23.5 C
Bali
30 Juli 2026
Beranda blog Halaman 28

Bupati Gede Dana Gerak Cepat Sediakan Tempat Isoter, Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

AMLAPURA, MatahariTimur – Guna mengantisipasi lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Karangasem, Bupati Karangasem, I Gede Dana bergerak cepat melakukan langkah-langkah strategis guna menekan penularan atau penambahan kasus Covid-19 di Bumi Lahar Karangasem.

Bersama Wakil Bupati Wayan Arta Dipa, Ketua DPRD Karangasem Wayan Swastika, Sekda Karangasem dan anggota Forkopimda Karangasem, melakukan pengecekan sejumlah hotel yang ada di beberapa tempat di Karangasem Rabu (9/2/2021) yang nantinya akan dipergunakan sebagai tempat Isolasi Terpusat (Isoter).

Hotel pertama yang dicek adalah Hotel Villa Taman Surgawi, Ujung Karangasem. dimana dari hasil pengecekan tersebut dipastikan hotel tersebut siap dan bisa dipergunakan sebagai tempat Isoter. “Dari hasil pengecekan disini ada sebanyak 30 kamar dengan 61 bed yang bisa dipergunakan sebagai Isoter. Nanti kita akan mengecek hotel lainnya,” tegas Bupati Gede Dana.

Ditegaskannya, kendati memang kasus Covid-19 di Kabupaten Karangasem mengalami peningkatan, namun dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Bali, jumlah kasus di Karangasem jauh masih rendah. Namun demikian sesuai dengan intruksi dan arahan dari Gubernur Bali, pihaknya bergerak cepat dengan mencari dan menyiapkan sesegera mungkin tempat Isolasi Terpusat.

“Ini untuk jaga-jaga atau antisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 di Karangasem. Berbagai upaya telah kami lakukan dan kami bergerak cepat agar kasus Covid-19 tidak makin bertambah,” tandasnya.

Testing dan Tracing tetap dilakukan selain pula terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap mentaati Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat, dengan mencuci tangan datau menggunakan Hand Sanitizer, mengenakan masker dan menghindari atau tidak membuat kerumunan.

Lokasi tempat Isoter kedua yang di cek adalah villa Bayshore yang berlokasi di Jalan Raya Sengkidu, Desa Sengkidu, Kecamatan Manggis, dimana di hotel ini memiliki 21 kamar dengan 27 bed. Masih di lokasi yang sama Bupati bersama Forkopimda juga mengecek villa Sea Brezze di Banjar Mendira, Desa Sengkidu, yang mana di hotel ini tersedia sebanyak 12 kamar dengan 12 bed berukuran besar.

“Apabila tempat Isoter yang saat ini sudah ada di SKB Jasri mengalami over capacity maka akan di alihkan ke tempat-tempat Isoter yang telah di siapkan di 12 titik di Karangasem,” tuntasnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, kepada awak media menyampaikan, memang saat ini kasus Covid-19 mengalami kenaikan, tidak hanya di Kabupaten Karangasem, namun hampir di seliuruh Indonesia menghalami peningkatan.

“Kalau dilihat dari tanda-tanda dan gejala klinisnya, Covid-19 yang merebak saat ini, termasuk yang ditemukan di Karangasem ini mengarah ke varian Omicron,” sebut Putra Pertama. Untuk itu pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, salah satunya mengenakan masker dan menghindari kerumunan.

Selain itu, pihaknya juga memnghibau kepada masyarakat untuk segera ikut vaksinasi bosster bagi yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama dan kedua dengan rentang waktu enam bulan dari dosis kedua.( MT – 001)

Wagub Cok Ace Ajak Jajaran PHRI Rumuskan Konsep Masa Depan Pariwisata Bali

0

Denpasar, MatahariTimur – Wakil Gubernur Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) yang juga selaku Ketua BPD PHRI Provinsi Bali mengajak jajarannya memikirkan dan merumuskan konsep masa depan pariwisata Bali. Ajakan itu disampaikannya saat membuka Rakerda II PHRI Bali di Ruang Pertemuan Bali Tourism Board, Sabtu (5/2/2022).

Mengawali arahannya, Wagub Cok Ace menyampaikan beberapa hal yang harus dilakukan pelaku pariwisata yaitu membangun sinergi lintas usaha dan lintas negara serta cermat membaca situasi yang berkembang di dalam dan luar negeri. Lebih jauh ia menekankan bahwa perkembangan pariwisata tak bisa dilepaskan dari berbagai faktor pendukung seperti sosial, politik, ekonomi, budaya dan keamanan.

Pertama terkait faktor sosial, ia menyebut pelaku usaha bidang pariwisata saat ini menghadapi situasi pelik, salah satunya keputusan PHK dan tuntutan karyawan untuk kembali dipekerjakan secara penuh karena menganggap situasi mulai pulih. Wagub Cok Ace berharap, jajaran manajemen bisa menyikapi situasi ini dengan bijak. “Masyarakat kita saat ini sensitif dan mudah tersinggung karena tekanan ekonomi yang menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran. Kita harus bisa menjelaskankan secara terbuka gambaran dan kondisi kongkret perusahan dalam bahasa yang tepat kepada pegawai,” ucapnya.

Faktor lain yang patut diperhitungkan adalah politik, karena 2023 sudah masuk tahun politik sebagai bagian dari persiapan perhelatan pemilu serentak 2024. Salah satu konsekwensinya adalah fokus pemerintah terhadap sektor pariwisata bisa jadi sedikit berkurang karena harus fokus pada hajatan besar. Selain itu, menurut pandangan Wagub Cok Ace, pada situasi biasa saja (sebelum pandemi Covid-19,red), hajatan politik sangat mempengaruhi usaha pariwisata. “Pariwisata rentan dengan isu politik, sekalipun kita kemas dalam atraksi budaya, hajatan politik masih mempengaruhi penilaian masyarakat luar,” urainya.

Faktor berikutnya adalah kebijakan pemerintah yang sangat erat kaitannya dengan pengembangan usaha pariwisata. Wagub Cok Ace menginformasikan, Pemprov Bali saat ini tengah menggenjot sejumlah pembangunan insfatruktur seperti short cut, Pusat Kebudayaan Bali (PKB) dan penataan kawasan Besakih. Ia memprediksi, penataan infrastruktur ini akan memengaruhi peta dan wajah pariwisata Bali. Ia mencontohkan pembangunan PKB di kawasan Gunaksa yang kemungkinan akan diikuti pertumbuhan usaha di sekitar kawasan itu. “Ini harus kita cermati bersama, ingin tetap bertahan pada investasi yang sama atau melakukan diversifikasi,” tegasnya sembari mengingatkan seluruh jajaran PHRI mengikuti dan mendukung program pemerintah. Masih terkait kebijakan pemerintah,Guru Besar ISI Denpasar juga menyinggung Konsep Ekonomi Kerthi Bali yang diluncurkan Gubernur Bali Wayan Koster. Dalam konsep EKB, sektor pariwisata ditempatkan pada posisi ke-6 dan disebut sebagai bonus. EKB menempatkan sektor pertanian dalam arti luas termasuk peternakan dan perkebunan pada posisi pertama dan disusul sektor kelautan/perikanan pada posisi kedua. Sedangkan sektor industri dan Industri Kecil Menengah (IKM) dan Koperasi ditempatkan pada posisi ke-3 dan 4, disusul sektor ekonomi kreatif dan digital pada posisi lima.

Menurut Wagub Cok Ace, penempatan pariwisata di posisi 6 dalam konsep EKB, bukan dimaksudkan untuk mengecilkan arti dari sektor ini. Konsep yang dirancang Gubernur Wayan Koster justru bertujuan mengembalikan marwah bahwa sesungguhnya pariwisata itu berawal dari budaya. Konsep EKB hendaknya menjadi bahan renungan bagi seluruh komponen untuk memberi perhatian lebih serius pada upaya pembenahan sektor pertanian, perkebunan dan UMKM. “Konsep ini dimaksudkan mengembalikan struktur pariwisata Bali seperti pada awal perkembangannya,” ucapnya.

Berikutnya adalah faktor budaya yang belakangan mengalami pergeseran. Ia mencontohkan mulai berkurangnya prosesi ngaben besar yang dulunya menjadi salah satu daya tarik pariwisata. Wagub Cok Ace menyebut, perubahan itu sebagai keniscayaan yang tak bisa dihindari. Oleh karena itu, para pelaku pariwisata diminta kembali mencermati apakah tetap menjadikan event upacara sebagai andalan atau berupaya mengimbanginya dengan pengembangan alternatif lain. Sedangkan terkait faktor keamanan, Panglingsir Puri Ubud ini bersyukur karena di tengah beratnya tekanan ekonomi yang dihadapi, situasi keamanan Bali tetap kondusif dan terkendali.

Pada bagian lain, Wagub Cok Ace juga menyinggung kecenderungan pariwisata yang mendedepankan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. Selain itu, ia juga mengingatkan ketatnya persainagan yang harus dihadapi terkait kebijakan pemerintah mengembangkan sejumlah destinasi baru seperti Mandalika. Ia berharap pelaku usaha pariwisata di Daerah Bali tetap optimis dan tak berkecil hati. Karena menurutnya, pengembangan sektor pariwisata tak semata membutuhkan dukungan kelengkapan infrastruktur. Yang tak kalah penting menurutnya adalah dukungan sumber daya manusia dan ia yakin Bali sejauh ini masih unggul. “Mari bersatu padu untuk memenangkan ketatnya persaingan dengan destinasi yang mulai tumbuh,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakerda PHRI Perry Markus menyampaikan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Rakercab dan merupakan amanat dari AR/ART organisasi. Rakerda dilaksanakan dengan sederhana menyesuaikan dengan kondisi prihatin yang dihadapi pelaku pariwisata Bali dan juga sejalan dengan penerapan protokol kesehatan mencegah makin meluasnya penyebaran varian omicron Covid-19. Acara diisi dengan paparan program kerja oleh Prof. I Nengah Dasi Astawa dan penyampaian laporan program kerja dari BPC PHRI Kabupaten/Kota se-Bali.(MT – 001)

Wakil Bupati Harapkan APINDO Ikut Serta Bangun Perekonomian Karangasem

Amlapura, MatahariTimur – Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa mengajak jajaran pengurus Dewan Pimpinan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Karangasem agar menjadi garda terdepan dalam memajukan ekonomi Karangasem ditengah Pandemi Covid-19 yang masih melanda. Hal itu dikatakan wakil Bupati I Wayan Artha Dipa, saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan DPK APINDO Karangasem, Jumat (4/2) kemarin.

Wakil Bupati mengatakan, kepengurusan yang baru dilantik diharapkan dapat membentuk dan mematangkan program-program yang akan menjadi acuan program APINDO, guna turut serta membangun perekonomian di Karangasem. Apalagi kata Wayan Artha Dipa, Pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga APINDO Karangasem menjadi garda terdepan dalam memajukan ekonomi Karangasem. “Ini bertujuan membangun konektivitas, Karangasem juga memiliki banyak potensi yang belum tergali, kita harapkan APINDO bisa menggali potensi yang ada,” ujar Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa.

Artha Dipa juga mengatakan,APINDO juga bisa menjadi wadah pengusaha di Karangasem untuk terus dapat meningkatkan dan berkontribusi bagi Karangasem. Menurutnya, APINDO adalah mitra daerah yang akan disegani dan berkontribusi dalam kemajuan ekonomi Karangasem. “APINDO dengan tujuan mempersatukan dan membina pengusaha serta memberikan layanan kepentingan dalam bidang sosial ekonomi. APINDO Karangasem diharapkan dapat menjalin kerjasama dengan Pemkab Karangasem dalam memulihkan ekononi di masa pandemi Covid-19, APINDO dapat memiliki ide inovatif untuk memajukan ekonomi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP APINDO Bali, I Nengah Nulaba, menyampaikan, APINDO Karangasem untuk terus membina pelaku-pelaku UMKM di Karangasem. Dikatakan, APINDO Bali akan terus memberikan layanana kepada anggotanya,mulai dari konsultasi, pembinaan dengan melibatkan pihak-pihak terkait. “Anggota APINDO kita berharap menjalin kerjasama yang baik dengan para karyawan dengan demikian produktifitas meningkat kesejahteraan akan baik,” ujarnya.

Sedangkan Ketua DPK APINDO Karangasem yang dilantik, I Nyoman Oka Antara mengatakan, APINDO Karangasem terus menjadi bapak angkat bagi pelaku UMKM yang ada di Karangasem. Pihaknya pun berharap agar dinas terkait untuk kedepan melibatkan APINDO Karangasem jika ada pameran-pameran UMKM. “Berikan kami peluang bagi pelaku UMKM yang bernaung dibawah APINDO untuk ikut pameran dan mempromosikan produk yang dihasilkan,” ujarnya.

Begitu juga di dunia Pariwisata, kata Oka Antara, karena banyak anggota APINDO adalah pelaku pariwisata. Selama dua tahun ini, APINDO tetap eksis. Dikatakannya, selama pandemi muncul pengusaha-pengusaha baru karena mereka sebelumnya bekerja di Denpasar tetapi sekarang mereka pulang dan membangun usaha. “Di masa pandemi Covid-19 ini juga muncul pengusaha- pengusaha baru, karena sebelumnya mereka di Denpasar tetapi saat pandemi ini mereka membangun usaha di Karangasem,” ujarnya.( MT – 001)

Biznet akan Menjangkau Lebih Banyak Kota dan Area Wilayah Indonesia di Tahun 2022

0

Biznet akan Menjangkau Lebih Banyak Kota dan Area Wilayah Indonesia di Tahun 2022 yang memberikan solusi serta kemudahan bagi para pemilik usaha untuk dapat merancang serta mengatur landing page koneksi WiFi sesuai kebutuhan yang dikhususkan untuk segmen usaha seperti cafe, restoran dan club. Biznet Managed Wifi saat ini dapat dinikmati oleh pelanggan yang berada di beberapa kota yang ada di Jabodetabek, Bali, Surabaya dan akan terus bertambah ke kota lainnya. Memberikan layanan terbaik kepada pelanggan merupakan salah satu upaya yang harus dimiliki oleh setiap pemilik usaha, termasuk juga dengan menyediakan fasilitas Internet WiFi.

Bukan hanya hadir dengan inovasi terbaru, Biznet juga menghadirkan program promo menarik sebagai bentuk dukungan dalam memberikan nilai serta keuntungan lebih kepada pelanggan yang ingin melakukan registrasi layanan Biznet. Di bulan ini, Biznet juga telah menghadirkan Promo Spesial Awal Tahun beli 9 gratis 3 bulan. Jadi, pelanggan yang registrasi layanan Biznet Home akan mendapatkan 12 bulan berlangganan dan lebih hemat sampai dengan 35%. Sedangkan untuk layanan Biznet Metronet, kami menghadirkan promo beli 12 bulan gratis 4 bulan berlangganan Biznet Metronet. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi biznethome.net/promo dan biznetnetworks.com/metronet.

“Menjadi salah satu bagian dalam proses perkembangan teknologi digital di Indonesia, Biznet akan terus melakukan berbagai inovasi khususnya dalam menghadirkan layanan Internet yang cepat dan stabil untuk masyarakat guna mendukung berbagai aktivitas digital dimanapun dan kapanpun. Dan pada kesempatan kali ini, saya mewakili Biznet ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung serta memberikan kepercayaannya kepada Biznet. Karena tentunya pencapaian yang telah kami dapat sampai dengan saat ini tentunya tidak akan terjadi tanpa adanya dukungan dari semua pihak,” tutup Adi.( MT – 001)

Bupati Gede Dana Buka Bulan Bahasa Bali Dengan Mengambil Tema Danu Kherti: Gitaning Toya Ening

Amlapura, MatahariTimur – Bulan Bahasa Bali yang ke IV tahun 2022 dengan mengambil Tema Danu Kherti: Gitaning Toya Ening di buka Bupati Karangasem Gede Dana
bertempat Musium Pusaka Lontar Dukuh Penaban, Kelurahan Karangasem , Kecamatan Karangasem, Rabu (2/2/2022.

Parikrama Bulan Bahasa Bali akan dilaksanakan satu bulan dari tanggal 1 sampai 28 februari 2022 dengan berrbagai macam kegiatan hibrid (luring-daring), seperti: festival, wimbakara, widyatula, kriyaloka, miwah reka aksara (pameran).

“Bulan Bahasa Bali menunjukan  pelaksanaan guna widya yang berkembang dan tumbuh tidak habis- habisnya, menunjukan kadharman, kerta raharja, dan kautaman jagat. Tema itu di ambil dar Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.” Hal ini disampaikan Bupati Gede Dana saat membuka acara Parikrama Pamungkah Bulan Bahasa Bali IV.

“Sebagai warga asli Bali, sudah seharusnya ikut serta melestarikan Adat dan Budaya Bali. Khususnya bahasa, aksara, sastra dan busana adat Bali. Apalagi Kabupaten Karangasem sudah dikenal sebagai Hulunnya Bali, yang Sor Singgih Bahasa Balinya dikenal paling baik.”ucap Gede Dana.

Meski digelar secara sederhana di tengah Pandemi Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan, Bupati juga berharap tidak mengurangi makna dan tujuan yang ingin dicapai, yaitu lestarinya bahasa, aksara, sastra dan busana Bali.

Pelaksanaan Parikrama Bulan Bahasa Bali dengan tema “Danu Kerthi : Gitaning Toya Ening” ini sesuai dengan surat edaran Gubernur Bali Nomor 8352 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali IV Tahun 2022. Sejumlah kegiatan yang digelar diantaranya, Lomba Nyurat Aksara Bali (SD) , Lomba Ngwacen Aksara Bali (Daa-Truna), Nyatua Bali Paiketan Krama Istri, Wiwada utawi Debat Mabasa Bali (SMA/SMK) dan Lomba Pidarta antar Bendesa Adat.( MT – 001)

Kasus Positif Covid-19 di Kota Denpasar Bertambah 228 Orang

0

Denpasar, MatahariTimur – Penularan Covid-19 di Kota Denpasar masih tinggi. Berdasarkan data resmi harian penanganan Covid-19 Kota Denpasar pada Rabu (2/2), kasus meninggal dunia bertambah 2 oranb dan kasus sembuh bertambah 18 orang. Sementara itu, kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 228 orang.

Berdasarkan data, secara komulatif kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar tercatat 39.084 kasus, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar mencapai angka 37.051 orang (94,80) persen), meninggal dunia sebanyak 1.009 orang (2,58 persen) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 1.024 orang (2,62 persen).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi menjelaskan, saat ini penularan virus covid 19 di Kota Denpasar mengalami tren peningkatan. Karenanya, diimbau kepada masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan protokol kesehatan.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan protokol kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan prokes tidak menutup kemungkinan kasus covid akan terus meningkat, sehingga diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” ujar Dewa Rai

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan protokol kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 2 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru yang disebut dengan varian Omicron.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat, jadi intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan bahwa berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona resiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi protokol kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, optimalisasi Isoter serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.

Selain itu, Pemkot Denpasar juga terus berupaya untuk memaksimalkan realisasi vaksinasi kepada masyarakat, dan vaksinasi menyasar anak anak usia sekolah 12-17 tahun serta usia 6-11 tahun, ibu hamil dan disabilitas. Selain itu, Kota Denpasar juga telah memulai pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga atau booster.

Tak hanya itu, Satgas Covid-19 Kota Denpasar telah merancang 6 langkah strategis mengatasi lonjakan kasus covid 19, mulai dari peningkatan kapasitas 3 T ( tracing, testing, treatment), mengencarkan pelaksanaan vaksinasi termasuk booster, mewajibkan penerapan aplikasi Peduli Lindungi, menyiapkan Isolasi Terpusat (Isoter), Optimalisasi Rumah Sakit Rujukan mulai dati ketersediaan Bad, Oksigen dan Obat obatan.

Selanjutnya turut digencarkan Operasi Yustisi Penegakan Protokol Kesehatan Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, serta Membatasi mobilisasi dan interaksi (5M) hingga pemberian bantuan Sembako bagi masyarakat Kota Denpasar yang terkonfirmasi Covid-19.

“Mohon kepada masyarakat untuk melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19,” ajak Dewa Rai

Terkait upaya menekan angka kematian akibat Covid-19, Dewa Rai mengatakan bahwa Satgas mengimbau kepada masyarakat yang memiliki penyakit bawaan atau yang berada pada usia rentan untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 5M,” kata Dewa Rai. (MT -001).

Trans Sarbagita Segera Kembali Layani Kebutuhan Jasa Transportasi Masyarakat Bali

0

DENPASAR, MatahariTimur – Dinas Perhubungan Provinsi Bali menggelar rapat membahas Jadwal Beroperasinya Angkutan Umum Trans Sarbagita, diruang rapat Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Senin (31/1).

Layanan Jasa Angkutan Umum milik Pemprov Bali yang sebelumnya sempat dihentikan sementara, direncanakan kembali beroperasi per tanggal 2 Februari 2022. Tentunya dengan peningkatan kualitas pelayanan dan fasilitas kendaraan.

Pimpinan rapat, Kepala UPT Trans Bali/Trans Sarbagita Komang Hartajaya dalam arahannya menyampaikan segala persiapan yang dibahas dalam rangka beroperasinya Angkutan Umum Trans Sargita guna menyamakan persepsi di lapangan sehingga dapat melayani penumpang dengan baik.

“Mari kita laksanakan pelayanan yang Terbaik dan Handal, sehingga masyarakat umum pengguna jasa Trans Sarbagita terlayani dengan baik dan merasakan manfaatnya,” ujar Komang Hartajaya.

Ditambahkan Kepala Operasional UPTD Trans Bali/Trans Sarbagita terus mengingatkan kepada Pramudi dan Pramujasa hendaknya dalam melaksanakan tugas – tugasnya selalu berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditentukan manajemen, serta SPM yang ditetapkan Kasi Operasional. Agar dapat dipatuhi sebagai dasar pelaksanaan tugas. Dalam rapat tersebut dipaparkan pula secara detail teknis tugas dan tanggungjawab para Pramudi dan Pramusaji.

“Hal ini dalam rangka mewujudkan pelayanan yang prima kepada masyarakat, terutama di bidang jasa transportasi umum. Dimana di Bali pemanfaatan jasa angkutan umum mulai menurun. Sedangkan di satu sisi jasa ini memberikan manfaat yang sangat besar untuk masyarakat, seperti efisiensi biaya dan waktu. Dengan mewujudkan layanan Trans Sarbagita yang berkualitas, semoga kedepan mendapatkan tanggapan yang positif dari masyarakat dan semakin banyak yang memanfaatkannya,” ujarnya.

Rapat diantaranya dihadiri Manager Cabang Bali Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta ( Perum PPD), Kepala Seksi Teknik Sarana dan Prasarana UPTD. Trans Bali/Trans Sarbagita, Kepala Seksi Operasional UPTD Trans Bali/Trans Sarbagita dan Kasubag Tata Usaha, serta Calon Pramudi dan Pramujasa.( MT – 001)

Gede Dana Ikuti Latihan Bersama KKI se-Bali

Denpasar, MatahariTimur – Usai dilantik sebulan lalu sebagai Ketua Umum KKI Provinsi Bali, Bupati Karangasem I Gede Dana antusias melakukan kegiatan latihan bersama anggota KKI, pada Minggu (30/1/2022).

Pada kesempatan tersebut, turut hadir jajaran pengurus KKI Provinsi Bali dan Ketua Pengurus KKI Kota Denpasar dan kabupaten se-Bali. Para pengurus nampak antusias pula menjalani latihan bersama.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, Gede Dana yang merupakan kelahiran Desa Datah Kecamatan Abang Karangasem, menjabat pula sebagai Bupati Karangasem dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem. Gede Dana juga merupakan seorang karateka era tahun 70 – 80an, yang terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Kushin Ryu Karate-Do Indonesia (KKI) Bali dan dilantik pada 26 Desember 2021.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Ijazah kyu 1 ke DAN I (sabuk coklat ke sabuk Hitam) sebanyak 65 orang, serta  DAN I ke DAN II  (Sabuk Hitam) sebanyak 22 orang, yang hanya diterima oleh beberapa perwakilan.

“Ujian tingkat keanggotaan KKI Provinsi Bali, merupakan syarat jenjang ketingkatan baik materi yang diberikan oleh pelatih atas tahapan-tahapan yang wajib di lakukan keanggotaan, serta totalitas prestasi bertanding yang di raih selama menjadi anggota KKI,” ujar Gede Dana.(MT – 001)

Bupati Dana Lepas Ribuan Bibit Ikan dan Burung di Hari Raya Tumpek Uye

0

Amlapura, MatahariTimur – Tumpek Uye atau Tumpek Kandang merupakan hari raya untuk menghormati Hyang Rare Angon sebagai manifestasi Dewa Siwa sebagai penguasa dan penjaga segala jenis binatang dan hewan. Pada kesempatan ini, Bupati Karangasem Gede Dana melakukan upacara Danu Kerthi yang selaras dengan Visi Misi Pemerintah Provinsi Bali yaitu ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’. Kegiatan ini bertempat di Tukad Yeh Sah Telaga Waja, Desa Muncan, Kecamatan Selat, Karangasem, pada Sabtu tanggal 29 Januari 2022.

Upacara dipuput oleh Ida Pedande Gede Nur dari Gria Penyembahan Tampaksiring. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Bupati Wayan Arta Dipa, Sekda Karangasem Sedana Merta Ketua DPRD Karangasem Wayan Suastika, Ni Made Darmini anggota DPRD Bali   Fraksi PDIP Dapil Karangasem, MDA Karangasem beserta MDA Kecamatan se-Karangasem serta jajaran Forkopimda Karangasem.

Bupati Gede Dana mengatakan, Upacara Danu Kerthi dilaksanakan serentak di seluruh bali yang diselenggarakan pemerintah daerah masing-masing di setiap wilayah masing-masing. “Untuk Kabupaten Karangasem, kita adakan di Pura Pesucian Tukad Yeh Sah karena kebetulan aliran sungai ini juga mengaliri dua kabupaten Karangasem dan Klungkung. Airnya dimanfaatkan bagi dua kabupaten itu,” katanya.

Pelaksanaan Upacara Danu Kerthi juga untuk menghormati Betara Hyang Dewi Danu sebagai sumber mata air yang menghidupi segala yang hidup alam ini, di mana makna Danu Kerthi adalah hari penyucian dan pemuliaan danau, mata air, sungai dan laut beserta habitat di dalamnya, sebagai unsur alam yang diciptakan oleh Hyang Maha Kuasa, ucap Bupati Dana.

Selesai Upacara Danu Kertih, dilanjutkan dengan pelepasan berbagai jenis burung ke alam dan ribuan bibit ikan di sumber mata air yeh Sah Telaga Waja yang lokasinya berdekatan dengan tempat upacara. “Di Hari Raya Tumpek Uye ini kami juga melepas berbagai burung dan bibit ikan bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam, hutan dan juga di air di mana hari raya ini sangat baik untuk menghormati binatang dan hewan di alam dan sebagai penghormatan kepada Sang Rare Angon sebagai penjaga segala jenis hewan,” kata Bupati Dana.

Bupati juga berharap agar masyarakat  ikut merawat kebersihan sungai dan mata air, menjaga kelestarian alam dan isinya, dan juga agar tidak ada lagi perburuan burung dan penembakan burung di alam liar. ( MT – 001)

Gede Dana: Maknai Filosofi Tumpek Uye dengan ‘Mengandangkan’ atau Mengendalikan Pikiran

0

Amlapura, MatahariTimur – Di sela – sela kesibukan dan rutinitas sebagai pemimpin di Bumi Lahar, Bupati Karangasem Gede Dana menyempatkan diri melaksanakan otonan Tumpek Uye atau Tumpek Kandang untuk sapi piaraanya di kandang, yang terletak di dekat kediamannya di lingkungan Dukuh-Karangasem, pada Sabtu (29/1/2022) pagi.

Seperti diketahui, Tumpek Kandang dirayakan oleh umat Hindu Bali setiap enam bulan sekali atau setiap 210 hari, tepatnya pada hari Caniscara Kliwon Wuku Uye. Tumpek Kandang atau Tumpek Uye dirayakan sebagai wujud cinta kasih, rasa sayang manusia atau rasa terima kasih manusia kepada binatang, hewan peliharaan atau ternak. Dalam Yayur Weda disebutkan, binatang itu sangat membantu manusia dalam bekerja dan sebagai korban suci dalam upacara, serta dapat disembelih untuk dikonsumsi.

Gede Dana dalam kesempatan itu mengatakan bahwa ‘kandang’ dalam makna filosofi juga mengandung makna ‘mengandangkan’ pikiran yang begitu liar. Diibaratkan seperti hewan yang harus dikendalikan, sehingga mampu membatasi atau mengekang keinginan yang bersifat seperti binatang. Misalnya hidup tanpa tata krama, liar, malas dan sebagainya.

“Kalau dilihat dari Urip Caniscara Kliwon Uye berjumlah 7 dan itu dianggap sebagai hari yang bersifat rajas yang disejajarkan dengan watak sato atau binatang. Untuk itu, pada hari Tumpek Kandang kita perlu menyucikan diri atau nyomia atau menetralisir kekuatan binatang pada diri kita. Karena daging yang kita makan akan bersemayam dalam tubuh manusia dan akan berpengaruh pada sifat dan tabiat atau karakter manusia,” ujar Gede Dana.

Gede Dana juga mengatakan, Caniscara Uye merupakan hari raya untuk mengupacarai segala jenis binatang dan ternak seperti sapi, babi dan lainnya. “Dalam lontar dan piteket para penglingsir mengatakan, Caniscara Wuku Uye pinaka Prakertaning sarwo sato, artinya pada hari itu hendaknya dijadikan sebagai hari melestarikan segala jenis hewan dan pada tumpek kandang hendaknya umat menghaturkan sesembahan kepada Sangyang Rare Angon sebagai manifestasi dari Dewa Siwa yang berfungsi sebagai penguasa dan penjaga semua binatang, dengan tujuan untuk diberikan keselamatan pada semua hewan piaraan dan termasuk diberikan hasil yang melimpah sesuai harapan dari pemiliknya,” ucapnya.

Dia menambahkan, kebetulan juga dirinya sudah memelihara ternak sapi yang dikandangkan di kebun. “Memang sedari kecil saya petani dan terbiasa ngangon sapi. Sampai sekarangpun masih memelihara sapi. Selain memang hobi, itu juga hiburan bagi saya di waktu senggang,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu pula Gede Dana memvaksin seluruh anjing piaraanya, karena menurutnya, anjing juga hewan piaraan yang bertugas menjaga rumah sehingga perlu dirawat dan dijaga kesehatannya. “Itu juga bentuk menghargai hewan piaraan di Tumpek Uye,” kata Bupati Dana. ( MT – 001)