25.9 C
Bali
30 Juli 2026
Beranda blog Halaman 27

Bupati Dana: Hasil Tanam Bibit Kapas di Karangasem Memuaskan, Bulan Maret Siap Panen Perdana

AMLAPURA, MatahariTimur – Daerah Karangasem akan dijadikan sebagai sentra kapas sesuai visi misi Bupati Kabupaten Karangasem. Kapas seluas 15 hektare yang ditanam Bulan Desember 2021 di Karangasem segera dipanen. Pemerintah daerah memperkirakan panen perdana dilakukan pada bulan Maret hingga April 2022.

Untuk memastikan hal tersebut, Bupati Gede Dana turun langsung menengok hasil tanam bibit kapas di lahan Tegalalangan, Desa Datah dengan didampingi Plt Kepala Dinas Pertanian, Serta PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan koordinator BPP (Balai Penyuluh Pertanian) serta Ketua Kelompok Tani Merta Sari Bulakan Desa Datah, Kecamatan Abang, Rabu 23 Februari 2022.

“Daerah ini sudah dari dulu cocok ditanami kapas. Dua setengah bulan lalu kami menanam kapas di sini. Pohonnya subur, bunganya bagus, hasilnya sesuai harapan kita,” ungkap Gede Dana dengan sumringah.

Bupati melihat langsung, bentuk kapas yang dihasilkan masih ada bijinya dan sudah siap panen. “Jika masalah Panen sudah tidak perlu dikhawatirkan, kini saatnya Pemerintah mencari solusi pemasaran ditataran petani, sehingga terdistribusikn.” Ujarnya.

Dari hasil laporan Dinas Pengampu, kapas yang akan dipanen sekitar seluas 15 hektar. Ditambahkan, lahan perhektar diperkirakan mampu mmproduksi kapas sekitar 1 ton. Seandainya dikalkulasi, produksi kapas akhir Februari diperkirakan 15 ton.

“Hasil produksinya sangat banyak. Dinas terkait sudah mendata ada lima pengepul, serta 50 pengerajin pemintal. Tentu pembeli tidak cukup produsen Karangasem saja. Kami sangat berharap ada pabrik benang di Bali yang akan membeli Kapas Karangasem agar bisa menjadi benang. Sehingga harga jual kapas juga bisa lebih tinggi,” imbuhnya.

Bupati juga berharap akan muncul kelompok – kelompok tani untuk melakukan pemintalan jadi benang. Mengingat, Karangasem memiliki banyak penenun. “Program ini wujud dari Nangun Sat Kerthi. Yakni penguatan sektor pertanian. Kami sangat berharap, Karangasem bisa benar-benar jadi sentra Kapas, untuk menunjang kebutuhan benang bahan dasar kain endek,” tutup Bupati Gede Dana sembari menyebutkan, di tahun 2022 ini sudah menargetkan pengembangan 100 Ha sebagai lahan pertanian kapas yang dibiayai dari APBD Kabupaten Karangasem. Wilayah yang dianggap memiliki potensi diantaranya , Wilayah Desa Datah, Tulamben dan Seraya Timur.(MT-001)

Bupati Gede Dana Teken MOU, Karangasem Segera Miliki Perguruan Tinggi Politehnik Negeri

AMLAPURA, MatahariTimur – Perhatian Bupati Karangasem, Gede Dana terhadap dunia pendidikan sangat serius. Ini dibuktikan dengan penandatanganan kesepakatan bersama dengan Politeknik Negeri Bali (PNB), tentang Peningkatan Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten Karangasem. Nota Kesepakatan ditandatangani oleh Bupati I Gede Dana dan Direktur PNB I Nyoman Abdi , pada acara Workshop Pemetaan Potensi Bisnis Politeknik Negeri Bali, di Hotel IBIS Style Benoa, Selasa (22/02/2022).

Bupati yang dikenal sangat sederhana ini mengatakan bahwa dunia pendidikan di Karangasem masih perlu diperjuangkan. Bupati Dana juga menyampaikan hingga kini, IPM Karangasem masih rendah. Ia sangat ingin, di masa kepemimpinannya, Perguruan Tinggi dapat dibangun. “Saya mengucapkan banyak terimakasih atas pertemuan hari. Semoga MoU yang kita sepakati dapat segera merealisasikan mimpi masyarakat kami memiliki Perguruan Tingginya sendiri,” ucapnya.

Selain mendekatkan akses pendidikan, tentu hal ini akan sangat berpengaruh terhadap meningkatnya kualitas pendidikan di Karangasem di tengah menurunnya perekonomian Global. “Saya tidak ingin hanya karena terkendala banyaknya biaya kuliah di luar daerah, membuat masyarakat enggan melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi,” imbuhnya.

Disampaikan Bupati Dana, setiap tahunnya, Kabupaten Karangasem memiliki angkatan yang menamatkan Siswa SMA kira kira 5000 orang lebih. Siswa yang tamat ini butuh tempat belajar yang nyaman seperti Politeknik Negeri.

Menurut Bupati, Politeknik negeri tamatannya atau lulusannya sudah siap kerja. Langkah ini sejalan dengan program prioritas di bidang pendidikan yang masuk dalam visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Karangasem Era Baru.

Ditanya terkait lokasi, Bupati Dana menyebutkan, pemkab telah menyiapkan 2 Lokasi untuk PNB di Karangasem. Diantaranya, di SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Jasri seluas 1 hektar lebih dan di BLK Dinas Tenaga Kerja Kelurahan Subagan seluas 2 hektar. “Ini kami terus kejar untuk dipercepat. Jika diijinkan, tahun ini kami siap menerima mahasiswa,”tutupnya.(MT-001)

Ketua TP-PKK Kabupaten Karangasem Dukung Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Pada Kader PKK dan Kader Posyandu

Amlapura, MatahariTimur – Nyonya Nuriasih Gede Dana selaku Ketua TP-PKK Kabupaten Karangasem melaksanakan  kegiatan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan Kader PKK Kecamatan dan Kader Posyandu. Bertempat di Aula Rapat Kantor Camat Sidemen, Senin 21 Februari 2022.

Sosialisasi pertama dilaksanakan bersama Tim, Camat Sidemen, Perwakilan dari Dinas BPMD Kabupaten Karangasem didampingi Perwakilan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan.

Nyonya Nuriasih Gede Dana sangat mendukung kegiatan ini dan rencananya, sosialisasi akan dilaksanakan di seluruh kecamatan se Kabupaten Karangasem. “Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengajak para Kader untuk segera bergabung menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan” Ujar Nuriasih Gede Dana.

Nyonya Nuriasih  juga berharap para kader sadar akan perlindungan terhadap diri sendiri baik sekarang maupun yang akan datang. “Jadi sangat besar sekali manfaatnya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan jika suatu waktu mengalami resiko kecelakaan kerja semua tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan” Tutupnya. (MT -001)

Wagub Cok Ace Dukung Laksmi Melaju Ke Ajang Putri Indonesia 2022

0

Denpasar, MatahariTimur – wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menerima audensi dari Laksmi Shari Deneefe Suardana yang terpilih untuk mewakili provinsi Bali di ajang Puteri Indonesia 2022 yang akan digelar 18 Maret 2022, bertempat di ruang kerja Wagub Cok Ace-Kantor Gubernur Bali, pada Senin (21/2).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Laksmi Shari yang berasal dari Ubud untuk mewakili Bali dalam ajang Pemilihan Putri Indonesia 2022. Diharapkan, sebagai generasi muda Laksmi dapat memberikan vibrasi positif bagi masyarakat Bali dalam membawa nama Bali ke ajang Nasional maupun Internasional. Selain itu, Wagub Cok Ace juga berpesan tidak hanya dalam momentum untuk mencari gelar Putri Indonesia, namun dalam kehidupan nyata diharapkan Laksmi dapat menginspirasi dan memberikan sumbangsihnya kepada Bali dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompeten berlandaskan pelestarian kearifan lokal.

Menanggapi hal tersebut, Laksmi yang berdarah Blasteran ini mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemeritah Provinsi Bali atas dirinya. Sebagai putri Bali, dia ingin memperjuangkan edukasi bagi anak, pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana. Inilah visi misi utamanya mengikuti ajang PPI.

“Bagi saya edukasi adalah nomor satu, karena itu saya berusaha membuat kampanye di media sosial bernama Break Event. Misi Break Event adalah, Breaking in a Quality True Education and Empowerman Especialy for Girls,” kata Laksmi.

Menurut dia, karena hanya dengan edukasi bisa memberikan pemberdayaan, dan menurut riset yang pernah dilakukan, edukasi untuk perempuan dan keluarga berencana adalah solusi utama untuk melawan perubahan iklim di dunia. Menurut Laksmi, isu utama yang diangkat dalam Pemilihan Putri Indonesia 2022 adalah masalah edukasi.

Pandemi Covid-19 sangat merugikan anak sekolah dari sisi edukasi mereka.
“Saya sempat bicara dengan pendiri Bali Children Foundation, Margaret Barry, tentang ancaman penurunan literasi, terutama di desa terpencil seperti Desa Songan di Bangli. Selain itu saya mengadvokasikan sastra Indonesia dan budaya, tentunya melalui kerja sama dengan Ubud Writers and Readers Festival,” tambahnya.

Laksmi memiliki alasan lain mengapa mengambil bagian dalam konteks PPI 2022. Sebagai putri asli Bali, ia memiliki tanggung Jawa moral untuk berjuang demi Bali di masa pandemi Covid-19 ini.

“Saya memilih maju sebagai calon dari Bali dan hanya dari Bali, karena saya adalah orang Bali, saya dibesarkan di Ubud dan saya sangat bersyukur dibesarkan di daerah yang budayanya sangat kuat dan alamnya sangat subur juga memiliki komunitas indah,” jelas Laksmi.

Laksmi akan memberikan yang terbaik dalam ajang ini sebagai wujud terima kasih kepada Pulau Dewata dan keluarga besarnya di Ubud.(MT – 001)

Bupati Dana: Maraknya Produksi Arak Permentasi Gula, Ancam Usaha Perajin Arak Tradisional

Amlapura, MatahariTimur – Isu keberadaan arak fermentasi gula tebu yang dirasakan merugikan kalangan petani arak tradisional akhirnya sampai ke telinga Bupati Gede Dana. Bahkan aspirasi para petani dan pengerajin arak ini disampaikan langsung Bupati Dana dihadapan Gubernur Koster saat menghadiri acara Sosialisasi Implementasi Pegub Bali No 1 tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan atau Destilasi khas Bali , bertempat di Taman Ujung Sukasada, Minggu (20/2/2022).

Gede Dana mengungkapkan, kini kian marak dan masifnya oknum pengerajin arak gula yang harga jualnya di bawah harga arak tradisional. Mirisnya, arak gula sangat laku dipasaran, hingga di luar pulau Bali. Kondisi ini membuat arak asli  berbahan dasar tuak susah laku. Jika tidak ada tindaklanjut dari Pemerintah, tidak menutup kemungkinan membuat para petani lesu dan gulung tikar. Artinya arak tradisional terancam punah. 

“Pemkab sudah melakukan penyisiran dengan menurunkan Dinas Perindag bersama tim yang melibatkan pihak Bea Cukai dan Kepolisian. Pengrajin arak gula jumlahnya kira-kira hanya puluhan namun mampu memproduksi dengan jumlah yang cukup banyak. Apakah kita akan mengorbankan ribuan pengrajin demi puluhan oknum ini ?. Kita berharap ini tidak jadi salah satu penyebab arak tradisional punah. Mohon arahannya Pak Gubernur, langkah apa yang harus kami lakukan untuk permasalahan ini,” imbuhnya.

Dalam acara yang juga disinkrunkan dengan kegiatan  Fasilitasi Peralatan Destilasi Kepada Kelompok Pengrajin Minuman Fermentasi dan atau Destilasi khas Bali Wilayah Karangasem , Bupati Gede Dana juga menyebutkan, di Kabupaten Karangasem ada sebanyak 1.798 kk petani/pengerajin arak. Mereka tersebar di 6 (enam) Kecamatan dengan memanfaatkan bahan baku lokal seperti nira (aren/jaka, kelapa, mete dan rontal). Saat ini masih ada 2 Kecamatan yang belum terdata resmi, diantaranya, di Kecamatan Rendang dan Kecamatan Karangasem. Namun,  sejatinya di daerah itu pun mempunyai potensi.

Atas kehadiran Gubernur di tengah masyarakat Karangasem, Bupati mengucapkan terimakasih. Dengan ini Kabupaten Karangasem khusus nya para pengerajin arak merasa  lebih diperhatikan. Sebagai pengerajin arak yang dulunya penghasilannya tidak banyak , berharap inovasi melalui Pergub yang dikeluarkan, ada angin segar dalam meningkatkan penghasilan atau perekonomian mereka. Termasuk pemberian bantuan mesin dan peralatan destilasi yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produktivitas minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali di Kabupaten Karangasem.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster angkat bicara terkait aspirasi yang disampaikan Bupati Dana. Dengan tegas Gubernur Koster meminta Pemkab Karangasem bertindak tegas menutup Produksi Arak Gula yang ada di Karangasem. Menurutnya, tidak ada toleransi bagi para oknum pengerajin arak gula yang secara fragmatis mengancam keberadaan arak tradisional yang sudah menjadi warisan leluhur sejak turun temurun.

“Kalau tidak bisa dibina, tutup saja langsung. Datangi mereka, suruh Suud ngae arak dari Gula. Pedalem nyamane (Berhenti memprduksi arak dari Gula. Kasihan saudara kalian*red). Bendesa cari langsung oknum, sadarkan mereka,” tegas Gubernur Koster.

Tidak hanya pemerintah daerah, Gubernur juga meminta masyarakat untuk ikut mengawasi. Gubernur mengajak pemerintah bersama masyarakat mendorong petani dan produsen arak Bali menggunakan bahan baku yang terbuat dari air kelapa dan juga nira, bukan memproduksi arak gula yang kandungannya sangat berbahaya bagi kesehatan konsumen. “Jika bertemu dengan oknum tersebut, mari kita edukasi bersama jangan mencoreng warisan budaya dari leluhur.”tutupnya.

Seperti diketahui, Provinsi Bali telah menerbitkan Peraturan Gubernur Bali  Nomor 1 Tahun 2020 yang mengatur tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali sebagai upaya untuk mengatur produksi minuman khas Bali (Arak, Berem dan Wine Salak). Untuk mendapatkan kelayakan dan standarisasi harga untuk mampu menembus pasar internasional, arak Bali harus dijaga kualitas pembuatan. Mulai dari bahan baku yang sebaiknya berasal dari buah kelapa dan juga nira (buah lontar), bukan memproduksi arak Bali berbahan gula.

Kemasan juga diharapkan menjadi perhatian dari produsen arak. Arak Bali diharapkan memiliki ijin edar dari BPOM yang ditandai dengan pita cukai dan label merah sebagai keabsahan produksi minuman yang tingkat higienis dan kualitas keamanannya terjamin. Petani arak juga diharapkan menghimpun diri menjadi sebuah kelompok dan mendaftarkan kelompoknya ke dalam koperasi. Selain itu harus dilakukan pengujian tingkat kualitas keamanan dan kehigienisan kesehatan produksinya.  Pembinaan pun harus dilakukan secara rutin untuk menghindari produksi ilegal yang dilakukan oknum petani nakal, agar tidak ada kualitas arak yang membahayakan kesehatan konsumennya seperti penggunaan metanol. Sebab, penggunaan metanol sangat berbahaya dan mengancam kebutaan bagi peminumnya.

Acara Sosialisasi Implementasi Pegub Bali No 1 tahun 2020 tentang tata kelola minuman fermentasi dan atau Destilasi khas Bali dan kegiatan  Fasilitasi Peralatan Destilasi Kepada Kelompok Pengrajin Minuman Fermentasi dan atau Destilasi khas Bali Wilayah Karangasem juga dihadiri Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Ketua DPRD Karangasem I Wayan Swastika, Sekda Sedana Merta dan undangan lainnya. Acara juga diisi dengan penyerahan secara simbolis bantuan Peralatan Destilasi minuman khas Bali kepada 5 kelompok tani pengerajin arak di Karangasem. Lima kelompok tani tersebut diantaranya, Kelompok Tani Arak “Cipta Buana” Desa Tri Eka Buana, Kelompok Petani Arak “Tri Darma Tunggal” Desa Tri Eka Buana, Kelompok Petani Arak “Artal” Desa Talibeng, Sidemen, Kelompok Petani Arak “Arak Api Merita” Desa Labasari, Kecamatan Abang dan Kelompok Petani Arak “Tirta Piphala” Desa Talagatawang, Sidemen. Hasil destilasi minuman arak ini pun dicicipi langsung oleh Gubernur Wayan Koster bersama Bupati Gede Dana dan para peserta kegiatan.( MT – 001)

Dukung Gaya Hidup Digital, Biznet Hadir di Kota Kupang

0

Kupang, MatahariTimur – Nusa Tenggara Timur, 18 Februari 2022 – Sebagai bagian dari komitmen dan upaya Biznet menghadirkan layanan Internet WiFi yang cepat dan stabil di lebih banyak area di Nusa Tenggara Timur, setelah Kabupaten Manggarai Labuan Bajo, kini Biznet memperluas jaringannya di Kota Kupang. Di tahun 2021, Biznet telah melakukan penandatangan MoU dengan Pemerintah Kota Kupang, yang menandai awal kerjasama antara Biznet dengan Pemkot Kupang. Tentunya perluasan jaringan ini merupakan komitmen Biznet untuk menyediakan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut akan koneksi Internet WiFi yang cepat dan stabil, untuk mendukung aktivitas dan gaya hidup digital masyarakat, serta mendukung pembangunan program Smart City yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kupang.

Biznet juga menyediakan fasilitas Internet gratis di beberapa lokasi tempat ibadah di Kota Kupang. Seperti diketahui bersama di masa pandemi ini sebagian besar kegiatan beribadah dilakukan melalui online streaming, tentu tempat ibadah tersebut membutuhkan jaringan Internet yang cepat dan stabil. Karena itu, hingga saat ini Biznet telah menyediakan layanan Internet WiFi gratis di 16 Gereja dan 4 Masjid di Kota Kupang dengan kecepatan Internet mencapai 100 Mbps.

Kehadiran Biznet di Kota Kupang ini diresmikan langsung oleh Pemerintah Kota Kupang pada tanggal 18 Februari 2022, di Kantor Walikota Kupang. Selain itu, perluasan jaringan Biznet juga dibarengi dengan peresmian kantor cabang baru Branch Kupang Oebobo yang beralamat di Jl. W.J. Lalamentik No 47A, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo. Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Kupang memang menjadi salah satu fokus Biznet dalam strategi perluasan jaringan di akhir tahun 2021 ini. Sebagai Ibu Kota provinsi Nusa Tenggara Timur yang menjadi kota sentral, tentunya Kota Kupang harus memiliki ketersediaan infrastruktur, terutama dalam jaringan komunikasi dan koneksi Internet untuk terus memajukan kota ini dalam segala sektor. Saat ini, jaringan Biznet telah tersedia di beberapa wilayah di Kota Kupang termasuk di Kelurahan Fatubesi, Kelurahan Fatululi, Kelurahan Kayu Putih, Kelurahan Kelapa Lima, Kelurahan Kolhua, Kelurahan Maulafa, Kelurahan Nefonaek, Kelurahan Nunleu, Kelurahan Oebobo, Kelurahan Oebufu, Kelurahan Oesapa Barat, Kelurahan Oepura, Kelurahan Oeba, Kelurahan Pasir Panjang, Kelurahan Tuak Daun Merah.

“Biznet sangat senang karena akhirnya jaringan Internet kami tersedia di Kota Kupang. Seiring pertumbuhan gaya hidup digital serta perkembangan infrastruktur di Kota Kupang yang semakin pesat, Biznet hadir dengan teknologi terkini serta cakupan area yang lebih luas. Semoga, perluasan jaringan kami di Kota Kupang ini dapat menjadi solusi terbaik untuk melengkapi pilihan layanan Internet masyarakat di sana, sehingga masyarakat dapat memilih layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan,” ujar Adi Kusma, President Director Biznet.

Di Kota Kupang, Biznet menghadirkan beberapa paket layanan yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan segmen market yang berbeda. Untuk itu, Biznet menghadirkan layanan Internet cepat dan stabil untuk segmen bisnis seperti UMKM, Startup dan juga perusahaan berskala besar melalui layanan Biznet Metronet dan Biznet Dedicated Internet. Selain itu, Biznet juga menghadirkan layanan untuk perumahan melalui layanan Biznet Home dengan beberapa pilihan paket yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Kupang dengan harga mulai dari Rp 450,000/bulan dan kecepatan sampai dengan 50 Mbps. Informasi mengenai layanan Biznet yang tersedia di Kota Kupang dapat diakses melalui website biznet.id/kupang.

“Harapan kami kedepannya, Biznet dapat menghadirkan layanan Internet yang mampu menjadi solusi bagi berbagai kebutuhan digital masyarakat. Dan tidak berhenti di sini saja, perluasan jaringan ini tentunya juga akan diikuti oleh perluasan jaringan di area dan wilayah lainnya di Nusa Tenggara Timur,” tutup Adi Kusma.( MT – 001)

Pemkab Karangasem Terima Penghargaan PDM Terbaik Kanreg X BKN Award Tahun 2021

Amlapura, MatahariTimur – Di masa kepemimpinan Bupati Gede Dana, Pemerintah Kabupaten Karangasem menerima Penghargaan Pengelolaan Layanan Pemutakhiran Data Mandiri (PDM) dengan Capaian Tertinggi Kedua dari Kantor Regional X BKN Denpasar.

Piagam Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Regional X BKM Denpasar , Paulus Dwi Laksono Haryono kepada Bupati Karangasem I Gede Dana didampingi Sekda I Ketut Sedana Merta dan Kepala BPKSDM I Komang Agus Sukasena bertempat di Ruang Rapat Bupati Karangasem, Kamis (17/02/2022).

Penghargaan ini diberikan sebagai wujud apresiasi kepada instansi daerah atas kinerjanya dalam layanan kepegawaian kurun waktu Juni 2021 – Desember 2021 di wilayah kerja Kanreg X BKN Denpasar.

Dwi Laksono yang baru saja menjabat sebagai Kepala Kantor Regional X BKN Denpasar sejak Desember 2021 lalu, mengucapkan terimakasih atas dukungan Bupati Karangasem. Melalui komitmennya, Pemkab Karangasem berhasil meningkatkan pengelolaan manajemen SDM dan Kepegawaian melalui BPKSDM Karangasem. Sebagai bentuk sinergitas, pihaknya juga siap membuka diri dan berkomitmen saling berbagi informasi serta penyelesaian persoalan terkait kepegawaian. Hal ini juga dianggapnya sebagai cara memperoleh bahan evaluasi diri agar dapat memberikan pelayanan terbaik untuk daerah. 

Bupati Gede Dana mengapresiasi kepercayaan dari BKN yang telah memilih Pemkab Karangasem sebagai salah satu penerima penghargaan. Keberhasilan ini tentunya tidak lepas dari peran serta Pimpinan dan seluruh OPD yang ada di Kabupaten Karangasem. “Harapannya ini dapat menjadi penyemangat bagi kita semua khususnya BPKSDM Karangasem untuk terus meningkatkan pelayanan kepegawaian,” ujarnya.

Kehadiran BKN juga diharapkan nantinya memberikan angin segar terhadap beberapa persoalan kepegawaian yang  dihadapi. Salah satunya masih kurangnya ASN khususnya tenaga teknis, kesehatan dan guru. Mengingat mulai tahun 2023 keberadaan tenaga honorer dan kontrak akan ditiadakan. Meski akan dibuka penerimaan pegawai PPPK, tentu jumlahnya tidak seberapa dibandingkan dengan kebutuhan daerah. Selain itu,  Bupati juga memohon arahan, bimbingan agar sistem pendataan ASN di Kabupaten Karangasem konkrit. ( MT – 001)

Bupati Gede Dana Lantik 134 Pejabat, Diantaranya Jabatan Administrasi, JPT Pratama dan Jabatan Fungsional

Amlapura, MatahariTimur – Bertepatan dengan Hari Raya Purnama Sasih Kesanga, Bupati Karangasem I Gede Dana melantik Aparatur Sipil Negara (ASN) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama dan Pejabat Administrasi serta Fungsional di Wantilan Kantor Bupati Karangasem, Selasa 15 Februari 2022. Pelantikan dan pengambilan sumpah janji jabatan ini disaksikan oleh Wabup Artha Dipa dan Sekda Sedana Merta.

Sebanyak 2 orang JPT Pratama , 126 Jabatan Administrasi termasuk 9 orang yang dikukuhkan karena mengalami perubahan struktur dan nomenklatur.  Kemudiam sebanyak 6 orang Pejabat Fungsional juga diangkat untuk pertama kali dalam jabatan guru. Bupati menyampaikan, pelantikan tersebut merupakan penyederhanaan birokrasi melalui penyetaraan jabatan struktural ke jabatan fungsional serta penggabungan 7 (tujuh) perangkat daerah.

Hal tersebut sejalan dengan terbitnya rekomendasi hasil uji kompetensi PPT Pratama dari KASN Nomor B-4610/KASN/12/2021. Serta Surat Gubernur Bali Nomor R.10.821/902/MP/BPKASDM tentang pengisian Jabatan Inspektur Daerah dan Inspektur Pembantu, SK Mendagri nomor 821.22-138 tahun 2022 tentang pengangkatan dan pemberhentian Pejabat JPT dan JA pada Disduk Capil Karangasem.

Bupati menjelaskan hal ini juga disesuaikan dengan instruksi Presiden yang menghendaki adanya perubahan konkrit dalam reformasi birokrasi melalui penyederhanaan birokrasi melalui penggabungan beberapa Perangkat Daerah serta penyetaraan jabatan agar lebih efektif dan efesien. “Disamping itu saya juga mengambil kebijakan terkait penyetaraan jabatan yang telah dilaksanakan, dalam upaya penyelarasan sehingga ada kesesuaian antara pengalaman tugas dan atau latar belakang pendidikan dengan jabatan fungsional yang diemban,” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Bupati juga mengingatkan, pejabat baru yang dilantik, untuk terus meningkatkan kemampuan diri dan semangat berprestasi dalam bekerja melayani masyarakat. Mengupayakan penyempurnaan dan perbaikan kinerja yang semakin efektif dan efisien, menumbuhkan rasa tanggung jawab dan professionalisme, berdedikasi yang tinggi, serta penuh loyalitas. “Saya percaya bahwa dengan kemampuan yang Saudara-saudara miliki, tentunya akan relatif mudah bagi Saudara untuk memahami dan menjalankan tugas dalam jabatan masing-masing,” ujarnya.

Bupati Dana juga mengungkapkan akan terus memantau dan mengevaluasi proses kerja dan kinerja ASN dalam menjalankan tugas jabatan masing – masing. Hasil evaluasi ini , akan menjadi catatan pimpinan untuk bahan pertimbangan karir ASN selanjutnya. “Selamat menjalankan tugas sesuai jabatan yang diamanahkan dan bekerja dengan tulus, lurus dan fokus untuk membangun Karangasem Era Baru yang Pradnyan, Kertha , Santi dan Nadi,” tutupnya.

Sementara itu, seusai acara, Kepala BPKSDM I Komang Agus Sukasena menyampaikan,sesuai keputusan Bupati Karangasem Nomor 129/HK/2022 tanggal 15 Februari 2022 tentang mutasi JPT Pratama di Lingkungan Pemkab Karangasem, beberapa jabatan kosong karena pimpinannya telah memasuki masa pensiun kini telah terisi. Diantaranya, Kepala RSUD kini dijabat oleh dr. I Gede Yuliasena, Kepala Disdukcapil dijabat oleh Drs. Made Kusuma Negara, sedangkan Kepala Inspektur Daerah Kabupaten Karangasem, sebelumnya, Drs. I Wayan Sudarsana sesuai SK kini menjabat Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Karangasem.( MT – 001)

Antisipasi Lonjakan Omicron, Pemprov Bali Lakukan Konversi BOR RS Covid – 19 di Bali

0

Antisipasi Lonjakan Omicron, Pemprov Bali Lakukan Konversi BOR RS Covid – 19 di Bali
Denpasar, MatahariTimur – Angka kasus Covid – 19 di Bali belakangan ini kian menunjukkan peningkatan.  Hal ini menyusul semakin meluasnya penyebaran virus corona varian Omicron. Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bali pun mengambil tindakan pencegahan dengan melaksanakan penambahan – penambahan (konversi) layanan kesehatan. Sehingga bisa memberikan penanganan yang cepat dan bisa melayani pasien konfirmasi positif Covid – 19, terutama bagi pasien dengan status gejala sedang dan berat.

Penegasan tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Made Rentin dalam siaran persnya, Sabtu (12/2).

“Merespons trend lonjakan kasus konfirmasi positif COVID-19, kami akan segera melaksanakan  konversi layanan. Ditargetkan lebih dari 40 Persen, mencakup konversi tempat tidur, penambahan alat, dan tenaga kesehatan,” ujar Made Rentin dalam siaran tersebut.

Made Rentin yang juga menjabat Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali ini tak menampik jika memperhatikan perbandingan tingkat hunian dengan BOR (Bed Occupancy Rate) memang terlihat tinggi. Namun hal itu karena tempat tidur yang dialokasikan untuk COVID-19 belum maksimal (masih rendah) sesuai direncanakan, sehingga perlu ditambahkan dalam waktu waktu dekat.

“Jika melihat kondisi puncak kasus COVID-19 tahun lalu (varian Delta), saat itu total kapasitas tempat tidur yang disiapkan sekitar 3.052 (2.705 + 347), dan untuk saat ini baru tersedia 2.524 (2.282 + 242). Dikarenakan sebelumnya ada beberapa yang dikembalikan ke status untuk pelayanan pasien umum atau menyesuaikan kebutuhan masing – masing RS. Nah ini yang akan segera kami lengkapi kembali, masih ada potensi konversi sekitar 528 (400 + 128) tempat tidur. Dan akan ditambahkan kembali, dengan memperhatikan evaluasi perkembangan situasi dan kondisi dilapangan,” urai Kalaksa Made Rentin.

Lebih jauh, dirinya mengingatkan kasus terkonfirmasi ringan dan tanpa gejala, dikategorikan sebagai pasien yang tidak harus dirawat di rumah sakit, yaitu pasien dengan kriteria saturasi oksigen di atas 95%, tidak ada sesak, dan tidak ada komorbid.

“Dihimbau pasien dengan kriteria tersebut untuk tidak dirawat di rumah sakit, sehingga memberikan peluang bagi pasien dengan kategori sedang dan berat disertai komorbid, untuk  mendapat perawatan yang lebih intens di rumah sakit,” tandasnya.

Meski cukup tinggi, persentase BOR RS Covid-19 di Bali masih berada di bawah standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang sebesar 60%. Sesuai data per hari Sabtu (12/2) BOR ICU terisi sekitar 41,35% dan BOR Non ICU terisi 50,89%, dari jumlah total yang disiapkan.( MT – 001)

Permintaan Layanan AJP Meningkat, Bupati Gede Dana Siap Tambah Armada dan Personil

AMLAPURA, MatahariTimur – Bupati Karangasem, I Gede Dana sangat mengapresiasi layanan  Mobil Antar Jemput Pasien (AJP) rayon Abang. Hal tersebut diungkapkan Gede Dana saat melakukan pemantauan dan pengecekan aktifitas dan sistim kerja mobil layanan AJP, sekaligus memantau aktifitas di Puskesmas Abang 1, di Desa Tista, Kecamatan Abang, Karabgasem, Kamis (10/2/2022).

Dari pengecekan yang dilakukannya tersebut, dalam sehari saat permintaan layanan dari masyarakat yang membutuhkan kendaraan untuk antar jemput bagi keluarga mereka yang sakit, dalam seharinya bisa mencapai 18 hingga 20 kali permintaan layanan.

“Pernah dalam sehari itu sampai ada 20 kali layanan aJP. Ini menunjukan jika program layanan  kesehatan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Gede Dana. Kalau ditotal seluruh rayon, dalam sehari bisa lebih dari 80 permintaan layanan AJP yang diberikan petugas di lapangan untuk masyarakat.

Dalam kesempatan itu  Gede Dana juga sempat mengecek kondisi armada mobil AJP yang ada di rayon Abang. Dikatakannya kondisi serta kelayakan mobil cukup bagus, selain itu dalam kabin mobil juga sudah ada beberapa perlengkapan pendukung yang dibutuhkan, utamanya Hand Sanitizer dan masker.

“Tadi saya juga mengecek administrasinya. Sangat rapi dan semua permintaan layanan tercatat dengan rapi. Dari mana kemana semua tercatat. Ini bagus dan kalau bisa agar terus dipertahankan seperti ini,” tandasnya.
Untuk jumlah armada, menurutnya untuk rayon Abang sejauh ini masih mencukupi.
“Jika nantinya permintaan layanan terus mengalami peningkatan, nanti kami akan tambah mobil dan personilnya. Kami sudah hitung kebutuhannya berapa,” kata Gede Dana, sembari menyebutkan di Kecamatan Kubu sudah ditambah satu armada lagi.

Sementara untuk di Rayon Karangasem yang masih kekurangan mobil AJP, pihaknya juga sudah menganggarkan untuk penambahan armada. “Bagi saya inilah layanan dasar kesehatan yang sebenarnya,” lontarnya.( MT – 001)