23.2 C
Bali
30 Juli 2026
Beranda blog Halaman 9

Wakil Bupati Buleleng Tinjau PLTGU Pemaron, Akomodir Keluhan Warga Terkait Kebisingan dan Polusi

0

Buleleng, Matahari Timur – Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna melakukan kunjungan kerja ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Pemaron, Rabu (8/10). Kunjungan ini dilakukan untuk menindaklanjuti sejumlah keluhan masyarakat sekitar terhadap tingkat kebisingan, getaran, dan polusi udara yang bersumber dari aktivitas pembangkit listrik tersebut. Kunjungan ini juga menjadi langkah awal koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dan PT PLN (Persero) untuk mencari solusi yang seimbang antara kebutuhan energi dan kenyamanan masyarakat.

Wakil Bupati Gede Supriatna mengatakan, kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi aktual di lapangan sekaligus memastikan penanganan keluhan masyarakat berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap dampak sosial dan lingkungan yang mungkin timbul dari keberadaan pembangkit listrik. Menurutnya, pembangunan harus memberikan manfaat, namun tidak boleh mengabaikan kualitas hidup masyarakat di sekitar.

“Saya berkunjung ke PLTGU Pemaron ini untuk mengetahui lebih jauh kondisi di lapangan. Sudah hampir setahun masyarakat menyampaikan keluhan terkait kebisingan, getaran, dan polusi udara. Maka dari itu, kami berkoordinasi dengan manajemen di sini dan PLN Bali Utara untuk mengupayakan langkah-langkah maksimal dalam mengurangi gangguan yang dirasakan warga,” ujar Supriatna.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mendorong PLN agar melakukan langkah mitigasi secara berkelanjutan, termasuk pemantauan kualitas udara, tingkat kebisingan, dan intensitas getaran. Selain itu, Pemkab Buleleng juga berencana melibatkan instansi teknis seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan hasil pengukuran dampak lingkungan berjalan transparan dan akuntabel.

“Kita pahami kebutuhan daya listrik di Bali cukup besar, tapi keluhan masyarakat juga harus kita akomodir. Harapannya, masyarakat tetap nyaman tinggal di sekitar kawasan pembangkit ini,” tambahnya.

Sementara itu, Manager PT PLN (Persero) UP3 Bali Utara, Ela Shinta, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya teknis untuk menekan tingkat kebisingan. Salah satunya dengan pemasangan sound barrier atau dinding peredam suara setinggi sembilan meter di sekeliling kompleks PLTGU Pemaron.

“Saat ini sudah terpasang sound barrier setinggi sembilan meter, dan kami sedang melakukan uji coba pemasangan sound attenuator sebanyak tiga unit. Setelah selesai, akan dilakukan pengujian efektivitasnya dalam menurunkan kebisingan” jelas Ela.

Ia menambahkan, pemasangan tiga unit sound attenuator ditargetkan rampung pada akhir Oktober ini. PLN juga telah bekerja sama dengan pihak eksternal untuk melakukan evaluasi dan kajian teknis guna menemukan upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi kebisingan dan polusi udara.

Melalui koordinasi berkelanjutan antara Pemerintah Kabupaten Buleleng dan PLN, diharapkan keluhan masyarakat dapat segera teratasi, sekaligus menjaga keberlangsungan pasokan listrik yang stabil di wilayah Bali Utara. (MT-010)

Mangku Alit Ajna: Maret 2025 Ribuan Orang Asing Daftar Ikut World Healer Class

0

Ubud, MatahariTimur – Tidak peduli jauhnya jarak yang membentang, sejumlah orang asing tetap bersemangat untuk datang ke Pulau Dewata untuk mempelajari energy healing yang merupakan ajaran asli turun-temurun dari generasi terdahulu. .

Maka ketika panas cetar menyengat atau hujan tidak kunjung berhenti mengguyuri bumi, tetap tidak menyurutkan semangat puluhan siswa dari berbagai negara untuk fokus mempraktikkan metode energy healing yang secara langsung diajarkan tokoh spiritual muda Bali, Mangku Alit Ajna. Kegiatan ini berlangsung di Ubud, Bali, pada Senin (16/12/2024) malam.

“Seperti kita ketahui, penyakit secara general disebabkan oleh tiga hal: medical, non medical dan psikologi. Melalui metode energy healing yang dipelajari di sini, maka Ketika kalian menghadapi orang-orang dengan gangguan Kesehatan, maka paling tidak kita bisa memberikan support energi supaya meningkatkan imun dan mempercepat penyembuhan suatu penyakit,” demikian dikatakan Mangku Alit Ajna, di hadapan para muridnya.

Dia melanjutkan bahwa dirinya sudah mengkaji metode pengobatan ini selama 15 tahun, setelah sebelumnya menekuni dunia spiritual kurang lebih 24 tahun. Melalui pembelajaran yang dijalaninya ini, Mangku Alit Ajna akhirnya mengalami sendiri berbagai macam kejadian luar biasa dan penuh keajaiban dari berbagai sumber energi tidak terbatas yang berada di semesta ini.

“Dalam energy healing ini, kita memerlukan keajaiban untuk menyembuhkan pasien yang dihadapi. Jadi di sini, keajaiban akan akan didapatkan ketika kita terhubung dengan Beliau Yang Maha Tidak Terbatas. Maka selanjutnya, kita akan berperan sebagai konektor atau penghubung, di mana kita mengakses energi ketuhanan untuk digunakan menolong melepaskan seseorang dari penyakit yang dideritanya. Dan saya sebagai orang Bali, akan menggunakan energi-energi yang ada di Bali. Di mana ada keajaiban dan kuasa Tuhan, inilah yang kita mohonkan dalam pengobatan ini, yang saya sebut sebagai energy healing Jnana Kanda,” ujar Mangku Alit Ajna.

Metode penyembuhan Jnana Kanda ini, kata pria yang bekerja sebagai lawyer, memiliki keistimewaan tersendiri karena mampu menyelesaikan tiga masalah kehidupan dengan tuntas. Di mana masalah kehidupan, khususnya gangguan kesehatan pada seseorang, umumnya disebabkan oleh ketidakselarasan fungsi organ di dalam tubuhnya. Melalui penyembuhan dengan analisa sisi medical, non medical dan psikologi dan penerapan metode Jnana Kanda, maka tingkat kesembuhan akan berlangsung lebih cepat.

Menurut Mangku Alit Ajna, selama ini sering kali pasien yang datang padanya mengalami kesembuhan setelah mendapatkan penanganan darinya, dengan cara yang tidak dapat dijelaskan. “Selama ini pasien saya kalau diprosentase, ya pada kisaran 97% adalah berasal dari luar negeri,” ujarnya.

Disinggung lebih menekankan ajaran energy healing saat mengajari pada murid yang berasal dari luar negeri, dijelaskan Mangku Alit Ajna dikarenakan dirinya melihat dari latar belakang keyakinan, kultur budaya atau pengetahuan mereka, bahwa kehidupan ini diatur oleh energi. “Sebenarnya sebagai orang spiritual, saya memiliki banyak metode penyembuhan. Akan tetapi, yang sesuai kultur atau pola pikir orang-orang barat, adalah penyembuhan melalui cara energy healing. Bagaimana kita menyelaraskan energi untuk menyembuhkan. Hal inilah yang ingin diketahui dan dipelajari para murid sehingga mereka antusias datang ke Bali.

Saat ini, Mangku Alit Ajna tengah menyiapkan Ajna Center yang berlokasi di Desa Meliling, Tabanan. Tujuannya supaya murid-murid yang ada di seluruh dunia bisa datang dan berkumpul untuk menyempurnakan kemampuannya. Ke depan, Ajna Center diharap bisa melakukan pelayanan penyembuhan secara gratis pada orang-orang yang membutuhkan. Di sinilah semua akan berkumpul, di mana Ajna Center menjadi basecamp besar sebagai bentuk persaudaraan sedunia. Mereka memiliki tempat yang benar-benar memadai untuk berbagi kasih bagi semesta. Mungkin Ajna Center akan start pada Januari atau Februari 2025.

Saat mengakhiri World Healer Class, Mangku Alit Ajna berpesan pada murid-muridnya agar setelah belajar di Bali, hendaknya mereka mampu bermanfaat bagi semesta. “Jadilah orang-orang yang menerangi semesta di manapun kalian berada, supaya semesta ini semakin indah dan hangat dengan perdamaian serta uluran kasih dari kita semua,” pesannya yang disikapi rasa haru dari para murid. (MT-010)

Berlangsung di Banjar Jempanang, AQUA Mambal dan Forum TJSP Badung Kolaborasi untuk Konservasi Air Bali

0

Badung, Matahari Timur – PT. Tirta Investama – Mengakhiri Agustus 2024, Pabrik Mambal (AQUA Mambal) – Bali berkolaborasi dengan Forum TJSP (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) Badung, sebagai pengelola program Jasa Lingkungan, dan didukung oleh Pemerintah Kabupaten Badung untuk membuat program Jasa Lingkungan rorak yang dapat mengatasi masalah lingkungan, sosial, dan ekonomi dengan biaya Jasa Lingkungan Rp5,662,500/ha per tahun untuk periode kontrak selama 3 tahun, yaitu mulai tahun 2024 sampai dengan 2027.

Program Jasa Lingkungan diluncurkan pada 29 Agustus 2024 pukul 09.00 WITA dengan melakukan penandatanganan kesepakatan bersama (MOU) pihak-pihak yang mendukung antara Forum TJSP Kabupaten Badung dengan Kelompok Tani Jempanang Lestari dan Forum TJSP dengan Pelaku Usaha/Wisata pengguna Jasa Lingkungan di UPH Jempanang Lestari,
Banjar Jempanang, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Pada acara peluncuran ini juga akan dilakukan kunjungan ke kebun kopi agroforestri untuk melihat langsung rorak, tanaman kopi di lahan petani yang menerima program Jasa Lingkungan, serta fasilitas yang ada di UPH Jempanang Lestari.

Asisten 2 Kabupaten Badung, Ida Bagus Putu Arjana menyambut baik dan mengapresiasi, serta mengucapkan terima kasih kepada empat perusahaan yang berkomitmen memberikan jasa lingkungan kepada petani di Banjar Jempanang yang bergabung pada Kelompok Kopi Jempanang Lestari. “Ketiga perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak dalam
bidang pariwisata, yaitu Villa Kayu Raja, Uma Sapna Villa, serta AQUA Mambal. Perusahaan ini akan menjadi motor penggerak bagi perusahaan lainnya untuk turut berkontribusi memberikan jasa lingkungan kepada masyarakat yang berada di hulu, khususnya hulu DAS Ayung Kabupaten Badung,” kata Ida Bagus Putu Arjana.

Kegiatan bersama ini dapat menjadi pilot project bagi Kabupaten Badung dalam menggerakan tanggung jawab sosial terpadu bersama dengan peranan multistakeholder,” tegasnya.

Di Banjar Jempanang, yang berada di ketinggian 1507 mdpl dengan luas lahan pertanian mencapai 132,168 hektar, perubahan iklim telah menurunkan hasil produksi kopi. Pada tahun 2017, produksi kopi menurun karena cuaca tidak menentu menyebabkan tanaman kopi mudah terserang hama dan penyakit, mengakibatkan penurunan produksi kopi baik secara kuantitas maupun kualitas.

Untuk mengatasi masalah ini, AQUA Mambal melakukan inisiatif melalui program CSR untuk mendampingi Kelompok Tani Jempanang Lestari di Jempanang mengembangkan budidaya kopi melalui pendekatan agroforestri terpadu yang mengangkat nilai-nilai Tri Hita Karana yaitu keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan lingkungan, dan manusia dengan manusia. Dengan mengimplementasikan sistem agroforestri yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, peran tanaman kopi dinilai sangat besar dalam mengkonservasi air.

“Tanaman kopi menjadi sumber pendapatan kami untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok tani dan masyarakat sekitar,” tutur I Wayan Timped, salah satu penerima jasa lingkungan dari kelompok tani Jempanang Lestari.

Budidaya tanaman kopi dilengkapi dengan pembuatan rorak, yang selain membantu mengoptimalkan peresapan air ke tanah juga terbukti dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman kopi. Air hujan akan jatuh di area hulu, meresap, dan turun mengikuti alur-alur lapisan batuan dalam bumi hingga tiba pada titik lokasi sumber air berada. Sistem ini berkontribusi menuju keseimbangan air atau water balance dan menjadi cadangan air tanah untuk masa depan. Faktanya 1 hektar kebun kopi dengan 300 rorak dapat meresap 26.194.350 liter air per tahun.

Plant Director AQUA Mambal, Ketut Muwaranata mengatakan bahwa perusahaannya memiliki komitmen untuk sukses tidak hanya dalam bisnis tetapi juga dalam pengelolaan sosial dan lingkungan di masyarakat. “Inisiatif ini kami lakukan melalui program CSR melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat untuk keberlanjutan dan kemandirian,” Kata Ketut.

“Apa yang sudah kami lakukan tidak terlepas dari peran multi stakeholder, salah satunya pengembangan jasa lingkungan pada program Jempanang Lestari bekerja sama dengan Forum TJSP Badung dan Pemerintah Badung untuk meningkatkan pembangunan dan SDM di Kabupaten Badung,” tambahnya.

I Gede Suarsa, Ketua Forum TJSP Badung mengatakan bahwa selain dampak lingkungan, program Jasa Lingkungan juga dapat memberikan dampak ekonomi dan sosial kepada petani kopi secara berkelanjutan karena dengan adanya insentif Jasa Lingkungan yang diberikan kepada petani kopi Jempanang Lestari dapat meningkatkan motivasi mereka dalam
berbudidaya kopi yang baik.

“Kolaborasi multipihak yang saling mendukung menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini dalam bergerak bersama berkontribusi untuk masa depan alam Bali. Saat ini tercatat sudah 2 perusahaan diluar AQUA yang juga berpartisipasi dengan skema jasa lingkungan,” tegas Suarsa. (MT-001)

Bangun Identitas Pariwisata Buleleng dengan Mengangkat Budaya Lokal di Era Digital

0

Buleleng, MatahariTimur – Memasuki era digital, diperlukan cara baru untuk mengembangkan bisnis pariwisata termasuk di Bali yang kental akan pariwisata budaya lokalnya. Melalui pemanfaatan ruang digital menjadi cara efektif bagi penggiat bisnis pariwisata untuk meningkatkan standarisasi pelayanan. Menindaklanjuti hal tersebut, Kementerian Kominfo RI melalui Dispar Kabupaten Buleleng serta Diskominfosanti Buleleng menyelenggarakan Talkshow Literasi Digital serangkaian kegiatan Lovina Festival, bertempat di Panggung Tasik Madu, Lovina, Sabtu (24/8).

Kegiatan yang mengangkat tema “Branding Pariwisata di Era Digital : Mengangkat & Melestarikan Kekayaan Budaya Lokal” itu, menghadirkan narasumber kompeten di bidangnya seperti Kadispar Buleleng Gede Dody Oktiva Askara, Kadis Kominfosanti Buleleng Ketut Suwarmawan, serta I Nyoman Sudirga Yusa selaku Founder of Pramana Experience.

Dalam paparannya, Kadispar Buleleng, Gede Dody Oktiva Askara, mengatakan dalam mengembangkan pariwisata berbasis digital diperlukan langkah dan strategi yang matang. Dalam pengembangannya juga harus memperhatikan pelestarian kekayaan dan budaya lokal. Jangan sampai upaya branding pariwisata yang digaungkan justru menggerus nilai dan menutup ruang dari kekayaan budaya lokal untuk tumbuh dan berkembang.

Bukti nyata mewujudkan kemudahan berwisata di Buleleng yang bisa diakses dengan hanya satu genggaman yaitu dengan mengakses website “Visit North Bali” karena disana wisatawan selain mendapat kemudahan perencanaan wisata di bali utara, sekaligus mendukung kekayaan budaya lokal agar lebih dikenal dan mewujudkan suistinable tuorism.

“Melalui website Visit North Bali yang telah di lengkapi dengan berbagai fitur, sekarang wisatawan kita mudahkan untuk merencakan traveling dengan hanya dengan satu genggaman,”terangnya.

Sementara itu, Kepala Diskominfosanti Buleleng, Ketut Suwarmawan menjelaskan peran penting dari dukungan digitalisasi untuk membentuk suistinable tourism, tergambar dengan adanya pemanfaatan Bali Smart Island (BSI).

Berbagai manfaat telah dirasakan dengan adanya kelengkapan jaringan internet gratis yang telah di pasang sebanyak 297 titik itu meliputi memperkuat desa adat, mendukung sistem layanan kesehatan, mengenalkan dan memasarkan produk ekonomi kreatif, promosi potensi kunjungan pariwisata dan meningkatkan standar pelayanan pariwisata.

“Berbagai dukungan sarana prasarana kita sudah implementasikan guna mendukung kemudahan aksesibilitas informasi,” tegasnya. (MT-010)

Buka Baligivation 2024, Pj. Gubernur Bali Ajak Semua Pihak “Ngrombo” Akselerasi Transformasi Digital

0

DENPASAR, MatahariTimur – Ditandai dengan penancapan kayonan, Pj. Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja membuka Bali Digital Innovation (Baligivation) Festival 2024, di Graha Tirta Gangga, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Provinsi Bali, Selasa (23/4).

Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Bali menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kickoff Bali Digital Innovation Festival 2024 dalam rangka meningkatkan inovasi masyarakat Bali terhadap ekosistem ekonomi dan keuangan digital untuk mendukung ekonomi Bali yang semakin berdaya tahan dan inklusif. Diangkatnya tema “Baligivation: Empowering All” (memberdayakan semua), diharapkan dapat mendorong dan memberdayakan semua pihak terkait untuk ikut “Ngrombo” berpartisipasi aktif melakukan inovasi digital dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Bali.

Pj. Gubernur Mahendra Jaya menambahkan bahwa teknologi digital telah mengubah kehidupan kita dan membawa dampak positif dan negatif. Namun, kita harus terus berinovasi dan beradaptasi untuk memastikan bahwa kita dapat memanfaatkan teknologi ini untuk mencapai tujuan kita. Transformasi digital bukan hanya tentang mengadopsi teknologi digital, tetapi juga mengadopsi perubahan budaya, proses bisnis, cara kerja organisasi, dan memberikan pengalaman baru bagi pengguna.

”Transformasi digital memerlukan komitmen yang kuat, kolaborasi dan sinergi antara semua pihak. Untuk itu mari kita bersama ”Ngrombo” mengakselerasi transformasi digital, transformasi digital ini merupakan salah satu kunci untuk mencapai kemajuan dalam semua bidang kehidupan kita. Dalam era digital saat ini, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan,” imbuhnya.

Pj. Gubernur Bali juga menyampaikan dalam rangka menciptakan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang berkelanjutan dan inovatif, kita perlu mendorong kreativitas generasi muda untuk berinovasi dengan memanfaatkan teknologi digital. Oleh karena itu, melalui kegiatan Bali Digital Innovation (Baligivation) Festival 2024 ini, saya harapkan sinergi dan inovasi digital mampu mengakselerasikan pertumbuhan ekonomi nasional dan khususnya Bali yang semakin berdaya tahan dan inklusif.
”Saya mengapresiasi peran perbankan yang turut bekerja sama sebagai mitra dalam mensosialisasikan dan mengedukasi layanan digitalisasi di masyarakat. Prinsip “Ngrombo” Satu Hati, Satu Kata dan Satu Tindakan antara Pemda, BI dan Perbankan menjadi kunci kesuksesan pelaksanaan kegiatan ini,” tuturnya.

Bali Digital Innovation Festival 2024 akan berlangsung hingga Juli 2024 dan akan diisi dengan berbagai kegiatan antara lain seminar/talkshow, road show edukasi transformasi digital serta edukasi perlindungan terhadap konsumen dan menjadi konsumen yang cerdas.

Turut hadir pada kesempatan pagi ini Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, Kepala BPS Provinsi Bali Endang Retno Sri Subiyandani, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali, pimpinan perbankan serta para siswa dan mahasiswa baik yang mengikuti kegiatan ini secara offline dan online. ( MT – 001)

Tiga Tahun Pencapaian Kepemimpinan Bupati Gede Dana-Wabup Artha Dipa

Amlapura, MatahariTimur – Tiga tahun kepemimpinan Bupati Karangasem, I Gede Dana bersama Wabup Wayan Artha Dipa, banyak membawa perubahan dan kemajuan dalam pembangunan di Kabupaten Karangasem. Sejak dilantik oleh Gubernur Bali, Bupati Gede Dana berkomitmen dan konsisten melaksanakan Visi, Misi dan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Karangasem yang dituangkan dalam Peraturan Daerah tentang RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Karangasem Tahun 2021-2026.

Dalam acara peringatan tiga tahun kepemimpinan Bupati Gede Dana dan Wabup Wayan Artha Dipa yang digelar di Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) Karangasem, Kamis (28/3/2024), Gede Dana menyampaikan, capaian pendapatan Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam tiga tahun terakhir, terus mengalami peningkatan. Hal tersebut terlihat dari peningkatan APBD Kabupaten Karangasem, dimana pada tahun 2020 sebesar Rp. 1,47 Trilyun Tahun 2021 sebesar Rp. 1,55 Trilyun, Tahun 2022 sebesar Rp. 1,58 Trilyun dan Tahun 2023 sebesar Rp. 1,64 Trilyun, artinya meningkat sebesar Rp. 61,62 Milyar lebih dari tahun 2022.

Pun demikian dari sisi capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dalam tiga tahun terakhir ini terus mengalami peningkatan. Dari awalnya Tahun 2020 hanya sebesar Rp. 219,17 Milyar, di Tahun 2021 naik menjadi Rp. 252,69 Milyar, Tahun 2022 sebesar Rp. 301,33 Milyar dan Tahun 2023 naik cukup tinggi sebesar Rp. 381,24 Milyar.

Kontribusi terbesar peningkatan PAD disumbangkan dari sektor pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan /Galian C yang terus meningkat. Tahun 2020 sebesar kurang lebih Rp. 23 Milyar, Tahun 2021 sebesar Rp. 51 Milyar, Tahun 2022 sebesar Rp. 96 Milyar dan Tahun 2023 sebesar Rp. 106 Milyar, artinya mengalami peningkatan hampir 5 kali lipat dari tahun 2020. “Hal ini tidak terlepas dari kerja keras dan peningkatan pengawasan melalui kerjasama dengan berbagai stakeholder serta pemanfaatan teknologi informasi berupa digitalisasi pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah,” bebernya.

Potensi-potensi Pendapatan Asli Daerah lainnya perlu digali dan dioptimalkan. “Kami mengajak seluruh stakeholder baik eksekutif, legislatif dan seluruh komponen untuk bahu-membahu menggali potensi dengan tujuan meningkatkan pendapatan untuk pendanaan pembangunan daerah yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Gede Dana, sembari berpesan kepada pengusaha-pengusaha utamanya pengusaha Galian C dalam melakukan usahanya untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan melalui rehabilitasi bekas lahan tambang sehingga kelestarian alam dan lingkungan dapat tetap terjaga.

Pihaknya juga berupaya mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan daerah sesuai visi-misi Pemerintah Kabupaten Karangasem yang dijabarkan melalui 5 Bidang Prioritas Pembangunan Daerah, yakni Bidang Sandang, Pangan dan Papan, Bidang Kesehatan dan Pendidikan, Bidang Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan, Bidang Adat, Agama, Tradisi, Seni dan Budaya serta Bidang Pariwisata,

Untuk meningkatkan kesejahteraan petani, pembangunan pertanian diarahkan dengan melakukan penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan tanaman rempah-rempah nusantara, termasuk peningkatan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada masyarakat seperti jalan usaha tani, traktor, mesin tanam padi, bangunan irigasi dan embung pertanian.

“Hortikultura merupakan salah satu sub sektor pertanian yang potensial untuk meningkatkan kesejahteraan petani, hal ini diwujudkan melalui pengembangan kawasan komoditas hortikultura seperti kelapa, salak, durian, alpukat, kacang tanah dan mete. Kebijakan lain yang ditempuh yaitu intervensi pengusaha hotel dan restoran perlu kami lakukan melalui penyiapan regulasi untuk memanfaatkan hasil produksi pertanian lokal, pemetaan potensi dan pengembangan industri pengrajin dan petani arak,” sebutnya.

Dalam mengatasi defisit beras didorong gerakan diversifikasi pangan non beras dengan pangan lokal pengganti beras seperti ubi, jagung dan ketela. Untuk mendukung kebijakan tersebut pihaknya mendorong pemanfaatan secara optimal tanah pekarangan, lahan kosong, dan lahan tidak produktif untuk ditanami tanaman pengganti beras.

Di sektor pertanian dilakukan upaya pemeliharaan dan peningkatan pembangunan jaringan irigasi menjadi prioritas untuk meningkatkan produksi padi, yang terpenting bagaimana meningkatkan kapasitas SDM pertanian dan daya saing produk pertanian, melalui bimbingan teknis pengolahan hasil pertanian, penanggulangan hama dan penyakit tanaman.

“Pembinaan petani Arak Bali, dimana kita ketahui bahwa Arak Bali telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia oleh Kementerian Penddikan Kebudayan dan Ristek RI dan telah memperoleh sertifikat HAKI dari Kemenkum HAM RI,” ucap Gede Dana.

Dibidang sandang diarahkan untuk penyediaan bahan baku tenun melalui pengembangan tanaman kapas. Ini juga untuk mendukung produksi kerajinan tenun lokal, sekaligus mempertegas regulasi penggunaan kain endek Karangasem bagi instansi pemerintah dan swasta. Tahun 2024 Kebijakan Pemerintah Kabupaten Karangasem mengadakan kain endek untuk seluruh pegawai dengan memanfaatkan hasil produk kerajinan tenun lokal. Peningkatan promosi dan pemasaran produk serta memfasilitasi hak kekayaan intelektual hasil tenun khas Karangasem.

Bidang papan, pembangunan diarahkan pada penataan kawasan perkotaan dan perdesaan untuk peningkatan kualitas lingkungan perumahan melalui pemberian bantuan penanganan Rumah Tidak Layak Huni dari tahun 2021 sampai dengan tahun 2023 sudah tertangani sebanyak 1.293 unit rumah dan tahun 2024 direncanakan penanganan sebanyak 791 unit.

Kabupaten Karangasem terus mendorong laju pertumbuhan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan Masyarakat. Pertumbuhan ekonomi kabupaten karangasem sempat mengalami penurunan diakibatkan oleh melemahnya sektor-sektor ekonomi sebagai dampak pandemi covid-19.

“Mulai menggeliatnya pertumbuhan ekonomi secara makro dalam berbagai sektor, mengakibatkan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Karangasem. Pada Tahun 2022 sebesar 6,98 persen menurun sebesar 0,42 persen ditahun 2023 sehingga menjadi 6,56,” bebernya.

Terkait Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Karangasem, upaya-upaya yang dilakukan pyaitu mengurangi beban pengeluaran meliputi bantuan pangan, pemasangan jaringan air bersih, perbaikan rumah tidak layak huni, perbaikan sanitasi, bantuan pakaian, layanan jaminan kesehatan dan akses layanan Kesehatan sehingga pada tahun 2023 kemiskinan ekstrem turun menjadi 48 KK.

“Untuk meningkatkan akses layanan Kesehatan kepada masyarakat kami mengembangkan program layanan Antar Jemput Pasien (AJP) dan Antar Jemput Jenazah (AJJ),” tandasnya.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan pada RSUD, Puskesmas dan Pustu difokuskan pada peningkatan jumlah tenaga kesehatan seperti : dokter spesialis, perawat, bidan dan tenaga kesehatan lainnya yang sudah diangkat melalui CPNS dan P3K pada tahun 2021 dan diupayakan penambahan formasi pada tahun 2024 ini, bahkan akan mengangkat tenaga kontrak dokter dan tenaga medis lainnya.

Upaya pemenuhan jaminan Kesehatan masyarakat terus ditingkatkan melalui pemenuhan jaminan kesehatan seluruh masyarakat Karangasem melalui program UHC. “Dengan status UHC, seluruh Masyarakat Karangasem secara otomatis sudah memperoleh akses layanan dan jaminan Kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP Elektronik. Tidak harus dengan kartu jaminan Kesehatan sehinga masyarakat sebaiknya wajib memiliki KTP Elektronik,” tegas Gede Dana.

Pembangunan Bidang Pendidikan, lanjut dia, diarahkan untuk peningkatan akses dan kualitas pendidikan dan untukmeningkatkan kualitas sumber daya manusia, pihaknya memberikan perhatian yang serius kepada lususan SMA/SMK untuk bisa melanjutkan kuliah di Karangasem.

“Kami sudah mendirikan Perguruan Tinggi Negeri/Politeknik Negeri Bali di Karangasem, ditahun 2023 sudah menerima mahasiswa dengan jurusan D3 Perhotelan dan D3 Administrasi Bisnis sebanyak 46 orang. Dari 46 orang tersebut sebanyak 24 orang mendapat beasiswa bebas SPP dan tambahan uang saku 900 ribu per bulan, sehingga kami berharap bapak/ibu yang memiliki anak atau keluarga sangat tepat dikuliahkan di Karangasem,” sebut Gede Dana.( MT – 001)

Bupati Karangasem Buka Musrenbang RKPD 2024

0

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Karangasem Tahun 2024. Musrenbang RKPD 2024 dilaksanakan dalam rangka Penyusunan RKPD Semesta Berencana Kabupaten Karangasem Tahun 2025, berlangsung di Wantilan Sabha Prakerthi Kantor Bupati Karangasem, Rabu (27/3). Penyusunan RKPD Tahun 2025 dirancang dengan tema “Peningkatan Ekonomi dan Sosial melalui Pembangunan Pertanian yang Tangguh dan Mandiri, Pengembangan SDM yang Handal, Pembangunan Pariwisata dan Budaya, Peningkatan Ketahanan Bencana didukung Infrastruktur yang Memadai.”

Dalam sambutannya, Bupati Karangasem I Gede Dana menekankan bahwa tujuan utama pembangunan adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Indikator makro ekonomi suatu daerah, termasuk Laju Pertumbuhan Ekonomi, Persentase Kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Tingkat Pengangguran Terbuka dan tingkat pemerataan pendapatan (Gini Rasio) menjadi fokus utama.

Sektor pertanian dan pariwisata menjadi kontributor terbesar untuk Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Karangasem. Namun, Bupati Dana mengungkapkan bahwa produktivitas dan daya saing pertanian masih rendah, sehingga diperlukan upaya inovatif untuk mengoptimalkan potensi di sektor ini.

Bupati Dana juga menyampaikan bahwa Persentase kemiskinan Kabupaten Karangasem Tahun 2023 masih menduduki posisi tertinggi diantara 9 Kabupaten/Kota di Bali. “Untuk itu kami mengajak seluruh komponen baik pemerintah dan swasta untuk bersama-sama secara serius berupaya menyelesaikan permasalahan ini,” ujarnya.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Karangasem juga masih cukup rendah dibandingkan Kabupaten/Kota lain di Bali. Bupati menyebutkan, Hal ini diakibatkan oleh penduduk Karangasem yang berpendidikan SMA ke atas lebih banyak merantau ke luar Karangasem baik untuk melanjutkan kuliah atau untuk mencari pekerjaan. “Untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sudah kita persipakan melalui pendirian perguruan tinggi negeri di Karangasem bekerja sama dengan Politeknik Negeri Bali,” ungkapnya.

Namun, kata Bupati ,yang terpenting lagi adalah bagaimana Pemerintah Daerah mampu menciptakan lapangan pekerjaan dengan penigkatan investasi melalui kemudahan perizinan berusaha. “Selain itu juga tidak kalah penting bagaimana kita berupaya untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja kita melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi serta perluasan informasi ketenagakerjaan dengan program Job Fair melalui kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yangmembutuhkan tenaga kerja sesuai kompetensi yang dimiliki.

“Hal ini akan menimbulkan multi player efek utamanya untuk menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, menurunkan persentase kemiskinan, peningkatan IPM yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Bupati Dana dalam sambutannya juga mengingatkan bahwa, dengan keterbatasan pendanaan yang Pemerintah miliki dan peningkatan kebutuhan belanja, diharapkan seluruh perangkat daerah dapat memprioritaskan program kegiatan strategis yang mendukung pencapaian Visi, Misi, Arah Kebijakan dan Program Prioritas Pemerintah Kabupaten Karangasem sebagai bahan pertimbangan untuk mengalokasikan pagu di masing-masing Perangkat Daerah.

Kepala Bappeda kabupaten Karangasem, I Nyoman Sutirtayasa, mengatakan bahwa Musrenbang RKPD Kabupaten merupakan forum musyawarah antar pemangku kepentingan pembangunan di tingkat Kabupaten. Tujuannya adalah untuk membahas Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Semesta Berencana Kabupaten Karangasem Tahun 2025.

Sehingga nanti dapat Menyepakati permasalahan pembangunan Daerah. Menyepakati prioritas pembangunan Daerah. Menyepakati program, kegiatan, pagu indikatif, indikator dan target kinerja serta lokasi kegiatan. Penyelarasan program dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan provinsi. Klarifikasi usulan program dan kegiatan Desa/Kelurahan yang merupakan kewenangan daerah kabupaten yang diusulkan berdasarkan hasil Musrenbang Kecamatan.

Sutirtayasa melaporkan, dari serangkaian tahapan yang sudah Pemerintah lakukan, dalam Rancangan RKPD Semesta Berencana Kabupaten Karangasem Tahun 2025, berdasarkan Rancangan Renja Perangkat Daerah Tahun 2025, terangkum usulan Program, Kegiatan dan Sub Kegiatan Perangkat Daerah sebanyak 207 Program, 504 Kegiatan, 1.533 Sub Kegiatan dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 2.227.394.471.385,(Dua Trilyun Dua Ratus Dua Puluh Tujuh Milyar Tiga Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Empat Ratus Tujuh Puluh Satu Ribu Tiga Ratus Delapan Puluh Lima Rupiah).

Peserta Musrenbang Kabupaten Karangasem Tahun 2024 adalah Perwakilan DPRD, Perangkat Daerah, Delegasi Desa, Majelis Desa Adat, Organisasi Profesi dan Stakeholder lainnya. Kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan program dan kegiatan yang berdampak pada pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Karangasem.( MT – 001)

Pemerintah Daerah Karangasem Bersinergi Dengan KPK RI untuk Meningkatkan Pencegahan Tindak Pidana Korupsi

0

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem, I Gede Dana, memimpin Rapat Koordinasi Program Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TPK) Tahun 2024 yang diadakan di Wantilan Sabha Prakerthi pada hari Selasa, (26/3) di Wantilan Sabha Prakerthi Kantor Bupati Karangasem. Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Kasatgas Korsup Wilayah V KPK RI, Nurul Ichsan Alhuda, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Karangasem menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kasatgas Korsup Wilayah V KPK RI dan jajarannya yang hadir di Kabupaten Karangasem. Pemerintah Kabupaten Karangasem juga memberikan apresiasi dan dukungan atas komitmen KPK RI dalam upaya bersinergi dengan Kabupaten Karangasem dalam pencegahan dan pemberantasan TPK pada Pemerintah Daerah melalui perbaikan sistem, terutama melalui MCP (Monitoring Center for Prevention).

MCP merupakan sistem yang memberikan informasi capaian kinerja program koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi yang dilaksanakan oleh seluruh Pemerintahan Daerah di Indonesia.

“Berdasarkan capaian penilaian MCP Tahun 2023, Pemerintah Kabupaten Karangasem mendapatkan nilai sebesar 92,31% dan berada di peringkat ke-9 dari 10 Pemerintah Daerah dan Provinsi Bali, serta peringkat ke-55 tingkat Nasional. Meskipun telah ada program koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkannya,” ujarnya.

Bupati Dana mengatakan, pedoman MCP Tahun 2024 memberikan beberapa perubahan pada area pencegahan korupsi, termasuk pemisahan area Perencanaan dan Penganggaran yang sebelumnya menjadi satu area pada Tahun 2023. Selain itu, area Tata Kelola Dana Desa tidak termasuk sebagai area pencegahan korupsi, tetapi tetap harus dilakukan pengawasan karena Desa mengelola dana yang besar. Beberapa area lain juga diperluas, seperti pada area perizinan yang memasukkan sektor layanan publik sebagai area pencegahan korupsi.

“Saya minta OPD Pengampu MCP untuk memperhatikan pedoman ini dengan serius, berkoordinasi dengan instansi terkait dan menghubungi admin MCP jika ada hal yang kurang dimengerti,”tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Karangasem memiliki harapan besar terhadap Tim Korsup Wilayah V KPK RI untuk membantu dan memfasilitasi peningkatan capaian di Tahun 2024. Bupati Karangasem juga meminta komitmen dari para Kepala OPD Pengampu dan OPD/Instansi terkait dengan MCP yang dikoordinir oleh Sekretaris Daerah untuk bersama-sama meningkatkan capaian di Tahun 2024.

Rapat ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta, serta berbagai pihak lainnya seperti Kepala Ombudsman Perwakilan Provinsi Bali, Kepala Kantah BPN Kabupaten Karangasem, dan Kasi Datun Kejaksaan Negeri Karangasem. Kehadiran Tim Korsup Wilayah V KPK RI menunjukkan komitmen tinggi KPK RI terhadap pencegahan dan pemberantasan korupsi di Kabupaten Karangasem.

Pemerintah Daerah Karangasem berkomitmen untuk menindaklanjuti rapat ini dengan mencermati pedoman yang telah diberikan, mengikuti arahan yang diberikan, dan memenuhi dokumen-dokumen yang harus dipenuhi sebagai bentuk komitmen dalam mencegah dan memberantas korupsi di Kabupaten Karangasem. ( MT – 001 )

Pemkab Karangasem Tanggapi Catatan Dewan Terkait Catatan Strategis dan Rekomendasi DPRD Terhadap LKPJ Tahun 2023

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem, I Gede Dana menghadiri Rapat Paripurna Istimewa tentang penyampaian catatan strategis dan rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati Karangasem Tahun 2023 yang di laksanakan di Gedung DPRD Karangasem, Senin (25/3/2024). Dimana berbagai catatan strategis disampaikan dewan berkaitan dengan pelaksanaan APBD Karangasem Tahun 2023.

Kepada awak media, Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta, Selasa (26/3/2024) menyampaikan jika materi LKPJ yang disampaikan tersebut telah mendapatkan pembahasan secara internal di DPRD Karangasem. Dan ada beberapa catatan strategis yang disampaikan dewan, salah satunya terkait dengan Sisa Lebih Penghitungan Anggaran (SILPA).

Sedana Merta mengaku telah mengkonfirmasi hal tersebut dengan Kepala BPKAD Kabupaten Karangasem, I Wayan Ardika. BPKAD mengklarifikasi angka yang disebutkan oleh dewan, dimana SILPA Tahun 2023 itu bukan Rp. 238 Milyar melainkan sebesar Rp. 177 Milyar.

“DPRD menyampaikan total Silpa 2023 sejumlah Rp 238 milyar, itu sebenarnya data sementara, yang dikirim BPKAD pada saat penyusunan LKPJ 2023 pada 20 Januari 2024,” ungkap Sedana Merta.

Sekda menambahkan, bahwa nilai besaran SILPA Tahun 2023 itu sejatinya belum bisa dipastikan karena Laporan Keuangan Pemerintah Daerah 2023 masih dalam audit BPK. Pada saat itu Silpa belum bisa ditentukan berapa angka pastinya karena masih menunggu laporan pendapatan dan belanja Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang dikelola Disdikpora dan Dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) yang dikelola Dinas kesehatan.

“Baru setelah tanggal 28 Januari 2024 dapat diketahui keseluruhan pendapatan dan belanja disemua OPD, sehingga muncul catatan laporan Keuangan Pemkab Karangasem UNAUDITED BPK SILPA 2023, sejumlah Rp. 177 Milyar,” jelas Sekda Sedana Merta.

Dari jumlah 177 Milyar itu, dapat dirinci pengunaan nya kedepan dengan rincian SILPA terikat sekitar Rp. 53 Milyar, untuk menutupi Devisit/SILPA berjalan 2024 sebesar 61 M, dan silpa yg sifatnya bebas sekitar Rp. 61 M. SILPA bebas ini akibat adanya pelampauan pendapatan dan sisa tender proyek.

Dikonfirmasi kembali, terkait dengan target dan capaian PAD 2023, Sekda Sedana Merta juga mengatakan telah mendapatkan laporan dari Kepala BPKAD Karangasem, I Wayan Ardika. Pihaknya juga mengklarifikasi angka realisasi PAD yang disebutkan oleh dewan sebesar Rp. 253 Milyar, yang benar adalah RP. 381 Milyar. “Terkait target dan capaian PAD merupakan keputusan dan kesepakatan yang dicapai dalam pembahasan antara legislatif dan eksekutif. Namun, sesuai dengan usul dan saran anggota DPRD Karangasem, kami akan terus menggali potensi-potensi yang dimiliki Karangasem dalam rangka meningkatkan PAD Kabupaten Karangasem,” imbuhnya.

Dan peningkatan PAD ini akan digunakan untuk belanja BKK ke Desa Adat, Banjar Adat dan Subak serta tambahan untuk Dana Desa yang merupakan Dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah. Juga peningkatan pendapatan ini akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan antar jemput pasien.

Dalam konferensi pers, Sekda Sedana Merta juga menjelaskan berkaitan dengan jumlah tenaga kontrak atau pegawai Non ASN yang jumlahnya melebihi jumlah PNS dan PPPK yang masuk dalam catatan Dewan. Diakuinya keberadaan tenaga Non ASN dalam lingkup pemeritahan daerah sangat penting untuk memenuhi kekurangan tenagga PNS dan PPPK.

“Memang dari sisi gaji yang diberikan kepada tenaga non ASN saat belum maksimal sesuai dengan UMK, namun demikian kami tetap berusaha memberikan yang terbaik dan penghasilan yang layak menyesuaikaan dengan kemampuan keuangan daerah,” ujar Sedana Merta.

Dari hasil Rakor Bupati Karangasem dengan Kementrian PANRB beberapa waktu lalu, untuk tahun ini, ditegaskan Sedana Merta, Pemkab Karangasem mendapatkan alokasi formasi ASN sebanyak 2.848 orang, terdiri dari formasi PNS sebanyak 172 dan formasi PPPK sebanyak 2.676. Formasi PPPK sebanyak 2.676 ini, sesuai dengan usulan kebutuhan yang sebelumnya telah disampaikan Pemerintah Kabupaten Karangasem, dimana tenaga non ASN sesuai pada pangkalan database BKN tercatatkan sebanyak 2.676 orang. Hal ini selaras dengan kebijakan pemerintah pusat berencana menuntaskan keberadaan tenaga non ASN sampai akhir tahun 2024.

“Inilah perjuangan Bapak Bupati, dan kami beraharap tenaga Non ASN bisa mempersiapkan diri untuk bisa ikut dalam seleksi CPNS dan PPPK yang sesuai rencana akan dilaksanakan tahun 2024 ini,” tegasnya.

Sementara, terkait Pokir sejatinya semuanya usulannya sudah masuk dalam Musrenbang secara berjenjang, hanya saja usulan-usulan yang mendesak atau urgen yang masuk skala prioritas utama untuk dianggarkan dan dilaksanakan lebih dulu. Sementara usulan lainnya akan dilaksanakan pada tahun anggaran berikutnya menyesuaikan dengan kondisi anggaran pemerintah.

Sekda Sedana Merta juga menyampaikan pesan Bupati Karangasem bahwa rekomendasi dan catatan strategis DPRD yang diberikan terhadap LKPJ Kepala Daerah Kabupaten Karangasem Tahun 2023 sangat positif bagi pemerintahan daerah. “Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, rekomendasi DPRD terhadap LKPJ kami jadikan sebagai bahan dalam Penyusunan perencanaan pada tahun berjalan dan tahun berikutnya, Penyusunan anggaran pada tahun berjalan dan tahun berikutnya dan Penyusunan Peraturan Daerah, Peraturan Bupati dan atau kebijakan strategis kepala daerah,” jelasnya.

“Bapak Bupati mengucapkan terima kasih atas pembahasan yang telah dilaksanakan terhadap LKPJ Kepala Daerah Kabupaten Karangasem Tahun 2023 dan atas rekomendasi dan catatan strategis DPRD yang sudah dirumuskan kemarin. Menurutnya, hal tersebut adalah demi kemajuan Kabupaten Karangasem,” tutupnya. ( MT – 001)

Wujud Komitmen Pemerintah Daerah Tingkatkan Kerukunan Antar Umat Beragama di Karangasem

0

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana kembali menyapa umat Muslim, terutama pada Bulan Suci Ramadan tahun 2024. Acara bertempat di Masjid Ar Rahman, Banjar Dinas Karang Cermen, Desa Tegallinggah, Kecamatan Karangasem, Selasa (19/3/2024) sore, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem Ketut Sedana Merta dan Forkopimda Karangasem.

Sebelum menyampaikan sambutannya, Bupati Dana menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa atas nama Pemerintahan Daerah Kabupaten Karangasem kepada umat Muslim yang telah memulainya sejak 12 Maret 2024. Dia berharap agar mereka diberikan kemudahan dan kesehatan dalam menjalankan kewajiban tersebut.

Menyapa umat Muslim merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem, atas usulan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karangasem. Ini sejalan dengan Visi Misi Pembangunan Karangasem, terutama dalam implementasi Program Prioritas Bidang 4, yang mencakup Adat, Agama, Tradisi, Seni, dan Budaya.

Bupati Dana menekankan bahwa kegiatan ini juga merupakan bentuk moderasi beragama untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Karangasem. Ia mengingatkan bahwa keberadaan umat Muslim di sana tidak dapat dipisahkan dari sejarah, dimulai sejak abad ke-16. Hubungan dekat antara umat beragama di Karangasem telah melahirkan akulturasi budaya unik yang menggabungkan elemen-elemen Bali dan Islam.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dana mengajak seluruh hadirin untuk menjaga toleransi, kerukunan, dan akulturasi budaya sebagai aset berharga dalam konsep “Menyama Braya”. Dia juga mengajak para tokoh masyarakat dan ulama untuk bersama-sama memperkuat moderasi beragama guna menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Karangasem.

Tak hanya itu, Bupati Dana juga mengingatkan umat Muslim untuk bersinergi dengan Pemerintah daerah dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam mewujudkan “Karangasem Era Baru” yang pradnyan, kertih, shanti, dan nadi melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana.

“Semoga acara ini dapat menjadi langkah konkret dalam memperkokoh solidaritas dan kebersamaan dalam mewujudkan kemajuan bagi Kabupaten Karangasem,”tutupnya. ( MT – 001)