25 C
Bali
16 Desember 2025
Beranda blog Halaman 2

Kunjungan Verifikasi Indeks Geografis: Tim Nasional Tinjau Agroklimat Kopi Lemukih

0

Buleleng, Matahari Timur — Tim Ahli Penilai Indeks Geografis (IG) Nasional melakukan visitasi substansi dan lapangan ke Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, sebagai bagian dari proses verifikasi penetapan IG Kopi Lemukih. Kegiatan ini melibatkan Tim Ahli IG Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Gunawan, S.Si, serta tim akademisi dari Universitas Sebelas Maret yang dipimpin Dr. Abdul Qodir Jaelani, SH., MH.

Kehadiran tim ahli tersebut didampingi Tim Pembina Daerah yang terdiri atas BRIDA, Dinas Pariwisata, dan Dinas Pertanian. Perbekel Lemukih, Drs. I Nyoman Singgih, bersama Kelian Subak Gunung Sari Ketut Budiarta dan Kelian Subak Manik Galih, turut mendampingi proses peninjauan. Visitasi ini bertujuan menilai keunikan karakteristik Kopi Lemukih serta mengonfirmasi kesesuaian dokumen deskripsi IG dengan kondisi lapangan.

Dalam peninjauan tersebut, tim mengobservasi kebun kopi dan kondisi agroklimat Lemukih, yang berada pada ketinggian sekitar 800–1.200 mdpl dengan suhu rata-rata 18–26°C, curah hujan tahunan ±2.500 mm, serta tanah vulkanik yang relatif subur. Kondisi tersebut diyakini membentuk karakter cita rasa Kopi Lemukih, yang dikenal memiliki aroma floral, acidity seimbang, dan after taste manis. Selain itu, tim juga menilai praktik budidaya, proses panen dan pascapanen, serta tata kelola kelembagaan petani. Petani setempat telah menerapkan standar pemetikan buah matang (red cherry) serta mengolah biji kopi dengan metode full wash dan natural secara lebih konsisten.

Dalam kesempatan itu, Gunawan memaparkan pengertian, ruang lingkup, serta manfaat pendaftaran Indikasi Geografis. Ia menegaskan bahwa IG tidak hanya menjadi penanda asal, tetapi juga instrumen perlindungan terhadap reputasi dan karakteristik unik suatu produk. Menurutnya, Kopi Robusta Lemukih memiliki potensi kuat untuk memperoleh pengakuan IG karena didukung keunikan cita rasa, metode pengolahan tradisional, serta kondisi geografis Buleleng.

Gunawan juga menjelaskan tahapan pengajuan IG, mulai dari pembentukan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG), penyusunan dokumen deskripsi, hingga proses verifikasi oleh tim ahli. “Indikasi Geografis akan menjadi alat hukum untuk melindungi produk dari pemalsuan sekaligus meningkatkan nilai jualnya,” ujarnya. (MT-003)

Buleleng UMKM Expo 2025 Dibuka, Wabup Supriatna Tekankan Pentingnya Pendampingan Berkelanjutan

0

Buleleng, Matahari Timur – Gedung PLUT K-UMKM di Kelurahan Banyuasri, Buleleng, menjadi pusat geliat ekonomi kreatif dengan dibukanya Buleleng UMKM Expo (BUE), Rabu (26/11/2025). Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, secara resmi membuka pameran yang tidak hanya menjadi ajang pamer produk, tetapi juga penanda dimulainya komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng untuk beralih dari sekadar pemberian bantuan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menuju pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan dan terukur.

Ditemui usai pembukaan, Wabup Supriatna mengungkapkan harapannya agar sektor lembaga keuangan mitra UMKM turut aktif dalam proses pendampingan ini. Ia mengakui bahwa selama ini Pemkab Buleleng kerap memberikan bantuan kepada berbagai kelompok, mulai dari petani, ternak, hingga perajin UMKM. Namun, pola yang terbentuk seringkali hanya berhenti pada penyerahan bantuan tanpa diikuti dengan pendampingan dan pembinaan yang intensif. Akibatnya, pemerintah kesulitan memantau progres dan perkembangan kelompok yang telah dibantu, termasuk menghadapi permasalahan hilirisasi.

Meski demikian, Supriatna optimis melihat perkembangan hilirisasi produk UMKM di Buleleng. Ia mencontohkan bagaimana banyak hasil pertanian yang kini telah diolah menjadi produk yang lebih bernilai dan berkembang. “Karena kita bukan manufaktur, potensi kita adalah di pertanian, peternakan. Industri hilirisasi sudah cukup berkembang di Kabupaten Buleleng khususnya di UMKM ini,” ungkapnya.

Menanggapi anggaran, ia menyatakan bahwa meski APBD induk 2026 pasti, kemungkinan adanya program pro-UMKM pada APBD Perubahan masih terbuka. Untuk APBD 2026, anggaran untuk mendorong sektor UMKM telah dianggarkan. “Saya harapkan juga Gedung PLUT K-UMKM ini ke depan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelatihan, tetapi juga memiliki ruang yang dapat dimanfaatkan sebagai pasar bagi produk-produk UMKM,” kata Supriatna.

Senada dengan Wabup Supriatna, Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Dagprinkop UKM) Buleleng Dewa Made Sudiarta , menegaskan bahwa pendampingan adalah kunci. Dinas yang ia pimpin telah menjalankan program Buleleng Entrepreneur Academy yang menyasar baik UMKM pemula maupun yang sudah berkembang. Keberhasilan pendekatan ini, menurutnya, terbukti dari 36 stan pemula UMKM yang berpartisipasi dalam expo kali ini. “Ternyata mereka kalau kita dampingi, kalau kita bina, kalau kita arahkan, dorong untuk bisa berkembang, ternyata bisa. Dari mulai pola pikir bisnis, kemasan, dan lainnya. Mereka bisa tampil,” ujar dia.

Salah satu bentuk nyata pendampingan yang diluncurkan adalah Layanan Kemasan senilai Rp1,5 miliar. Layanan ini bukan berupa gedung fisik, melainkan sarana berupa peralatan dan tenaga profesional untuk mendesain kemasan. Empat tenaga ahli di bidangnya, seperti desainer dan kurator, siap membantu UMKM membuat kemasan yang lebih menarik. Inovasinya bahkan melampaui sekadar estetika. Dirinya menjelaskan bahwa desain kemasan dan logo yang dibuat juga memuat promosi objek wisata dan budaya Buleleng, seperti Tugu Singa. “Kita harus berkolaborasi dengan pariwisata dan pertanian. Kita ingin angkat sehingga orang nanti beli produk itu bukan hanya beli isinya, tapi dia beli ada sesuatu yang lebih menarik,” paparnya. Dengan memindai barcode pada kemasan, konsumen dapat mendapatkan informasi mengenai daya tarik wisata, budaya, dan lingkungan Buleleng. “Menjadikan setiap produk sebagai duta pariwisata Kabupaten Buleleng,” jelas Sudiarta.

Pembukaan BUE ini menandai langkah strategis Buleleng dalam membangun ekosistem UMKM yang tidak hanya produktif, tetapi juga inovatif dan berdaya saing melalui kolaborasi dan pendampingan yang komprehensif. (MT-003)

Bupati Sutjidra Komitmen Batasi Alih Fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra berkomitmen untuk menjaga lahan pertanian pangan berkelanjutan dengan membatasi alih fungsi lahan. Hal ini disampaikan Bupati Sutjidra usai mengikuti Rapat Koordinasi Akhir Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di Ruang Rapat Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (26/11). Bupati Sutjidra mengatakan sesuai dengan petunjuk dari Gubernur Bali, alih fungsi lahan yang sudah dilakukan akan manfaatkan. Namun kedepan, alih fungsi lahan akan diperketat sehingga pemanfaatannya tidak menganggu ketahanan pangan.

“Ya, kita berkomitmen untuk khususnya di Buleleng. Alih fungsi lahan ini kita akan batasi kemudian ke depan untuk lahan-lahan untuk LP2B itu harus tetap dilestarikan bila perlu nanti akan ada cetak-cetak sawah baru lagi untuk mengimbangi dari alih fungsi lahan yang sudah semakin masif,” ujarnya.

Bupati Sutjidra menyatakan bahwa Buleleng telah melakukan langkah-langkah untuk mencegah alih fungsi lahan, antara lain dengan memberikan insentif bagi wajib pajak yang masih menjaga dan melestarikan lahan pertanian mereka. Kompensasi juga akan diberikan untuk setiap lahan baru yang dibuka. “Kompensasi untuk menambah lahan-lahan produktif yang sekarang eksisting sehingga nanti ada keseimbangan antara alih fungsi lahan kemudian lahan pangan berkelanjutan yang kita siapkan nanti untuk menjaga ketahanan pangan kita, khususnya di Buleleng,” imbuhnya.

Dalam rapat tersebut Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid menyampaikan bahwa reforma agraria merupakan upaya penting dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Sehingga pemerintah daerah harus teliti betul dalam menetapkan subjek agar benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat yang menerima.

Rapat Koordinasi Akhir GTRA juga dirangkaikan dengan penandatangan komitmen bersama sertifikasi Hak Atas Tanah oleh Kementerian dan Kepala Daerah, Peluncuran Integrasi Data Pertanahan dan Perpajakan Daerah NIB-NIK-NOP Kota Denpasar, dan Penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah oleh Menteri ATR/BPN dalam hal ini Bupati Buleleng menerima sertifikat hak pakai atas bidang tanah di desa Tinggarsari, Kecamatan Busungbiu. (MT-003))

Ranperda Segera Disahkan, Bupati Buleleng Lakukan Perampingan Perangkat Daerah

0

Buleleng, Matahari Timur – Pemerintah Kabupaten Buleleng melakukan langkah signifikan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemerintahan dengan perampingan perangkat daerah. Ranperda tentang penataan organisasi perangkat daerah (OPD) segera disahkan, menandai langkah penting dalam reformasi birokrasi.

Proses pengesahan Ranperda tentang Perubahan Atas Perda No 13 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah kabupaten dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Buleleng, setelah melalui berbagai tahapan dan masukan dari berbagai pihak. “Kami mengapresiasi semua pandangan dan masukan yang telah diberikan, dan kami telah meresponnya dengan baik,” kata Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra SpOG saat ditemui usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD Buleleng, Senin (24/11).

Perampingan perangkat daerah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemerintahan, serta mengurangi tumpang tindih fungsi dan tugas antar-OPD. Empat OPD akan dirampingkan dan beberapa OPD akan dimekarkan untuk meningkatkan pelayanan publik. Antara lain penggabungan Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata, Dinas PUTR dan Dinas Perkimta, urusan Pertanahan Perkimta bergabung dengan Bagian Pemerintahan Setda Buleleng, Pengintegrasian urusan pemerintahan bidang ESDM ke dalam Dinas Tenaga Kerja, Pengintegrasian urusan pengendalian penduduk keluarga berencana ke dinas PMD, Pengintegrasian urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ke Dinas Sosial, Penggabungan Dinas Pertanian dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Penataan BPKPD menjadi Badan Keuangan dan Aset daerah serta Badan Pendapatan Daerah. “Kami telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang cukup untuk mengisi perangkat daerah yang baru. Kami akan melakukan relokasi pegawai yang ada untuk mengisi posisi yang dibutuhkan,” kata Bupati Buleleng.

Dengan perampingan perangkat daerah ini, diharapkan pemerintah kabupaten dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan meningkatkan efisiensi anggaran. “Kami siap untuk melaksanakan Ranperda ini dan meningkatkan kinerja pemerintahan,” tambah Bupati Buleleng. (MT-003)

Bupati dan Wabup Buleleng Serahkan 34 Sertifikat HAKI, Tegaskan Perlindungan Kreativitas dan Warisan Budaya Daerah

0

Buleleng, Matahari Timur – Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menyerahkan 34 Sertifikat Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada masyarakat dan pelaku usaha pemilik karya intelektual di Kabupaten Buleleng. Penyerahan yang berlangsung di Rumah Jabatan Bupati Buleleng, Senin (24/11), turut dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Bali, Eem Nurmanah. Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap sertifikat tersebut menjadi dorongan bagi masyarakat untuk terus berkarya dan melindungi kreativitas lokal dari klaim pihak lain.

Pemerintah menegaskan bahwa HAKI adalah instrumen penting untuk memberikan perlindungan legal sekaligus manfaat ekonomi bagi pencipta dan pelaku usaha. Sejak 2022, Pemkab Buleleng telah memfasilitasi masyarakat hingga mencapai 75 sertifikat HAKI pada tahun 2025, menunjukkan komitmen kuat terhadap perlindungan kekayaan intelektual.

Bupati Buleleng menyebutkan pentingnya sertifikasi HAKI agar setiap potensi kreativitas dan inovasi tidak diambil atau diakui pihak lain. Ia menjelaskan bahwa Buleleng memiliki banyak karya kreatif mulai dari kuliner, seni, budaya, hingga produk lokal yang memerlukan perlindungan hukum.

“Hari ini kita menyerahkan sertifikat kekayaan intelektual sebanyak 34. Ini masih banyak potensi kreativitas dan inovasi di daerah yang harus dilindungi,” ujar Bupati Buleleng.

Lebih lanjut, pemerintah daerah menyoroti banyaknya potensi budaya dan tradisi Buleleng yang perlu segera diusulkan sebagai kekayaan intelektual. Mulai dari seni tari, tradisi lokal, hingga warisan budaya turun-temurun masih membutuhkan perhatian agar tidak diklaim pihak lain. Beberapa yang saat ini tengah diupayakan sertifikasinya oleh Pemkab Buleleng ialah Kopi Lemukih, Gula Pedawa, Gula Aren Silangjana, serta Kopi Gitgit.

“Beberapa yang saat ini tengah diupayakan sertifikasinya oleh Pemkab Buleleng ialah Kopi Lemukih, Gula Pedawa, Gula Aren Silangjana, serta Kopi Gitgit yang memiliki kekhasan tersendiri. Harus kita upayakan agar tidak diakui pihak lain,” katanya.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta juga terus dilakukan untuk memperkuat proses penelitian, pendampingan, dan identifikasi potensi kekayaan intelektual Buleleng. Kerja sama ini diharapkan mempercepat penambahan sertifikat sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya HAKI. Ia mengharapkan dengan semakin banyak mendapatkan sertifikat HAKI, kreativitas dan kekayaan seni budaya Buleleng semakin terlindungi.

“Kita punya warisan budaya yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda, seperti Wayang Wong dan tradisi Bukakak, tapi belum mendapatkan sertifikat hak atas kekayaan intelektual. Akan kita upayakan HAKI-nya. Kemudian ada lagi nanti mungkin tari Trunajaya,” tegas Sutjidra.

Sutjidra juga menambahkan akan memberi perhatian terhadap program Kemenkumham untuk memberikan sertifikat HAKI kepada karya saudara disabilitas. Menurutnya, dengan jumlah penyandang disabilitas lebih dari 6.000 orang di Buleleng, potensi kreativitas mereka dinilai sangat besar. Contohnya, masyarakat Desa Bengkala dengan kesenian Janger Kolok menjadi salah satu contoh keunikan budaya yang perlu didorong mendapatkan perlindungan HAKI.

“Program HAKI untuk karya saudara disabilitas akan kita dukung, termasuk menggali potensi yang ada di Bengkala,” kata Bupati Sutjidra. (MT-003)

Komitmen Lestarikan Budaya, Bali Sabet Apresiasi Berita Satu 2025

0

Jakarta, Matahari Timur — Pemerintah Provinsi Bali kembali menorehkan prestasi nasional. Pada ajang Apresiasi Berita Satu 2025 yang digelar B-UNIVERSE, Kamis (20/11), Bali dinobatkan sebagai penerima penghargaan Cultural & Tourism Advancement. Penghargaan diserahkan di Ballroom 3 Hotel Mulia, Senayan, DKI Jakarta, dan diterima oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha, mewakili Gubernur Bali Wayan Koster.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen Bali dalam menjaga denyut kehidupan adat dan budaya di tengah derasnya arus perubahan. Berbagai program pelestarian yang dijalankan pemerintah daerah dinilai mampu memastikan tradisi tetap hidup, sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Bali sebagai destinasi berbudaya.

B-UNIVERSE menekankan pentingnya ruang publik yang dapat menjembatani promosi budaya dan pariwisata Indonesia. Media diharapkan tidak hanya menjadi penyampai berita, tetapi juga wahana untuk menumbuhkan apresiasi masyarakat terhadap kekayaan budaya Nusantara.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang terus menunjukkan karya nyata dalam pembangunan. Ia menyoroti pentingnya inovasi di berbagai sektor—mulai dari pengendalian inflasi, kebersihan kota, penanganan stunting, pertumbuhan ekonomi, hingga peningkatan layanan publik. Menurut Tito, penghargaan semacam ini menjadi pemantik semangat bagi kepala daerah untuk terus memperbaiki kinerja dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Bagi Kepala Daerah yang sudah berinovasi dan berkreasi, kami berikan penghargaan. Bagi yang belum, saya harap ini menjadi pemacu untuk bekerja lebih keras dan berdedikasi dalam membangun daerahnya masing-masing,” ujarnya. Tito menambahkan bahwa pemerintah pusat akan memberikan reward bagi daerah berprestasi, dan sebaliknya, teguran bagi daerah yang belum menunjukkan kemajuan signifikan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, juga menyampaikan apresiasi terhadap para penerima penghargaan yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerahnya. Ia menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi fokus utama pemerintah karena SDM yang berkualitas diyakini mampu membawa bangsa menuju kemajuan yang lebih besar.

Provinsi Bali menjadi salah satu penerima penghargaan kategori Pemerintah di bidang Inspirasi, Kreatif, dan Budaya, bersama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Provinsi Sumatera Utara. Prestasi ini menegaskan posisi Bali sebagai daerah yang mampu menjaga warisan budaya sekaligus mendorong inovasi untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia. (MT-003)

World Religions Summit 2025: Dua Belas Agama Dunia Satukan Suara untuk Perdamaian Global

0

Sathya Sai Grama, Matahari Timur – Hari pertama World Religions Summit 2025 yang berlangsung di Sathya Sai Grama mencatat tonggak sejarah baru dalam dialog lintas agama. Sebagai bagian dari One World One Family – World Cultural Festival 2025, pertemuan ini mempertemukan pemimpin spiritual dan perwakilan dari 12 agama besar dunia dalam satu panggung yang sama, menghadirkan suasana penuh rasa hormat, kedamaian, dan harmoni antariman.

Di bawah kehadiran spiritual Sadguru Sri Madhusudan Sai, forum ini menegaskan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih inklusif. Perwakilan dari Hindu, Kristen, Islam, Yahudi, Jain, Buddha, Sikh, Tao, Shinto, Zoroastrian, Bahá’í, dan Konfusianisme hadir membawa pesan serupa: bahwa setiap tradisi memiliki cahaya dan nilai kebaikan yang dapat menopang perdamaian global.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan sesi refleksi dari perwakilan Hindu, Kristen, dan Bahá’í yang menekankan pentingnya spiritualitas dalam merawat harmoni sosial. Dialog kemudian berlanjut dengan pandangan dari tradisi Buddha dan Jain, yang menyoroti nilai welas asih, ahimsa, dan tanggung jawab bersama menjaga keseimbangan dunia sebagai satu keluarga manusia.

Pemimpin dan tokoh agama lainnya—Islam, Sikh, Yahudi, Taoisme, Shinto, Zoroastrianisme, dan Konfusianisme—turut memperkaya percakapan. Meski datang dari jalan spiritual yang berbeda, seluruh peserta menyuarakan satu pesan universal: kebenaran dan kebaikan merupakan tujuan bersama umat manusia.

Kontribusi Indonesia: Pesan Humanitarian dari Bali

Indonesia mendapat perhatian khusus melalui kehadiran Padmashri Agus Indra Udayana, kini dikenal sebagai Ida Rsi Putra Manuaba setelah mediksa, pendiri Shantisena Movement – Ashram Gandhi Puri Bali. Sebagai salah satu panelis utama, ia menyampaikan pidato bertema “Religion in Humanity” yang menegaskan bahwa agama menemukan makna terdalamnya ketika diwujudkan dalam pelayanan kemanusiaan.

Agus Indra memaparkan gagasan Humanitarian Service: From Dust to Diamond to Sebagram – Self Project Initiative, serta filosofi Amara Mantra Jai Jagat dan Amara Tantra Gram Swaraj. Ia menekankan pentingnya pembangunan desa berkelanjutan sebagai misi bersama menuju masa depan yang lebih baik, dengan prinsip Learn, Grow, and Serve sebagai fondasi spiritual sekaligus sosial. Penyampaian tersebut mendapat sambutan positif dari para tokoh lintas agama.

Hari pertama World Religions Summit 2025 ditutup dengan optimisme bahwa dunia tengah memasuki fase baru kerja sama antaragama. Para pemuka agama, biksu, cendekiawan, dan perwakilan spiritual sepakat bahwa dialog lintas iman merupakan kebutuhan mendesak dalam menjaga perdamaian global.

Selama tiga hari ke depan, summit ini akan diisi refleksi, dialog spiritual, dan kolaborasi antartradisi besar dunia untuk memperkuat pesan inti: One World. One Truth. One Family.

Inisiatif ini menjadi pengingat bahwa perbedaan keyakinan bukan pemisah, melainkan jembatan untuk memperluas pemahaman tentang kemanusiaan—bahwa pada akhirnya, seluruh manusia adalah bagian dari satu keluarga besar di bawah cahaya kebenaran yang sama. (MT-003)

 

Bupati Sutjidra Pimpin Penanaman Pohon, Perkuat Konservasi di Desa Ambengan

0

Buleleng, Matahari Timur – Semangat konservasi dan pelestarian lingkungan hidup kembali digelorakan di Buleleng. Bertepatan dengan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan menyambut Hari Jadi ke-206 Desa Ambengan, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra secara langsung memimpin kegiatan penanaman pohon di Hutan Desa setempat, Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna serta Sekretaris TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Hermawati Supriatna, menandakan komitmen kuat pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian alam.

Dalam arahannya, Bupati Sutjidra menekankan pentingnya aksi nyata memelihara keseimbangan ekosistem. Ia mendorong seluruh komponen masyarakat untuk terus melakukan upaya pelestarian lingkungan. Momentum musim hujan yang telah tiba, menurutnya, menjadi saat yang tepat sekaligus pengingat untuk bersama-sama mengantisipasi potensi bencana alam dengan memperkuat ketahanan alam melalui penanaman pohon.

“Desa Ambengan memiliki peran strategis sebagai salah satu desa hulu di Buleleng. Kelestarian alam di sini akan berdampak langsung pada ketersediaan air dan keseimbangan lingkungan di wilayah hilir. Mari kita jaga bersama desa kita ini, jaga hutannya, untuk mencegah banjir dan longsor, serta menjamin keberlanjutan kehidupan bagi anak cucu kita,” ajak Bupati Sutjidra dengan penuh semangat.

Aksi penanaman pohon ini tidak hanya bersifat seremonial belaka, melainkan sebuah langkah praktis dan berorientasi masa depan. Sebanyak 200 bibit pohon buah-buahan unggulan ditanam secara gotong royong di area seluas 20 are. Komposisi bibit yang dipilih pun terencana, terdiri dari 100 bibit durian, 50 bibit manggis, dan 50 bibit alpukat. Pemilihan jenis pohon buah ini tidak hanya bertujuan untuk konservasi tanah dan air, tetapi juga memiliki nilai ekonomis jangka panjang yang dapat memberdayakan masyarakat sekitar.

Kegiatan yang diwarnai dengan suasana kekeluargaan ini mendapat sambutan hangat dari warga. Kehadiran pimpinan daerah di tengah-tengah mereka dinilai sebagai bentuk perhatian dan dukungan nyata bagi upaya pelestarian yang telah lama dijaga secara turun-temurun. Penanaman pohon multipurpose ini diharapkan dapat menjadi simbol penyatuan semangat antara pelestarian ekologi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan ditanamnya ratusan bibit pohon ini, Hutan Desa Ambengan tidak hanya menjadi paru-paru dan penjaga tata air Buleleng, tetapi juga menyimpan potensi menjadi kebun masa depan yang menghidupi. (MT-003)

Dorong Kesadaran Masyarakat Jaga Kebersihan Sungai, Bupati Sutjidra: Kegiatan Bersih-Bersih Dilakukan Berkelanjutan

0

Buleleng, Matahari Timur – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya aliran sungai yang rawan terdampak saat musim hujan. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra setelah memimpin kegiatan pembersihan lingkungan yang dipusatkan di wilayah Kali Mumbul, kawasan yang selama ini menjadi titik rawan permasalahan akibat penumpukan sampah, Jumat (21/11).

“Kegiatan hari ini kita fokuskan di Kali Mumbul karena lokasi ini sering bermasalah. Astungkara masyarakat ikut berpartisipasi,” ujar Bupati Sutjidra

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir dan ikut berpartisipasi yakni masyarakat dari Kelurahan Banjar Jawa dan wilayah sekitar Kali Mumbul. Selain itu, unsur pemerintah daerah melalui OPD terkait, serta aparat TNI dan Polri juga terlibat dalam aksi bersih-bersih tersebut.

Bupati Sutjidra menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berlangsung hari ini, tetapi akan terus dilanjutkan secara berkala sebagai langkah antisipatif menghadapi musim hujan. “Kegiatan ini akan terus berlanjut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan, apalagi menurut BMKG curah hujan cukup tinggi hingga bulan Februari,” terangnya.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama aliran sungai di masing-masing wilayah, menunjukkan perkembangan positif. “Dari hasil pengamatan, masyarakat mulai sadar untuk membersihkan aliran sungai, termasuk di kawasan permukiman,” jelas Bupati Sutjidra.

Terakhir, Bupati Sutjidra juga mengajak seluruh masyarakat agar semakin peduli terhadap persoalan sampah. Karena hal ini yang dinilai paling berpengaruh terhadap kebersihan sungai. Melalui program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS). “Harapannya masyarakat sadar bahwa sampah adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah akan terus berupaya mengelola sampah dan menjadikan Buleleng bersih dari sampah, terutama sampah plastik sekali pakai,” tutupnya. (MT-003)

Legenda Pan Balang Tamak: Misteri Kendi dan Muslihat Liciknya

0

Denpasar, Matahari Timur – Pada zaman dahulu, di sebuah desa yang subur di Bali, hiduplah seorang laki-laki cerdik bernama Pan Balang Tamak. Namanya terkenal di seluruh desa bukan karena kebaikannya, melainkan karena kecerdikan sekaligus kelicikannya. Ia selalu berusaha mendapatkan keuntungan dengan cara paling mudah, bahkan jika harus memanipulasi keadaan dan memperdaya orang lain. Meski demikian, kecerdikannya sering membuat warga kesal sekaligus kagum.

Suatu hari, kelian desa mengumumkan bahwa warga harus bergotong royong membersihkan pura menjelang upacara besar. Semua warga diharuskan datang. Pan Balang Tamak yang malas bekerja segera mencari cara agar bisa menghindari kewajiban itu. Ia lalu menghadap kelian desa sambil pura-pura sakit. “Saya ingin ikut ngayah, tetapi badan saya terasa sangat lemah,” katanya sambil memegangi dahi. Kelian desa yang sudah menduga akalnya hanya mengangguk sinis, namun karena tak ada bukti, ia membiarkan Pan Balang Tamak pulang.

Beberapa hari kemudian, desa kembali mengadakan gotong royong untuk mempersiapkan upacara. Kali ini tidak ada alasan untuk mangkir. Pan Balang Tamak pun memutar otak lebih keras. Ia kemudian mengambil seekor anjing peliharaannya, memotong sebagian bulunya, dan menempelkannya pada tubuhnya sendiri menggunakan getah kering. Dengan begitu ia tampak seperti manusia yang ditumbuhi bulu tidak wajar, seolah terkena penyakit aneh. Ketika datang ke balai banjar, ia memperlihatkan “penyakit”-nya dan membuat warga ketakutan sehingga mereka memintanya segera pulang.

Kelian desa yang sudah berkali-kali dibohongi Pan Balang Tamak akhirnya merasa kesal dan ingin memberikan pelajaran. Ia kemudian merencanakan gotong royong besar berikutnya untuk membersihkan sungai. Kali ini, kelian desa mengumumkan bahwa siapa pun yang tidak datang akan dikenai denda besar. Pan Balang Tamak panik karena tidak bisa lagi menggunakan alasan sakit atau penyakit aneh. Maka ia pun mencari celah baru untuk mengakali aturan desa.

Keesokan harinya, Pan Balang Tamak datang ke sungai, tetapi bukan untuk bekerja. Ia membawa sebuah kendi dan mengisinya dengan air sungai. Setiap kali warga melihat ke arahnya, ia pura-pura bekerja keras, tetapi sebenarnya ia hanya memindahkan air dari sungai ke kendi, lalu membuangnya kembali ke sungai. Gerakannya yang acak-acakan membuat warga curiga, namun ia selalu mengaku bahwa dirinya “mengalirkan air biar suci,” alasan yang terdengar konyol tetapi sulit dibantah saat itu.

Setelah upacara selesai, warga semakin jengkel karena Pan Balang Tamak terus mengakali setiap tugas desa. Maka kelian desa memutuskan membuat aturan baru: siapa pun yang datang gotong royong tetapi tidak bekerja dengan benar akan dikenai hukuman lebih berat daripada yang tidak datang sama sekali. Pan Balang Tamak yang merasa paling cerdik justru terjebak oleh rencananya sendiri. Karena ia hadir tetapi tidak bekerja, ia menjadi satu-satunya warga yang akhirnya mendapatkan hukuman paling berat.

Sejak saat itu, Pan Balang Tamak menjadi bahan pelajaran bagi seluruh warga desa. Namanya dikenang sebagai simbol kecerdikan yang disalahgunakan, yang pada akhirnya membawa kerugian bagi diri sendiri. Legenda Pan Balang Tamak mengingatkan masyarakat bahwa kelicikan mungkin dapat menipu orang lain untuk sementara waktu, namun kebenaran dan niat baik selalu menang pada akhirnya.

***

Suka kisah-kisah  dongeng legenda atau cerita rakyat? Setiap legenda menyimpan rahasia.
Setiap halaman membangkitkan jiwa Nusantara.
Miliki buku kisah dongeng penghangat jiwa dan rasakan getaran magis dari tanah para dewa. Dapatkan cerita menggetarkan tentang legenda di berbagai daerah di Indonesia, di sini. (MT-003)