23.7 C
Bali
2 November 2026
Beranda blog Halaman 12

TMMD Kembali Digelar di Karangasem, Bupati Gede Dana Beri Apresiasi Bantu Masyarakat

0

Amlapura, MatahariTimur- TNI Manunggal Membangun Desa (TMDD) ke-119 Tahun Anggaran 2024 kembali di gelar di Karangasem. TMDD ini digelar untuk membantu percepatan pengembangan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya daerah pedesaan.

TMMD ke 119 TA 2024 yang digelar di Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem, Selasa (20/2/2024) dibuka langsung Bupati Karangasem I Gede Dana bersama Dandim Letnan Kolonel Infantri Sutikno, S.M.

Dalam sambutannya, Dandim Letnan Kolonel Infantri Sutikno, S.M mengatakan kegiatan TMMD ini untuk membantu pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya daerah pedesaan melalui pembangunan fisik serta memantapkan kemanunggalan TNI dan rakyat untuk menciptakan ruang alat dan kondisi juang yang tangguh.

Sutikno menjelaskan, sasaran yang menjadi target kegiatan ini utamanya kegiatan fisik yang meliputi pembukaan badan jalan sepanjang 2.510 meter dengan lebar 5 meter, senderan seluas 632.93 meter persegi di 11 titik, pengerjaan gorong-gotong ,pengerjaan beton, dan pengerjaan leneng sepanjang 250 meter.

Selain itu juga ada sasaran non fisik meliputi
Penyuluhan bela negara, wawasan kebangsaan, penyuluhan penanggulangan bencana alam, penyuluhan bidang pertanian dan peternakan. “Ada juga sasaran tambahan yang kami kerjaan seperti ketahanan pangan, RTLH, manunggal air bersih serta penurunan stunting,” ungkap Sutikno.

Menurutnya, kegiatan tersebut akan direalisasikan berdasarkan anggaran dari mabes TNI sebesar Rp 484.500.000 ditujukan untuk logistik yang berkekuatan 150 personel. APBD Rp 1.611.131.000 untuk pembangunan fisik. Rp 122.320.000 untuk pembukaan dan penutupan acara.

Sementara Bupati Karangasem I Gede Dana mengapresiasi kegiatan yang dilakukan TMMD. Menurut dia, kegiatan TMDD setiap tahun banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Hal ini kata Bupati Gede Dana sejalan dengan upaya pemerintah dalam percepatan dan pemerataan pembangunan.

Disamping itu, program TMMD ini merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang sinergis dengan program-program pemerintah baik Pusat maupun Daerah. “terutama dalam penanganan dan pembangunan berbagai infrastuktur yang dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah pedesaan,” jelasnya.

Dengan kemanunggalan TNI kata dia, Pemerintah Kabupaten Karangasem dan masyarakat berharap menjadi salah satu jalan bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dan ketahanan wilayah di Kabupaten Karangasem

Bupati Gede Dana berpesan Kepada masyarakat yang daerahnya menjadi lokasi TMMD agar ikut berpartisipasi dan mendukung sepenuhnya selama 30 hari pelaksanaan TMMD. “Masyarakat dan kepala wilayah kami harapkan ikut mendukung program ini. Saya berharap, apa yang dihasilkan dalam program TMMD ini dapat berguna dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama,” imbuhnya. ( MT – 001)

Jembatan Tukad Yeh Banges Dilakukan Tahun Ini

0

Amlapura, MatahariTimur – Keluhan masyarakat terhadap Jembatan Yeh Banges di Desa Seraya, Karangasem akhirnya terjawab. Pemprov Bali melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali akan melakukan proses penanganan jembatan pada tahun 2024 ini.

Percepat pembangunan dilakukan setelah Bupati Karangasem I Gede Dana memerintahkan Dinas PUPR Perkim Karangasem untuk melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Bali.

Gede Dana didampingi Kadis PUPR Perkim Karangasem, Wedasmara, Selasa, (6/2/2024) mengatakan, setelah melakukan berbagai kajian bersama Dinas PUPR Provinsi Bali, pembuatanperencanaan termasuk pengajuan anggaran untuk pembangunan Jembatan Yeh Banges langsung direalisasikan.

Dipercepatnya pelaksanaan pembangunan Jembatan Tukad Yeh Banges tersebut karena melihat urgensitas dan dampak resiko yang ditimbulkan saat terjadi banjir bandang saat musim hujan. Akses jalan tersebut cukup membahayakan masyarakat yang melintas akibat arus sungai yang cukup deras.

“Ini sudah masuk dalam perencanaan tahun lalu saya sudah minta Dinas PUPR Perkim untuk berkoordiinasi dengan Dinas PUPR Provinsi Bali karena status jalan tersebut merupakan jalan provinsi. Pembangunannya akan dilakukan Provinsi di tahun 2024 ini. Saat ini sudah dalam proses persiapan dokumen sebelum dilakukan tender atau lelang,” ujar Gede Dana.

Kata dia, proses pembangunan jembatan tersebut sudah dipersiapkan Dinas PUPR Provinsi Bali, karena kewenangannya pembangunan ada di Provinsi. Proses pengerjaan nantinya rekanan akan dipilih melalui sistem e-purchasing. Pembangunan jembatan tersebut Pemprov Bali dengan Pagu Anggaran Rp 3 miliar. ( MT -001)

Welcome Dinner di Kabupaten Karangasem, Fokus Pelestarian Salak Agroforestry System

0

Amlapura, MatahariTimur – Pemerintah Kabupaten Karangasem menggelar acara *Welcome Dinner* untuk Tim Ahli *Scientific Advisory Group (SAG)* dari *Globally Important Agriculture Heritage System (GIAHS) – Food and Agriculture Organization (FAO)*, Jumat, (2/2/2024).

Kegiatan ini menandai dimulainya verifikasi lapangan di lokasi usulan GIAHS Indonesia, *”Salak Agroforestry System in Karangasem,”* yang berlangsung dari 1 hingga 4 Februari 2024 di Desa Adat Sibetan, Kecamatan Bebandem.

Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, menyampaikan selamat datang kepada Dr. Patricia Bustamante dan timnya. Dalam sambutannya, Wabup Artha Dipa menyoroti potensi pertanian tinggi di Kabupaten Karangasem, baik di lahan kering maupun sawah. Meskipun luas lahan pertanian besar, hasilnya belum optimal karena belum dioptimalkan.

Salak, sebagai komoditas hortikultura unggulan di Provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem, mendapat perhatian khusus. Luas tanaman salak mencapai 4.188 hektar dengan produksi 240.608 kuintal/tahun pada 2023. Kecamatan Bebandem, terutama Desa Adat Sibetan, menjadi pusat produksi utama.

Wabup menekankan keunikan Desa Adat Sibetan dalam budidaya salak. Desa ini dikenal tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga manca negara, karena produk lokalnya, seperti wine salak, keripik, pia, dan bumbu rujak, mendapat sambutan positif di berbagai kios dan pasar modern di Bali.

Meski potensi pertanian besar, Artha Dipa mengakui bahwa Kabupaten Karangasem masih dihadapkan pada tantangan seperti alih fungsi lahan, krisis regenerasi petani muda, dan rantai pasok yang panjang. Stabilitas harga saat musim panen menjadi perhatian utama.

Pemerintah Kabupaten Karangasem berkomitmen mendukung upaya Kementerian Pertanian dalam mendorong sektor pertanian sebagai prioritas utama. Kegiatan Site GIAHS untuk tanaman salak dianggap sebagai langkah strategis dalam pelestarian budidaya salak dan warisan budaya lokal.

“Kami, Pemerintah Kabupaten Karangasem, sangat mendukung apa yang telah dilakukan oleh Kementriaan Pertanian melalui Biro KLN, Ditjen PSP dan Ditjen Hortikultura apalagi mendorong apa yang menjadi Visi Misi kami menempatkan sektor pertanian menjadi prioritas utama untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta nelayan,” tegasnya.

Wabup Artha Dipa mengharapkan agar Salak, yang menjadi ikon Kabupaten Karangasem, diakui oleh FAO sebagai warisan dunia. Keberhasilan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi sektor pertanian, terutama petani salak.

“Saya sangat berharap dengan adanya kegiatan ini Salak yang menjadi ikon Karangasem bisa benar-benar menjadi warisan dunia yang diakui oleh FAO sehingga produksi salak yang selama ini dinikmati bisa bertahan dan diwariskan kepada generasi muda untuk mampu memberikan nilai tambah daya saing dipasaran. Dengan begitu pendapatan dan kesejahteraan petani salak bisa meningkat,”imbuhnya.

Pemerintah Kabupaten Karangasem menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak yang telah terlibat dalam mendukung kegiatan Site GIAHS “Salak Agroforestry System in Karangasem. ”Semoga tujuan dari SITE GIAHS, yang menjadi satu-satunya di Indonesia, dapat terwujud dengan baik,” tutupnya.

*Welcome Dinner* yang diselenggarakan oleh Pemkab Karangasem dihadiri oleh berbagai tokoh penting yang turut memeriahkan acara. Di antaranya, Dr. Patricia Bustamante dan Tim SAG GIAHS menjadi tamu kehormatan dalam acara tersebut. DPRD Kabupaten Karangasem, Bapak Rajendra dan Bapak I Wayan Tambun, sebagai perwakilan FAO Indonesia dan KBRI di Roma.

Selain itu, acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat terkait dari tingkat nasional hingga daerah, seperti Kepala Biro Kementrian Luar Negeri, Direktur Jendral Prasarana dan Sarana Pertanian, Direktur Jendral Tanaman Hortkultura, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Propinsi Bali. Kepala Bappeda, BPSB, dan BSIP Propinsi Bali.

Partisipasi aktif dari Pemerintah Kabupaten Karangasem terlihat dari kehadiran Para Kepala OPD, Kabag, Camat, Perbekel, Bendesa Adat, Kawil, Kepala Pasar, dan Kelompok Tani Se-Kabupaten Karangasem. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan dan komitmen dalam mendukung upaya pelestarian dan pengembangan *Salak Agroforestry System* di Kabupaten Karangasem. Semua pihak diharapkan dapat bersinergi untuk memastikan keberlanjutan dan kesuksesan program tersebut. (MT – 001)

Sekda Karangasem Dukung Aktivitas Positif Forum Genre

0

Amlapura, MatahariTimur – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karangasem, Ketut Sedana Merta, didampingi oleh Kepala Dinas Sosial dan Staf Ahli Kabupaten Karangasem, menerima audiensi dari Forum GenRe. Wakil Ketua GenRe Kabupaten Karangasem, Ni Putu Ariwati Widnyani, dan beberapa pengurus GenRe meminta izin dan dukungan dalam kegiatan mereka.

Forum GenRe Kabupaten Karangasem, sebuah program yang diinisiasi oleh pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), merupakan organisasi remaja tingkat kabupaten yang hasil penggabungan antara Pusat Informasi Konseling Remaja/Mahasiswa. Kegiatan utama yang akan dilaksanakan dalam setahun mendatang mencakup PILDUGEN Karangasem 2024, penguatan forum, perayaan HUT Forum GenRe, Karangasem Festival GenRe, GenRe eAkrab, GenRe Rekreasi, Musyawarah Anggota Jamboree, dan GenRe Tirta Yatra.

Dana sebesar 27 juta, sepenuhnya berasal dari APBD DP3ADPKB. Program-program seperti PILDUGEN jilid 1 dan 2, GenRe Go to School, GenRe Akrab, BISIK (Bincang Asik melalui live Instagram @genre_karangasem), dan Jamboree telah berhasil dicapai pada tahun sebelumnya.

Wakil Ketua Kum GenRe menyampaikan tujuan Forum GenRe untuk membantu pemerintah Kabupaten Karangasem menggali, membina, dan mengembangkan potensi, kreativitas, serta intelektualitas remaja se-Kabupaten Karangasem. Mereka berkomitmen untuk mewujudkan generasi remaja yang unggul dan berkualitas menuju Generasi Emas 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Sosial menyampaikan terima kasih kepada Forum GenRe atas kontribusinya dalam kegiatan pencegahan stunting. Sekda Sedana Merta mengapresiasi kegiatan GenRe dan mengajak mereka untuk lebih mendekatkan diri kepada orang tua. Sekda juga mengingatkan anggota GenRe untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan presiden mendatang.

Terkait fasilitasi kegiatan, Sekda menyarankan koordinasi dengan Dinas Sosial. Dengan demikian, pemerintah daerah mengapresiasi kontribusi positif Forum GenRe dalam pembangunan Kabupaten Karangasem.( MT -001)

Bupati Karangasem Buka Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

0

Amlapura, MatahariTimur – Guna memastikan dan menentukan arah pembangunan jangka panjang atau selama 20 tahun kedepan di Kabupaten Karangasem, Pemkab Karangasem melalui Bappeda telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk periode 20 tahun. Dan untuk memantapkan sekaligus evaluasi serta perbaikan terhadap RPJPD, Pemkab Karangasem perlu menggali masukkan dan saran dari masyarakat.

Berkaitan dengan hal tersebut, Selasa (17/1/2024) Bappeda Karangasem menggelar Forum Konsultasi Publik yang dibuka langsung oleh Bupati Karangasem, I Gede Dana, di Wantilan Kantor Bupati Karangasem. Dalam sambutannya, Bupati Gede Dana menyampaikan, penyelenggaraan pemerintahan yang baik diawali dari penyusunan perencanaan pembangunan yang baik dan berkualitas.

“Untuk itu, proses perencanaan menjadi hal yang sangat strategis mengingat konsistensi antara perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan,” sebutnya.

Sesuai amanat Undang-Undang 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa Pemerintah Daerah wajib menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk periode 20 tahun.

RPJPD sendiri lanjut Gede Dana, merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah yang bersifat makro yang memuat visi, misi dan sasaran pokok pembangunan suatu daerah dalam jangka waktu 20 tahun. Melihat sangat strategisnya kedudukan RPJPD ini, untuk itu dalam penyusunannya harus dilakukan secara serius dengan mempertimbangkan potensi, permasalahan daerah dan tantangan pembangunan yang dihadapi, serta langkahlangkah strategis yang harus dilakukan guna mencapai tujuan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya selaku Bupati dan kita semua yang ikut dalam acara Forum Konsultasi Publik Ranwal RPJPD ini merasa bangga dan bersyukur dapat terlibat secara langsung, memberikan andil dan menyumbangkan pemikiran dalam penyusunan Ranwal RPJPD Tahun 2025-2045 yang akan menentukan arah pembangunan dan masa depan Kabupaten Karangasem dalam kurun waktu 20 tahun kedepan. Kesempatan seperti ini sangat jarang kita temui dan mungkin hanya sekali saja, dalam kita melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat dalam penyelenggaran pemerintahan daerah,” tandasnya.

Permasalahan dan tantangan pembangunan yang umum dihadapi Karangasem diantaranya, tingginya persentase penduduk miskin mencapai 6,56%, rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang baru mencapai angka 68,91, rendahnya pertumbuhan ekonomi yang baru mencapai 2,58%, serta tinggginya Tingkat Pengangguran Terbuka pada angka 2,61%, “Ditambah daerah kita merupakan daerah rawan bencana dengan indeks risiko bencana pada angka 129,11 dengan kategori sedang, diperlukan pemikiran yang serius dan langkah-langkah strategis serta inovatif untuk bisa mempercepat penyelesaian permasalahan dan tantangan yang kita hadapi,” bebernya. Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh stakeholder utamanya para kepala perangkat daerah untuk berpikir cerdas, inovatif, solutif dan adaptif, bukan hanya pada tatanan perencanaan saja tapi pada implementasi pelaksanaannya, sehinga semua yang dicita-citakan terkait dengan kesejahteraan masyarakat terwujudkan.( MT – 001)

Pemkab Karangasem Pastikan Seleksi PPPK Telah Sesuai Mekanisme dan Aturan

0

Amlapura, MatahariTimur – Pemkab Karangasem akhirnya buka suara terkait tujuh orang tenaga kontrak P2 yang yang dituding slundupan dan lolos seleksi PPPK di Dinas Pendidikan Karangasem. Menyikapi isu miring tersebut, BKPSDM bersama Dinas Pendidikan Karangasem langsung melakukan penelusuran dan membongkar data ketujuh orang Tenaga Kontrak P2 yang lolos seleksi tersebut.

Hasilnya ternyata tujuh orang Tenaga Kontrak P2 yang lolos seleksi PPPK tersebut tidak ada masalah dan sesuai dengan mekanisme dan persyaratan sesuai ketentuan. Kepala Dinas Pendidikan Karangasem, I Wayan Sutrisna dalam klarifikasinya Selasa (2/1/2024) menjelaskan, tujuh orang Tenaga Kontrak P2 tersebut, sebelumnya merupakan tenaga administrasi di sejumlah sekolah, dimana seiring berjalannya waktu, tujuh orang Tenaga Kontrak P2 tersebut melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang S1 Pendidikan/ Keguruan.

“Nah setelah ke tujuh orang Tenaga Kontrak tersebut menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan/keguruan, mereka lantas beralih status dari Tenaga Kontrak Administrasi menjadi tenaga pendidik/guru pengajar di sekolah, dan status P2 nya masih melekat dan terdaftar di Dapodik,” paparnya. lanjut dia, inilah yang menjadi dasar bagi ke tujuh orang Tenaga Kontrak tersebut dapat mengikuti seleksi PPPK hingga dinyatakan lolos seleksi ketat.

“Artinya mereka sudah tidak masalah dan lolos sesuai dengan aturan dan persyaratan sesuai ketentuan,” tandasnya sembari menjelaskan secara rinci terkait dengan pengadaan ASN khususnya PPPK di Lingkungan Pemkab Karangasem sebagaimana pedoman disusun oleh BKN RI, bahwa pelamar mengajukan berkas lamaran melalui aplikasi SSCASN.

Dalam pemenuhan kelengkapan persyaratan administrasi setiap pelamar wajib memenuhi ketentuan persyaratan yang ditentukan. Untuk pelamar guru syaratnya diantaranya memenuhi kualifikasi pendidikan, wajib terdaftar di Dapodik Kemendikbud, dan lainnya. Untuk tercatatkan dalam Dapodik sebagai tenaga guru, seseorang wajib mempunyai jam mengajar pada satuan pendidikan.

Ditempat terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Karangasem, I Komang Agus Sukasena, menyampaikan. Pihaknya juga telah melakukan penelusuran terhadap 7 orang pelamar yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut setelah dilakukan kroscek dan berdasarkan Database BKN Tahun 2012, yang bersangkutan telah tercatat sebagai Tenaga Honorer Kategori II (THK-II) / P2 Tenaga Administrasi.

Meskipun tujuh orang Tenaga Kontrak tersebut beralih status menjadi tenaga pendidik atau pengajar, sesuai dengan aturan Keputusan MenPAN-RB Nomor 649 Tahun 2023 status P2 ketujuh orang tersebut masih tetap terdaftar atau tidak akan dihapus dari sistim dan pengkalan data (database) eks THK-II pada BKN. Artinya ini sistim yang berkerja dan Pemkab Karangasem tidak bisa masuk ke sistim apalagi merubah atau menghapus sistim data pada database BKN,” tegas Agus Sukasena.

Sedangkan terkait penundaan atau mundurnya Pengumuman Hasil Akhir Seleksi PPPK Guru, menurutnya hal tersebut didasarkan Surat Badan Kepegawaian Negara Nomor 13497/B-KS.04.01/SD/D/2023, tanggal 15 Desember 2023, perihal Penyesuaian Jadwal Seleksi PPPK Tahun Anggaran 2023. Kongkritnya kata Agus Sukasena Pemkab hanya bertugas pada seleksi administrasi, selanjutnya proses seleksi kompetensi dan penetapan hasil akhir seleksi kompetensi dilaksanakan oleh BKN, sementara Pemkab Karangaem hanya bertugas mengumumkan melalui web ( MT -001)

Kader PDI Perjuangan Lindungi dan Kampanyekan Penggunaan Buah Lokal

0

AMLAPURA, MatahariTimur – Untuk melindungi buah- buahan lokal dari ketatnya persaingan dan hadirnya buah import yang beredar di Bali, PDI Perjuangan Karangasem mempunyai cara mengkampanyekan penggunaan buah lokal dengan cara membeli lalu membagikannya kepada masyarakat luas. Hal itu dilakukan, agar masyarakat semakin mencintai produk buah lokal Karangasem yang banyak di hasilkan petani. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem, I Gede Dana, Sabtu (23/12) mengatakan, ditengah membanjirnya buah import di pasar Karangasem,tentu saja hal itu membuat buah lokal semakin terdesak. Tentu saja, hal itu akan membuat petani semakin enggan menanam buah lokal. Sehingga hal inilah yang membuat pihaknya memilih turun secara langsung bersama kader untuk membeli dan membagikanya kembali dengan harapan kecintaan masyarakat Karangasem dengan buah lokal semakin meningkat. “Untuk melindungi dan mengkampanyekan penggunaan buah lokal tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi harus dilakukan semua orang,” Katanya

Para kader dan calon legislatif  PDI Perjuangan serentak turun ke masyarakat untuk membeli hasil panen petani di delapan kecamatan. Kemudian, kata Gede Dana, buah-buahan tersebut kembali di bagi-bagikan kepada masyarakat sekaligus menempelkan stiker paslon Presiden Ganjar-Mahfud. “Hari ini kader dan para caleg turun serentak,mereka membeli hasil pertanian terutama buah-buahan lokal,kemudian kembali di bagikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sambil membagikan buah-buahan yang sebelumnya di beli kerumah-rumah warga, kata Gede Dana, para kader dan caleg juga mensosialisasikan calon presiden yang di usung PDI Perjuangan,yakni Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Gede Dana mengatakan, bahwa PDI Perjuangab sangat berkomitmen dalam melindungi produk-produk lokal sebagai salah satu kearifan lokal yang perlu di jaga. “Kalau tidak kita sendiri, masyarakat sendiri yang membeli buah-buahan hasil petani lalu siapa lagi,kita ingin melalui kampanye perlindungan buah lokal, juga bisa menggerakan perekonomian masyarakat,” ujarnya lagi. 

Sementara itu, ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem, I Gede Dana sendiri turun dengan membeli buah lokal di Desa Sibetan, kemudian bersama sejumlah kader Gede Dana yang juga bupati Karangasem ini membagikanya kepada masyarakat di kecamatan Abang. Adapun pun buah lokal yang dibagikan, selain salak, para kader juga membagikan buah sesuai potensi di masing-masing Kecamatan..( MT – 001)

Hadiri Baksos IKAPTK Karangasem, Bupati Gede Dana Serahkan Bantuan Sembako

0

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana menghadiri kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kabupaten Karangasem yang bertajuk ‘Jalin Silahturahmi, Tunjukan Dengan Aksi’ Minggu (10/12/2023).

Dalam kesempatan itu, Bupati Gede Dana yang didampingi Sekda Kab Karangasem I Ketut Sedana Merta, menyerahkan bantuan Bahan Kebutuhan Pokok kepada 50 masyarakat kurang mampu dan lansia dari Desa Tenganan, Desa Pasedahan, dan Desa Nyuh Tebel.

Dalam arahannya, Bupati Gede Dana menyarankan agar kegiatan ini dapat dikembangkan dan diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan jangka panjang masyarakat. Seperti dengan disisipkan kegiatan peningkatan kapasitas yang berdampak pada peningkatan secara ekonomi atau kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan bakti sosial tersebut diawali dengan Tracking atau jelajah alam dengan rute dari Desa Kastala menunju Desa Wisata Tenganan. Dalam kesempapatan itu, Bupati Gede Dana menyampaikan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk Family Gathering bagi keluarga IKAPTK, tetapi juga merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat serta kontribusi dalam membangun Karangasem secara bersama-sama.

Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terpancar dalam kegiatan ini, menciptakan atmosfer kehangatan dan kebersamaan diantara masyarakat dengan Keluarga Besar IKAPTK Kabupaten Karangasem. “Saya berharap kegiatan positif ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk berperan aktif dalam membantu sesama dan ikut serta dalam upaya pembangunan daerah Karangasem,” lugas Gede Dana.

Sementara tampak hadir pula dalam acara yang dipusatkan di Wantilan Pura Puseh Desa Pesedahan tersebut, diantaranya Perbekel Tenganan, Perbekel Pasedahan, dan Perbekel Nyuhtebel dan ASN dari desa setempat. Kegiatan bakti sosial IKPTK Karangasem berjalan lancar berkat dukungan semua pihak dan masyarakat setempat. (MT-001)

Pemkab Karangasem Gelar Upacara Bendera Peringatan HUT KORPRI ke 52 dan HUT Guru ke 78

0

Amlapura, MatahariTimur- Pemerintah Kabupaten Karangasem melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dan HUT PGRI ke 78 Tahun 2023 di Lapangan Tanah Aron, Karangasem, Rabu (29/11/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Karangasem I Gede Dana sekaligus bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Sekda I Ketut Sedana Merta, Forkopimda, Kepala OPD, dan para ASN di Lingkungan Pemkab Karangasem.

Dalam kegiatan tersebut Bupati Gede Dana berkesempatan menyampaikan amanat Dewan Pengurus Korpri Nasional Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh.

Bupati mengatakan, momentum ulang tahun ke 52 marilah dijadikan sebagai upaya untuk meneguhkan Korpri sebagai Penguat NKRI dan Pelindung ASN.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Korpri dan seluruh ASN atas semua program yang bermanfaat ke masyarakat luas,” ujar Bupati Dana.

Semua program tersebut lanjut Bupati Dana tentunya tidak akan terlaksana dengan baik tanpa kerja-kerja yang optimal dari seluruh ASN.

Gede Dana mengatakan bahwa harapan masyarakat terhadap pemerintah semakin meningkat tajam. Masyarakat kata Bupati, sangat berharap pemerintah memberikan pelayanan yang lebih cepat, lebih mudah, lebih akurat. Layanan saat ini sudah harus bisa diakses secara online, cepat dan tepat.

“Untuk itu, saya minta Korpri mampu membaca dan menjawab perubahan ini guna mengembangkan birokrasi Indonesia yang betul-betul mampu menjadi motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Dana mengatakan, Korpri yang memiliki peran penting dan strategis dalam membangun bangsa Indonesia, merupakan salah satu wadah perekat dan pemersatu bangsa. Menjelang Pemilu Serentak Februari 2024 mendatang, Bupati Dana pun mengingatkan seluruh ASN tidak berpolitik praktis, tetap netral.

“Untuk itu saya mengingatkan kembali tentang netralitas dimaksud karena orientasi Korpri tetap tidak berubah yaitu untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga keutuhan NKR. Saya minta kepada seluruh Pengurus Korpri dimanapun berada untuk terus menjaga anggotanya, agar tetap tegak lurus kepada Negara, Pancasila dan UUD 1945. Secara khusus, saya juga meminta keluarga besar Korpri untuk terus menerus membentengi anggotanya dari intoleransi dan radikalisme,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga mengucapkan selamat memperingati peringati Hari Ulang Tahun PGRI ke-78 dan Hari Guru Nasional.

Bupati Dana mengajak seluruh peserta menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun PGRI ke-78 dan Hari Guru Nasional ini, sebagai momentum penggerak dan pembangkit geliat guru dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Karangasem.

“Kita telah melihat bukti kegigihan Bapak-Ibu Guru dalam menghadapi tantangan sehingga memunculkan berbagai inovasi dalam mengajar. Guru dituntut untuk menciptakan terobosan-
terobosan baru dalam kegiatan pembelajaran, demi memaksimalkan penerimaan transfer ilmu pengetahuan kepada siswa.Untuk itu, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karangasem, saya mengucapkan terima kasih yang mendalam atas segala upaya yang telah dilakukan oleh guru dan seluruh insan Pendidikan,”tutup Bupati Dana sembari mengajak Semangat dalam menghadapi tantangan yang melahirkan berbagai bentuk upaya dan terobosan/inovasi oleh para Guru dapat ditiru olehseluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem.

Upacara Bendera juga diisi dengan penyerahan Saya Lencana Karya Satya kepada ASN dengan masa tugas minimal 10,20 dan 30 tahun dan penyerahan tali kasih kepada perwakilan guru guru yg memasuki purna tugas, serta penyerahan SK kenaikan pangkat ke pada perwakilan ASN.( MT – 001)

Wujudkam Zero Kemiskiman Ekstrem Melalui Sosialisasi Kemiskinan Kultural

Amlapura, MatahariTimur – Upaya Konvergensi antara Pemerintah Daerah dengan Kementerian Agama, PHDI dan MDA Kabupaten Karangasem dalam bentuk sosialisasi Kemiskinan Kultural dianggap penting dalam mewujudkan Kemiskinan Ektrem 0 Persen di tahun 2024. Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa bahkan turut terjun langsung memberikan pemahaman mengenai sosialisasi ini.

Salah satunya, sosialisasi yang dihadiri yakni di Balai Banjar Gulinten, Bunutan dan di Balai Banjar Bau Kangin, Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, Selasa (28/11). Usai sosialisasi, Pemerintah Kabupaten Karangasem juga menyiapkan 100 paket sembako di masing-masing tempat, untuk dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu, yang juga diserahkan langsung oleh Bupati Dana bersama Wabup Artha Dipa.

Bupati Dana mengungkapkan, Kemiskinan kultural adalah bentuk kemiskinan yang disebabkan oleh budaya dan kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Budaya dan kebiasaan tersebut dapat berupa foya-foya, malas, tidak punya etos kerja, tidak mau belajar, tidak mau berubah, atau tidak mau berpartisipasi dalam pembangunan.
Kemiskinan kultural dapat menurunkan motivasi dan potensi seseorang untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan lingkungannya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi kemiskinan kultural yang membangkitkan motivasi dan potensi.

“Kemiskinan kultural adalah ketika kita hidup di lingkungan yang tidak mendukung kamu untuk maju dan sukses. Lingkungan kamu mungkin punya budaya dan kebiasaan yang tidak baik, seperti boros, malas, tidak mau belajar, tidak mau berubah, atau tidak mau ikut pembangunan. Budaya dan kebiasaan ini bisa membuat kita tidak punya motivasi dan potensi untuk meningkatkan hidup kamu,” imbuh Bupati Dana.

Bupati Dana menambahkan, kemiskinan kultural perlu diatasi agar angka kemiskinan tidak semakin bertambah, meningkatkan kualitas hidup dan masyarakat, menghindari konflik sosial dan pertumbuhan ekonomi yang lambat.

Wabup Artha Dipa dalam kegiatan tersebut juga ikut menambahkan, bahwa ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemiskinan kultural, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat itu sendiri. Dirinya mencontohkan, selain dengan memberikan sosialisasi atau pemahaman mengenai kemiskinan kultural itu sendiri, juga dengan memberikan bantuan ekonomi termasuk pelatihan dan pendidikan, fasilitas sosial yang diikuti dengan dukungan psikososial, pengakuan juga penghargaan.

Bupati Dana maupun Wabup Artha Dipa diakhir acara meminta masyarakat dapat menyimak dengan baik sosialisasi yang diberikan dan dapat menyampaikan pertanyaan atau pun pendapat untuk permasalahan yang dimiliki. Ucapan terimakasih pun disampaikan kepada Majelis Desa Adat, PHDI dan Kementerian Agama Kabupaten Karangasem yang telah ikut bersinergi menuntaskan angka kemiskinan di Kabupaten Karangasem melalui sosialisasi ini.( MT – 001)