23.6 C
Bali
30 Juli 2026
Beranda blog Halaman 35

Akar Bali Support Ritual Wayang Wong di Yeh Poh Karangasem

0

Karangasem, Matahari Timur – Bali sudah dikenal dengan berbagai ragam keunikan dan kesakralan budayanya. Beragam kegiatan ritual sakral pun masih banyak dijumpai di Pulau Bali yang dijuluki sebagai Pulau Dewata atau Pulau Seribu Pura. Salah satunya adalah ritual Wayang Wong yang sangat sakral dan sudah mulai langka dipentaskan. Namun ternyata, ritual tersebut masih dijumpai dipergelarkan di Desa Adat Yeh Poh, Desa Dinas Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, pada Hari Kamis Kliwon (21/10/2021). Nemonin Aci Usaba Puseh.

Ketua Panitia Pagelaran Wayang Wong Desa Adat Yeh Poh Ketut Rempi mengatakan bahwa ritual ini sudah lama tidak bisa dipentaskan, dikarenakan terkendala pandemi Covid- 19 yang sedang melanda. Kali ini acara sesolahan ini dipentaskan, namun tentunya disesuaikan anjuran pemerintah dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Ritual pergelaran ini diadakan pada malam hari saat Ngeneng, atau masa tenang menjelang penyineban pada esok harinya. Ritual sesolahan Wayang Wong ini dipentaskan menggunakan tapel atau tapakan yang disungsung di pura desa dan sudah turun temurun dilaksanakan. Warga meyakini bahwa ritual ini juga sebagai penolak bala atau gering agung yang sedang melanda, nangluk merana untuk memusnahkan hama yang nantinya akan memberikan kesuburan di wilayah subak dan abian, di mana hasil sawah dan hasil buah buahan di kebun akan melimpah yang memberikan kemakmuran kepada masyarakat,” ujarnya.

Ketut Rempi juga menyampaikan banyak terima kasih kepada Nyoman Oka Antara yang merupakan anggota DPRD provinsi Bali Dapil Karangasem yang selalu mensupport acara kali ini, serta setiap pagelaran dengan menyumbangkan sound system dan lain – lain, yang diwakili anak anak relawan AKAR BALI (Aliansi Kerukunan Anak Rakyat Bali).

Sementara itu, relawan Akar Bali Desa Yeh Poh Nyoman Karya yang biasa dipanggil Mang Leo mengatakan bahwa Ketua Umum AKAR Bali Nyoman Oka Antara tidak bisa hadir karena suatu kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan dan diwakili relawan AKAR Bali. “Kami mewakili masyarakat di sini mengucapkan banyak terima kasih, karena beliau setiap acara pergelaran ini pasti selalu mensupport dan sangat mendukung, agar pagelaran kegiatan sakral dan langka ini tetap dilestarikan agar jangan sampai punah,” ujar Karya.( MT – 001)

Gubernur Koster Dorong Garam Tradisional Bali Dikonsumsi Lebih Masif di Tingkat Lokal

0

KARANGASEM, MatahariTimur – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan kualitas garam yang diproduksi secara tradisional di kawasan Amed, Kabupaten Karangasem, Tejakula, Kabupaten Buleleng dan beberapa daerah lain sangat baik dan bahkan sudah diekspor ke berbagai negara. “Kita punya tempat produksi garam yang punya hasil bagus, berkualitas dimanfaatkan sejak turun temurun. Utamakan dulu untuk konsumsi (lokal,red) kita,” tandas Gubernur Koster saat kunjungan kerja ke sentra produksi garam Amed, Desa Purwakerthi, Kabupaten Karangasem pada Minggu (17/10) pagi.

Gubernur Koster yang juga didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengungkapkan, selama ini garam tradisional Bali cukup terganggu pemasarannya di tingkat lokal karena gempuran garam impor. “Lalu ada alasan SNI yang mewajibkan kandungan yodium. Padahal bicara kandungan mineral lain garam kita luar biasa, punya rasa khas yg tidak bisa disamakan produk daerah lain. Untuk itu saya terbitkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 17/2021 tentang Pemanfaatan Garam Tradisional Lokal Bali,” tutur Gubernur asal Sembiran, Kabupaten Buleleng tersebut.

Terkait hal tersebut pula, Gubernur menekankan bahwa kedepan produksi garam lokal Bali akan terus didorong agar bisa masuk ke pasar dan konsumen lokal Bali. “Apalagi garam Amed sudah ada HAKI dengan indikasi geografis. Saya dorong agar Kadis Kelautan agar garam tradisional segera punya HAKI semua. Gunakan produk kita sendiri jangan malah banggakan produk luar. Kalau 4,3 juta penduduk Bali konsumsi, pasti terserap semua produk kita,” tegasnya.

“Saya dorong juga bapak Bupati Karangasem untuk sosialisasi penggunaan garam tradisional untuk masyarakat,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, Ketua Koperasi Petani Garam Amed Karangasem, I Nengah Suanda memuji Gubernur Koster sebagai pemimpin yang benar-benar Satya wacana dan terbukti. “Ini pemimpin sebenarnya untuk Bali. Langsung datang kesini untuk melihat petani kita,” katanya.

Diuraikannya, garam hasil produksi dari Bali pengerjaannya lebih kompleks tanpa penambahan bahan kimia sehingga harganya lebih tinggi. “Kita di Amed bisa produksi 30 ton garam per tahun dengan 4 kali panen,” ujarnya.

Suanda juga menjelaskan bahwa sejatinya garam Amed dan garam tradisional lokal Bali lain telah memperoleh pengakuan dan diminati di dunia kuliner, serta telah dipasarkan secara nasional dan internasional. Di samping itu juga telah diekspor ke Jepang, Korea, Thailand, Prancis, Swiss, Rusia, dan Amerika Serikat.

Gubernur Koster beserta Ny Putri Koster
yang dalam kesempatan tersebut disertai pula oleh Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Bupati Karangasem I Gede Dana juga mencoba memanen garam yang dikenal punya citarasa gurih khas tersebut. Nampak pula mendampingi Kadisperindag Provinsi Bali I Wayan Jarta dan Kadis Kelautan dan perikanan Provinsi Bali Made Sudarsana.(MT – 001)

Penghormatan pada Dewa Kesuburan, Bupati Dana Haturkan Sesaji di Tumpek Pengatag

0

Karangasem, MatahariTimur – Di sela-sela kesibukannya sebagai pemimpin wilayah di Kabupaten Karangasem, Bupati I Gede Dana menyempatkan diri menghaturkan sesaji Tumpek Pengatag secara sederhana di kebun miliknya di wilayah Dukuh Kabupaten Karangasem Sabtu tanggal 16 Oktober 2021. Kegiatan ini dilakukan bersama keluarga dan berlangsung dengan khidmat.

Seusai menghaturkan banten Tumpek Pengatag, Bupati Dana mengatakan bahwa upacara sesaji ini dihaturkan kepada Dewa Sangkara sebagai Dewaning Sarwa Taru, atau Dewa segala pepohonan yang ada, “Adanya pepohonan di bumi ini sangat membantu kehidupan manusia, ‘ngamertanin’, untuk itu hendaknya juga kita sebagai manusia memberikan atau menghaturkan sesaji kepada pepohonan dan tumbuhan karena tumbuhan juga mempunyai jiwa dan sebagai penghormatan kepada Dewa Kesuburan,” ujarnya.

Seperti diketahui, 25 hari sebelum hari Raya Galungan, umat Hindu di Bali merayakan Tumpek Wariga, Tumpek Bubuh atau Tumpek Pengatag yang dirayakan tiap enam bulan sekali pada hari Caniscara Kliwon Wuku Wariga. Perayaan Tumpek Wariga ini merupakan pemujaan terhadap Dewa Sangkara Dewa Kesuburan semua pepohonan dan tumbuhan.

“Kebetulan saya ada sedikit kebun yang memang saya tanami, buah buahan, ketela, sayur sayuran dan beberapa pohon lainya yang biasa kami petik untuk sayur dan lauk. Di Hari Tumpek Pengatag ini saya biasa menhaturkan sesaji dan tipat taluh agar Dewa Kesuburan selalu memberkati, memohon keselamatan tanaman agar berbunga dan berbuah,” ujarnya.(MT – 001)

Naik Motor di Desa Ban, Bupati Dana Temui dan Support Korban Gempa

0

Karangasem, MatahariTimur – Bencana alam gempa bumi berkekuatan M=4,8 mengguncang wilayah Karangasem bertepatan menjelang rahina Tumpek Wariga, Sabtu tanggal 16 Oktober 2021 pukul 04:18:23 Wita. Gempa bumi ini terjadi pada koordinat 8,32° LS; 115,45° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 8 km barat laut Karangasem, pada kedalaman 10 km.

Musibah ini mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, salah satunya dari Desa Ban, Karangasem. Sedang dua korban lainnya yang menghembuskan nafas terakhir akibat gempa ialah warga Trunyan, Kintamani, Bangli. Selain korban jiwa, gempa bumi ini juga menimbulkan kerusakan  sejumlah bangunan di wilayah Karangasem.

Terketuk perasaannya atas musibah yang terjadi, Bupati Karangasem I Gede Dana sengaja mengunjungi Desa Ban untuk melihat langsung kondisi pedesaan tersebut yang baru saja terdampak bencana alam. Selain itu, Bupati Dana pun menemui keluarga korban gempa dan menyampaikan duka cita yang mendalam.

“Siang hari ini kita turun menemui warga yang terdampak. Selain akan turun ke Desa Ban Kecamatan Kubu, kita juga akan turun menemui warga yang menjadi korban gempa bumi, seperti di wilayah Kecamatan Rendang dan Bebandem. Kita turun untuk memberikan suport kepada masyarakat dan memastikan kerugian yang ditimbulkan akibat bencana gempa bumi ini,” ujar Bupati Dana didampingi Sekda Ketut Sedana Merta.

Pada kunjungan kali ini, ketika harus melewati rute jalan yang sulit dan terdampak gempa, Bupati Dana tanpa canggung mengendarai sepeda motor. Hal ini dilakukan agar leluasa menyaksikan secara detil dampak dari bencana alam ini yang terjadi di Desa Ban.

Selanjutnya Bupati Dana mengistruksikan pada pihak BPBD untuk melakukan pendataan terhadap kondisi warga yang menjadi korban gempa. “BPBD sudah kita instruksikan untuk mendata secara akurat terhadap kondisi warga yang terdampak akibat gempa bumi ini. Pendataan yang akurat secara otomatis akan memudahkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan,” ucap Bupati Dana.

Bupati melanjutkan, saat ini BPBD sedang melakukan pemutakhiran data terhadap dampak gempa bumi yang terjadi dini hari ini. “Saya juga mengimbau  agar masyarakat  selalu waspada, berhati – hati dan siap siaga terhadap potensi gempa susulan yang terjadi. Kami juga  berharap warga tidak terpancing oleh informasi hoaks, khususnya yang beredar di media sosial. Masyarakat dapat mengakses informasi terkait gempa dan penanganannya dari institusi resmi pemerintah, seperti BNPB, BMKG ataupun BPBD,” imbaunya.(MT – 001)

Dampak Gempa Bumi M4,8, Tiga Warga Bali Meninggal Dunia

0

JAKARTA, MatahariTimur – Gempa bumi dengan magnitudo (M)4,8 terjadi 8 km barat laut Karangasem, pada hari ini, Sabtu (16/10), pukul 03.18 WIB. Guncangan gempa berdampak pada jatuhnya korban jiwa dan kerusakan bangunan di wilayah Kabupaten Karangasem dan Bangli, Provinsi Bali.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menginformasikan penanganan darurat masih berlangsung hingga saat ini. Perkembangan informasi pada pukul 07.15 WIB, BPBD Karangasem menyebutkan satu warga meninggal dunia. Tim Basarnas masih melakukan evakuasi korban dari reruntuhan bangunan.  Sedangkan tujuh warga mengalami luka berat. Mereka yang luka-luka telah dievakuasi ke puskesmas terdekat dan RSUD Karangasem.

Dampak guncangan di wilayah Kabupaten Bangli, dua warga meninggal meninggal dunia dan telah dievakuasi ke puskesmas setempat. Masih di wilayah tersebut, empat warga yang sempat tertimbun material bangunan dapat diselamatkan tim SAR, sedangkan empat lainnya berhasil melakukan evakuasi mandiri.

BPBD Kabupaten Bangli mengatakan, jalan menuju lokasi terdampak gempa tertimbun longsor. Ada tiga titik longsoran dari Bukit Abang sehingga menghambat proses evakuasi melalui akses darat. Tim SAR akan menggunakan akses danau untuk proses evakuasi.

BPBD Kabupaten Karangasem dan Bangli masih melakukan pemutakhiran data di lokasi kejadian.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis gempa M4,8 berpusat pada kedalaman 10 km. Dilihat dari kekuatan gempa yang diukur dengan skala MMI atau Modified Mercalli Intensity, wilayah Denpasar, Karangasem, Lombok Utara berada pada IV MMI, sedangkan Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Mataram III MMI.

Informasi sebelumnya yang diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menyebutkan guncangan kuat dirasakan di beberapa wilayah. Menurut keterangan BPBD Kabupaten Bangli, guncangan gempa dirasakan kuat oleh warga selama 5 detik. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah saat gempa terjadi. 

Guncangan juga dirasakan sedang hingga kuat selama 3 hingga 5 detik di Kabupaten Karangasem, sedangkan guncangan kuat selama 5 detik dirasakan di Kota Denpasar.

Pascagempa M4,8, Pusdalops BNPB terus memantau dan melakukan koordinasi dengan BPBD terdampak untuk mendapatkan informasi terkini.

Masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi gempa susulan. Di samping itu, warga diharapkan tidak terpancing oleh informasi hoaks, khususnya yang beredar di media sosial. Masyarakat dapat mengakses informasi terkait gempa dan penanganannya dari institusi resmi pemerintah, seperti BNPB, BMKG ataupun BPBD setempat. ( MT – 001)

ACT Bali Gelontor Ribuan Paket Pangan Gratis Siap Saji untuk Warga Prasejahtera

0

Denpasar, MatahariTimur – Dampak Pandemi yang tak kunjung usai hampir dua tahun,lambat lain menaikan jumlah warga miskin. Kesulitan yang dihadapi warga miskin akibat Pandemi yang tak kunjung usai adalah sulitnya memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Kondisi inilah yang menggerakkan ACT (Aksi Cepat Tanggap) melakukan Operasi Pangan Gratis serentak se Indonesia pada hari Jumat, 15 Oktober 2021. Tak terkecuali ACT Bali, dengan mengambil lokasi di Karya Makmur Denpasar melakukan operasi pangan bagi warga prasejahtera yang terdampak secara ekonomi karena Pandemi.

“Hari ini kita bagikan 1000 paket pangan siap saji untuk warga prasejahtera di sekitaran Denpasar”. Ujar Arofah selaku koordinator Program Operasi Paket Pangan Gratis.

Ia menambahkan bahwa Operasi Pangan Gratis ini akan terus dilakukan sampai Pandemi Covid19 selesai. Gerakan ini akan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif terus-menerus saling bantu warga pra sejahtera.

“Bersama semua elemen masyarakat ACT juga akan melakukan Operasi Pangan Murah, dan kami juga berharap dari pihak pemerintah dan institusi lainnya ikut aktif dalam program ini”. Imbuh Arofah

Operasi paket pangan kali ini dipusatkan di Jl. Karya Makmur Denpasar Bali dengan banyak menggandeng Komunitas yaitu URCC, MRI Bali, Bali Leo Shanti, PII, RWM Karya Makmur dan Komunitas Kalong Denpasar.( MT – 001)

Kebijakan Buka Pintu Wisman, Harapan Baru Pariwisata Bali

0

Denpasar, MatahariTimur – Wakil Gubernur yang juga selaku Ketua BPD PHRI Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyampaikan kesiapan Bali menerima kunjungan wisatawan manca negara yang resmi dibuka kembali per tanggal 14 Oktober 2021 setelah sekian lama ditutup karena situasi pandemi Covid-19. Hal itu disampaikannya dalam wawancara TVRI yang disiarkan secara langsung, Kamis (14/10/2021) siang.

Wagub Cok Ace yang terhubung melalui aplikasi zoom meeting dari ruang kerjanya menyampaikan, ada tiga komponen pendukung kesiapan Bali menerima kunjungan wisman di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir. Tiga komponen itu adalah pelaku usaha pariwisata, masyarakat dan pemerintah. Menurut Wagub Cok Ace, pelaku usaha khususnya yang bergerak di industri pariwisata telah melakukan sejumlah persiapan antara lain mengikuti sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) atau Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan. Disebutkan olehnya, saat ini tercatat 1.576 tempat usaha termasuk Daerah Tujuan Wisata (DTW) telah mengantongi sertifikat CHSE. Selain itu, pelaku usaha di Pulau Dewata juga aktif menyukseskan program pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi yang digencarkan pemerintah. “Pemerintah menargetkan 10 ribu aplikasi pada tempat usaha di Bali. Hingga tanggal 10 Oktober 2021, 9.322 tempat usaha di Bali telah menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk,” ucapnya.

Masih terkait kesiapan pelaku usaha, 35 hotel telah disiapkan sebagai tempat karantina bagi wisman yang baru datang. Selain menyiapkan hotel karantina bagi wisman yang negatif Covid-19 dari hasil pemeriksaan Swab PCR di bandara, pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan adanya wisman yang diketahui positif Covid-19 berdasarkan hasil screening di bandara. “Kita berharap tak ada yang positif, tapi bagaimanapun tetap harus kita antisipasi. Kalau ada yang positif, kita akan klasifikasi dalam penempatan. Mereka yang tanpa gejala kita siapkan hotel isolasi yang telah tersertifikasi dan terhubung dengan rumah sakit. Sedangkan yang bergejala akan langsung dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Lebih jauh Wagub Cok Ace yang pada kesempatan itu didampingi Kadis Kominfos Bali Gede Pramana menjelaskan, masyarakat juga sangat antusias menyambut pembukaan Bali bagi wisman. Antusiasme itu ditunjukkan dengan ketaatan dalam penerapan protokol kesehatan yang menjadi syarat dibukanya Bali untuk dunia luar. “Kontribusi masyarakat sangat luar biasa. Dari hasil survei, masyarakat Bali paling taat menerapkan prokes, khususnya dalam penggunan masker yaitu mencapai 95 persen,” sebutnya. Peran aktif masyarakat juga ditunjukkan dengan dukungan terhadap program vaksinasi. Saat ini, imbuh Cok Ace, vaksinasi tahap pertama telah tuntas 99 persen dan vaksinasi tahap dua mendekati 84 persen. Selain dukungan pelaku usaha dan masyarakat, pemerintah mengambil peran dalam menyiapkan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan. “Kami menyiapkan 62 RS rujukan dan 25 labolatorium yang siap melayani jika dibutuhkan,” tandasnya.

Kendati seluruh elemen telah siap, ia memahami bahwa tidak serta merta wisatawan manca negara akan langsung berdatangan. Dari hasil pembicaraannya dengan pelaku usaha yang biasa mendatangkan wisman, setidaknya dibutuhkan waktu 3 minggu hingga 1 bulan. “Hari ini dibuka, hasilnya mungkin baru akan terlihat akhir bulan Oktober atau awal tahun depan. Karena mereka membutuhkan waktu untuk sosialisasi, menyiapkan visa dan bookingan. Tapi kalau yang charter flight, bisa jadi akan datang lebih cepat,” tambahnya. Kendati kedatangan wisman belum langsung terlihat ketika Bali dibuka, namun ini berpendapat kalau kebijakan ini memberi semangat dan harapan baru bagi pelaku pariwisata di Pulau Dewata. Ia menyelipkan harapan, situasi Covid-19 di Bali yang saat ini telah bisa dikendalikan akan terus melandai.( MT – 001)

Presiden Joko Widodo Telusuri Hutan Mangrove di Bali

0

Denpasar, MatahariTimur – Tiba di Bali, Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama rombongan langsung meninjau hutan mangrove di Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Kabupaten Badung pada Jumat pagi, 8 Oktober 2021.

Di Taman Hutan Raya tersebut, Presiden dan Ibu Iriana didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove Hartono Prawiraatmaja, Gubernur Bali I Wayan Koster, dan Wakil Menteri LHK Alue Dohong, berjalan kaki di atas jembatan kayu menelusuri kawasan hutan mangrove sejauh 500 meter hingga menara pandang.

Ketika berjalan kaki, Presiden dan Ibu Iriana mendapatkan penjelasan dari pengelola Taman Hutan Raya, Komang Tri, tentang kawasan hutan mangrove tersebut. Komang Tri menjelaskan bahwa kawasan hutan mangrove tersebut direhabilitasi sejak tahun 1992.

“Luas kawasan ini sebesar 268 hektare. Sebelumnya merupakan lahan eks tambak ikan dan udang yang terbengkalai. Sejak 1992 direhabilitasi dan berhasil dengan baik. Saat ini terdapat 92 jenis burung dan 33 jenis tanaman mangrove,” ucap Komang Tri.

Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas lahan mangrove di Provinsi Bali mencapai 2.143,97 hektare. Dari luas tersebut, 19 hektare di antaranya termasuk kategori kerapatan jarang, serta masih terdapat habitat mangrove yang berpotensi dapat ditanami seluas 263 hektare.

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar mengatakan, keberhasilan konservasi hutan mangrove di Mangrove Conservation Forest beriringan dengan alih usaha dari budidaya tambak menjadi multi usaha lain berbasis ekosistem mangrove, seperti budidaya ikan tangkap, hasil pengolahan produk mangrove nonkayu, serta pariwisata. Upaya tersebut menunjukkan bahwa pemulihan ekosistem mangrove dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal maupun regional.

Dari kunjungan kerja ini juga diharapkan dapat diperoleh gambaran mengenai prestasi dan komitmen ekonomi hijau Indonesia yang dapat ditunjukkan kepada para anggota delegasi G20 pada KTT G20 tahun 2022 di Bali nanti.( MT – 001)

 

Tiga Bulan Diluncurkan, Program Antar-Jemput Pasien Layani Lebih 1.500 Pasien

0

Amlapura, MatahariTimur – Program kesehatan berupa layanan antar-jemput pasien yang digagas Bupati Karangasem I Gede Dana sejak tiga bulan lalu, manfaatnya betul-betul sudah dirasakan secara langsung oleh  masyarakat.

Rapat evaluasi menyangkut program layanan kesehatan antar-jemput pasien yang digelar di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Kamis (7/10), mengungkapkan bahwa dalam tiga bulan terakhir  pogram yang diluncurkan bersamaan  hari jadi Kota Amlapura ke 381 itu telah berhasil memberikan pelayanan lebih dari 1.500  orang pasien.

Menyikapi semakin meningkatnya animo masyarakat dalam menggunakan layanan antar jemput pasien itu,  Bupati Dana berencana akan mengembangkan rayon yang ada menjadi 8 rayon  di tahun 2021, dari 6 rayon yang ada sekarang.

“Sejak diluncurkannya program AJP, masyarakat menerima sangat baik, tapi tentunya masih banyak kekurangan yang harus dibenahi, dan itu akan dievaluasi terus. Kami juga minta masukan – masukan positif dari masyarakat untuk bisa nantinya kami bisa memberikan pelayanan yang bagus kepada masyarakat” ujar Gede Dana.

Sementara itu, banyak respon positif yang masuk di media – sosial menanggapi layanan AJP ini. Salah satunya, pegiat media sosial Wayan Dana berkomentar, “Dengan adanya program ini sangat bermanfaat bagi kami masyarakat Karangasem, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu.  Namun saran saya, ada sedikit hal yang perlu ditambah, yakni kurangnya sosialisasi dari kelian banjar, dan khusus nya orang yang bisa menghubungi layanan ini hanya orang tertentu hanya kelian banjar saja, tapi alangkah baiknya itu ditambah misalnya tokoh masyarakat , soalnya ada kelian banjar itu jauh dan no hp nya sulit untuk dihubungi,” ujarnya.

Sementara itu anggota masyarakat Karangasem lainnya menyebutkan, “AJP ini inovasi yang berpihak kepada masyarakat dan program ini yang sangat dinanti, ini merupakan bukti positif mengayomi dan melayani masyarakat Kabupaten Karangasem siapa saja dan kapan saja. Untuk program pelayanan AJP ini sangat baik. Suksma banget saya sampaikan kepada yang terhormat Bapak Bupati.” (MT – 001)

 

Dampingi Mendikbudristek, Wagub Cok Ace Ingatkan Program Pendidikan dan Pemerintah Harus Sejalan

0

Denpasar, MatahariTimut – Wakil Gubernur Bali Prof.Dr.Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mendampingi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Anwar Makarim melakukan dialog terkait potensi pendidikan vokasi di Kampus Politeknik Negeri Bali- Jimbaran, pada Kamis (7/10).

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengapresiasi langkah Direktur PNB yang sangat visioner. Menurut Nadiem, di antara Politeknik Negeri se-Indonesia, hanya PNB yang mengusulkan Prodi SMK D2 Fast Track terbanyak. “Kalau yang lain hanya dua, tiga. Ini delapan prodi, dan ini membuktikan pak direkur sangat nekat dalam arti positif,” ujar Nadiem.

Untuk itu, Nadiem berharap hal tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh dunia industri untuk menyerap SDM yang berkualitas. Disamping itu, Nadiem juga memberikan masukan kepada instansi vokasi baik SMK maupin Politeknik untuk mengasah kompetensi kepemimpinan pada anak didik, karena menurutnya jiwa kepemimpinan di dunia industri sangat oenting terutama dalam pemecahan masalah. Kedua, Nadiem berpesan agar melepaskan sekat-sekat antara prodi, menurutnya mahasiswa oerlu diberikan kesempatan untuk mencicipi disiplin ilmu dari konsentrasi yang dipilih karena dalam dunia industri memeliki variasi disiplin ilmu sangat penting dan menjadi nilai tambah.

Menanggapi hal itu, Wagub Cok Ace sangat berterimaksih atas perhatian yang diberikan oleh mendikbudristek kepada pendidikan vokasi di Bali, diharapkan Bali dapat menjadi role model dalam pendidikan vokasi di Indonesia.
Selanjutnya, Wagub Cok Ace menyampaikan di dunia pendidikan dan pemerintahan di Bali perlu juga ada keharmonisan dalam rangka bagaimana menyiapkan Sumber Daya Manusia dan pemerintahan kita sekarang (Bali) bagaimana ketergantungan terhadap pariwisata sangat tinggi.

“Pemerintah sekarang mendapatkan pembelajaran penting yang mana ketergantungan kita, Bali terhadap pariwisata yang sangat tinggi kita sadari PDRG (Produk Domestik Regional Bruto) itu 53 persen dari pariwisata. Namun demikian kita harus melihat sektor-sektor lain seperti pertanian sehingga kedepan kita tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata melainkan ada potensi lain yang memang membutuhkan SDM berkualitas,” kata Wagub Bali Cok Ace.

Selanjutnya, Direktur Politenik Negeri Bali I Nyoman Abdi menyampaikan bahwa Program SMK-D2 Fast Track juga sejalan dengan Visi  Gubernur Bali  “Nangun Sat Kerti Loka Bali” Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru, dimana pada misi ke 6 adalah mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berdaya saing tinggi yaitu berkualitas dan berintegritas, bermutu, profesional dan bermoral.
“Saya harap dengan 8 prodi yang kita buka ini dapat menjadi harapan baru bagi anak-anak kita dalam menimpa ilmu pendidikan vokasi dan nantinya mampu bersaing dalam dunia industri”, pungkasnya.(MT – 001)