27.3 C
Bali
2 November 2026
Beranda blog Halaman 28

Biznet Serahkan Bantuan Masker Bentuk Kepedulian Dalam Upaya Mencegah Penyebaran Covid-19.

0

Denpasar, MatahariTimur – Dalam rangka peringatan HUT ke-234 Kota Denpasar serta untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19, Biznet menyerahkan 16,000 Pcs Masker PrimaMedix di wilayah Kota Denpasar, Bali.

Masker di serahkan pada Selasa, 22 Februari 2022 oleh Biznet dan di terima oleh masing-masing Aparatur Kecamatan di Kota Denpasar dengan alokasi 4000 Pcs Per Kecamatan yaitu Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar Timur, Denpasar Selatan dan Denpasar Barat.

Camat Denpasar Timur mengucapkan terima kasih atas support maskernya. Ia berharap bisa terus bersinergi antara Biznet dengan Kecamatan Denpasar Timur. Bantuan masker dinilai tepat sasaran untuk nantinya dibagikan kepada anggota Satgas Covid-19 Denpasar Timur

Ucapan senada juga disampaikan Camat Denpasar Utara yang menyatakan terima kasih atas sumbangsih Biznet yang selalu terbuka dengan segala bentuk kerja sama, terutama dalam rangka penanganan Covid-19 di Kota Denpasar. Ke depan pihaknya berharap kerja sama ini dapat dilanjutkan dalam membantu masyarakat, khususnya di lingkungan Kecamatan Denpasar Utara. Semoga pandemi ini cepat berakhir.

Dedy Pramulia, Senior Manager Territory East 3 Area Bali Nusra & Sulawesi, mengatakan, penyerahan masker ini adalah salah satu bentuk kepedulian Biznet di Kota Denpasar dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19. Selain itu, moment penyerahan masker ini juga sekaligus dalam rangka memperingati HUT ke-234 Kota Denpasar.

“Kami berharap semoga dengan support masker ini kita semua bisa tetap saling menjaga protokol kesehatan guna mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19,” ucapnya, mengharapkan.(MT-001)

Program Inovasi Setahun Kepemimpinan Gede Dana-Wayan Artha Dipa di Tengah Pandemi

AMLAPURA, MatahariTimur – Satu tahun resmi menjalankan tugas semenjak dilantik sebagai Bupati Karangasem, I Gede Dana bersama Wakil Bupatinya Wayan Artha Dipa, memastikan masyarakat bahwa Pemerintah akan selalu siap ada di tengah masyarakat dan melayani masyarakat.

Program inovasi yang telah berjalan selama setahun disampaikan detail oleh Bupati Dana dan Wabup Artha Dipa dalam acara Peringatan 1 tahun kepemimpinan Dana – Dipa yang dipusatkan di Wantilan Kantor Bupati  Sabtu 26 Februari 2022, yang bisa disaksikan seluruh masyarakat, ASN, Non ASN ,Pejabat Daerah dari tingkat OPD hingga Desa lewat Zoom Meeting, Channel YouTube Pemkab Karangasem dan Facebook Prokopim Kabupaten Karangasem.

Gede Dana memaparkan dalam situasi pandemi Covid – 19 yang sedang melanda tentunya ini merupakan suatu pekerjaan dan tantangan yang sangat berat, namun beberapa program bisa tercapai untuk mewujudkan Visi Misi Kabupaten Karangasem. Selain pelayanan kesehatan yaitu program antar jemput pasien ( AJP) yg  sangat di terima dan di respon bagus masyarakat, layanan Atma Kerthi juga merupakan salah satu innovasi lainnya setahun kepemimpinan Gede Dana yang paling ditunggu oleh masyarakat dan saat ini tengah gencar disosialisasikan yakni pemberian penghargaan atas pengurusan pencatatan kematian. Itu diberikan kepada masyarakat yang mengurus akta kematian kerabat atau keluarganya di Disdukcapil kurang dari 30 hari kalender sejak tanggal kematian. Uang penghargaan diberikan kepada ahli waris sebesar satu juta rupiah.

Inovasi ini dilaksanakan untuk mewujudkan tertib administrasi kependudukan, mengingat perlunya partisipasi masyarakat dalam melaporkan peristiwa penting kependudukan yang dialami. Syaratnya keluarga ahli waris mengajukan surat permohonan penghargaan bermaterai Rp. 10.000, Fotokopi Nomor Rekening Bank, Surat Pernyataan sebagai Ahli Waris bermaterai Rp. 10.000,- yang diketahui oleh Perbekel/Lurah serta Fotokopi Kutipan Akta Kematian.

“Akta kematian itu sangat penting untuk mencegah agar data Almarhum tidak disalah gunakan,” tandasnya. Selain itu manfaat akta kematian untuk memastikan keakuratan data Penduduk, Mengurus penetapan Ahli Waris, Mengurus Klaim Asuransi dan Persyaratan untuk melakukan perkawinan kembali bagi suami/istri Almarhum. Pemberian Penghargaan ini mulai dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2022 dengan  alokasi anggaran Rp. 600 Juta.

Masih dibidang Kependudukan dan Catatan Sipil. Bupati Gede Dana juga meluncurkan layanan Jana Kerthi, yang merupakan adalah Pelayanan Administrasi Kependudukan Tuntas di Desa, dimana masyarakat mengajukan permohonan penerbitan Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian dan KK hanya cukup sampai di Desa kemudian Petugas Admin di Desa mengirim persyaratan yang sudah lengkap dalam bentuk PDF ke WA online Capil (081 246 635 659).

Berkas yang dikirim oleh Desa diverifikasi oleh operator dan apabila persyaratan telah lengkap maka akan dikirim kembali PDF tersebut ke E-mail Desa dan sudah langsung bisa di cetak di Desa. Penyerahan Akta Perkawinan, KTP dan KK dilaksanakan di tempat acara Pernikahan (Persyaratan diurus 2 hari menjelang hari H)

Layanan Beladana (Bayi Lahir Dapatkan Akta Kelahiran) Pelayanan ini adalah Pelayanan Penerbitan Akta Kelahiran di Rumah Sakit bekerja sama dengan RSUD Karangasem, RS Balimed dan Klinik Penta Medika dimana bayi yang baru lahir di Rumah Sakit akan langsung mendapatkan Akta Kelahiran dan KK
Persyaratan penerbitan Akta Kelahiran diserahkan ke Admin Petugas RS selanjutnya dikirim ke e-mail Capil (pelayanan.dukcapilkarangasem@gmail.com).

Apabila persyaratan sudah lengkap dikirim kembali ke e-mail RS dan Akta Kelahiran sudah bisa langsung dicetak di masing-masing Rumah Sakit.

Inovasi Si Dana (Siap Datang Melayani Anda) adalah Pelayanan Perekaman KTP-el dan cetak langsung bagi lansia, disabilitas dan ODGJ ke rumah-rumah dimana Data Penduduk tersebut yang belum memiliki KTP-el dikirim oleh Desa kemudian Disdukcapil menindaklanjuti dgn menjadwalkan Perekaman KTP-el dan cetak KTP ditempat perekaman. Inovasi lainnya yakni Prakerti Yowana, yang merupakan Pelayanan Perekaman KTP elektronik bagi siswa. Layanan Bismadana (Bahagiakan Masyarakat Dengan Pelayanan Administrasi Kependudukan ke Desa).

“Untuk Inovasi Jana Kerthi Pelayanan Tuntas di Desa, masih ada beberapa desa yang belum melaksanakan inovasi ini, dikarenakan mungkin terkendala jaringan WiFi yang tidak bagus/blank spot
Diharapkan di tahun 2022 semua Desa dapat melaksanakan Pelayanan Tuntas di Desa karena sangat membantu masyarakat dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,” bebernya.

Sedangkan realisasi PAD secara keseluruhan Tahun 2021 sebesar Rp. 252.77 Milyar atau sebesar 114.96 persen dari target 219.88 Milyar. Secara rinci realisasi pajak daerah sebesar Rp. 85.66 Milyar dari target 77.09 Milyar atau sebesar 33.8 persen. Retribusi Daerah realiasasinya 9.18 Milyar dari target Rp. 9.40 Milyar atau sebesar 3.7 persen. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, realisasinya sebesar Rp. 10.7 Milyar dari target Rp. 11.01 Milyar atau sebesar 4.3 persen.

“Upaya optimalisasi pajak daerah kita lakukan melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak,” ulasnya. Intensifikasi dengan cara pengoptimalan pengawasan pajak daerah khususnya pajak MBLB (Mineral Bukan Logam dan Batuan) atau Galian C dengan monitoring pajak MBLB pada pos pengawasan BPKAD. Ekstensifikasi pajak diantaranya melalui pengoptimalan pendataan wajib pajak baru.
Optimalisasi pajak MBLB telah dilakukan pada Karangasem Era Baru dengan capaian realisasi pajak MBLB Tahun 2021 sebesar 51,90Milyar (111%) dari Target yang ditetapkan 46,50Milyar. Peningkatan signifikan pun diraih pajak MBLB mengingat realisasi pajak MBLB Tahun 2021 51,90 Milyar ini mengalami peningkatan 30,15Milyat (138%) daripada realisasi pajak MBLB Tahun 2020 sebesar 21,75 Milyar. Pengoptimalan pajak MBLB terus dilakukan mengingat kondisi saat ini hanya pajak MBLB yang memungkinkan dioptimalkan dengan potensi pajak yang sangat besar serta target pajak tahun 2022 sejumlah 75,6 Milyar

“Untuk pajak MBLB saat ini pemungutan pajak sudah di digitalisasi dilakukan menggunakan faktur MBLB Barcode dan QR Code untuk meminimalkan kebocooran,” pointnya. Selain digitalisasi faktur pajak, pihaknya juga akan segera  menerapkan Toll Gate MBLB di tahun 2022 ini.( MT – 001)

Setahun Kepemimpinan Dana-Dipa Membangun Karangasem Ditengah Beratnya Dampak Pandemi Covid-19

AMLAPURA, MatahariTimur – Pandemi Covid-19 yang berlangsung hampir dua tahun lebih berdampak cukup berat terhadap perekonomian masyarakat, tidak terkecuali di Kabupaten Karangasem. Berbagai innovasi terus dilakukan oleh Bupati Gede Dana agar pembangunan diberbagai sektor seperti sektor ekonomi, pendidikan dan kesehatan utamanya pembangunan fisik bisa terus berlangsung sesuai dengan visi-misi dan program pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Pakerthi Nadhi yang dicanangkan pasangan Bupati Gede Dana dan I Wayan Artha Dipa (Dana-Dipa), kendati dengan keterbatasan anggaran akibat dampak Pandemi.

Sejak dilantik pada Februari 2021 lalu atau setahun kepemimpinan Dana – Dipa, Bupati Gede Dana selain fokus melakukan pembenahan ditataran birokrasi termasuk penyederhanaan birokrasi yang bertujuan memudahkan masyarakat Karangasem untuk mendapatkan layanan pemerintah, Gede Dana juga berusaha bergerak cepat di tengah keterbatasan anggaran tadi untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Alhasil, dalam setahun kepemimpinannya, beberapa jembatan penghubung yang menjadi akses perekonomian dan pendidikan masyarakat, tuntas dibangun. Beberapa diantaranya yakni Jembatan Tukad Bah Api, Desa Butus, Bebandem, dan Jembatan Asak-Subagan, Karangasem.

Di bidang pendidikan, Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang, ini juga berhasil membangun beberapa sekolah, diantaranya SMA Negeri 1 Abang, dan SMP 6 Abang. “Dengan adanya dua sekolah itu, anak-anak yang tinggal di pegunungan tidak perlu jauh-jauh lagi bersekolah, karena sudah ada sekolah yang dekat dengan tempat tinggal mereka,” ujar Bupati Gede Dana, Jumat (25/2/2022).

Dunia pendidikan di Karangasem masih perlu diperjuangkan. Bupati Gede Dana menyampaikan hingga kini, IPM Karangasem masih rendah. Ia sangat ingin, di masa kepemimpinannya, Perguruan Tinggi dapat dibangun.
Keseriusan Bupati yang dikenal sederhana ini dibuktikan dengan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Politeknik Negeri Bali (PNB), tentang Peningkatan Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten Karangasem. Nota Kesepakatan ditandatangani oleh Bupati I Gede Dana dan Direktur PNB I Nyoman Abdi , pada acara Workshop Pemetaan Potensi Bisnis Politeknik Negeri Bali, di Hotel IBIS Style Benoa, Selasa (22/02/2022) lalu.

“Semoga MoU yang telah ditandatangani ini dapat segera merealisasikan mimpi masyarakat kami memiliki Perguruan Tingginya sendiri,” harapnya.
Selain mendekatkan akses pendidikan, tentu hal ini akan sangat berpengaruh terhadap meningkatnya kualitas pendidikan di Karangasem di tengah menurunnya perekonomian Global.

“Saya tidak ingin hanya karena terkendala banyaknya biaya kuliah di luar daerah, membuat masyarakat enggan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” imbuhnya.
Disampaikan Bupati Dana, setiap tahunnya, Kabupaten Karangasem memiliki angkatan yang menamatkan Siswa SMA kira kira 5000 orang lebih. Siswa yang tamat ini butuh tempat belajar yang nyaman seperti Politeknik Negeri.

Menurut Bupati, Politeknik negeri tamatannya atau lulusannya sudah siap kerja. Langkah ini sejalan dengan program prioritas di bidang pendidikan yang masuk dalam  visi misi  Nangun Sat Kerthi Loka Bali,  melalui pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Karangasem Era Baru.
Ditanya terkait lokasi, Bupati Dana menyebutkan, pemkab telah menyiapkan 2 Lokasi untuk PNB di Karangasem. Diantaranya, di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Jasri seluas 1 hektar lebih dan di BLK Dinas Tenaga Kerja Kelurahan Subagan seluas 2 hektar.

Peningkatan ruas jalan juga terus dilaksanakan di hampir seluruh kecamatan di Karangasem, dengan menyasar akses jalan yang kondisinya memprihatinkan, utamanya di wilayah Kecamatan Bebandem, Abang dan Kubu. “Itu kita laksanakan secara bertahap karena keterbatasan anggaran. Akses jalan yang memadai dan aman itu penting dalam rangka memperlancar akses perekonomian masyarakat. Karena usulan paling banyak dari masayrakat itu adalah perbaikan ruas jalan,” sebutnya.
Adapun ruas jalan yang sudah di kerkalan selama 2021 sepanjang 36,082 Km dan akan dilanjutkan pada tahun 2022 sepanjang 52,305 Km

Di bidang kesehatan, pembangunan dan rehab gedung Pusat Layanan Kesehan Masyarakat dan optimalisasi layanan kesehatan kepada masyarakat Karangasem menjadi prioritas. Satu Puskesmas diantaranya yang sudah diresmikan oleh Gede Dana yakni Puskesmas Abang 1 yang merupakan Puskesmas Rawat Inap dengan layanan kegawat daruratan 24 jam.
Dan inovasi Bupati Gede Dana yang paling diminati dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yakni, layanan  Mobil Antar Jemput Pasien (AJP).

Tingginya permintaan layanan dari masyarakat tersebut, direspon cepat pemerintah dengan melengkapi seluruh rayon di Karangasem dengan armada memadai dengan petugasnya. Untuk permintaan layanan AJP dalam sehari untuk satu rayon rata-rata 18-20 permintaan layanan.
Dari pengecekkan yang dilakukannya tersebut, dalam sehari saat permintaan layanan dari masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk antar jemput bagi keluarga mereka yang sakit, dalam seharinya bisa mencapai 18 hingga 20 kali permintaan layanan.

“Pernah dalam sehari itu sampai ada 20 kali layanan AJP. Ini menunjukan jika program layanan  kesehatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ucap Gede Dana. Kalau ditotal seluruh rayon, dalam sehari bisa lebih dari 80 permintaan layanan AJP yang diberikan petugas di lapangan untuk masyarakat.
Dari awal louncing Program AJP dengan jumlah armada sebanyak 25 unit dan petugas sebanyak 103 orang sudah melayani antar jemput pasien sebanyak 7.533 pasien dang jenasah yang sudah diantar sebanyak 289 jenasah.(MT-001)

Wagub Cok Ace Minta KPA Provinsi Bali Siapkan Penjabaran Bahaya HIV AIDS dan Narkotika dijabarkan melalui E_book.

0

Denpasar, MatahariTimur – Tiga tahun berlalu, pandemi Covid-19 belum juga berakhir. Kasus yang menyebabkan banyaknya nyawa melayang sia-sia bahkan belum berakhir hingga saat ini, selain menimbulkan perekonomian terjun bebas akibat sektor pariwisata yang menopang Bali anjlok, juga mengakibatkan fokus terhadap penyakit lain khususnya penderita HIV AIDS terabaikan.

Para ODHA yang juga mengalami dampak akibat Covid-19, yang diketahui lebih memilih untuk menghentikan pengobatan rutinnya. Selain mereka merasa minder dengan penyakit yang dianggap memalukan ini, mereka juga enggan mengambil obat di rumah sakit, yang tergolong memiliki jarak jauh dari lokasi tempat tinggal mereka. “Sebagian besar Orang Dengan HIV AIDs (ODHA) yang memilih pulang kampung dan merasa kesulitan ekonomi untuk pergi ke kota mengambil obat. Sehingga sebagian dari mereka lebih memilih untuk membiarkan hidup mereka tanpa penanganan obat. Laporan harian pandemi Covid-19 menyebabkan kasus pengidap HIV AIDS menjadi sedikit dilupakan penambahan kasusnya, namun seperti yang kita ketahui semua bahwa layanan pengobatan pengidap HIV AIDS tetap dilakukan dengan baik oleh para medis,” hal ini diungkapkan Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati saat menerima audensi dari Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Bali AA Ngurah Patria Nugraha dan rombongannya, di ruang tamu Wagub Bali, Kamis (24/2).

Ditambahkan oleh Wagub Cok Ace, merujuk dari kondisi saat ini pihaknya sangat mendukung jika kader desa peduli AIDS dan Narkotika kembali di aktifkan untuk melakukan sosialisasi bahayanya pergaulan bebas para generasi muda, yang merupakan masa depan bangsa. “Saya sangat setuju dan mengapresiasi keberadaan kader desa peduli AIDS dan Narkotika yang memang memiliki tugas untuk melakukan sosialisasi dan pendekatan moril kepada anak-anak khususnya remaja di desa, baik itu melalui sekolah dan juga pertemuan khusus disiapkan oleh pihak terkait. Karena tanpa adanya penyebaran informasi dan pemahaman terkait apa itu HIV AIDS serta Narkotika dan bahaya yang ditimbulkan, maka masyarakat terutama generasi muda tidak akan tahu bagaimana cara untuk menghindari dan terlepas dari pergaulan bebas,” imbuhnya.

Selama pandemi Covid-19 yang menyulitkan komisi penanggulangan AIDS untuk turun ke lapangan, sesuai laporan yang disampaikan oleh Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Patria Nugraha bahwa pihaknya memiliki dua (2) buah buku yang siap untuk disalurkan ke KPA seluruh Bali, yang siap untuk disosialisasikan di tahun 2022 ini, salah satunya berjudul “aku tahu tentang AIDS dan Narkotika”.

Menganggapi hal ini, Wagub Cok Ace meminta agar Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Bali juga menyiapkan sosialisasi yang baik dan terarah, yang mudah dicerna oleh generasi muda melalui penyiapan elektronik_book (E_book), dimana didalamnya menjabarkan informasi terkait apa itu HIV AIDS, apa penyebab utamanya dan bagaimana cara menghindarinya, dan tentunya mudah ditampilkan dan diakses oleh banyak orang.

Selain E_book, ketersediaan obat bagi Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) juga diharapkan dapat dipermudah, yakni disiapkan pada tingkat puskesmas, sehingga bagi mereka yang menjalani pengobatan secara rutin dapat lebih mudah untuk mendapatkan obat dan penanganan medisnya.(MT-001)

Bupati Dana: Hasil Tanam Bibit Kapas di Karangasem Memuaskan, Bulan Maret Siap Panen Perdana

AMLAPURA, MatahariTimur – Daerah Karangasem akan dijadikan sebagai sentra kapas sesuai visi misi Bupati Kabupaten Karangasem. Kapas seluas 15 hektare yang ditanam Bulan Desember 2021 di Karangasem segera dipanen. Pemerintah daerah memperkirakan panen perdana dilakukan pada bulan Maret hingga April 2022.

Untuk memastikan hal tersebut, Bupati Gede Dana turun langsung menengok hasil tanam bibit kapas di lahan Tegalalangan, Desa Datah dengan didampingi Plt Kepala Dinas Pertanian, Serta PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan koordinator BPP (Balai Penyuluh Pertanian) serta Ketua Kelompok Tani Merta Sari Bulakan Desa Datah, Kecamatan Abang, Rabu 23 Februari 2022.

“Daerah ini sudah dari dulu cocok ditanami kapas. Dua setengah bulan lalu kami menanam kapas di sini. Pohonnya subur, bunganya bagus, hasilnya sesuai harapan kita,” ungkap Gede Dana dengan sumringah.

Bupati melihat langsung, bentuk kapas yang dihasilkan masih ada bijinya dan sudah siap panen. “Jika masalah Panen sudah tidak perlu dikhawatirkan, kini saatnya Pemerintah mencari solusi pemasaran ditataran petani, sehingga terdistribusikn.” Ujarnya.

Dari hasil laporan Dinas Pengampu, kapas yang akan dipanen sekitar seluas 15 hektar. Ditambahkan, lahan perhektar diperkirakan mampu mmproduksi kapas sekitar 1 ton. Seandainya dikalkulasi, produksi kapas akhir Februari diperkirakan 15 ton.

“Hasil produksinya sangat banyak. Dinas terkait sudah mendata ada lima pengepul, serta 50 pengerajin pemintal. Tentu pembeli tidak cukup produsen Karangasem saja. Kami sangat berharap ada pabrik benang di Bali yang akan membeli Kapas Karangasem agar bisa menjadi benang. Sehingga harga jual kapas juga bisa lebih tinggi,” imbuhnya.

Bupati juga berharap akan muncul kelompok – kelompok tani untuk melakukan pemintalan jadi benang. Mengingat, Karangasem memiliki banyak penenun. “Program ini wujud dari Nangun Sat Kerthi. Yakni penguatan sektor pertanian. Kami sangat berharap, Karangasem bisa benar-benar jadi sentra Kapas, untuk menunjang kebutuhan benang bahan dasar kain endek,” tutup Bupati Gede Dana sembari menyebutkan, di tahun 2022 ini sudah menargetkan pengembangan 100 Ha sebagai lahan pertanian kapas yang dibiayai dari APBD Kabupaten Karangasem. Wilayah yang dianggap memiliki potensi diantaranya , Wilayah Desa Datah, Tulamben dan Seraya Timur.(MT-001)

Bupati Gede Dana Teken MOU, Karangasem Segera Miliki Perguruan Tinggi Politehnik Negeri

AMLAPURA, MatahariTimur – Perhatian Bupati Karangasem, Gede Dana terhadap dunia pendidikan sangat serius. Ini dibuktikan dengan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Politeknik Negeri Bali (PNB), tentang Peningkatan Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten Karangasem. Nota Kesepakatan ditandatangani oleh Bupati I Gede Dana dan Direktur PNB I Nyoman Abdi , pada acara Workshop Pemetaan Potensi Bisnis Politeknik Negeri Bali, di Hotel IBIS Style Benoa, Selasa (22/02/2022).

Bupati yang dikenal sangat sederhana ini mengatakan bahwa dunia pendidikan di Karangasem masih perlu diperjuangkan. Bupati Dana juga menyampaikan hingga kini, IPM Karangasem masih rendah. Ia sangat ingin, di masa kepemimpinannya, Perguruan Tinggi dapat dibangun. “Saya mengucapkan banyak terimakasih atas pertemuan hari. Semoga MoU yang kita sepakati dapat segera merealisasikan mimpi masyarakat kami memiliki Perguruan Tingginya sendiri,” ucapnya.

Selain mendekatkan akses pendidikan, tentu hal ini akan sangat berpengaruh terhadap meningkatnya kualitas pendidikan di Karangasem di tengah menurunnya perekonomian Global. “Saya tidak ingin hanya karena terkendala banyaknya biaya kuliah di luar daerah, membuat masyarakat enggan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” imbuhnya.

Disampaikan Bupati Dana, setiap tahunnya, Kabupaten Karangasem memiliki angkatan yang menamatkan Siswa SMA kira kira 5000 orang lebih. Siswa yang tamat ini butuh tempat belajar yang nyaman seperti Politeknik Negeri.

Menurut Bupati, Politeknik negeri tamatannya atau lulusannya sudah siap kerja. Langkah ini sejalan dengan program prioritas di bidang pendidikan yang masuk dalam visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Karangasem Era Baru.

Ditanya terkait lokasi, Bupati Dana menyebutkan, pemkab telah menyiapkan 2 Lokasi untuk PNB di Karangasem. Diantaranya, di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Jasri seluas 1 hektar lebih dan di BLK Dinas Tenaga Kerja Kelurahan Subagan seluas 2 hektar. “Ini kami terus kejar untuk dipercepat. Jika diijinkan, tahun ini kami siap menerima mahasiswa,”tutupnya.(MT-001)

Ketua TP-PKK Kabupaten Karangasem Dukung Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Pada Kader PKK dan Kader Posyandu

Amlapura, MatahariTimur – Nyonya Nuriasih Gede Dana selaku Ketua TP-PKK Kabupaten Karangasem melaksanakan  kegiatan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan Kader PKK Kecamatan dan Kader Posyandu. Bertempat di Aula Rapat Kantor Camat Sidemen, Senin 21 Februari 2022.

Sosialisasi pertama dilaksanakan bersama Tim, Camat Sidemen, Perwakilan dari Dinas BPMD Kabupaten Karangasem didampingi Perwakilan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan.

Nyonya Nuriasih Gede Dana sangat mendukung kegiatan ini dan rencananya, sosialisasi akan dilaksanakan di seluruh kecamatan se Kabupaten Karangasem. “Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengajak para Kader untuk segera bergabung menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan” Ujar Nuriasih Gede Dana.

Nyonya Nuriasih  juga berharap para kader sadar akan perlindungan terhadap diri sendiri baik sekarang maupun yang akan datang. “Jadi sangat besar sekali manfaatnya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan jika suatu waktu mengalami resiko kecelakaan kerja semua tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan” Tutupnya. (MT -001)

Wagub Cok Ace Dukung Laksmi Melaju Ke Ajang Putri Indonesia 2022

0

Denpasar, MatahariTimur – wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menerima audensi dari Laksmi Shari Deneefe Suardana yang terpilih untuk mewakili provinsi Bali di ajang Puteri Indonesia 2022 yang akan digelar 18 Maret 2022, bertempat di ruang kerja Wagub Cok Ace-Kantor Gubernur Bali, pada Senin (21/2).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Laksmi Shari yang berasal dari Ubud untuk mewakili Bali dalam ajang Pemilihan Putri Indonesia 2022. Diharapkan, sebagai generasi muda Laksmi dapat memberikan vibrasi positif bagi masyarakat Bali dalam membawa nama Bali ke ajang Nasional maupun Internasional. Selain itu, Wagub Cok Ace juga berpesan tidak hanya dalam momentum untuk mencari gelar Putri Indonesia, namun dalam kehidupan nyata diharapkan Laksmi dapat menginspirasi dan memberikan sumbangsihnya kepada Bali dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompeten berlandaskan pelestarian kearifan lokal.

Menanggapi hal tersebut, Laksmi yang berdarah Blasteran ini mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemeritah Provinsi Bali atas dirinya. Sebagai putri Bali, dia ingin memperjuangkan edukasi bagi anak, pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana. Inilah visi misi utamanya mengikuti ajang PPI.

“Bagi saya edukasi adalah nomor satu, karena itu saya berusaha membuat kampanye di media sosial bernama Break Event. Misi Break Event adalah, Breaking in a Quality True Education and Empowerman Especialy for Girls,” kata Laksmi.

Menurut dia, karena hanya dengan edukasi bisa memberikan pemberdayaan, dan menurut riset yang pernah dilakukan, edukasi untuk perempuan dan keluarga berencana adalah solusi utama untuk melawan perubahan iklim di dunia. Menurut Laksmi, isu utama yang diangkat dalam Pemilihan Putri Indonesia 2022 adalah masalah edukasi.

Pandemi Covid-19 sangat merugikan anak sekolah dari sisi edukasi mereka.
“Saya sempat bicara dengan pendiri Bali Children Foundation, Margaret Barry, tentang ancaman penurunan literasi, terutama di desa terpencil seperti Desa Songan di Bangli. Selain itu saya mengadvokasikan sastra Indonesia dan budaya, tentunya melalui kerja sama dengan Ubud Writers and Readers Festival,” tambahnya.

Laksmi memiliki alasan lain mengapa mengambil bagian dalam konteks PPI 2022. Sebagai putri asli Bali, ia memiliki tanggung Jawa moral untuk berjuang demi Bali di masa pandemi Covid-19 ini.

“Saya memilih maju sebagai calon dari Bali dan hanya dari Bali, karena saya adalah orang Bali, saya dibesarkan di Ubud dan saya sangat bersyukur dibesarkan di daerah yang budayanya sangat kuat dan alamnya sangat subur juga memiliki komunitas indah,” jelas Laksmi.

Laksmi akan memberikan yang terbaik dalam ajang ini sebagai wujud terima kasih kepada Pulau Dewata dan keluarga besarnya di Ubud.(MT – 001)

Bupati Dana: Maraknya Produksi Arak Permentasi Gula, Ancam Usaha Perajin Arak Tradisional

Amlapura, MatahariTimur – Isu keberadaan arak fermentasi gula tebu yang dirasakan merugikan kalangan petani arak tradisional akhirnya sampai ke telinga Bupati Gede Dana. Bahkan aspirasi para petani dan pengerajin arak ini disampaikan langsung Bupati Dana dihadapan Gubernur Koster saat menghadiri acara Sosialisasi Implementasi Pegub Bali No 1 tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan atau Destilasi khas Bali , bertempat di Taman Ujung Sukasada, Minggu (20/2/2022).

Gede Dana mengungkapkan, kini kian marak dan masifnya oknum pengerajin arak gula yang harga jualnya di bawah harga arak tradisional. Mirisnya, arak gula sangat laku dipasaran, hingga di luar pulau Bali. Kondisi ini membuat arak asli  berbahan dasar tuak susah laku. Jika tidak ada tindaklanjut dari Pemerintah, tidak menutup kemungkinan membuat para petani lesu dan gulung tikar. Artinya arak tradisional terancam punah. 

“Pemkab sudah melakukan penyisiran dengan menurunkan Dinas Perindag bersama tim yang melibatkan pihak Bea Cukai dan Kepolisian. Pengrajin arak gula jumlahnya kira-kira hanya puluhan namun mampu memproduksi dengan jumlah yang cukup banyak. Apakah kita akan mengorbankan ribuan pengrajin demi puluhan oknum ini ?. Kita berharap ini tidak jadi salah satu penyebab arak tradisional punah. Mohon arahannya Pak Gubernur, langkah apa yang harus kami lakukan untuk permasalahan ini,” imbuhnya.

Dalam acara yang juga disinkrunkan dengan kegiatan  Fasilitasi Peralatan Destilasi Kepada Kelompok Pengrajin Minuman Fermentasi dan atau Destilasi khas Bali Wilayah Karangasem , Bupati Gede Dana juga menyebutkan, di Kabupaten Karangasem ada sebanyak 1.798 kk petani/pengerajin arak. Mereka tersebar di 6 (enam) Kecamatan dengan memanfaatkan bahan baku lokal seperti nira (aren/jaka, kelapa, mete dan rontal). Saat ini masih ada 2 Kecamatan yang belum terdata resmi, diantaranya, di Kecamatan Rendang dan Kecamatan Karangasem. Namun,  sejatinya di daerah itu pun mempunyai potensi.

Atas kehadiran Gubernur di tengah masyarakat Karangasem, Bupati mengucapkan terimakasih. Dengan ini Kabupaten Karangasem khusus nya para pengerajin arak merasa  lebih diperhatikan. Sebagai pengerajin arak yang dulunya penghasilannya tidak banyak , berharap inovasi melalui Pergub yang dikeluarkan, ada angin segar dalam meningkatkan penghasilan atau perekonomian mereka. Termasuk pemberian bantuan mesin dan peralatan destilasi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produktivitas minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali di Kabupaten Karangasem.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster angkat bicara terkait aspirasi yang disampaikan Bupati Dana. Dengan tegas Gubernur Koster meminta Pemkab Karangasem bertindak tegas menutup Produksi Arak Gula yang ada di Karangasem. Menurutnya, tidak ada toleransi bagi para oknum pengerajin arak gula yang secara fragmatis mengancam keberadaan arak tradisional yang sudah menjadi warisan leluhur sejak turun temurun.

“Kalau tidak bisa dibina, tutup saja langsung. Datangi mereka, suruh Suud ngae arak dari Gula. Pedalem nyamane (Berhenti memprduksi arak dari Gula. Kasihan saudara kalian*red). Bendesa cari langsung oknum, sadarkan mereka,” tegas Gubernur Koster.

Tidak hanya pemerintah daerah, Gubernur juga meminta masyarakat untuk ikut mengawasi. Gubernur mengajak pemerintah bersama masyarakat mendorong petani dan produsen arak Bali menggunakan bahan baku yang terbuat dari air kelapa dan juga nira, bukan memproduksi arak gula yang kandungannya sangat berbahaya bagi kesehatan konsumen. “Jika bertemu dengan oknum tersebut, mari kita edukasi bersama jangan mencoreng warisan budaya dari leluhur.”tutupnya.

Seperti diketahui, Provinsi Bali telah menerbitkan Peraturan Gubernur Bali  Nomor 1 Tahun 2020 yang mengatur tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali sebagai upaya untuk mengatur produksi minuman khas Bali (Arak, Berem dan Wine Salak). Untuk mendapatkan kelayakan dan standarisasi harga untuk mampu menembus pasar internasional, arak Bali harus dijaga kualitas pembuatan. Mulai dari bahan baku yang sebaiknya berasal dari buah kelapa dan juga nira (buah lontar), bukan memproduksi arak Bali berbahan gula.

Kemasan juga diharapkan menjadi perhatian dari produsen arak. Arak Bali diharapkan memiliki ijin edar dari BPOM yang ditandai dengan pita cukai dan label merah sebagai keabsahan produksi minuman yang tingkat higienis dan kualitas keamanannya terjamin. Petani arak juga diharapkan menghimpun diri menjadi sebuah kelompok dan mendaftarkan kelompoknya ke dalam koperasi. Selain itu harus dilakukan pengujian tingkat kualitas keamanan dan kehigienisan kesehatan produksinya.  Pembinaan pun harus dilakukan secara rutin untuk menghindari produksi ilegal yang dilakukan oknum petani nakal, agar tidak ada kualitas arak yang membahayakan kesehatan konsumennya seperti penggunaan metanol. Sebab, penggunaan metanol sangat berbahaya dan mengancam kebutaan bagi peminumnya.

Acara Sosialisasi Implementasi Pegub Bali No 1 tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan atau Destilasi khas Bali dan kegiatan  Fasilitasi Peralatan Destilasi Kepada Kelompok Pengrajin Minuman Fermentasi dan atau Destilasi khas Bali Wilayah Karangasem juga dihadiri Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Ketua DPRD Karangasem I Wayan Swastika, Sekda Sedana Merta dan undangan lainnya. Acara juga diisi dengan penyerahan secara simbolis bantuan Peralatan Destilasi minuman khas Bali kepada 5 kelompok tani pengerajin arak di Karangasem. Lima kelompok tani tersebut diantaranya, Kelompok Tani Arak “Cipta Buana” Desa Tri Eka Buana, Kelompok Petani Arak “Tri Darma Tunggal” Desa Tri Eka Buana, Kelompok Petani Arak “Artal” Desa Talibeng, Sidemen, Kelompok Petani Arak “Arak Api Merita” Desa Labasari, Kecamatan Abang dan Kelompok Petani Arak “Tirta Piphala” Desa Talagatawang, Sidemen. Hasil destilasi minuman arak ini pun dicicipi langsung oleh Gubernur Wayan Koster bersama Bupati Gede Dana dan para peserta kegiatan.( MT – 001)

Dukung Gaya Hidup Digital, Biznet Hadir di Kota Kupang

0

Kupang, MatahariTimur – Nusa Tenggara Timur, 18 Februari 2022 – Sebagai bagian dari komitmen dan upaya Biznet menghadirkan layanan Internet WiFi yang cepat dan stabil di lebih banyak area di Nusa Tenggara Timur, setelah Kabupaten Manggarai Labuan Bajo, kini Biznet memperluas jaringannya di Kota Kupang. Di tahun 2021, Biznet telah melakukan penandatangan MoU dengan Pemerintah Kota Kupang, yang menandai awal kerjasama antara Biznet dengan Pemkot Kupang. Tentunya perluasan jaringan ini merupakan komitmen Biznet untuk menyediakan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut akan koneksi Internet WiFi yang cepat dan stabil, untuk mendukung aktivitas dan gaya hidup digital masyarakat, serta mendukung pembangunan program Smart City yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kupang.

Biznet juga menyediakan fasilitas Internet gratis di beberapa lokasi tempat ibadah di Kota Kupang. Seperti diketahui bersama di masa pandemi ini sebagian besar kegiatan beribadah dilakukan melalui online streaming, tentu tempat ibadah tersebut membutuhkan jaringan Internet yang cepat dan stabil. Karena itu, hingga saat ini Biznet telah menyediakan layanan Internet WiFi gratis di 16 Gereja dan 4 Masjid di Kota Kupang dengan kecepatan Internet mencapai 100 Mbps.

Kehadiran Biznet di Kota Kupang ini diresmikan langsung oleh Pemerintah Kota Kupang pada tanggal 18 Februari 2022, di Kantor Walikota Kupang. Selain itu, perluasan jaringan Biznet juga dibarengi dengan peresmian kantor cabang baru Branch Kupang Oebobo yang beralamat di Jl. W.J. Lalamentik No 47A, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo. Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kupang memang menjadi salah satu fokus Biznet dalam strategi perluasan jaringan di akhir tahun 2021 ini. Sebagai Ibu Kota provinsi Nusa Tenggara Timur yang menjadi kota sentral, tentunya Kota Kupang harus memiliki ketersediaan infrastruktur, terutama dalam jaringan komunikasi dan koneksi Internet untuk terus memajukan kota ini dalam segala sektor. Saat ini, jaringan Biznet telah tersedia di beberapa wilayah di Kota Kupang termasuk di Kelurahan Fatubesi, Kelurahan Fatululi, Kelurahan Kayu Putih, Kelurahan Kelapa Lima, Kelurahan Kolhua, Kelurahan Maulafa, Kelurahan Nefonaek, Kelurahan Nunleu, Kelurahan Oebobo, Kelurahan Oebufu, Kelurahan Oesapa Barat, Kelurahan Oepura, Kelurahan Oeba, Kelurahan Pasir Panjang, Kelurahan Tuak Daun Merah.

“Biznet sangat senang karena akhirnya jaringan Internet kami tersedia di Kota Kupang. Seiring pertumbuhan gaya hidup digital serta perkembangan infrastruktur di Kota Kupang yang semakin pesat, Biznet hadir dengan teknologi terkini serta cakupan area yang lebih luas. Semoga, perluasan jaringan kami di Kota Kupang ini dapat menjadi solusi terbaik untuk melengkapi pilihan layanan Internet masyarakat di sana, sehingga masyarakat dapat memilih layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan,” ujar Adi Kusma, President Director Biznet.

Di Kota Kupang, Biznet menghadirkan beberapa paket layanan yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan segmen market yang berbeda. Untuk itu, Biznet menghadirkan layanan Internet cepat dan stabil untuk segmen bisnis seperti UMKM, Startup dan juga perusahaan berskala besar melalui layanan Biznet Metronet dan Biznet Dedicated Internet. Selain itu, Biznet juga menghadirkan layanan untuk perumahan melalui layanan Biznet Home dengan beberapa pilihan paket yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kupang dengan harga mulai dari Rp 450,000/bulan dan kecepatan sampai dengan 50 Mbps. Informasi mengenai layanan Biznet yang tersedia di Kota Kupang dapat diakses melalui website biznet.id/kupang.

“Harapan kami kedepannya, Biznet dapat menghadirkan layanan Internet yang mampu menjadi solusi bagi berbagai kebutuhan digital masyarakat. Dan tidak berhenti di sini saja, perluasan jaringan ini tentunya juga akan diikuti oleh perluasan jaringan di area dan wilayah lainnya di Nusa Tenggara Timur,” tutup Adi Kusma.( MT – 001)