pusdalops BNPB terus memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD terdampak untuk mendapatkan informasi terkini.

Masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa susulan. Di samping itu, warga diharapkan tidak terpancing oleh informasi hoaks, khususnya yang beredar di media sosial. Masyarakat dapat mengakses informasi terkait gempa dan penanganannya dari institusi resmi pemerintah, seperti BNPB, BMKG ataupun BPBD setempat. ( MT – 001)

ACT Bali Gelontor Ribuan Paket Pangan Gratis Siap Saji untuk Warga Prasejahtera

0

Denpasar, MatahariTimur – Dampak Pandemi yang tak kunjung usai hampir dua tahun,lambat lain menaikan jumlah warga miskin. Kesulitan yang dihadapi warga miskin akibat Pandemi yang tak kunjung usai adalah sulitnya memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Kondisi inilah yang menggerakkan ACT (Aksi Cepat Tanggap) melakukan Operasi Pangan Gratis serentak se Indonesia pada hari Jumat, 15 Oktober 2021. Tak terkecuali ACT Bali, dengan mengambil lokasi di Karya Makmur Denpasar melakukan operasi pangan bagi warga prasejahtera yang terdampak secara ekonomi karena Pandemi.

“Hari ini kita bagikan 1000 paket pangan siap saji untuk warga prasejahtera di sekitaran Denpasar”. Ujar Arofah selaku koordinator Program Operasi Paket Pangan Gratis.

Ia menambahkan bahwa Operasi Pangan Gratis ini akan terus dilakukan sampai Pandemi Covid19 selesai. Gerakan ini akan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif terus-menerus saling bantu warga pra sejahtera.

“Bersama semua elemen masyarakat ACT juga akan melakukan Operasi Pangan Murah, dan kami juga berharap dari pihak pemerintah dan institusi lainnya ikut aktif dalam program ini”. Imbuh Arofah

Operasi paket pangan kali ini dipusatkan di Jl. Karya Makmur Denpasar Bali dengan banyak menggandeng Komunitas yaitu URCC, MRI Bali, Bali Leo Shanti, PII, RWM Karya Makmur dan Komunitas Kalong Denpasar.( MT – 001)