26.5 C
Bali
1 November 2026
Beranda blog Halaman 42

Kapolda Bali Kunjungi Puskesmas Tampaksiring

0

Gianyar, MatahariTimur – Kapolda Bali Irjen Pol Drs Putu Jayan Danu Putra Msi melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Jumat (30/7/2021). Orang nomor satu di jajaran Polda Bali ini mengunjungi Puskesmas Tampaksiring I untuk melakukan koordinasi terkait penanganan Covid-19.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Bali Irjen P Putu Jayan Danu Putra didampingi Kapolres Gianyar AKBP I Made Bayu Sutha Sartana ,SIK ,MH, Dandim 1616/Gianyar Letkol Inf Hendra Cipta, serta Pejabat Utama Polres Gianyar.

“Kunjungan kami ke Puskesmas Tampaksiring I ini untuk mengetahui secara langsung makanisme terkait penanganan tracing covid-19,” ujarnya.

Dikatakan Kapolda bahwa penanganan tracing Covid-19 di Kecamatan Tampaksiring khususnya di Desa Manukaya sudah berjalan dengan baik.

“Tadi kami menanyakan kepada petugas kesehatan di Puskesmas Tampaksiring I dan juga Bhabinkamtibmas serta Bhabinsa terkait kendala yang dialami di lapangan saat melakukam tracing,” katanya

Selain itu, Kapolda Bali juga menyerahkan bantuan sembako kepada Nakes di Puskesmas Tampaksiring I

“Kita juga serahkan Bantuan sembako sebagi bentuk apresiasi kepada Nakes yang selama ini bergulat dengan Covid-19” pungkasnya.(MT -001)

Tim Opsnal Polsek Abiansemal Bekuk Seorang Sopir Travel,

0

Badung, MatahariTimur – Akibat dampak dari Pandemi Covid-19, banyaknya sopir travel kehilangan pekerjaan. Seperti dialami Komang Suarna (47) beralamat di Denpasar Utara ini, ia menganggur karena virus Corona. Ironisnya Suarna saat ini ditahan di Polsek Abiansemal karena terlibat kasus pencurian pada hari pada Jumat, (9/7) pukul 17.30 Wita.

Kapolsek Abiansemal Kompol Ruli Agus Susanto, SH, MH mengatakan, kasus pencurian itu terjadi di Warung Jopin, Banjar Telanga, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung dengan Korban, Luh Eka Sartika (27) (HP saat di-charger).

“Modusnya, pelaku pura-pura pesan capcay. Padahal tujuannya mencuri barang berharga di TKP,” Kompol Agus Susanto.

Saat korban membuat capcay yang dipesan oleh pelaku, diam-diam HP tersebut diambil. Setelah itu pelaku meninggalkan TKP dengan alasan membeli pulsa. Pelaku mengaku akan kembali mengambil pesanannya tersebut.

“Tapi pelaku tidak kembali dan saat itu korban curiga. Dia mengecek HP miliknya dan ternyata hilang. Korban langsung melapor ke Polsek Abiansemal,” imbuhnya.

Setelah menerima laporan kejadian itu, Kanitreskrim Polsek Abiansemal Iptu I Wayan Widastra, SH dan Panit Opsnal Ipda Dewa Astawa bersama timnya mendatangi TKP. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelakunya ternyata Suarna. Selanjutnya pada Kamis (29/7) pukul 15.30 Wita, pelaku ditangkap di restoran cepat saji di Jakan Jalan Gatot Subroto, Denpasar.

Pelaku mengaku mengambil HP tersebut lalu dijual dan uangnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu pelaku mengaku tidak bekerja alias pengangguran,” tegasnya. Jumat, (MT -001)

Ny Putri Koster Berbagi Pengalaman dengan Pengurus Dekranasda dari Berbagai Daerah

0

Denpasar, MatahariTimur – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster berbagi pengalaman terkait usahanya membangkitkan semangat pelaku IKM/UMKM yang terpuruk karena terdampak pandemi Covid-19. Pengalaman itu dibagikannya kepada peserta rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan pameran online yang difasilitasi Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Jumat (30/7/2021). Hadir secara virtual dari ruang kerjanya di Gedung Jayasabha, Ny Putri Koster didampingi Ketua Harian Dekranasda Bali I Wayan Jarta.

Berbagi pengalaman dengan pengurus Dekranasda sejumlah provinsi yang terhubung secara virtual, Ny Putri Koster menyampaikan salah satu terobosan yang cukup efektif yaitu gelaran IKM Bali Bangkit di Taman Budaya Provinsi Bali. Sayangnya, imbuh Purti Koster, untuk sementara waktu kegiatan pameran secara offline ditiadakan karena status PPKM terkait pencegahan penularan Covid-19. Namun, pihaknya tetap memanfaatkan media online dalam membantu pemasaran produk IKM/UMKM. “Kami di Bali punya platform e-market place lokal yaitu balimall.id dan sangat membantu kami dalam memasarkan produk para perajin secara online,” ucapnya.

Masih dalam uraiannya, ia menyebut Bali mendapat berkah di tengah pandemi dengan terpilihnya kain endek menjadi bahan busana Christian Dior. Penggunaan endek oleh rumah mode tersohor itu, menurutnya, menjadi pemantik semangat perajin tenun yang mengalami kelesuan di tengah pandemi. Perajin juga makin bergairah karena meningkatnya permintaan kain tenun tradisional sejalan dengan pemberlakuan SE Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Penggunan Kain Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali setiap hari Selasa. Ditambahkan olehnya, sasaran SE ini ditekankan kepada kalangan ASN dan para pegawai yang pendapatannya tidak begitu terpengaruh dampak Covid-19. “Itu strategi yang kami tempuh agar para penenun bisa tetap tersenyum,” imbuh wanita yang dikenal memiliki multitalenta ini.

Staf Ahli Dekranas Hesti Indah Kresnarini yang memimpin jalannya rakor virtual ini, memuji sejumlah langkah yang ditempuh Bali dalam upaya menjaga nyala semangat pelaku IKM/UMKM. Ia berharap, pengalaman yang dibagikan Ny Putri Koster bisa menyemangati jajaran pengurus Dekranasda di daerah lain. Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya endek sebagai bahan busana Christian Dior.

Terkait dengan pameran online yang akan dilaksanakan secara estafet mulai bulan Agustus, Dekranas membagi peserta dalam lima grup. Bali masuk di grup 5 bersama Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Utara, Papua, Kalimantan Utara dan Jambi. Pameran untuk grup 5 akan dilaksanakan dari 29 November hingga 18 Desember 2021 mendatang. Dalam penyelenggaraan pameran online ini, Dekranas bekerja sama dengan dua marketplace nasional yaitu Tokopedia dan Ladara. Hesti menyebut, pameran online di platform digital nasional merupakan sebuah keberuntungan bagi pelaku IKM/UMKM daerah. Oleh sebab itu, ia berharap Dekranasda memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk membantu pemasaran produk IKM/UMKM yang menjadi binaan mereka.(MT – 001)

Sekda Dewa Indra Berharap Riset Kebencanaan Hasilkan Kajian Bermanfaat

0

Denpasar, MatahariTimur – Riset kebencanaan melibatkan 49 peneliti yang dilaksanakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diharapkan menghasilkan masukan bagi pemerintah pusat dan daerah berkaitan dengan mitigasi bencana. Harapan itu diutarakan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam arahannya pada Kickoff Meeting Riset Kebencanaan Tahun 2021 yang digelar secara daring, Kamis (29/7/2021).

Sekda Dewa Indra yang mengikuti pertemuan dari Ruang Vidcon Kantor Gubernur Bali menyambut baik program yang melibatkan para peneliti dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia khususnya Bali ini. Ia berharap, hasil riset itu nantinya bisa menjadi policy brief bagi pemerintah, khususnya dalam merancang kebijakan terkait mitigasi dan penanganan bencana. Selain itu, menurut pandangan Dewa Indra, riset menjadi bagian penting dalam upaya penguatan data dan informasi.

Pada kesempatan itu, birokrat yang pernah menjabat sebagai Kalaksa BPBD Bali ini juga menyampaikan terima kasih kepada BNPB karena memberi perhatian serius pada upaya penguatan sistem da membangun ketangguhan Bali dalam menghadapi bencana. Masih dalam arahannya, Dewa Indra yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali ini mengingatkan para peneliti agar menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama melaksanakan penelitian mulai Agustus hingga Oktober 2021 mendatang. Pesan ini disampaikan Dewa Indra mengingat trend perkembangan pandemi Covid-19 hingga saat ini belum bisa diprediksi kapan akan benar-benar melandai.

Sementara itu, Plh. Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Agus Wibowo menyampaikan bahwa program ini dimaksudkan untuk mendorong peran aktif para akademisi dalam memecahkan persoalan penanganan kebencanaan, khususnya pandemi Covid-19. Riset kebencanaan melibatkan 49 akademisi dari 23 perguruan tinggi dan terbanyak dari Bali.

“Sebagaimana yang kita ketahui, Bali adalah daerah yang mengalami dampak paling parah akibat pademi Covid-19. Upaya penanganannya membutuhkan tanggung jawab dan kerjasama dari seluruh elemen,” ucapnya.

Dengan peran aktif berbagai elemen, ia berharap Bali akan segera bebas dari kasus Covid-19 sehingga perekonomiannya bisa segera pulih. Senada dengan Sekda Dewa Indra, ia berharap para peneliti dapat memberi kontribusi sesuai bidang keilmuan masing-masing. Kontribusi berupa hasil penelitian itu nantinya diharapkan menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan strategis.(MT -001

Tim Yustisi Kota Denpasar Rutin Laksanakan Giat Yustisi PPKM Level IV 

0

Denpasar, MatahariTimur – Guna Mencegah Penularan Virus Covid 19, Tim Yustisi Kota Denpasar kembali melaksanakan
Giat Yustisi PPKM Level IV di seputaran Kota Denpasar guna menertibkan para pengendara yang tidak mentaati peraturan protokol kesehatan pada Rabu (28/7) malam.

Kasatpol-PP Kota Denpasar, Dewa Anom Sayoga saat dihubungi mengatakan, Giat Yustisi PPKM Level IV ini tim dibagi dua yakni tim Stationer dan tim Mobile. Pada Yustisi kali ini menertibkan para pengendara yang tidak patuh protokol kesehatan dengan dibina dan diwajibkan putar balik bagi yang tidak memenuhi syarat perjalanan.

“Tim Stationer beroperasi di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung. Kegiatan dilanjutkan di Pos jalan Ahmad Yani,- jalan Antasura  dengan jumlah dibina 1 Orang, Dilanjutkan di Pos Jalan Trenggana – Jalan Trengguli. Dilanjutkan Pos penyekatan Jalan Nangka Utara – Jalan Kemuda kendaraan diwajibkan putar balik 15 Kendaraan. LDilanjutkan di Pos penyekatan Gunung Salak Semua Kendaraan diwajibkan putar balik. Sementara di Pos penyekatan Jalan Gunung Sanghyang semua kendaraan diwajibkan putar balik. Di Pos Jalan Seroja – jalan Kemuda kendaraan diwajibkan putar balik sebanyak 19 Kendaraan. Serta Pos Jalan Gatsu Barat Jumlah pelanggar yang dibina sebanyak 1 Orang dan kendaraan diwajibkan putar balik sebanyak 4 Kendaraan,” ujar Dewa Sayoga.

Lebih lanjut di katakan, untuk Tim Mobile yakni Tim Induk Cakra 5 dengan melaksanakan kegiatan patroli pengawasan giat PPKM Level IV bergerak dari Mako Satpol PP Kota Denpasar menuju Lapangan Puputan Badung, Jl. PB. Sudirman, Jl. Diponegoro, Jl. Cokroaminoto, Jl. Gatot Subroto, Areal Taman Kota Lumintang Jl. Gajah Mada.

Pada kegiatan ini ditertibkan 1 Orang Pengamen di TL. Simpang Jl. Cokroaminoto, 1 orang pengamen ini dibawa ke Kantor satpol PP Kota Denpasar untuk dibina. Dan membina 2 orang PKL di Jl. PB.Sudirman untuk tetap mentaati pelaksanaan PPKM. (MT – 001).

Pantau Pembangunan Jembatan, Bupati Dana: Sangat Vital untuk Akses Jalur Evakuasi Erupsi Gunung

0

Karangasem, MatahariTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana kembali turun memantau progres pembangunan beberapa infrastruktur di Kabupaten Karangasem. Setelah sebelumnya melihat langsung proses pembangunan Jembatan Subagan, kali ini Bupati Gede Dana mengecek tiga titik pembangunan jembatan dan jalan dengan didampingi Tim Pelaksana Dinas PUPR Kabupaten Karangasem, Rabu (28/7/2021).

“Saya sengaja menggunakan mobil ‘double cabin’ milik Satpol PP, mengingat kondisi jalan yang rusak dan medan yang cukup berat,” ujar Bupati Dana saat sampai di lokasi pengecekan pertama yaitu pembangunan Jembatan Tukad Butus Ruas Jalan Budakeling-Tanah Aron.

Bupati menambahkan, “Pembangunan Jembatan ini sangat vital, karena merupakan akses jalur evakuasi erupsi Gunung Agung dan sekaligus jalur perekonomian masyarakat sekitar”.

Berlatar belakang pada tahun 2017 lalu, lanjut Bupati Karangasem, ketika terjadi erupsi Gunung Agung sehingga warga menjadi panik dan gelombang pengungsian warga pun tidak terelakkan. Dengan demikian, diharapkan semoga kejadian kepanikan ini tidak terjadi lagi di Karangasem. “Bencana alam tentu tidak bisa diprediksi, namun dengan insfrastruktur yang memadai, akan mengurangi kekhawatiran warga jika terjadi sesuatu dan mereka harus mengungsi. Namun tentu diharapkan tidak ada bahaya erupsi lagi di Karangasem,” harap Bupati Dana.

Menurut Gede Dana, proyek pembangunan  jembatan ini bernilai 3,8 miliar yang bersumber dari APBD Tahun 2021, dengan panjang jembatan 30 Meter dan Lebar 8,5 Meter. (MT – 001)

Masifkan Pelaksanaan Tracing, Kodam IX/Udayana Gelar Pelatihan Petugas Swab Covid-19

0

Denpasar, MatahariTimur – Masih tingginya peningkatan sebaran Covid-19 dan berbagai upaya penangananpun juga terus dilakukan. Dimana salah satu upaya penanganan untuk meminimalisir meluasnya penyebaran, Kodam IX/Udayana bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan tracing secara masif sebagai upaya untuk memotong mata rantai penyebaran Covid-19.

Agar dalam pelaksanaan tracing dapat berjalan sesuai yang diharapkan, pada Rabu (28/7/2021) diikuti para Dandim, Dandenkesyah, para Prajurit Kodam IX/Udayana yang disiapkan untuk menjadi tenaga tracer bersama para perwakilan tenaga kesehatan dari Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di wilayah Bali, NTB dan NTT melaksanakan kegiatan pelatihan petugas swab Covid-19 melalui Vidcon di tempat kerja masing-masing yang dipimpin oleh Asops Kasdam IX/Udayana bersama Kakesdam IX/Udayana.

Mengawali acara, Asops Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Lalu Habibburrahim W, S.I.P., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan Vidcon ini terkait dengan pelatihan petugas swab dalam rangka mendukung kegiatan PPKM Level 4 yang dilaksanakan di wilayah Kodam IX/Udayana.

“Kegiatan pelatihan petugas swab ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan sekaligus pengetahuan personel di Jajaran Kodam IX/Udayana khususnya. Selain itu dengan meningkatnya kasus terkonfirmasi Covid-19 di wilayah Kodam IX/Udayana, kita juga akan melaksanakan kegiatan tracing secara masif termasuk juga kegiatan-kegiatan yang mendukung pemutusan mata rantai Covid-19” Katanya.

“Pada kesempatan ini juga, saya tekankan kepada personel Kodam IX/Udayana khususnya untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Karena dengan itu, diharapkan tingkat positif Covid-19 bisa ditekan. Disamping itu, kita juga sangat berharap pelaksanaan isolasi secara terpusat untuk lebih ditingkatkan” jelasnya.

Selanjutnya, Kakesdam IX/Udayana Kolonel Ckm dr. I Made Mardika, SPPD, MARS, FINASIM, menyampaikan bahwa tujuan kita melaksanakan kegiatan ini adalah untuk pencerahan atau pelatihan petugas swab dalam rangka 3 T (Testing, Tracing dan Treatment).

Selaku Kakesdam IX/Udayana bersama Staf dari Rumah Sakit Tk. II Udayana yaitu Mayor Ckm dr. Heri Herlambang, SpPK., akan mengajak dan memberikan pelajaran bagaimana cara melakukan Swab.

“Pada kesempatan ini kita akan melaksanakan sharing kepada petugas pengambilan sampel PCR. Dimana dalam pemeriksaan yang paling utama adalah pengambilan sampel PCR tersebut. Dalam pengambilan sampel PCR ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu pengambilan harus sesuai prosedur yang benar sehingga didapat hasil yang sebenarnya, kemudian bagaimana penyimpanan dan pengiriman sampel tersebut” jelas Mayor Ckm dr. Heri Herlambang, SpPK.

Di jelaskan juga tentang hal-hal yang harus diperhatikan yaitu Viral Transport Media (VTM) sangat sensitif terhadap suhu sehingga harus diperhatikan suhu saat melakukan swab di outdoor, selalu menaruh VTM yang sudah mengandung sampel di dalam cool box dan pastikan cool box selalu dalam keadaan tertutup, serta cara mengambil specimen yang baik akan menentukan validasi sampel dan menentukan penanganan pasien selanjutnya. ( MT -001)

Pemprov Bali Terima Bantuan 50.000 Masker Dari BNBP RI

0

Denpasar, MatahariTimur – Terkait masih masuknya Bali pada level 4 dalam penerapan PPKM maka Pemerintah Pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Nasional RI menyerahkan bantuan 50.000 masker non medis 3 lapis kepada Provinsi Bali.

Bantuan tersebut secara langsung diterima oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali Made Rentin bertempat di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali-Denpasar pada Rabu (28/7).

Dalam kesempatan tersebut, Rentin menyampaikan terimakasih atas perhatian dari Pemerintah Pusat kepada masyarakat Bali. Ia menyatakan bahwa berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri bahwa di Bali sendiri terdapat 3 Kabupaten yanb berada pada level 3 dan 6 Kabupaten yang berada pada level 4.

Namun berdasarkan asas kebersamaan dan hal tersebut telah dituangkan dalam SE Gubernur, maka seluruh Kabupaten di Bali menerapkan PPKM level 4 untuk itu bantuan masker tersebut akan didistribusikan keseluruh Kabupaten/Kota di Bali melalui Satgas di masing-masing Kabupaten.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, karena memakai masker merupakan salah satu prioritas dalam pencegahan penularan virus covid-19.

“Saya juga menyampaikan bahwa kondisi Bali saat ini kasus covid-19 masih fluktuatif, terkait hal tersebut berbagai upaya penanganan telah dilakukan baik dari penambahan BOR, ketersediaan obat-obatan, pelayanan kesehatan termasuk oksigen liquid yang saat ini terjadi kelangkaan untuk itu kami minta agar pemerintah pusat dapat membantu Bai dalam mencukupi ketersediaan oksigen tersebut “, pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB RI Johny Sumbung, mengatakan bahwa pemakaian masker memang menjadi perhatian yang sangat utama, untuk itu pemerintah mengupayakan bantuan masker untuk masyarakat Indonesia. Untuk itu, ia berharap para satgas di Kab/Kota dapat mendistribusikan masker tersebur secara merata, sehingga masyarakat khususnya lapisan bawah dapat tersentuh semuanya.

Selanjutnya, Johny Sumbung mengatakan bahwa selain penyerahan bantuan masker, pihaknya juga akan langsung terjun ke Kabupaten/Kota untuk melakukan Monev terhadap posko penanganan covid-19 sehingga, pihaknya dapat mengatahui kondisi riil yang terjadi dilapangan. (MT – 001)

Pastikan Perekonomian dan Protokol Kesehatan Berjalan, Kapolri Gelar Posko PPKM di Pasar.

0

JAKARTA, MatahariTimur – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk membentuk posko PPKM di pasar-pasar rakyat. Hal itu bertujuan guna memastikan perekonomian masyarakat tetap berjalan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).

Dalam perpanjangan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021, Pemerintah melakukan pelonggaran terhadap pusat perekonomian masyarakat. Diantaranya adalah, pasar rakyat diperbolehkan beroperasi namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Seluruh jajaran membentuk Posko PPKM di pasar untuk antisipasi pelonggaran ekonomi kerakyatan,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Mantan Kapolda Banten itu menekankan, posko PPKM di pasar tersebut nantinya akan bertugas untuk memastikan pedagang maupun pengunjung telah menerapkan standar protokol kesehatan yang sesuai dengan penanganan Pandemi Covid-19.

Posko itu nantinya, kata Sigit, harus menerapkan One Gate System untuk membatasi kapasitas pengunjung. Lalu, melakukan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk.

“Menyiapkan lokasi cuci tangan, membagikan masker, pengaturan jaga jarak antar-pedagang serta melakukan random check swab antigen,” ujar Sigit.

Tak hanya itu, Sigit menyatakan bahwa, dalam posko PPKM di pasar tersebut, disiapkan pula vaksinasi mobile dalam rangka percepatan pembentukan Herd Immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

Posko PPKM di pasar itu nantinya juga menyiapkan bantuan sosial (bansos) PPKM Level 4 dari Pemerintah kepada masyatakat yang paling terdampak perekonomiannya.

Penerapan Posko PPKM di pasar, Sigit meminta kepada jajarannya untuk bersinergi dan berkomunikasi dengan seluruh pihak terkait dalam pelaksanaannya.

“Pemberdayaan koordinator pengawas disiplin prokes dengan melibatkan petugas keamanan atau paguyuban pelaku usaha,” ucap Sigit.

Diketahui, pembentukan posko PPKM pasar ini mulai aktif pada kemarin hari. Hingga saat ini tercatat, sudah ada 9.213 posko di seluruh Indonesia. Jumlah itu berasal dari unsur TNI, Polri dan relawan.(MT – 001)

Posko PPKM Mikro di Daerah Ujung Tombak Pengendalian COVID-19

0

KLATEN, MatahariTimur – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito meninjau pelaksanaan tugas Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (28/7). Adapun peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan pelaksanaan PPKM Mikro di daerah itu berjalan secara optimal.

Dalam sambutan dan arahannya, Ganip mengatakan bahwa Posko PPKM Mikro di daerah adalah garda terdepan dan ujung tombak pengendalian COVID-19. Sebab, implementasi tugas dan fungsi posko tersebut lebih bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Karena posko PPKM di desa atau kelurahan ini adalah garda terdepan, adalah ujung tombak di dalam kita mengendalikan COVID-19 ini,” ujar Ganip.

Dalam hal ini, Ganip juga menjelaskan bahwa COVID-19 yang disebabkan virus SARS-CoV-2 atau corona jenis baru itu dibawa dan ditularkan oleh manusia ke manusia. Dia juga mengatakan bahwa sampai saat ini tidak ada manusia yang kebal terhadap COVID-19.

“Jadi penyebaran COVID-19 itu disebabkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2 yang pembawanya itu adalah manusia. Tidak ada manusia yang kebal terhadap COVID-19,” jelas Ganip.

Pada kesempatan tersebut, Ganip juga mengingatkan kembali beberapa tugas dan fungsi posko PPKM Mikro yang harus dijalankan guna menjamin masyarakat terhindar dari paparan virus corona.

Adapun fungsi yang pertama Posko PPKM Mikro menurut Ganip adalah pencegahan. Melalui tugas tersebut, masyarakat harus memiliki edukasi dan pemahaman tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten sebagai upaya pencegahan.

Oleh karena itu, Ganip meminta semua komponen yang bertugas di dalam Posko PPKM Mikro agar dapat memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat secara menyeluruh.

“Bagaimana supaya kita terhindar dari paparan virus ini, maka ini menjadi tugas dari posko PPKM di desa/kelurahan. Karena di situ ada fungsi pencegahan. Fungsi itu untuk mengedukasi, memberi sosialisasi, memberitahu, memberi pengetahuan kepada masyarakat untuk berdisiplin menerapkan protokol kesehatan,” tutur Ganip.

Dalam hal ini, Ganip juga menegaskan kembali bahwa selama pandemi COVID-19 maka penggunaan masker menjadi kewajiban seluruh masyarakat. Kendati mungkin edukasi ke masyarakat tidak mudah, namun Ganip tetap memberikan semangat optimis kepada seluruh komponen yang bertugas di posko PPKM Mikro, karena protokol kesehatan juga merupakan arahan langsung dari Presiden RI Joko Widodo.

“Memang _dimongke_ gampang, Pak. Tapi masker ini menjadi proteksi utama bagi seseorang terhadap paparan COVID-19. Oleh karena itu, Presiden juga mengajak kita semua wajib menggunakan masker. Tolong ini penegakannya dapat dilakukan,” jelasnya.

Tugas dan fungsi yang kedua adalah pembinaan. Dalam hal ini, Ganip meminta agar seluruh komponen yang bertugas juga tak segan untuk memberikan pembinaan bagi masyarakat yang belum melaksanakan protokol kesehatan. Namun tentunya, dia berharap agar pembinaan tersebut dilakukan dengan cara-cara yang manusiawi sehingga ajakan untuk disiplin protokol kesehatan dapat diterima dan diikuti.

“Pembinaan itu menegakkan aturan terhadap prokes,” jelas Ganip.

Kemudian tugas yang berikutnya adalah mendorong pelaksanaan 3T atau _tracing_, _tracking_ dan _treatment_ bagi masyarakat yang kontak erat dari yang terpapar COVID-19. Melalui 3T, maka penanganan masyarakat yang terpapar dapat lebih optimal dan penyebaran virus juga dapat dikontrol dari penelusuran kontak erat.”Tugas PPKM Mikro ini juga melaksanakan tugas 3T,” kata Ganip.

Selanjutnya yang terakhir, Posko PPKM Mikro juga harus mampu mendorong masyarakat untuk bersedia melaksanakan vaksinasi, agar kekebalan kelompok atau _herd immunity_ dapat tercapai. Sehingga dengan vaksinasi tersebut, maka seseorang lebih memiliki perlindungan dan pertahanan diri dari COVID-19.

“Tugas PPKM Mikro nanti harus bisa memberikan dorongan kepada masyarakat melaksanakan vaksinasi,” jelas Ganip.

Dalam kesempatan tersebut, Ganip Warsito yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu juga menyerahkan dukungan untuk optimalisasi Posko PPKM Mikro di Desa Kemudo.Adapun dukungan tersebut adalah 4.000 masker, 1.000 sabun cuci tangan dan 10 ribu butir vitamin.

Dalam hal ini, Ganip menitipkan pesan agar bantuan tersebut diberikan kepada kelompok rentan dan belum sakit, agar imunitas lebih terjaga dan terlindungi dari paparan COVID-19.

“Nanti tolong dibagi ini untuk orang yang rentan dan belum sakit. Untuk menjaga supaya imunitasnya bagus, protokol kesehatannya juga bagus,” pungkas Ganip.(MT -001)