AMLAPURA, MatahariTimur – Usai menindaklanjuti kejadian Bencana Banjir di Kecamatan Bebandem, Bupati Karangasem, bersama Kalaksa BPBD Karangasem, Kadis PU Karangasem, dan Camat Abang Rabu (19/10/2022) pagi mengecek kerusakan dampak banjir dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Abang.
Lokasi bencana pertama yang dikunjungi Bupati Gede Dana, adalah bencana banjir dan longsor yang terjadi di Dusun Sega, perbekelan Bunutan, Kecamatan Abang Karangasem. Dimana tebing tinggi longsor dan menutup akses jalan warga dari dan menuju Dusun Sega. Longsor tersebut praktis membuat 59 Kepala Keluarga (KK) di desa ini terisolir, mengingat itu adalah akses jalan satu-satunya yang ada di desa tersebut.
“Begitu menerima laporan, saya langsung perintahkan BPBD dan Dinas PU untuk mendatangkan alat berat guna mempercepat penanganan longsor. Semoga dalam dua hari ini alat berat sudah bisa masuk ke Sega untuk penanganan longsor,” ujar Gede Dana, kepada awak media saat pengecekkan ke lokasi bencana tersebut.
Dari laporan lapangan yang diterimanya, ada sebanyak 18 KK di Dusun Sega yang terdampak langsung bencana longsor. Dan dalam kesempatan itu Bupati Gede Dana langsung menyerahkan bantuan kompor gas, selimut, matras dan paket sembako yang secara simbolis diterima oleh 5 KK. Dari laporan Kadus Sega I Komang Kariana, ada sebanyak 15 sepeda motor yang hanyut terbawa banjir, dan dua diantaranya sampai saat ini belum ditemukan. Kejadian banjir bandang yang terjadi pada Senin pagi tersebut juga mengakibatkan satu orang warga atas nama I Made Mudiasa mengalami luka-luka akibat terseret banjir hingga 150 meter.
“Untuk warga yang mengalami luka-luka akibat terseret banjir, saat ini sudah dirawat di RSUP Sanglah karena mengalami patah tulang,” ucap Gede Dana sembari mengungkapkan keprihatinannya atas bencana banjir yang melanda warganya tersebut.
Usai pengecekkan dampak bencana di Dusun Sega, Gede Dana melanjutkan pengecekkan dampak bencana ke Banjar Basangalas Kangin, Desa Tribuana, Kecamatan Abang. Sedikitnya ada sebanyak 17 KK di desa ini yang mengungsi ke rumah kerabat mereka dan di Balai Banjar karena akses jalan menuju tempat tinggal mereka sepanjang.
“Untuk kerusakan akses jalan, tadi saya sudah turun langsung bersama dengan Dinas PU, diupayakan secepatnya untuk dilakukan perbaikan, karena akses jalan itu satu-satunya akses ekonomi dan akses pendidikan warga dan anak-anak,” tegas Gede Dana. Dalam kesempatan itu, Gede Dana juga menyerahkan bantuan kompor gas, matras, selimut, dan sembako kepada 17 KK yang mengungsi.
Mengingat kondisi cuaca ekstrim seperti sekarang ini, Bupati Gede Dana menghimbau masyarakat Karangasem untuk tetap waspada, utamanya warga yang berada di rawan bencana untuk sementara waktu bergeser ketempat yang aman terutama malam hari dan saat terjadi hujan.( MT – 001)
Bupati Gede Dana Kunjungi Warga Tedampak Banjir dan Longsor di Banjar Sega dan Basangalas
Bupati Gede Dana Ambil Langkah Cepat Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor
AMLAPURA, MatahariTimur – Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah di Kabupaten Karangasem pada Senin (17/10/2022) memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor yang memakan korban jiwa dan luka-luka di beberapa tempat.
Bupati Karangasem, I Gede Dana dan Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, bergerak cepat dan langsung turun ke lokasi bencana untuk membantu korban bencana bersama anggota dari BPBD Karangasem. Di Banjar Dinas Santhi, Desa Selat, Bupati langsung bergabung dengan Tim SAR untuk bersama melakukan pencarian terhadap korban terseret banjir atas nama I Gusti Ngurah Wedana Putra bocah berusia 8 tahun.
Dengan menggunakan cangkul, Bupati bersama Tim SAR menggali material banjir berupa batu pasir dan kerikil dalam rumah korban yang hancur, karena pencarian titik pertama difokuskan di rumah korban, sebab diperkirakan korban tertimbun material banjir di dalam rumahnya. Namun setelah dilakukan penggalian korban tidak dkitemukan, baru beberapa jam kemudian Tim SAR gabungan bersama warga akhirnya berhasil menemukan korban sekitar 10 meter di sebelah barat rumahnya yang hancur diterjang banjir. Sementara sebelumnya korban atas nama I Gusti Ayu Pradnya ditemukan meninggal dunia di pematang sawah yang tergenang banjir sekitar 700 meter dari rumahnya.
Bupati Gede Dana saat itu juga langsung menjenguk korban meninggal di Pusekesmas Selat dan berbincang dengan pihak keluarga. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karangasem mengungkapkan keprihatinan dan duka cita mendalam atas korban yang meninggal akibat bencana alam.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Karangasem mengungkapkan duka cita atas jatuhnya korban meninggal akibat bencana,” ungkap Gede Dana.
Pihaknya dalam kesempatan itu langsung memerintahkan instansi terkait untuk mengambil langkah-langkah termasuk mencari tau penyebab terjadinya banjir bandang tersebut. “Memang kondisi alam dan cuaca tidak bisa kita prediksi, tapi langkah mitigasi dan pemetaan rawan bencana perlu di cermati ulang, agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegas Gede Dana.
Pasca kejadian itu, Gede Dana juga memerintahkan BPBD Karangasem untuk melakukan assesment dan mengambil langkah yang diperlukan untuk membantu korban bencana dan penanganan pasca bencana. Dalam kesempatan itu Bupati Gede Dana secara pribadi menyerahkan bantuan kompor. Selimut, sembako dan uang santunan kepada para keluarga korban bencana.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat utamanya yang tinggal di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi yang terjadi saat ini dan beberapa hari kedepan.
Di Banjar Abian Tihing, Desa Jungutran, Kecamatan Bebandem, seorang warga terpaksa dievakuasi Tim SAR jarena mengalami luka-kuka setelah diterjang banjir, sementara di wilayah tersebut belasan rumah terendam banjir dan beberapa diantaranya mengalami kerusakan dan warga harus mengungsi di Balai Banjar. (MT – 001)
Wakil Bupati Artha Dipa Tinjau Jalan Amblas dan Tanah Longsor di Dusun Pangleg Jungutan
Amlapura, MatahariTimur – Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa didampingi Kadis PUPR Weda Semara dan Camat Bebandem I Gusti Ngurah Wiranata tinjau jalan amblas penghubung Desa Yeh Kori dengan Desa Bebandem, bencana amblasnya jalan tersebut dikarenakan situasi curah hujan yang cukup deras yang terjadi di Kabupaten Karangasem, Snin (17/10/2022) di Dusun Pangleg, Perbekelan Jungutan.
Selain meninjau jalan amlas, Wakil Bupati Artha Dipa juga meninjau bencana tanah longsor yang menyebabkan kerusakan rumah warga. Dampak yang diakibatkan akibat longsor tanah setinggi kurang lebih 30 meter tersebut yaitu rusaknya beberapa pelinggih, ruang kamar mandi, bak penampungan air serta 3 buah speda motor pemilik atas nama I Made Duduk.
Wakil Bupati Karangasem dalam peninjauaanya mengatakan bahwa dirinya mengetahui kejadian ini melalui media sosial seperti Facebook, ,”saya selalu pantau melalui media sosial dan juga dari keluhan warga, sehingga saya mengetahui ada bencana di beberapa titik di Karangasem,” tegasnya
Artha Dipa memerintahkan kepada dinas terkait seperti PUPR dan BPBD supaya secara tepat tanggap dalam penyelesaian bencana ini sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti semula. Diterangkan olehnya bahwa Pemerintah akan sigap dan mengambil langkah langkah dalam penanganan ini,”pemerintah akan mengambil langkah yang konkrit, seperti langsung meninjau di beberapa tmpat terdampak dan merapatkan sehingga bisa menentukan langkah, sehingga ini tidak berlarut larut,”Tegasnya
Dilanjutkan oleh Wakil Bupati bahwa Camat, Kepala Desa dan jajaran harus sigap membuat laporan dengan data yang pasti ketika terjadi bencana bencana alam, sehingga pemerintah juga bisa secara cepat mengambil sikap. Wakil Bupati Artha Dipa juga memberikan suport kepada masyarakat terdampak,”kepada masyarakat yang terdampak saya harapkan tidak larut dalam kesedihan, pemerintah pastinya akan memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya,”imbuh Artha Dipa.
Terkait bencana alam tersebut Kepala dinas PUPR Weda Semara mengatakan bahwa PUPR bersama BPBD akan segera turun kelapangan melakukan pengecekan data ,”setelah data terkumpul, kami akan merapatkan dengan instansi terkait, sehingga penanganan bisa lebih cepat dan akurat,”ucapnya
Dirinya juga mengatakan akan mencarikan solusi terkait jalan yang amblas sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitasnya,”kmungkinan kita akan membuatkan jalan alternatif sehingga jalan bisa dilewati, dan masyarajat visa beraktivitas seperti semula”imbuhnya ( MT – 001)
Bupati Gede Dana dan TP PKK Provinsi Gelar Pasar Rakyat dan Pasar Gotong Royong
AMLAPURA,MatahariTimur – Berbagai upaya dilaksanakan oleh Pemkab Karangasem untuk menekan laju inflasi atau kenaikkan harga kebutuhan pokok di pasaran, salah satunya dengan menggelar Pasar Rakyat dan Pasar Gotong Royong di Lapangan Budaya Chandra Buana, Amlapura, Jumat (14/10/2022).
Berbagai barang kebutuhan pokok dengan harga murah di jual dalam Pasar Rakyat dan Pasar Gotong Royong yang dihadiri langsung oleh Bupati Karangasem I Gede Dana, Wabup Wayan Artha Dipa dan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Nyonya Suastini Koster ini, mulai dari beras super, telur ayam, minyak goreng, berbagai jenis bumbu dapur hingga hasil kerajinan tenun dan UMKM.
Bupati Karangasem, I Gede Dana kepada wartawan dalam kegiatan tersebut menyampaikan, kegiatan Pasar Rakyat dan Pasar Gotong Royong ini diselenggarakan oleh Pemkab Karangasem bekerjasama dengan TP PKK Provinsi Bali. “Pasar rakyat ini serentak dilaksanakan di seluruh Bali oleh TP PKK Provinsi Bali, kami disini mensupport dengan Pasar Gotong Royong,” tegas Gede Dana.
Ini merupakan upaya Pemkab Karangasem untuk menstabilkan harga kebutuhan pokon di pasaran. “Kegiatan ini nantinya akan kami laksanakan di masing-masing desa, saat ini saya bersama Disperindagkop masih terus memantau harga beras di pasaran. Jika terjadi peningkatan harga yang tidak wajar, kami akan langsung melakukan langkah-langkah untuk menstabilkan harga,” ujar Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang, ini.
Selain harga beras, pihaknya bersama Tum Pemantau Inflasi Daerah juga tehrus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok lainnya, seperti telur ayam dan minyak goreng termasuk bumbu dapur penyebab inflasi yakni cabai, bawang merah dan bawang putih.
“Kita pantau terus, utamanya beras. Kemarin dari pemantauan kami di sejumlah pasar, harga beras masih di kisaran Rp. 10.500 hingga Rp. 11.000. Kita akan berupaya menekan harganya lagi dengan berbagai langkah, kalau bisa harga beras bisa dibawah Rp. 10.000,” tandas Gede Dana didampingi Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika dan Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta.
Kegiatan pasar rakyat dan pasar gotong royong ini disambut antusias dan diserbu warga di Karangasem yang ingin mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga murah. “Harganya sedikit lebih murah yakni sekiytar Rp. 1000 lebih murah dari harga di pasar. Bagus kalau sering ada kegitan Pasar Raykat dan Pasar Gotong Royong seperti ini,” kata Fatimah, salah satu pengunjung asal Lingkungan Karanglangko, Amlapura.
Selain itu, kegitan ini juga dihadiri oleh Ketua TP PKK masng-masing kabupaten di Bali, dan dalam kesempatan itu juga diserahkan ratusan paket bantuan untuk warga kurang mampu di Karangasem.( MT – 001)
