26.3 C
Bali
30 Juli 2026
Beranda blog Halaman 20

Bupati Gede Dana Menerima Tim Verifikasi Lapangan Pendirian Politeknik Negeri Bali Kampus Karangasem

Amlapura, MatahariTimur – Komitmen Bupati Gede Dana dalam meningkatkan mutu pendidikan di Karangasem bukan sekedar isapan jempol. Tahun depan ditargetkan, Poltek Negeri Bali Karangasem, yang merupakan perguruan tinggi negeri ini siap hadir di tengah masyarakat. Hal ini terungkap dalam pertemuan Bupati Karangasem I Gede Dana bersama pihak Politeknik Negeri Bali (PNB) di Rumah Jabatan Bupati Karangasem, Jumat 14 Oktober 2022.

Seperti yang sudah diketahui, PNB kini siap menjalin kerjasama Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) bersama Pemkab Karangasem. Saat ini proses PSDKU telah memasuki babak Visitasi. Visitasi sendiri adalah kegiatan verifikasi dan klarifikasi isian instrumen akreditasi, instrumen pengumpulan data dan informasi pendukung (IPDIP).

Segala persyaratannya telah disiapkan untuk selanjutnya diajukan melalui silemkerma, atau sistem informasi Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Jika izinnya sudah disetujui dan segala persiapan telah rampung, maka tahun depan sudah bisa menerima mahasiswa baru.

Bupati Gede Dana mengatakan dari hasil verifikasi secara umum, seperti verifikasi administrasi sejatinya kabupaten Karangasem sudah siap menerima mahasiswa baru. Namun, tim verifikasi perlu melakukan pengecekan kelapangan.

“Adapun dua tempat yang kami siapkan, yakni Gedung SKB Jasri dan kantor Disnakertrans Karangasem. Kedua lokasi ini, memiliki lahan yang cukup luas dan memadai” ucapnya.

Dikatakan juga bahwa Pemkab Karangasem akan selalu mendukung penuh pendirian PNB Kampus Karangasem mulai dari bekerjasama dengan industry pariwisata untuk menampung lulusan, serta bersama-sama menyusun kurikulum,menyiapkan praktisi untuk bisa mengajar di kampus Karangasem.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih atas pertemuan hari. Semoga kita dapat segera merealisasikan mimpi masyarakat kami memiliki Perguruan Tinggi sendiri. Kami (Pemkab) siap terus mendukung setiap prosesnya,” ujar Bupati Gede Dana.( MT – 001)

Bupati Gede Dana dan TP PKK Provinsi Gelar Pasar Rakyat dan Pasar Gotong Royong

AMLAPURA,MatahariTimur – Berbagai upaya dilaksanakan oleh Pemkab Karangasem untuk menekan laju inflasi atau kenaikkan harga kebutuhan pokok di pasaran, salah satunya dengan menggelar Pasar Rakyat dan Pasar Gotong Royong di Lapangan Budaya Chandra Buana, Amlapura, Jumat (14/10/2022).

Berbagai barang kebutuhan pokok dengan harga murah di jual dalam Pasar Rakyat dan Pasar Gotong Royong yang dihadiri langsung oleh Bupati Karangasem I Gede Dana, Wabup Wayan Artha Dipa dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Nyonya Suastini Koster ini, mulai dari beras super, telur ayam, minyak goreng, berbagai jenis bumbu dapur hingga hasil kerajinan tenun dan UMKM.

Bupati Karangasem, I Gede Dana kepada wartawan dalam kegiatan tersebut menyampaikan, kegiatan Pasar Rakyat dan Pasar Gotong Royong ini diselenggarakan oleh Pemkab Karangasem bekerjasama dengan TP PKK Provinsi Bali. “Pasar rakyat ini serentak dilaksanakan di seluruh Bali oleh TP PKK Provinsi Bali, kami disini mensupport dengan Pasar Gotong Royong,” tegas Gede Dana.

Ini merupakan upaya Pemkab Karangasem untuk menstabilkan harga kebutuhan pokon di pasaran. “Kegiatan ini nantinya akan kami laksanakan di masing-masing desa, saat ini saya bersama Disperindagkop masih terus memantau harga beras di pasaran. Jika terjadi peningkatan harga yang tidak wajar, kami akan langsung melakukan langkah-langkah untuk menstabilkan harga,” ujar Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang, ini.

Selain harga beras, pihaknya bersama Tum Pemantau Inflasi Daerah juga tehrus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok lainnya, seperti telur ayam dan minyak goreng termasuk bumbu dapur penyebab inflasi yakni cabai, bawang merah dan bawang putih.

“Kita pantau terus, utamanya beras. Kemarin dari pemantauan kami di sejumlah pasar, harga beras masih di kisaran Rp. 10.500 hingga Rp. 11.000. Kita akan berupaya menekan harganya lagi dengan berbagai langkah, kalau bisa harga beras bisa dibawah Rp. 10.000,” tandas Gede Dana didampingi Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika dan Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta.

Kegiatan pasar rakyat dan pasar gotong royong ini disambut antusias dan diserbu warga di Karangasem yang ingin mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga murah. “Harganya sedikit lebih murah yakni sekiytar Rp. 1000 lebih murah dari harga di pasar. Bagus kalau sering ada kegitan Pasar Raykat dan Pasar Gotong Royong seperti ini,” kata Fatimah, salah satu pengunjung asal Lingkungan Karanglangko, Amlapura.

Selain itu, kegitan ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK masng-masing kabupaten di Bali, dan dalam kesempatan itu juga diserahkan ratusan paket bantuan untuk warga kurang mampu di Karangasem.( MT – 001)

Bupati Gede Dana Tinjau Dua Lokasi Lahan Pembangunan Wantilan Serbaguna

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana didampingi Kadis PUPR Weda Semara meninjau 2 lahan yang nantinya akan dijadikan Wantilan Serbaguna, Kamis (13/10/222). Lokasi pertama yang didatangi yakni di Kecamatan Abang, tepatnya di belakang Kantor Camat Abang. Diketahui bahwa lahan yang nantinya akan dijadikan Wantilan Serbaguna tersebut dulunya merupakan lahan bekas Rumah Jabatan Camat Abang yang sekaligus juga lahan tersebut merupakan lahan kepemilikan Pemerintah Provinsi Bali.

Dari usaha Bupati Karangasem I Gede Dana yang melobi ke Provinsi, lahan yang dulunya milik Provinsi bisa dihibahkan untuk Kabupaten dan bisa dipergunakan sesuai dengan kebutuhan. Bupati Gede Dana dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa sebelumnya dirinya sudah bersurat ke Gubernur Bali untuk mempergunakan lahan sebagai Wantilan Serbaguna. “Untuk sekarang masih dalam proses perencanaan dan akan dikerjakan di tahun depan,” ucap Gede Dana.

Dirinya juga menegaskan, pihak atau instansi yang akan mengerjakan supaya mempercepat proses dengan perencanaan yang matang. Segera diproses dengan perencanaan dan rancangan yang matang sehingga bisa berjalan sesuai perencanaan,”imbuhnya.

Berlanjut ke lokasi yang ke 2. Berbeda halnya dengan lokasi yang pertama, lokasi yang ke dua ini merupakan lahan yang dimiliki oleh Kabupaten. Lahan kedua yang ingin di bangun Wantilan tersebut berlokasi di Jalan Veteran Jalur 11 dekat Dispendik. Diketahui lahan yang sudah lama terbengkalai tersebut rencananya akan didirikan Wantilan yang bisa menampung banyak orang. Hal tersebut dirancang supaya ketika ada acara atau event besar tidak sulit mencari tempat.

Selain hal tersebut, Bupati Gede Dana juga mengatakan bahwa selain pembuatan Wantilan, dirinya juga merancang akan membangun Mall Pelayanan Publik (MPP) di lahan tersebut. Sama halnya seperti yang di Kecamatan Abang, Proyek pembangunan Wantilan dan MPP untuk sekarang masih dalam proses perancangan dan akan dikerjakan di tahun berikutnya. “Ini masih dirancang dan akan bisa dikerjakan di tahun depan,”ucap Bupati. ( MT – 001)

Karangasem Terima 235 Unit Bantuan Rehab Rumah untuk MBR senilai 4,7 Milyar

0

AMLAPURA, MatahariTimur – Perjuangan Bupati Karangasem, I Gede Dana bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dalam upaya penyediaan rumah yang layak huni, yang sehat, aman dan nyaman untuk warga kurang mampu atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Karangasem, dengan mengajukan permohonan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) ke Balai Pelaksana Perumahan, Kementerian Perumahan Rakyat, akhirnya membuahkan hasil. Pemkab Karangasem akhirnya mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, National Affordablle Housing Program (NAHP) Tahun Anggaran 2022 dari Pemerintah Pusat senilai 4,7 Milyar
Bupati Karangasem I Gede Dana usai acara serah terima Buku Tabungan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Aula Kantor Disdikpora Karangaem, Rabu (12/10/2022) menyampaikan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemerintah untuk membantu masyarakat memiliki rumah yang layak huni secara swadaya.
Di Kabupaten Karangasem sendiri menurut Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang ini, masih banyak keluarga yang belum memiliki rumah yang layak huni sehingga dengan Program kegiatan BSPS ini dapat meringankan beban masyarakat di wilayah Kabupaten Karangasem dalam meningkatkan kualitas rumah, sehingga jumlah rumah tidak layak huni di Karangasem ini dapat berkurang secara bertahap.
“Harapan saya setelah serah terima buku tabungan ini kegiatan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya ini dapat berjalan sesuai rencana. Termasuk berbagai tahapan-tahapan yang harus dipenuhi di dalam Proses Pelaksanaan kegiatan juga bisa berjalan sesuai rencana,” tegasnya.
Diharapkannya, pola-pola Pelaksanaan yang harus dipenuhi, dan pelaku-pelaku yang terlibat didalammnya Seperti Tim Verifikasi, Koordinator kabupaten (Korkab) Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) agar bisa bekerja maksimal termasuk Juga Camat dan Perbekel agar ikut serta membantu masyarakatnya di dalam Proses Pembangunan nantinya, karena pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan Sistem Swakelola maka masayarakat penerima sebagai pelaku utama sehingga di Perlukan peran serta semua Stake Holder.
“Pada kesempatan ini juga, saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu dari Balai Penyediaan Perumahan Jawa IV, seluruh pelaksana program di tingkat pusat, para Satker dari provinsi, Tim Pelaksana Kabupaten, beserta Lurah dan Kepala Desa,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu bantuan diserahkan kepada 235 orang penerima rehab rumah dengan total 20 juta per unit dari 3 kecamatan, 2 kelurahan di 3 desa. Dan secara simbolis diserahkan kepada 2 orang perwakilan penerima atas nama I Ketut Ngurah asal Banjar Dinas Butus, Kecamatan Bebandem dan I Nyoman Sutama asal Banjar Dinas Asah Dulu, Desa Datah, Kecamatan Abang.

Sementara itu, I Made Wardiha Selaku Kasi Wilayah 1 Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa IV Dalam sambutannya mengatakan penerima BSPS tahun anggaran 2022 ini tersebar pada 7 Kabupaten di Provinsi Bali salah satunya adalah Kabupaten Karangasem. Alokasi sebanyak 235 Unit, terdiri dari 5 Desa dan 2 Kelurahan yaitu Desa Datah (50 Unit tahap I dan 35 Unit Tahap II), Desa Ababi (30 Unit), Desa Tista (18 Unit), Desa Buana Giri (15 Unit), Desa Bungaya (17 Unit), Kelurahan Padang Kerta (30 Unit) dan Kelurahan Karangasem (40 Unit).
“Pada Kegiatan pelaksanaan BSPS ini besar harapan kami Penerima Bantuan didampingi Koordinator Kabupaten, Tenaga Fasilitator Lapangan serta Tim Verifikasi dapat menyelesaikan kegiatan BSPS tepat waktu, tepat sasaran, tepat mutu dan akuntabel sesuai dengan panduan teknis yang berlaku,” pintanya.
Diharapkan Pemerintah Kabupaten dapat memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di bidang penyediaan perumahan dan dapat turut serta dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kegiatan BSPS tahun ini. ( MT – 001)

Bupati Gede Dana dan Perwakilan Kementan Turun Langsung Pantau Percepatan Vaksinasi PMK di Bebandem

AMLAPURA, MatahariTimur – Pemkab Karangasem mengambil langkah kongkrit dalam upaya pengendalian penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Karangasem. Bupati Karangasem I Gede Dana bersama perwakilan dari Kementrian Pertanian (Kementan) dan dari Dinas Pertanian Provinsi Bali, turun langsung memantau gerakan percepatan Vaksinasi PMK di Kecamatan Bebandem, Karangasem.

Dalam pemantauan yang dilakukan di Desa Bhuana Giri, Bupati Gede Dana bersama Perwakilan dari Kementan, berdialog dengan petani dan peternak di dua desa tersebut, menyerap berbagai informasi dan aspirasi dari masyarakat. Ini penting dalam rangka upaya percepatan Vaksinasi PMK, utamanya informasi petani yang memiliki ternak sapi yang tinggal jauh di tengah tegalan di lereng Gunung Agung.

“Informasi ini penting, sehingga Tim Vaksinator bisa langsung ke lokasi disebutkan itu untuk memaksin sapi atau ternak lain miloik petani bersangkutan,” tegas Gede Dana, dalam kegiatan pemantauan yang dilakukan usai memimpin Apel Kesiapan Pelaksanaan Percepatan Vaksinasi PMK di Bumi Lahar Karangasem, Jumat (7/10/2022).

Gede Dana menyampaikan PMK sudah merebak di Kabupaten Karangasem sejak akhir Juni 2022, masyarakat yang memiliki sapi menjadi khawatir ternak sapinya sakit dan tertular virus PMK, dan masyarakat mohon penanganan dari Pemerintah.

Pasca ditemukannya kasus PMK pertama kali di Karangasem, Satgas Penanganan PMK Kabupaten Karangasem terus berupaya melakukan sosialisasi dan koordinasi untuk menampung laporan atau keluhan dari masyarakat.

Disebutkannya, salah satu upaya yang paling efektif mencegah penularan penyakit PMK adalah dengan melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak yang rentan PMK, seperti Sapi, Kerbau, Kambing, dan Babi. “Selama kurang lebih tiga bulan. Tim Vaksinasi PMK Kabupaten Karangasem sudah berupaya secara optimal dalam melakukan Vaksinasi pada hewan sapi, kerbau dan babi,” ucap Gede Dana.

Secara rinci sejauh ini petugas Vaksinasi PMK di Kabupaten Karangasem sudah memaksin sebanyak 34.284 ekor sapi pada tahap pertama, dan 8.799 ekor sapi untuk tahap kedua. Sedangkan jumlah populasi ternak yang ada di Kabupaten Karangasem yakni sebanyak 246.036 ekor, jumpah tersebut terdiri dari Sapi Bali sebanyak 134.101 ekor, Kerbau 26 ekor, Kambing 12.013 ekor dan Babi 99.896 ekor.

“Untuk hasil vaksinasi PMK sendiri saat ini baru mencapai 17,5 persen dari target minimal 80 persen. Capaian Vaksinasi, jadi dilihat dari prosentase capaian tersebut masih jauh dari jumlah populasi ternak yang ada Kabupaten Karangasem, untuk itu perlu dilakukan percepatan vaksinasi PMK untuk mencapai target 80 persen dari jumlah populasi ternak atau sebanyak 196.828 ekor,” beber Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem ini.

Dijelaskannya, untuk Tim Vaksinasi PMK yang pada awalnya terdiri dar 33 Tim, sekarang sudah ditambah lagi 24 Tim sehingga Tim Vaksinasi PMK sekarang ini totalnya berjumlah 57 Tim. “Dengan penambahan Tim Vaksinasi PMK ini, kami menargetkan pada akhir Bulan Oktober ini sudah tercapai 80 persen dari total populasi Hewan Rentan PMK (HRP),” tegasnya.

“Saya mengharapkan, Satgas PMK, Tim Vaksinasi, Pemerintah Desa dan Masyarakat bekerjasama menggerakkan percepatan Vaksinasi PMK ini. Semoga masyarakat kami semakin sadar dan mengerti tentang pentingnya Vaksinasi PMK karena penyakit ini sangat menular yang mengakibatkan kerugian ekonomi yang tinggi disamping berpengaruh pada Pariwisata dan Perhelatan Presidensi G-20 yang akan dilaksanakan pada bulan November 2022 mendatang,” sambungnya.

Ditegaskannya kembali, penanggulangan dan pencegahan PMK ini hanya bisa dilakukan dengan Vaksinasi, Biosecurty, Tresing, Testing, dan Penandaan pada Hewan Rentan yang telah dilakukan Vaksinasi PMK. Dengan percepatan Vaksinasi PMK dapat menanggulangi wabah PMK sehingga keseimbangan Bali Menuju Karangasem yang Pradnya Kertha Santhi dan Nadi.( MT – 001)

Pasca Kembali Dibukanya Pasar Hewan, Transaksi Perekonomian Kian Menggeliat

Amlapura, MatahariTimur – Pasca kembali dibukanya pasar hewan di Kabupaten Karangasem semenjak melandainya kasus penyakit mulut fan kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi, membuat transaksi perekonomian di pasar hewan di bumi lahar kian menggeliat.

Bupati Karangasem, I Gede Dana, Senin (3/10) mengungkapkan, pasca dibukanya kembali pasar hewan, transaksi perekonomian di pasar hewan terus menggeliat. Dicontohkan, jika sebelumnya transaksi di pasar hewan Bebandem tercatat nilai transaksinya mencapai kurang lebih Rp 297,4 Juta.

“Tadi saya turun ke pasar hewan Bebandem untuk melihat secara langsung aktivitas di pasar tersebut. Untuk pasaran hari ini, nilai transaksi mencapai kiasaran Rp. 530.000.000. . Sementara untuk sapi yang masuk sebanyak 140 ekor dan laku 74 ekor.
Semoga kedepannya transaksi terus mengalami peningkatan,” ujarnya.

Gede Dana, menambahkan, mengingat aktivitas di pasar hewan kembali berjalan, maka pihaknya meminta Dinas Pertanian untuk membuat pos pengawasan kesehatan hewan di masing-masing pasar, dan menugaskan beberapa Medik Veteriner pada setiap pasaran hewan.

“Prosedur keamanan dan kesehatan hewan juga harus terus diperhatikan. Dan setiap kendaraan pengangkut hewan yang keluar masuk areal pasar harus di semprot cairan disinfektan. Intinya prosedur penanganan sapi jika ditemukan bergejala PMK harus dilaksanakan dengan baik sehingga tidak ada penyebaran kasus PMK lagi,” katanya. ( MT – 001)

Bupati Gede Dana Ingatkan Masyarakat Tidak Lepas Liarkan Hewan Peliharaan

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem, I Gede Dana mengingatkan masyarakat yang memiliki hewan peliharaan khususnya anjing agar tidak dilepas liarkan. Sebab, hewan tersebut saat ini mendominasi penyebaran kasus rabies di Karangasem.

Hal itu diungkapkan Bupati Gede Dana saat membuka Peringatan Hari Rabies Se-Dunia yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud) di Banjar Dinas Seloni, Desa Culik, Kecamatan Abang, Karangasem, Sabtu (23/9).

Peringatan Hari Rabies Sedunia juga dihadiri Asisten I Setda Karangasem sekaligus Plt Kadis Pertanian dan Perikanan I Wayan Purna, Asisten III Setda Karangasem Ida Bagus Putu Suastika, Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Gede Arimbawa, Camat Abang , I Komang Arta Negara, Kepala Desa Culik I Wayan Putu Sudana Dekan Fakultas Kedokteran Udayana diwakili Dr. Gede Wacita, Ketua Panitia Dr. drh. I Made Subrata M.Erg

Dalam sambutannya, Bupati Gede Dana bukan hanya mengingatkan masyarakat untuk tidak melepas liarkan hewan peliharaan, dia juga meminta kepada masyarakat agar rutin melakukan vaksinasi rabies untuk mengurangi angka kasus di Karangasem.

“Saya lihat, kasus rabies di Karangasem saat ini meningkat. Jadi masyarakat harus rutin melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaan mereka. Jadi kami harapkan juga kepada petugas untuk bisa fokus menangani penyakitnya untuk dimusnahkan bukan hewannya,” jelasnya.

Jika hewan peliharaan tidak dirawat dengan baik, kemungkinan tertular lebih banyak lagi. Jika kasus terus meningkat, Gede Dana khawatir akan berdampak pada gigitan ke manusia.

Sehingga, dengan mengantisipasi hewan peliharaan terjangkit rabies, juga bisa mengurangi resiko gihitan ke manusia. “Saya tahu anjing saat ini kebanyakan dilindungi dan dipelihara. Tetapi, mengurangi resiko itu lebih baik ketimbang akan menjadi bahaya ketika anjing rabies menggigit manusia,” imbuhnya.

Bupati Gede Dana juga mengapresiasi dengan adanya peringatan Hari Rabies Sedunia di wilayah Kabupaten Karangasem. Sebab, sosialisasi dan bantuan untuk vaksinasi sangat diperlukan karena masih banyak hewan terutama anjing yang masih dilepas liarkan.

Sementara Ketua Panitia, Dr. drh. I Made Subrata M.Erg mengungkapkan, pelaksanaan peringatan Hari Rabies Sedunia ini merupakan inisiatif dari Unud. Peringatan ini sekaligus untuk untuk merealisasikan Program Darma yang dimiliki Unud.

Sebab, persoalan dimasyarakat tidak ada yang berjalan murni melainkan multi faktor. Salah satunya penyakit rabies yang dibawa anjing ataupun kucing ini adalah faktor resiko.

“Oleh sebab itu kami berinisiatif membuat program darma yang meliputi 3 aspek salah satunya One Health Zero Death yang diharapkan 0 kematian. Program ini susah dilakukan karena saling betketerkaitan antaran hewan, manusia dan lingkungan,” jelasnya.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan sudah dilakukan sejak, Selasa (20/9) dengan menjajaki dua lokasi di karangasem yakni Desa Padangbai dan Desa Antiga. “Kami juga dibantu Yayasan Bawa, kami dari unversitas hanya memeliki materi dan ide untuk pelaksanaan kami di bantu oleh Yayasan Bawa,” ungkapnya.

Ke depan program Darma di Desa Culik ini diharapkan biasa mandiri dalam penanganan rabies. Sehingga, ke depan Perbekel setempat bisa menganggarkan pelaksanaan penuntasan rabies di kawasan Desa Culik.

Sementara Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unud yang diwakili Dr. I Gede Wacita mengungkapkan, kegiatan ini merupakan Perayaan Hari Rabies Sedunia dengan topik global yakni ‘One Health Zero Death’ dimana tema tersebut untuk upaya mewujudkan nol kematian manusia akibat rabies.

“Perlu saya imbau bahwa rabies masih ada dimana-mana, informasi dari januari yang lalu bahwa kurang lebih 9 orang warga telah meninggal karena rabies. Jadi harapan kita untuk sekarang adalah fokus untuk rabies dngan pengadaan vaksin rabies,” ungkapnya.

Penyakit rabies kata dia bisa diberantas berantas yaitu dengan vaksinasi hewan peliharaan. “Dalam penanggulangan rabies ini kalau kita betjalan sendiri pastinya kurang efektif. Pastinya perlu dukungan dari pemerintah. Kami dengan universitas udayana akan melakukan pendataan terkait populasi anjing, ini kaitannya dengan pengadaan vaksinasi rabies. Saya harapkan kedepannya kasus rabies bisa berkurang,” ujarnya.( MT – 001)

Peringati World Cleanup Day (WCD), Sekda Sedana Merta Gelorakan Budaya Hidup Bersih

Amlapura, MatahariTimur – Pemerintah Kabupaten Karangasem ikut turut andil dalam World Cleanup Day (WCD) atau Hari Bersih-Bersih Sedunia yang diperingati tiap tahun pada Akhir pekan ketiga September. Dikomandoi Sekda Sedana Merta kegiatan ini menyasar Pasar Amlapura Timur, Pasar Amlapura Barat dan juga Pasar Subagan, Jumat (23/9/22).

Aksi Cleanup dan Pilah Sampah di lingkungan masing-masing ini mengusung Tema “Kami 13 juta menuju Indonesia Bersih dan Bebas Sampah”, yang melibatkan seluruh lapisan Pegawai di Pemerintah Kabupaten Karangasem.

Pada kesempatan tersebut Sekda Sedana Merta mengingatkan untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan dari limbah yang tidak dikelola dengan baik. “Selain melibatkan unsur Pemkab, saya juga ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berkontribusi dalam pengelolaan sampah,” ujar Sedana Merta.

Lebih lanjut Sedana Merta mengajak dengan kepedulian yang didasari semangat kebersamaan dan persatuan, tentunya besar harapan agar bersih-bersih sampah yang ada dilingkungan tidak hanya karna adanya momen Hari Sampah Sedunia (World Cleanup Day) ini saja, tapi dilakukan setiap saat sehingga lingkungan Kabupaten Karangasem bebas dari sampah. 

Sekda Sedana Merta juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap sampah yang dihasilkan dengan cara pilah sampah mulai dari rumah sesuai dengan jenisnya organik dan anorganik. Dengan memilah sampah mulai dari rumah akan lebih mudah pengelolaan selanjutnya yang muaranya akan mengurangi sampah secara signifikan

“Semoga momentum peringatan World Cleanup Day 2022 ini dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian kita semua terhadap pengelolaan sampah yang ada dilingkungan sekitar,” ajak Sedana Merta.( MT – 001)

Reformasi Birokrasi Dana Dipa, Bawa Karangasem Raih WTP Tujuh Kali Berturut-turut

AMLAPURA, MatahariTimur – Reformasi birokrasi dan tata kelola keuangan daerah yang teratur, bersih dan akuntabel yang dilakukan Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wabup I Wayan Artha Dipa (Dana-Dipa) telah membawa Kabupaten Karangasem kembali meraih penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tujuh kali berturut-turut.

Penyampaian penghargaan WTP itu sendiri dilakukan oleh Menteri Keuangan RI, Ibu Sri Mulyani Indrawati dalam acara Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2022 melalui zoom meeting. Dimana dalam penyampaian penghargaan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, Asisten III Sekdakab Karangasem dan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, Kamis (22/9/2022).

Rekernas tersebut bertujuan untuk memberikan apresiasi atas raihan opini WTP, sekaligus sebagai langkah dalam mewujudkan penguatan kualitas dan akuntabilitas keuangan dan kinerja pemerintah, serta meningkatkan Awareness dan menjaga komitmen serta kesamaan langkah dalam percepatan pemulihan dan kebangkitan ekonomi nasional dengan tema “Mengawal Akuntabilitas Keuangan dan Kinerja untuk pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat”.

Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, dalam kesempatan itu mengatakan, jika penyampaian penghargaan WTP merupakan suatu apresiasi dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah, karena penilaian pelaksanaan tata kelola keuangan yang bersih, transparan dan akuntabel dari BPK RI.

“Penghargaan WTP ini merupakan syarat penyaluran Dana Insentif Daerah kepada Pemerintah daerah dari pemerintah pusat. Dimana penyaluran transfer pusat sangat bermanfaat dalam peningkatan pembangunan di Kabupaten Karangasem,” tegas Artha Dipa.

Untuk kedepan opini WTP terus dipertahankan sebagai suatu kewajiban pemerintah daerah dan sebagai suatu wujud komitmen pimpinan daerah serta jajarannya dalam pengelolaan keuangan daerah yang semaksimal mungkin, yang sudah dilakukan oleh Stakeholder.

Ini juga dalam rangka untuk selalu mematuhi peraturan perundang-undangan, dengan prinsip menjaga kehati-hatian, dan dalam rangka proses akuntabilitas kepada masyarakat. Sehingga bisa memunculkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik terutama pemda dlm situasi dan tantangan pandemi dan guncangan ekonomi saat ini.( MT -001)

Pastikan Pelayanan Masyarakat Berjalan Baik, Bupati Gede Dana Gowes Sambangi Sejumlah OPD

AMLAPURA,MatahariTimur – Memulai aktifitas Krida, pada Jumat (2/9/2022) pagi dengan bersepeda, menjadi pilihan Bupati Karangasem, I Gede Dana. Berangkat dipagi buta Bupati Gede Dana gowes menyusuri jalan di beberapa wilayah di Padang Kerta hingga ke Kota Amlapura sembari memantau situasi dan aktifitas warganya, sebelum kemudian menyambangi sejumlah kantor pemerintahan di lingkungan Pemkab Karangasem guna menyapa ASN yang tengah melaksanakan kegiatan Krida Jumat pagi.

“Bersepeda pagi itu asyik, olahraga sekaligus berkelililing menghirup udara pagi! Tadi berangkat jam 5.30 pagi dari rumah, sekalian mampir ke sejumlah OPD mengecek kegiatan Krida Jumat pagi ASN disana,” ujar Gede Dana.

Kehadiran Bupati yang tiba-tiba dengan bersepeda tersebut, cukup mengagetkan para ASN yang tengah melaksanakan kegiatan Krida Jumat Pagi. Bupati langsung bergabung dengan ASN untuk bersama melaksanakan kegiatan Krida sembari berdialog dengan Kepala OPD dan ASN.

Dalam kesempatan tersebut, Gede Dana mendorong ASN di lingkungan Pemkab Karangasem untuk terus meningkatkan displin dan semangat kerja. “Sebagai pelayan masyarakat dan abdi negara, disiplin dan semangat kerja itu penting,” ucap Gede Dana. Namun menjaga kesehatan dan menghilangkan stress itu juga penting, salah satu yang paling sederhana adalah bersepeda.

Nah untuk itu Bupati Gede Dana mengajak ASN yang memiliki sepeda agar berangkat ke kantor menggunakan sepeda setiap Hari Jumat, utamanya ASN yang rumahnya tidak terlalu jauh dari kantor tempat mereka bekerja. Selain bisa mengurangi polusi kendaraan, kebiasaan ini menurutnya cukup bagus untuk menjaga kebugaran.

Berdasarkan literatur yang ada, menurutnya cukup banyak manfaat bersepada bagi tubuh. Selain bisa meningkatkan kekuatan otot bersepeda secara rutin juga bisa melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh. Bersepeda juga bisa membantu mengontrol berat badan agar tetap ideal. Karena bersepeda membantu membakar kalori serta meningkatkan metabolisme.

Dalam literatur, bersepeda juga bisa membantu menjaga kesehatan jantung, karena bersepeda termasuk kedalam jenis olahraga kardio yang berfungsi menjaga kesehatan jantung, paru-paru, serta sirkulasi darah. Dengan bersepeda secara rutin, kadar lemak dalam darah menurun sehingga berefek positif penderita tekanan darah tinggi.

Bersepeda juga bisa membantu menurunkan risiko depresi, karena bersepeda memiliki manfaat bagi kesehatan mental, salah satunya menurunkan risiko depresi. Bersepeda secara rutin membuat tubuh mengeluarkan hormon dopamin yang memicu rasa bahagia, menurunkan perasaan stres, depresi, dan gangguan kecemasan lain. Dan manfaat lainnya, bersepeda juga bisa meningkatkan sistem imun tubuh.( MT – 001 )