28.6 C
Bali
2 November 2026
Beranda blog Halaman 29

Pemkab Karangasem Terima Penghargaan PDM Terbaik Kanreg X BKN Award Tahun 2021

Amlapura, MatahariTimur – Di masa kepemimpinan Bupati Gede Dana, Pemerintah Kabupaten Karangasem menerima Penghargaan Pengelolaan Layanan Pemutakhiran Data Mandiri (PDM) dengan Capaian Tertinggi Kedua dari Kantor Regional X BKN Denpasar.

Piagam Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Regional X BKM Denpasar , Paulus Dwi Laksono Haryono kepada Bupati Karangasem I Gede Dana didampingi Sekda I Ketut Sedana Merta dan Kepala BPKSDM I Komang Agus Sukasena bertempat di Ruang Rapat Bupati Karangasem, Kamis (17/02/2022).

Penghargaan ini diberikan sebagai wujud apresiasi kepada instansi daerah atas kinerjanya dalam layanan kepegawaian kurun waktu Juni 2021 – Desember 2021 di wilayah kerja Kanreg X BKN Denpasar.

Dwi Laksono yang baru saja menjabat sebagai Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar sejak Desember 2021 lalu, mengucapkan terimakasih atas dukungan Bupati Karangasem. Melalui komitmennya, Pemkab Karangasem berhasil meningkatkan pengelolaan manajemen SDM dan Kepegawaian melalui BPKSDM Karangasem. Sebagai bentuk sinergitas, pihaknya juga siap membuka diri dan berkomitmen saling berbagi informasi serta penyelesaian persoalan terkait kepegawaian. Hal ini juga dianggapnya sebagai cara memperoleh bahan evaluasi diri agar dapat memberikan pelayanan terbaik untuk daerah. 

Bupati Gede Dana mengapresiasi kepercayaan dari BKN yang telah memilih Pemkab Karangasem sebagai salah satu penerima penghargaan. Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari peran serta Pimpinan dan seluruh OPD yang ada di Kabupaten Karangasem. “Harapannya ini dapat menjadi penyemangat bagi kita semua khususnya BPKSDM Karangasem untuk terus meningkatkan pelayanan kepegawaian,” ujarnya.

Kehadiran BKN juga diharapkan nantinya memberikan angin segar terhadap beberapa persoalan kepegawaian yang  dihadapi. Salah satunya masih kurangnya ASN khususnya tenaga teknis, kesehatan dan guru. Mengingat mulai tahun 2023 keberadaan tenaga honorer dan kontrak akan ditiadakan. Meski akan dibuka penerimaan pegawai PPPK, tentu jumlahnya tidak seberapa dibandingkan dengan kebutuhan daerah. Selain itu,  Bupati juga memohon arahan, bimbingan agar sistem pendataan ASN di Kabupaten Karangasem konkrit. ( MT – 001)

Bupati Gede Dana Lantik 134 Pejabat, Diantaranya Jabatan Administrasi, JPT Pratama dan Jabatan Fungsional

Amlapura, MatahariTimur – Bertepatan dengan Hari Raya Purnama Sasih Kesanga, Bupati Karangasem I Gede Dana melantik Aparatur Sipil Negara (ASN) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dan Pejabat Administrasi serta Fungsional di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Selasa 15 Februari 2022. Pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan ini disaksikan oleh Wabup Artha Dipa dan Sekda Sedana Merta.

Sebanyak 2 orang JPT Pratama , 126 Jabatan Administrasi termasuk 9 orang yang dikukuhkan karena mengalami perubahan struktur dan nomenklatur.  Kemudiam sebanyak 6 orang Pejabat Fungsional juga diangkat untuk pertama kali dalam jabatan guru. Bupati menyampaikan, pelantikan tersebut merupakan penyederhanaan birokrasi melalui penyetaraan jabatan struktural ke jabatan fungsional serta penggabungan 7 (tujuh) perangkat daerah.

Hal tersebut sejalan dengan terbitnya rekomendasi hasil uji kompetensi PPT Pratama dari KASN Nomor B-4610/KASN/12/2021. Serta Surat Gubernur Bali Nomor R.10.821/902/MP/BPKASDM tentang pengisian Jabatan Inspektur Daerah dan Inspektur Pembantu, SK Mendagri nomor 821.22-138 tahun 2022 tentang pengangkatan dan pemberhentian Pejabat JPT dan JA pada Disduk Capil Karangasem.

Bupati menjelaskan hal ini juga disesuaikan dengan instruksi Presiden yang menghendaki adanya perubahan konkrit dalam reformasi birokrasi melalui penyederhanaan birokrasi melalui penggabungan beberapa Perangkat Daerah serta penyetaraan jabatan agar lebih efektif dan efesien. “Disamping itu saya juga mengambil kebijakan terkait penyetaraan jabatan yang telah dilaksanakan, dalam upaya penyelarasan sehingga ada kesesuaian antara pengalaman tugas dan atau latar belakang pendidikan dengan jabatan fungsional yang diemban,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati juga mengingatkan, pejabat baru yang dilantik, untuk terus meningkatkan kemampuan diri dan semangat berprestasi dalam bekerja melayani masyarakat. Mengupayakan penyempurnaan dan perbaikan kinerja yang semakin efektif dan efisien, menumbuhkan rasa tanggung jawab dan professionalisme, berdedikasi yang tinggi, serta penuh loyalitas. “Saya percaya bahwa dengan kemampuan yang Saudara-saudara miliki, tentunya akan relatif mudah bagi Saudara untuk memahami dan menjalankan tugas dalam jabatan masing-masing,” ujarnya.

Bupati Dana juga mengungkapkan akan terus memantau dan mengevaluasi proses kerja dan kinerja ASN dalam menjalankan tugas jabatan masing – masing. Hasil evaluasi ini , akan menjadi catatan pimpinan untuk bahan pertimbangan karir ASN selanjutnya. “Selamat menjalankan tugas sesuai jabatan yang diamanahkan dan bekerja dengan tulus, lurus dan fokus untuk membangun Karangasem Era Baru yang Pradnyan, Kertha , Santi dan Nadi,” tutupnya.

Sementara itu, seusai acara, Kepala BPKSDM I Komang Agus Sukasena menyampaikan,sesuai keputusan Bupati Karangasem Nomor 129/HK/2022 tanggal 15 Februari 2022 tentang mutasi JPT Pratama di Lingkungan Pemkab Karangasem, beberapa jabatan kosong karena pimpinannya telah memasuki masa pensiun kini telah terisi. Diantaranya, Kepala RSUD kini dijabat oleh dr. I Gede Yuliasena, Kepala Disdukcapil dijabat oleh Drs. Made Kusuma Negara, sedangkan Kepala Inspektur Daerah Kabupaten Karangasem, sebelumnya, Drs. I Wayan Sudarsana sesuai SK kini menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Karangasem.( MT – 001)

Antisipasi Lonjakan Omicron, Pemprov Bali Lakukan Konversi BOR RS Covid – 19 di Bali

0

Antisipasi Lonjakan Omicron, Pemprov Bali Lakukan Konversi BOR RS Covid – 19 di Bali
Denpasar, MatahariTimur – Angka kasus Covid – 19 di Bali belakangan ini kian menunjukkan peningkatan.  Hal ini menyusul semakin meluasnya penyebaran virus corona varian Omicron. Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bali pun mengambil tindakan pencegahan dengan melaksanakan penambahan – penambahan (konversi) layanan kesehatan. Sehingga bisa memberikan penanganan yang cepat dan bisa melayani pasien konfirmasi positif Covid – 19, terutama bagi pasien dengan status gejala sedang dan berat.

Penegasan tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Made Rentin dalam siaran persnya, Sabtu (12/2).

“Merespons trend lonjakan kasus konfirmasi positif COVID-19, kami akan segera melaksanakan  konversi layanan. Ditargetkan lebih dari 40 Persen, mencakup konversi tempat tidur, penambahan alat, dan tenaga kesehatan,” ujar Made Rentin dalam siaran tersebut.

Made Rentin yang juga menjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali ini tak menampik jika memperhatikan perbandingan tingkat hunian dengan BOR (Bed Occupancy Rate) memang terlihat tinggi. Namun hal itu karena tempat tidur yang dialokasikan untuk COVID-19 belum maksimal (masih rendah) sesuai direncanakan, sehingga perlu ditambahkan dalam waktu waktu dekat.

“Jika melihat kondisi puncak kasus COVID-19 tahun lalu (varian Delta), saat itu total kapasitas tempat tidur yang disiapkan sekitar 3.052 (2.705 + 347), dan untuk saat ini baru tersedia 2.524 (2.282 + 242). Dikarenakan sebelumnya ada beberapa yang dikembalikan ke status untuk pelayanan pasien umum atau menyesuaikan kebutuhan masing – masing RS. Nah ini yang akan segera kami lengkapi kembali, masih ada potensi konversi sekitar 528 (400 + 128) tempat tidur. Dan akan ditambahkan kembali, dengan memperhatikan evaluasi perkembangan situasi dan kondisi dilapangan,” urai Kalaksa Made Rentin.

Lebih jauh, dirinya mengingatkan kasus terkonfirmasi ringan dan tanpa gejala, dikategorikan sebagai pasien yang tidak harus dirawat di rumah sakit, yaitu pasien dengan kriteria saturasi oksigen di atas 95%, tidak ada sesak, dan tidak ada komorbid.

“Dihimbau pasien dengan kriteria tersebut untuk tidak dirawat di rumah sakit, sehingga memberikan peluang bagi pasien dengan kategori sedang dan berat disertai komorbid, untuk  mendapat perawatan yang lebih intens di rumah sakit,” tandasnya.

Meski cukup tinggi, persentase BOR RS Covid-19 di Bali masih berada di bawah standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang sebesar 60%. Sesuai data per hari Sabtu (12/2) BOR ICU terisi sekitar 41,35% dan BOR Non ICU terisi 50,89%, dari jumlah total yang disiapkan.( MT – 001)

Permintaan Layanan AJP Meningkat, Bupati Gede Dana Siap Tambah Armada dan Personil

AMLAPURA, MatahariTimur – Bupati Karangasem, I Gede Dana sangat mengapresiasi layanan  Mobil Antar Jemput Pasien (AJP) rayon Abang. Hal tersebut diungkapkan Gede Dana saat melakukan pemantauan dan pengecekan aktifitas dan sistim kerja mobil layanan AJP, sekaligus memantau aktifitas di Puskesmas Abang 1, di Desa Tista, Kecamatan Abang, Karabgasem, Kamis (10/2/2022).

Dari pengecekan yang dilakukannya tersebut, dalam sehari saat permintaan layanan dari masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk antar jemput bagi keluarga mereka yang sakit, dalam seharinya bisa mencapai 18 hingga 20 kali permintaan layanan.

“Pernah dalam sehari itu sampai ada 20 kali layanan aJP. Ini menunjukan jika program layanan  kesehatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Gede Dana. Kalau ditotal seluruh rayon, dalam sehari bisa lebih dari 80 permintaan layanan AJP yang diberikan petugas di lapangan untuk masyarakat.

Dalam kesempatan itu  Gede Dana juga sempat mengecek kondisi armada mobil AJP yang ada di rayon Abang. Dikatakannya kondisi serta kelayakan mobil cukup bagus, selain itu dalam kabin mobil juga sudah ada beberapa perlengkapan pendukung yang dibutuhkan, utamanya Hand Sanitizer dan masker.

“Tadi saya juga mengecek administrasinya. Sangat rapi dan semua permintaan layanan tercatat dengan rapi. Dari mana kemana semua tercatat. Ini bagus dan kalau bisa agar terus dipertahankan seperti ini,” tandasnya.
Untuk jumlah armada, menurutnya untuk rayon Abang sejauh ini masih mencukupi.
“Jika nantinya permintaan layanan terus mengalami peningkatan, nanti kami akan tambah mobil dan personilnya. Kami sudah hitung kebutuhannya berapa,” kata Gede Dana, sembari menyebutkan di Kecamatan Kubu sudah ditambah satu armada lagi.

Sementara untuk di Rayon Karangasem yang masih kekurangan mobil AJP, pihaknya juga sudah menganggarkan untuk penambahan armada. “Bagi saya inilah layanan dasar kesehatan yang sebenarnya,” lontarnya.( MT – 001)

Bupati Gede Dana Gerak Cepat Sediakan Tempat Isoter, Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

AMLAPURA, MatahariTimur – Guna mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Karangasem, Bupati Karangasem, I Gede Dana bergerak cepat melakukan langkah-langkah strategis guna menekan penularan atau penambahan kasus Covid-19 di Bumi Lahar Karangasem.

Bersama Wakil Bupati Wayan Arta Dipa, Ketua DPRD Karangasem Wayan Swastika, Sekda Karangasem dan anggota Forkopimda Karangasem, melakukan pengecekan sejumlah hotel yang ada di beberapa tempat di Karangasem Rabu (9/2/2021) yang nantinya akan dipergunakan sebagai tempat Isolasi Terpusat (Isoter).

Hotel pertama yang dicek adalah Hotel Villa Taman Surgawi, Ujung Karangasem. dimana dari hasil pengecekan tersebut dipastikan hotel tersebut siap dan bisa dipergunakan sebagai tempat Isoter. “Dari hasil pengecekan disini ada sebanyak 30 kamar dengan 61 bed yang bisa dipergunakan sebagai Isoter. Nanti kita akan mengecek hotel lainnya,” tegas Bupati Gede Dana.

Ditegaskannya, kendati memang kasus Covid-19 di Kabupaten Karangasem mengalami peningkatan, namun dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Bali, jumlah kasus di Karangasem jauh masih rendah. Namun demikian sesuai dengan intruksi dan arahan dari Gubernur Bali, pihaknya bergerak cepat dengan mencari dan menyiapkan sesegera mungkin tempat Isolasi Terpusat.

“Ini untuk jaga-jaga atau antisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Karangasem. Berbagai upaya telah kami lakukan dan kami bergerak cepat agar kasus Covid-19 tidak makin bertambah,” tandasnya.

Testing dan Tracing tetap dilakukan selain pula terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap mentaati Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat, dengan mencuci tangan datau menggunakan Hand Sanitizer, mengenakan masker dan menghindari atau tidak membuat kerumunan.

Lokasi tempat Isoter kedua yang di cek adalah villa Bayshore yang berlokasi di Jalan Raya Sengkidu, Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, dimana di hotel ini memiliki 21 kamar dengan 27 bed. Masih di lokasi yang sama Bupati bersama Forkopimda juga mengecek villa Sea Brezze di Banjar Mendira, Desa Sengkidu, yang mana di hotel ini tersedia sebanyak 12 kamar dengan 12 bed berukuran besar.

“Apabila tempat Isoter yang saat ini sudah ada di SKB Jasri mengalami over capacity maka akan di alihkan ke tempat-tempat Isoter yang telah di siapkan di 12 titik di Karangasem,” tuntasnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, kepada awak media menyampaikan, memang saat ini kasus Covid-19 mengalami kenaikan, tidak hanya di Kabupaten Karangasem, namun hampir di seliuruh Indonesia menghalami peningkatan.

“Kalau dilihat dari tanda-tanda dan gejala klinisnya, Covid-19 yang merebak saat ini, termasuk yang ditemukan di Karangasem ini mengarah ke varian Omicron,” sebut Putra Pertama. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, salah satunya mengenakan masker dan menghindari kerumunan.

Selain itu, pihaknya juga memnghibau kepada masyarakat untuk segera ikut vaksinasi bosster bagi yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua dengan rentang waktu enam bulan dari dosis kedua.( MT – 001)

Wagub Cok Ace Ajak Jajaran PHRI Rumuskan Konsep Masa Depan Pariwisata Bali

0

Denpasar, MatahariTimur – Wakil Gubernur Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) yang juga selaku Ketua BPD PHRI Provinsi Bali mengajak jajarannya memikirkan dan merumuskan konsep masa depan pariwisata Bali. Ajakan itu disampaikannya saat membuka Rakerda II PHRI Bali di Ruang Pertemuan Bali Tourism Board, Sabtu (5/2/2022).

Mengawali arahannya, Wagub Cok Ace menyampaikan beberapa hal yang harus dilakukan pelaku pariwisata yaitu membangun sinergi lintas usaha dan lintas negara serta cermat membaca situasi yang berkembang di dalam dan luar negeri. Lebih jauh ia menekankan bahwa perkembangan pariwisata tak bisa dilepaskan dari berbagai faktor pendukung seperti sosial, politik, ekonomi, budaya dan keamanan.

Pertama terkait faktor sosial, ia menyebut pelaku usaha bidang pariwisata saat ini menghadapi situasi pelik, salah satunya keputusan PHK dan tuntutan karyawan untuk kembali dipekerjakan secara penuh karena menganggap situasi mulai pulih. Wagub Cok Ace berharap, jajaran manajemen bisa menyikapi situasi ini dengan bijak. “Masyarakat kita saat ini sensitif dan mudah tersinggung karena tekanan ekonomi yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran. Kita harus bisa menjelaskankan secara terbuka gambaran dan kondisi kongkret perusahan dalam bahasa yang tepat kepada pegawai,” ucapnya.

Faktor lain yang patut diperhitungkan adalah politik, karena 2023 sudah masuk tahun politik sebagai bagian dari persiapan perhelatan pemilu serentak 2024. Salah satu konsekwensinya adalah fokus pemerintah terhadap sektor pariwisata bisa jadi sedikit berkurang karena harus fokus pada hajatan besar. Selain itu, menurut pandangan Wagub Cok Ace, pada situasi biasa saja (sebelum pandemi Covid-19,red), hajatan politik sangat mempengaruhi usaha pariwisata. “Pariwisata rentan dengan isu politik, sekalipun kita kemas dalam atraksi budaya, hajatan politik masih mempengaruhi penilaian masyarakat luar,” urainya.

Faktor berikutnya adalah kebijakan pemerintah yang sangat erat kaitannya dengan pengembangan usaha pariwisata. Wagub Cok Ace menginformasikan, Pemprov Bali saat ini tengah menggenjot sejumlah pembangunan insfatruktur seperti short cut, Pusat Kebudayaan Bali (PKB) dan penataan kawasan Besakih. Ia memprediksi, penataan infrastruktur ini akan memengaruhi peta dan wajah pariwisata Bali. Ia mencontohkan pembangunan PKB di kawasan Gunaksa yang kemungkinan akan diikuti pertumbuhan usaha di sekitar kawasan itu. “Ini harus kita cermati bersama, ingin tetap bertahan pada investasi yang sama atau melakukan diversifikasi,” tegasnya sembari mengingatkan seluruh jajaran PHRI mengikuti dan mendukung program pemerintah. Masih terkait kebijakan pemerintah,Guru Besar ISI Denpasar juga menyinggung Konsep Ekonomi Kerthi Bali yang diluncurkan Gubernur Bali Wayan Koster. Dalam konsep EKB, sektor pariwisata ditempatkan pada posisi ke-6 dan disebut sebagai bonus. EKB menempatkan sektor pertanian dalam arti luas termasuk peternakan dan perkebunan pada posisi pertama dan disusul sektor kelautan/perikanan pada posisi kedua. Sedangkan sektor industri dan Industri Kecil Menengah (IKM) dan Koperasi ditempatkan pada posisi ke-3 dan 4, disusul sektor ekonomi kreatif dan digital pada posisi lima.

Menurut Wagub Cok Ace, penempatan pariwisata di posisi 6 dalam konsep EKB, bukan dimaksudkan untuk mengecilkan arti dari sektor ini. Konsep yang dirancang Gubernur Wayan Koster justru bertujuan mengembalikan marwah bahwa sesungguhnya pariwisata itu berawal dari budaya. Konsep EKB hendaknya menjadi bahan renungan bagi seluruh komponen untuk memberi perhatian lebih serius pada upaya pembenahan sektor pertanian, perkebunan dan UMKM. “Konsep ini dimaksudkan mengembalikan struktur pariwisata Bali seperti pada awal perkembangannya,” ucapnya.

Berikutnya adalah faktor budaya yang belakangan mengalami pergeseran. Ia mencontohkan mulai berkurangnya prosesi ngaben besar yang dulunya menjadi salah satu daya tarik pariwisata. Wagub Cok Ace menyebut, perubahan itu sebagai keniscayaan yang tak bisa dihindari. Oleh karena itu, para pelaku pariwisata diminta kembali mencermati apakah tetap menjadikan event upacara sebagai andalan atau berupaya mengimbanginya dengan pengembangan alternatif lain. Sedangkan terkait faktor keamanan, Panglingsir Puri Ubud ini bersyukur karena di tengah beratnya tekanan ekonomi yang dihadapi, situasi keamanan Bali tetap kondusif dan terkendali.

Pada bagian lain, Wagub Cok Ace juga menyinggung kecenderungan pariwisata yang mendedepankan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. Selain itu, ia juga mengingatkan ketatnya persainagan yang harus dihadapi terkait kebijakan pemerintah mengembangkan sejumlah destinasi baru seperti Mandalika. Ia berharap pelaku usaha pariwisata di Daerah Bali tetap optimis dan tak berkecil hati. Karena menurutnya, pengembangan sektor pariwisata tak semata membutuhkan dukungan kelengkapan infrastruktur. Yang tak kalah penting menurutnya adalah dukungan sumber daya manusia dan ia yakin Bali sejauh ini masih unggul. “Mari bersatu padu untuk memenangkan ketatnya persaingan dengan destinasi yang mulai tumbuh,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakerda PHRI Perry Markus menyampaikan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Rakercab dan merupakan amanat dari AR/ART organisasi. Rakerda dilaksanakan dengan sederhana menyesuaikan dengan kondisi prihatin yang dihadapi pelaku pariwisata Bali dan juga sejalan dengan penerapan protokol kesehatan mencegah makin meluasnya penyebaran varian omicron Covid-19. Acara diisi dengan paparan program kerja oleh Prof. I Nengah Dasi Astawa dan penyampaian laporan program kerja dari BPC PHRI Kabupaten/Kota se-Bali.(MT – 001)

Wakil Bupati Harapkan APINDO Ikut Serta Bangun Perekonomian Karangasem

Amlapura, MatahariTimur – Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa mengajak jajaran pengurus Dewan Pimpinan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Karangasem agar menjadi garda terdepan dalam memajukan ekonomi Karangasem ditengah Pandemi Covid-19 yang masih melanda. Hal itu dikatakan wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan DPK APINDO Karangasem, Jumat (4/2) kemarin.

Wakil Bupati mengatakan, kepengurusan yang baru dilantik diharapkan dapat membentuk dan mematangkan program-program yang akan menjadi acuan program APINDO, guna turut serta membangun perekonomian di Karangasem. Apalagi kata Wayan Artha Dipa, Pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga APINDO Karangasem menjadi garda terdepan dalam memajukan ekonomi Karangasem. “Ini bertujuan membangun konektivitas, Karangasem juga memiliki banyak potensi yang belum tergali, kita harapkan APINDO bisa menggali potensi yang ada,” ujar Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa.

Artha Dipa juga mengatakan,APINDO juga bisa menjadi wadah pengusaha di Karangasem untuk terus dapat meningkatkan dan berkontribusi bagi Karangasem. Menurutnya, APINDO adalah mitra daerah yang akan disegani dan berkontribusi dalam kemajuan ekonomi Karangasem. “APINDO dengan tujuan mempersatukan dan membina pengusaha serta memberikan layanan kepentingan dalam bidang sosial ekonomi. APINDO Karangasem diharapkan dapat menjalin kerjasama dengan Pemkab Karangasem dalam memulihkan ekononi di masa pandemi Covid-19, APINDO dapat memiliki ide inovatif untuk memajukan ekonomi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP APINDO Bali, I Nengah Nulaba, menyampaikan, APINDO Karangasem untuk terus membina pelaku-pelaku UMKM di Karangasem. Dikatakan, APINDO Bali akan terus memberikan layanana kepada anggotanya,mulai dari konsultasi, pembinaan dengan melibatkan pihak-pihak terkait. “Anggota APINDO kita berharap menjalin kerjasama yang baik dengan para karyawan dengan demikian produktifitas meningkat kesejahteraan akan baik,” ujarnya.

Sedangkan Ketua DPK APINDO Karangasem yang dilantik, I Nyoman Oka Antara mengatakan, APINDO Karangasem terus menjadi bapak angkat bagi pelaku UMKM yang ada di Karangasem. Pihaknya pun berharap agar dinas terkait untuk kedepan melibatkan APINDO Karangasem jika ada pameran-pameran UMKM. “Berikan kami peluang bagi pelaku UMKM yang bernaung dibawah APINDO untuk ikut pameran dan mempromosikan produk yang dihasilkan,” ujarnya.

Begitu juga di dunia Pariwisata, kata Oka Antara, karena banyak anggota APINDO adalah pelaku pariwisata. Selama dua tahun ini, APINDO tetap eksis. Dikatakannya, selama pandemi muncul pengusaha-pengusaha baru karena mereka sebelumnya bekerja di Denpasar tetapi sekarang mereka pulang dan membangun usaha. “Di masa pandemi Covid-19 ini juga muncul pengusaha- pengusaha baru, karena sebelumnya mereka di Denpasar tetapi saat pandemi ini mereka membangun usaha di Karangasem,” ujarnya.( MT – 001)

Biznet akan Menjangkau Lebih Banyak Kota dan Area Wilayah Indonesia di Tahun 2022

0

Biznet akan Menjangkau Lebih Banyak Kota dan Area Wilayah Indonesia di Tahun 2022 yang memberikan solusi serta kemudahan bagi para pemilik usaha untuk dapat merancang serta mengatur landing page koneksi WiFi sesuai kebutuhan yang dikhususkan untuk segmen usaha seperti cafe, restoran dan club. Biznet Managed Wifi saat ini dapat dinikmati oleh pelanggan yang berada di beberapa kota yang ada di Jabodetabek, Bali, Surabaya dan akan terus bertambah ke kota lainnya. Memberikan layanan terbaik kepada pelanggan merupakan salah satu upaya yang harus dimiliki oleh setiap pemilik usaha, termasuk juga dengan menyediakan fasilitas Internet WiFi.

Bukan hanya hadir dengan inovasi terbaru, Biznet juga menghadirkan program promo menarik sebagai bentuk dukungan dalam memberikan nilai serta keuntungan lebih kepada pelanggan yang ingin melakukan registrasi layanan Biznet. Di bulan ini, Biznet juga telah menghadirkan Promo Spesial Awal Tahun beli 9 gratis 3 bulan. Jadi, pelanggan yang registrasi layanan Biznet Home akan mendapatkan 12 bulan berlangganan dan lebih hemat sampai dengan 35%. Sedangkan untuk layanan Biznet Metronet, kami menghadirkan promo beli 12 bulan gratis 4 bulan berlangganan Biznet Metronet. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi biznethome.net/promo dan biznetnetworks.com/metronet.

“Menjadi salah satu bagian dalam proses perkembangan teknologi digital di Indonesia, Biznet akan terus melakukan berbagai inovasi khususnya dalam menghadirkan layanan Internet yang cepat dan stabil untuk masyarakat guna mendukung berbagai aktivitas digital dimanapun dan kapanpun. Dan pada kesempatan kali ini, saya mewakili Biznet ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung serta memberikan kepercayaannya kepada Biznet. Karena tentunya pencapaian yang telah kami dapat sampai dengan saat ini tentunya tidak akan terjadi tanpa adanya dukungan dari semua pihak,” tutup Adi.( MT – 001)

Bupati Gede Dana Buka Bulan Bahasa Bali Dengan Mengambil Tema Danu Kherti: Gitaning Toya Ening

Amlapura, MatahariTimur – Bulan Bahasa Bali yang ke IV tahun 2022 dengan mengambil Tema Danu Kherti: Gitaning Toya Ening di buka Bupati Karangasem Gede Dana
bertempat Musium Pusaka Lontar Dukuh Penaban, Kelurahan Karangasem , Kecamatan Karangasem, Rabu (2/2/2022.

Parikrama Bulan Bahasa Bali akan dilaksanakan satu bulan dari tanggal 1 sampai 28 februari 2022 dengan berrbagai macam kegiatan hibrid (luring-daring), seperti: festival, wimbakara, widyatula, kriyaloka, miwah reka aksara (pameran).

“Bulan Bahasa Bali menunjukan  pelaksanaan guna widya yang berkembang dan tumbuh tidak habis- habisnya, menunjukan kadharman, kerta raharja, dan kautaman jagat. Tema itu di ambil dar Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.” Hal ini disampaikan Bupati Gede Dana saat membuka acara Parikrama Pamungkah Bulan Bahasa Bali IV.

“Sebagai warga asli Bali, sudah seharusnya ikut serta melestarikan Adat dan Budaya Bali. Khususnya bahasa, aksara, sastra dan busana adat Bali. Apalagi Kabupaten Karangasem sudah dikenal sebagai Hulunnya Bali, yang Sor Singgih Bahasa Balinya dikenal paling baik.”ucap Gede Dana.

Meski digelar secara sederhana di tengah Pandemi Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan, Bupati juga berharap tidak mengurangi makna dan tujuan yang ingin dicapai, yaitu lestarinya bahasa, aksara, sastra dan busana Bali.

Pelaksanaan Parikrama Bulan Bahasa Bali dengan tema “Danu Kerthi : Gitaning Toya Ening” ini sesuai dengan surat edaran Gubernur Bali Nomor 8352 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali IV Tahun 2022. Sejumlah kegiatan yang digelar diantaranya, Lomba Nyurat Aksara Bali (SD) , Lomba Ngwacen Aksara Bali (Daa-Truna), Nyatua Bali Paiketan Krama Istri, Wiwada utawi Debat Mabasa Bali (SMA/SMK) dan Lomba Pidarta antar Bendesa Adat.( MT – 001)

Kasus Positif Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 228 Orang

0

Denpasar, MatahariTimur – Penularan Covid-19 di Kota Denpasar masih tinggi. Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Rabu (2/2), kasus meninggal dunia bertambah 2 oranb dan kasus sembuh bertambah 18 orang. Sementara itu, kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 228 orang.

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 39.084 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 37.051 orang (94,80) persen), meninggal dunia sebanyak 1.009 orang (2,58 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 1.024 orang (2,62 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan virus covid 19 di Kota Denpasar mengalami tren peningkatan. Karenanya, diimbau kepada masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid akan terus meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” ujar Dewa Rai

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 2 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru yang disebut dengan varian Omicron.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, optimalisasi Isoter serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun serta usia 6-11 tahun, ibu hamil dan disabilitas. Selain itu, Kota Denpasar juga telah memulai pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Tak hanya itu, Satgas Covid-19 Kota Denpasar telah merancang 6 langkah strategis mengatasi lonjakan kasus covid 19, mulai dari peningkatan kapasitas 3 T ( tracing, testing, treatment), mengencarkan pelaksanaan vaksinasi termasuk booster, mewajibkan penerapan aplikasi Peduli Lindungi, menyiapkan Isolasi Terpusat (Isoter), Optimalisasi Rumah Sakit Rujukan mulai dati ketersediaan Bad, Oksigen dan Obat obatan.

Selanjutnya turut digencarkan Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi (5M) hingga pemberian bantuan Sembako bagi masyarakat Kota Denpasar yang terkonfirmasi Covid-19.

“Mohon kepada masyarakat untuk melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” ajak Dewa Rai

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 5M,” kata Dewa Rai. (MT -001).