23.5 C
Bali
30 Juli 2026
Beranda blog Halaman 29

Dishub Denpasar Pindahkan Pedagang di Terminal Wangaya Ke Pasar Cokroaminoto.

0

Denpasar, MatahariTimur – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar  memindahkan (merelokasi) pedagang yang berjualan di Terminal Wangaya, Jl. Kartini ke Pasar Cokro (eks Tiara Grosir). 23 pedagang dari 113 pedagang belum pindah dan membongkar kios, akhirnya Jumat (28/1) dibongkar dan pedagang dipindah ke Pasar Cokroaminoto.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, Ketut Sriawan, S.E., didampingi Kasatpol PP Kota Denpasar, AAN Bawa Nendra mengatakan, pemindahan pedagang di Terminal Wangaya ke Pasar Cokro kolaborasi gotong royong Dishub Kota Denpasar dengan pedagang, Satpol PP Kota Denpasar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, dan kepolisian. Apa yang menjadi harapan bersama untuk mengembalikan fungsi terminal bisa diwujudkan dengan baik.

”Kami bersama isntansi terkait mengawasi pembongkaran kios yang dilakukan para pedagang yang tetap ingin berjualan di Terminal Wangaya. Sebelum dilakukan pembongkaran kios yang tersisa sudah dilakukan koordinasi, sehingga mereka sendiri membongkar,’’ kata Sriawan.

Sriawan mengungkapkan, relokasi pedagang di Terminal Wangaya sudah diberikan tempat oleh Perumda Pasar Sewakadharma Kota Denpasar di Pasar Cokro, Jl. Cokroaminoto dan para pedagang ingin kembali berjualan. Setelah dilakukan penataan aset difungsikan kembali sebagai Terminal Wangaya, para pedagang akhirnya menyadari dan mengerti.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pedagang dengan sadar membongkar sendiri kiosnya. Manfaatkan ruang dan tempat yang sudah disiapkan Perumda Pasar Sewakadharma sebagai tempat berjualan,’’ ucap Sriawan.

Ditanya jumlah pedagang yang berjualan di Terminal Wangaya, Sriawan menjelaskan, tercatat 113 pedagang. Dari 113 pedagang ternyata 23 pedagang yang tersisa dan belum pindah ke Pasar Cokro. Ke 23 pedagang tersebut masih ingin berjualan di Terminal Wangaya langsung diarahkn berjuaan ke Pasar Cokro agar Terminal Wangaya bisa difungsikan kembali sesuai peruntukan.

“Kami kerjasama dengan pedagang membongkar kios yang belum dibongkar. Kami menyiapkan armada angkutan untuk mengangkut bongkaran kios dan barang dagangan, Namun mereka semua membawa mobil dan kita bersama DLHK membersihkan sampah yang ada,’’ ucapnya.

Sriawan menegaskan, pemindahan  pedagang yang berjualan di Terminal Wangaya adalah batas terakhir, sehingga wajah Kota Denpasar betul-betul bersih dan asri. Sebab, Terimnal Wangaya berada dijantung Kota Denpasar Jl. Kartini arus lalu lintas cukup padat ditata kembali agar bersih, asri dan rindang.

“Terminal Wangaya luasnya 19 are dan kalau sudah bersih difungsikan kembali untuk AKDP (Angkutan Kota Dalam Propinsi jurusan Denpasar-Plaga Badung. Angkutan tersebut masuk ke terminal melayani simpul-simpul transportasi, baik kunjungan ke Pasar Badung  maupun objek wisata yang ada di Kota Denpasar, sehingga fungsi ruang jelas sesuai peruntukannya’’ terang Sriawan.

Disinggung pedagang yang masih berjualan di trotoar dan badan Jl. Kartini dan Jl. Kumba Karna, Sriawan menyatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait menertibkan pedagag tumpah yang ada. ”Setelah Terimnal Wangaya bersih, kita lakukan penataan di Jl. Kartini dan sekitar. Kalau ada pedagang mengganggu arus lalu lintas, kita berkoordinasi dengan adat, kepala lingkungan dan semua stakeholder. Siapa mengkoodinir pedagang dipinggir jalan mengganggu lalu lintas kita koordinasikan dengan instansi terkait,’’ paparnya. ( MT – 001)

Bupati Karangasem Launching AJP Rayon Bandem dan Sidemen Untuk Tingkatkan Layanan Kesehatan

0

AMLAPURA, MatahariTimur – Mobil layanan Antar Jemput Pasien (AJP) yang merupakan program Bupati Karangasem dalam bidang layanan kesehatan, terbukti sangat diminati dan dinikmati manfaatnya oleh masyarakat.

Betapa  tidak dengan layanan mobil AJP tersebut masyarakat yang tinggal di daerah terpencil yang jauh dan kesulitan kendaraan menuju tempat atau fasilitas kesehatan seperti Puskesmas maupun RSUD Karangasem, kini makin dipermudah dengan fasilitas tersebut secara grartis dan dengan layanan maksimaml yang humanis dari petugas AJP.

Melihat hal tersebut, Bupati Karangasem, I Gede Dana terus berupaya memaksimalkan layanan AJP tersebut, salah satunya dengan penambahan armada kendaraan AJP. Dan Selasa (18/1/2022) Bupati Gede Dana didampingi Wakil Bupati, Sekda, Camat Bandem, Camat Sidemen, Prebekel, Kepala Puskesmas, dan koordinator AJP Kecamatan Bandem dan Sidemen, secara resmi meloncing armada AJP untuk beberapa kecamatan yang sebelumnya layanan AJP nya masih bergabung dengan rayon atau kecamatan lain. Loncing kendaraan layanan AJP tersebut dilaksanakan di Puskesmas Bebandem.

Jika sebelumnya layanan AJP  Rayon Sidemen bergabung dengan Rayon Selat, kemudian Rayon Bebandem bergabung dengan Rayon Karangasem, kini Rayon Sidemen dan Bebandem masing-masing sudah memiliki armada AJP sendiri.

“Artinya seluruh Rayon yang ada di seluruh kecamatan di Karangasem sudah memiliki armada layanan AJP masing-masing. Sehingga kami harapkan pelayanan kepada masyarakat yang sedang sakit yang membutuhkan kendaraan menuju Fasilitas Kesehatan (Paskes) atau ke Rumah Sakit bisa maksimal dan seluruh masyarakat yang membutuhkan bisa terlayani dengan baik,” tegas Gede Dana,

Lanjut Bupati I Gede Dana menekankan kepada para Koordinator AJP baik Prebekel, Camat, maupun   Dinas Kesehatan, agar dapat mensosialisasikan dan yang terpenting saling berkoordinasi dengan baik untuk dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga masyarakat khususnya di Kabupaten Karangasem yang memang membutuhkan palayanan ini.

Untuk diketahui, layanan AJP ini merupakan program yang dicetusan oleh Bupati Karangasem, dalam rangka memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat, utamanya yang tinggal di desa terpencil yang mengalami kesulitan kendaraan menuju ke tempat-tempat Faskes. Menyadari topografi dan kondisi masyarakat di Kabupaten Karangasem tersebut, Bupati Gede Dana berjuang guna mewujudkan program tersebut.

Dan saat ini, program tersebut telah terwujud dan mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Saat ini masing-masing rayon di seluruh kecamatan sudah memiliki armada layanan AJP. Dengan demikian  masyarakat yang bembutuhkan kendaraan untuk membawa keluarga atau kerabatnya yang sakit, tinggal menghubungi layanan AJP maka petugas dengan mobil layanan AJP akan datang menjemput kerumah warga bersangkutan. Sementara dalam kesempatan itu, Pemkab Karangasem juga menerima bantuan CSR BPD Karangasem, berupa satu unit Mobil Ambulalnce.

“Nantinya Mobil Ambulance ini terintegrasi dengan AJP dan ini dirasa sangat penting dan sudah dapat di laksanakan, karena diraasakan sangat membantu,” tandasnya. Ini merupakan salah satu program unggulan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Karangasem menuju Karangssem Era Baru yang Pradnyan,Kerthi, Santhi dan Nadi.( MT – 001)

Tingkatkan Layanan Kesehatan Bupati Gede Dana Resmikan Puskesmas Bang 1

0

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem, I Gede Dana, terus berupaya memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kabupaten Karangasem. Selain program mobil Antar Jemput Pasien (AJP) yang manfaatnya sangat dirasakan masyarakat, khususnya warga kurang mampu, saat ini Pemkab Karangasem juga terus berupaya melakukan rehab gedung. Termasuk pembangunan gedung puskesmas baru, meski dengan keterbatasan anggaran.

Salah satu yang paling dinanti masyarakat, adalah pembangunan gedung baru Puskesmas Abang I yang dibangun di lahan seluas 30 Are di Banjar Desa Tista Gede, Desa Tista Kecamatan Abang. Diresmikan langsung oleh Bupati Gede, Puskesmas Abang I yang kini dilengkapi dengan fasilitas rawat inap merupakan jawaban atas penantian puluhan tahun warga Abang.

Peresmian sekaligus Melapas dan Rsi Gana Gedung Puskesmas Abang I, diawali dengan persembahyangan bersama yang dipuput oleh Ida Pedanda Karang Manuaba saking Griya Bungaya. Selanjutnya, ditandai dengan penandatangan prasasti dan pemotongan pita oleh Bupati Gede Dana bersama Wabup Artha Dipa dan didampingi Asisten Administrasi Umum Ida Bagus Putu Swastika serta Kepala Dinas Kesehatan Karangasem dr. I Gusti Bagus Putra Pertama.

Sebelumnya, Puskesmas Abang I sudah berdiri sejak tahun 1976 di Banjar Desa, Abang Kaler, Desa Abang Kecamatan Abang. Saat itu hanya melayani rawat jalan. Lokasinya pun dulu kurang refresentatif dan sempit diatas lahan milik perorangan seluas 13 are. Sehingga tidak bisa memaksimalkan pelayanan. Dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat menuju Karangasem Era Baru di bidang Kesehatan, Pemkab Karangasem bersurat ke Pemprov Bali mengajukan permohonan pinjam pakai lahan milik Pemprov Bali. Lahan tersebut digunakan untuk pembangunan gedung Puskesmas Abang I yang baru.

Permohonan pinjam pakai lahan tersebut langsung disetujui oleh Pemerintah Provinsi Bali. Pemprov Bali memberikan hak guna pakai lahan/tanah sesuai SK Perjanjian Pinjam Pakai antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemerintah Kabupaten Karangasem, nomor 593/1039/UPTD.PBMD tentang Pemanfaatan Tanah Hak Pakai Pemerintah Provinsi Bali yang terletak di Desa Tista Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem.

Setelah disetujui oleh Pemprov Bali, Dinas Kesehatan Karangasem mengajukan anggaran pembangunan ke Pemerintah Pusat. Gayung bersambut, Pemerintah Pusat menyetujui dan mengucurkan Anggaran Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2021 dengan anggaran sebesar Rp 5,6 Miliar. “Anggaran tersebut meliputi Belanja Perencanaan, Belanja Modal Gedung dan Belanja Pengawasan,” tegas Kadis Kesehatan Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama.

Sementara, dalam proses pengadaan barang jasa (tender) kegiatan pelaksanaan pembangunan dimenangkan oleh PT. Alam Indah Anugerah dengan surat perjanjian kontrak, nomor 027/103/SPK/DISKES/2021, tertanggal 08 jul 2021 sebesar Rp 4.840.000.000.

Kadiskes Putra Pertama menegaskan, proses kegiatan pelaksanaan pembangunan Puskesmas Abang I dimulai pada tanggal 12 Juli 2021 sampai dengan 27 Desember 2021 (169 hari kalender). Ini sudah berjalan sesuai perencanaan dan tetap dilakukan pengawasan oleh Konsultan Pengawas CV. Cahya Wedhana. Monitoring dilaksanakan oleh Tim Teknis unsur Dinas PUPR dan Unsur Bappelitbangda, Bagian Pengendali Pembangunan Sekda Karangasem, Inspektur Daerah Kabupaten Karangasem.

“Pembangunan ini juga mendapat pendampingan hukum dari Kejaksaan Negeri Karangasem, sehingga Serah Terima Pembangunan dilaksanakan pada tanggal 24 Desember 2021,” tandasnya sembari menyampaikan terimakasih kepada Kepala Kejaksaan Negeri Karangasem.

Sementara itu, Bupati Karangasem, I Gede Dana sangat mengapresiasi pembangunan dan pengoperasian gedung baru Puskesmas Abang 1 ini. Pihaknya berharap beroperasinya Puskesmas tersebut bisa mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Abang, utamanya layanan rawat inap serta pelayanan medis 24 jam untuk masyarakat. “Dengan demikian, masyarakat di Kecamatan Abang sudah bisa mendapatkan pelayanan medis 24 jam serta layanan kegawatdaruratan hingga layanan rawat inap dengan cepat, tanpa harus jauh-jauh ke RSUD Karangasem,” tegas Gede Dana.

Untuk layanan medis 24 jam dan kegawatdaruratan sudah bisa dinikmati, sedangkan untuk layanan rawat inap, ruangan dan fasilitasnya sudah siap tinggal menunggu registrasi dari Kementrian Kesehatan. Sejak tanggal 2 Januari 2022 Puskesmas Abang I ini sudah mulai memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, namun masih menggunakan alat-alat kesehatan, serta saran prasarana dari puskesmas yang lama. “Nanti kami akan mengupayakan untuk pengadaan kelengkapan alat medisnya dan sarana prasarana untuk menunjang pelayanan Puskesmas Rawat Inap,” imbuh Bupati.

Guna membuat masyarakat merasa nyaman , Bupati juga meminta Kadiskes untuk mengagendakan kunjungan Dokter Spesialis ke Puskesmas Puskesma yang memiliki fasilitas rawat inap. “Saya yakin , para dokter spesialis yang melamar menjadi ASN juga bersedia mengabdikan diri tidak hanya di rumah sakit umum daerah tapi juga di daerah daerah seperti di Puskesmas yang ada di tiap desa,”tutup Bupati Gede Dana.

Setelah dibangunnya gedung baru Puskesmas Abang I, masyarakat Karangasem khususnya Kecamatan Abang, menyampaikan terimakasih atas kepemimpinan Bupati Gede Dana. Karena mampu mewujudkan fasilitas kesehatan yang pro rakyat kecil. Sebab, ini sudah menjadi hal yang dicita-citakan masyarakat sejak puluhan tahun silam “Suksma Pak Bupati, kami bisa lebih dekat dan cepat untuk menerima pelayanan kesehatan,”ungkap salah satu pasien , Ketut Kode asal Desa Kesimpar yang tetap mendapat pelayanan meski Puskesmas Abang sedang ada acara seremonial.

Untuk Diketahui, Puskesma di Karangasem berjumlah 12 Puskesmas, dengan fasilitas rawat jalan sebanyak 6 Puskesmas dan 6 Puskesmas lainnya sudah memiliki fasilitas rawat Inap . Pelayanan rawat inap pada Puskesmas di Karangasem sudah berjalan di hampir seluruh kecamatan kecuali di Kecamatan Bebandem. Diantaranya, Puskesmas Manggis I sudah melayani rawat inap sejak tahun 1986, Puskesmas Sidemen tahun 1994, Puskesmas Selat tahun 2007, Puskesmas Rendang tahun 2008, Puskesmas Kubu I tahun 2014 dan Puskesmas Karangasem II sejak tahun 2010. Kini ditambah Puskesmas Abang I di Wilayah Abang.( MT – 001)

Bupati Gede Dana Tinjau Vaksinasi Booster di Karangasem

0

Amlapura, MatahriTimur – Bupati Gede Dana bersama Forkopimda meninjau pelaksanaan vaksin dosis lanjutan (booster) atau tahap tiga Covid – 19 untuk masyarakat usia 18 tahun keatas, lansia dan kelompok rentan (Comoorbid) , Sabtu (15/1/2022) bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Karangasem.

Di Kabupaten Karangasem kegiatan vaksinasi dimulai dari tanggal 15 januari 2022.
Program ini salah satu bentuk upaya lanjutan dari vaksinasi primer atau dosis penuh bagi 1 kali atau 2 kali suntik tergantung jenis vaksinnya. Vaksinasi booster ialah upaya mengembalikan imunitas dan proteksi klinis yang menurun.

Bupati Gede Dana mengungkapkan, untuk hari ini , target tervaksin sekitaran kurang lebih 50 orang lansia. Jenis vaksin yang digunakan diantaranya astra zeneka, moderna dan pfizer.

“Hari ini saya memantau vaksin yang ketiga, atau booster di Karangasem, Astungkara masyarakat senang banyak yang datang dengan kesadaran tanpa ada iming – iming, tanpa ada hadiah, tanpa ada paksaan,” ucap Bupati.

Bupati mengapresiasi atas antusiasme masyarakat, khususnya para lansia yang hadir untuk divaksin, karena dengan kesadaran tersebut menjadi bentuk kerja sama dengan pemerintah dalam mewujudkan kekebalan kelompok.

Menurut Bupatu Gede Dana, Pemda Karangasem memiliki cukup dosis vaksinasi untuk disebar ke masyarakat sesuai terget sasaran. Sistem yang akan dilakukan adalah door to door yang dilakukan para nakes yang ditempatkan pada Puskesma Desa. Nakes akan mengedukasi dan mencarai para lansia rentan yang sudah memenuhi kriteria untuk divaksin booster.

Bupati mengajak agar masyarakat yang belum divaksin untuk segera mengikuti vaksinasi tahap ketiga, terutama bagi lansia. Bagi keluarga yang punya orang tua diharapkan dengan sukarela untuk mengantarnya ke sarana vaksinasi.

“Kami sudah melaksanakan dari tahap pertama, mungkin saat pertama masih banyak kendala permasalahan dan kekurangan, saat kedua disempurnakan, ketiga semoga lebih baik dan tidak ada kendala berarti,” harapnya.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk segera divaksin karena gratis. Vaksin ini bukan hanya untuk kesehatan diri sendiri, tapi untuk kesehatan kita semua. Masyarakat yang punya orang tuam ayok dianter,” imbuhnya.

Diketahui, vaksin penguat atau booster ini bisa diberikan kepada lansia tanpa melihat kriteria cakupan vaksinasi suatu daerah. Hanya saja, calon penerima diharuskan sudah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap lebih dari enam bulan sebelumnya. (MT – 001))

Bupati Dana: mitigasi Adalah Langkah Baik Dalam Menekan Kerugian Pasca Bencana.

0

Amlapura, MatahariTimur – Mitigasi  bencana merupakan langkah penting untuk menekan kerugian pasca bencana. Hal ini diungkapkan Bupati Gede Dana dihadapan para pemuda KMHDI Karangasem dalam acara pembukaan Sabha ke V PC. KMHDI ( Pimpinan Cabang Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia ) , Sabtu (!5/1/2022) di Aula Sabha Widya Praja Disdikpora Kabupaten Karangasem. Pembukaan Sabha PC KMHDI ini diisi dengan Seminar Mitigasi Bencana mengambil tema “Mahasiswa Penggerak  Karangasem Tanggap Bencana”.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gede Dana meminta para pemuda khususnya KMHDI tetap bersinergi dengan pemerintah untuk melakukan mitigasi, mulai dengan langkah sederhana seperti memberitahu bahwa _”Sing Dadi Kene, Yen Kene, Kene Dadina”_ (Tidak boleh begini, jika begini, begini jadinya*red).  Atau dengan kata lain jika kita melakukan hal yang menimbulkan potensi besar terjadinya bencana seperti membuang sampah sembarangan, menghabiskan hutan maka sudah pasti akan menyebabkan bencana seperti banjir dan tanah longsor.

Bupati  juga mengungkapkan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada para pemuda yang telah bergerak bersama pemerintah membantu masyarakat Karangasem saat tertimpa bencana.

“Saya sangat mengapresiasi para pemuda yang telah membantu masyarakat Karangasem yang tertimpa bencana baik bencana alam maupun bencana non alam seperti Covid-19.” ucapnya.

Gede Dana juga menambahkan,  mitigasi merupakan langkah yang lebih baik dalam menekan kerugian pasca bencana. Sebab dengan mitigasi bencana yang berpotensi terjadi di suatu tempat dapat diminimalisir dampaknya maupun dicegah kerusakannya yang lebih parah.

Diakhir sambutan, Gede Dana mengajak seluruh pemuda Karangasem untuk tidak pernah takut juga untuk menyuarakan saran, masukan, bahkan kritik ke Pemerintah sebab pemuda memiliki daya serap dan kepekaan yang tinggi terhadap isu-isu yang terjadi di masyarakat.

“Jangan pernah takut atau malu memberikan kritik, saran, dan masukan bersama kami. Karena, hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor kemajuan pembangunan Karangasem,” tambahnya.

Ketua PC KMHDI Karangasem Putri Cahyaningsih mengatakan, pelaksanaan Sabha ke V ini disinkronkan dengan pelaksanaan seminar mitigasi bencana mengingat Karangasem merupakan wilayah yang rawan bencana dan sekaligus memberikan pemahaman lebih kepada para pemuda untuk lebih tanggap bencana khususnya dalam hal mitigasi.

“Sabha merupakan tingkat musyawarah tertinggi dalam cabang, dan dalam kesempatan ini bersamaan dengan sabha juga dilaksanakan seminar mitigasi bencana untuk mengajak semua pemuda melek terhadap pencegahan bencana,” ucapnya. ( MT – 001)

Tinjau Pameran IKM Bali Bangkit, Presiden Apresiasi Produk Pengrajin Bali

0

Denpasar, MatahariTimur – Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi terhadap produk yang dihasilkan oleh para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Provinsi Bali. Presiden menilai produk yang dihasilkan oleh IKM Bali memiliki kualitas yang sangat baik.

“Saya sangat menghargai pameran ini. Kita bisa melihat secara jelas betapa karya-karya, desain dari IKM-IKM di Provinsi Bali sangat, sangat memiliki kualitas yang sangat baik,” ujar Presiden dalam keterangannya seusai meninjau Pameran IKM Bali Bangkit di Taman Werdhi Budaya Art Centre, Denpasar pada Senin, 27 Desember 2021.

Dalam pameran tersebut, terdapat sekitar 35 pelaku IKM di Provinsi Bali yang memamerkan beragam produk seperti kain tradisional, kerajinan rakyat, perhiasan tradisional, furnitur, dan produk seni unggulan lainnya. Tampak Presiden Jokowi meninjau dan berbincang dengan beberapa pelaku IKM di antaranya adalah pengrajin kursi, kain tenun, serta lukisan.

Selama peninjauan, Presiden Jokowi tampak dipandu oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Ni Luh Putu Putri Suastini Koster.

Presiden berharap produk-produk yang dihasilkan oleh para pelaku IKM tersebut dapat dipilih dan dijadikan suvenir saat perhelatan G20 yang akan dilaksanakan di Bali pada 2022.

“Kita harapkan ini nanti akan kita tunjukkan kepada dunia saat G20 ditambah dengan produk-produk yang akan kita seleksi dari provinsi-provinsi yang lain,” ungkap Presiden.

Turut mendampingi Presiden saat meninjau pameran tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Bali I Wayan Koster.(MT-001)

Ketatnya Recofusing Anggaran Tak Surutkan Langkah Gede Dana Membangun Karangasem.

0

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem Gede Dana Meresmikan ruas jalan akses dari Pura Puseh menuju Pura Dalem di Banjar adat Linggawana Desa Kerthamandala Kecamatan Abang ditandai dengan pemotongan pita. pada hari Senin, 27 Desember 2021.

Pengerjaan yang dikerjakan dibawah rekanan CV Dharma Jati Karya, dengan alokasi sumber dana tahun anggaran 2021, berjumlah Rp.870.000.000,00,- dan lama pengerjaan kurang lebih selama 120 Hari, dengan panjang ruas jalan sepanjang 625 meter dan penyelesaiannya sesuai target.

Menurut Bupati Gede Dana ketatnya Recofusing anggaran akibat Pandemi, tidak menyurutkan perjuannya dalam mempertahankan anggaran perbaikan infrastruktur di beberapa titik Vital tak terkecuali infrastuktur bagi masyarakat yang hidup pelosok desa seperti salah satunya di Banjar Adat Linggawana Desa Kerthamandala Kec. Abang.

“Pada hari ini saya meresmikan penggunaan jalan dari Linggawana menuju Pura Dalem, karena ini aspirasi masyarakat dari dulu dari semenjak saya menjabat DPRD masyarakat Linggawana yang sudah terpinggirkan malah akses jalannya terganggu. Jalan ini juga merupakan salah satu akses penting bagi warga sekitar yang berprofesi sebagai petani sekaligus akses utama menuju Pura Dalem dan semoga bisa bermanfaat dan berguna untuk masyarakat”, ujar Gede Dana.

Sementara itu Perbekel Desa Kertha Mandala Made Oka Dharma Pranata, sangat bersyukur dan berterimakasih dengan telah diresmikannya jalan ini.
“Kami mewakili masyarakat kami mengapresiasi dan mengucapkan termakasih yang sebesar besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem terutama kepada Bapak Bupati yang sudah memberikan akses jalan dari Pura Puseh menuju Pura Dalem, dan mudah- mudahan jalan ini bermanfaat untuk masyarakat kami” Ucapnya.
( MT – 001)

Terpilih Secara Aklamasi, Gede Dana Siap Kembangkan KKI

0

Denpasar, MatahariTimur.com – Gelaran Musyawarah KKI Provinsi Bali 2021 yang digelar di Gedung Wanita Santhi Graha, Jl. PB Sudirman, Denpasar pada Minggu (26/12/2021) secara mengejutkan melahirkan Nahkoda baru bagi Kushin Ryu Karate-Do Indonesia (KKI) Bali.

Adalah sosok I Gede Dana, SPd, M.Si yang cukup mengejutkan, didaulat memimpin KKI Provinsi Bali untuk periode 2022-2026. Gede Dana yang merupakan Bupati Karangasem asal Desa Datah dan juga selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem ini rupanya memang merupakan Karateka Karangasem pada era 70-80an. Walaupun sudah tidak mengikuti kegiatan karate secara aktif karena kesibukannya selama menjadi Ketua DPRD dan kini menjadi Bupati Karangasem, namun sosok Bupati yang ramah dan low profile ini mengaku tetap mengikuti perkembangan per-karate-an, khususnya di Karangasem.

“Walaupun sudah cukup lama tidak aktif (menjadi karateka : red), saya tetap mengikuti perkembangan KKI di Karangasem. Saya senang membaca dan mengikuti perkembangan berita tentang kejuaraan dan event karate di Bali, terutama Karangasem” ujarnya.

Agenda Musprov KKI Bali kali ini utamanya diisi dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban Pengurus periode sebelumnya yang dipimpin oleh Anak Agung Ngurah Mahendra selama dua kali berturut-turut sejak 2011-2016 dan 2016-2021 dan Pemilihan Ketua Umum KKI Bali periode 2021-2025.

Dari 9 Kabupaten/Kota secara keseluruhan menerima Laporan Pertanggungjawaban Pengurus 2016-2021 tanpa ada catatan, sekaligus juga pengurus Kabupaten/Kota dalam pandangan umum masing-masing mengusulkan Gede Dana sebagai calon Ketum KKI Bali.

Alhasil, sebagai keputusan Musprov ini dilahirkan poin-poin putusan, pertama memberikan apresiasi dan menerima dengan sepenuhnya tanpa catatan pertanggungjawaban pengurus KKI Bali periode 2016-2021. Kedua, menetapkan usulan pengurus kabupaten/kota secara aklamasi yaitu memilih Bapak I Gede Dana, S.Pd, M.Si sebagai Ketua Umum KKI Provinsi Bali, I Wayan Ariana, SH sebagai Ketua Dewan Guru serta Dr. R. Ardi Ganggas, SE, M.OR sebagai Ketua Majelis Sabuk Hitam.

Dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai Ketum secara aklamasi, Gede Dana menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin KKI Bali lima tahun ke depan. “Saya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan senior KKI, pengurus KKI Kabupaten/Kota dan seluruh anggota KKI Bali yang memilih saya selaku Ketua Umum. Saya siap mengemban kepercayaan ini dan akan serius memimpin organisasi ini. Harapan saya agar olah raga ini dapat berkembang hingga ke desa, bukan hanya dari segi prestasi namun juga pengembangan dari segi kuantitas yakni membumikan KKI di seluruh lapisan masyarakat sampai ke pelosok-pelosok” ungkapnya menutup gelaran Musyawarah KKI Provinsi Bali.( MT – 001 )

BAP Tambahan Kasus Pencabulan Bocah di Kaltim Dilakukan di Bali, Advokat Ipung Beber Alasannya

0

Denpasar, MatahariTimur – Dugaan pencabulan terhadap anak berumur 9 tahun yang diduga dilakukan kakek tirinya telah ditangani Polda Kalimantan Timur (Kaltim) masih terus bergulir dan mencuat kembali. Bahkan tersangka saat ini sudah mendekam di bilik sel tahanan Polda Kaltim. 

Menurut Siti Sapura atau akrab disapa Ipung selaku kuasa hukum korban saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus ini mengatakan bahwa kasus ini sebenarnya berkasnya sudah sampai di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim. “Berkas awal sudah masuk ke Kejaksaan tapi kembali lagi ke penyidik karena masih ada petunjuk jaksa yang harus dipenuhi oleh penyidik,” kata Ipung kepada beberapa awak media. Kamis (23/12).

Ipung membeberkan, ada beberapa petunjuk jaksa yang harus dipenuhi penyidik. Salah satunya adalah meminta keterangan anak korban terkait dimana peristiwa yang dialami anak korban terjadi atau dimana saja selain di kamar ibu korban. 

“Atas petunjuk itu, tim penyidik Polda Kaltim lalu melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap anak korban. Menariknya lagi, pemeriksaan atau proses BAP terhadap korban, bukan di lakukan di Balikpapan tetapi di Bali,” ungkap Ipung.

Menurut Ipung, proses BAP terhadap anak korban dilakukan di Bali dengan alasan keamanan.”Korban dan juga ibu kandung korban merasa sudah tidak nyaman berada di Balikpapan sehingga proses BAP dilakukan di Bali,” jelas Ipung. 

Dikatakannya, pengambilan keterangan terhadap anak korban dilakukan pada hari Rabu 22 Desember 2021.” Yang jelas di Bali, soal tempat mohon maaf saya tidak bisa memberi tahukan kepada publik karena ini menyangkut keamanan baik korban maupun ibu korban,” tegas Ipung. 

Sementara soal isi petunjuk jaksa, Ipung mengatakan, Jaksa meminta agar penyidik memeriksa anak korban adalah seputar kapan dan dimana kejadian pesetubuhan dan pencabulan yang dilalami oleh anak korban. 

“Anak korban menerangkan bahwa peristiwa pertama terjadi di kamar ibu kandungnya pada saat ibunya tidak ada di rumah itu, karena pelakulah yang mengantar korban sekolah saat ibu korban ada ke luar kota sekitar bulan Februari. Saat itu menurut keterangan korban bahwa ibunya sedang tidak ada di rumah dan saat itu menurut anak korban dia disetubuhi oleh pelaku;”’ujar Ipung. 

Sedangkan untuk pencabulannya, kata Ipung, korban saat diperiksa penyidik mengatakan sudah di mulai dari bulan Januari 2020. Di peristiwa ini, kata  korban dia telah dicabuli berkali – kali di saat korban ingin mandi karena pelakulah yang memandikan korban.
“Menurut pengakuan korban, peristiwa pencabulan ini juga terjadi lagi di toko milik pelaku dan di dalam mobil milik tersangka saat mengantar ibu kandung korban untuk melahirkan adik korban dari suaminya yang sekarang,” jelas Ipung. 

Namun kata Ipung, ada satu petunjuk jaksa yang kemungkinan tidak akan dipenuhi oleh penyidik. Yaitu soal penyitaan terhadap Handphone (Hp) milik ibu korban. Memang dalam Hp ibu korban itu ada rekaman suaramu korban waktu pertama kali menceritakan kelakuan bejad pelaku. 

“Memang dalam Hp itu ada rekaman yang dijadikan bukti, tapi saya sebagai kuasa hukum korban keberatan kalau Hp itu harus sita karena rekaman suara yang ada dalam Hp itu sudah dipindahkan ke flasdisk dan sudah diserah ke penyidik polisi,” tegas pengacara yang juga aktivis anak dan perempuan. 

Atas petunjuk Jaksa ini, Ipung menilai adalah sesuatu yang tidak masuk akal. “Harusnya itu yang disita Hp milik pelaku atau tersangka, siapa tahu dalam Hp itu ada jejak digital bahwa ada korban lain atau pernah melakukan hal yang sama terhadap orang lain,” kata ipung. 

Tapi jika jaksa tidak percaya atau ingin menguji keaslian dari suara yang ada dalam flasdisk itu, maka Ipung mengatakan dirinya siap merekomendasikan saksi ahli untuk melakukan pemeriksaan keaslian suara tersebut.

Dan saat ini Ipung membawa anak korban dan ibu nya ke bali karena pasca tersangka di tahan ibu korban merasa tidak aman berada di Balikpapan. “Sejak tersangka di tahan, ibu korban kerap menerima telpon gelap dan banyak orang / organisasi menghubungi ibu korban untuk bertemu atau ingin memberi bantuan hukum yang sebenarnya sudah tidak di butuhkan oleh ibu korban saat ini”, ujar Ipung.

Karena hal inilah ibu korban menghubungi ipung selaku kuasa hukum nya untuk meminta perlindungan demi keamanan korban dan keluarga. Ipung mengatakan bahwa saat ini anak korban dan juga ibu korban sedang berada di Bali. Keduanya berada di Bali sejak polisi menahan tersangka. Korban dan juga ibu korban meminta perlindungan demi keamanan.( MT – 001)

Gede Dana : Hari Ibu Dirayakan Sebagai Bentuk Penghargaan Kepada Kaum Perempuan

0

Amlapura, MatahariTimur – Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-93 yang jatuh pada tanggal 22/12/2021 yang mengusung tema Perempuan Berdaya Indonesia Maju, Pemerintah Kabupaten Karangasem melakukan Upacara peringatan yang di pimpin langsung Bupati Karangasem I Gede Dana bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati Karangasem.

Dalam momen hari Ibu tersebut, Bupati I Gede Dana juga menyerahkan bingkisan secara simbolis dari CSR Bank BPD Bali cabang Karangasem kepada 2 orang veteran atas nama Ni Nyoman Toya dan Ni Nyoman Sukerti, kepada 2 orang anak yatim piatu dikarenakan terpapar covid 19 atas nama I Wayan Wilyana Agustian Dika dan Ni Ketut Witya Anggeswari serta dilanjutkan dengan penyerahan pakaian sekolah secara simbolis kepada siswa atas nama I Kedek Yuda Aditya dan Niluh Ayu Sutiantini, selain penyerahan tersebut Bupati I Gede Dana Juga menyerahkan penghargaan kepada para pemenang kejuaraan lomba baca puisi dalam rangka hari ibu yang ke-93

Dalam sambutannya Bupati Karangasem mengatakan Peringatan Hari Ibu kita rayakan setiap tahunnya sebagai bentuk penghargaan kepada perjuangan perempuan Indonesia dari masa ke masa.sedangkan menginjak jaman yang moderen ini Bupati juga berharap supaya para ibu yang berada khususnya di Kabupaten Karangasem agar betul betul menjadi ibu kepada anak anaknya. Karena para ibu-ibu inilah akan membangkitkan karangasem, para generasi penerus kita adalah berasal dari seluruh ibu.

Bupati lanjut mengatakan bahwa di situasi pandemi covid 19 seperti sekarang ini menempatkan perempuan di situasi yang lebih rentan, dimana tertuang dalah hasil survei bahwa covid 19 telah memperparah kerentanan ekonomi perempuan dan kesetaraan gender. Oleh karenanya, aksi kolaboratif dan sinergi dalam mewujudkan kesetaraan gender harus dilakukan antar komponen dalam menyiapkan generasi yang lebih baik dan berkualitas untuk mewujudkan “Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Kabupaten Karangasem”

Bupati juga mengharapkan supaya para ibu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah dan juga dari para suaminya, “jujur saya ucapkan bahwa , anak anak bisa pintar bisa maju ya karna berkat seorang ibu yang mendidiknya dan oleh sebab itu kami memberikan hormat yang setinggi tingginya kepada seluruh ibu,”Ucap Gede Dana.

Terkait para anak yang di tinggal orang tuanya/ ditinggal ibunya, Gede Dana mengatakan bahwa pemerintah Karangasem akan berusaha untuk mendorong bahkan akan mengusahakan yang terbaik bagi anak tersebut, misalnya mencarikan dan mengusahakan untuk beasiswa minimal sampai SMA, ” karena bagaimanapun anak anak yang ditinggal adalah korban dari bencana alam, pemerintah mempunyai kewajiban untuk membantunya,”imbuh Bupati.( MT -001)