23.2 C
Bali
30 Juli 2026
Beranda blog Halaman 11

Bupati Karangasem Buka Forum Konsultasi Publik Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD)

0

Amlapura, MatahariTimur – Guna memastikan dan menentukan arah pembangunan jangka panjang atau selama 20 tahun kedepan di Kabupaten Karangasem, Pemkab Karangasem melalui Bappeda telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk periode 20 tahun. Dan untuk memantapkan sekaligus evaluasi serta perbaikan terhadap RPJPD, Pemkab Karangasem perlu menggali masukkan dan saran dari masyarakat.

Berkaitan dengan hal tersebut, Selasa (17/1/2024) Bappeda Karangasem menggelar Forum Konsultasi Publik yang dibuka langsung oleh Bupati Karangasem, I Gede Dana, di Wantilan Kantor Bupati Karangasem. Dalam sambutannya, Bupati Gede Dana menyampaikan, penyelenggaraan pemerintahan yang baik diawali dari penyusunan perencanaan pembangunan yang baik dan berkualitas.

“Untuk itu, proses perencanaan menjadi hal yang sangat strategis mengingat konsistensi antara perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan,” sebutnya.

Sesuai amanat Undang-Undang 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa Pemerintah Daerah wajib menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk periode 20 tahun.

RPJPD sendiri lanjut Gede Dana, merupakan dokumen perencanaan pembangunan daerah yang bersifat makro yang memuat visi, misi dan sasaran pokok pembangunan suatu daerah dalam jangka waktu 20 tahun. Melihat sangat strategisnya kedudukan RPJPD ini, untuk itu dalam penyusunannya harus dilakukan secara serius dengan mempertimbangkan potensi, permasalahan daerah dan tantangan pembangunan yang dihadapi, serta langkahlangkah strategis yang harus dilakukan guna mencapai tujuan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya selaku Bupati dan kita semua yang ikut dalam acara Forum Konsultasi Publik Ranwal RPJPD ini merasa bangga dan bersyukur dapat terlibat secara langsung, memberikan andil dan menyumbangkan pemikiran dalam penyusunan Ranwal RPJPD Tahun 2025-2045 yang akan menentukan arah pembangunan dan masa depan Kabupaten Karangasem dalam kurun waktu 20 tahun kedepan. Kesempatan seperti ini sangat jarang kita temui dan mungkin hanya sekali saja, dalam kita melaksanakan tugas sebagai pelayan masyarakat dalam penyelenggaran pemerintahan daerah,” tandasnya.

Permasalahan dan tantangan pembangunan yang umum dihadapi Karangasem diantaranya, tingginya persentase penduduk miskin mencapai 6,56%, rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang baru mencapai angka 68,91, rendahnya pertumbuhan ekonomi yang baru mencapai 2,58%, serta tinggginya Tingkat Pengangguran Terbuka pada angka 2,61%, “Ditambah daerah kita merupakan daerah rawan bencana dengan indeks risiko bencana pada angka 129,11 dengan kategori sedang, diperlukan pemikiran yang serius dan langkah-langkah strategis serta inovatif untuk bisa mempercepat penyelesaian permasalahan dan tantangan yang kita hadapi,” bebernya. Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh stakeholder utamanya para kepala perangkat daerah untuk berpikir cerdas, inovatif, solutif dan adaptif, bukan hanya pada tatanan perencanaan saja tapi pada implementasi pelaksanaannya, sehinga semua yang dicita-citakan terkait dengan kesejahteraan masyarakat terwujudkan.( MT – 001)

Pemkab Karangasem Pastikan Seleksi PPPK Telah Sesuai Mekanisme dan Aturan

0

Amlapura, MatahariTimur – Pemkab Karangasem akhirnya buka suara terkait tujuh orang tenaga kontrak P2 yang yang dituding slundupan dan lolos seleksi PPPK di Dinas Pendidikan Karangasem. Menyikapi isu miring tersebut, BKPSDM bersama Dinas Pendidikan Karangasem langsung melakukan penelusuran dan membongkar data ketujuh orang Tenaga Kontrak P2 yang lolos seleksi tersebut.

Hasilnya ternyata tujuh orang Tenaga Kontrak P2 yang lolos seleksi PPPK tersebut tidak ada masalah dan sesuai dengan mekanisme dan persyaratan sesuai ketentuan. Kepala Dinas Pendidikan Karangasem, I Wayan Sutrisna dalam klarifikasinya Selasa (2/1/2024) menjelaskan, tujuh orang Tenaga Kontrak P2 tersebut, sebelumnya merupakan tenaga administrasi di sejumlah sekolah, dimana seiring berjalannya waktu, tujuh orang Tenaga Kontrak P2 tersebut melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang S1 Pendidikan/ Keguruan.

“Nah setelah ke tujuh orang Tenaga Kontrak tersebut menyelesaikan pendidikan S1 Pendidikan/keguruan, mereka lantas beralih status dari Tenaga Kontrak Administrasi menjadi tenaga pendidik/guru pengajar di sekolah, dan status P2 nya masih melekat dan terdaftar di Dapodik,” paparnya. lanjut dia, inilah yang menjadi dasar bagi ke tujuh orang Tenaga Kontrak tersebut dapat mengikuti seleksi PPPK hingga dinyatakan lolos seleksi ketat.

“Artinya mereka sudah tidak masalah dan lolos sesuai dengan aturan dan persyaratan sesuai ketentuan,” tandasnya sembari menjelaskan secara rinci terkait dengan pengadaan ASN khususnya PPPK di Lingkungan Pemkab Karangasem sebagaimana pedoman disusun oleh BKN RI, bahwa pelamar mengajukan berkas lamaran melalui aplikasi SSCASN.

Dalam pemenuhan kelengkapan persyaratan administrasi setiap pelamar wajib memenuhi ketentuan persyaratan yang ditentukan. Untuk pelamar guru syaratnya diantaranya memenuhi kualifikasi pendidikan, wajib terdaftar di Dapodik Kemendikbud, dan lainnya. Untuk tercatatkan dalam Dapodik sebagai tenaga guru, seseorang wajib mempunyai jam mengajar pada satuan pendidikan.

Ditempat terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Karangasem, I Komang Agus Sukasena, menyampaikan. Pihaknya juga telah melakukan penelusuran terhadap 7 orang pelamar yang dimaksud dalam pemberitaan tersebut setelah dilakukan kroscek dan berdasarkan Database BKN Tahun 2012, yang bersangkutan telah tercatat sebagai Tenaga Honorer Kategori II (THK-II) / P2 Tenaga Administrasi.

Meskipun tujuh orang Tenaga Kontrak tersebut beralih status menjadi tenaga pendidik atau pengajar, sesuai dengan aturan Keputusan MenPAN-RB Nomor 649 Tahun 2023 status P2 ketujuh orang tersebut masih tetap terdaftar atau tidak akan dihapus dari sistim dan pengkalan data (database) eks THK-II pada BKN. Artinya ini sistim yang berkerja dan Pemkab Karangasem tidak bisa masuk ke sistim apalagi merubah atau menghapus sistim data pada database BKN,” tegas Agus Sukasena.

Sedangkan terkait penundaan atau mundurnya Pengumuman Hasil Akhir Seleksi PPPK Guru, menurutnya hal tersebut didasarkan Surat Badan Kepegawaian Negara Nomor 13497/B-KS.04.01/SD/D/2023, tanggal 15 Desember 2023, perihal Penyesuaian Jadwal Seleksi PPPK Tahun Anggaran 2023. Kongkritnya kata Agus Sukasena Pemkab hanya bertugas pada seleksi administrasi, selanjutnya proses seleksi kompetensi dan penetapan hasil akhir seleksi kompetensi dilaksanakan oleh BKN, sementara Pemkab Karangaem hanya bertugas mengumumkan melalui web ( MT -001)

Kader PDI Perjuangan Lindungi dan Kampanyekan Penggunaan Buah Lokal

0

AMLAPURA, MatahariTimur – Untuk melindungi buah- buahan lokal dari ketatnya persaingan dan hadirnya buah import yang beredar di Bali, PDI Perjuangan Karangasem mempunyai cara mengkampanyekan penggunaan buah lokal dengan cara membeli lalu membagikannya kepada masyarakat luas. Hal itu dilakukan, agar masyarakat semakin mencintai produk buah lokal Karangasem yang banyak di hasilkan petani. 

Ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem, I Gede Dana, Sabtu (23/12) mengatakan, ditengah membanjirnya buah import di pasar Karangasem,tentu saja hal itu membuat buah lokal semakin terdesak. Tentu saja, hal itu akan membuat petani semakin enggan menanam buah lokal. Sehingga hal inilah yang membuat pihaknya memilih turun secara langsung bersama kader untuk membeli dan membagikanya kembali dengan harapan kecintaan masyarakat Karangasem dengan buah lokal semakin meningkat. “Untuk melindungi dan mengkampanyekan penggunaan buah lokal tidak bisa hanya dilakukan pemerintah, tetapi harus dilakukan semua orang,” Katanya

Para kader dan calon legislatif  PDI Perjuangan serentak turun ke masyarakat untuk membeli hasil panen petani di delapan kecamatan. Kemudian, kata Gede Dana, buah-buahan tersebut kembali di bagi-bagikan kepada masyarakat sekaligus menempelkan stiker paslon Presiden Ganjar-Mahfud. “Hari ini kader dan para caleg turun serentak,mereka membeli hasil pertanian terutama buah-buahan lokal,kemudian kembali di bagikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sambil membagikan buah-buahan yang sebelumnya di beli kerumah-rumah warga, kata Gede Dana, para kader dan caleg juga mensosialisasikan calon presiden yang di usung PDI Perjuangan,yakni Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. Gede Dana mengatakan, bahwa PDI Perjuangab sangat berkomitmen dalam melindungi produk-produk lokal sebagai salah satu kearifan lokal yang perlu di jaga. “Kalau tidak kita sendiri, masyarakat sendiri yang membeli buah-buahan hasil petani lalu siapa lagi,kita ingin melalui kampanye perlindungan buah lokal, juga bisa menggerakan perekonomian masyarakat,” ujarnya lagi. 

Sementara itu, ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem, I Gede Dana sendiri turun dengan membeli buah lokal di Desa Sibetan, kemudian bersama sejumlah kader Gede Dana yang juga bupati Karangasem ini membagikanya kepada masyarakat di kecamatan Abang. Adapun pun buah lokal yang dibagikan, selain salak, para kader juga membagikan buah sesuai potensi di masing-masing Kecamatan..( MT – 001)

Hadiri Baksos IKAPTK Karangasem, Bupati Gede Dana Serahkan Bantuan Sembako

0

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana menghadiri kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kabupaten Karangasem yang bertajuk ‘Jalin Silahturahmi, Tunjukan Dengan Aksi’ Minggu (10/12/2023).

Dalam kesempatan itu, Bupati Gede Dana yang didampingi Sekda Kab Karangasem I Ketut Sedana Merta, menyerahkan bantuan Bahan Kebutuhan Pokok kepada 50 masyarakat kurang mampu dan lansia dari Desa Tenganan, Desa Pasedahan, dan Desa Nyuh Tebel.

Dalam arahannya, Bupati Gede Dana menyarankan agar kegiatan ini dapat dikembangkan dan diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan jangka panjang masyarakat. Seperti dengan disisipkan kegiatan peningkatan kapasitas yang berdampak pada peningkatan secara ekonomi atau kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan bakti sosial tersebut diawali dengan Tracking atau jelajah alam dengan rute dari Desa Kastala menunju Desa Wisata Tenganan. Dalam kesempapatan itu, Bupati Gede Dana menyampaikan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk Family Gathering bagi keluarga IKAPTK, tetapi juga merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat serta kontribusi dalam membangun Karangasem secara bersama-sama.

Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terpancar dalam kegiatan ini, menciptakan atmosfer kehangatan dan kebersamaan diantara masyarakat dengan Keluarga Besar IKAPTK Kabupaten Karangasem. “Saya berharap kegiatan positif ini dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk berperan aktif dalam membantu sesama dan ikut serta dalam upaya pembangunan daerah Karangasem,” lugas Gede Dana.

Sementara tampak hadir pula dalam acara yang dipusatkan di Wantilan Pura Puseh Desa Pesedahan tersebut, diantaranya Perbekel Tenganan, Perbekel Pasedahan, dan Perbekel Nyuhtebel dan ASN dari desa setempat. Kegiatan bakti sosial IKPTK Karangasem berjalan lancar berkat dukungan semua pihak dan masyarakat setempat. (MT-001)

Pemkab Karangasem Gelar Upacara Bendera Peringatan HUT KORPRI ke 52 dan HUT Guru ke 78

0

Amlapura, MatahariTimur- Pemerintah Kabupaten Karangasem melaksanakan Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) dan HUT PGRI ke 78 Tahun 2023 di Lapangan Tanah Aron, Karangasem, Rabu (29/11/2023).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Karangasem I Gede Dana sekaligus bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, Sekda I Ketut Sedana Merta, Forkopimda, Kepala OPD, dan para ASN di Lingkungan Pemkab Karangasem.

Dalam kegiatan tersebut Bupati Gede Dana berkesempatan menyampaikan amanat Dewan Pengurus Korpri Nasional Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh.

Bupati mengatakan, momentum ulang tahun ke 52 marilah dijadikan sebagai upaya untuk meneguhkan Korpri sebagai Penguat NKRI dan Pelindung ASN.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Korpri dan seluruh ASN atas semua program yang bermanfaat ke masyarakat luas,” ujar Bupati Dana.

Semua program tersebut lanjut Bupati Dana tentunya tidak akan terlaksana dengan baik tanpa kerja-kerja yang optimal dari seluruh ASN.

Gede Dana mengatakan bahwa harapan masyarakat terhadap pemerintah semakin meningkat tajam. Masyarakat kata Bupati, sangat berharap pemerintah memberikan pelayanan yang lebih cepat, lebih mudah, lebih akurat. Layanan saat ini sudah harus bisa diakses secara online, cepat dan tepat.

“Untuk itu, saya minta Korpri mampu membaca dan menjawab perubahan ini guna mengembangkan birokrasi Indonesia yang betul-betul mampu menjadi motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Dana mengatakan, Korpri yang memiliki peran penting dan strategis dalam membangun bangsa Indonesia, merupakan salah satu wadah perekat dan pemersatu bangsa. Menjelang Pemilu Serentak Februari 2024 mendatang, Bupati Dana pun mengingatkan seluruh ASN tidak berpolitik praktis, tetap netral.

“Untuk itu saya mengingatkan kembali tentang netralitas dimaksud karena orientasi Korpri tetap tidak berubah yaitu untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga keutuhan NKR. Saya minta kepada seluruh Pengurus Korpri dimanapun berada untuk terus menjaga anggotanya, agar tetap tegak lurus kepada Negara, Pancasila dan UUD 1945. Secara khusus, saya juga meminta keluarga besar Korpri untuk terus menerus membentengi anggotanya dari intoleransi dan radikalisme,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut Bupati juga mengucapkan selamat memperingati peringati Hari Ulang Tahun PGRI ke-78 dan Hari Guru Nasional.

Bupati Dana mengajak seluruh peserta menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun PGRI ke-78 dan Hari Guru Nasional ini, sebagai momentum penggerak dan pembangkit geliat guru dalam peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Karangasem.

“Kita telah melihat bukti kegigihan Bapak-Ibu Guru dalam menghadapi tantangan sehingga memunculkan berbagai inovasi dalam mengajar. Guru dituntut untuk menciptakan terobosan-
terobosan baru dalam kegiatan pembelajaran, demi memaksimalkan penerimaan transfer ilmu pengetahuan kepada siswa.Untuk itu, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karangasem, saya mengucapkan terima kasih yang mendalam atas segala upaya yang telah dilakukan oleh guru dan seluruh insan Pendidikan,”tutup Bupati Dana sembari mengajak Semangat dalam menghadapi tantangan yang melahirkan berbagai bentuk upaya dan terobosan/inovasi oleh para Guru dapat ditiru olehseluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem.

Upacara Bendera juga diisi dengan penyerahan Saya Lencana Karya Satya kepada ASN dengan masa tugas minimal 10,20 dan 30 tahun dan penyerahan tali kasih kepada perwakilan guru guru yg memasuki purna tugas, serta penyerahan SK kenaikan pangkat ke pada perwakilan ASN.( MT – 001)

Wujudkam Zero Kemiskiman Ekstrem Melalui Sosialisasi Kemiskinan Kultural

Amlapura, MatahariTimur – Upaya Konvergensi antara Pemerintah Daerah dengan Kementerian Agama, PHDI dan MDA Kabupaten Karangasem dalam bentuk sosialisasi Kemiskinan Kultural dianggap penting dalam mewujudkan Kemiskinan Ektrem 0 Persen di tahun 2024. Bupati Karangasem I Gede Dana dan Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa bahkan turut terjun langsung memberikan pemahaman mengenai sosialisasi ini.

Salah satunya, sosialisasi yang dihadiri yakni di Balai Banjar Gulinten, Bunutan dan di Balai Banjar Bau Kangin, Desa Nawakerti, Kecamatan Abang, Karangasem, Selasa (28/11). Usai sosialisasi, Pemerintah Kabupaten Karangasem juga menyiapkan 100 paket sembako di masing-masing tempat, untuk dibagikan kepada masyarakat yang kurang mampu, yang juga diserahkan langsung oleh Bupati Dana bersama Wabup Artha Dipa.

Bupati Dana mengungkapkan, Kemiskinan kultural adalah bentuk kemiskinan yang disebabkan oleh budaya dan kebiasaan yang terjadi di masyarakat. Budaya dan kebiasaan tersebut dapat berupa foya-foya, malas, tidak punya etos kerja, tidak mau belajar, tidak mau berubah, atau tidak mau berpartisipasi dalam pembangunan.
Kemiskinan kultural dapat menurunkan motivasi dan potensi seseorang untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan lingkungannya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi kemiskinan kultural yang membangkitkan motivasi dan potensi.

“Kemiskinan kultural adalah ketika kita hidup di lingkungan yang tidak mendukung kamu untuk maju dan sukses. Lingkungan kamu mungkin punya budaya dan kebiasaan yang tidak baik, seperti boros, malas, tidak mau belajar, tidak mau berubah, atau tidak mau ikut pembangunan. Budaya dan kebiasaan ini bisa membuat kita tidak punya motivasi dan potensi untuk meningkatkan hidup kamu,” imbuh Bupati Dana.

Bupati Dana menambahkan, kemiskinan kultural perlu diatasi agar angka kemiskinan tidak semakin bertambah, meningkatkan kualitas hidup dan masyarakat, menghindari konflik sosial dan pertumbuhan ekonomi yang lambat.

Wabup Artha Dipa dalam kegiatan tersebut juga ikut menambahkan, bahwa ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kemiskinan kultural, baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat itu sendiri. Dirinya mencontohkan, selain dengan memberikan sosialisasi atau pemahaman mengenai kemiskinan kultural itu sendiri, juga dengan memberikan bantuan ekonomi termasuk pelatihan dan pendidikan, fasilitas sosial yang diikuti dengan dukungan psikososial, pengakuan juga penghargaan.

Bupati Dana maupun Wabup Artha Dipa diakhir acara meminta masyarakat dapat menyimak dengan baik sosialisasi yang diberikan dan dapat menyampaikan pertanyaan atau pun pendapat untuk permasalahan yang dimiliki. Ucapan terimakasih pun disampaikan kepada Majelis Desa Adat, PHDI dan Kementerian Agama Kabupaten Karangasem yang telah ikut bersinergi menuntaskan angka kemiskinan di Kabupaten Karangasem melalui sosialisasi ini.( MT – 001)

Gede Dana Serahkan Ratusan Juta Rupiah Sebagai Bonus Bagi Atlet Porsenijar Karangasem

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana menyerahkan bonus berupa uang tunai kepada para atlet yang bertanding di ajang Porsenijar Provinsi Bali beberapa bulan lalu pada Selasa (28/11), di Tribun Stadion I Gusti Ketut Djelantik. Pemberian bonus diserahkan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Daerah atas jerih payah seluruh Atlet peraih medali dan kepada Official/Pelatih berprestasi dalam Porsenijar Provinsi Bali Tahun 2023. Tidak tanggung-tanggung bonus yang diserahkan yakni sebesar Rp.328.300.00. Dengan rincian bonus Atlet, Emas senilai Rp. 108.500.000, medali Perak senilai Rp. 88.700.000, medali Perunggu senilai Rp. 85.800.000 dan bonus Official/Pelatih berjumlah Rp. 45.300.000.

Bonus yang diberikan ini diharapkan mampu memberi semangat dan motivasi untuk meraih hasil yang terbaik dalam kejuaraan- kejuaraan baik tingkat daerah maupun tingkat Nasional pada tahun tahun mendatang. “Kami berharap penyerahan BONUS ini menjadi momentum kedepan untuk berusaha lebih keras dan berjuang lebih maju dalam mendorong bonus bagi atlet dan pelatih berprestasi sepanjang keadaan keuangan Pemerintah Kabupaten Karangasem memungkinkan untuk itu,” ujarnya Bupati Dana.

Bupati Karangasem, I Gede Dana, mengatakan, sebagai salah satu event olahraga, Porsenijar Provinsi Bali memiliki makna strategis, tidak saja merupakan tolak ukur keberhasilan pembangunan bidang keolahragaan di Bali, tetapi juga menjadi ajang kompetisi untuk menjaring, menyeleksi dan terutama sekali rasa wirang para atlet Kabupaten Karangasem untuk memberikan yang terbaik buat Kabupaten Karangasem. Serta peran yang tidak kalah pentingnya dari official dan pelatih yang dengan setia mendampingi atlet pada saat bertanding ataupun pada saat tidak bertanding dengan memberikan semangat dan motivasi selama pelaksanaan Porsenijar Provinsi Bali Tahun 2023. “Ini memberikan pelajaran kepada kita semua bahwa apapun yang kita inginkan, apapun yang kita mimpikan pasti mampu kita wujudkan sepanjang kita mau bekerja dengan sungguh-sungguh, bekerja keras dan pantang menyerah. Ke depan tentu akan menjadi tantangan bagi kita bersama bagaimana bisa memperbaiki prestasi untuk kedepanya,” ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karangasem, I Wayan Sutrisna mengatakan,total Medali yang berhasil di raih oleh Atlet Kontingen Karangasem adalah sebanyak 157 medali dengan rincian36 medali emas,42 medali perak,79 medali perunggu. Dikatakan Sutrisna, kabupaten Karangasem mengirimkan kontingen sejumlah 270 atlet. “Dari 270 atlet yang dikirim itu, hanya 157 orang sedangkan sisanya lagi 120 orang belum berhasil, dengan total 157 medali,” ujar Sutrisna.

Sutrisna menambahkan, pada ajang Porsenijar Tingkat Provinsi Bali itu kabupaten Karangasem mengirimkan atlet-atletnya di 22 cabang olahraga dari 31 cabor yang dipertandingkan. Cabor-cabor yang diikuti itu diantaranya, Atletik, Pencak Silat, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Catur, Panjat Tebing, Taekwondo, Karate, Judo, Bola Volly, Sepak Bola, Tarung Derajat, Petanque, Dance Sport , Balap Sepeda, Muaythai, Bola Basket, Senam, Panahan, Wushu.( MT – 001)

Bupati Dana Buka Pelatihan dan Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran di Karangasem

0

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana secara resmi membuka pelatihan dan pembinaan bagi Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kabupaten Karangasem dengan menyematkan tanda relawan kepada peserta. Acara ini berlangsung di Tribun Stadion I Gusti Ketut Jelantik pada Kamis (23/11).

Pembinaan dan pelatihan ini diikuti oleh 80 peserta dari 8 desa dalam 8 kecamatan di Kabupaten Karangasem, yang sebelumnya telah dibentuk berdasarkan SK Bupati Nomor 749/HK/2023. Tujuan kegiatan ini, seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, adalah meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran.

Bupati Gede Dana menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat berlanjut secara berkala sesuai amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 364.1-306 Tahun 2020. Dana berharap pelatihan ini akan membantu tugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, khususnya dalam memberikan informasi lokasi dan arahan saat terjadi kebakaran.

Dalam arahannya, Bupati Dana mengungkapkan bahwa meskipun baru dapat memberikan pelatihan untuk 80 orang dari 135 orang yang telah diangkat berdasarkan SK, harapannya adalah agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diaplikasikan secara berkelanjutan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam acara tersebut dan berpesan agar prinsip kerja Redkar, yaitu cepat, tepat, partisipatif, dan koordinatif, dapat senantiasa diterapkan oleh seluruh Relawan Pemadam Kebakaran.

Bupati Dana menutup sambutannya dengan harapan bahwa kegiatan ini merupakan langkah positif dalam menciptakan sumber daya aparatur yang profesional, membawa Kabupaten Karangasem ke arah yang lebih baik, dan menuju era baru.( MT -001)

Bupati Dana Ingin Warga Kedampal Nikmati Faskes Gratis Bakti Sosial Peringati HKN ke 59 di Karangasem

0

Amlapura, MatahariTimur – Momentum Hari Kesehatan Nasional ke 59 dimanfaatkan Bupati Karangasem I Gede Dana untuk menghadirikan pelayanan kesehatan bagi warga yang sangat membutuhkan di wilayah Dusun Kedampal, Desa Datah, Kecamatan Abang,Kabupaten Karangasem.

Pelayanan kesehatan gratis berupa kegiatan Bakti Sosial di bawah koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem sengaja Bupati Dana usulkan untuk dilaksanakan di Dusun Kedampal Desa Datah karena wilayah ini tidak ada fasilitas kesehatan yang memadai meskipun itu puskesmas pembantu.

Hal ini Bupati Dana ungkapkan dalam sambutannya membuka kegiatan Bakti Sosial dimaksud dalam rangka peringatan HKN ke 59 di Kabupaten Karangasem yang digelar tepatnya di SD N 5 Datah yang juga berareal di SMPN Satu Atap Datah, Jumat (24/11).

Dihadapan masyarakat Kedampal, Bupati mengungkapkan keprihatinannya atas akses pelayanan kesehatan sangat jauh untuk bisa dijangkau masyarakat sehingga penanganan kesehatan sering kali terlambat diperoleh masyarakat. Di Kedampal saat ini baru memiliki lokasi pelayanan kesehatan yakni di Pustu Wates ,namun tidak maksimal pemanfaatnya dan Pustu di Datah, namun cukup jauh. Untuk menuju Puskesmas pun, harus ke Culik atau ke Abang. Lokasi ini jaraknya cukup jauh dengan kondisi masyarakat di Kedampal berada di bawah garis kemiskinan.

Bupati Dana menyadari hal ini dikarenakan sebagian masyarakat bekerja sebagai petani di lahan yang kurang subur. Sebagian lagi berternak, namun sekarang dirinya bersyukur, mindset para petani di daerah ini mulai terbuka untuk meningkatkan hasil pertanian. Para warga di sini sebagian besar yang berhasil karena mengandalkan sanak saudara atau anak yang bekerja di rantauan.

“Mengetahui hal ini, Saya dorong ke depan Kadiskes Karangasem untuk mengusulkan pelayanan kesehatan berupa Pustu, dimana Kadus atau Bendesa Adat bisa membantu menyiapkan lahan pembangunan Pustu. Permasalahan kita untuk melakukan pembangunan biasanya terkait lahan yang belum tersedia,jika ada, Pemerintah siap memfasilitasi,” imbuhnya.

Bupati Dana sanga ingin warganya di Kedampal kehidupannya meningkat, ekonominya maju, kesehatannya terjamin.

Sementara itu, Perbekel setempat gede Subrata, mengucapkan terimakasih atas kesediaan Bupati Dana bersama tenaga kesehatan yang mengelar kegiatan Bakti Sosial Pengobatan Gratis di Dusun yang berpenduduk 2000 orang kurang lebih 520 KK di Dusun Kedampal, Desa Datah.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu dan antusias dalam perisiapan digelarnya kegiatan ini,dimana situasi kondisi di wilayah ini tengah memasuki musim kemarau panjang,”ungkapnya.

Perbekel melalui kesempatan tersebut juga mengucapkan terimakasih atas perhatian Bupati Karangasem I Gede Dana yang memprioritaskan Masyarakat di Dusun Kedampal dalam menerima,bedah rumah,rehab rumah, bantuan beras,begitu juga telah dibangunnya Cubang di wilayah Kedampal untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Diakhir kegiatan Bupati Dana menyempatkan diri menyapa siswa di lokasi Bakti Sosial dan meninjau sejumlah ruang kelas serta pembangunan sekolah yang sedang berjalan. ( MT – 001)

Bupati Karangasem Ingatkan ASN Jaga Netralitas Menjelang Pemilu 2024

0

KARANGASEM, MatahariTimur – Bupati Karangasem, I Gede Dana, mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) tentang tanggung jawab besar mereka dalam menjaga netralitas dan integritas selama Pemilihan Umum Tahun 2024. Bupati menekankan bahwa sebagai pilar pelayanan publik di tingkat daerah, ASN memiliki peran krusial dalam memastikan keadilan dan profesionalisme.

“Pemilihan Umum adalah momen krusial dalam kehidupan demokrasi kita. ASN harus memegang teguh prinsip netralitas, bukan hanya sebagai aturan formal, tetapi juga sebagai cerminan dari keadilan dan profesionalisme,” ujar Bupati I Gede Dana.

Dalam sambutannya, Bupati mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk menjaga netralitas dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan pentingnya untuk menghindari keterlibatan dalam kegiatan politik praktis, serta menunjukkan bahwa ASN adalah pelayan yang dapat dipercaya oleh semua lapisan masyarakat.

“Saya berharap ASN di Pemerintah Kabupaten Karangasem dapat menjaga suasana kondusif di lingkungan kerja. Netralitas kita adalah amanah yang harus dijaga untuk menjaga kepercayaan masyarakat kepada pemerintah Kabupaten Karangasem,” lanjut Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa ketidaknetralan ASN dapat berdampak negatif, termasuk diskriminasi layanan, kesenjangan dalam lingkup ASN, konflik kepentingan, dan penurunan profesionalisme. Ia menekankan pentingnya pengawasan yang kuat dan penerapan sanksi sebagai kunci untuk memastikan netralitas ASN selama pemilu.

“Mengakhiri sambutan ini, saya berharap ASN dapat mengikuti acara sosialisasi hari ini dengan sungguh-sungguh dan tetap menjaga netralitas. Ini adalah bagian dari Core Value ASN BerAKHLAK yang siap membangun Karangasem Era Baru yang Pradnyan, Kertha, Santi, dan Nadi,” tutup Bupati I Gede Dana.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Karangasem, I Komang Agus Sukasena mengatakan, netralitas ASN tetap menjadi isu utama dalam setiap pelaksanaan pemilihan umum/pemilihan, dan untuk mencegah potensi pelanggaran, Bawaslu menggelar sosialisasi sebagai agenda wajib.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Keputusan Bersama Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Dalam Negeri, Kepala Badan Kepegawaian Negara, Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara, dan Ketua Badan Pengawasan Pemilihan Umum. Sosialisasi bertujuan untuk memastikan netralitas ASN selama Pilkada 2024.

“Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, menghadirkan langsung para kepala perangkat daerah di lingkungan Kabupaten Karangasem, sementara seluruh ASN perangkat daerah lainnya mengikuti secara daring di tempat kerjanya masing-masing. Narasumber berasal dari Bawaslu Provinsi Bali, menjadikan kegiatan ini terintegrasi dengan rangkaian perayaan HUT KORPRI ke-52, ” kata Sukasena.

Dalam acara sosialisasi Netralitas ASN menjelang Pemilihan Umum Tahun 2024 ini juga diikuti oleh Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, Bawaslu Provinsi Bali bidang Koordinator Devisi Hukum Dan Penyelesaian Sengketa, Gede Sutrawan bersama staf sekaligus sebagai Narasumber, di dampingi Staf Ahli, Asisten Bupati Kabupaten Karangasem, Kepala BKSDM Kab. Karangasem Direktur RSUD Kab. Karangasem Direktur RS Pratama Kab. Karangasem, serta Kepala OPD Pemkab. Karangasem dan Para Camat/yang mewakili, serta juga dapat di saksikan secara Meeting Zoom kepada anggota ASN yang lain.

Diakhir kegiatan, sebagai bukti Netralitas Anggota ASN dilakukan Penyerahan Fakta Integritas dari peserta ASN yang di serahkan perwakilan secara simbolis dari Anggota ASN yang mewakili Kepada Kepala Inspektorat Kab. Karangasem, Ida Bagus Putu Suastika, bertempat di Gedung Wantilan Sabha Prakerti Nadi Kamis, 23 Nopember Tahun 2024.( MT – 001)