24.3 C
Bali
1 November 2026
Beranda blog Halaman 4

Refleksi Akhir Tahun 2025, Sutjidra-Supriatna Masifkan Sejumlah Pembaharuan untuk Buleleng

0

Buleleng, Matahari Timur – Merefleksikan progres pembangunan sepanjang tahun 2025, Bupati I Nyoman Sutjidra merencanakan sejumlah pembangunan untuk meningkatkan tata kelola dan pelayanan publik serta memperindah wajah kota.

Sejumlah progres pembangunan dalam rangka program prioritas menunjang visi misi dan asta cita pemerintah dikebut pasangan Bupati I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna di tahun 2026. Hal tersebut dipaparkan Bupati Sutjidra dalam acara refleksi akhir tahun pembangunan 2025 yang dirangkaikan dengan Pajak Awards 2025 di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Kamis (18/12/2025).

Setelah berhasil melakukan efisensi pada sejumlah anggaran untuk membiayai program prioritas, Bupati Sutjidra menyampaikan, tahun depan program peningkatan infrastruktur seperti revitalisasi sekolah, revitalisasi RSUD, peningkatan ruas jalan akan dilanjutkan. Begitu pula dengan penataan titik nol Singaraja, eks pelabuhan Buleleng, dan penataan kawasan Lovina digenjot mulai awal 2026. Kemudian pementasan kesenian tradisional di ruang terbuka hijau maupun menghidupkan kembali festival kesenian kecamatan sebagai upaya pelestarian seni dan budaya. Terobosan-terobosan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, melestarikan nilai sejarah, serta meningkatkan perekonomian daerah. “Ya. Lebih masif lagi selain dari infrastruktur, jalan, dan irigasi,” ujarnya.

Ditambahkan, progres pembangunan ini tentunya melalui sinergi dari berbagai pihak. Salah satunya melalui program Desa Sadar dan Taat Bayar (STAR) Pajak. Program ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi Pemerintah Kabupaten dengan pemerintahan di desa dalam meningkatkan dan menggali sumber-sumber pendapatan daerah di bidang pajak. Dengan sinergi ini, dilaporkan BPKPD hingga 18 Desember 2025, pendapatan daerah di bidang pajak sudah melewati target yakni 109 persen. “Sumbangsih ini akan mendukung pembiayaan program-program infrastruktur di masa depan,” ujarnya.

Sebagai penutup, Bupati Sutjidra mengucapkan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran birokrasi yang telah menjadi penggerak utama mesin pemerintahan di Kabupaten Buleleng. Sehingga sejumlah target pembangunan bisa diselesaikan tepat waktu. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengawal pembangunan menuju Buleleng yang lebih sejahtera. (MT-003)

Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Apresiasi Anak Berprestasi Tingkat Nasional hingga Internasional

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna memberikan apresiasi kepada anak-anak Buleleng yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional. Apresiasi tersebut diberikan dalam pertemuan bersama anak-anak berprestasi di Kantor Bupati Buleleng, Kamis (18/12). Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap pengembangan potensi generasi muda melalui dunia pendidikan.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Buleleng menyerahkan piagam penghargaan dan bingkisan kepada lima anak yang telah mengharumkan nama Kabupaten Buleleng. Capaian ini menunjukkan bahwa anak-anak Buleleng memiliki daya saing dan potensi besar untuk berkembang di tingkat yang lebih tinggi.

Adapun anak-anak berprestasi yang menerima apresiasi, yaitu Putu Bunga Adelia Pregiwa Dewi dari Sekolah Laboratorium Undiksha yang meraih Runner Up III Kids Star Internasional Tahun 2025 di Thailand. Kadek Mia Athalia Wijaya dari SD Negeri 2 Tinga-Tinga sebagai Finalis Dokter Kecil Tingkat Nasional Tahun 2025. Selain itu, Kadek Mia Athalia Wijaya, Putu Reza Arya Pradnyana, Putu Diah Giri Putri, dan Abraham Halomoan Sihombing dari SD Negeri 2 Tinga-Tinga juga berhasil meraih predikat Sahabat Sekolah Dasar Tingkat Nasional Tahun 2025.

Bupati Sutjidra menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih anak-anak Buleleng, khususnya yang berasal dari sekolah-sekolah di wilayah pedesaan. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih prestasi terbaik.

“Kita pernah kunjungi SDN 2 Tinga-Tinga. Sekolahnya bersih, lingkungannya tertata dengan baik, dan anak-anaknya berprestasi. Bahkan kepala sekolahnya juga menjadi kepala sekolah berprestasi, serta sekolahnya meraih predikat Sahabat Sekolah Dasar tingkat nasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Sutjidra menyoroti prestasi Kadek Mia Athalia Wijaya sebagai Finalis Dokter Kecil tingkat nasional yang dinilai sangat membanggakan. Ia menyebutkan bahwa prestasi tersebut membuka peluang besar bagi masa depan anak-anak.

“Ini luar biasa karena prestasi Dokter Kecil tingkat nasional ini memberikan golden ticket bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kedokteran tanpa tes. Walaupun sekolahnya berada di desa, tetapi prestasinya sangat luar biasa dan patut menjadi contoh,” tegasnya.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng akan memberikan dukungan berkelanjutan kepada anak-anak berprestasi melalui pembinaan dan fasilitasi pendidikan sesuai dengan jenjang dan potensi masing-masing. Ia menyatakan akan menyusun klaster-klaster anak berprestasi dan mendorong mereka mendapatkan akses pendidikan yang terbaik.

“Sekolah-sekolah unggulan siap mengakomodir mereka sesuai jenjang pendidikannya. Pemerintah akan membantu dan mendampingi proses tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, terkait prestasi Putu Bunga Adelia Pregiwa Dewi yang masih duduk di kelas I Sekolah Dasar namun mampu berprestasi di tingkat internasional, Bupati Sutjidra menyampaikan kekagumannya.

“Ini luar biasa, kelas satu SD sudah bisa tampil hingga ke luar negeri dan tidak hanya tampil, tetapi juga berprestasi. Ini menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki potensi besar jika dibina dengan baik sejak dini,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Bupati Buleleng berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi anak-anak Buleleng lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ia berharap anak-anak berprestasi ini bisa menjadi inspirasi dan menularkan semangat disiplin serta prestasi kepada teman-teman yang lain. Ia juga menjanjikan bahwa Pemkab Buleleng akan terus hadir mendukung anak-anak berprestasi. (MT-003)

Gubernur Koster Resmi Luncurkan Domain .ᬩᬮᬶ.id

0

Denpasar, Matahari Timur – Gubernur Bali Wayan Koster resmi meluncurkan Second Level Domain .ᬩᬮᬶ.id (bali dot id) yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Werdhi Budaya – Art Centre, Denpasar, pada Kamis, Wraspati Paing, Medangsia), (11/12). Peluncuran domain ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas digital Bali, sekaligus mengukuhkan jati diri Bali di ruang digital global.

Acara dihadiri oleh Perwakilan dari Komdigi, Perwakilan dari Rektor Universitas Udayana beserta jajaran, pimpinan dan jajaran Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), akademisi, praktisi IT, pelaku industri kreatif, media, komunitas digital, penyuluh bahasa Bali, serta seluruh undangan.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa .ᬩᬮᬶ.id bukan sekadar domain baru, tetapi representasi branding Bali yang modern dan kuat, tanpa meninggalkan akar budaya.

“Peluncuran .ᬩᬮᬶ.id adalah bentuk nyata kedaulatan budaya Bali (cultural sovereignty) di dunia digital,” ujarnya.

Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, serta mendukung enam bidang prioritas pembangunan Bali 2025–2030, khususnya sektor Ekonomi Kreatif dan Digital, serta program Bali Pulau Digital. Domain .ᬩᬮᬶ.id diharapkan menjadi ruang baru bagi UMKM, desa adat, talenta muda, akademisi, dan pelaku industri kreatif untuk mempresentasikan karya serta jati diri Bali secara global dengan tetap berlandaskan kearifan lokal.

Gubernur Koster juga menekankan bahwa kehadiran aksara Bali dalam domain ini menjadi simbol penting hadirnya budaya Bali di dunia maya.

“Aksara Bali kini tidak hanya dikenal di Bali, tetapi juga dapat muncul di ruang digital global,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Koster mengumumkan langkah strategis berikutnya, yakni upaya pendaftaran Geographic Top-Level Domain (gTLD) .BALI (dot Bali) ke ICANN.

Pemerintah Provinsi Bali dan PANDI telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai tahap awal. Bila berhasil, .BALI akan menempatkan Bali sejajar dengan wilayah dunia yang memiliki domain geografis seperti .tokyo, .paris, dan .nyc, sekaligus memperkuat legitimasi identitas digital Bali secara internasional.

Di akhir sambutannya, Gubernur Koster mengajak seluruh masyarakat Bali untuk memanfaatkan keberadaan .ᬩᬮᬶ.id secara luas sebagai alat perubahan, ruang kolaborasi, serta sarana memperluas jangkauan karya dan budaya Bali.

Peluncuran .ᬩᬮᬶ.id diharapkan menjadi momentum penting dalam perjalanan transformasi digital Bali sebuah transformasi yang berlandaskan budaya, menggerakkan ekonomi, dan mempersiapkan Bali menyongsong masa depan yang adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Sementara itu, Rektor Universitas Udayana yang diwakili oleh Kepala LPPM, I Nyoman Suarsana, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap peluncuran second level domain .ᬩᬮᬶ.id. Ia menegaskan bahwa Aksara Bali merupakan aksara pertama di Indonesia yang memperoleh legitimasi di ruang digital nasional, sebuah pencapaian penting yang semakin memperkuat posisi Bali dalam kancah teknologi dan kebudayaan.

Udayana, menurutnya, sangat mendukung kolaborasi ini dan berterima kasih karena telah dilibatkan dalam proses pengembangannya.

“Kebijakan ini, dengan peresmian hari ini, akan menjadi payung penting dalam upaya melindungi gerak Kita dalam pelestarian Aksara Bali di era digital,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat Bali memiliki kewajiban moral untuk ikut menjaga dan memanfaatkan identitas digital berbasis aksara Bali ini. Ke depan, Universitas Udayana berkomitmen untuk mengawal riset dan pengembangan domain .ᬩᬮᬶ.id, memastikan pemanfaatannya berjalan optimal, serta memperkuat sinergi riset untuk memecahkan berbagai permasalahan masyarakat Bali melalui inovasi digital.

Selanjutnya, Ketua PANDI, John Sihar Simanjuntak, menyatakan bahwa PANDI sebagai registry nama domain .id merasa bangga dapat mempersembahkan peluncuran .ᬩᬮᬶ.id kepada masyarakat Bali. Ia menegaskan bahwa domain ini bukan sekadar alamat internet, tetapi jembatan antara kemajuan teknologi dan pelestarian budaya, serta ruang digital tempat budaya Bali dapat hidup dan berkembang.

“Peluncuran second level domain ini adalah realisasi kerja sama antara PANDI dan Pemerintah Provinsi Bali. Melalui .ᬩᬮᬶ.id, kami ingin menghadirkan ruang digital yang resmi dan berkarakter Bali, lengkap dengan aksara Bali,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa peluncuran ini menjadi momentum penting untuk memajukan budaya Bali ke dunia digital dan memperkuat posisi Bali dalam ekosistem internet global. Kolaborasi ini melibatkan Pemerintah Provinsi Bali, Dinas Kominfosanti, Dinas Pendidikan, Universitas Udayana, hingga komunitas budaya.

PANDI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Bali atas dukungan penuh yang telah diberikan sejak awal proses. Ke depan, PANDI menargetkan agar pemanfaatan aksara Bali semakin masif, termasuk mendorong penggunaannya di sekolah-sekolah serta memperjuangkan standarisasi Aksara Bali di Unicode sebagai langkah strategis untuk memperluas penggunaannya secara global.

Dengan peluncuran .ᬩᬮᬶ.id, serta dukungan kuat dari pemerintah daerah, akademisi, dan PANDI, Bali kini memasuki fase baru transformasi digital yang tetap kokoh berlandaskan budaya. Domain ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi, pelestarian, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat Bali menuju era digital yang berkarakter dan berdaya saing global. (MT-003)

Musda XII MUI Bali: Koster Ajak Ulama Tetap Solid Jaga Harmoni Pulau Dewata

0

Denpasar, Matahari Timur – Gubernur Bali, Wayan Koster menghadiri Musda XII MUI Provinsi Bali Tahun 2025 pada Minggu (14/12) di Harris Hotel and Convention Centre Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut Koster menjelaskan hubungan antara Pemerintah Provinsi Bali dengan MUI Bali sangat baik. Banyak program-program pemerintah berhasil dijalankan berkat bantuan dari berbagai organisasi di masyarakat termasuk MUI Bali.

“Hubungan kami sangat erat bahkan MUI Bali sudah mendoakan saya menjadi Gubernur Bali, jauh sebelum saya mencalonkan diri sebagai Gubernur,” jelas Koster.

Ia mengenang ketika Bali dilanda Pandemi Covid-19. Perekonomian Bali tumbang, pariwisata lumpuh, wisatawan asing dan domestik tidak ada yang datang ke Bali. Di saat-saat kritis seperti itu MUI bersama dengan organisasi masyarakat lainnya tidak berpangku tangan. Mereka aktif mensosialisasikan dan menggerakkan masyarakat untuk patuh terhadap anjuran-anjuran pemerintah.

Sebagai organisasi berbasis agama, Koster menyampaikan bahwa pelaksanaan Musda MUI Bali tentu akan membawa tujuan yang baik bukan hanya kepada organisasi namun juga kepada masyarakat Bali secara umum.

“Karena ini adalah organisasi keagamaan bukan organisasi politik pasti mengajarkan nilai-nilai kebaikan, persatuan dan kesatuan,” kata Koster.

Sebagai pulau dengan mayoritas penduduk beragama Hindu, namun masyarakat Bali sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar umat beragama. Bahkan selama masa kepemimpinannya, Koster menyampaikan tidak pernah terjadi satu permasalahan pun yang berkaitan dengan agama, suku maupun golongan.

“Sebagai Kepala Daerah tugas saya adalah membangun harmoni di masyarakat,” jelasnya

Koster berharap pelaksanaan Musda XII MUI Provinsi Bali dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Pemilihan pengurus agar dilaksanakan secara musyawarah sehingga MUI Bali akan tetap kompak dan solid dan dapat berkontribusi bersama-sama membangun Bali. (MT-003)

 

(*)

Sidak TPS3R: Sampah Organik Harus Beres di Sumber, TPS3R Tangani Anorganik

0

Badung, Matahari Timur – Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) menekankan pentingnya kemandirian masyarakat dalam menyelesaikan sampah organik di sumbernya. Hal tersebut ditegaskan oleh Duta PSBS PADAS, Ibu Putri Koster, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Percepatan Penanganan Sampah (PSP PADAS) di TPS3R Sapuh Jagat, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, pada Kamis (11/12/2025).

“Sampah organik yang ada di rumah tangga harus selesai di rumah tangga, yang berasal dari sekolah harus selesai di sekolah, dan yang berasal dari tempat ibadah harus selesai di tempat ibadah. Jadi sampah organik harus selesai dikelola di sumbernya,” jelas Ibu Putri Koster.

Ia menekankan bahwa TPS3R seharusnya tidak lagi berkutat dengan sampah organik yang dihasilkan masyarakat. Masyarakat perlu mandiri dalam mengelola sampah organiknya, sementara TPS3R hanya perlu fokus pada pengelolaan sampah anorganik dan residu.

“Kalau sampah organik selesai di sumbernya akan lebih ringan. Itu baru namanya pengelolaan sampah berbasis sumber. Jangan semuanya diambil oleh TPS3R,” tegasnya.

Wanita yang juga Ketua TP PKK Provinsi Bali tersebut meminta Kepala Desa/Perbekel untuk aktif melakukan sosialisasi, edukasi, dan ajakan kepada masyarakat agar mandiri mengelola sampahnya sendiri. Sampah organik harus diselesaikan di masing-masing rumah tangga atau sumbernya, sementara sampah anorganik dan residu dibawa ke TPS3R dan TPST.

“Kepala Desa diberikan kebebasan dalam menentukan pola dan sistem pengelolaan sampah di desanya masing-masing. Jadi Kepala Desa/Perbekel diharapkan memiliki kreativitas dan inovasi dalam menyelesaikan persoalan sampah di desanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Gulingan, I Ketut Winarya, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerapkan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa Gulingan. Masyarakat diwajibkan memisahkan sampah yang dihasilkan sesuai dengan jenisnya.

“Setiap masyarakat ada nomor pemilahannya, jadi kalau ada yang salah atau tidak dipisahkan dengan baik langsung ketahuan. Kami beri tahu, kami edukasi lagi,” jelasnya.

Winarya menambahkan bahwa masyarakat Desa Gulingan sangat mendukung program PSBS yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Bali sesuai Pergub Bali No. 47 Tahun 2019. Ia juga menyampaikan bahwa pola manajemen pengelolaan sampah sudah diterapkan, meski belum berjalan maksimal. Namun dengan sosialisasi dan edukasi yang terus digencarkan, ia optimistis pelaksanaan PSBS akan semakin baik ke depannya.

Sementara itu, Duta PSBS PADAS Ibu Putri Koster menilai pengelolaan sampah TPS3R di Desa Gulingan sudah berjalan cukup baik. Sampah organik dikelola menjadi kompos atau tanah subur, sampah anorganik bernilai ekonomi diambil oleh offtaker, dan sampah residu dibawa ke TPST.

Namun ia berharap ke depan TPS3R tidak lagi berkutat dengan pengelolaan sampah organik. Pengelolaan sampah organik harus sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat di sumbernya, sementara TPS3R fokus pada pengelolaan sampah anorganik dan residu. (MT-003)

Sambut Penutupan TPA Suwung, Bali Perkuat Sistem Olah Sampah

0

Denpasar, Matahari Timur – Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung diminta stop membuang sampah ke Suwung. Kedua kepala daerah agar segera mengoptimalkan tebe modern, TPS3R, TPST, Mesin pencacah dan Dekomposer dan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Penegasan Gubernur Bali Wayan Koster melalui surat pemberitahuan nomor T.00.600.4.15/60957/Setda, perihal pemberitahuan batas waktu penutupan TPA Suwung tanggal 23 desember 2025. Surat penting ini ditujukan kepada Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, tertanggal 5 Desember 2025.

“TPA Suwung harus ditutup paling lambat tanggal 23 Desember 2025, Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung dilarang membawa sampah ke TPA Suwung,” tegas Gubernur Koster.

Walikota Denpasar dan Bupati Badung diminta Gubernur Koster agar
segera menyiapkan pengelolaan sampah di luar TPA Suwung. Mengoptimalkan tebe Modern, TPS3R, TPST, mesin pencacah dan dekomposer. Semua ini guna mempercepat proses pengomposan di rumah tangga, atau memakai model lain.

“Agar dapat menggunakan model pengelolaan sampah ini, maka harus dilakukan pemilahan sampah organik dan bukan organik di tingkat rumah tangga,” katanya.

Koster juga meminta agar segera mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber di rumah tangga sampai tingkat Desa/Kelurahan/Desa Adat, serta menyiapkan pola terbaik dan berkolaborasi dengan para pihak untuk memastikan pengelolaan sampah.

“Segera melakukan sosialisasi kepada warga agar menyiapkan pengelolaan sampah secara mandiri atau bersama-sama dalam kelompok dengan pemilahan sampah organik dan bukan organik di tingkat rumah tangga,” kata Koster.

Koster meminta agar segera melakukan koordinasi teknis menyusun SOP yang melibatkan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Bali, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemerintah Kota Denpasar, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemerintah Kabupaten Badung.

Keberadaan TPA Suwung dengan sistem pembuangan terbuka (open dumping) dinilai menimbulkan dampak lingkungan serius dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Atas temuan itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) melakukan penyelidikan terhadap DKLH Provinsi Bali, DLHK Kota Denpasar, dan DLHK Kabupaten Badung.

TPA Suwung dinilai melanggar UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Perda Provinsi Bali No. 5 Tahun 2011, yang keduanya memiliki ancaman sanksi pidana.

Menanggapi potensi proses hukum tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengajukan permohonan kepada Menteri Lingkungan Hidup agar sanksi pidana tidak diberlakukan. Koster berjuang keras menyelamatkan Bali.

Koster meminta agar pemerintah pusat hanya menerapkan sanksi administrasi, dengan komitmen TPA Suwung ditutup Desember 2025. Komitmen ini merupakan kesepakatan bersama antara Gubernur Bali, Walikota Denpasar, dan Bupati Badung.

KLH kemudian menerbitkan Keputusan Menteri LHK Nomor 921 Tahun 2025, yang memerintahkan penghentian sistem open dumping di TPA Suwung. Dalam keputusan tersebut, UPTD Pengelolaan Sampah Pemprov Bali diberi waktu maksimal 180 hari, yaitu hingga 23 Desember 2025, untuk menghentikan operasional open dumping sejak keputusan diterima 23 Mei 2025 lalu. (MT-003)

Libatkan 9 Instansi, DBFW Sesi 2 Hari ke-5 Tampilkan 80 Wastra Karya Desainer Lokal Bali

0

Denpasar, Matahari Timur – Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) 2025 Sesi 2 hari ke-5 dimeriahkan oleh sembilan instansi di Provinsi Bali yang menampilkan 80 wastra karya desainer lokal Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Sabtu (6/12/2025).

Kesembilan instansi tersebut yakni Telkom Denpasar, PLN Bali, PT Jamkrida Bali Mandara, RSUP Prof. Ngoerah, Perumda Kerta Bali Saguna, BRI Denpasar, PAKIS MDA Provinsi Bali, TP PKK Provinsi Bali, dan TP Posyandu Provinsi Bali.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, tampak tidak pernah absen menghadiri pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) sejak awal kegiatan ini diselenggarakan pada November lalu.

“Ini adalah rangkaian yang sangat panjang. Sebelumnya kita sudah memulai sesi pertama pada 1–7 November 2025. Sangat bagus dan banyak mendapatkan apresiasi,” ujar Kadisperindag Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, dalam sambutannya.

Selain itu, Pameran IKM Bali Bangkit di Taman Budaya Art Centre Denpasar telah menjadi one stop shopping bagi masyarakat yang ingin berbelanja kain tenun tradisional Bali dan berbagai kerajinan lokal Bali lainnya.

“Banyak masyarakat membeli di IKM Bali Bangkit karena mereka meyakini kualitasnya baik dan harganya pantas atau terjangkau,” kata Ngurah Wiryanata.

Hal tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari peran dan perhatian Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, yang sangat konsisten dalam mendorong kemajuan IKM dan UMKM di Bali agar berkembang semakin baik. Bahkan, Pameran IKM Bali Bangkit telah menjadi model studi tiru bagi berbagai provinsi di Indonesia dalam upaya meningkatkan IKM/UMKM lokal di daerahnya.

“Oleh sebab itu, kita mengusung tema Wastra Hita Kara, di mana kain tidak hanya untuk keindahan dan keelokan, namun manfaatnya juga sangat luar biasa,” jelas Ngurah Wiryanata.

Ia berharap Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) tidak hanya dapat memperkenalkan desainer, kain tenun tradisional Bali, dan kerajinan lokal Bali, tetapi juga memberikan multiplier effect yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. (MT-003)

BDWF Hari Ketiga: 7 Desainer Bali Pamerkan Gaya Formal–Kasual

0

Denpasar, Matahari Timur – Gelaran Bali Dekranasda Fashion Week (BDFW) memasuki hari ketiga pada sesi kedua dengan menampilkan ragam koleksi busana formal hingga kasual karya tujuh perancang lokal Bali. Acara ini berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Kamis (4/12). Pada sesi ini, panggung BDFW semakin semarak dengan kekayaan wastra Bali yang diolah secara kreatif sesuai perkembangan mode modern.

Para perancang yang tampil—Kinara Busana, Ipong, Fortuna Bali Fashion, Kwaca Bali, Luh Jaum, Uluwatu, dan Jineng Amertha D’Sign—membawa ciri khas masing-masing dalam memadukan estetika tradisional dengan sentuhan kontemporer. Koleksi yang disajikan tidak hanya menonjolkan keindahan motif, tetapi juga inovasi desain yang relevan dengan pasar fesyen masa kini. Peragaan busana kali ini juga dimeriahkan oleh koleksi pribadi Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, yang terbuat dari kain tenun Bali hasil karya para perajin lokal.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali menyambut baik antusiasme para perajin dan desainer yang terlibat dalam perhelatan ini. Melalui BDFW, ia berharap kreativitas para perancang lokal semakin dikenal luas, sekaligus mendorong bangkitnya industri fesyen berbasis kekayaan budaya Bali. Gelaran ini juga menjadi ruang penting untuk memperkuat posisi wastra Bali dalam industri mode nasional maupun internasional.

Ketua Panitia BDFW, yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Ngurah Wiryanatha, menyampaikan bahwa sesi pertama pada hari ketiga berlangsung sangat baik dan mencatat nilai penjualan yang signifikan. Ia optimistis kualitas karya tujuh perancang yang tampil mampu menarik perhatian pasar.

“Penampilan para desainer sudah melalui proses kurasi. Pasti bagus. Masing-masing membawa 10 koleksi sehingga total ada 70 koleksi dari para perancang dan 30 koleksi pribadi Ibu Putri Koster. Secara keseluruhan, 100 busana ditampilkan dengan didukung 20 peraga,” ujarnya.

Wiryanatha juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat terhadap IKM Bali. Menurutnya, fesyen adalah rantai panjang yang melibatkan banyak pelaku, mulai dari perajin yang memintal benang, para kreator dan pelaku industri di tengah, hingga konsumen sebagai penentu keberlanjutan produk di hilir.

“Kehadiran Bapak-Ibu hari ini adalah bentuk dukungan nyata bagi IKM kita. Wastra hitakara tidak hanya indah, tetapi juga bermanfaat bagi banyak pihak. Inilah wujud keberpihakan kita terhadap IKM. Ayo belanja dan gunakan produk IKM Bali,” pesannya.

Sebagai bentuk apresiasi bagi pengunjung, BDFW hari ketiga juga menghadirkan doorprize dari Balimall, Bank BPD Bali, dan Perumda Bali Sat Guna dengan total hadiah Rp5 juta. Kehadiran hadiah ini diharapkan semakin meningkatkan antusiasme masyarakat untuk hadir dan mendukung produk-produk fesyen lokal Bali. (MT-003)

 

Bali Raih Penghargaan Nasional atas Kinerja Pengendalian Inflasi

0

Denpasar, Matahari Timur – Pemerintah Provinsi Bali kembali mencatat prestasi di tingkat nasional. Pada ajang Apresiasi Kinerja Pemerintahan Daerah 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Pemprov Bali meraih penghargaan untuk kategori kinerja terbaik dalam pengendalian inflasi. Penghargaan diserahkan kepada Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani, mewakili Gubernur Bali, dalam acara penganugerahan di Ballroom Flores, Hotel Borobudur Jakarta, Minggu (1/12).

Penghargaan ini menegaskan keberhasilan Pemprov Bali menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah dinamika nasional maupun global, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Kemendagri menyerahkan 57 penghargaan kepada 19 provinsi, 19 kabupaten, dan 19 kota di seluruh Indonesia. Selain Pemprov Bali, sejumlah pemerintah daerah di Bali turut menerima apresiasi pada kategori berbeda. Pemerintah Kota Denpasar meraih penghargaan untuk kategori Kinerja Tata Kelola Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Pemerintah Kabupaten Badung mendapat penghargaan pada kategori Pelayanan Publik – Peningkatan Akses Layanan Pendidikan. Sementara Pemerintah Kabupaten Gianyar memperoleh tiga penghargaan untuk kategori layanan kesehatan, penyerapan tenaga kerja, serta pengurangan ketimpangan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk pengakuan terhadap daerah yang menunjukkan kinerja terbaik dan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Ini menjadi dorongan agar Pemda terus memperbaiki diri, memenuhi amanah publik, dan menjaga legitimasi kepemimpinan daerah,” ujarnya.

Penilaian dilakukan berdasarkan dua jalur utama, yaitu tata kelola pemerintahan dan akselerasi pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN). Indikatornya mencakup inovasi daerah, pengelolaan keuangan, capaian pendapatan, Standar Pelayanan Minimal (SPM), hingga kerja sama dengan lembaga nasional seperti KPK, BRIN, dan KemenPAN-RB. Selain itu, sektor strategis seperti pengendalian inflasi, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan kesejahteraan juga menjadi fokus penilaian.

Agar adil, penilaian dibagi berdasarkan kelompok kapasitas fiskal daerah—rendah, sedang, dan tinggi. Proses penjurian dilakukan melalui analisis data berbagai kementerian/lembaga dan dikurasi oleh Tempo Media Group untuk menjamin objektivitas.

Ke depan, Kemendagri berencana memberikan insentif fiskal tambahan bagi Pemda berprestasi mulai 2026, sebagai bentuk penghargaan nyata atas kinerja yang terus ditingkatkan.

Prestasi yang diraih Pemprov Bali dan sejumlah Pemda di Bali pada 2025 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola dan mendorong inovasi demi kesejahteraan masyarakat Bali. (MT-003)

Kronologi Maut di Legian Dibuka Lewat 14 Adegan Rekonstruksi

0

Kuta, Matahari Timur — Polsek Kuta menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap perempuan berinisial ES di rumah kontrakan Jalan Patimura, Legian, Badung. Rekonstruksi dilakukan untuk memperjelas rangkaian kejadian dan mencocokkan keterangan tersangka dengan fakta lapangan.

Pelaku, Kamal Mopangga (32) asal Bitung, Sulawesi Utara, sebelumnya diamankan tak lama setelah peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 11 Oktober 2025 sekitar pukul 23.30 WITA. Korban ditemukan meninggal di dalam kamar dengan posisi duduk bersila dan mengalami luka serius di leher akibat senjata tajam. “Luka memutus saluran pernapasan dan pembuluh darah besar di leher kanan dan kiri,” ujar Kapolsek Kuta.

Penyelidikan mengungkap motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati. Pelaku mengaku sering dihina, termasuk terkait asal-usul dan keluarganya. Pertengkaran terjadi saat keduanya pulang bersama dari tempat kerja di sebuah bar kawasan Pantai Kuta hingga memicu aksi fatal tersebut.

Dalam rekonstruksi, diperagakan 14 adegan, mulai dari kepulangan pelaku dan korban, masuk kamar, pelaku mengambil pisau, hingga menggorok leher korban dari belakang. Seluruh adegan dinilai sesuai dengan pengakuan pelaku yang bersikap kooperatif.

Rekonstruksi dihadiri unsur Kejaksaan, kuasa hukum korban, penyidik, dan pihak terkait. Polisi menegaskan hasil rekonstruksi menjadi dasar penguatan berkas perkara. Tersangka dijerat Pasal 338 jo 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup. Penyidikan akan dilengkapi dengan hasil forensik, rekaman CCTV, dan keterangan saksi-saksi. (MT-003)