25.9 C
Bali
30 Juli 2026
Beranda blog Halaman 18

Dari Akar Ranting Sampai Jajaran DPC PDI Perjuangan Karangasem Solid Dukung Wayan Koster Dua Periode Jadi Gubernur Bali

0

Amlapura, MatahariTimur – Gelora dukungan terhadap Wayan Koster agar menduduki posisi sebagai pemimpin Bali 1 atau Gubernur Bali selama dua periode, terus membahana di berbagai daerah di Pulau Dewata. Termasuk di wilayah Bumi Lahar Karangasem.

“Kader-kader dan simpatisan partai PDI Perjuangan Karangasem dari akar rumput, anak ranting, ranting, PAC, sampai ke DPC totalitas dan solid mendukung Wayan Koster menjadi Bali 1 dua periode,” kata Gede Dana selaku Ketua DPC PDIP Karangasem Gede Dana, pada Rabu (22/12/2022) saat ditemui di Kantor Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem.

Gede Dana melanjutkan, pihaknya tidak bisa membendung usulan kader-kader partai terkait dukungan terhadap Wayan Koster, kendati perhelatan pesta politik masih jauh pada tahun 2024 mendatang. Dukungan ini diberikan mengingat sejumlah langkah gemilang Wayan Koster telah terbukti dalam membangun Bali sekala niskala.

“Pak Koster itu mampu membawa kebaikan untuk Bali, di mana banyak anggaran pusat yang dibawa ke Bali. Seperti, Pura Besakih ditata dengan maksimal. Pusat Kebudayaan Bali juga dibangun dengan dengan baik, yang letaknya dekat perbatasan Klungkung-Karangasem. Kemudian pelabuhan segitiga emas Klungkung menyamai seperti di Singapura,” kata Gede Dana yang juga menjabat sebagai Bupati Karangasem.

Pria kelahiran Datah ini menyatakan, prestasi lain dari Wayan Koster adalah pembangunan tol dan shortcut. Selain itu, Wayan Koster juga tidak mengabaikan pembangunan seni budaya, sehingga ada Perda khusus yang mengatur regulasi adat, seni, serta budaya di Bali. “Arak juga malah kini menjadi bergaung di dunia berkat Pak Koster, dikarenakan setiap ada tamu yang merupakan duta asing, tidak lupa Pak Koster memperkenalkan arak Bali yang tidak kalah mutunya dengan produk minuman luar negeri seperti sake di Jepang,” ujar Gede Dana antusias.

Produk Bali lain yang tidak kalah mendunia adalah kain tradisional endek yang kini menembus pasar dunia, di mana saat ini telah terjalin kerja sama dengan rumah mode internasional Christian Dior. “Berbagai prestasi luar biasa dari Pak Wayan Koster inilah yang membuat beliau sangat tepat mendapat dukungan dua periode, karena benar-benar serius membangun Bali dan mempunyai jaringan luas sehingga anggaran pusat mudah turun ke Bali,” katanya mengakhiri pembicaraan.( MT – 001)

Wana Wisata Hutan Pinus Glagalinggah Dibuka Secara Resmi, Gubernur Koster Harap Berguna Bagi Kesejahteraan Masyarakat

0

Kintamani, MatahariTimur – Gubernur Bali Wayan Koster, mendukung penuh pengembangan kawasan hutan yang dikelola untuk menjadi wana wisata guna memunculkan destinasi-destinasi wisata baru berbasiskan perhutanan di Pulau Dewata. “ Kita juga dukung pengembangan inovasi, jasa lingkungan yang tepat guna serta untuk memasarkan produk secara digital marketing sehingga menembus pasar tanpa batas,” kata Gubernur Koster dalam sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Lingkungan HIdup dan Kehutanan Provinsi Bali, I Made Teja dalam peresmian Wana Wisata Hutan Pinus Glagalinggah , pada Selasa ( 20/12) pagi di Amphitheater Wana Wisata Hutan Pinus Glagalinggah Desa Kintamani, Kabupaten Bangli.

Upaya pengelolaan hutan sebagai kawasan wisata tersebut menurut Teja juga merupakan suatu momentum bagi kawasan-kawasan hutan lain di Bali, agar bisa bersemangat pula untuk mengupayakan pengembangan kawasan hutannya. “ Sehingga tidak hanya dijaga kelestariannya tapi juga bisa memberikan manfaat, kesejahteraan bagi masyarakat sekitar,” tandas Teja.

Dilanjutkannya dalam sambutan tersebut Teja juga menekankan kembali pesan Presiden Jokowi, agar hak pengelolaan yang diterima benar-benar dimanfaatkan untuk usaha produktif tanpa mengganggu kelestarian hutan. “ Provinsi Bali saat ini telah menerbitkan 120 SK Kehutanan Sosial yang luasnya kurang lebih 4.300an hektar untuk kemitraan dan hutan adat 971 hektar dan hutan tanaman rakyat 177 hektar HKM 2.124 hektar dan hutan desa 14.400 hektar,” katanya.

Program kehutanan sosial tersebut menurutnya sangat strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerataan ekonomi di sekitar hutan serta mengatasi konflik lahan dan membuka akses lapangan kerja bagi masyarakat. “ Terlebih, dalam visi Gubernur Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali terkandung konsep Wana Kertih yang merupakan upaya untuk melestarikan hutan dan Danu Kerthi yang merupakan kebijakan perlindungan mata air,” tandasnya lagi.

Made Teja juga menekankan, apabila sudah berjalan dengan berkelanjutan dirinya mengharapkan pengelola serta masyarakat sekitar hutan yang memperoleh manfaat tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan mencegah timbulan sampah plastik. Terlebih Gubernur Bali telah mengeluarkan kebijakan berupa Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Sementara itu di kesempatan yang sama Direktur Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jo Kumala Dewi, menggarisbawahi pentingnya pelestarian hutan sebagai warisan untuk generasi mendatang alias generasi penerus bangsa. “ Harus ditekankan bahwa pembangunan berkelanjutan bukan berarti pembangunan terus menerus, habis-habisan, namun pembangunan yang memperhatikan kelestarian alam guna diwariskan pada generasi selanjutnya,” kata Kumala

Kumala juga mengutip pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengajak masyarakat memanfaatkan hutan sosial, hutan adat, dan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) sebagai lahan produktif yang memiliki nilai ekonomi tinggi.“Setiap Saya kira akan banyak sekali komoditas yang bisa dikembangkan. Tidak hanya agroforestry, tetapi juga bisa bisnis ekowisata, seperti yang dikembangkan di Glagalinggah ini,” tandasnya.

Kumala juga menerangkan pemerintah melalui Peraturan menteri (Permen) LHK no 9 tahun 2021 tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial adalah aturan pelaksanaan dari ketentuan Pasal 247 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan. Perhutanan Sosial adalah sistem pengelolaan hutan lestari yang dilaksanakan dalam kawasan hutan negara atau Hutan Hak/Hutan Adat yang dilaksanakan oleh Masyarakat Setempat atau Masyarakat Hukum Adat sebagai pelaku utama untuk meningkatkan kesejahteraannya, keseimbangan lingkungan dan dinamika sosial budaya dalam bentuk Hutan Desa, Hutan Kemasyarakatan, Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat dan kemitraan kehutanan.” Dan Wana Wisata Glagalinggah kami harapkan jadi role model pengelolaan hutan wisata untuk Indonesia kedepannya,” tutur Kumala.

Dalam kesempatan yang sama, Sustainable Development Director Danone Indonesia Karyanto Wibowo menyampaikan bahwa Wana Wisata Hutan Pinus Glagalinggah merupakan kawasan wisata sekaligus wahana edukasi yang bisa menginspirasi banyak orang. Upaya ini juga menginspirasi kami,” katanya.

Upaya tersebut menurut Karyanto, juga menjadi faktor utama bagi Danone Indonesia terutama Aqua MAmbal untuk membantu pengembangan kawasan tersebut dengan memberikan bantuan berupa CSR dan pendampingan pasa pengelola dan masyarakat setempat. “ Ini adalah komitmen kami pula, untuk menjaga kawasan hulu yang merupakan daerah resapan dan sumber air bagi kawasan hilir,” tandasnya.

Wana Wisata Hutan Pinus Glagalinggah sendiri dikelola langsung oleh sekitar 220 KK di desa setempat, dengan konsep yang dirancang untuk tetap melestarikan hutan. Juga didukung dengan kearifan lokal dan konsep Tri Hita Karana.

Hadir pula dalam kesempatan tersbeut, Dirjen Daerah Aliran SUngai dan Rehabilitasi Hutan, Balai PSKL Wilayah Jawa-Bali, Nusra, KPH se-Bali, jajaran Perangkat Daerah Provinsi Bali dan Kabupaten bangli serta warga masyarakat Desa Adat Glagalinggah, ( MT – 001)

Rangkaian HKSN, Disabilitas dan Lansia, Bupati Gede Dana Ajak Masyarakat Tingkatkan Jiwa Sosial dan Rasa Persaudaraan

AMLAPURA, MatahariTimur – Untuk memperingati rangakaian Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang jatuh pada 20 Desember dan Hari Ibu pada 22 Desember 2022, Bupati Karangasem bersama jajaran Pemkab Karangasem menggandeng Kementrian Sosial-RI, Senin (19/12/2022) melaksanakan kegiatan bersih-bersih dan penanaman pohon serta penyerahan 100 paket Sembako kepada warga kurang mampu, penyandang Distbilitas dan Warga Lanjut Usia (Lansia) di Pura Jagat Natha, Amlapura, Karangasem.

Dari Kementrian Sosial-RI dalam hal ini diwakili oleh Direktur Mira Ryati Kurniasih. Dalam kegiatan tersebut diawali dengan penanaman pohon untuk keperluan upacara keagamaan diantaranya Pohon Bunga Cempaka sebanyak 20 pohon dan Bunga Kenanga 10 pohon.

Usai kegiatan bersih-bersih areal pelataran pura, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan tong sampah, sapu, alat pel, ember dari Kementrian Sosial sebelum kemudian dilaksanakan penyerahan bantuan 100 paket Sembako kepada warga kurang mampu, Lansia dan penyandang Disabilitas.

“Kegiatan ini sebagai bagian dari rangakaian hari HKSN hari Disabilitas dan Hari Ibu, selain kegiatan ini ada kegiatan lain juga hingga puncaknya pada peringatan Hari Ibu 22 Desember mendatang,” ucap Bupati Karangasem, I Gede Dana didampingi Direktur dari Kemensos Ri, Mira Ryati Kurniasih.

Untuk mendukung program visi dan misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Karangasem, kata Gede Dana pihaknya mengarahkan seluruh kegiatan peringatan hari besar nasional dengan kegiatan-kegiatan sosial yang menyentuh langsung ke masyarakat, seperti bedah rumah, rehab rumah, perbaikan atau pembangunan innfnrastruktur dan fasilitas sosial bagi masyarakat di pedesaan, utamanya menyasar warga kurang mampu di desa-desa terpencil.

Dengan mengangkat tema, Bangkit Bersama Membangun Bangsa, untuk peringatan HKSN, Hari Ibu, Hari Lansia dan Hari Disabilitas, Bupati Gede Dana berharap rasa kesetiakawanan dan rasa persaudaraan, Paras Paros, Sarpanaya, Salunglung Sabayantake yang menjadi ciri khas masyarakat Bali, bisa makin kuat. Sehingga warga kurang mampu, penyandang Disabilitas, dan Lansia bisa menjadi tanggung jawab bersama, pemerintah, lembaga sosial kemasyarakatan, pengusaha dan warga berada.

“Dengan pemberian bantuan ini, tentu saya harap kegiatan-kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut, mari kita saling membantu, saling berbagi,” tutup Bupati Gede Dana.( MT – 001)

Bupati Gede Dana Buka Kegiatan Bimtek SPIP Melakui Zoom Meeting

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana melalui zoom meeting membuka acara Bimbingan Teknis Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem, Senin (19/12/2022) bertempat di Aula Sabha Widia Praja Disdikpora Karangasem

Dihadiri pula Sekda Kabupaten Karangasem I Ketut Sedana Merta, dalam kesempatan tersebut Bupati I Gede Dana sangat mengapresiasi serta menyambut baik pelaksanaan Bimbingan Teknis terkait SPIP Terintegrasi ini dirinya mengatakan kegiatan ini adalah sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan good governance, clean government dan open government dengan membenahi kinerja dan pengelolaan keuangan di Pemerintah Kabupaten Karangasem.

Bupati lanjut menjelaskan bahwa salah satu Misi Pemerintah Kabupaten Karangasem yaitu Mengembangkan tata kelola pemerintahan yang baik, bebas korupsi serta pelayanan publik yang prima, mendapat respon yang baik dari eksekutif dan legislatif sehingga terjadi peningkatan yang signifikan atas kinerja dan pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten Karangasem yang berbuah penghargaan yaitu opini WTP sebanyak 7 kali berturut-turut yang diberikan oleh BPK terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Ditegaskan bahwa Penerapan SPIP bukan sekedar formalitas untuk memenuhi suatu ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyelenggaraan SPIP dilandasi pada pemikiran bahwa Sistem Pengendalian Intern merupakan sesuatu yang melekat sepanjang kegiatan dan dipengaruhi oleh sumber daya manusia.

Bupati Gede Dana mengakui bahwa Setiap program yang dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah tentunya tidak terlepas dari adanya risiko yang dapat berpengaruh dalam pencapaian tujuan. Oleh sebab itu, upaya implementasi manajemen risiko perlu dikembangkan lebih lanjut, mulai dari proses perencanaan yang merupakan pondasi bagi suatu instansi dalam mengembangkan program dan kegiatan yang lebih besar.

Gede Dana berharap bahwa dengan penyelenggaran SPIP terintegrasi yang baik, Pemerintah Daerah dapat melakukan perbaikan kualitas perencanaan secara berkelanjutan, dapat mengenali dan mengatasi risiko-risiko atas pelaksanaan program dan kegiatan, meminimalisasi risiko terjadinya korupsi/fraud, menggunakan sumber daya secara efisien dan efektif, meningkatkan kualitas pengendalian intern secara berkelanjutan sehingga sasaran- sasaran strategis Pemerintah Daerah dapat segera tercapai.

Mengingat pentingnya SPIP Bupati I Gede Dana menghimbau kepada seluruh organisasi perangkat daerah di lingkungan pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menyelenggarakan SPIP serta menerapkan Manajemen Risiko secara menyeluruh, tidak hanya pada unit kerja terkecil tapi hingga kepada masing-masing individu sehingga dapat menghasilkan efektivitas pelaporan dan kepatuhan di lingkungan Pemerintah Daerah Karangasem.

Sekda Karangasem I Ketut Sedana Mera dalam kesempatan tersebut mengharapkan di tahun 2023 dalam pengolahan SPIP supaya lebih baik lagi, “kita masih di Lv 3, tetapi kapabilitasnya masih 2,” imbuh Sekda.

Sedana Merta juga menegaskan para peserta Bimtek harus serius, ,”mari kita optimal bekerja walaupun di akhir tahun ini sangat banyak ada kesibukan, tetapi pengolahan sistem pengendalian internal pemerintah harus bagus,”ucapnya

Ida Bagus Ketut Suastika Plt Kepala Inspekturat Daerah mengatakan bahwa tujuan Pelaksanaan Bimbingan Teknis SPIP ini adalah untuk Meningkatkan pemahaman Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem dan juga Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang efektif, efisien dan akuntabel.

Dirinya melaporkan bahwa Peserta Bimbingan Teknis Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terintegrasi terdiri dari Sekretaris dan Pejabat Fungsional Perencana/Kasubag UK/staf yang membidangi SPIP di Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem.( MT – 001)

Raih Predikat WBBM dari Kemenpan RB, RS Mata Bali Mandara Makin Giat Genjot Inovasi Pelayanan

0

DENPASAR, MatahariTimur – Rumah Sakit Mata Bali Mandara telah berhasil meraih Predikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dari Kementrian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Penganugerahan ini diberikan pada tanggal 6 Desember 2022 dalam acara Penganugerahan Bersama Pelayanan Publik dan Reformasi Birokrasi diselenggarakan secara hybrid di Hotel Bidakara Jakarta. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Direktur RS Mata Bali Mandara Provinsi Bali dr. Ni Made Yuniti,MM secara daring.

Menurut, dr. Made Yuniti kepada awak media bahwa dalam penganugerahan tersebut, terdapat 209 instansi pemerintah yang mengusulkan 1061 unit kerja untuk Pembangunan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM. Dari 1061 unit kerja tersebut 102 berhasil mendapat predikat Menuju WBK dan 17 unit kerja mendapat predikat Menuju WBBM termasuk RS Mata Bali Mandara. Predikat WBBM ini semakin menyempurnakan Pembangunan Zona Integritas setelah tahun 2019 RS Mata Bali Mandara telah meraih predikat menuju WBK.

“Diraihnya predikat WBBM pada tahun 2022 tidak lepas dari usaha dan kerja keras seluruh pihak yang diawali dengan niat untuk melakukan pembangunan Zona Integritas sejak tahun 2016. Berbagai usaha kami lakukan mulai dari perbaikan tata kelola dan menciptakan inovasi-inovasi yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dan pegawai,” ujar dr. Yuniti sapaan akrab nya.

Lebih lanjut, disampaikan juga bahwa Predikat WBBM ini semakin menguatkan insan hospitalia di RS Mata Bali Mandara untuk mewujudkan birokrasi yang lebih sederhana, lincah dan cepat serta birokrasi berorientasi hasil.
Sehingga semakin memacu seluruh pihak di Rumah Sakit untuk semakin berbenah, menciptakan inovasi baru dan masyarakat semakin nyaman dalam menerima pelayanan rumah sakit.

Ditegaskan, dr. Yuniti bahwa salah satu dari inovasi yang menjadi unggulan RS Mata Bali Mandara adalah sistem pendaftaran mandiri (KIOSK), sistem ini membuat pasien tidak perlu mengantri di loket pendaftaran karena pasien dapat melakukan pendaftaran di anjungan pendaftaran mandiri dengan menscan kartu berobat dan memilih dokter yang akan dikunjungi. Hal ini menyebabkan waktu tunggu pasien di loket pendaftaran menjadi berkurang secara signifikan serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelayanan publik.

Guna memudahkan pelayanan RSMBM telah mengimplementasikan smart hospital yang terdiri dari digitalisasi layanan, manajemen dan juga digitalisasi pengawasan yang terintegrasi. Digitalisasi pelayanan dilakukan mulai dari pendaftaran online, e-rekam medis, e-resep, dan e-payment. Digitalisasi manajemen antara lain adalah SIPETASAN, yang digunakan untuk sistem keuangan di RS Mata Bali Mandara. Untuk proses pengawasan dan pengendalian, RS Mata Bali Mandara melakukan digitalisasi berupa SIPRIMA yang berfungsi untuk proses manajemen risiko, SI EDIS CETAR untuk proses SPJ, SISMADAK untuk pemantauan indikator mutu serta SIKEDOK dan SIKIPER yang digunakan untuk evaluasi kinerja dokter dan perawat. Guna pengendalian infeksi RS Mata Bali Mandara telah menerapkan sistem SINOPPI. Sistem tersebut akan terus dikembangkan oleh pihak Rumah Sakit sehingga menjadi sistem informasi dengan tingkat maturitas terus meningkat.

Saat ini RSMBM mengembangan pelayanan VIP dan Lasik yang bersinergi dengan Travel Medicine. Usaha ini diharapkan rumah sakit semakin dipercaya di lingkup lokal namun juga menjadi pilihan pelayanan kesehatan mata di tingkat nasional dan internasional.

“Seiring dengan predikat WBBM maka harapan masyarakat bahwa RS Mata Bali Mandara akan memberikan kepastian layanan dan pelayanan yang cepat. Sehingga insan hospitalia akan semakin giat berinovasi sehingga terciptanya pandangan masyarakat bahwa berobat ke RS Mata Bali Mandara adalah berobat ke rumah sakit pemerintah tapi pelayanan yang mereka dapatkan bagaikan berkunjung ke rumah sakit swasta,” pungkasnya. ( MT -001 )

Maknai Tumpek Wariga Bupati Karangasem Tanam Pohon di Pura Bhur Buah Swah

Amlapura, MatahariTimur – Perayaan tumpek wariga dilakukan oleh umat hindu setiap enam bulan sekali, ( 210 hari ) yaitu setiap hari saniscara keliwon wuku wariga, tumpek wariga sering disebut tumpek pengatag, tumpek pengarah, atau tumpek bubuh, tepat 25 hari sebelum Hari Raya Galungan.

Pemujaan pada Tumpek Uduh adalah persembahan kepada manifestasi Tuhan sebagai Dewa Sangkara penguasa Tumbuh-tumbuhan. Momentum ini sangat baik untuk manusia begitu pentingnya tanaman dan alam dalam arti yang sangat luas, sehingga menjadi harmoni dalam kehidupan ini.
Disebut juga Tumpek Bubuh, karena saat itu dihaturkan bubur sumsum yang terbuat dari tepung. Disebut Tumpek Pangatag, karena mantra yang digunakan untuk mengupacarai tumbuhan disertai dengan prosesi ngatag, menggetok-getok batang tumbuhan yang diupacarai.

Pada hari ini Sabtu, 10 Desember 2022 bertempat di Pura Bhur Bhwah Swah di desa adat Seraya, desa Seraya Tengah Kecamatan Karangasem Kabupaten Karangasem dipergunakan sebagai tempat kegiatan perayaan rahina Tumpek Wariga di Kabupaten Karangasem.

Berdasarkan instruksi Gubernur Bali no 6 Tahun 2022 tentang perayaan tumpek Wariga dengan upacara wana kerthi sebagai pelaksanaan tata titi kehidupan masyarakat Bali berdasarkan nilai nilai kearifan lokal sat kerthi dalam Bali era baru, dilaksanakan secara niskala dan kegiatan secara sekala. Kegiatan sekala perayaan Tumpek Wariga dalam tatanan kehidupan masyarakat bali melalui kearifan lokal sat kerthi loka bali, telah dilaksanakan penanaman bibit pohon kelapa, pohon pinang, pohon nagasari dan jenis tanaman untuk kelengkapan upacara keagamaan serangkaian perayaan hari / rahinan Tumpek Wariga/Uduh/Bubuh/Pengatag.

Kegiatan ini diikuti langsung oleh Bupati Karangasem I Gede Dana, S.Pd.,M.Si didampingi Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, dan Ketua DPRD I Wayan Suastika serta , perwakilan dari Forkompimda, Sekda Karangasem beserta jajaran Kepala Perangkat Daerah, Camat, Kepala Desa, keliang banjar dinas dan masyarakat desa adat Seraya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem Ir. I Ketut Sedana Merta, ST.,MT bertindak selaku ketua panitia penyelenggara perayaan hari Tumpek Wariga di Kabupaten Karangasem melaporkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah sebagai bentuk penghormatan umat manusia kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa atas anugrah terkait alam semesta yang telah memberikan kesejahteraan kepada umat manusia.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Pelaksanaan perayaan Tumpek Wariga ini merupakan wujud pelaksanaan ajaran Tri Hita Karana tiga hubungan harmonis penyebab kebahagiaan), yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, hubungan harmonis antara manusia dengan manusia serta terutama hubungan harmonis manusia dengan alam (tumbuh-tumbuhan) Makna terpenting dari perayaan Tumpek Wariga adalah rasa terima kasih yang sangat dalam terhadap kekayaan alam yang melimpah ruah. Semua puja dan puji dilantunkan para pendeta, pemangku atau pemimpin upacara penuh dengan intisari terima kasih terhadap alam.

Kegiatan perayaan hari Tumpek Wariga kali ini di Kabupaten Karangasem di tandai dengan ngaturang banten Pengatag oleh Bupati Karangasem yang selanjutnya di lakukan acara sembahyang bersama di pelataran pura Bhur Buah Swah oleh semua pemedek yang hadir.
Sementara itu Bupati Karangasem I Gede Dana, SPd., M.Si, dalam arahannya mengajak Seluruh masyarakat untuk lebih serius dalam mentransformasikan spirit nilai Tumpek Wariga tersebut.Esensi dari perayaan tumpek Wariga adalah ungkapan rasa sukur kehadapan Ida Hyang Widi wasa, atas anugrah dan kerta wara nugrahanya telah melimpahkan kesuburan alam semesta, sehingga semua tumbuhan dapat hidup dengan subur, berbunga dan berbuah yang berguna bagi manusia dalam mewujudkan kebahagiaan hidup baik jasmani maupun rohani secara harmonis.

“Secara jasmaniah manusia dapat menghirup oksigen, memanfaatkan akar, batang umbi buah, bunga dan daun dari tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup kita. Sedangkan secara rohaniah, manusia bisa menikmati keindahan alam, kesegaran dan kebugaran, sehingga pikiran manusia cerah dan bersih, bahagia aman dan sentosa” pungkasnya. ( MT – 001 )

Penanggulangan Kebakaran, Bupati Gede Dana Lakukan Kesepakatan Antara Empat Kabupaten

Amlapura, MatahariTimur – Tingkatkan percepatan layanan dan kelancaran penanggulangan kebakaran dan penyelamatan, Bupati Gede Dana melakukan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Karangasem dengan Kabupaten Klungkung, Kabupaten Bangli dan Kabupaten Buleleng yang bertempat di Gedung parkir Manik Mas kawasan Suci Besakih, Kecamatan Rendang, Jumat (2/12/22).

Dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, penandatanganan yang dilaksanakan mengenai Kerjasama Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah dan penandatanganan Perjanjian Kerjasama tentang Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan di Wilayah Berbatasan.

Penanganan kebakaran dan penyelamatan antar 4 Kabupaten yang dinamakan “Agni Lingkar Kubu” tersebut sesuai dengan Undang-Undang 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2018 tentang Kerjasama Daerah, bahwa dapat dilakukan kerjasama antar Daerah dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah untuk kesejahteraan masyarakat dan percepatan pelayanan publik.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Karangasem Gede Dana menyampaikan bahwa kerjasama penanganan kebakaran dan penyelamatan wilayah berbatasan ini, dinisiasi melibatkan Kabupaten berbatasan khususnya Kabupaten Klungkung, Bangli dan Buleleng, oleh karena di wilayah Kabupaten Karangasem terdapat beberapa kawasan, bangunan dan fasilitas umum yang memiliki nilai strategis tidak hanya untuk Karangasem tetapi bagi Provinsi Bali bahkan Nasional.

“Diantaranya Pelabuhan Padangbai yang merupakan pelabuhan regional, Depo Pertamina Manggis dengan cakupan layanan seluruh Bali, Kawasan Hutan Gunung Agung yang merupakan paru-parunya Bali, dan tempat kita berada ini Pura Besakih yang merupakan Pura terbesar warisan leluhur yang saat ini sedang dilakukan penataan oleh Bapak Gubernur dengan nilai kurang lebih 770 milyar,”Ungkap Bupati Gede Dana.

Lebih lanjut Bupati Gede Dana menuturkan hal-hal tersebut merupakan sebuah aset yang harus dipastikan dijaga keamanannya terutama dari bahaya kebakaran. Hal ini karena ke depannya akan ada ribuan kendaraan yang terparkir secara terpusat ke tempat ini. Disisi lain kondisi Kabupaten Karangasem khususnya Dinas Pemadam Kebakaran memiliki armada dan tenaga teknis yang terbatas, dan hanya memiliki 2 pos pemadam kebakaran.

“Untuk itulah dengan potensi dan keterbatasan yang ada kami menginisiasi kerjasama penyelenggaran urusan wajib di Daerah yang berkaitan dengan pelayanan dasar di bidang ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat sub urusan kebakaran melalui penanganan kebakaran dan penyelamatan yang dituangkan dalam bentuk kerjasama yang tidak berorientasi keuntungan tetapi lebih kepada kemanfaatan secara bersama dan universal,”Terang Bupati Gede Dana. ( MT – 001 )

Bupati Karangasem Loncing Pelayanan Rekam Cetak KTP Dan KIA Di Kecamatan Tahun 2022

0

AMLAPURA, MatahariTimur – Dari awal masa kepemimpinan Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wabup I Wayan Artha Dipa, berbagai terobosan dalam hal pelayanan telah dilaksanakan dan langsung tepat sasaran menyentuh ke lapisan masyarakat bawah. Program terobosan yang telah dinikmati masyarakat diantaranya, program unggulan Atma Kerthi, sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 58 Thaun 2021 tentang Pemberian Penghargaan Atas Pengurusan Pencatatan Kematian, dari mulai tanggal 24 Pebruari sampai dengan tanggal 21 Nopember 2022 sudah dimohon sebanyak 1.444 pemohon disamping program-program Inovatif lainnya.

Kamis (24/11/2022) Bupati Karangasem, I Gede Dana melaunching secara resmi Pelayanan Rekam Cetak KTP dan KIA di Kecamatan, Tahun 2022. Ini sesuai apa yang tertuang dalam RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Karangasem dengan Visi Nangun Sat Kethi Loka Bali di Kabupaten Karangasem, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, menuju Karangasem Era Baru yang Pradnyan, Kertha, Shanti dan Nadi (Prakerthi Nadi).

Bupati Gede Dana dalam kesempatan itu menyampaikan, sebelumnya telah diluncurkan enam program inovasi pelayanan administrasi kependudukan, yakni Jana Kerthi, Beladana, Si Dana, Prakerti Yowana, Bhisma Dana dan terakhir Pelayanan Inovasi Administrasi Kependudukan Atma Kerthi.

“Semua inovasi pelayanan administrasi kependudukan tersebut telah di loncing pada tanggal 21 Maret 2022 yang lalu dan pada hari ini saya lengkapi dengan meloncing Pelayanan Cetak Rekam KTP dan KIA di Kecamatan,” ujar Gede Dana.

Artinya pelayanan administrasi kependudukan tidak hanya dilaksanakan di Kabupaten atau di Mall Lelayanan Publik (MPP) namun pelayanan cetak rekam KTP dan KIA sekarang ini sudah bisa dilaksanakan di masing-masing Kecamatan di Karangasem. Pelayanan ini bertujuan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dengan pelayanan Rekam Cetak KTP dan KIA di Kecamatan masyarakat dapat menghemat biaya transport dan waktu yang digunakan untuk datang ke Mall Pelayanan Publik dan kini cukup datang ke Kantor Camat. Pada intinya inovasi-inovasi yang telah dilakukan bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam pengurusan dokumen administrasi kependudukan,” lontarnya.

Launching Pelayanan Rekam Cetak KTP dan KIA di Kecamatan hari ini tidak terlepas dari terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identisa Anak. Secara filosofis pemberian KIA pada anak menunjukan negara hadir memuliakan dan mendorong kemandirian anak serta memberikan perlakuan non diskriminatif bahwa anak memiliki identitasnya sendiri sebagai seorang WNI.

Kegunaan kartu Indentitas Anak atau KIA perlu diketahui para orang tua, hal ini lantaran KIA menjadi identitas resmi bagi anak-anak yang belum dapat KTP. Tak hanya sebagai data penduduk, KIA juga punya banyak manfaat bagi anak salah satunya bisa digunakan untuk keperluan persyaratan mendaftar sekolah, sebagai syarat mengurus perbankan, yaitu ketika anak ingin memiliki tabungan sendiri. KIA juga digunakan sebagai syarat mendaftar BPJS, serta mengurus klaim asuransi.

“Hal ini dalam kasus jika si anak mengalami kecelakaan dan meninggal dunia, KIA adalah alat untuk mengidentifikasi dan juga mengurus klaim kesehatan. Selain itu, KIA digunakan dalam pengurusan imigrasi dan juga untuk mencegah perdagangan anak,” tuntasnya, sembari meminta kepada para Camat, Perbekel/Lurah untuk mendukung pelaksanaan program ini guna Bersama sama memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan saya minta dinas Capil terus melakukan peningkatan dan perbaikan layanan.( MT – 001 )

Bupati Gede Dana Laksanakan Peletakkan Batu Pertama Bantuan Empat Bedah Rumah

0

AMLAPURA, MatahariTimur – Mewujudkan impian dan harapan masyarakat Kabupaten Karangasem berpenghasilan rendah untuk memiliki sebuah rumah layak huni, perlahan namun pasti berhasil diwujudkan oleh Bupati Karangasem, I Gede Dana dengan perjuangan melobi pemerintah pusat, provinsi dan menggandeng BUMN dalam penyaluran CSR untuk bantuan bedah rumah.

Ini menjadi komitmen Bupati Karangasem dalam menuntaskan visi-misi dan program pembangunan Prakerti Nadhi Bupati-Wakil Bupati Karangasem, untuk pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu dan berpenghasilan rendah, diantaranya dengan program bantuan bedah rumah dan rumah bersubsidi.

Rabu (23/11/2022) bertepatan dengan Tilem Sasih Kelima atau bulan kelima dalam penanggalan Umat Hindu Bali, Guntur Umah atu Graha yang merupakan hari baik atau dewasaning ayu untuk membangun atau memindahkan rumah, Bupati Karangasem, I Gede Dana didampingi Sekda Karangasem, yang juga Ketua Korpri Kabupaten Karangasem, I Ketut Sedana Merta, melaksanakan ritual peletakkan batu pertama untuk pembangunan bantuan empat unit bedah rumah bagi warga di tiga lokasi di Karangasem.

Lebih rinci, empat unit bedah rumah tersebut masing-masing, di Kecamatan Selat sebanyak dua unit yang diterima oleh Ni Nengah Siti warga Banjar Dinas Peringsari, Desa Duda Utara dan I Gusti Ngurah Suparta warga Banjar Dinas Santi, Desa Selat, Kecamatan Selat Karangasem. Di Kecamatan Bebandem sebanyak satu unit yang diterima oleh I Wayan Subadra, warga Banjar Dinas Karanganyar, Desa Sibetan, Bebadem, dan satu unit lainnya di Kecamatan Abang yang diterima oleh I Wayan Sudiarsa, warga Banjar Dinas Purwayu, Desa Tribuana, Abang Karangasem.

Bupati Karangasem, I Gede Dana, usai peletakkan batu pertama pembangunan bantuan bedah rumah tersebut menyampaikan jika bantuan bedah rumah tersebut merupakan kolaborasi dari Bank BPD Bali yang menyaliurkan dana CSR sebesar Rp. 25 Juta dan bantuan dari Korpri dalam rangka HUT Korpri senilai Rp. 15 Juta, sehingga total bantuan seluruhnya sebesar Ro. 40 Juta.

“Ini komitmen kami untuk membantu masyarakat kurang mampu di Karangasem yang tinggal di rumah tak layak huni, agar bisa memiliki rumah yang bersih, aman dari sisi kontruksi, nyaman dan layak untuk ditempati,” ujar Bupati Gede Dana.

Sesuai data yang dimilikinya, memang masih banyak warganya yang tinggal di rumah tak layak huni. Untuk itu pihaknya akan terus berjuang agar seluruh masyarakat di Karangasem yang tinggal dirumah tak layak huni bisa mendapatkan bantuan bedah rumah dan atau bantuan rehab rumah.

Belum lama ini, dari perjuangan Bupati Gede Dana bersama Gubernur Bali I Wayan Koster, Pemkab Karangasem mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) National Affordablle Housing Program (NAHP) Tahun Anggaran 2022 dari Pemerintah Pusat senilai 4,7 Milyar.

Tidak hanya itu, untuk mempercepat penuntasan program bantuan bedah rumah sebagai upaya penyediaan rumah yang layak huni, yang sehat, aman dan nyaman untuk warga kurang mampu atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Karangasem, Bupati juga menggandeng BUMN yang memiliki dana CSR dan pihak swasta. Dengan demikian pihaknya optimis warga yang tinggal di rumah tak layak huni sesuai data yang dimilikinya bisa segera entaskan dengan bantuan bedah rumah tersebut.( MT – 001)

Tujuh Kali Raih WTP, Pemkab Karangasem Terima Reward DID Dari Pemerintah Pusat

0

AMLAPURA, MatahariTimur – Prestasi predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang diraih selama tujuh kali berturut-turut oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem, mendapat apresiasi dan perhatian dari Pemerintah Pusat. Atas prestasi WTP Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) selama tujuh kali berturut-turut dari Tahun 2015-2021, Pemerintah Republik Indonesia menganugrahkan penghargaan dalam bentuk sertifikat dan plakat.

Penghargaan tersebut merupakan apresiasi dari Kementerian Keuangan atas terjaganya kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2021. Dimana Plakat diserahkan kepada Pemda yang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama lima kali berturut-turut, tujuh kali hingga sepuluh tahun berturut-turut.

Terjaganya kualitas laporan pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai bukti komitmen para Kepala Daerah dan seluruh pengelola keuangan daerah, dalam menjalankan tata kelola keuangan yang baik. Hal ini berlangsung dalam kondisi tekanan Pandemi Covid-19 di sepanjang tahun 2021.

Pemerintah Kabupaten Karangasem telah mendapat opini WTP tujuh tahun berturut-turut sejak 2015 hingga tahun 2021. Prestasi ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen untuk terus memperbaiki tata kelola dan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang menjadi tanggungjawabnya. Hal ini menunjukkan adanya proses akuntabilitas transaksi keuangan kepada masyarakat, sehingga bisa memunculkan kepercayaan kepada institusi publik terutama Pemerintah Daerah

Perkembangan pelaksanaan APBN tahun 2022 di Kabupaten Karangasem per 31 Oktober 2022 untuk Realisasi belanja negara atas Belanja Pemerintah Pusat mencapai Rp. 206,86 Miliar merupakan 79,48% dari pagu Rp.260,25 Miliar. Realisasi Dana Transfer ke Daerah Kabupaten Karangasem sebesar Rp.940,97 Miliar (85,63%) dari total pagu sebesar Rp.1.098,92 Miliar.

Bupati Karangasem, I Gede Dana Senin (7/11/2022) menyampaikan, walaupun dalam kondisi menghadapi pandemi COVID 19 namun pencatatan dan tata kelola keuangan daerah dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik atau good governance dari tahun ke tahun terus mengalami perbaikan. Sehingga Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Karangasem Tahun 2021 masih mampu mempertahankan kembali opini Wajar Tanpa Pengecualian.

Opini WTP tersebut adalah suatu wujud komitmen pimpinan daerah serta jajarannya dalam pengelolaan keuangan daerah yang semaksimal mungkin, yang sudah dilakukan oleh seluruh stakeholder di dalam rangka untuk selalu mematuhi peraturan dan perundang undangan dengan prinsip menjaga kehati-hatian, dan dalam rangka proses akuntabilitas kepada masyarakat sehingga bisa memunculkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik terutama pemerintah daerah.

“Kami menyadari betul untuk mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian adalah tidak mudah. Hal ini sangat memerlukan kerja keras dan kerja sama kita, baik dijajaran eksekutif maupun dukungan dan kontrol dari lembaga legislatif,” sebut Gede Dana. Selain itu juga komitmen dalam membangun Sistem Pengendalian Intern, bekerja sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku, bekerja dengan prinsip kehati-hatian, menindaklanjuti temuan-temuan hasil audit baik eksternal maupun internal serta melakukan penataan aset-aset Pemerintah Daerah secara bertahap dan berkelanjutan.

Dikatakannya, apresiasi dan reward pemerintah pusat atas opini WTP yang sudah diraih berupa Luncuran Dana Insentif Daerah (DID) sangatlah besar manfaatnya bagi pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Karangasem. Walaupun DID perolehannya fluktuatif seperti tahun ini. “Untuk itu kami mengucapkan terimakasih atas alokasi dana tersebut dan besar harapan kami untuk tahun-tahun mendatang opini WTP bisa kami pertahankan sehingga pembangunan di Kabupaten Karangasem semakin bisa ditingkatkan,” tutupnya. ( MT – 001)