27.6 C
Bali
17 Desember 2025

Bali Sabet Empat Penghargaan Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025

Jakarta, Matahari Timur – Komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan kembali mendapat apresiasi nasional. Dalam ajang Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) 2025 yang digelar Kementerian Kebudayaan RI di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta, Selasa (21/10), Bali berhasil meraih empat dari lima kategori penghargaan yang diperebutkan.

Empat penghargaan tersebut masing-masing untuk kategori Pemerintah Daerah Terbaik, Museum Terbaik, Taman Budaya Terbaik, dan Anjungan Daerah TMII Terbaik. Capaian ini menegaskan konsistensi Bali dalam menjaga sekaligus mengembangkan warisan budaya di tengah arus modernisasi.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha, yang hadir mewakili Gubernur Bali, menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut. Ia menilai capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif antara pemerintah, pelaku budaya, dan masyarakat Bali.

“Penghargaan ini adalah hasil dari dedikasi dan sinergi luar biasa seluruh pihak yang berkomitmen menjaga kebudayaan sebagai jantung kehidupan masyarakat Bali,” ujar Sugiartha usai menerima penghargaan.

Ia menambahkan, melalui visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat pelestarian dan pemajuan kebudayaan lewat berbagai program berbasis kearifan lokal.

“Ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga, mengembangkan, serta memuliakan kebudayaan Bali,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam sambutannya menegaskan bahwa Anugerah Kebudayaan Indonesia merupakan bentuk penghargaan negara terhadap individu, lembaga, dan pemerintah daerah yang berkontribusi nyata dalam pemajuan kebudayaan.

“Kita berharap melalui penghargaan ini, pemerintah daerah semakin aktif dan peduli terhadap pelestarian kebudayaan di wilayah masing-masing,” ujar Fadli Zon.

Ia juga mengingatkan bahwa kebudayaan adalah fondasi peradaban bangsa yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Kekayaan budaya adalah jantung peradaban. Kebudayaan bukan pelengkap, melainkan fondasi bangsa. Seperti kata Bung Karno, bangsa yang kuat harus memiliki kepribadian dalam kebudayaan,” tegasnya.

Anugerah Kebudayaan Indonesia 2025 digelar dalam dua tahap. Tahap pertama pada 25 Agustus lalu memberikan apresiasi kepada 14 pelaku seni dan budaya, sedangkan tahap kedua pada Oktober ini menilai lima kategori: Anjungan Daerah TMII, Lembaga Asing dan Perorangan Asing, Museum, Pemerintah Daerah, serta Taman Budaya.

Dengan raihan ini, Bali kian mengukuhkan diri bukan hanya sebagai destinasi wisata budaya dunia, tetapi juga sebagai daerah yang berhasil menyeimbangkan pembangunan dengan pelestarian nilai-nilai tradisi dan jati diri bangsa. (MT-001)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest Articles