AMLAPURA, MatahariTimur – Belajar dari kejadian Erupsi Gunung Agung pada Tahun 2017-2018 lalu, melatih kesiap siagaan masyarakat di lereng Gunung Agung akan ancaman bahaya Erupsi Gunug Agung mulai dari mengenal tanda-tanda akan terjadinya erupsi, evakuasi mandiri dalam rangka menyelamatkan diri ke lokasi aman dan ke tempat pengungsian, sangat penting dalam rangka mengantisipasi bencana Erupsi Gunung Agung yang kapan saja bisa terjadi.
Terkait hal ini, BPBD Karangasem bekerjasama dengan BNPB melaksanakan Gladi Peringatan Dini Bencana Erupsi Gunung Api, yang dilaksanakan di Banjar Dinas Pucang, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Sabtu (29/10/2022). Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langnsung oleh Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa.
Wabup Wayan Artha Dipa yang membacakan sambutan Bupati Karangasem, I Gede Dana, dalam kesempatan tersebut menerangkan, jika mengenang bencana erupsi Gunung Agung tahun 2017 lalu, kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun kesadaran dalam rangka menghadapi bencana gunung api.
Untuk membangun kesadaran tanggap bencana ini, maka Pemkab Karangasem melalui BPBD Karangasem didukung BNPB dan Pemerintah Desa Ban menggelar acara Gladi penanganan kejadian darurat Erupsi Gunung Agung bertempat di Dusun Pucung, Desa Ban, Kecamatan Kubu.
Dengan membentuk Tim Siaga Bencana Desa Ban Kecamatan Kubu dan diikuti oleh masyarakat setempat, kegiatan gladi berlangsung dengan lancar. “Pemilihan Dusun Pucung Desa Ban sebagai lokasi kegiatan, dikarenakan Dusun Pucung masuk sebagai Dusun terdampak yang berada di wilayah rawan ancaman erupsi Gunung Agung.” Sebutnya.
Dengan digelar simulasi ini, diharapkan dapat menjadikan masyarakat lebih sigap tanggap sehingga aman bila bencana terjadi. “Nantinya kalau terjadi erupsi Gunung Api Agung, kapan waktunya kita tidak tau, karena sudah menjadi kehendak alam, masyrakat sudah siap, tidak panik dan sigap,” terang Wabup Artha Dipa.
Dalam kesempatan tersebut Wabup Wayan Artha Dipa juga menyampaikan terimakasih dan selamat datang kepada pihak BNPB yang dipimpin Deputi Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi dan Direktur Peringatan Dini BNPB Afrial Rosa bersama rombongan serta BPBD Provinsi Bali, BAPENAS dan OPD terkait yang ikut hadir dalam gladi simulasi bencana tersebut.
Sementara itu Deputi Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi, menyampaikan kegiatan gladi ini juga melibatkan unsur relawan dari Desa Besakih. Ditegaskannya Gladi ini sangat pennting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat termasuk mengenali akan tanda-tanda akan terjadinya bencana erupsi, sehingga bisa memberikan peringatan dini kepada masayarakat untuk segera mengambil langkah penyelamatan diri dan evakuasi keluarga secara mandiri ke lokasi yang aman.
“Ini penting untuk mengurangi resiko bahaya dan jatuhnya korban jiwa saat terjadi Erupsi Gunung Api, karena kesadaran masyarakat sudah terbangun dan masyarakat sudah terinformasikan dengan jelas tanda-tanda akan terjadinya bencana Eruspi Gunug Api,” lugasnya. ( MT – 001)

