Amlapura, MatahariTimur – Evaluasi AJP ( Antar Jemput Pasien ) dan jenasah di Kabupaten memasuki bulan ke sembilan dihadiri oleh Dinas kesehatan, kepala Puskesmas, Camat, dan kordinator AJP Sekabupaten Karangasem yang laksanakan di Gedung Wantilan Kantor Bupati Karangasem Selasa 12- April – 2022
Dari hasil rapat evaluasi ini dilaporkan sebanyak 3847 pelayanan AJP telah dilaksanakan selama bulan Januari hingga Maret 202 dan sebanyak 140 layanan jenazah telah dilaksanakan selama triwulan pertama di tahun ini.
Bupati Dana selaku pembina AJP mengatakan,
program AJP yang di Launching pada tanggal 22 Juni 2021 sampai bulan Maret 2022 tentang AJP dengan ketersediaan 22 unit mobil operasional untuk semua rayon masih ada beberapa permasalahan terkait jumlah petugas yang masih belum mencukupi mengingat luasnya wilayah pelayanan, akan dipenuhi secara bertahap sambil menunggu rampungnya regulasi untuk menyempurnakan Progam Unggulan bidang kesehatan di Karangasem ini. Selain itu, Bupati Dana juga meminta semua pihak dari Kadus, Perbekel hingga Camat, tetap bersinergi untuk kelancaran pelayanan.
Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada semua tenaga AJP yang sudah bekerja melayani masyarakat dengan tulus dan baik, tingkat kepuasan masyarakat sangat baik dengan pelayanan keramahan.
“Sebagai Bupati saya sangat mengapresiasi kinerja para tenaga AJP. Layanan ini perlu di pertahankan ini akan dijadikan inovasi Kabupaten Karangasem yg akan di pertandingan di tingkat nasional, karena tidak banyak kabupaten di Indonesia yg bisa melaksanakan program seperti ini, apalagi saat Pandemi dengan anggaran daerah yang kecil.” Ujarnya.
Bupati Dana juga menambahkan bahwa tugas para petugas tidak cukup dengan melayani dan antar jemput saja, perlu kordinasi dengan dinas sosial dan yang terkait hal- hal mana perlu di evaluasi, permasalahan biasanya hanya masalah teknis.
“Suatu kebanggaan dan kebahagiaan bila bisa membantu sesama. Untuk pelayanan antar jemput pasien dan jenasah yang mau di kremasi, ataupun ke kuburan jika memang sangat perlu di bantu di upayakan bisa di bantu tapi tentunya dengan segala regulasi yang diatur dan prosedurnya, contoh jika warga Karangasem yang merantau meninggal masih ber KTP Karangasem dan keadaanya kurang mampu meninggal di wilayah kabupaten lain dan membutuhkan bantuan mobil jenasah untuk bisa di antar pulang bisa di bantu, ujarnya.
Sementara itu Kordinator AJP Manggis Made Dwi Novita Sari ketika di wawancarai mengatakan, program pelayanan Antar Jemput Pasien di sambut sangat baik masyarakat. “Sebagian besar pasien dan keluarga pasien mengucapkan Terimakasih kepada bapak Bupati atas adanya program AJP, sehingga masyarakat yang kurang mampu di pelosok bisa dilayani, kendala di wilayah Manggis biasanya kadus yang ada di pelosok susah di hubungi karena susah sinyal, seperti di Desa Ngis, dan di Abian canang Ulakan karena Medan yg berat. Tapi ini juga menjadi tantangan bagi kami, kami juga senang bisa melayani masyarakat” ujarnya. ( MT – 001)

