23.5 C
Bali
30 Juli 2026
Beranda blog Halaman 13

Sikapi Dampak Serius Kebakaran Hutan Lindung Gunung Agung, Bupati Tidak Bisa Hadiri Rapat Paripurna

Amlapura, MarahariTimur – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di lereng atas Gunung Agung, Rabu (27/9/2023). Berdasarkan laporan dari KRPH Kubu, ada banyak titik api yang tersebar di lereng Gunung Agung utamanya titik api terbesar ada di lereng diatas Banjar Dinas Belong, Desa Ban, di lereng diatas Banjar Dinas Bantas, Desa Baturinggit, dan lereng diatas Banjar Dinas Batudawa, Desa Tulamben, Kecamatan Kubu.

Menyikapi Karhutla yang terus meluas, Bupati Karangasem bersama Kapolres dan Dandim 1623 Karangasem, meluncur ke lokasi dekat titik api Karhutla di Banjar Bantas, Baturinggit. Untuk mencapai dekat titik api harus melintasi medan yang sulit. Namun saat perjalanan menuju titik api kebakaran, sekitar pukul 15.00 Wita, pihaknya dihubungi Sekda Karangasem, jika Sekretariat DPRD menyampaikan undangan Rapat Paripurna di Gedung DPRD. Sehingga undangan Rapat Paripurna yang sangat mendadak tersebut, dirinya tidak bisa menghadirinya karena sedang berada di lokasi Karhutla bersama Forkopimda.

“Karena tidak memungkinkan untuk hadir dalam Rapat Paripurna, jadi saya menugaakan Pak Sekda untuk menghadirinya. Untuk itu saya memohon maaf kepada dewan,” ucap Gede Dana, sembari melanjutkan kegiatan pemantauan dan penanganan Karhutla bersama Forkopimda.

“Medannya sulit sehingga titik api tidak bisa dijangkau oleh tim gabungan dari BPBD, Damkar, KRPH Kubu, Polres dan Kodim serta warga setempat. Sehingga kita arahkan untuk membuat sekat api agar api tidak merembet ke areal lahan pertanian warga,” ujar Bupati Gede Dana yang ikut turun bersama membuat sekat api.

Dikatakan Gede Dana, kebakaran hutan lindung Gunung Agung terakhir terjadi pada Tahun 2012 lalu, dan setelah 11 tahun kejadian kebakaran terjadi lagi. Pihaknya tidak mau berandai-andai terkait penyebab pasti yang memicu terjadinya kebakran hutan lindung di lereng atas Gunung Agung tersebut. Namun mengingat saat ini musim kemarau dan kekeringan, gesekan lahan kering akibat angin kencang juga bisa berpotensi menyulut api kebakaran lahan.

“Yang terbakar itu kawasan hutan lindung di Pal 449 hingga Pal 554. Dan menurut laporan dari KRPH luas hutan lindung yang terbakar itu mencapai 35 hektar. Dan itu tersebar di banyak titik. Saat ini kita masih berkoordinasi dengan Kapolres, Dandim, KRPH, Perbekel Baruringgit dan tim di lapangan untuk mencari langkah tepat penanganan Karhutla ini agar tidak terus meluas,” cetus Gede Dana.

Namun demikian, saat ini tim masih terus melakukan pemantauan di dekat lokasi titik api, dan sebagian lagi stand by di Desa Tulamben untuk memudahkan dan mempercepat pergerakkan jika api kebakaran hutan itu mendekat ke lahan atau pemukiman warga.
Sementara dari Informasi mengenai kebakaran ini diterima dari Bhabinkamtibmas Baturinggit pada pukul 11:30 Wita, yang melaporkan bahwa asap tebal terlihat di lereng Gunung Agung, yang berada dalam wilayah Dusun Bantas. Kawasan yang terbakar adalah Hutan Lindung di lereng Gunung Agung. untuk lokasi kebakaran jauh dari pemukiman penduduk dan berada di tapal batas lahan penduduk.

“Untuk Masyarakat di sekitar lokasi kebakaran diimbau untuk tetap waspada dan siaga. Karena saat ini berada di puncak musim kemarau ( El Nino ), Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya kebakaran lahan dan hutan,” himbau Bupati. ( MT – 001)

Kendati Hari Libur, Bupati Gede Dana Tetap Intens Memantau Proyek Infrastruktur di Karangasem

Amlapura, MatahariTimur – Pemkab Karangasem berkomitment untuk menuntaskan perbaikan infrastruktur di Kabupaten Karangasem baik yang mengalami kerusakan akibat bencana alam maupun proyek rekonstruksi dan peningkatan ruas jalan di sejumlah daerah di Bumi Lahar Karangasem, kendati dengan anggaran terbatas.

Komitmen tersebut ditegaskan oleh Bupati Karangasem, I Gede Dana, Minggu (17/9/2023) saat melakukan peninjauan lapangan terkait sejumlah proyek pembangunan infrastruktur yang tengah berlangsung, dan pengecekkan kondisi infratruktur yang akan segera dilaksanakan perbaikkan.

Didampingi Kepala Dinas PUPR Karangasem, Wedasmara dan tim teknis, Bupati Gede Dana meninjau proyek rekonstruksi peningkatan ruas jalan penghubung Abang-Kikian, Kecamatan Abang, Karangasem. Ruas jalan ini sebut Gede Dana menjadi ruas jalan yang cukup vital karena merupakan jalur alternatif tercepat warga di Kecamatan Abang menuju ke tempat mereka bekerja di Pusat Kota Amlapura. Karenanya bisa dikatakan jika akses jalan ini setiap harinya ramai dilintasi kendaraan warga.

Dijelaskannya, rekonstruksi ruas jalan Abang-Kikian dilakukan sepanjang 2,150 Kilometer, dengan lebar aspal 3 Meter, dengan waktu pengerjaan 120 hari kalender. Dimana rekonstruksi ruas jalan tersebut meliputi lapis permukaan (Ac-Wc) dengan bangunan pelengkap seperti pembangunan gorong-gorong, saluran, DPT/senderan, dan betonisasi bahu jalan.

“Tadi saya bersama Kadis PUPR dan Tim Teknis melakukan pengecekkan kwalitas bahan dan pengerjaannya. Karena akses jalan ini sangat penting dan ramai dilintasi kendaraan warga, jadi kwalitas pengerjaannya harus betul-betul diawasi,” ujar Gede Dana, sembari menyebutkan sejauh ini kwalitasnya sudah bagus dan sudah sesuai dengan perencanaan. Dan jalan tersebut sudah diperlebar. Untuk bagian yang diaspal saja itu lebarnya 3 meter belum termasuk lebar bahu jalan yang diibetonisasi.

Usai memantau proyek rekonstruksi ruas jalan Abang-Kikian, lanjut Bupati Gede Dana meninjau pembangunan wantilan di Kantor Camat Abang yang saat ini tengah berlangsung. Dalam peninjauan tersebut, Gede Dana secara detail mengecek spesifikasi dan perencanaan dalam buku kontrak, termasuk progres pembangunan yang tengah berlangsung tersebut.

“Untuk rekonstruksi Wantilan di Kantor Camat Abang, saya lihat tadi gambarnya sdah bagus, perencanaannya juga sudah bagus. Tapi tadi kami berfikir selama ini kan wantilan di Karangasem sering digunakan untuk masyarakat degan kapasitas banyak. Sehingga kami berharap kapasitas tampung wantilan ini bisa ditingkatkan. Bisa di CCO mungkin perencanaannya, sehingga nantinya bisa digunakan dengan kapasitas orang yang banyak,” jelas Bupati Gede Dana. Wantilan tersebut juga didukung oleh lapangan yang luas sehingga bisa dimanfaatkan untuk lokasi parkir kendaraan saat ada kegiatan di wantilan tersebut.

Sementara menindaklanjuti aspirasi dari masyarakat, Bupati Gede Dana juga memantau kondisi ruas jalan yang menghubungkan Dusun Teki dengan Panglega, di Dusun Wates, Desa Datah, Kecamatan Abang, yang terputus akibat terjangan banjir bandang pada Kamis 6 April 2023 lalu.

Dari hasil pengecekkan bersama tim teknis, Bupati Gede Dana mengusulkan untuk dilakukannya peningkatan ruas jalan sehingga nantinya ruas jalan penghubung dua dusun di Desa Datah tersebut bisa diperlebar dengan badan jalan Hotmix.

“Kondisi jalan memang sudah ada rabat beton, tapi kondisinya sudah mengalami kerusakan, dan ada badan jalan yang putus. Akses jalan tersebut sangat vital karena menjadi akses ekonomi dan pendidikan warga. Kami akan usahakan perbaikannya bisa segera dilakukan,” tegasnya.( MT – 001)

Perluas Jangkauan Perizinan, Bupati Gede Dana Launching Inovasi Serasi Tari Baris

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana, resmi melaunching inovasi “Serasi Tari Baris” Strategi Kolaborasi Percepatan Perizinan Berusaha Berbasis Desa/Kelurahan, di Taman Budaya Chandra Bhuana, Amlapura, Kamis (24/8/2023)

Inovasi ini digagas oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Karangasem sebagai meningkatkan kualitas, jangkauan dan akses yang yang lebih luas kepada masyarakat tentang fasilitasi perizinan berusaha berbasis risiko.

Bupati Gede Dana menyebutkan jika novasi ini menjadi bagian dari strategi kolaborasi Pemkab Karangasem melibatkan kecamatan, desa dan kelurahan guna menindaklanjuti target capaian realisasi investasi Nasional sebesar 1.400 triliun dan target penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebesar 3 juta Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Melalui inovasi ini, saya mendorong kemudahan perizinan berusaha bisa dilayani di kantor desa maupun kelurahan, apalagi saat ini kita sudah menyusun Perda Pemberian Insentif Kemudahan Penanaman Modal untuk meningkatkan iklim investasi di Karangasem,” lontar Gede Dana.

Dalam jangka pendek ditunjuk 9 desa terluar yang aksesnya jauh ke MPP Karangasem sebagai Desa Percontohan, yaitu Desa Tianyar Barat, Bunutan, Seraya Timur, Pasedahan, Bhuana Giri, Sebudi, Sidemen, Sangkan Gunung, dan Pempatan. Saya perintahkan di Tahun 2023 ini, 69 desa/kelurahan sudah tuntas mengikuti pelatihan OSS RBA dan siap memfasilitasi perizinan berusaha di desa/kelurahan masing-masing.

“Saya senantiasa mendorong semua OPD untuk terus berinovasi terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik yang tentunya harus selaras dengan visi misi Kabupaten Karangasem, yaitu mengembangkan tata kelola pemerintahan yang baik, bebas korupsi serta pelayanan publik yang prima,” tuntas Bupati asal Desa Datah ini. ( MT – 001)

Bupati Karangasem Ajak Masyarakat Gunakan Buah Lokal dan Hasil UMKM Karangasem

Amlapura, MatahariTimur – Menjelang Hari Raya Galungan, umat Hindu di Bali khususnya di Kabupaten Karangasem, mulai disibukkan dengan kegiatan persiapan untuk menyambut hari kemenangan Dharma melawan Adharma tersebut, diantaranya membeli berbagai keperluan hari raya seperti membeli Daging Babi, Telur Ayam, berbagai kebutuhan bumbu dapur, jajanan kering dan perlengkapan serta hiasan Penjor Galungan.

Mengantisipasi lonjakan harga barang kebutuhan pokok di pasaran menjelang Hari Raya Galungan, Bupati Karangasem bersama Forkopimda, Sekda Karangasem dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) juga telah berulang kali melakukan operasi pasar guna memantau harga dan distribusi kebutuhan pokok.

“Jelang Hari Raya Galungan ini kami telah beberapa kali turun ke sejumlah pasar tradisonal di Karangasem untuk memantau kondisi harga, pasokan dan ketersediaan barang-barang kebutuhan pokok di pasaran. Hasilnya Astungkare hingga saat ini harga-harga masih stabil kendati ada sedikit peningkatan seperti bawang putih, cabai dan telur ayam. Tapi masih dalam batas wajar,” ujar Bupati Karangasem, I Gede Dana.

Saat ini menurutnya perayaan Hari Raya Galungan akan sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena saat ini sudah dalam masa Endemi Covid-19, sehingga kondisinya sudah normal seperti dulu lagi.

Dalam perayaan Hari Raya Galungan ini, Bupati Gede Dana menghimbau masyarakat untuk membeli menggunakan hasil-hasil produk UMKM asli Karangasem, seperti aneka jajanan kering diantaranya Jajan Rengginang, Buntilan, Kue Kaliadrem, Opak-opak Seraya, Jajan Kembang Goyang dan jenis jajanan kering lainnya.

“Himbauan kami, gunakanlah produk hasil UMKM asli di Karangasem, karena kue dan jajanan kering itu banyak diproduksi di Karangasem. Termasuk perlengkapan upacara dan hari raya seperti hiasan penjor juga banyak di produksi oleh perajin di Karangasem,” himbau Gede Dana.

Dengan demikian, akan dapat memberikan nilai tambah bagi UMKM di Karangasem, khususnya pada momen Hari Raya Galungan ini, yang paling ditunggu oleh UMKM untuk mendulang rupiah karena pada saat itulah mereka mendapatkan banyak pesanan.

“Akhirnya atas nama probadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Karangasem serta Masyarakat Kabupaten Karangasem, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan, semoga Ida Sanghyang Widhi Wasa senantiasa menganugrahkan kedamaian dan kerahayuan bagi masyarakat di Kabupaten Karangasem,” ucap Bupati Gede Dana didampingi Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa.( MT -001)

Jelang Galungan dan Kuningan, Bupati Gede Dana Laksanakan Sidak Pasar

Amlapura, MatahariTimur – Pemerintah Kabupaten Karangasem menjelang hari raya Galungan dan Kuningan, melaksanakan sidak harga barang dan kebutuhan pokok di Pasar Rakyat Karangasokong Subagan dan Pasar Timur Amlapura. Sidak harga ketersediaan bahan pokok ini dipimpin Bupati Karangasem I Gede Dana didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem I Ketut Sedana Merta, Forkopimda san Para Kepala OPD terkait, Selasa (28/07).

Sidak ini bertujuan untuk mengetahui harga kebutuhan pokok di pasaran. Dengan sejumlah harga kebutuhan pokok diantaranya seperti daging ayam, telur, bawang merah, bawang putih, buah-buahan dan sejumlah barang pokok lainnya. Salah seorang pedagang Ni Nengah Sukerti Asih mengatakan harga barang pokok masih stabil, hanya saja harga kebutuhan pokok jenis buah-buahan seperti pisang yang harganya masih naik turun.

Di Pasar Karangsokong harga pisang mulai mengalami kenaikan. Dalam satu ijas alias tendon, mencapai Rp 17000 dari sebelumnya Rp 8000. ujar Nengah Sukerti Asih. Sedangkan, untuk harga buah buahan import seperti apel, jeruk dan lainnya masih stabil,paling hanya naik sebesar Rp 5000 dari harga biasa. “Jika dibandingkan Galungan sebelumnya,harga buah buahan masih stabil,”imbuhnya.

Bupati Karangasem mengatakan dari hasil sidak turun ke lapangan, pada umumnya semua harga masih stabil, tetapi ada beberapa buah-buahan yang harganya naik seperti pisang tetapi kenaikannya tidak signifikan. Hanya saja secara umum harga semua masih normal.

Untuk harga daging,disampaikan masih di harga normal,bahkan jika dibandingkan dengan Galungan sebelumnya,harga daging babi masih stabil. “Galungan sebelumnya seminggu jelang hari raya bisa mencapai Rp 85 ribu per/kg,tapi Galungan sekarang,harga per kg daging babi hanya Rp 75 Ribu,” jelas Bupati Dana seuasai menerima laporan Kadiskoperindag yang menyebutkan hal ini bisa dikarenakan banyaknya upacara pitra yadnya massal yang berdampak menurunnya permintaan daging babi.

Dia mengaku, saat ini harga masih cendrung stabil. “Biasanya mendekati Galungan, seminggu sebelum hari raya, semua ke pasar, saat itu baru naik tinggi,” ujar Bupati asal Datah. Kenaikan justru terjadi pada harga telur yang mencapai Rp 52-70 ribu/trai. Kenaikan harga telur yang sebelumnya bisa didapat dengan harga Rp 40 Ribu/terai sudah terjadi hampir sebulan ini.

Bupati Dana sendiri turun untuk mengantisipasi lonjakan sebelum hari besar berlangsung. “Sejak awal kami antisipasi, kalau mulai melonjak, langsung adakan rapat karena ada tim,” terangnya.

Apabila muncul kenaikan yang tinggi, pihaknya akan melangsungkan operasi pasar seperti yang pernah dilakukan saat Idul Fitri lalu. “Dan langkah itu efektif menekan harga, mudah-mudahan harga masih tetap stabil, sehingga masyarakat daya belinya bisa menjangkau dan tidak terjadi keluh kesah,” pungkas Bupati Dana.( MT – 001)

Jelang Hari Raya Galungan, Pemkab Karangasem Gelar Pasar Murah

Amlapura, MatahariTimur – Pemkab Karangasem melalui Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Kabupaten Karangasem Pasar Murah pada Selasa, 18 Juli 2023.

Pelaksanaan pasar murah kali ini menyasar warga di wilayah Banjar Adat Pande Mas, Desa Budakeling, Kec. Bebandem.

Bupati Karangasem I Gede Dana , bersama Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa didampingi Sekda I Ketut Sedana Merta dan Kadiskoperindag memantau langsung pelaksanaan pasar murah tersebut.

Dalam wawancara bersama media, Bupati Dana mengatakan, kegiatan Pasar Murah ini sudah sering kali dilaksanakan Pemkab Karangasem. Apalagi menjelang Hari Besar Keagamaan, kebutuhan pokok akan menjadi incaran dan berpotensi mengalami kenaikan harga yang cukup pesat.

Maka digelar Pasar Murah yang bertujuan untuk menjaga stabilitas dan pengendalian harga bahan pokok menjelang hari raya seperti saat ini adalah hari raya Galungan dan Kuningan.
Bupati Dana juga mengatakan , sesuai laporan Kadiskoperindag I Gede Loka Santika, pelaksanaan pasar murah ini digelar melibatkan Bulog hingga, Distributor, UMKM lokal untuk penyediaan beras dan minyak.

“Kami berharap kegiatan pasar murah dalam rangka Hari Raya Galungan dan Kuningan Tahun 2023 ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang tentunya dengan harga terjangkau,” Kata Bupati Gede Dana.

Adapun harga bahan pokok yang dijual yakni beras pertiwi 5 kg dijual dengan harga Rp22.000, beras pertiwi 10 kg Rp116.000.Kemudian beras medium SPHP Rp 42.000, Minyak Kita 1 Liter Rp13.500 dan telur per krat Rp 51.000. Masyarakat juga dapat memperoleh Gas LPG 3 kg Rp18.000 dan lain lain.( MT -001)

Bupati I Gede Dana Apresiasi Tingginya Minat Lulusan SMA Daftar Kuliah di Politeknik Negeri Bali Kampus Karangasem

Amlapura, MatahariTimur – Pendaftaran mahasiswa baru untuk tahun akademik l2023-2024 Politeknik Negeri Bali, Kampus Karangasem, sudah mulai di buka dengan tiga gelombang pendaftaran, dimana Gelombang I telah dimulai sejak akhir Bulan Februari 2023 dan Gelombang ke II saat ini pendaftarannya tengah berlangsung.

Untuk Politeknik Negeri Bali Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) pendaftarannya dibuka untuk dua Program Studi (Prodi) masing-masing Prodi Diploma 3 Perhotelan dan Prodi Diploma 3 Administrasi Bisnis.

Panitia Pendaftaran Mahasiswa Baru, Politeknik Negeri Bali, Kampus Karangasem, Drs. Made Suria Antara. M.Par, di Kampus SKB Jasri, Sabtu (24/6/2023) menyampaikan jika untuk pendaftaran Prodi D3 Pariwisata dan D3 Administrasi Bisnis melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) telah ditutup dan sebanyak 8 orang calon mahasiswa baru Prodi D3 Pariwisata dan 8 orang calon mahasiswa baru Prodi Administrasi Bisnis telah mendaftar ulang.

“Nah sedangkan untuk pendaftaran melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Test atau SNBT juga sudah selesai dimana ada sebanyak 3 orang calon mahasiswa baru Prodi D3 Perhotelan dan 9 orang calon mahasiswa untuk Prodi D3 Administrasi Bisnis yang sudah mendaftar ulang,” ujar Made Suria Antara.

Sementara itu, Bupati Karangasem, I Gede Dana mengaku sangat mengapresiasi semangat dan tingginya minat lulusan SMA/SMK/MA di Karangasem untuk kuliah di Politeknik Negeri Bali, Kampus Karangasem. Sebab saat ini mereka tidak perlu jauh-jauh lagi kuliah hingga ke Denpasar karena Politeknik Negeri Bali sidah ada di Kabupaten Karangasem, kendati memang untuk saat ini baru di buka dua Prodi saja.

“Ini akan dikembangkan terus, jika minat anak-anak lulusan SMA/SMK/MA untuk kuliah di Politeknik Negeri Bali, Kampus Karangasem tinggi dan jumlah pendaftar sangat banyak, nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak kampus untuk membuka Prodi lainnya,” ujar Gede Dana.

Dari informasi yang diperolehnya, pendaftaran mahasiswa jalur mandiri untuk gelombang 1 dan 2 juga sudah dilakansakan dimana ada sebanyak 14 calon mahasiswa baru yang mendaftar di Prodi D3 Perhotelan dan 11 orang calon mahasiswa baru yang mendaftar di Prodi D3 Administrasi Bisnis.

Artinya sementara saat ini jumlah calon mahasiswa baru yang mendaftar di Prodi D3 Perhotelan dari jalur SNBP, SNBT dan jalur Mandiri sebanyak 25 orang, dan untuk Prodi D3 Administrasi Bisnis sebanyak 28 orang. “Nah nanti setelah pengumuman jalur tes mandiri Gelombang ke 1, akan dibuka kembali pendaftaran jalur mandiri Gelombang ke 3 pada 30 Juni 2023 mendatang,” ucap Gede Dana sembari menegaskan jika ini bagian tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam upaya peningkatan IPM serta pembentukan SDM yang memiliki daya saing tinggi (!MT – 001)

Pembukaan Bulan Bung Karno di Atas Bukit Lahangan Sweet, Bupati Dana Ajak Masyarakat Aktualisasikan Ajaran Bung Karno

Amlapura, MatahariTimur – Apel bendera di atas bukit di ketinggian 1200 MDPL menjadi sensasi tersendiri bagi para OPD di lingkungan Pemkab Karangasem. Udaranya yang segar dengan kelembaban 80 persen menghadirkan kedamaian bagi siapapun yang berada di Obyek Wisata Lahangan Sweet, Banjar Dinas Gulinter, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Karangasem.

Bukit Lahangan dipilih menjadi tempat berlangsungnya apel pembukaan kegiatan Bulan Bung Karno ke V yang nantinya kegiatan akan berlangsung selama sebulan penuh yang disinkrunkan dengan kegiatan HUT Kota Amlapura.

Sebelum Apel Bendera Bulan Bung Karno di mulai, Bupati Karangasem I Gede Dana mengajak seluruh OPD untuk melaksanakan persembahyangan bersama di Padmasana Bukit Lahangan Sweet. Persembahyangan berlangsung khusyuk dipimpin oleh pemangku pura setempat.

Apel Bendera berlangsung khidmat dimana bendera berukuran besar berkibar diatas Bukit Lahangan, dan dalam amanatnya Bupati Karangasem I Gede Dana menyampaikan, tema pelaksanaan Bulan Bung Karno V tahun ini yakni Mahajnana Segara Kerthi yang bermakna Pemuliaan Laut.

“Artinya bagaimana kita mendalami ajaran Bung Karno, dengan mengambil sub tema Daulat Politik Bahari yakni Kebertahanan Pangider Bali, Berdikari Ekonomi Pesisir, Ekonomi Laut Bali serta berkepribadian dalam Kebudayaan Maritim dalam hal ini Peradaban Maritim Bali,” tegas I Gede Dana.

Sementara tujuan dari pelaksanaan Bulan Bung Karno ini sebut Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem ini, yakni untuk mengimplementasikan dan mengaktualisasi kepemimpinan Bung Karno dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Karangasem Era Baru yang Pradnyan, Kertha, Santhi dan Nadi.

Mengimplementasikan Ajaran Berdaulat Secara Politik melalui Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945 dalam Masyarakat, Mengimplementasikan Ajaran Berdikari Secara Ekonomi melalui Pemajuan UMKM/IKM dan Aktualisasi Ekonomi Kerthi Bali, dan Mengimplementasikan Ajaran Berkepribadian Dalam Kebudayaan melalui Tata-Titi Kehidupan Masyarakat Bali, untuk mewujudkan keharmonisan alam, manusia dan kebudayaan Bali berdasarkan kearifan lokal.

“Ini hal yang paling penting dari esensi peringatan Bulan Bung Karno yang kita slenggarakan selama sebulan penuh, dengan berbagai kegiatan-kegiatan sebagai implementasi dari ajaran Bung Karno,” terang Bupati Gede Dana, sembari menyebutkan berbagai lomba juga akan diselenggarakan dalam pelaksanaan Bulan Bung Karno ini, diantaranya, Lomba membaca Teks Pidato Bung Karno, Lomba Membaca Teks Proklamasi, dan Lomba Membaca Puisi Lomba Menggambar Wajah Bung Karno – Lomba Bahasa dan Sastra.

Juga dilaksanakan, Lomba Literasi dan Numerasi, Lomba Olahraga Tradisional seperti Lari Karung, Dagongan, Terompah dan Tarik Tambang, Lomba Penyelenggaraan Pelayanan Publik, Lomba Mixologi Arak, Lomba Karaoke, Lomba Tari, Pertandingan Bola Voly Bupati Cup tingkat Umum 2. Kegiatan Gotong Royong dan Gerakan Bersih Sampah Plastik di Areal Pantai dan Pasar, Parade Gong Kebyar AnakAnak, Grand Final Jegeg Bagus Karangasem , Donor Darah 6, dan Konser Bhakti Bung Karno (KBS).
Sementara usai Apel Pembukaan Bulan Bung Karno, Bupati Gede Dana langsung mengajak OPD untuk Nge-Camp menginap di Lahangan Sweet, untuk bersama merenungkan sudah sejauh mana mereka mengaktualisasikan perjuangan dan nilai-nilai yang diajarkan Bung Karno.( MT -001)

Bupati Gede Dana Awali Gerakan Tanam Jagung Dengan Target 400 Hektar

Amlapura, MatahariTimur – Mewujudkan ketahanan pangan serta optimalisasi sektor pertanian, utamanya pertanian tadah hujan, Pemkab Karangasem melakukan berbagai upaya guna menggenjot hasil pertanian kendati hampir 90 persen di Karangasem merupakan lahan kering. Varietas jagung mejadi salah satu solusi untuk pertanian lahan kering selain ubi atau ketela pohon dan kapas.

Berkaitan dengan hal tersebut, Bupati Karangasem, I Gede Dana, Senin (29/5/2023) pagi melakukan kegiatan menanam benih jagung secara simbolis di lahan tadah hujan di Subak Datah, Desa Kertha Mandala, Kecamatan Abang, Karangasem. Kegiatan ini sekaligis menadai dimulainya “Gerakan Tanam Jagung” yang nantinya akan di laksanakan di sejumlah daerah di Karangasem dengan target luasan lahan total 400 hektar.

Dari hasil kajian Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Karangasem, diketahui jika benih jagung jenis hibrida varietas unggul Betras 1 sangat cocok untuk dikembangkan di lahan pertanian tadah hujan di Desa Datah. Bibit unggul ini rencananya akan disalurkan kepada 37 kelompok tani/subak. Dimana Lokasi pengembangan jagung di Kabupaten Karangasem diantaranya tersebar di Kecamatan Abang sebanyak 27 kelompok/subak, di Kecamatan Karangasem 6 Subak, Bebandem 3 Subak dan di Kecamatan Manggis 1 Subak.

Seusai menanam benih jagung secara simbolis, Bupati Dana menyempatkan diri duduk bersama para petani jagung untuk menyerap aspirasi para petani. Dalam sambutannya, Bupati Gede Dana mengatakan, kehadirannya memberikan semangat kepada para petani yang merupakan tulang punggung ketahanan pangan di Kabupaten Karangasem.

“Petani jagung patut berbangga dan terus semangat menanam, karena komoditas jagung memiliki potensi untung lebih tinggi dibanding komoditas lainnya,” ucap Gede Dana yang menerangkan bahawa komoditas jagung merupakan tanaman pangan kedua setelah padi. Bahkan di beberapa tempat, jagung merupakan bahan makanan pokok utama pengganti beras atau sebagai campuran beras, selain ada juga ubi kayu dan ubi jalar sebagai pengganti karbohidrat.

“Jagung merupakan salah satu bahan makanan pokok sekitar 70 persen dari hasil produksi digunakan untuk konsumsi. Selain sebagai bahan pangan, jagung juga menjadi campuran bahan pakan ternak, dan bahan baku pendukung industri,” terangnya.

Pada tahun 2017 untuk meningkatkan produksi jagung dan menstabilkan harga jagung di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, telah mencanangkan pencapaian Swasembada Pangan Padi, Jagung dan Kedelai. Kebijakan tersebut dipopulerkan dengan sebutan Program Upaya Khusus (UPSUS) Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) melalui Program Perbaikan Jaringan Irigasi dan Sarana Pendukungnya. Selanjutnya program pencapaian Swasembada Pangan mulai tahun 2020 dirubah menjadi Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani).

Meskipun bantuan pengembangan jagung untuk di Karangasem masih jauh dari potensi lahan pertanian di Kabupaten Karangasem yang dapat ditanami jagung yakni 4.500 hektar/tahun dengan rata-rat produksi 10.000 per tahun, Bupati menyebutkan Pemkab Karangasem kedepannya akan terus mendorong pengembangan jagung sehingga meningkatkan pendapatan petani jagung dan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga setelah panen jagung yang dikembangkan di lahan seluas 400 hektar di beberapa daerah di Karangasem ini, nantinya mampu memberikan hasil yang maksimal bagi petani sehingga apa yang saya cita citakan, yakni mewujudkan pertanian yang tangguh dan mandiri dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani di Karangasem dapat terwujud,” tutupnya.( MT – 001)

Panen Raya Kapas Bersama Petani, Bupati Gede Dana Akan Membentuk Perusda

Amlapura,MatahariTimur – Bupati Karagasem, I Gede Dana bersama Kelompok Tani Merta Sari Bulakan, Desa Tegallanglangan, Datah, Kecamatan Abang, Senin (22/5/2023) melaksanakan panen raya kapas. Panen raya kapas ini dilaksanakan untuk kesekian kalinya, karena Pemkab Karangasem menaruh perhatian lebih dalam upaya pengembangan senytra pertanian kapas di Karangasem, utamanya di Desa Datah yang sejak dulu terkenal dengan pertanian kapasnya.

Hasil panen kapas saat ini cukup baik dan memuaskan, dimana Kapas Jenis Hybrida yang ditanam petani di daerah ini cukup bagus dengan Grade II. Dan hasilnya pun setiap tahun mengalami peningkatan. Sementara untuk membantu petani dalam hal pemasaran hasil panen, Bupati Karangasem, I Gede Dana menyebutkan jika saat ini Pemkab Karangasem tengah dibentuk Perusahaan Daerah (Perusda).

Pembentukan perusaahan daerah ini nantinya memiliki tujuan menampung dan membeli seluruh hasil pertanian kapas. Dengan begitu, petani kapas di Kabupaten Karrangasem akan ternaungi dengan baik, sehingga tidak perlu khawatir lagi saat panen raya kesulitan mencari pembeli atau memasarkan hasil pertaniannya.

Dengan adanya Perusda ini, maka Pemerintah Daerah melalui Persuda lah yang nantinya akan membeli dan memasarkan kapas petani ke luar daerah. “Saya akan buat SOPdan regulasinya, agar perusaahan luar daerah agar membeli hasil pertanian langsung dari daerah bukan ke petaninya langsung. Kecuali mereka membelinya dengan harga lebih mahal dari yang ditawarkan pemerintah,” jelas Bupati Gede Dana.

Disebutkannya, dana yang disiapkan pemerintah untuk modal Perusda tersebut juga tidak tanggung tanggung, yakni Rp 10 Milyar. Dengan modal Rp 10 milyar tersebut diakunya roda usaha Perusda akan berjalan dengan baik. Dan yang pasti dengan dana yang cukup besar itu, Perusda akan bisa membeli dan menampung hasil panen kapas, untuk selanjutnya dijual ke pihak ketiga. Selain itu, modal tersebut juga akan digunakan membeli hasil hasil komoditas pertanian khas Karangasem lainnya, semisal Tuak Bali.( MT -001)