26.3 C
Bali
30 Juli 2026
Beranda blog Halaman 19

Layanan Antar Jemput Pasien Masuk Finalis Indonesia Healthcare Innovation Awards VI-2022

AMLAPURA, MatahariTimur – Layanan Antar Jemput Pasien (AJP) merupakan inovasi layanan kesehatan yang digagas oleh Bupati Karangasem, I Gede Dana. Sebuah layanan dasar kesehatan bagi masyarakat sebagai upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di daerah terpencil yang sulit dijangkau.

Namun siapa menyangka layanan AJP yang digagas Bupati Gede Dana untuk menuntaskan Visi Misi, Nangun Sat Kerthi Loka Bali Kabupaten Karangasem untuk mewujudkan Pakerthi Nadi ini menarik perhatian Kementrian Kesehatan, karena dianggap sebagai sebuah innovasi layanan kegawat daruratan terpadu yang paling dibutuhkan oleh masyarakat.

Layanan AJP masuk sebagai satu dari puluhan Finalis Indonesia Healthcare Innovation Awards VI-2022 (IHIA VI-2022) dalam kategori Inovasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu.

Indonesia Healthcare Innovation Awards VI-2022 (IHIA VI-2022) sendiri merupakan kegiatan yang digelar oleh Indonesia Healthcare Forum (Indohcf) sebagai penghargaan atas inovasi anak bangsa dibidang kesehatan, baik sifatnya perorangan maupun lembaga. Penghargaan diberikan dalam lima kategori masing-masing, Inovasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS, Inovasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu atau SPGDT, Inovasi Mutu Pelayanan Kesehatan, Inovasi Alat Kesehatan atau ALKES, dan Inovasi IT Kesehatan.

Dimana Finalis yang meraih penghargaan akan diumumkan pada acara Grand Final Penganugerahan IHIA VI 2022, di Ballroom Djakarta Theater 24 November 2022 mendatang. Masuknya program Layanan AJP sebagai salah satu Finalis Indonesia Healthcare Innovation Awards VI-2022, diapresiasi oleh Bupati Gede Dana.

“Kami sangat mengapresiasi layanan AJP masuk sebagai Finalis IHIA VI 2022. Ini gagasan kami untuk memenuhi hak dasar masyarakat di Kabupaten Karangasem. Dengan layanan ini masyarakat sangat dimudahkan dan bisa dengan cepat menuju ke fasilitas dan layanan kesehatan,” ujar Gede Dana, didampingi Kadis Kesehatan Karangasem, dr. I Gusti Bagus Putra Pertama.

Selain AJP berbagai innovasi juga dilakukan Gede Dana untuk menuntaskan program kerja dan Visi-Misi Dana-Dipa, seperti Janakerthih, Atma Kerthi dan lainnya.( MT – 001)

Wabup Artha Dipa Buka Gladi Peringatan Dini Bencana Erupsi Gunung Agung

0

AMLAPURA, MatahariTimur – Belajar dari kejadian Erupsi Gunung Agung pada Tahun 2017-2018 lalu, melatih kesiap siagaan masyarakat di lereng Gunung Agung akan ancaman bahaya Erupsi Gunug Agung mulai dari mengenal tanda-tanda akan terjadinya erupsi, evakuasi mandiri dalam rangka menyelamatkan diri ke lokasi aman dan ke tempat pengungsian, sangat penting dalam rangka mengantisipasi bencana Erupsi Gunung Agung yang kapan saja bisa terjadi.

Terkait hal ini, BPBD Karangasem bekerjasama dengan BNPB melaksanakan Gladi Peringatan Dini Bencana Erupsi Gunung Api, yang dilaksanakan di Banjar Dinas Pucang, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem, Sabtu (29/10/2022). Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langnsung oleh Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa.

Wabup Wayan Artha Dipa yang membacakan sambutan Bupati Karangasem, I Gede Dana, dalam kesempatan tersebut menerangkan, jika mengenang bencana erupsi Gunung Agung tahun 2017 lalu, kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun kesadaran dalam rangka menghadapi bencana gunung api.

Untuk membangun kesadaran tanggap bencana ini, maka Pemkab Karangasem melalui BPBD Karangasem didukung BNPB dan Pemerintah Desa Ban menggelar acara Gladi penanganan kejadian darurat Erupsi Gunung Agung bertempat di Dusun Pucung, Desa Ban, Kecamatan Kubu.

Dengan membentuk Tim Siaga Bencana Desa Ban Kecamatan Kubu dan diikuti oleh masyarakat setempat, kegiatan gladi berlangsung dengan lancar. “Pemilihan Dusun Pucung Desa Ban sebagai lokasi kegiatan, dikarenakan Dusun Pucung masuk sebagai Dusun terdampak yang berada di wilayah rawan ancaman erupsi Gunung Agung.” Sebutnya.

Dengan digelar simulasi ini, diharapkan dapat menjadikan masyarakat lebih sigap tanggap sehingga aman bila bencana terjadi. “Nantinya kalau terjadi erupsi Gunung Api Agung, kapan waktunya kita tidak tau, karena sudah menjadi kehendak alam, masyrakat sudah siap, tidak panik dan sigap,” terang Wabup Artha Dipa.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Wayan Artha Dipa juga menyampaikan terimakasih dan selamat datang kepada pihak BNPB yang dipimpin Deputi Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi dan Direktur Peringatan Dini BNPB Afrial Rosa bersama rombongan serta BPBD Provinsi Bali, BAPENAS dan OPD terkait yang ikut hadir dalam gladi simulasi bencana tersebut.

Sementara itu Deputi Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi, menyampaikan kegiatan gladi ini juga melibatkan unsur relawan dari Desa Besakih. Ditegaskannya Gladi ini sangat pennting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat termasuk mengenali akan tanda-tanda akan terjadinya bencana erupsi, sehingga bisa memberikan peringatan dini kepada masayarakat untuk segera mengambil langkah penyelamatan diri dan evakuasi keluarga secara mandiri ke lokasi yang aman.

“Ini penting untuk mengurangi resiko bahaya dan jatuhnya korban jiwa saat terjadi Erupsi Gunung Api, karena kesadaran masyarakat sudah terbangun dan masyarakat sudah terinformasikan dengan jelas tanda-tanda akan terjadinya bencana Eruspi Gunug Api,” lugasnya. ( MT – 001)

Kembali Jadi Pelabuhan Cruise, Pemkab Karangasem Berpeluang Ikut Dalam Operasional Dermaga Tanah Ampo

AMLAPURA, MatahariTimur – Pemkab Karangasem berpeluang untuk ikut ambil bagian dalam pengelolaan oprasional Pelabuhan Cruise Tanah Ampo, kepastian tersebut disampaikan oleh Plt. Sesditjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementrian Perhubungan RI, Lollan Andy Sutomo Pandjaitan saat meninjau kesiapan pengoperasian Kapal Cepat atau Fast Boat rute Dermaga Cruise Tanah Ampo-Gili Trawangan Lombok dan arah sebaliknya, di Pelabuhan Tanah Ampo, Manggis Kamis (27/10/2022) pagi.

Kepada awak media, Lollan menyampaikan untuk bisa bersama dalam pengelolaan Pelabuhan Tanah Ampo, Pemkab harus membentuk badan usaha “Kedepannya kami juga akan melibatkan Pemkab Karangasem dalam pembentukan badan usaha untuk bisa mendukung beroperasinya PelabuhanCruise Tanah Ampo ini,” ujarnya.

Lollan menegaskan kembali jika status Pelabuhan Cruise Tanah Ampo tetap sebagai pelabuhan pariwisata, kendati demikian aktifitas bongkar muat kapal dengan kategori tertentu juga bisa bersandar dan melakukan aktifitas bongkar muat di Dermaga Tanaha Ampo. “Memang peruntukkan dari Dermaga Tanah Ampo ini adalah untuk pariwisata, tapi namun pelabuhan itu sifatnya juga bisa menampung kapal diluar pariwisata,” lontarnya.

Ini juga menurutnya untuk memancing agar kapal-kapal bisa bersandar dan bongkar muat serta melayani rute penyeberangan dari dan menuju Pelabuhan tanah Ampo. Dan saat ini kata dia sudah ada kapal cepat yang mulai beroperasi melayani penyebrangan dari Dermaga Tanah Ampo menuju Gili Trawangan, Lombok.

Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa yang hadir menerima kunjungan Plt. Sesditjen Hubla tersebut menyambut baik dengan rencana tersebut. Saat ini Pemkab Karangasem sudah memiliki PT Karangasem Sejahtera (KS) yang memang sebelumnya dibentuk untuk mengelola Pelabuhan Cruise Tanah Ampo.

“Yang penting prinsip dan peruntukkan Dermaga Cruise Tanah Ampo ini tetap sebagai pelabuhan pariwisata, meski dari aturannya membolehkan aktiifitas bongkar muat selain pariwisata,” sambut Arta Dipa. Pihaknya berharap aktifitas bongkar muat kapal cepat dan kapal Cruise di Tanah Ampo akan ramai dan bisa membangkitkan sektor ekonomi dan pariwisata di Karangasem.

Untuk memaksimalkan fungsi dan operasional Pelabuhan Cruise Tanah Ampo, memang perlu dilakukan berbagai studi sehingga pelabuhan tersebut bisa beroperasi sesuai dengan fungsi dan peruntukan sebagaimana mestinya. Artinya Cruise atau Kapal Pesiar tidak hanya kapal berukuran besar, namun kapal cepat dan Yatch juga merupakan kapal Cruise yang melayani penyeberangan wisatawan.( MT – 001)

Aksi Bulan Cinta Laut, Bupati Gede Dana Gelorakan Kesadaran Melawan Sampah di Laut

AMLAPURA, MatahariTimur – Sampah Laut merupakan salah satu masalah lingkungan yang dihadapi oleh hampir seluruh Negara di Dunia. Menangani hal tersebut Bupati Gede Dana ajak seluruh nelayan melawan sampah dilaut, pesan tersebut disampaikan saat Membuka secara resmi Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut, di Pantai Sukun, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kamis (27/10/22).

Kegiatan yang dihadiri oleh Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Bayu Segara Kecamatan Kubu, Yayasan Yowana Bakti Segara serta kelompok dan relawan konservasi se Kecamatan Kubu secara serentak berpartisipasi melaksanakan bersih-bersih di kawasan pantai dalam rangka menjaga ekosistem perairan laut Karangasem dari cemaran sampah.

Bupati Gede Dana dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap tahunnya lautan sering kali dipenuhi oleh sampah plastik, “kondisi ini jelas akan berpengaruh pada kelestarian ekosistem laut, apabila tidak mendapat perhatian dan penanganan yang serius dari kita bersama. Karena kesehatan laut merupakan kunci kegiatan ekonomi maupun sosial kehidupan masyarakat yang berkesinambungan,” tegas Bupati Gede Dana.

Lebih lanjut Bupati Gede Dana menjelaskan bahwa Pantai Karangasem yang sepanjang 87km merupakan satu sumberdaya alam yang memberikan kontribusi yang relatif besar dalam pembangunan di Karangasem, baik sebagai sumber mata pencaharian, produksi ikannya sebagai sumber protein hewani dan sebagai daya tarik investasi di bidang pariwisata.

“Saya sangat mendukung terlaksananya kegiatan Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut di Kabupaten Karangasem, karena kelestarian ekosistemnya dan kebersihan lautnya menjadi sangat penting untuk kita jaga bersama, saya harap aksi ini dijadikan agenda tetap,” ujar Bupati Gede Dana.

Melalui pelaksanaan Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut kita dapat menumbuhkan pemahaman akan dampak dan bahaya sampah plastik dilaut terhadap biota laut dan ekosistem, menumbuhkan pemahaman masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian sampah plastik dilaut.

Selain itu melaksanakan pembersihan sampah ditengah laut sangat diperlukan persiapan yang matang, baik keselamatan peserta, mekanisme sampah yang telah dikumpulkan agar disesuaikan dengan petunjuk teknis yang telah ditetapkan dan selalu bekerjasama dengan pemangku yang terkait. ( MT – 001)

Turun ke Lokasi Bencana, Bupati Gede Dana Minta Dinas PU Rencanakan Normalisasi DAS

AMLAPURA,MatahariTimur – Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah di Kabupaten Karangasem pada Selasa (25/10/2022) hingga Rabu (26/10/2022) pagi, mengakibatkan bencana longsor dan banjir di sejumlah tempat. Di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, sebuah bangunan rumah hancur tertimpa longsor. Sedangkan di Desa Seraya Timur, bangunan pura dan halaman rumah milik warga juga rusak karena longsor.

Sementara di Banjar Dinas Tukad Sabuh, Desa Duda, Kecamatan Selat, banjir kembali menerjang Sungai Tukad Panti, setelah hujan lebat terjadi di lereng Gunung Agung. Dua buah rumah yang ditempati tiga Kepala Keluarga (KK) jebol dan seluruh kamar dan ruangan yang ada dua rumah tersebut tergenang banjir dan lumpur.

Mendapat laporan kejadian bencana tersebut, Bupati Karangasem, I Gede Dana langsung turun bersama BPBD Karangasem, Sekda Karangasem serta instansi terkait, untuk mengecek langsung kondisi bangunan yang tertimpa longsor serta tofografi daerah yang terjadi bencana tersebut.

Pengecekkan langsung diawali di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sibetan, Bebandem. Di lokasi tersebut Bupati Gede Dana menemukan bangunan yang tertimpa longsor milik I Nengah Subrati tersebut rusask parah dihantam material longsoran. “Lokasinya rumah yang tertimpa longsor ini kan tepat berada di bawah tebing, karena memang sebagian besar warga di sini tinggal di tengah perkebunan dengan kontur dan tofografi tanah tebing dan areal perkebunan salak,” ujar Gede Dana kepad awak media yang ikut ke lokasi kejadian.

Melihat dari kontur dan tofografi serta melihat data peta daerah rawan bencana BPBD, itu merupakan daerah rawan bencana. Untuk itu Gede Dana meminta warga yang tinggal di wayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, ditengah kondisi cuaca buruk dengan curah hujan yang tinggi yang diperkirakan akan terjadi hingga Februari 2023 mendatang. Lanjut Gede Dana menyerahkan bantuan kepada pemilik bangunan yang tertimpa longsor tersebut.

Pengecekkan dilanjutkan ke Banjar Liligundi, Desa Buanagiri, Bebandem. Di lokasi tersebut Bupati Gede Dana menyerahkan paket bantuan kepada keluarga yang terdampak bencana. Sementara untuk kejadian bencana Banjir di Tukas Sabuh, Desa Duda, Kecamatan Selat, Bupati memerintahkan BPBD Karangasem dan Dinas terkait untuk melakukan assesment serta merencanakan upaya normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terjadi pendangkalan akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Itu (DAS Tukad Panti,red) memang harus dilakukan normalisasi karena sudah terjadi pendangkalan pasca banjir bandang 17 Oktober lalu. Kalau tidak hektaran sawah dan kebun serta pemukiman warga bisa terancam jika banjir kembali terjadi,” tegas Gede Dana, karena sungai merupakan kewenangan dari Balai, pihaknya meminta Dinas PU dan BPBD untuk berkoordinasi dengan Balai Sungai.( MT – 001)

Bupati Gede Dana Lepas Tiga Kontingen Atlet Karangasem ke Ajang Popnas

Amlapura, MatahariTimur – Sebanyak 5 Atlet Karangasem di 3 kontingen Siap bertanding di ajang Pekan Olahraga Pelajar Tingkat Nasional ( POPNAS) Tahun 2022 yang akan digelar di Kalimantan Barat pada 27 Oktober sampai dengan 03 Nopember 2022. Akan hal tersebut Bupati Gede Dana berikan motivasi dan dukungan penuh kepada para atlet, Selasa (25/10/22).

Komang Budiarta Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga Kab. Karangasem mengungkapkan POPNAS adalah kejuaraan multi even dikalangan pelajar yang berlangsung 2 tahunan, dimana sebelumnya telah dilakukan seleksi ditingkat Kabupaten kemudian ditingkat Provinsi dan Atlet Karangasem hanya lolos 5 orang atlet.

Selain itu para atlet juga telah mengikuti Pemusatan Latihan (Traning Camp) Atlet PraPOPNAS Tahun 2022 pada tanggal 13 Oktober sampai dengan 24 Oktober 2022 di Hotel Hotel Ganandra dan Hotel Batukaru Garden 3 Denpasar.

Atlet tersebut diantaranya I Komang Angga Widi Nata dan Nyoman Raya Abiguna Yoga Cabang Olahraga Sepak Bola, kemudian I Kadek Astawa dan I Gede Pariata Cabang Olahraga Pencak Silat dan I Gede wahyu wiguna putra Cabang Olahraga Tinju, masing-masing atlet berasal dari SMA N 1 Amlapura, SMA N 1 Abang dan SMA N 1 Manggis.

Sambut hangat hal tersebut Bupati Gede Dana berikan dukungan dan motivasi kepada para atlet, dan berharap agar ajang ini benar-benar dijadikan para atlet untuk menunjukkan performa terbaiknya dalam setiap pertandingan.

“Jagalah semangat optimisme dan junjung tinggi sportivitas, jaga nama baik Daerah, Saya yakin kalian adalah orang-orang pilihan yang tentunya akan mengharumkan nama Daerah, ingat tetap jaga kesehatan,” harap Bupati Gede Dana

Tak lupa Bupati Gede Dana menyampaikan rasa terimakasihnya atas semangat para atlet yang telah lolos tingkat provinsi hingga siap berjuang di ajang POPNAS yang nantinya akan menjadi ajang penyaringan atlet untuk Asean Schools Games dan Youth Olympic.( MT – 001)

Bupati Gede Dana Kunjungi Warga Tedampak Banjir dan Longsor di Banjar Sega dan Basangalas

0

AMLAPURA, MatahariTimur – Usai menindaklanjuti kejadian Bencana Banjir di Kecamatan Bebandem, Bupati Karangasem, bersama Kalaksa BPBD Karangasem, Kadis PU Karangasem, dan Camat Abang Rabu (19/10/2022) pagi mengecek kerusakan dampak banjir dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Abang.
Lokasi bencana pertama yang dikunjungi Bupati Gede Dana, adalah bencana banjir dan longsor yang terjadi di Dusun Sega, perbekelan Bunutan, Kecamatan Abang Karangasem. Dimana tebing tinggi longsor dan menutup akses jalan warga dari dan menuju Dusun Sega. Longsor tersebut praktis membuat 59 Kepala Keluarga (KK) di desa ini terisolir, mengingat itu adalah akses jalan satu-satunya yang ada di desa tersebut.
“Begitu menerima laporan, saya langsung perintahkan BPBD dan Dinas PU untuk mendatangkan alat berat guna mempercepat penanganan longsor. Semoga dalam dua hari ini alat berat sudah bisa masuk ke Sega untuk penanganan longsor,” ujar Gede Dana, kepada awak media saat pengecekkan ke lokasi bencana tersebut.
Dari laporan lapangan yang diterimanya, ada sebanyak 18 KK di Dusun Sega yang terdampak langsung bencana longsor. Dan dalam kesempatan itu Bupati Gede Dana langsung menyerahkan bantuan kompor gas, selimut, matras dan paket sembako yang secara simbolis diterima oleh 5 KK. Dari laporan Kadus Sega I Komang Kariana, ada sebanyak 15 sepeda motor yang hanyut terbawa banjir, dan dua diantaranya sampai saat ini belum ditemukan. Kejadian banjir bandang yang terjadi pada Senin pagi tersebut juga mengakibatkan satu orang warga atas nama I Made Mudiasa mengalami luka-luka akibat terseret banjir hingga 150 meter.
“Untuk warga yang mengalami luka-luka akibat terseret banjir, saat ini sudah dirawat di RSUP Sanglah karena mengalami patah tulang,” ucap Gede Dana sembari mengungkapkan keprihatinannya atas bencana banjir yang melanda warganya tersebut.
Usai pengecekkan dampak bencana di Dusun Sega, Gede Dana melanjutkan pengecekkan dampak bencana ke Banjar Basangalas Kangin, Desa Tribuana, Kecamatan Abang. Sedikitnya ada sebanyak 17 KK di desa ini yang mengungsi ke rumah kerabat mereka dan di Balai Banjar karena akses jalan menuju tempat tinggal mereka sepanjang.
“Untuk kerusakan akses jalan, tadi saya sudah turun langsung bersama dengan Dinas PU, diupayakan secepatnya untuk dilakukan perbaikan, karena akses jalan itu satu-satunya akses ekonomi dan akses pendidikan warga dan anak-anak,” tegas Gede Dana. Dalam kesempatan itu, Gede Dana juga menyerahkan bantuan kompor gas, matras, selimut, dan sembako kepada 17 KK yang mengungsi.
Mengingat kondisi cuaca ekstrim seperti sekarang ini, Bupati Gede Dana menghimbau masyarakat Karangasem untuk tetap waspada, utamanya warga yang berada di rawan bencana untuk sementara waktu bergeser ketempat yang aman terutama malam hari dan saat terjadi hujan.( MT – 001)

Gunakan Mobil Layanan AJP, Bupati Gede Dana Antar Pasien Pulang Usai Berobat di RSUD Karangasem

AMLAPURA,MatahariTimur – Kendati melelahkan, tugas mengantar jemput pasien diperlukan keikhlasan dan semangat meyadnya untuk menolong sesama yang tengah membutuhkan, demikian diungkapkan oleh Bupati Karangasem I Gede Dana, menyadari tugas yang harus diemban oleh petugas Antar Jemput Pasien (AJP) cukup melelahkan.

Selasa (18/10/2022) saat akan melakukan kegiatan monitoring ke RSUD Karangasem, Bupati Gede Dana melihat salah seorang pasien yang akan diantarkan pulang oleh petugas AJP usai mendapatkan perawatan medis rutin di RSUD Karangasem. Gede Dana kemudian menyapa pasien tersebut dan berbincang singkat sebelum kemudian menawarkan untuk mengantar langsung pasien tersebut kerumahnya menggunakan mobil layanan AJP.

“Biar saya antar langsung pulang (pasien tersebut,red) kerumah, sekaligus ingin mengetahui seberapa jauh program ini bisa menyentuh dan dirasakan masyarakat, termasuk soal kondisi kelaikkan mobil operasional AJP ini,” ujar Gede Dana kepada petugas AJP sembari membuka pintu mobil layanan AJP dan membantu I Ketut Pasek pasien pengguna layanan AJP tersebut masuk dan duduk dengan nyaman di dalam mobil.

Sepanjang rute perjalanan menuju rumah pasien tersebut, Gede Dana berbincang-bincang terkait pelayanan AJP Karangasem, sembari memberikan semangat kepada pasien dan berpesan untuk mempergunakan program mobil layanan AJP ini sebaik-baiknya. “Kapanpun bapak membutuhkan layanan, tinggal menghubungi rayon AJP terdekat maka petugas kami akan langsung menjemput. Program AJP ini dibuat untuk kepentingan masyarakat di Karangasem karena kondisi masyarakat dan topografi Karangasem,” bincang Gede Dana.

Lanjut Gede Dana berpesan, agar masyarakat tidak segan-segan untuk menyampaikan jika ada kekurangan dari petugas pelayanan AJP Karangasem. Pihaknya juga mengakui, jika program AJP ini masih baru sehingga masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. Namun demikian hingga saat ini jumlah masyarakat Karangasem yang memanfaatkan AJP cukup tinggi.

“Mohon maaf jika ada keterlambatan dalam mengantar ataupun menjemput karena mobil dan petugas kita masih terbatas,” kata bupati sambil fokus mengemudi hingga mobil layanan AJP itu sampai dirumah I Ketut Pasek di Banjar Dinas Tenggang, Desa Seraya Barat, Kecamatan Karangasem.

Selain mengobrol dengan pasien, Gede Dana juga berpesan kepada petugas AJP dalam mengantar pasien untuk selalu memberikan support kepada pasien yang masih sakit. Apalagi, kata bupati, dalam sehari petugas bisa mengantar jemput pasien cukup banyak.

“Baru setengah hari sudah enam kali mengantar dan menjemput pasien, tentu itu sangat capek, tapi itu merupakan bagian dari Yadnya kita dalam membantu sesama” ujar bupati kepada Petugas sekembalinya dari mengantar pasien. Menyadari tugas yang cukup melelahkan itu, Gede Dana berjanji akan meningkatkan pendapatan para petugas AJP agar bisa mendapatkan upah yang layak. “Untuk sementara jangan berkecil hati, saya tahu bapak dan ibu yang bertugas di AJP pasti sangat melelahkan, apalagi melaksanakan tugasnya bisa sampai malam,” ujarnya lagi.

Sementara itu, pasien I Ketut Pasek yang didampingi istrinya, tak bisa menyembunyikan keharuannya. Dia tidak menyangka akan diantar langsung oleh Bupati Karangasem dengan mempergunakan mobil AJP. Ia mengakui, sudah lebih dari 100 kali mempergunakan layanan AJP ini untuk berobat ke RSUD Karangasem. “Untungnya ada AJP, dalam seminggu dua kali harus ke RSUD untuk berobat,” ucapnya.( MT – 001)

Bupati Gede Dana Ambil Langkah Cepat Penanganan Bencana Banjir dan Tanah Longsor

AMLAPURA, MatahariTimur – Hujan lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah di Kabupaten Karangasem pada Senin (17/10/2022) memicu terjadinya bencana banjir dan tanah longsor yang memakan korban jiwa dan luka-luka di beberapa tempat.

Bupati Karangasem, I Gede Dana dan Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, bergerak cepat dan langsung turun ke lokasi bencana untuk membantu korban bencana bersama anggota dari BPBD Karangasem. Di Banjar Dinas Santhi, Desa Selat, Bupati langsung bergabung dengan Tim SAR untuk bersama melakukan pencarian terhadap korban terseret banjir atas nama I Gusti Ngurah Wedana Putra bocah berusia 8 tahun.

Dengan menggunakan cangkul, Bupati bersama Tim SAR menggali material banjir berupa batu pasir dan kerikil dalam rumah korban yang hancur, karena pencarian titik pertama difokuskan di rumah korban, sebab diperkirakan korban tertimbun material banjir di dalam rumahnya. Namun setelah dilakukan penggalian korban tidak dkitemukan, baru beberapa jam kemudian Tim SAR gabungan bersama warga akhirnya berhasil menemukan korban sekitar 10 meter di sebelah barat rumahnya yang hancur diterjang banjir. Sementara sebelumnya korban atas nama I Gusti Ayu Pradnya ditemukan meninggal dunia di pematang sawah yang tergenang banjir sekitar 700 meter dari rumahnya.

Bupati Gede Dana saat itu juga langsung menjenguk korban meninggal di Pusekesmas Selat dan berbincang dengan pihak keluarga. Dalam kesempatan tersebut, pihaknya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karangasem mengungkapkan keprihatinan dan duka cita mendalam atas korban yang meninggal akibat bencana alam.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Karangasem mengungkapkan duka cita atas jatuhnya korban meninggal akibat bencana,” ungkap Gede Dana.

Pihaknya dalam kesempatan itu langsung memerintahkan instansi terkait untuk mengambil langkah-langkah termasuk mencari tau penyebab terjadinya banjir bandang tersebut. “Memang kondisi alam dan cuaca tidak bisa kita prediksi, tapi langkah mitigasi dan pemetaan rawan bencana perlu di cermati ulang, agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” tegas Gede Dana.

Pasca kejadian itu, Gede Dana juga memerintahkan BPBD Karangasem untuk melakukan assesment dan mengambil langkah yang diperlukan untuk membantu korban bencana dan penanganan pasca bencana. Dalam kesempatan itu Bupati Gede Dana secara pribadi menyerahkan bantuan kompor. Selimut, sembako dan uang santunan kepada para keluarga korban bencana.

Pihaknya menghimbau kepada masyarakat utamanya yang tinggal di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca ekstrim dengan curah hujan yang tinggi yang terjadi saat ini dan beberapa hari kedepan.

Di Banjar Abian Tihing, Desa Jungutran, Kecamatan Bebandem, seorang warga terpaksa dievakuasi Tim SAR jarena mengalami luka-kuka setelah diterjang banjir, sementara di wilayah tersebut belasan rumah terendam banjir dan beberapa diantaranya mengalami kerusakan dan warga harus mengungsi di Balai Banjar. (MT – 001)

Wakil Bupati Artha Dipa Tinjau Jalan Amblas dan Tanah Longsor di Dusun Pangleg Jungutan

Amlapura, MatahariTimur – Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa didampingi Kadis PUPR Weda Semara dan Camat Bebandem I Gusti Ngurah Wiranata tinjau jalan amblas penghubung Desa Yeh Kori dengan Desa Bebandem, bencana amblasnya jalan tersebut dikarenakan situasi curah hujan yang cukup deras yang terjadi di Kabupaten Karangasem, Snin (17/10/2022) di Dusun Pangleg, Perbekelan Jungutan.

Selain meninjau jalan amlas, Wakil Bupati Artha Dipa juga meninjau bencana tanah longsor yang menyebabkan kerusakan rumah warga. Dampak yang diakibatkan akibat longsor tanah setinggi kurang lebih 30 meter tersebut yaitu rusaknya beberapa pelinggih, ruang kamar mandi, bak penampungan air serta 3 buah speda motor pemilik atas nama I Made Duduk.

Wakil Bupati Karangasem dalam peninjauaanya mengatakan bahwa dirinya mengetahui kejadian ini melalui media sosial seperti Facebook, ,”saya selalu pantau melalui media sosial dan juga dari keluhan warga, sehingga saya mengetahui ada bencana di beberapa titik di Karangasem,” tegasnya

Artha Dipa memerintahkan kepada dinas terkait seperti PUPR dan BPBD supaya secara tepat tanggap dalam penyelesaian bencana ini sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti semula. Diterangkan olehnya bahwa Pemerintah akan sigap dan mengambil langkah langkah dalam penanganan ini,”pemerintah akan mengambil langkah yang konkrit, seperti langsung meninjau di beberapa tmpat terdampak dan merapatkan sehingga bisa menentukan langkah, sehingga ini tidak berlarut larut,”Tegasnya

Dilanjutkan oleh Wakil Bupati bahwa Camat, Kepala Desa dan jajaran harus sigap membuat laporan dengan data yang pasti ketika terjadi bencana bencana alam, sehingga pemerintah juga bisa secara cepat mengambil sikap. Wakil Bupati Artha Dipa juga memberikan suport kepada masyarakat terdampak,”kepada masyarakat yang terdampak saya harapkan tidak larut dalam kesedihan, pemerintah pastinya akan memberikan yang terbaik bagi masyarakatnya,”imbuh Artha Dipa.

Terkait bencana alam tersebut Kepala dinas PUPR Weda Semara mengatakan bahwa PUPR bersama BPBD akan segera turun kelapangan melakukan pengecekan data ,”setelah data terkumpul, kami akan merapatkan dengan instansi terkait, sehingga penanganan bisa lebih cepat dan akurat,”ucapnya

Dirinya juga mengatakan akan mencarikan solusi terkait jalan yang amblas sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitasnya,”kmungkinan kita akan membuatkan jalan alternatif sehingga jalan bisa dilewati, dan masyarajat visa beraktivitas seperti semula”imbuhnya ( MT – 001)