25.8 C
Bali
2 November 2026
Beranda blog Halaman 35

Satu Jembatan Rusak Berat Akibat Banjir Bandang di Kabupaten Garut

0

JAKARTA, MatahariTimur – Hujan lebat memicu terjadinya banjir bandang di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Sabtu (6/11) pukul 17.00 WIB yang menyebabkan satu jembatan rusak berat.

Jembatan yang berlokasi di Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi ini merupakan akses jalan yang menghubungkan Desa Sukalilah ke Kampung Cipelag. Hal ini membuat sebanyak 335 KK terisolir dengan rincian 42 orang lanjut usia, 25 ibu hamil, 48 balita, 1 orang berkebutuhan khusus. Selain itu, terdapat 5 KK yang telah melakukan evakuasi mandiri ke rumah saudara terdekat.

Hal ini juga memengaruhi aktivitas belajar mengajar yang membuat sejumlah siswa tidak dapat berangkat ke sekolah, antara lain 48 anak PAUD, 111 siswa sekolah dasar, 69 siswa sekolah menengah pertama dan 33 siswa menengah atas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut melakukan upaya tanggap darurat untuk membantu warga yang masih terisolir akibat banjir.

Pemerintah Kabupaten Garut telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang Nomor 362/3598/BPBD/2021 selama 7 hari mulai tanggal 8 sampai 15 November 2021. Saat ini pemerintah daerah dan BPBD Kabupaten Garut memfokuskan penanggulangan banjir bandang pada perbaikan jembatan agar dapat segera menghubungkan kembali akses jalan bagi warga yang terisolasi.

Banjir bandang juga merusak sejumlah rumah warga, antara lain satu unit rumah rusak berat, dua unit rumah rusak sedang, dua unit rumah rusak ringan serta merendam lahan pertanian yang siap panen seluas 2 hektar.

BPBD Kabupaten Garut bekerja sama dengan unsur Polri, Brimob, Forkopimcam, Tagana Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas PUPR, Dinas Perkim, relawan serta masyarakat setempat untuk membersihan material pascabanjir bandang, membuat jembatan darurat dan membersihkan material lumpur yang masuk ke rumah warga. Wakil Bupati Garut dan Dandim 0611 Garut juga turut meninjau langsung lokasi kejadian.

Adapun kebutuhan mendesak saat ini adalah air bersih, makanan dan alat untuk perbaikan sarana umum seperti jalan dan jembatan.( MT-001)

Penuh Kesederhanaan, Bupati Dana Adakan Tradisi ‘Mebat’ Bersama Keluarga

0

Amlapura, MatahariTimur – Sehari sebelum Hari Raya Galungan,  ada upacara penampahan yang umumnya masyarakat Hindu di Bali melakukan pemotongan hewan. Pada acara penampahan Galungan ini, interaksi dan kebersamaan mewarnai sebuah keluarga di Bali.

Hal ini juga dilakukan Bupati Karangasem Gede Dana, yang tidak melupakan tradisi mengadakan mebat dan dilakukan bersama keluarga. Pada acara yang digelar hari Selasa tanggal 9 November 2021 pagi, terlihat kekompakan Bupati Dana bersama keluarga mengadakan mebat, yang meski dilakukan dalam suasana kesederhanaan, namun sarat kekompakan. Dalam momen memasak bersama, tidak jarang diwarnai dengan canda dan guyonan yang mempererat jalinan kekeluargaan. Kegiatan ini diakhiri dengan makan bersama, dipenuhi rasa syukur atas segenap anugerah Sang Hyang Widhi Wasa.

Setelah acara mebat, Gede Dana menyempatkan diri berbincang-bincang tentang memaknai penampahan dan filosofi hari Raya Galungan. “Saya sudah biasa melakukan sendiri kegiatan mebat pada hari penampahan Galungan namun secara sederhana. Seperti bikin lawar paye dan lawar kacang hasil kebun sendiri untuk banten segehan yang dipersembahkan kepada Butha Kala untuk ‘nyomya’ agar tidak mengganggu keharmonisan alam dan untuk dinikmati. Kita tidak mesti memaksakan diri dan harus nampah atau memotong babi, karena ngelawar atau bikin sate itu eforia atau rasa syukur. Penampahan juga bermakna nampah, atau membunuh sifat – sifat malas pada babi, sifat tamas dalam Triguna atau sifat malas pada diri manusia” ujarnya.

Gede Dana juga menuturkan bahwa Galungan dirayakan umat Hindu Bali pada Hari Buda Kliwon Wuku Dungulan dan Kuningan dirayakan pada Caniscara Kliwon Wuku Kuningan atau sepuluh hari setelah Galungan. Hari Raya Galungan dimaknai sebagai hari kemenangan darma melawan adarma.

Ditambahkan pula bahwa dalam Lontar Sunari Gama disebutkan Buda Kliwon Dungulan adalah hari Galungan, mengarahkan bersatunya rohani supaya mendapatkan pandangan yang terang untuk melenyapkan segala kekacauan pikiran. “Jadi inti Hari Raya Galungan adalah untuk menyatukan  kekuatan rohani agar mendapatkan pikiran yang terang. Bersatunya rohani dan pikiran yang terang dan seimbang inilah wujud dharma dalam diri, sedangkan kekacauan pikiran adalah wujud adharma. Di hari raya inilah kita mengucapkan rasa syukur ke hadapan Ida sangyang Widi Wasa atas terciptanya dunia dan karunia yang dilimpahkan,” ujar Bupati Dana.

Dalam kesempatan ini, Gede Dana juga menyampaikan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada semua masyarakat dan berpesan agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan karena masih dalam suasana pandemi. “Marilah kita sama – sama mulat sarira, intropeksi diri dan di saat pandemi ini kita sama sama memohon agar, agar pandemi ini segera berlalu,” ujarnya.(MT – 001 )

Hari Raya Galungan – Kuningan, Bupati – Wabup Karangasem Ajak Mulat Sarira

0

Amlapura, MatahariTimur – Memaknai perayaan Hari Raya Galungan di tengah suasana pandemi Covid-19  yang jatuh pada tanggal 10 November 2021 , Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, mengajak seluruh umat Hindu senantiasa mulat sarira dalam perayaan Galungan.

Mengingat pandemi global yang sudah berjalan menuju endemi, pihaknya berharap  agar masyarakat dapat merayakan Hari Raya Galungan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. Serta menerapkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya. Guna mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, secara Sekalaa-Niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno, yakni Berdaulat secara Politik, Berdikari secara ekonomi dan berkepribadian  alam kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi.

Bupati Gede Dana juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Karangasem agar tetap mengimplementasikan nilai adiluhung leluhur kita yaitu “segilik seguluk salunglung sabayantaka”.

Terkait dengan kondisi dan situasi yang sudah membaik menuju endemi, dimana pariwisata sudah akan mulai bangkit kembali, Bupati Gede Dana juga sudah meresmikan beberapa ikon khas Karangasem. Diantaranya Buah Salak Sibetan dan juga Bunga Kasna. Kedepan diharapkan masyarakat mampu menjaga produk asli Karangasem ini agar dikenal dunia.

“Perayaan Hari Raya Galungan menjadi kesempatan untuk kita memakai produk khas Karangasem seperti Salak Sibetan serta Bunga Kasna sebagai sarana, agar dapat diperkenalkan serta dilestarikan. Rahajeng nyanggre Rahina Galungan Lan Kuningan. Rahayu  Rahayu Rahayu, ” tandas Gede Dana.(MT – 001)

Bupati Dana Blusukan ke Pasar Tradisional Pantau Kestabilan Harga Bahan Pokok Jelang Galungan

0

Amlapura, Mataharitimur – H – 4 menjelang hari raya Galungan, Bupati Karangasem Gede Dana didampingi Sekda Sedana Merta dan kepala OPD terkait blusukan ke sejumlah pasar daerah, diantaranya pasar Karangsokong Subagan dan pasar barat dan timur Amlapura Sabtu 6 November 2021.

Maksud dan tujuan blusukan adalah untuk memantau kestabilan harga harga barang kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan terutama harga daging babi agar tidak mengalami lonjakan yang begitu tinggi.

Dalam Keterangannya Gede Dana mengungkapkan bahwa dalam situasi Covid seperti ini hendaknya para pedagang dan pembeli tetap menjalankan protokol kesehatan karena pasti akan terjadi banyak kerumunan agar tidak ada lagi lonjakan kasus Covid baru.

“Dalam situasi Covid – 19 tentunya ekonomi masyarakat juga belum stabil, saya sarankan berbelanjalah yang  secukupnya. Dalam situasi seperti ini mana yang penting – penting itulah dulu yang kita beli tidak usah ber mewah – mewah, dan sebisa mungkin gunakan hasil pertanian lokal, buah buahan juga buah buahan lokal kita pakai hasil dari para petani Karangasem” Ujarnya.

Bupati Dana juga menambahkan kalau dari hasil sidak situasi pasar masih normal – normal saja, pasarnya juga sudah bagus, bersih bahkan cukup rapi, “masalah harga – harga saya lihat masih stabil dan kebutuhan – kebutuhan pokok masih aman masih tercukupi dan  saya rasa sampai hari raya ini Karangasem tidak ada masalah mengenai harga – harga kebutuhan pokok” Ucapnya.( MT – 001)

Cegah Lonjakan Harga Jelang Hari Raya, Bupati Gede Dana Blusukan ke Pasar- Pasar

0

Amlapura, MatahariTimur – Guna memastikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Galungan, Bupati Karangasem I Gede Dana didampingi Sekda Sedana Merta dan Kepala OPD terkait blusukan ke sejumlah pasar daerah, diantaranya Pasar Karangsokong Subagan, Pasar Barat dan Timur Amlapura, Sabtu 6 Nopember 2021.

Dari hasil pantauan Bupati, H-4 jelang Hari Raya Galungan ini, harga kebutuhan pokok di pasar memang mengalami kenaikan. Namun, kenaikan harga itu jelasnya masih dalam batas kewajaran. Dalam kesempatan itu, Ia juga meminta kepada para pedagang agar tidak mengambil keuntungan terlalu besar untuk menjaga kestabilan harga pasar.

“Dari sidak hari ini, semua masih normal-normal saja. Harga masih stabil, khsusunya untuk harga kebutuhan-kebutuhan pokok juga masih aman,” tutur Bupati Gede Dana dalam sesi wawancara bersama Tim Prokopim di Pasar Timur Amlapura.

Namun, untuk daging babi, buah buahan dan keperluan sarana persembahyangan keseluruhannya juga diakui memang mengalami kenaikan yang signifikan. Sebelum hari raya, untuk daging babi harga pokoknya hanya Rp 65 Ribu/kg kini bisa naik hingga Rp 85 Ribu/kg.

“Kita akan coba stabilkan harganya dengan mendatangi tukang potong hewan babi, sehingga harga bisa diturunkan. Tapi pada umumnya , Galungan harga daging babi memang naik dan kenaikan hari ini masih wajar,” imbuh Bupati Gede Dana sembari menghimbau masyarakat agar berbelanja seperlunya serta berusaha menggunakan produk buah dan jajan lokal untuk mendukung peningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Selain meninjau harga kebutuhan pokok, Bupati Gede Dana bersama rombongan juga memastikan ketersediaan bahan pangan. Stok kebutuhan pokok penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Galungan. Termasuk mengecak tata kelola pasar dan parkir.

“Tata kelola pasar kami perhatikan sudah semakin baik. Pedagang termasuk parkir, sudah rapi. Kalau plastik jatuh saat berjualan, itu juga sudah biasa. Yang terpenting kebersihan usai berjualan tetap dijaga dan jangan abaikan prokes, agar pembeli atau pengunjung pasar merasa nyaman. Jangan sampai, karena terlena dengan hiforia hari raya, kasus Covid-19 malah meningkat,” ujar Bupati Gede Dana yang terkenal sederhana ini.

Dalam kesempatan tersebut, kesederhanaan Bupati pun dirasakan para pedagang. Utamanya pedagang jajan, serombotan dan pekakas arit yang jualannya sempat dibeli oleh orang nomor satu di Karangasem ini.

“Saya senang Pak Bupati mau turun langsung memantau pasar, apalagi sampai membeli dagangan saya. Semoga Pak Bupati selalu diberi kesehatan dalam menjalankan tugasnya,” ucap Komang Oka , pedagang Pekakas di Pasar Timur Amlapura. ( MT – 001)

Bupati Gede Dana Ajak Masyarakat Gunakan Buah Lokal Untuk Keperluan Upacara

0

Amlapura, MatahariTimur – Guna memastikan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Galungan, Bupati Karangasem I Gede Dana didampingi Sekda Sedana Merta dan Kepala OPD terkait blusukan ke sejumlah pasar daerah, diantaranya Pasar Karangsokong Subagan, Pasar Barat dan Timur Amlapura, Sabtu 6 Nopember 2021.

Dari hasil pantauan Bupati, H-4 jelang Hari Raya Galungan ini, harga kebutuhan pokok di pasar memang mengalami kenaikan. Namun, kenaikan harga itu jelasnya masih dalam batas kewajaran. Dalam kesempatan itu, Ia juga meminta kepada para pedagang agar tidak mengambil keuntungan terlalu besar untuk menjaga kestabilan harga pasar.

“Dari sidak hari ini, semua masih normal-normal saja. Harga masih stabil, khsusunya untuk harga kebutuhan-kebutuhan pokok juga masih aman,” tutur Bupati Gede Dana dalam sesi wawancara bersama Tim Prokopim di Pasar Timur Amlapura.

Namun, untuk daging babi, buah buahan dan keperluan sarana persembahyangan keseluruhannya juga diakui memang mengalami kenaikan yang signifikan. Sebelum hari raya, untuk daging babi harga pokoknya hanya Rp 65 Ribu/kg kini bisa naik hingga Rp 85 Ribu/kg.

“Kita akan coba stabilkan harganya dengan mendatangi tukang potong hewan babi, sehingga harga bisa diturunkan. Tapi pada umumnya , Galungan harga daging babi memang naik dan kenaikan hari ini masih wajar,” imbuh Bupati Gede Dana sembari menghimbau masyarakat agar berbelanja seperlunya serta berusaha menggunakan produk buah dan jajan lokal untuk mendukung peningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Selain meninjau harga kebutuhan pokok, Bupati Gede Dana bersama rombongan juga memastikan ketersediaan bahan pangan. Stok kebutuhan pokok penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Galungan. Termasuk mengecak tata kelola pasar dan parkir.

“Tata kelola pasar kami perhatikan sudah semakin baik. Pedagang termasuk parkir, sudah rapi. Kalau plastik jatuh saat berjualan, itu juga sudah biasa. Yang terpenting kebersihan usai berjualan tetap dijaga dan jangan abaikan prokes, agar pembeli atau pengunjung pasar merasa nyaman. Jangan sampai, karena terlena dengan hiforia hari raya, kasus Covid-19 malah meningkat,” ujar Bupati Gede Dana yang terkenal sederhana ini.

Dalam kesempatan tersebut, kesederhanaan Bupati pun dirasakan para pedagang. Utamanya pedangang jajan, serombotan dan pekakas arit yang jualannya sempat dibeli oleh orang nomor satu di Karangasem ini.

“Saya senang Pak Bupati mau turun langsung memantau pasar, apalagi sampai membeli dagangan saya. Semoga Pak Bupati selalu diberi kesehatan dalam menjalankan tugasnya,” ucap Komang Oka , pedagang Pekakas di Pasar Timur Amlapura.(MT – 001)

Bupati Gede Dana dan Wabup Artha Dipa Kompak Dukung Program KBS

0

Amlapura, MatahariTimur – Pemerintah Kabupaten Karangasem sangat antusias mendukung Program Desa Kerthi Bali Sejahtera (KBS), dimana salah satu kegiatan prioritasnya adalah kegiatan Pengelolaan sampah. Hal tersebut nampak jelas dikala Bupati Gede Dana dan Wabup Artha Dipa memimpin Kegiatan Gerakan Pengurangan Timbulan Sampah Plastik di Wisata Budaya Bali Amed dan Wisata Desa Tabola, Sabtu (6/11/2021).

Meskipun memimpin kegiatan ditempat berbeda tidak menyurutkan semangat Para Pemimpin Karangasem untuk bersatu padu melaksanakan kegiatan yang merujuk pada PerGub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbunan Sampah Plastik Sekali Pakai dan Pergub Nomor 24 Tahun 2020 Tentang perlindungan terhadap Danau, Mata Air,Sungai dan Laut. Dimana Kegiatan yang dipelopori Kabupaten Karangasem ini tidak hanya melakukan pembersihan sampah di darat saja, namun juga hingga di dasar laut.

Bupati Gede Dana yang dalam kesempatan ini memimpin Kegiatan gerakan pengurangan timbulan sampah plastik di Pantai Amed, Ds. Purwa Kerthi Kec. Abang, sangat antusias. Dimana, Usai kegiatan Dirinya menyampaikan bahwa
program KBS ini bertujuan tidak hanya bersih-bersih sampah melainkan untuk membangun desa, membangun adat dengan gotong royong.

“Saya berharap para koordinator jangan hanya datang secara seremonial saja melainkan dikerjakan secara bersungguh sungguh, ini harus di kawal dengan ketat, kordinator kabupaten harus mengawal program yang tujuannya sangat mulia ini,” Tegas Bupati Gede Dana yang didampingi oleh Kordinator KBS Kabupaten Gede Darmawa dan Sekda Sedana Merta.

Bupati Gede Dana juga menuturkan Program Gubernur Bali ini juga memiliki tujuan yang sangat bagus yaitu mendekatkan masyarakat yang walaupun merantau sejauh apapun untuk ikut kembali membangun kampung halaman. Selain hal tersebut, program ini juga bertujuan untuk memperkuat agama,tradisi budaya yang dimana juga ingin mewujudkan Bali yang bersih dari sampah plastik.

Dalam hal ini Bupati Gede Dana juga berterimakasih kepada para penyelam profesional yang sudah turut serta dalam kegiatan KBS ini,”Kegiatan bersih sampah plastik ini tidak akan sempurna kalau hanya dilaksanakan di darat, oleh karena itu di dasar laut juga harus dibersihkan, saya sangat berterimakasih kepada para penyelam atas semangat dan kinerjanya dalam membersihkan sampah di dasar laut, begitupula dengan seluruh komponen yang turut hadir dan mengikuti kegiatan ini,”Ucap Bupati Gede Dana .

Bupati karangasem selain mendukung juga mengapresiasi program Gubernur bali ini. Dimana dalam kegiatan ini menurunkan seluruh komponen masyarakat, termasuk kalangan pelajar, mahasiswa hingga TNI/Polri. “Ini adalah momentum yang sangat bagus untuk membangkitkan semangat Bali untuk bersih sampah plastik, dan untuk kegiatan ini di Kabupaten Karangasem akan dilaksanakan secara berkelanjutan yaitu setiap 2 minggu sekali dengan lokasi yang berbeda-beda,” Ujar Bupati Gede Dana.

Senada dengan hal tersebut Wabup Artha Dipa juga memimpin kegiatan gerakan pengurangan timbulan sampah plastik di Desa Wisata Tebola, Ds. Tebola Kecamatan Sidemen. “Ini merupakan kegiatan yang sangat bagus, pasti akan terus didukung karna membawa dampak yang sangat positif bila terus dilaksanakan secara berkesinambungan,”Ucap Wabup Artha Dipa seraya memegang capit untuk mengangkat sampah di area saluran air. ( MT – 001)

Gede Dana ; Dalam Ngayah Melayani Masyarakat Harus Dengan Ketulusan Hati

0

Amlapura, MatahariTimur – Bertepatan dengan Rahinan Jagat Sugihan Bali, Bupati Gede Dana hadiri Peresmian Gedung MDA/ Majelis Desa Adat di Kecamatan Bebandem, Jumat 5 November 2021.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Dana mengucapkan selamat atas dibangunnya Gedung Sekretariat untuk MDA Kecamatan Bebandem dan juga mengingatkan agar Desa Adat tetap menjaga kekukuhan dresta adat, melestarikan agama dan budaya Bali.

Para bendesa juga dihimbau agar tidak kehilangan rasa untuk ngayah kepada masyarakat desa. “Baik buruk masyarakat desa, ada pada kendali para bendesa semua. Dalam ngayah harus ada ketulusan hati” imbuhnya.

Gede Dana juga mengatakan bahwa Adat merupakan benteng lestarinya budaya, dan agama di Bali dan berharap MDA semakin semangat dalam mengabdikan diri agar Dresta Bali semakin ajeg dan lestari.

Sejalan dengan Program Pemerintah Provinsi Bali, Pemkab Karangasem juga meminta agar MDA bersama Tim Desa KBS bisa terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan masyarakat untuk menyukseskan Program Desa Kertha Bali Sejahtera.( MT – 001 )

Bupati Karangasem Serahkan Dana Punia Kepada 268 Ida Sulinggih

0

Amlapura, MatahariTimur – Sebanyak 286 Ida Sulinggih mendapat Punia sebesar Rp 1.500.000,- dari Pemerintah Kabupaten Karangasem. Punia diserahkan langsung Bupati Gede Dana secara simbolis kepada 20 Sulinggih se Kabupaten Karangasem melalui acara Paruman Sulinggih Pemkab Karangasem tahun 2021  di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, 5 Nopember 2021. Punia ini telah sesuai dengan SK Bupati Karangasm no 294/HK/2021.

“Ini adalah simbol rasa saling memiliki dan perhatian pemerintah daerah kepada Ida Sulinggih sareng sami.  Semoga berkenan untuk diterima,” ucap Bupati.
Dalam kesempatan itu, Bupati Gede Dana menyampaikan perjuangannya membangun Karangasem. Dirinya tidak ingin hanya membangun fisik saja, namun juga membangun di berbagai bidang Agama dan mental spiritual masyarakat agar nemu kerahayuan jagat.

Ia juga mengatakan, Pemerintah juga telah berjuang mengusahakan langkah sekala niskala agar masyarakat tetap sehat dan terhindar dari badai Pandemi Covid-19. Peran para Sulinggih juga dianggap penting dalam mensosialisasikan Prokes kepada masyarakat utamanya saat menggelar berbagai bentuk upacara yadnya.

“Saya harap dan mohonkan agar Ida Sulinggih tidak bosan dan lelah dalam menuntun umat agar tidak bingung mencari kebenaran isi isi satra Agama yang sesuai dengan kehidupan kita saat ini,” ujarnya.

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Karangasem, I Wayan Witrawan mengatakan , tujuan digelarnya Paruman Sulinggih tahun ini adalah memfasilitasi keinginan para Sulinggih dalam pelaksanaan Upacara Agama Pamilayu Bhumi dan Nangluk Merana saat ditimpa bencana Pandemi Covid-19.

Menindaklanjuti hasil kesepakatan tentang Yadnya Pamilayu Bhumi dan Nangluk Merana yang dilaksanakan oleh peserta rapat yang akan disampaikan kepada semua umat, kemudian bisa dijadikan pedoman oleh umat saat melaksanakan karya/yadnya. Serta meningkatkan pelaksanaan inti sari sastra, Agama dan Sradha Bhakti yang menjadi sarana menuju kerahayuan Alam Semesta.( MT – 001)

Pimpin HLM TPID, Bupati Dana Tegaskan OPD Terkait Supaya Bersungguh – Sungguh

0

Amlapura, MatahariTimur – Dalam rangka memperkuat strategi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kabupaten Karangasem, Bupati Karangasem I Gede Dana yang juga  selaku Ketua TPID Kabupaten Karangasem pimpin  kegiatan rapat High Level Meeting (HLM) TPID yang ke 2 di tahun 2021, Kamis (4/11) bertempat di Wantilan Kontor Bupati Karangasem.

Kegiatan yang bertujuan untuk mecapai keberhasilan pada pelaksanaan pengendalian inflasi daerah tersebut dihadiri Ahli Ekonomi Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Donny H. Heatubun, Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta,Kabag Ops Kompol I Ketut Suartika Adnyana serta seluruh kepala OPD terkait Se- Kabupaten Karangasem.

Dalam acara High Level Meeting (HLM) TPID Bupati Karangasem I Gede Dana mengemukakan bahwa pemerintah melalui  Dinas Perindag Dalam mengantisipasi kelonjakan harga dan menjaga Inflasi di Kabupaten Karangasem menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan telah melaksanakan Pasar Murah di 8 Kecamatan dan mendapat respon positif dari masyarakat.Dirinya juga menerangkan bahwa Untuk mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional melalui peningkatan Peran Digitalisasi UMKM, pemerintah telah membuat Aplikasi “PEKENAN” ( Pemasaran Karangasem Era Baru Prakerti Nadi) sebagai sarana pemasaran secara Online bagi para pelaku UMKM dan IKM di Kabupaten Karangasem sehingga dapat memperluas jaringan pemasaran.

Bupati lanjut mengatakan bahwa terkait dengan pelaksanaan TPID AWARD kepada Bapak Kepala Bank Indonesia dapat membantu agar TPID Kabupaten Karangasem bisa ikut berpartisifasi dalan pelaksanaan TPID AWARD dengan harapan bisa meraih juara. ,”Maka dari itu OPD terkait agar mendukung kegiatan ini, dengan menyiapkan data program unggulan yang dapat membantu mewujudkan keterjangkauan harga, ketersediaan stok, kelancaran distribusi dan menjalin komunikasi yang efektif,” Tegasnya (MT – 001)