25.9 C
Bali
29 Juli 2026
Beranda blog Halaman 41

Tim Yustisi Kota Denpasar Rutin Laksanakan Giat Yustisi PPKM Level IV 

0

Denpasar, MatahariTimur – Guna Mencegah Penularan Virus Covid 19, Tim Yustisi Kota Denpasar kembali melaksanakan
Giat Yustisi PPKM Level IV di seputaran Kota Denpasar guna menertibkan para pengendara yang tidak mentaati peraturan protokol kesehatan pada Rabu (28/7) malam.

Kasatpol-PP Kota Denpasar, Dewa Anom Sayoga saat dihubungi mengatakan, Giat Yustisi PPKM Level IV ini tim dibagi dua yakni tim Stationer dan tim Mobile. Pada Yustisi kali ini menertibkan para pengendara yang tidak patuh protokol kesehatan dengan dibina dan diwajibkan putar balik bagi yang tidak memenuhi syarat perjalanan.

“Tim Stationer beroperasi di Lapangan Puputan Badung, I Gusti Ngurah Made Agung. Kegiatan dilanjutkan di Pos jalan Ahmad Yani,- jalan Antasura  dengan jumlah dibina 1 Orang, Dilanjutkan di Pos Jalan Trenggana – Jalan Trengguli. Dilanjutkan Pos penyekatan Jalan Nangka Utara – Jalan Kemuda kendaraan diwajibkan putar balik 15 Kendaraan. LDilanjutkan di Pos penyekatan Gunung Salak Semua Kendaraan diwajibkan putar balik. Sementara di Pos penyekatan Jalan Gunung Sanghyang semua kendaraan diwajibkan putar balik. Di Pos Jalan Seroja – jalan Kemuda kendaraan diwajibkan putar balik sebanyak 19 Kendaraan. Serta Pos Jalan Gatsu Barat Jumlah pelanggar yang dibina sebanyak 1 Orang dan kendaraan diwajibkan putar balik sebanyak 4 Kendaraan,” ujar Dewa Sayoga.

Lebih lanjut di katakan, untuk Tim Mobile yakni Tim Induk Cakra 5 dengan melaksanakan kegiatan patroli pengawasan giat PPKM Level IV bergerak dari Mako Satpol PP Kota Denpasar menuju Lapangan Puputan Badung, Jl. PB. Sudirman, Jl. Diponegoro, Jl. Cokroaminoto, Jl. Gatot Subroto, Areal Taman Kota Lumintang Jl. Gajah Mada.

Pada kegiatan ini ditertibkan 1 Orang Pengamen di TL. Simpang Jl. Cokroaminoto, 1 orang pengamen ini dibawa ke Kantor satpol PP Kota Denpasar untuk dibina. Dan membina 2 orang PKL di Jl. PB.Sudirman untuk tetap mentaati pelaksanaan PPKM. (MT – 001).

Pantau Pembangunan Jembatan, Bupati Dana: Sangat Vital untuk Akses Jalur Evakuasi Erupsi Gunung

0

Karangasem, MatahariTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana kembali turun memantau progres pembangunan beberapa infrastruktur di Kabupaten Karangasem. Setelah sebelumnya melihat langsung proses pembangunan Jembatan Subagan, kali ini Bupati Gede Dana mengecek tiga titik pembangunan jembatan dan jalan dengan didampingi Tim Pelaksana Dinas PUPR Kabupaten Karangasem, Rabu (28/7/2021).

“Saya sengaja menggunakan mobil ‘double cabin’ milik Satpol PP, mengingat kondisi jalan yang rusak dan medan yang cukup berat,” ujar Bupati Dana saat sampai di lokasi pengecekan pertama yaitu pembangunan Jembatan Tukad Butus Ruas Jalan Budakeling-Tanah Aron.

Bupati menambahkan, “Pembangunan Jembatan ini sangat vital, karena merupakan akses jalur evakuasi erupsi Gunung Agung dan sekaligus jalur perekonomian masyarakat sekitar”.

Berlatar belakang pada tahun 2017 lalu, lanjut Bupati Karangasem, ketika terjadi erupsi Gunung Agung sehingga warga menjadi panik dan gelombang pengungsian warga pun tidak terelakkan. Dengan demikian, diharapkan semoga kejadian kepanikan ini tidak terjadi lagi di Karangasem. “Bencana alam tentu tidak bisa diprediksi, namun dengan insfrastruktur yang memadai, akan mengurangi kekhawatiran warga jika terjadi sesuatu dan mereka harus mengungsi. Namun tentu diharapkan tidak ada bahaya erupsi lagi di Karangasem,” harap Bupati Dana.

Menurut Gede Dana, proyek pembangunan  jembatan ini bernilai 3,8 miliar yang bersumber dari APBD Tahun 2021, dengan panjang jembatan 30 Meter dan Lebar 8,5 Meter. (MT – 001)

Masifkan Pelaksanaan Tracing, Kodam IX/Udayana Gelar Pelatihan Petugas Swab Covid-19

0

Denpasar, MatahariTimur – Masih tingginya peningkatan sebaran Covid-19 dan berbagai upaya penangananpun juga terus dilakukan. Dimana salah satu upaya penanganan untuk meminimalisir meluasnya penyebaran, Kodam IX/Udayana bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan tracing secara masif sebagai upaya untuk memotong mata rantai penyebaran Covid-19.

Agar dalam pelaksanaan tracing dapat berjalan sesuai yang diharapkan, pada Rabu (28/7/2021) diikuti para Dandim, Dandenkesyah, para Prajurit Kodam IX/Udayana yang disiapkan untuk menjadi tenaga tracer bersama para perwakilan tenaga kesehatan dari Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di wilayah Bali, NTB dan NTT melaksanakan kegiatan pelatihan petugas swab Covid-19 melalui Vidcon di tempat kerja masing-masing yang dipimpin oleh Asops Kasdam IX/Udayana bersama Kakesdam IX/Udayana.

Mengawali acara, Asops Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Lalu Habibburrahim W, S.I.P., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan Vidcon ini terkait dengan pelatihan petugas swab dalam rangka mendukung kegiatan PPKM Level 4 yang dilaksanakan di wilayah Kodam IX/Udayana.

“Kegiatan pelatihan petugas swab ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan sekaligus pengetahuan personel di Jajaran Kodam IX/Udayana khususnya. Selain itu dengan meningkatnya kasus terkonfirmasi Covid-19 di wilayah Kodam IX/Udayana, kita juga akan melaksanakan kegiatan tracing secara masif termasuk juga kegiatan-kegiatan yang mendukung pemutusan mata rantai Covid-19” Katanya.

“Pada kesempatan ini juga, saya tekankan kepada personel Kodam IX/Udayana khususnya untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Karena dengan itu, diharapkan tingkat positif Covid-19 bisa ditekan. Disamping itu, kita juga sangat berharap pelaksanaan isolasi secara terpusat untuk lebih ditingkatkan” jelasnya.

Selanjutnya, Kakesdam IX/Udayana Kolonel Ckm dr. I Made Mardika, SPPD, MARS, FINASIM, menyampaikan bahwa tujuan kita melaksanakan kegiatan ini adalah untuk pencerahan atau pelatihan petugas swab dalam rangka 3 T (Testing, Tracing dan Treatment).

Selaku Kakesdam IX/Udayana bersama Staf dari Rumah Sakit Tk. II Udayana yaitu Mayor Ckm dr. Heri Herlambang, SpPK., akan mengajak dan memberikan pelajaran bagaimana cara melakukan Swab.

“Pada kesempatan ini kita akan melaksanakan sharing kepada petugas pengambilan sampel PCR. Dimana dalam pemeriksaan yang paling utama adalah pengambilan sampel PCR tersebut. Dalam pengambilan sampel PCR ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu pengambilan harus sesuai prosedur yang benar sehingga didapat hasil yang sebenarnya, kemudian bagaimana penyimpanan dan pengiriman sampel tersebut” jelas Mayor Ckm dr. Heri Herlambang, SpPK.

Di jelaskan juga tentang hal-hal yang harus diperhatikan yaitu Viral Transport Media (VTM) sangat sensitif terhadap suhu sehingga harus diperhatikan suhu saat melakukan swab di outdoor, selalu menaruh VTM yang sudah mengandung sampel di dalam cool box dan pastikan cool box selalu dalam keadaan tertutup, serta cara mengambil specimen yang baik akan menentukan validasi sampel dan menentukan penanganan pasien selanjutnya. ( MT -001)

Pemprov Bali Terima Bantuan 50.000 Masker Dari BNBP RI

0

Denpasar, MatahariTimur – Terkait masih masuknya Bali pada level 4 dalam penerapan PPKM maka Pemerintah Pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Nasional RI menyerahkan bantuan 50.000 masker non medis 3 lapis kepada Provinsi Bali.

Bantuan tersebut secara langsung diterima oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali Made Rentin bertempat di Posko Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali-Denpasar pada Rabu (28/7).

Dalam kesempatan tersebut, Rentin menyampaikan terimakasih atas perhatian dari Pemerintah Pusat kepada masyarakat Bali. Ia menyatakan bahwa berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri bahwa di Bali sendiri terdapat 3 Kabupaten yanb berada pada level 3 dan 6 Kabupaten yang berada pada level 4.

Namun berdasarkan asas kebersamaan dan hal tersebut telah dituangkan dalam SE Gubernur, maka seluruh Kabupaten di Bali menerapkan PPKM level 4 untuk itu bantuan masker tersebut akan didistribusikan keseluruh Kabupaten/Kota di Bali melalui Satgas di masing-masing Kabupaten.

Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, karena memakai masker merupakan salah satu prioritas dalam pencegahan penularan virus covid-19.

“Saya juga menyampaikan bahwa kondisi Bali saat ini kasus covid-19 masih fluktuatif, terkait hal tersebut berbagai upaya penanganan telah dilakukan baik dari penambahan BOR, ketersediaan obat-obatan, pelayanan kesehatan termasuk oksigen liquid yang saat ini terjadi kelangkaan untuk itu kami minta agar pemerintah pusat dapat membantu Bai dalam mencukupi ketersediaan oksigen tersebut “, pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Perencanaan Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB RI Johny Sumbung, mengatakan bahwa pemakaian masker memang menjadi perhatian yang sangat utama, untuk itu pemerintah mengupayakan bantuan masker untuk masyarakat Indonesia. Untuk itu, ia berharap para satgas di Kab/Kota dapat mendistribusikan masker tersebur secara merata, sehingga masyarakat khususnya lapisan bawah dapat tersentuh semuanya.

Selanjutnya, Johny Sumbung mengatakan bahwa selain penyerahan bantuan masker, pihaknya juga akan langsung terjun ke Kabupaten/Kota untuk melakukan Monev terhadap posko penanganan covid-19 sehingga, pihaknya dapat mengatahui kondisi riil yang terjadi dilapangan. (MT – 001)

Pastikan Perekonomian dan Protokol Kesehatan Berjalan, Kapolri Gelar Posko PPKM di Pasar.

0

JAKARTA, MatahariTimur – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk membentuk posko PPKM di pasar-pasar rakyat. Hal itu bertujuan guna memastikan perekonomian masyarakat tetap berjalan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).

Dalam perpanjangan PPKM Level 4 hingga 2 Agustus 2021, Pemerintah melakukan pelonggaran terhadap pusat perekonomian masyarakat. Diantaranya adalah, pasar rakyat diperbolehkan beroperasi namun dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Seluruh jajaran membentuk Posko PPKM di pasar untuk antisipasi pelonggaran ekonomi kerakyatan,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Mantan Kapolda Banten itu menekankan, posko PPKM di pasar tersebut nantinya akan bertugas untuk memastikan pedagang maupun pengunjung telah menerapkan standar protokol kesehatan yang sesuai dengan penanganan Pandemi Covid-19.

Posko itu nantinya, kata Sigit, harus menerapkan One Gate System untuk membatasi kapasitas pengunjung. Lalu, melakukan pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk.

“Menyiapkan lokasi cuci tangan, membagikan masker, pengaturan jaga jarak antar-pedagang serta melakukan random check swab antigen,” ujar Sigit.

Tak hanya itu, Sigit menyatakan bahwa, dalam posko PPKM di pasar tersebut, disiapkan pula vaksinasi mobile dalam rangka percepatan pembentukan Herd Immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

Posko PPKM di pasar itu nantinya juga menyiapkan bantuan sosial (bansos) PPKM Level 4 dari Pemerintah kepada masyatakat yang paling terdampak perekonomiannya.

Penerapan Posko PPKM di pasar, Sigit meminta kepada jajarannya untuk bersinergi dan berkomunikasi dengan seluruh pihak terkait dalam pelaksanaannya.

“Pemberdayaan koordinator pengawas disiplin prokes dengan melibatkan petugas keamanan atau paguyuban pelaku usaha,” ucap Sigit.

Diketahui, pembentukan posko PPKM pasar ini mulai aktif pada kemarin hari. Hingga saat ini tercatat, sudah ada 9.213 posko di seluruh Indonesia. Jumlah itu berasal dari unsur TNI, Polri dan relawan.(MT – 001)

Posko PPKM Mikro di Daerah Ujung Tombak Pengendalian COVID-19

0

KLATEN, MatahariTimur – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Ganip Warsito meninjau pelaksanaan tugas Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rabu (28/7). Adapun peninjauan tersebut dilakukan guna memastikan pelaksanaan PPKM Mikro di daerah itu berjalan secara optimal.

Dalam sambutan dan arahannya, Ganip mengatakan bahwa Posko PPKM Mikro di daerah adalah garda terdepan dan ujung tombak pengendalian COVID-19. Sebab, implementasi tugas dan fungsi posko tersebut lebih bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Karena posko PPKM di desa atau kelurahan ini adalah garda terdepan, adalah ujung tombak di dalam kita mengendalikan COVID-19 ini,” ujar Ganip.

Dalam hal ini, Ganip juga menjelaskan bahwa COVID-19 yang disebabkan virus SARS-CoV-2 atau corona jenis baru itu dibawa dan ditularkan oleh manusia ke manusia. Dia juga mengatakan bahwa sampai saat ini tidak ada manusia yang kebal terhadap COVID-19.

“Jadi penyebaran COVID-19 itu disebabkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2 yang pembawanya itu adalah manusia. Tidak ada manusia yang kebal terhadap COVID-19,” jelas Ganip.

Pada kesempatan tersebut, Ganip juga mengingatkan kembali beberapa tugas dan fungsi posko PPKM Mikro yang harus dijalankan guna menjamin masyarakat terhindar dari paparan virus corona.

Adapun fungsi yang pertama Posko PPKM Mikro menurut Ganip adalah pencegahan. Melalui tugas tersebut, masyarakat harus memiliki edukasi dan pemahaman tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan konsisten sebagai upaya pencegahan.

Oleh karena itu, Ganip meminta semua komponen yang bertugas di dalam Posko PPKM Mikro agar dapat memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat secara menyeluruh.

“Bagaimana supaya kita terhindar dari paparan virus ini, maka ini menjadi tugas dari posko PPKM di desa/kelurahan. Karena di situ ada fungsi pencegahan. Fungsi itu untuk mengedukasi, memberi sosialisasi, memberitahu, memberi pengetahuan kepada masyarakat untuk berdisiplin menerapkan protokol kesehatan,” tutur Ganip.

Dalam hal ini, Ganip juga menegaskan kembali bahwa selama pandemi COVID-19 maka penggunaan masker menjadi kewajiban seluruh masyarakat. Kendati mungkin edukasi ke masyarakat tidak mudah, namun Ganip tetap memberikan semangat optimis kepada seluruh komponen yang bertugas di posko PPKM Mikro, karena protokol kesehatan juga merupakan arahan langsung dari Presiden RI Joko Widodo.

“Memang _dimongke_ gampang, Pak. Tapi masker ini menjadi proteksi utama bagi seseorang terhadap paparan COVID-19. Oleh karena itu, Presiden juga mengajak kita semua wajib menggunakan masker. Tolong ini penegakannya dapat dilakukan,” jelasnya.

Tugas dan fungsi yang kedua adalah pembinaan. Dalam hal ini, Ganip meminta agar seluruh komponen yang bertugas juga tak segan untuk memberikan pembinaan bagi masyarakat yang belum melaksanakan protokol kesehatan. Namun tentunya, dia berharap agar pembinaan tersebut dilakukan dengan cara-cara yang manusiawi sehingga ajakan untuk disiplin protokol kesehatan dapat diterima dan diikuti.

“Pembinaan itu menegakkan aturan terhadap prokes,” jelas Ganip.

Kemudian tugas yang berikutnya adalah mendorong pelaksanaan 3T atau _tracing_, _tracking_ dan _treatment_ bagi masyarakat yang kontak erat dari yang terpapar COVID-19. Melalui 3T, maka penanganan masyarakat yang terpapar dapat lebih optimal dan penyebaran virus juga dapat dikontrol dari penelusuran kontak erat.”Tugas PPKM Mikro ini juga melaksanakan tugas 3T,” kata Ganip.

Selanjutnya yang terakhir, Posko PPKM Mikro juga harus mampu mendorong masyarakat untuk bersedia melaksanakan vaksinasi, agar kekebalan kelompok atau _herd immunity_ dapat tercapai. Sehingga dengan vaksinasi tersebut, maka seseorang lebih memiliki perlindungan dan pertahanan diri dari COVID-19.

“Tugas PPKM Mikro nanti harus bisa memberikan dorongan kepada masyarakat melaksanakan vaksinasi,” jelas Ganip.

Dalam kesempatan tersebut, Ganip Warsito yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu juga menyerahkan dukungan untuk optimalisasi Posko PPKM Mikro di Desa Kemudo.Adapun dukungan tersebut adalah 4.000 masker, 1.000 sabun cuci tangan dan 10 ribu butir vitamin.

Dalam hal ini, Ganip menitipkan pesan agar bantuan tersebut diberikan kepada kelompok rentan dan belum sakit, agar imunitas lebih terjaga dan terlindungi dari paparan COVID-19.

“Nanti tolong dibagi ini untuk orang yang rentan dan belum sakit. Untuk menjaga supaya imunitasnya bagus, protokol kesehatannya juga bagus,” pungkas Ganip.(MT -001)

Ringankan Beban Masyarakat di Masa Pandemi, Kodam IX/ Udayana Distribusikan 50 Ton Beras.

0

Denpasar, MatahariTimur – Kodam IX/Udayana secara terbuka mempersilahkan bagi para donatur yang ingin menyalurkan donasi untuk didistribusikan kepada masyarakat guna membantu meringankan beban di tengah masa pandemi Covid-19 dan PPKM yang membatasi kegiatan mobilitas masyarakat.

Terkait hal tersebut, Kodam IX/Udayana bersinergi bersama Shopee Indonesia menggelar kegiatan sosial kemanusiaan bertajuk Peduli Covid-19 dengan melaksanakan penyerahan bantuan sembako yang ditandai dengan acara pemberangkatan pendistribusian oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., di Makodam IX/Udayana, Denpasar, pada Jumat (23/7/2021).

“Hari ini kita akan melepas pendistribusian bantuan sembako berupa beras yang diberikan oleh Shopee sebanyak 50 Ton beras. Seperti yang telah kita ketahui juga bahwa kemarin di Korem juga telah mendistribusikan bantuan dari Pemerintah sebanyak 150 Ton. Jadi yang saat ini adalah dukungan tambahan bantuan yang sebetulnya sudah ada dari Pemerintah,” ungkap Pangdam.

Dikarenakan bantuan sembako cukup banyak, Pangdam mengatakan bahwa kali ini pihaknya mendistribusikan bantuan sembako tersebut secara random kepada masyarakat. Adapun sasarannya yaitu dibagikan kepada masyarakat menengah ke bawah, seperti ojek online, pedagang kaki lima, tukang parkir maupun tuna wisma yang dijumpai di sepanjang rute yang dilalui.

“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini bisa sedikit membantu masyarakat untuk dapat bertahan. Karena, jika kita tidak bersama-sama bergotong-royong, maka kita tidak akan pernah bisa melalui Pandemi ini dengan baik. Jadi kita semua harus kompak dan saya yakin kita pasti bisa melalui ini dengan baik kalau kita kompak,” ucap Pangdam.

Selanjutnya, Pangdam juga menyebutkan bahwa sebenarnya di Indonesia mempunyai kultur yang sangat luar biasa. Pangdam merasa sangat yakin bahwa warga Indonesia yang baik tidak akan membiarkan tetangganya kelaparan selama masih ada beras untuk diberikan.

“Dengan dasar pemikiran itulah, kita terus mencari cara dan akan selalu berupaya dengan maksimal agar bagaimana caranya bantuan-bantuan yang disalurkan kepada Kodam IX/Udayana ini bisa didistribusikan dan tersebar sesuai sasaran dengan baik,” tegas Pangdam.

Sebelumnya, Aslog Kasdam IX/Udayana Kolonel Cpl Simon Petrus Kamlasi selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa pendistribusian beras dilaksanakan secara mobile, yang mana satu orang akan mendapatkan 1 paket berupa 5 Kg beras dan setiap harinya menyasar sebanyak 2.000 orang, serta menggerakkan 5 unit kendaran dengan masing-masing membawa 200 paket.

“Beras yang akan didistribusikan ini sebanyak 50 Ton dengan sasaran sebanyak 10.000 orang di wilayah Provinsi Bali dan dilaksanakan selama 5 hari dengan 2.000 orang perharinya. Untuk mekanisme pelaksanaannya, perhari akan dibagi menjadi 2 gelombang pemberangkatan dengan pertimbangan waktu aktivitas ramai masyarakat yaitu sekitar pukul 08.00 sampai dengan 10.00 Wita dan pukul 14.00 sampai dengan 18.00 Wita,” demikian jelas Aslog. (MT -001)

 

Cegah Penyebaran Covid- 19, Polres Klungkung Bagikan Multivitamin Kepada Masyarakat

0

Klungkung, MatahariTimur – Untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan menjaga stamina agar tubuh tetap sehat, Polres Klungkung membagikan multivitamin kepada warga yang membutuhkan saat pandemi Covid-19, pada Jumat (23/7).

Kapolres Klungkung AKBP I Made Dhanuardana,S.I.K.,M.H.,  mengatakan pembagian multivitamin ini kepada warga dilakukan di wilayah Kecamatan klungkung tepatnya di Lingkungan Pande Besang Kangin sebagai bentuk peduli kepada masyarakat dalam memutus penyebaran Virus Covid-19.

“Pembagian multivitamin ini bertujuan untuk mencegah penyebaran dan menjaga kesehatan/menjaga stamina masyarakat agar terhindar dari Virus Covid-19,” Ucap Kapolres

Selain membagikan multivitamin personel yang membagikan multivitamin juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk pentingnya menjaga imun tubuh saat  pandemi Covid-19 ini dengan cara mengkonsumsi vitamin yang cukup, agar tubuh kita selalu fit serta selalu menerapkan protokol kesehatan supaya terhindar dari Virus Covid-19. Imbuhnya.( MT – 001)

 

Serahkan Ribuan Bantuan kepada para KPM, Bupati Dana : Jangan Sampai Salah Sasaran.

0

Karangasem, MatahariTimur – Dengan Semangat Fokus, Tulus dan Lurus, Bupati Karangasem I Gede Dana terus berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat Karangasem, khususnya kepada warga yang kurang mampu di tengah pandemi Covid-19 walaupun dalam situasi

Pada Rabu (21/7), didampingi Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, bertempat di Wantilan Kantor Bupati Karangasem Gede Dana menyerahkan sebanyak 51.427 bantuan kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM.

“Kami terus berupaya memberikan yang terbaik kepada masyarakat Karangasem. Kali ini bantuan yang kami serahkan berupa Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunia (BST) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang jumlahnya mencapai 51.427,” ujar Bupati Dana.

Bupati Dana menjelaskan, 51.427 bantuan yang akan disebarkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) rinciannya adalah 18.350 untuk PKH, 6.576 untuk BST dan 26.501 untuk BPNT.

“Saya ingin semuanya bisa tersebar rata di delapan kecamatan yang ada di Kabupaten Karangasem. Selain itu, saya juga minta kepada Dinas Sosial Kabupaten Karangasem agar mendata masyarakat secara benar,” tegas Bupati Dana.

Hal tersebut dilakukan agar masyarakat yang menerima bantuan tersebut adalah yang benar-benar berhak dan tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Ini merupakan upaya pemerintah dalam meringankan beban masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dengan harapan yang menerima bantuan ini tentunya tepat sasaran, jangan sampai dobel, dan jangan sampai salah sasaran,” kata Bupati Dana.

Selain itu, Bupati Dana juga meminta kepada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan agar bersabar, karena Pemkab Karangasem pasti akan berusaha memberikan yang terbaik, dan juga mengajak masyarakat yang mampu dalam situasi seperti ini ikut memberi kepada yang kurang mampu.

Perlu untuk diketahui bantuan yang akan disebar adalah untuk BPNT di Kecamatan Abang sebanyak 6.113, Bebandem 3.134, Kubu 4.538, Manggis 1.392, Rendang 1.154, Selat 2.260, Sidemen 1.659 dan Kecamatan Karangasem 6.140.

BST di Kecamatan Abang 1.125, Bebandem 640, Kubu 935, Manggis 610, Rendang 344, Selat 919, Sidemen 446 dan Kecamatan Karangasem 1.626.

PKH di Kecamatan Abang 3.932, Bebandem 2.125, Kubu 3.500, Manggis 1.156, Rendang 807, Selat 1.369, Sidemen 1.208 dan Kecamatan Karangasem 4.253. (MT -001)

Korem 163 Wira Satya Bersama Jajaran Salurkan Bantuan Sembako Bagi Masyarakat Terdampak

0

Denpasar, MatahariTimur – Memasuki masa perpanjangan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang sudah disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo hingga tanggal 25 Juli 2021 mendatang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kembali mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 11 Tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  Level 3 (tiga), guna menghadapi COVID-19 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru.

Guna memastikan kelancaran pelaksanaan PPKM Level 3 tersebut di masyarakat, Jajaran TNI AD Kodam IX/Udayana melalui Korem 163/Wira Satya bersama Kodim Jajaran mulai menyalurkan bantuan non tunai atau bantuan Sembako kepada masyarakat di Bali yang terdampak akibat Pandemi COVID-19.

Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., memimpin kegiatan penyaluran dan pelepasan bantuan Sembako tersebut bertempat Makodim 1611/Badung, Rabu (21/07/2021).

Kegiatan penyaluran bantuan Sembako di Makodim 1611/Badung nantinya diberikan untuk masyarakat terdampak di wilayah Badung dan Kota Denpasar melalui Koramil Jajaran Kodim 1611/Badung yaitu oleh Para Babinsa dan Bhabinkamtibmas Polsek setempat.

Penyerahan bantuan Sembako tersebut juga disaksikan oleh Wakapolda Bali, Brigjen Pol I Ketut Suardana dan Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, serta Perwakilan Kajari Denpasar.

Pada kesempatan tersebut Komandan Korem (Danrem) 163/Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., mengatakan, bantuan ini nantinya akan diserahkan langsung kepada masyarakat yang berhak menerima dan sangat terdampak dari kebijakan PPKM Darurat yang saat ini disebut PPKM Level 3 yang menjadi keputusan terbaru oleh pemerintah.

“Ada sekitar 150 ton beras dan 18.000 liter minyak goreng yang akan didistribusikan kepada masyarakat Bali sampai dengan tanggal 3 Agustus 2021 mendatang”, jelas Jenderal Bintang Satu tersebut.

Sedangkan untuk tahap pertama hari ini (21/07) pihaknya menyerahkan 5 ton beras dan ribuan liter minyak goreng, untuk diserahkan kepada masyarakat dalam menghadapi pemberlakuan PPKM Level 3 kali ini.

“Dengan adanya kebijakan PPKM lanjutan kali ini, pasti mempunyai konsekuensi yang cukup berat untuk masyarakat. Terutama untuk Bali yang kontraksinya sudah di angka 10 dan ini sangat berat lebih tinggi dari angka nasional. Menghadapi hal tersebut, tentunya pemerintah tidak tinggal diam, sehingga kegiatan hari ini (21/07/2021) kita akan melaksanakan pembagian Sembako yang akan kita laksanakan sampai tanggal 3 Agustus 2021″, ujar Danrem.

Selanjutnya, dalam pendistribusian bantuan Sembako di wilayah Badung dan Denpasar, secara khusus, Komandan Kodim (Dandim) 1611/Badung, Kolonel Inf I Made Alit Yudana menuturkan, yang menjadi sasaran kali ini adalah masyarakat Badung dan Denpasar yang benar-benar sangat terdampak oleh kebijakan PPKM ini, sehingga nanti pendistribusiannya akan langsung dilakukan oleh Babinsa yang ada di setiap Koramil Jajaran Kodim 1611/Badung.

“Sasarannya tentu, masyarakat yang sangat-sangat membutuhkan, di luar yang sudah mendapatkan BLT dari pemerintah. Seperti pedagang kaki lima, kemudian pedagang asongan, yang mereka sangat terdampak akibat kebijakan ini. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, bisa benar-benar membantu masyarakat,” ungkap Dandim Made Alit.

Selain itu, mendukung kegiatan yang dilakukan oleh jajaran TNI AD tersebut, Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menambahkan, ada sedikit kelonggaran yang diberikan pemerintah dalam pelaksanaan PPKM Level 3 kali ini, yang tadinya pedagang hanya boleh berjualan hingga jam 20.00 Wita, di kebijakan yang baru diberikan kelonggaran hingga jam 21.00 Wita Pihaknya juga sangat mengapresiasi pemberian bantuan yang diberikan, agar kedepannya masyarakat tetap dapat mematuhi imbauan yang ada untuk tetap di rumah dalam pelaksanaan PPKM lanjutan kali ini.

“Kami tetap mengikuti arahan Gubernur. Sambil menunggu keputusan lebih lanjut tanggal 25 Juli 2021, jadi kita akan mendistribusikan bantuan Sembako ini langsung ke masyarakat”, tutup Walikota IGN Jaya Negara.(MT-001)