24.4 C
Bali
2 November 2026
Beranda blog Halaman 26

PDI Perjuangan Karangasem Gelar Berbagai Lomba, Optimalkan Potensi Lokal

AMLAPURA, MatahariTimur – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem menggelar lomba Barista Kopi Bali, Kuliner Pendamping beras, Mixology Arak Bali, dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno dan Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan ke – 49 tahun. Sabtu, 7 Mei 2022 bertempat di Taman Budaya Candra Bhuana, Amlapura.

Dalam sambutanya ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem, Gede Dana mengatakan bahwa, lomba Barista Kopi Bali, Kuliner Pendamping beras, Mixology Arak Bali,merupakan komitmen PDI Perjuangan Karangasem untuk menggali potensi Lokal Karangasem.

“Seperti di ketahui, produksi kopi di Karangasem mencapai 73 ton pertahun. Dengan produksi tersebut, anak-anak muda semestinya bisa membuat berbagai macam produk olahan kopi.” Ujarnya.

Gede Dana yang juga Bupati Karangasem menambahkan, kenapa menggelar kuliner pendamping beras karena Kabupaten Karangasem merupakan penghasil berbagai umbi-umbian, dan jagung yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuat olahan makanan diluar beras. Produksi diluar beras di Karangasem mencapai 70 ton.

” Dan untuk Mixology arak Bali, kita gelar mengingat Karangasem sebagai salah satu penghasil arak. Arak Karangasem memiliki citarasa yang khas,terutama arak yang berbahan baku tuak. Ini merupakan keberpihakan DPD PDI Perjuangan Bali dalam melindungi pengerajin arak tradisional Bali”, ucapnya.

Dalam acara ini DPC PDI Perjuangan mengundang para pimpinan partai yang ada. Tokoh-tokoh masyarakat, masyarakat dan dihadirkan juga pelaku-pelaku UMKM yang ada di Karangasem, tujuanya, ingin bersama-sama membangun Karangasem.

Di akhir acara di serahkan hadiah kepada masing- masing pemenang kategori lomba, “Saya ucapkan Selamat untuk para pemenang lomba dan pemenang akan menjadi wakil Karangasem di ajang di Provinsi Bali.” Tutupnya.MT – 001)

Sapa Umat Muslim Usai Shalat Led, Bupati Gede Dana dan Wabup Disambut Hangat 

AMLAPURA, MatahariTimur – Suasana penuh keakraban menyelimuti Perayaan idul fitri yang dilaksanakan umat muslim di Kabupaten Karangasem, dimana seusai shalat ied yang dilaksanakan di lapangan Tanah Aron, Amlapura, Senin (2/5/2022) yang dihadiri ribuan umat islam dari sebgaian besar kampung muslim di Karangasem, Bupati Gede Dana bersama Wabup I Wayan Artha Dipa, hadir menyapa warga muslim untuk menyampaikan ucapan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H. 

Kehadiran orang nomor satu di Bumi Lahar Karangasem tersebut langsung disambut dengan hangat dan penuh nuansa menyama braya oleh tokoh muslim Karangasem dan warga yang usai melaksanakan ibadah Shalat Ied di lapangan. Ini kali pertama seorang pemimpin di Karangaem yang hadir menyapa langsung warganya yang tengah merayakan lebaran. 

Dengan menggunakan Bahasa Bali halus, Bupati Gede Dana menyampaikan rasa suka cita sekaligus mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karangasem, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1443 H. Mohon maaf lahir dan bathin,” ucapnya.

Disampaikannya, tradisi menyama braya yang sudah melekat erat di masyarakat Muslim dan Hindu di Karangasem patut dijaga dengan baik. Termasuk berbagai tradisi yang telah dilaksanakan secara turun temurun, seperti tradisi ngejot dan tradisi lainnya yang merupakan kearifan lokal masyarakat di Karangasem.”Tradisi adiluhung seperti ini jangan sampai hilang, harus terus di jaga dengan baik,” ujar Gede Dana. 

Selaku pemerintah daerah, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada nyame muslim di Karangasem, karena tradisi Takbiran keliling belum bisa dilaksanakan untuk lebaran tahun ini karena belum lepasnya Karangasem dari Pandemi Covid 19. “Semoga lebaran tahun depan, Takbiran keliling bisa diselenggarakan dengan meriah, dan bila perlu di lombakan,” ucap Gede Dana. 

Usai menyampaikan ucapan selamat hari raya dengan berpantun, banyak warga yang meminta foto bersama bupati. 

Sementara itu, Khatib Shalat Ied, H. M. Mursyid. S.Ag. menyampaikan, esensi perayaan Idul Fitri kali ini, bagaimana Umai Islam bisa mengambil pelajaran penting dari berbagai kondisi yang terjadi saat ini, termasuk Pandemi Covid 19 yang telah 2 tahun ini melanda. “Setelah dua tahun, akhirnya kita kembali bisa melaksanakan ibadah Shalat Ied bersama di lapangan,” tandasnya.

Sebulan penuh ditempa dengan latihan kesabaran dan melaksanakan kegiatan ibadah Ramadhan, ini tentunya kata H. Mursyid yang juga Ketua MUI Karangasem ini bisa mempertebal keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. 

H. Mursyid juga mengajak umat muslim di Karangasem untuk menjaga dan mempererat silaturahmi dengan sesama muslim maupun umat lainnya, karena ini juga merupakan esensi dari perayaan Lebaran, yakni bersilaturahmi mengunjungi, keluarga, saudara, kerabat dan teman.Warga muslim tentunya bisa mengambil peran dalam pembangunan di Karangasem.( MT – 001)

Pemkab Karangasem Gelar ‘Sarasehan Kebangkitan Pariwisata’

0

AMLAPURA, MatahariTimur – Bupati Karangasem Gede Dana bersama Wabup Wayan Arta Dipa, Sekda Sedana Merta, Ketua DPRD Bali Wayan Suastika, serta didampingi para stakeholder atau pihak terkait pariwisata dan OPD melaksanakan gathering pariwisata yang dikemas dengan kegiatan ‘Green Tracking’ dengan rute dari jalur Kastala Bebandem menuju Desa Tenganan Pegringsingan, pada hari Jumat tanggal 29 April 2022. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka recovery pariwisata di Kabupaten Karangasem, setelah selama ini sempat tidak mengalami perkembangan sehubungan masa pandemi Covid-19.

Kegiatan Green Tracking ini dilakukan dengan melintasi hamparan pesawahan, jalan setapak, sungai dan pemukiman warga. Selain berolahraga, Bupati Dana dan rombongan juga melihat langsung potensi keindahan alam di wilayah tersebut.

Sepanjang perjalanan, Bupati Gede Dana bersama Wabup Artha Dipa tak pernah melewatkan kesempatan menyapa masyarakat yang sedang beraktivitas. Salah satunya, menyapa para petani yang sedang melaksanakan Tradisi Mebiu Kukung. Bahkan dalam perjalanan trekking, saking bahagianya warga bertemu Bupati Dana yang sedang lewat, salah seorang warga Tenganan spontan menyuguhkan jamuan tuak manis untuk Bupati Dana, Wabup Artha Dipa dan rombongan.

Usai Green Tracking, kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan Kebangkitan Pariwisata serangkaian Gathering Pariwisata Kabupaten Karangasem, yang dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace). Kegiatan gathering ini bertempat di Wantilan Pura Desa Tenganan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dana mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karangasem dengan menggandeng stakeholder pariwisata secara global.

“Kegiatan ini merupakan terobosan yang baik, mengingat imbas pandemi yang sangat berdampak pada kehidupan masyarakat, terutama dari sektor pariwisata. Kegiatan ini yang pertama diadakan di Bali, yang kali ini diwujudkan dengan event promosi pariwisata di Karangasem,” ujarnya.

Gede Dana juga mengatakan bahwa di masa pandemi ini sektor pariwisata sangat terpuruk, maka selanjutnya harus digali lagi potensi lain untuk menambah PAD agar pembangunan di Karangasem tidak tergantung sektor pariwisata saja.

“Pemasukan dari pariwisata di Karangasem masih kecil dibandingkan kabupaten lain, apalagi di masa pandemi ini. Makanya harus dicarikan solusi atau jalan keluar, dan selama ini Karangasem hanya menjadi tempat lewat tamu saja, tamu enggan menginap di Karangasem padahal dari segi potensi keindahan alam tidak kalah, apalagi tradisi dan budayanya, ini harus di pecahkan apa permasalahannya”, ujarnya

Menanggapi keluhan para wisatawan terkait truk material pasir yang lalu lalang kadang bikin macet sehingga tamu banyak yang komplainn karena terlambat sampai di airport ataupun tempat tujuan, maka Bupati Dana meminta dinas terkait agar mengawasi truk yang melintas agar jangan sampai beriringan yang akan menimbulkan kemacetan, “Gubernur Bali juga sudah merencanakan dan menganggarkan pembangunan jalan baypas tembus ke Padang bay di tahun 2023, dan semoga akan bisa juga tembus menuju Tulamben” harapnya.

Sementara itu, dalam arahannya Wagub Cok Ace menyampikan pandemi Covid 19 telah memberi dampak luar biasa pada sektor pariwisata ,disisi lain pandemi Covid 19 juga memberi kita waktu untuk melakukan instrospeksi diri dan menata kembali pariwisata Bali ke arah yang lebih baik ke depannya.

Wagub Bali menambahkan bahwasannya pariwisata Bali semestinya ditata disesuaikan dengan potensi dan kondisi yang dimiliki dari masing masing daerah di Bali atau bisa disebut dengan istilah Padma Buana. Setiap daerah di Bali sudah memilki ciri khas serta fungsinya masing masing dalam menopang perekonomian Bali

Lebih jauh, Ketua PHRI Bali ini menjabarkan seperti halnya Kabupaten Jembranaa dari struktur geografis memang sebagai daerah perikanan , demikian halnya Tabanan sebagai sumber mata air dan pangan karena memilki danau dan lahan pertanian. Demikian pula halnya dengan Karangasem yang menjadi daerah spiritual dimana pura pura Kahyangan Jagat seperti Besakih, Lempuyang , Andakasa semua berada di Karangasem. Daerah Badung di bagian selatan adalah “dapur’ nya Bali , yang mengelola semua sumber daya yang ada sehingga sewajarnya Badung menjadi pusat pariwisata dimana banyak hotel dan restaurant di dirikan.

“Jika kita umpamakan, Badung sebagai “dapur”-nya Bali yang mengelola sumber yang ada maka hasil dari ‘dapur’ sudah sepatutnya didistribusikan ke kabupaten/kota lainnya, sehingga nikmat gemerincing dolar dapat dirasakan seluruh masyarakat Bali dan terwujud kesejahteraan bersama,” ujar Wagub Bali.

Untuk itu, Wagub Cok Ace mengajak para bupati maupun walikota dan seluruh masyarakat membangun kesadaran bersama jika kita dalam kesatuan wilayah. “Konsep dasar ini harus kita suarakan dan tanamkan, kita kembalikan Bali menjadi satu kesatuan wilayah dan satu tata kelola.Dengan demikian Bali sebagai tujuan pariwisata dunia dapat memberi imbas kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Bali,” katanya.( MT – 001)

Rangkaian HUT ke-72 IGTKI, Bupati Dana: Pendidikan TK/PAUD Ciptakan Karakter Anak Didik Beretika

0

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Gede Dana bersama Ny. Nuriasih Gede Dana selaku Bunda Paud hadir saat membuka rangkaian HUT IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia) yang Ke-72,. Dengan mengangkat Tema” Wujudkan Imajinasi Melalui Kreativitas Dalam Merdeka Bermain Bersama IGTKI PGRI Disdikpora Karangasem”, Kamis (28/4) di TK Negeri Pembina Karangasem.

Bupati Gede Dana dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini itu sangat penting, dimana pendidikan ini merupakan ruang ekspresi yang dapat membantu proses perkembangan anak lebih optimal yang akan sangat berpengaruh karakter di kehidupan si anak kelak.

“Pendidikan TK/Paud dapat menciptakan pengenalan mental karakter anak didik yang tangguh, beretika yang sopan santun diharapkan anak akan menjadi pribadi yang dapat mudah berinteraksi, bersosialisasi sejak dini baik dengan lingkungan dan sesama temannya,'” ujarnya.

Bupati yang juga sangat dekat dan akrab dengan anak- anak menambahkan.bahwa di masa usia dini ini anak sangat peka. Masa keemasan memori si anak akan dengan leluasa menyerap semua yang diterimanya.

“Belajar sambil bermain, berkomunikasi yang baik dan jikalau bisa mari ajak anak-anak untuk mengedepankan Bahasa Bali, Seni tari dan tradisi Bali, karena dengan hal tersebut sekaligus juga dapat melestarikan budaya kita,” ujar Bupati Gede Dana.( MT – 001)

Bupati Karangasem Gede Dana dan Wabup Wayan Artha Dipa Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1443 H

AMLAPURA,MatahariTimur – Beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, warga muslim di Kabupaten Karangasem terus memperbanyak amaliah Ramadhan untuk mencapai gelar Insan Muttaqin, hingga menyambut hari yang Fitri, hari kemenangan setelah sebulan penuh berjuang melawan hawa nafsu.

Selama Bulan Ramadhan, Bupati Karangasem, I Gede Dana bersama Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa dan anggota Forkopimda juga menyelenggarakan kegiatan Safari Ramadhan bertajuk “Bupati Menyapa”, yakni mengunjungi kampung-kampung muslim guna beranjangsana untuk mempererat tali silaturahmi dengan warga muslim di Bumi Lahar.

Tradisi rutin yang biasanya dilaksanakan oleh Pemkab Karangasem selama bertahun-tahun, yakni berbuka puasa bersama warga dan tokoh masyarakat muslim di Kantor Bupati, kini sedikit berubah dimana sebagai Pemerintah Daerah, Bupati Gede Dana bersama Wabup Wayan Artha Dipa dan anggota Forkopimda, balik yang beranjangsana ke kampung-kampung muslim untuk menyapa “Nyame Selam” (Suadara Muslim) , bersilaturahmi dan menyerap aspirasi dengan warga setempat.

Bupati Gede Dana mengaku sangat mengapresiasi tradisi menyame braya yang masih sangat kuat dan kental di kalangan Umat Muslim dan Umat Hindu di Karangasem. “Ini patut dijaga dengan baik, sehingga kehidupan harmonis bisa berlangsung dan terus terjaga,” ujar Gede Dana.

Banyak tradisi yang dilaksanakan umat muslim di Karangasem, utamanya saat berbuka puasa bersama, salah satunya tradisi Megibung di Banjar Saren Jawa, Tradisi Medulang di Kampung Gerembeng Atas, Tradisi Ngandang di Kampung Karangtebu dan banyak tradisi lainnya yang merupakan akulturasi budaya dan tradisi masyarakat di Karangasem.

Dan beberapa hari menjelang Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran, warga muslim di Karangasem sudah mulai melakukan berbagai persiapan untuk merayakan hari kemenangan. Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Karangasem pada Idul Fitri tahun ini akan melaksanakan Shalat Ied di Lapangan tanah Aron, Amlapura. Dan terkait kegiatan ini, Pemkab Karangasem akan memfasilitasinya. Sementara untuk kegiatan Takbiran keliling untuk tahun PHBI Karangasem memutuskan untuk meniadakannya.

Terkait perayaan Idul Fitri yang masih dalam masa transisi dari Pandemi ke Endemi Covid-19, Bupati Gede Dana menyerukan untuk setiap kegiatan ibadah agar tetap memperhatikan Protokol Kesehatan, utamanya mengenakan masker, namun tidak mengurangi kekhusyukan dan keceriaan Lebaran. “Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya Bupati Karangasem, I Gede Dana dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa dan atas nama jajaran pemerintah dan masyarakat Kabupaten Karangasem mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Bathin,” ucap Gede Dana. MT – 001)

Bupati Dana Resmi Dilantik Sebagai Ketum Pengprov KKI Bali Periode 2021-2025

Amlapura, MatahariTimur – Musyawvarah Provinsi (Musprov) Pengprov Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Bali yang telah dilaksanakan pada Desember 2021 lalu, memilih dan menetapkan Bupati Karangasem Gede Dana sebagai Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) KKI Bali periode 2021-2025. Ini  sekaligus menggantikan kepengurusan Ketua Umum Pengprov KKI Bali Sebelumnya yang dijabat oleh  Anak Agung Ngurah Mahendra selama dua kali berturut-turut sejak 2011-2016 dan 2016-2021. 

Pengukuhan dan pelantikan sendiri dilakukan langsung oleh Ketum PP KKI yang diwakili Sekjen PP KKI Ir Suhendri Nur SH MSi pada Sabtu (23/4/2022), di Grand Inna Bali Hotel. Di mana Gede Dana bersama 61 orang Pengurus yang berasal dari 9 kabupaten/kota yang ada di Bali ini dilantik secara resmi. 

Dalam Musprov yang telah dilaksanakan pada Desember lalu tersebut, dari 9 kabupaten/kota secara keseluruhan menerima laporan pertanggungjawaban Pengurus 2016-2021 tanpa ada catatan, dan secara mengejutkan masing-masing pengurus Kabupaten/Kota dalam pandangan umumnya mengusulkan satu nama yang sama yakni Gede Dana sebagai calon Ketum KKI Bali. 

Artinya Gede Dana terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum KKI Provinsi Bali. Musprov juga memilih dan menetapkan I Wayan Ariana SH sebagai Ketua Dewan Guru serta Dr R Ardi Ganggas sebagai Ketua Majelis Sabuk Hitam. 

Usai pelantikan, Bupati Gede Dana ketika diwawancarai awak media, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin KKI Bali lima tahun ke depan. Pihaknya akan berupaya menyatukan dan melahirkan kepengurusan KKI yang mampu mengayomi, memberi semangat dan melindungi organisasi KKI.

“Saya yakin, dengan semangat yang sama, maka KKI Bali kedepan mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.

Bahkan Bupati Gede Dana mengungkapkan, salah satu anggota KKI Bali adalah seorang aktris yang menjadi publik figur yang baik untuk menarik semakin banyak mengenal olahraga karate. Aktris tersebut adalah Tamara Bleszynski. 

“Ya saya lihat tadi ada mbak Tamara Bleszynski juga yang dilantik. Beliau memang sudah dikenal sebagai aktris yang kemampuan aktingnya tak usah diragukan lagi. Ternyata Ia juga merupakan sosok yang gemar berolahraga, salah satunya karate. Semoga ke depannya hal ini semakin membuat KKI Bali lebih dikenal dan mampu menunjukan banyak prestasinya,” terangnya.

Bupati Dana dalam kesempatan itu juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah menyukseskan terselenggaranya acara ini. Ia juga  berpesan kepada seluruh Pengurus KKI baik dari tingkat Provinsi sampai Kabupaten agar aktif berkoordinasi dengan perguruan perguruan tinggi Karate Bali yang ada. Sehingga nanti prestasi Karate Bali menjadi lebih baik. 

“Kami sebagai pengurus KKI Bali, pasti akan terus berkoordinasi dengan Ketua FORKI KONI dan Ketua KONI agar KKI Bali dapat berkontribusi dalam setiap pagelaran KONI,” tegasnya.

Dengan dilantiknya dirinya secara resmi, Gede Dana mengaku siap mengemban kepercayaan ini, dan akan serius memimpin organisasi KKI. Cita-citanya dalam memimpin KKI Bali agar olahraga ini dapat berkembang hingga ke desa, bukan hanya dari segi prestasi, namun juga pengembangan dari segi kuantitas yakni membumikan KKI di seluruh lapisan masyarakat sampai ke pelosok-pelosok.

“Mungkin bulan Juli- Agustus kami akan mengunjungi pengurus-pengurus di Kabupaten untuk memberikan support. Tidak boleh ada kata perpecahan. Di dalam hidup ini tidak ada yang luput dari kesalahan, jika ada kesalahan mari luruskan, kita perbaiki bersama sesuai dengan tema acara kita hari ini “Organisasi Kuat, Prestasi Kita Kuat”,” katanya.(MT – 001)

Bupati Dana Ajak BWS Teruskan Proyek Telaga Waja Yang Lama Tertunda

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wabup Karangasem I Wayan Artha Dipa didampingi Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta dan Kepala PUPR Weda Smara menggelar pertemuan dengan pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida, Kementerian PUPR di Hotel Asyana, Candidasa, Karangasem, Jumat 22 April 2022.

Dalam pertemuan kali ini selain membahas rencana penataan garis pantai di Candidasa, Bupati Dana juga menyampaikan niatnya mengajak pihak BWS untuk meneruskan proyek Telaga Waja yang sempat tertunda cukup lama.

Padahal, lanjut Bupati Dana, keberadaan proyek Telaga Waja sangat dibutuhkan warga agar kebutuhan air bersih di daerah-daerah kering seperti Seraya dan lainnya, dapat teratasi dengan baik.

Pada kesempatan ini, Kepala Satker PJSA Made Denny Satya Wijaya menyampaikan kesiapannya mendukung maksud Pemkab Karangasem. Namun sebelumnya, pihaknya meminta Pemkab Karangasem membentuk tim yang terdiri dari beberapa pihak Pemkab terkait dan BWS terlebih dahulu. Tujuannya agar perencanaan kelanjutan proyek Telaga Waja nantinya bermuara pada penyelesaian sesuai harapan masyarakat Karangasem.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan BWS Bali Penida yang menunjukkan dukungannya dalam pembangunan di Karangasem,” ucap Bupati Dana bersama Wabup Artha Dipa.

Pada akhir pertemuan ini, Bupati Dana menggarisbawahi bahwa saat ini masyarakat Karangasem memang sangat membutuhkan penataan pantai yang banyak mengalami abrasi dan penanganan kebutuhan air bersih, sehubungan wilayah Karangasem memang secara geografis adalah wilayah kering, di mana masyarakatnya sangat membutuhkan air bersih. ( MT – 001)

Tindak Lanjuti Audiensi WSC, Bupati Dana Tinjau Kolam Renang Gor Gunung Agung

Amlapura, MatahriTimur – Aksi sigap kembali diperlihatkan Bupati Gede Dana usai menerima audiensi dari WSC (Wijaya Swimming Club) pada Selasa (20/4) lalu. Dalam audensi tersebut disampaikan bahwa atlet renang karangasem belum memiliki fasilitas kolam berenang untuk berlatih. Menanggapi hal tersebut, Jumat (22-4-2022!) Bupati Gede Dana meninjau langsung Kolam renang yang terletak di GOR Gunung Agung.

Bupati Dana didampingi Wabup Artha Dipa, Sekda Sedana Mertha dan Kepala OPD terkait. Selanjutnya Bupati Gede Dana melihat kondisi kolam renang dan memerintahkan dinas terkait supaya segera melakukan penanganan, sehubungan penanganan kolam renang yang masih belum maksimal dalam pemanfaatannya.

“Kita memiliki fasilitas hanya saja belum dimanfaatkan dengan baik, di sinilah seharusnya para atlet berlatih untuk persiapan menyambut Porprov Bali 2022. Selain itu fasilitas kolam renang ini juga bisa dipakai untuk menjaring bibit atlet yang ada di Kabupaten Karangasem, sehingga nantinya kita punya atlet berprestasi yang bisa membawa nama dan membanggakan Karangasem” ujar Bupati Gede Dana. ( MT – 001)

Wabup Artha Dipa Hadiri Peringatan Hari Kartini ke-143

0

Amlapura, MatahariTimur – Peringatan Hari Kartini ke – 143 di Kabupaten Karangasem tahun ini diselenggarakan sederhana. Meski demikian, peringatan Hari Kartini yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa yang diberikan kepada Ketua Umum GOW Karangasem Nyonya Sarini Artha Dipa, tetap cita berlangsung suka cita dan penuh makna. Acara juga dihadiri Ketua DWP Kabupaten Karangasem Nyonya Nurhayati Sedana Merta.

Tema yang diangkat tahun ini “Dengan Semangat Kartini Kita Wujudkan Perempuan Yang Berdaya Dan Berhati Mulia Deni Terciptanya Keluarga Indonesia Yang Bahagia”. Selain perayaan seremonial, perayaan Hari Kartini juga diisi dengan kegiatan baksos penyerahan Paket Sembako di Kecamatan Sidemen, Selat dan Rendang. Selain itu diselenggarakan pula Baksos KB bekerjasama dengan Kantor KB dan Praktek Mandiri Bidan di Lingkungkan wilayah Karangasem yang dibuka secara simbolis oleh Ketua Umum GOW Nyonya Sarinii Artha Dipa bertempat di PMB Kecamatan Rendang.

Nyonya Sarini Artha Dipa dalam sambutannya mengungkapkan, dirinya cukup bahagia, disaat situasi yang masih dalam kondisi pandemi, GOW, dalam perayaan Hari Kartini saat ini, dapat terlaksana dengan sangat sederhana, namun tanpa mengurangi makna dari perayaan Hari Kartini tersebut.
“Kami berharap semangat Kartini terus hidup sampai sekarang dan sampai seterunya, ibu kartini telah meninggalkan semangat kesetaraan perempuan di hadapan laki-laki sehingga hampir disegala lini kehidupan perempuan sudah mewujudkan perannya,” ucapnya.
Sementara itu, Wabup Artha Dipa juga mengapresiasi terlaksananya peringatan Hari Kartini dengan baik di Karangasem. Ia pun setuju, saat ini masyarakat tidak lagi memandang perempuan terkekang di dalam rumah. Saat ini sebagaimana kaum laki-laki, Perempuan Indonesia mempunyai kesempatan yang sama di bidang sosial, ekonomi, hukum dan politik.
Kemudian, terang Wabup Artha Dipa, Hari Kartini diperingati untuk melihat kedudukan perempuan di keluarga, komunitas dan masyarakat. “Selain juga mengenang Raden Ajeng Kartini yang menginginkan perempuan memiliki kemandirian ekonomi dan kesetaraan secara jender,” tukasnya.

Perempuan Indonesia boleh menuntut ilmu setinggi yang Ia bisa raih. Perempuan boleh mencari pasangannya tanpa dipaksa oleh orangtuanya. Perempuan boleh menjadi polisi, jaksa, dan hakim. Perempuan bisa menjadi guru, manajer, direktur. Perempuan boleh menduduki jabatan kepemimpinan di dari jabatan Lurah, Camat, Bupati, Gubernur, Menteri, Wakil Presiden, Bahkan Presiden. Dalam hal pekerjaan, perempuan boleh sama seperti kaum lelaki.

Untuk itu, Wabup mengharapkan kepada ibu-ibu yang hadir di acara tersebut agar terus memberikan kontribusi di berbagai bidang bagi Bangsa dan Negara tercinta. Karena sejatinya, setiap wanita bisa dan mampu menjadi Kartini dengan cara dan upaya masing-masing. “Selain itu dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan pembangunan dan bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Karangasem. Jadi momen ini juga ada baiknya digunakan untuk melihat dampak pandemi Covid-19 pada perempuan,” paparnya.(MT – 001)

Gede Dana Siap Wujudkan Karangasem Sebagai Sentra Kapas

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem turun bersama para petani kapas melaksanakan panen raya kapas dan temu kemitraan bersama para petani di Dusun Tegallanglangan, Desa Datah, Kecamatan Abang, Selasa 12 April 2022. Dari panen raya ketiga di awal bulan april ini, sebanyak 20 kg kapas jenis kanesia 20 berhasil dikumpulkan Bupati bersama para petani Kapas KWT Merta Sari Bulakan.

Usai memanen Kapas, Bupati Karangasem juga menyempatkan diri menyapa petani serta pengepul kapas dalam acara temu kemitraan di Wantilan Pura Manik Kembar, Dusun Tegallanglangan. “Gerakan panen secara bersama tadi dimaksudkan untuk menunjukkan komitmen saya pada pengembangan kapas yang perlu dikawal sampai bisa mewujudkan Karangasem sebagai sentralnya kapas di Bali dalam rangka menyediakan kebutuhan akan benang upacara dan benang tenun,” ujar Bupati Dana.

Bupati Dana kedepannya berencana akan tetap mendorong pengembangan kapas di wilayah Dusun Tegallanglangan, supaya nanti kapas bisa dikembangkan secara mandiri dan betul-betul bisa meningkatkan pendapatan petani dan juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bahkan, untuk tahun 2022, Bupati Dana berkomitmen mengembangkan 100 Ha lagi yang dibiayai dari APBD Kabupaten Karangasem. Bentuk kegiatannya adalah berupa pengembangan kawasan, dengan memfasilitasi bantuan berupa sarana produksi secara lengkap dari benih, pupuk, pengendali OPT, serta sarana pendukung lainnya.

Kedepannya penanganan pasca panen akan diperbaiki, pengolahan kapas menjadi benang tukelan dan benang untuk industri tenun, tetap akan menjadi prioritas untuk difasilitasi dan dikembangkan. Oleh karena itu, Ia meminta kepada OPD Pengampu yaitu Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, dan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan yang mempunyai tugas dan fungsi tersebut, jangan bosan-bosan untuk melayani petani.

“Saya minta supaya terus berinovasi, terus bekerja keras, terus memberikan pendampingan kepada petani, sehingga petani kapas tetap semangat untuk berproduksi dan bisa meningkat kesejahteraannya”, ujar Bupati Dana sembari meminta Petani kapas supaya tetap melakukan cara budidaya kapas yang baik, karena menurutnya jika dilakukan dengan iklas dan semangat, niscaya hasil yang baik akan didapatkan oleh para petani kapas.

Terkait temu kemitraan yang digelar usai panen raya, Bupati Dana juga menyebutkan sengaja menghadirkan pengepul, pemintal dan penenun adalah untuk menjamin kesejahteraan petani kapas. Produksi kapas yang dihasilkan petani haruslah mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya untuk meningkatan pendapatan petani. Kapas yang petani hasilkan harus laku terjual dengan harga pasar yang pantas. Jangan sampai ada riak atau keluhan petani yang menanam kapas, hasilnya tidak laku bahkan tidak dapat dijual. Disinilah peran Pemerintah harus dapat hadir untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

“Saya minta partisipasinya untuk bisa membeli kapas asli Karangasem dengan harga yang pantas dengan prinsip saling menguntungkan. Ayolah mulai mencintai produksi daerah sendiri, semuanya bisa dikomunikasikan untuk mendapatkan mitra bisnis yang sesuai, “Jele melah nyama Karangasem,” imbuhnya.

Dalam temu kemitraan ini juga dilaksanakan penandatanganan beberapa MoU antara Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem dengan Tim Peneliti Roguing Tanaman Kapas dan Balitas (Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat) Malang. Kemudian antara Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Pemkab Karangasem dengan Pengawas Benih Tanaman dari UPTD Balai Perbenihan Pengawasan, Sertifikasi Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. MoU selanjutnya juga ditandatangani oleh Pengepul Kapas dengan Kelompok Tani, Pengepul Kapas dengan Pemintal Benang Tukelan dan Kelompok Tani Merta Sari Bulakan dengan Pemilik Tenun Karya Sari Warna Alam Tenun Kain Bebali.

Kehadirin Tim Roguing/Tim Peneliti Pemulia Tanaman Kapas dari Balai Penelitian Tanaman Serat dan Pemanis Malang dalam rangka melakukan seleksi tanaman kapas yang selanjutnya bisa menghasilkan Dokumen Benih sebagai persyaratan untuk pengajuan Sertikiasi benih kapas. Sedangkan dihadirkan Tim Pengawas Benih Tanaman Perkebunan dari UPTD Perbenihan, Pengawasan Sertifikasi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali untuk melakukan pendampingan sekaligus memfasilitasi proses sertifikasi benih kapas yang diproduksi di Karangasem saat ini, sehingga Karangasem bisa menghasilkan Benih Sebar kapas secara mandiri, bermutu dan bersertifikat untuk pengembangan kapas selanjutnya.

Sebagai informasi, Panen Raya ini telah berlangsung 3 kali, diantaranya pada pertengahan Maret, Akhir Maret dan Awal April. Kapas yang dipanen merupakan jenis bibit kapas Kanesia 20 yang 4 bulan lalu ditanam Pemkab Karangasem bersama-sama pada demplot kapas dari luasan total yang ditanami sebanyak 15 Ha yang dilaksanakan oleh 3 kelompok tani. Kegiatan itu bisa berjalan berkat partisipasi dari PT. Bank BPD Bali yang telah menggelontorkan Dana CSR nya untuk pengembangan kapas tersebut.( MT- 001)