24.8 C
Bali
15 Januari 2026
Beranda blog

Paiketan Puri di Buleleng Dukung Penuh Rencana Pembangunan Kawasan Heritage

0

Buleleng, Matahari Timur – Rencana pembangunan kawasan heritage di Buleleng, Bali mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya adalah dukungan penuh dari Paiketan Puri di Buleleng sebagai salah satu pelaku dan bukti sejarah di Kabupaten Buleleng.

Dukungan tersebut terungkap saat Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama dengan Wakil Bupati Gede Supriatna, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Buleleng I Putu Adipta Eka Putra, Kepala Dinas Kebudayaan I Nyoman Wisandika dan Camat Buleleng Putu Gopi Suparnaca bertemu dengan penglingsir puri-puri yang tergabung dalam Paiketan Puri Buleleng di Puri Kanginan, Kelurahan Kampung Singaraja, Kecamatan Buleleng, Kamis (8/1/2026).

Ditemui usai pertemuan, Anak Agung Wiranatha Kusuma mewakili penglingsir puri-puri yang tergabung dalam Paiketan Puri Buleleng menyampaikan dukungan penuhnya terhadap rencana pembangunan kawasan heritage di Buleleng. Selain itu, Wiranatha Kusuma juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati dan Wakil Bupati Buleleng karena terus memperhatikan puri-puri yang ada di Buleleng.

“Kami tidak bisa bantu apa-apa. Hanya ide dan konsep saja yang bisa kami sumbangkan. Semoga bisa bermanfaat untuk pembangunan Buleleng,” ujarnya.

Buleleng dikenal memiliki sejarah yang panjang dan tidak dibuat-buat. Baik pada zaman kerajaan maupun zaman kemerdekaan. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng diharapkan bisa menghidupkan kembali sejarah tersebut. Sekaligus menyambungkan kaitan sejarah yang ada. Diawali dengan pembangunan titik nol daerah pusaka yang bisa mengembangkan perekonomian.

“Khususnya di bidang pariwisata. Dan juga hal-hal kejayaan Buleleng di masa lampau bisa bangkit kembali dengan rencana pembangunan kawasan heritage ini,” kata Wiranatha Kusuma.

Sementara itu, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra menyebutkan bahwa dalam pertemuan, sangat banyak mendapatkan masukan dari pihak puri-puri yang ada di Buleleng. Utamanya tentang sejarah berdirinya Buleleng dan Kota Singaraja. Nantinya, masukan tersebut akan dijadikan rujukan untuk membangun Kabupaten Buleleng.

“Masukannya banyak sekali. Penglingsir-penglisir yang hadir sangat memahami sejarah Buleleng,” sebutnya.

Bupati asal Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan ini juga menyampaikan rasa terima kasihnya karena sambutan dari Paiketan Puri di Buleleng ini sangat hangat. Puri-puri yang ada di Buleleng sangat guyub dan sangat mendukung pembangunan kawasan heritage. Kawasan ini harus dikembalikan sebagai warisan sejarah dari Gusti Anglurah Panji Sakti.

“Semoga dengan pembangunan kawasan heritage ini bisa membangkitkan kembali kejayaan Buleleng dan Buleleng semakin maju kedepannya,” kata Sutjidra. (MT-003)

Pembangunan Titik 9 dan 10 Shortcut Singaraja–Mengwitani Resmi Dimulai

0

Buleleng, Matahari Timur – Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi memulai pembangunan lanjutan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani melalui kegiatan Upacara Adat Ngeruak dan Ground Breaking Pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Batas Kota Singaraja–Mengwitani (Shortcut Titik 9 dan 10) Paket 1 dan Paket 2. Kegiatan ini digelar di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2026).

Pembangunan ini merupakan bagian strategis dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Pusat untuk menuntaskan konektivitas Bali Utara dan Bali Selatan, sekaligus meningkatkan keselamatan, efisiensi transportasi, dan kelancaran distribusi logistik.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menegaskan percepatan pembangunan jalan shortcut Singaraja–Mengwitani menjadi prioritas sejak dirinya kembali dilantik untuk periode kedua pada 20 Februari 2025. Dalam hitungan minggu setelah pelantikan, Gubernur Koster langsung menghadap Menteri Pekerjaan Umum untuk memastikan kelanjutan pembangunan shortcut yang telah direncanakan dari Titik 1 hingga Titik 12.

“Pembangunan shortcut ini kebutuhannya sangat mendesak, baik untuk pelayanan transportasi penumpang maupun logistik. Karena itu saya mohon agar pembangunan Titik 9 dan 10 dapat segera dilanjutkan, dan sekarang sudah berjalan,” ujar Gubernur Koster.

Ia mengucapkan proyek tetap berjalan dan kini memasuki tahap pelaksanaan. Gubernur Koster juga menegaskan perannya dalam mengawal proses, mulai dari tender, penandatanganan kontrak, hingga penentuan waktu ground breaking.

“Bukan untuk mengintervensi, tapi saya pastikan semua berjalan sesuai tahapan dan tidak berlarut-larut. Setelah siap semua, saya carikan hari baik, dan ditetapkan 7 Januari 2026,” jelasnya sambil menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali berkontribusi besar melalui pembebasan lahan agar proyek berjalan tanpa hambatan.

Ke depan, Gubernur Koster juga mendorong percepatan pembebasan lahan untuk Titik 11 dan 12 yang memiliki medan paling berat. Ia menargetkan proses pembebasan lahan dimulai pada tahun 2026, sehingga konstruksi dapat dimulai pada akhir 2027 atau awal 2028 dan rampung sebelum akhir masa jabatannya pada 20 Februari 2030.

“Saya ingin jalan shortcut ini tuntas minimal sampai Titik 12 sebelum masa jabatan saya berakhir,” katanya menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur strategis di Bali paling lambat tahun 2030, pada periode keduanya sebagai gubernur.

Jaga Keberlanjutan Bali sebagai Destinasi Wisata Kelas Dunia

Penuntasan infrastruktur ini dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan Bali sebagai destinasi pariwisata dan pusat usaha kelas dunia.

Menurut Koster, sektor pariwisata saat ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap perekonomian Bali, yakni mencapai 66 persen. Kontribusi tersebut menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali.

“Pariwisata Bali memberi manfaat luar biasa. Tahun 2025 hingga 31 Desember, jumlah wisatawan mencapai 7,05 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah. Sebelum pandemi Covid-19 hanya sekitar 6,2 juta. Jadi kalau ada yang bilang Bali sepi, itu keliru. Bali justru mengalami lonjakan yang sangat signifikan,” tegasnya.

Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan berdampak langsung pada naiknya pendapatan daerah. Pendapatan sektor hotel dan restoran di seluruh kabupaten/kota di Bali tercatat meningkat, dengan tingkat hunian hotel berada di kisaran 75–85 persen.

Namun demikian, ia mengakui bahwa tingginya aktivitas pariwisata juga memunculkan dampak negatif, terutama kemacetan dan persoalan sampah. Dua persoalan tersebut, menurutnya, tidak bisa diselesaikan tanpa dukungan infrastruktur dan sistem transportasi yang memadai.

“Masalah macet ini tidak bisa diselesaikan dengan ceramah. Ini soal infrastruktur jalan dan moda transportasi. Karena itu, lima tahun ke depan kita fokus pada pembangunan infrastruktur yang menghubungkan Bali Utara, Selatan, Timur, Barat, hingga Bali Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan konektivitas antar wilayah tersebut menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan dan mendukung pemerataan pembangunan. Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum, telah menyatakan komitmen penuh untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Bali.

Gubernur Koster juga mengungkapkan dari total 13,9 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, sekitar 6,3 juta atau 45 persen di antaranya datang ke Bali. Kontribusi devisa wisatawan mancanegara ke Bali diperkirakan mencapai Rp170 triliun, atau sekitar 53 persen dari total devisa pariwisata nasional.

“Masalahnya, daerah tidak punya anggaran cukup besar untuk menyelesaikan persoalan kemacetan ini sendirian. Kalau tidak segera ditangani, Bali bisa merosot daya saingnya karena isu kemacetan terus-menerus,” katanya.
Di sisi lain, Gubernur Koster menegaskan bahwa dirinya tetap fokus bekerja meskipun menghadapi kritik dan perdebatan di media sosial. Ia menganggap dinamika tersebut sebagai bagian dari risiko kepemimpinan.

“Tugas kita bekerja, bukan ribut di media sosial. Bully-bullyan itu bagian dari ujian ketahanan mental. Saya nikmati saja. Kalau dengan membully orang lain hidupnya jadi bahagia, silakan,” ucapnya.

*Kualitas Kerja Nomor Satu dan Harus Tepat Waktu*

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek infrastruktur, termasuk kontraktor pelaksana, agar bekerja secara profesional, menjaga kualitas, dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

“Kualitas harus nomor satu dan waktunya harus tepat. Jangan kualitas bagus tapi molor. Saya pantau langsung, dan kalau tidak sesuai, saya yang akan menegur,” tegasnya.

Gubernur Koster berharap pembangunan infrastruktur yang dimulai saat ini dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata unggulan dunia.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Asep Syarif Hidayat, menyampaikan Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen penuh mendukung pembangunan shortcut Singaraja–Mengwitani. Untuk penanganan Titik 9 dan 10, total panjang pekerjaan mencapai 3,90 kilometer, terdiri dari jalan sepanjang 2,95 kilometer dan jembatan sepanjang 942 meter.

Untuk Paket 1, proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp290,84 miliar dengan masa pelaksanaan 750 hari kalender. Pekerjaan meliputi pembangunan jalan sepanjang 0,93 kilometer dan tiga jembatan dengan total panjang 593 meter, yang dikerjakan oleh Waskita–Sinarbali KSO dengan pendanaan dari SBSN Tahun Anggaran 2025–2027.

Asep menjelaskan, kondisi eksisting ruas jalan Singaraja–Mengwitani memiliki tingkat risiko tinggi, dengan kelandaian mencapai 27 persen dan tercatat sekitar 140 kecelakaan per tahun dengan 16 korban meninggal dunia. Melalui perbaikan geometrik jalan ini, waktu tempuh dipangkas dari 21,22 menit menjadi 8,61 menit, jumlah tikungan berkurang drastis, serta tingkat kelandaian diturunkan hingga maksimal 10 persen.

“Manfaatnya sangat signifikan, mulai dari peningkatan keselamatan, efisiensi perjalanan, hingga pengurangan emisi karbon kendaraan sekitar 10 persen,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Bali telah membebaskan 316 bidang tanah senilai Rp193 miliar untuk mendukung pembangunan sejumlah titik shortcut. Namun demikian, untuk menuntaskan seluruh ruas Singaraja–Mengwitani masih diperlukan pembangunan lanjutan pada Titik 1–2, Paket 3 Titik 9–10, serta Titik 11–12 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp512 miliar.

Dengan kolaborasi erat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali, pembangunan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani diharapkan menjadi solusi permanen konektivitas Bali Utara–Selatan, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata. (MT-003)

 

Bupati Sutjidra Minta Pengurus PMI Buleleng Baru Tingkatkan Program Kegiatan Kemanusiaan

0

Buleleng, Matahari Timur – Meskipun program-program yang telah dijalankan selama ini diakui dan diapresiasi banyak daerah di Bali, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra meminta kepada jajaran pengurus baru Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Buleleng untuk tetapi lebih meningkatkan berbagai kegiatan kemanusiaan.

Hal ini disampaikannya saat pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI periode 2025-2030 di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Selasa (23/12/2025).

Mengawali periode kepengurusan baru PMI Buleleng untuk lima tahun ke depan, Bupati I Nyoman Sutjidra yang juga merupakan bagian dari kepengurusan sebelumnya, menitipkan pesan khusus tentang keberlanjutan dan peningkatan kinerja. Di hadapan para pengurus yang dilantik, termasuk Ketua Dewan Kehormatan Ketut Ngurah Arya dan Ketua PMI Buleleng Gede Supriatna, Sutjidra menekankan bahwa kerja-kerja kemanusiaan yang telah dibangun harus terus ditingkatkan kualitas dan cakupannya.

“Harapan kami dari pengurus lama, apa yang sudah dilakukan selama ini harus diteruskan dan ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Secara khusus, Bupati menyoroti pentingnya memperkuat pembinaan terhadap generasi muda, yang merupakan tulang punggung relawan masa depan. Ia mengapresiasi peran krusial relawan dari berbagai tingkatan, mulai dari Palang Merah Remaja (PMR), Tenaga Sukarela (TSR) atau UPM, hingga relawan dewasa (Wira), yang selama ini aktif mendukung setiap aksi tanggap darurat dan program sosial PMI. Sutjidra berjanji bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng akan mendukung upaya peningkatan ini, salah satunya melalui penyediaan sarana dan prasarana yang lebih memadai.

“Kami akan menambah untuk sarprasnya. Kami mendukung sehingga nama PMI Kabupaten Buleleng yang sekarang menjadi rujukan itu semakin bisa lebih mantap lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PMI Buleleng yang baru, Gede Supriatna, menyambut baik arahan dari Bupati tersebut. Sebagai Wakil Bupati yang kini memegang tampuk kepemimpinan di PMI, Supriatna mengakui beratnya tantangan yang dihadapi, terutama dalam penanganan bencana yang membutuhkan keterampilan, keteguhan, dan keikhlasan. Ia berkomitmen untuk mempertahankan reputasi relawan PMI Buleleng yang telah diakui dan terus meningkatkan kompetensi mereka.

“Ini harus tetap dijaga dan terus dilakukan pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan kita dalam penanganan tugas-tugas sosial dan kemanusiaan. Khususnya dalam menangani tugas kebencanaan. Ya, itu akan kita lakukan di PMI Buleleng ke depan,” katanya.

Fokus pada peningkatan kapasitas melalui pelatihan berkelanjutan menjadi salah satu agenda pokok yang akan dijalankan untuk merespons permintaan Bupati Sutjidra. (MT-003)

Wagub Giri Prasta Ajak Komunitas Moge Taat Aturan dan Aktif Berkegiatan Sosial

0

Badung, Matahari Timur — Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri perayaan Anniversary ke-9 Mangupura Riders yang berlangsung di Atlas Super Club, Badung, Sabtu malam, 20 Desember 2025. Kehadiran Wagub Bali tersebut disambut antusias oleh para riders motor gede (moge) yang tergabung dalam komunitas Mangupura Riders.

Dalam kesempatan itu, Giri Prasta menyampaikan ucapan selamat ulang tahun sekaligus apresiasi atas kekompakan Mangupura Riders yang telah memasuki usia ke-9. Ia mengingatkan bahwa kebersamaan yang telah terjalin dengan baik sejak tahun-tahun sebelumnya harus terus dijaga.

“Di tahun yang ke-8 lalu kita sudah bertemu dan semuanya berjalan dengan baik. Sekarang kita ketemu kembali di tahun yang ke-9, saya yakin Mangupura Riders tetap solid bersama seluruh komunitas,” ujar Giri Prasta dalam sambutannya.

Giri Prasta berharap komunitas sepeda motor ini tidak hanya menjadi wadah penyaluran hobi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk saling bertukar pikiran dan membangun jejaring yang bermanfaat, termasuk dalam menghidupi perekonomian. Ia juga mendorong agar kegiatan sosial terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Teruslah berkomunikasi, dan jangan lupa kegiatan sosial. Kami dari Pemerintah Provinsi Bali, kalau memang ada kegiatan sosial bertalian dengan kesehatan gratis, donor darah, dan kegiatan lainnya kami pasti bantu sepenuhnya,” pesan Wakil Gubernur Bali seraya menyampaikan Dirgahayu Mangupura Riders yang ke-9, tetap kuat, utuh, dan jaya selalu.

Pada perayaan tersebut, Wagub Giri Prasta juga mendapat kehormatan melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan langsung kepada Ketua Umum Mangupura Riders, I Ketut Budiana, sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

Masih dalam sambutannya, mantan Bupati Badung dua periode ini berpesan agar seluruh pengendara motor gede senantiasa menaati peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

“Kawan-kawan semua, saya mengajak di dalam berkendara harus terus mentaati peraturan lalu lintas, jaga selalu safety dan lengkapi semua syarat-syarat dalam berkendaraan. Pulang pun nanti tetap menjaga ketertiban lalu lintas,” ajaknya.

Sebagai bentuk perhatian dan dukungan, Giri Prasta juga menyampaikan bahwa secara pribadi ia memberikan bantuan sebesar Rp50 juta.

Atas dukungan tersebut, Ketua Umum Mangupura Riders, I Ketut Budiana, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wakil Gubernur Bali. Ia menekankan agar seluruh pengurus dan anggota Mangupura Riders tetap menyama braya, sehobi, dan seperjuangan dalam menjaga soliditas komunitas. (MT-003)

Upacara Parisudha Jagat Digelar di Jembatan Tukad Bangkung, Doa Bersama Hentikan Tragedi Bunuh Diri

0

Badung, Matahari Timur – Rentetan peristiwa bunuh diri yang terjadi berulang di kawasan Tukad Bangkung, Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, telah menjadi kegelisahan bersama. Tragedi yang terjadi di sekitar Jembatan Tukad Bangkungjembatan tertinggi di Bali, bahkan Asia Tenggara—tak hanya meninggalkan duka mendalam, tetapi juga menyisakan pertanyaan: apa yang sesungguhnya terjadi dengan ruang ini, dan langkah apa yang perlu diambil agar tidak lagi menjadi tempat hilangnya nyawa manusia?

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta bersama Ketua TP PKK Provinsi Bali sekaligus Duta Pengolahan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS), Ibu Putri Suastini Koster, serta Ketua BKOW Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta, mengikuti dan melaksanakan persembahyangan bersama dalam Upacara Yadnya Parisudha Jagat di Jembatan Tukad Bangkung, Kamis (18/12).

Upacara ini dimaknai sebagai ikhtiar spiritual untuk memulihkan keseimbangan dan harmoni, sekaligus menetralkan serta menyucikan kawasan Tukad Bangkung yang selama ini diyakini memiliki beban niskala akibat ketidakharmonisan hubungan manusia dengan alam dan ruang sakral. Berdasarkan kajian sosiologis, spiritual, dan kepercayaan lokal, kawasan jembatan tersebut dipercaya sebagai wilayah kerajaan wong samar. Pada masa pembangunan jembatan, diyakini belum sepenuhnya dilakukan permohonan izin secara niskala, sehingga menyisakan ketidakseimbangan energi yang dipercaya turut memengaruhi kondisi psikologis orang-orang tertentu.

Fenomena bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung dinilai tidak cukup dipahami hanya dari aspek fisik atau keamanan. Kesadaran spiritual serta cara manusia beragama di Bali turut dipandang memiliki peran penting. Selama ini, praktik beragama kerap lebih menekankan hubungan vertikal dengan Tuhan, namun kurang memberi ruang pada hubungan horizontal dengan alam sebagai ibu kehidupan.

Secara etimologis, kata Bangkung dan Tukad sama-sama memiliki makna femininibu dan bumi—yang kerap terlupakan untuk dipijak dengan kesadaran. Melalui upacara ini, masyarakat diajak kembali ber-Tuhan di bumi, menjaga keseimbangan antara hubungan vertikal dan horizontal, agar kawasan ini kembali suci dan terbebas dari bayang-bayang tragedi.

Rangkaian Upacara Parisudha Jagat berlangsung khidmat. Setelah prosesi ritual dan doa bersama, dilakukan pelepasan simbol-simbol kehidupan berupa dua ekor kebo putih lanang-wadon yang dilepas secara simbolis dan selanjutnya dihaturkan menjadi kebo duwe di Desa Plaga. Prosesi dilanjutkan dengan pelepasan burung dan lampion, masing-masing sebanyak 33 buah, oleh para tamu undangan di pintu masuk Jembatan Tukad Bangkung. Angka 33 dimaknai sebagai simbol keseimbangan dan penyucian, sekaligus doa agar kehidupan kembali menemukan jalannya.

Upacara dipuput oleh Jro Mangku Gede Made Pawitra dari Desa Bulian, didampingi para mangku dan prajuru adat dari Desa Bulian, Pelaga, Sidan, Tambakan, Selulung, serta Kubutambahan. Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Bangli Wayan Diar, Anggota DPRD Provinsi Bali Made Sumiati, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Bali.

Sebagai bentuk dukungan, Wakil Gubernur Bali menyerahkan punia sebesar Rp25 juta, sementara Ibu Putri Suastini Koster menyumbangkan tiga ekor kerbau guna mendukung kelancaran pelaksanaan upacara.

Secara filosofis, Upacara Yadnya Parisudha Jagat merupakan bagian dari konsep Sad Kerthi, enam upaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam semesta. Pembersihan dilakukan terhadap bhuana agung (alam semesta) dan bhuana alit (manusia) untuk mewujudkan keseimbangan sekala dan niskala, sekaligus memohon kerahayuan jagatkehidupan yang tegak, suci, dan nirmala.

Pelaksanaan upacara ini juga merupakan hasil gotong royong berbagai elemen masyarakat, mulai dari Yayasan BOA, Tim PSBS PADAS, Paiketan Spiritual, Yayasan Bali Mula, Paiketan Kerama Bali, hingga tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan jiwa dan kelestarian alam.

Lebih jauh, Parisudha Jagat di Jembatan Tukad Bangkung menjadi pengingat bahwa persoalan bunuh diri tidak hanya memerlukan pendekatan medis, sosial, atau keamanan, tetapi juga pendekatan spiritual dan kultural yang menyentuh akar kesadaran manusia Bali. Jembatan yang secara makna menghubungkan Badung, Bangli, hingga Buleleng ini diharapkan kembali menjadi simbol peralihan dari kegelapan menuju kebajikan, dari keputusasaan menuju harapan.

Dengan dilaksanakannya upacara ini, harapan pun disematkan agar Jembatan Tukad Bangkung kembali menjadi jembatan kehidupan, bukan jembatan kematiansebuah ruang suci yang mengingatkan manusia untuk berhenti sejenak, menunduk pada bumi, dan memilih untuk tetap hidup. (MT-003)

Refleksi Akhir Tahun 2025, Sutjidra-Supriatna Masifkan Sejumlah Pembaharuan untuk Buleleng

0

Buleleng, Matahari Timur – Merefleksikan progres pembangunan sepanjang tahun 2025, Bupati I Nyoman Sutjidra merencanakan sejumlah pembangunan untuk meningkatkan tata kelola dan pelayanan publik serta memperindah wajah kota.

Sejumlah progres pembangunan dalam rangka program prioritas menunjang visi misi dan asta cita pemerintah dikebut pasangan Bupati I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Gede Supriatna di tahun 2026. Hal tersebut dipaparkan Bupati Sutjidra dalam acara refleksi akhir tahun pembangunan 2025 yang dirangkaikan dengan Pajak Awards 2025 di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, Kamis (18/12/2025).

Setelah berhasil melakukan efisensi pada sejumlah anggaran untuk membiayai program prioritas, Bupati Sutjidra menyampaikan, tahun depan program peningkatan infrastruktur seperti revitalisasi sekolah, revitalisasi RSUD, peningkatan ruas jalan akan dilanjutkan. Begitu pula dengan penataan titik nol Singaraja, eks pelabuhan Buleleng, dan penataan kawasan Lovina digenjot mulai awal 2026. Kemudian pementasan kesenian tradisional di ruang terbuka hijau maupun menghidupkan kembali festival kesenian kecamatan sebagai upaya pelestarian seni dan budaya. Terobosan-terobosan ini sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, melestarikan nilai sejarah, serta meningkatkan perekonomian daerah. “Ya. Lebih masif lagi selain dari infrastruktur, jalan, dan irigasi,” ujarnya.

Ditambahkan, progres pembangunan ini tentunya melalui sinergi dari berbagai pihak. Salah satunya melalui program Desa Sadar dan Taat Bayar (STAR) Pajak. Program ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi Pemerintah Kabupaten dengan pemerintahan di desa dalam meningkatkan dan menggali sumber-sumber pendapatan daerah di bidang pajak. Dengan sinergi ini, dilaporkan BPKPD hingga 18 Desember 2025, pendapatan daerah di bidang pajak sudah melewati target yakni 109 persen. “Sumbangsih ini akan mendukung pembiayaan program-program infrastruktur di masa depan,” ujarnya.

Sebagai penutup, Bupati Sutjidra mengucapkan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran birokrasi yang telah menjadi penggerak utama mesin pemerintahan di Kabupaten Buleleng. Sehingga sejumlah target pembangunan bisa diselesaikan tepat waktu. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengawal pembangunan menuju Buleleng yang lebih sejahtera. (MT-003)

Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Apresiasi Anak Berprestasi Tingkat Nasional hingga Internasional

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna memberikan apresiasi kepada anak-anak Buleleng yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional. Apresiasi tersebut diberikan dalam pertemuan bersama anak-anak berprestasi di Kantor Bupati Buleleng, Kamis (18/12). Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan Pemerintah Kabupaten Buleleng terhadap pengembangan potensi generasi muda melalui dunia pendidikan.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Buleleng menyerahkan piagam penghargaan dan bingkisan kepada lima anak yang telah mengharumkan nama Kabupaten Buleleng. Capaian ini menunjukkan bahwa anak-anak Buleleng memiliki daya saing dan potensi besar untuk berkembang di tingkat yang lebih tinggi.

Adapun anak-anak berprestasi yang menerima apresiasi, yaitu Putu Bunga Adelia Pregiwa Dewi dari Sekolah Laboratorium Undiksha yang meraih Runner Up III Kids Star Internasional Tahun 2025 di Thailand. Kadek Mia Athalia Wijaya dari SD Negeri 2 Tinga-Tinga sebagai Finalis Dokter Kecil Tingkat Nasional Tahun 2025. Selain itu, Kadek Mia Athalia Wijaya, Putu Reza Arya Pradnyana, Putu Diah Giri Putri, dan Abraham Halomoan Sihombing dari SD Negeri 2 Tinga-Tinga juga berhasil meraih predikat Sahabat Sekolah Dasar Tingkat Nasional Tahun 2025.

Bupati Sutjidra menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih anak-anak Buleleng, khususnya yang berasal dari sekolah-sekolah di wilayah pedesaan. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih prestasi terbaik.

“Kita pernah kunjungi SDN 2 Tinga-Tinga. Sekolahnya bersih, lingkungannya tertata dengan baik, dan anak-anaknya berprestasi. Bahkan kepala sekolahnya juga menjadi kepala sekolah berprestasi, serta sekolahnya meraih predikat Sahabat Sekolah Dasar tingkat nasional,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Sutjidra menyoroti prestasi Kadek Mia Athalia Wijaya sebagai Finalis Dokter Kecil tingkat nasional yang dinilai sangat membanggakan. Ia menyebutkan bahwa prestasi tersebut membuka peluang besar bagi masa depan anak-anak.

Ini luar biasa karena prestasi Dokter Kecil tingkat nasional ini memberikan golden ticket bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kedokteran tanpa tes. Walaupun sekolahnya berada di desa, tetapi prestasinya sangat luar biasa dan patut menjadi contoh,” tegasnya.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Buleleng akan memberikan dukungan berkelanjutan kepada anak-anak berprestasi melalui pembinaan dan fasilitasi pendidikan sesuai dengan jenjang dan potensi masing-masing. Ia menyatakan akan menyusun klaster-klaster anak berprestasi dan mendorong mereka mendapatkan akses pendidikan yang terbaik.

Sekolah-sekolah unggulan siap mengakomodir mereka sesuai jenjang pendidikannya. Pemerintah akan membantu dan mendampingi proses tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, terkait prestasi Putu Bunga Adelia Pregiwa Dewi yang masih duduk di kelas I Sekolah Dasar namun mampu berprestasi di tingkat internasional, Bupati Sutjidra menyampaikan kekagumannya.

Ini luar biasa, kelas satu SD sudah bisa tampil hingga ke luar negeri dan tidak hanya tampil, tetapi juga berprestasi. Ini menunjukkan bahwa anak-anak kita memiliki potensi besar jika dibina dengan baik sejak dini,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Bupati Buleleng berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi anak-anak Buleleng lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Ia berharap anak-anak berprestasi ini bisa menjadi inspirasi dan menularkan semangat disiplin serta prestasi kepada teman-teman yang lain. Ia juga menjanjikan bahwa Pemkab Buleleng akan terus hadir mendukung anak-anak berprestasi. (MT-003)

Gubernur Koster Resmi Luncurkan Domain .ᬩᬮᬶ.id

0

Denpasar, Matahari Timur – Gubernur Bali Wayan Koster resmi meluncurkan Second Level Domain .ᬩᬮᬶ.id (bali dot id) yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Werdhi Budaya – Art Centre, Denpasar, pada Kamis, Wraspati Paing, Medangsia), (11/12). Peluncuran domain ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat identitas digital Bali, sekaligus mengukuhkan jati diri Bali di ruang digital global.

Acara dihadiri oleh Perwakilan dari Komdigi, Perwakilan dari Rektor Universitas Udayana beserta jajaran, pimpinan dan jajaran Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), akademisi, praktisi IT, pelaku industri kreatif, media, komunitas digital, penyuluh bahasa Bali, serta seluruh undangan.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan bahwa .ᬩᬮᬶ.id bukan sekadar domain baru, tetapi representasi branding Bali yang modern dan kuat, tanpa meninggalkan akar budaya.

Peluncuran .ᬩᬮᬶ.id adalah bentuk nyata kedaulatan budaya Bali (cultural sovereignty) di dunia digital,” ujarnya.

Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, serta mendukung enam bidang prioritas pembangunan Bali 2025–2030, khususnya sektor Ekonomi Kreatif dan Digital, serta program Bali Pulau Digital. Domain .ᬩᬮᬶ.id diharapkan menjadi ruang baru bagi UMKM, desa adat, talenta muda, akademisi, dan pelaku industri kreatif untuk mempresentasikan karya serta jati diri Bali secara global dengan tetap berlandaskan kearifan lokal.

Gubernur Koster juga menekankan bahwa kehadiran aksara Bali dalam domain ini menjadi simbol penting hadirnya budaya Bali di dunia maya.

Aksara Bali kini tidak hanya dikenal di Bali, tetapi juga dapat muncul di ruang digital global,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Koster mengumumkan langkah strategis berikutnya, yakni upaya pendaftaran Geographic Top-Level Domain (gTLD) .BALI (dot Bali) ke ICANN.

Pemerintah Provinsi Bali dan PANDI telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) sebagai tahap awal. Bila berhasil, .BALI akan menempatkan Bali sejajar dengan wilayah dunia yang memiliki domain geografis seperti .tokyo, .paris, dan .nyc, sekaligus memperkuat legitimasi identitas digital Bali secara internasional.

Di akhir sambutannya, Gubernur Koster mengajak seluruh masyarakat Bali untuk memanfaatkan keberadaan .ᬩᬮᬶ.id secara luas sebagai alat perubahan, ruang kolaborasi, serta sarana memperluas jangkauan karya dan budaya Bali.

Peluncuran .ᬩᬮᬶ.id diharapkan menjadi momentum penting dalam perjalanan transformasi digital Bali sebuah transformasi yang berlandaskan budaya, menggerakkan ekonomi, dan mempersiapkan Bali menyongsong masa depan yang adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Sementara itu, Rektor Universitas Udayana yang diwakili oleh Kepala LPPM, I Nyoman Suarsana, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap peluncuran second level domain .ᬩᬮᬶ.id. Ia menegaskan bahwa Aksara Bali merupakan aksara pertama di Indonesia yang memperoleh legitimasi di ruang digital nasional, sebuah pencapaian penting yang semakin memperkuat posisi Bali dalam kancah teknologi dan kebudayaan.

Udayana, menurutnya, sangat mendukung kolaborasi ini dan berterima kasih karena telah dilibatkan dalam proses pengembangannya.

Kebijakan ini, dengan peresmian hari ini, akan menjadi payung penting dalam upaya melindungi gerak Kita dalam pelestarian Aksara Bali di era digital,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa masyarakat Bali memiliki kewajiban moral untuk ikut menjaga dan memanfaatkan identitas digital berbasis aksara Bali ini. Ke depan, Universitas Udayana berkomitmen untuk mengawal riset dan pengembangan domain .ᬩᬮᬶ.id, memastikan pemanfaatannya berjalan optimal, serta memperkuat sinergi riset untuk memecahkan berbagai permasalahan masyarakat Bali melalui inovasi digital.

Selanjutnya, Ketua PANDI, John Sihar Simanjuntak, menyatakan bahwa PANDI sebagai registry nama domain .id merasa bangga dapat mempersembahkan peluncuran .ᬩᬮᬶ.id kepada masyarakat Bali. Ia menegaskan bahwa domain ini bukan sekadar alamat internet, tetapi jembatan antara kemajuan teknologi dan pelestarian budaya, serta ruang digital tempat budaya Bali dapat hidup dan berkembang.

Peluncuran second level domain ini adalah realisasi kerja sama antara PANDI dan Pemerintah Provinsi Bali. Melalui .ᬩᬮᬶ.id, kami ingin menghadirkan ruang digital yang resmi dan berkarakter Bali, lengkap dengan aksara Bali,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa peluncuran ini menjadi momentum penting untuk memajukan budaya Bali ke dunia digital dan memperkuat posisi Bali dalam ekosistem internet global. Kolaborasi ini melibatkan Pemerintah Provinsi Bali, Dinas Kominfosanti, Dinas Pendidikan, Universitas Udayana, hingga komunitas budaya.

PANDI memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Bali atas dukungan penuh yang telah diberikan sejak awal proses. Ke depan, PANDI menargetkan agar pemanfaatan aksara Bali semakin masif, termasuk mendorong penggunaannya di sekolah-sekolah serta memperjuangkan standarisasi Aksara Bali di Unicode sebagai langkah strategis untuk memperluas penggunaannya secara global.

Dengan peluncuran .ᬩᬮᬶ.id, serta dukungan kuat dari pemerintah daerah, akademisi, dan PANDI, Bali kini memasuki fase baru transformasi digital yang tetap kokoh berlandaskan budaya. Domain ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi, pelestarian, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat Bali menuju era digital yang berkarakter dan berdaya saing global. (MT-003)

Musda XII MUI Bali: Koster Ajak Ulama Tetap Solid Jaga Harmoni Pulau Dewata

0

Denpasar, Matahari Timur – Gubernur Bali, Wayan Koster menghadiri Musda XII MUI Provinsi Bali Tahun 2025 pada Minggu (14/12) di Harris Hotel and Convention Centre Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut Koster menjelaskan hubungan antara Pemerintah Provinsi Bali dengan MUI Bali sangat baik. Banyak program-program pemerintah berhasil dijalankan berkat bantuan dari berbagai organisasi di masyarakat termasuk MUI Bali.

“Hubungan kami sangat erat bahkan MUI Bali sudah mendoakan saya menjadi Gubernur Bali, jauh sebelum saya mencalonkan diri sebagai Gubernur,” jelas Koster.

Ia mengenang ketika Bali dilanda Pandemi Covid-19. Perekonomian Bali tumbang, pariwisata lumpuh, wisatawan asing dan domestik tidak ada yang datang ke Bali. Di saat-saat kritis seperti itu MUI bersama dengan organisasi masyarakat lainnya tidak berpangku tangan. Mereka aktif mensosialisasikan dan menggerakkan masyarakat untuk patuh terhadap anjuran-anjuran pemerintah.

Sebagai organisasi berbasis agama, Koster menyampaikan bahwa pelaksanaan Musda MUI Bali tentu akan membawa tujuan yang baik bukan hanya kepada organisasi namun juga kepada masyarakat Bali secara umum.

“Karena ini adalah organisasi keagamaan bukan organisasi politik pasti mengajarkan nilai-nilai kebaikan, persatuan dan kesatuan,” kata Koster.

Sebagai pulau dengan mayoritas penduduk beragama Hindu, namun masyarakat Bali sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar umat beragama. Bahkan selama masa kepemimpinannya, Koster menyampaikan tidak pernah terjadi satu permasalahan pun yang berkaitan dengan agama, suku maupun golongan.

“Sebagai Kepala Daerah tugas saya adalah membangun harmoni di masyarakat,” jelasnya

Koster berharap pelaksanaan Musda XII MUI Provinsi Bali dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Pemilihan pengurus agar dilaksanakan secara musyawarah sehingga MUI Bali akan tetap kompak dan solid dan dapat berkontribusi bersama-sama membangun Bali. (MT-003)

 

(*)

Sidak TPS3R: Sampah Organik Harus Beres di Sumber, TPS3R Tangani Anorganik

0

Badung, Matahari Timur – Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) menekankan pentingnya kemandirian masyarakat dalam menyelesaikan sampah organik di sumbernya. Hal tersebut ditegaskan oleh Duta PSBS PADAS, Ibu Putri Koster, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Tim Percepatan Penanganan Sampah (PSP PADAS) di TPS3R Sapuh Jagat, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, pada Kamis (11/12/2025).

“Sampah organik yang ada di rumah tangga harus selesai di rumah tangga, yang berasal dari sekolah harus selesai di sekolah, dan yang berasal dari tempat ibadah harus selesai di tempat ibadah. Jadi sampah organik harus selesai dikelola di sumbernya,” jelas Ibu Putri Koster.

Ia menekankan bahwa TPS3R seharusnya tidak lagi berkutat dengan sampah organik yang dihasilkan masyarakat. Masyarakat perlu mandiri dalam mengelola sampah organiknya, sementara TPS3R hanya perlu fokus pada pengelolaan sampah anorganik dan residu.

“Kalau sampah organik selesai di sumbernya akan lebih ringan. Itu baru namanya pengelolaan sampah berbasis sumber. Jangan semuanya diambil oleh TPS3R,” tegasnya.

Wanita yang juga Ketua TP PKK Provinsi Bali tersebut meminta Kepala Desa/Perbekel untuk aktif melakukan sosialisasi, edukasi, dan ajakan kepada masyarakat agar mandiri mengelola sampahnya sendiri. Sampah organik harus diselesaikan di masing-masing rumah tangga atau sumbernya, sementara sampah anorganik dan residu dibawa ke TPS3R dan TPST.

“Kepala Desa diberikan kebebasan dalam menentukan pola dan sistem pengelolaan sampah di desanya masing-masing. Jadi Kepala Desa/Perbekel diharapkan memiliki kreativitas dan inovasi dalam menyelesaikan persoalan sampah di desanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Gulingan, I Ketut Winarya, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerapkan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa Gulingan. Masyarakat diwajibkan memisahkan sampah yang dihasilkan sesuai dengan jenisnya.

“Setiap masyarakat ada nomor pemilahannya, jadi kalau ada yang salah atau tidak dipisahkan dengan baik langsung ketahuan. Kami beri tahu, kami edukasi lagi,” jelasnya.

Winarya menambahkan bahwa masyarakat Desa Gulingan sangat mendukung program PSBS yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Bali sesuai Pergub Bali No. 47 Tahun 2019. Ia juga menyampaikan bahwa pola manajemen pengelolaan sampah sudah diterapkan, meski belum berjalan maksimal. Namun dengan sosialisasi dan edukasi yang terus digencarkan, ia optimistis pelaksanaan PSBS akan semakin baik ke depannya.

Sementara itu, Duta PSBS PADAS Ibu Putri Koster menilai pengelolaan sampah TPS3R di Desa Gulingan sudah berjalan cukup baik. Sampah organik dikelola menjadi kompos atau tanah subur, sampah anorganik bernilai ekonomi diambil oleh offtaker, dan sampah residu dibawa ke TPST.

Namun ia berharap ke depan TPS3R tidak lagi berkutat dengan pengelolaan sampah organik. Pengelolaan sampah organik harus sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat di sumbernya, sementara TPS3R fokus pada pengelolaan sampah anorganik dan residu. (MT-003)