26.3 C
Bali
30 Juli 2026
Beranda blog Halaman 24

Buka Rangkaian Peringatan Bulan Bung Karno, Bupati Gede Dana Tekankan Konsep Tri Sakti Bung Karno

AMLAPURA, MatahariTimur – Bupati Karangasem,I Gede Dana membuka secara resmi rangkaian peringatan Bulan Bung Karno ke IV yang disinkrunkan dengan Perayaan HUT Kota Amlapura, di Lapangan Budaya Chandra Buana, Amlapura, Rabu (1/6/2022) petang. Pembukaan peringatan Bulan Bung Karno tersebut berlangsung meriah dimana kehadiran Wayang Ceng Blong cukup memukau dan mendapat antusias ribuan masyarakat Karagasem yang datang langsung menonton pertunjukan wayang tersebut.

Sebelum pertunjukan Wayang Ceng Blong, masyarakat Karangasem dihibur oleh sejumlah artis Pop Bali hingga acara pembukaan dilaksanakan. Bupati Karangasem, I Gede Dana, kepada awak media usai mengunjungi dan mencoba menu kuliner di stand hidangan menyampaikan, perayaan Bulan Bung Karno kali ini adalah yang paling meriah dari tahun sebelumnya, karena saat ini sudah masa transisi dari Pandemi Covid-19 ke Endemi, dimana saai ini di Kabupaten Karangasem sudah sangat melandai dan nyaris sudah tidak ada kasus baru lagi, sehingga kegiatan perjayaan bisa dilaksanakan secara normal seperti tahun sebelumnya sebelum masa Pandemi.

“Ini perayaan Bulan Bung Karno yang paling meriah, kami menghadirkan hiburan rakyat untuk masyarakat Karangasem, selain itu kami juga menghadirkan Stand Kuliner dan UMKM. Karena konsep Bung Karno ini kan, membagikan dari masyarakat kecil,” ujar Gede Dana.

Sehingga pada perayaan Bulan Bung Karno kali ini, dipentaskan pagelaran budaya dan kesenian rakyat, seperti pertunjungan Wayang Ceng Blong yang sangat terkenal dan merakyat di kalangan masyarakat Bali, serta pementasan tari dan lagu-lagu Bali dengan menghadirkan sejumlah artis Pop Bali. “Ini mengingatkan kita dengan perjuangan yang dilakukan oleh Bung Karno,” sebut Bupati asal Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem ini.

Setelah pembukaan, maka perayaan Bulan Bung Karno yang disinkrunkan dengan perayaan HUT Kota Amlapura ini, nantinya berangsung hingga satu bulan penuh, dimana seluruh acara yang dilaksanakan akan dilaksanakan di Lapangan Budaya Candra Buana, Amlapura.

“Perayaan Bulan Bung Karno ini kan berlangsung selama satu bulan, yakni dari Tanggal 1 Juni sampai deengan Tanggal 30 Juni, sedangkan perayaan HUT Kota Amlapura jatuh pada Tanggal 22 Juni. Jadi kita sinkrunkan, artinya setelah perayaan HUT Kota Amlapura, perayaan Bulan Bung Karno masih berlangsung,” bebernya.

Jadi menurutnya semua dirangkai dalam sebulan, untuk mengenang dan memaknai perjuangan yang dilakukan oleh Bung Karno. Jadi tegas Gede Dana, inti dari peringatan Bulan Bung Karno ini adalah bagaimana mengingat dan memaknai perjuangan Bung Karno, dan mengajarkan kepada generasi muda tentang konsep Tri Sakti Bung Karno, yakni Berdaulat Dibidang Politik, Berdikari Dibidang Ekonomi dan Berkepribadian Dalam Kebudayaan. “Konsep ini tidak akan pernah lekang dimakan zaman, dan inspirasi Bung Karno ini selalu hidup dari masa-kemasa,” ulas Gede Dana menyampaikan point Peringatan Bulan Bung Karno(MT – 001)

Bupati Gede Dana Apresiasi, Putra Putri Karangasem Borong Wakili Bali Dalam Paskibraka Nasional

AMLAPURA, MatahariTimut – Dimasa transisi dari Pandemi Covid-19 ke Endemi, pada perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 77 nanti, pemerintah akan kembali menggelar Apel peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2022 mendatang secara normal seperti sebelum masa Pandemi Covid-19 dulu. Jelang pelaksanaan perayaan HUT Kemerdekaan RI tersebut, seleksi ketat Paskibraka telah dilakukan mulai dari tingkat Kabupaten, Provinsi hingga di tingkat Nasional.

Dalam seleksi anggota Paskibraka tersebut, sebanyak empat pasang anggota Paskibraka Kabupaten Karangasem, mengikuti kegiatan seleksi Paskibraka Provinsi dan Persiapan Wakil Bali Untuk Paskibraka Nasional, dimana sepasang anggota Paskibraka asal Karangasem, lolos sekaligus mewakili Karangasem untuk Paskibraka Nasional. Mereka adalah I Kadek Kemala Permana Putra siswa SMA N 2 Amlapura dan Ni Ketut Pande Suastini yang merupakan siswi SMK N 1 Manggis.

Bupati Karangasem, I Gede Dana mengaku bangga dan sangat mengaresiasi prestasi dua anggota Paskibraka asal Karangasem yang mewakili Bali untuk Paskibraka Nasional, sekaligus memberikan ucapan selamat kepada dua wakil Karangasem tersebut dalam sebuah acara di Wantilan Kantor Bupati Karangasem pada Selasa (31/5/2022).

Pada kesempatan tersebut Bupati Gede Dana menyampaikan bahwa menjadi seorang Paskibraka Nasional, bukan hal yang instan, selain sebagai bentuk pengabdian kepada negara, juga bisa menjadi motivasi, inspirasi, dan pemicu untuk siswa-siswi lain agar lebih bersemangat menorehkan prestasi.

“Adik-adik yang lolos seleksi dan mewakili Bali menjadi bagian dari Pasukan Paskibraka Nasional merupakan prestasi yang luar biasa. Selaku Pemerintah Daerah, kami sangat mengapresiasi, dan ini harus menjadi inspirasi bagi siswa dan siswi lainnya,” ucap Gede Dana.

Untuk diketahui, kegiatan seleksi Paskibraka Provinsi dan Persiapan Wakil Bali Untuk Paskibraka Nasional dilaknsakan dari Tanggal 13 hingga 15 Mei 2022, bertempat di Gor Lila Buana Provinsi Bali. Dan dalam seleksi yang sangat ketat tersebut, Kabupaten Karangasem mengirim empat Pasang calon anggota Paskibraka, masing-masing I Kadek Kemala Permana Putra, Ni Ketut pande suastini, I Made Windu Aryadi, Ni Luh Pradnyan Wulandari, Ida Ayu Putu Citra Widyawati, I Komang Arik Kusuma Sudiarsna, I Putu Gede Bendesa Saputra dan Gusti Ayu Windy Purnawati.

Dari empat pasang yang di kirim seleksi Paskibraka Provinsi dan Persiapan Calon Paskibraka Nasional Asal Bali tersebut di putuskan yang mewakiliBali untuk Paskibraka Nasional yaitu Kabupaten Karangasem atas nama I Kadek Kemala Permana Putra, siswa SMA N 2 Amlapura dan Ni Ketut Pande Suastini siswi SMK N 1 Manggis. Sementara satu orang lainnya yakni I Made Windu Aryadi siswa SMA N 2 Amlapura, menjadi cadangan Paskibraka Nasional.

Dua orang yang tidak lolos menjadi anggota Paskibraka Nasional masing-masing Ni Luh Pradnyan Wulandari dan Ida Ayu Putu Citra Widyawati terpilih mewakili Karangasem untuk Paskibraka Provinsi, sedangkan yang lainnya yakni I Komang Arik Kusuma Sudiarsna, siswa SMA N 1 Amlapura, I Putu Gede Bendesa Saputra, siswa SMK N 1 Amlapura dan Gusti Ayu Windy Purnawati SMA N 2 Amlapura yang gagal seleksi di Provinsi Bali, kembali akan bertugas dan bergabung ke pasukan Paskibraka Kabupaten Karangasem.Prokopim (MT – 001)

Pemkab Karangasem Berhasil Raih WTP Tujuh Kali Berturut-turut  

AMLAPURA, MatahariTimur – Reformasi birokrasi dan pembenahan tata kelola keuangan daerah yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem, dibawah kepemimpinan Dana-Dipa, sukses mengantarkan Pemkab Karangasem meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ketujuh kalinya secara berturut-turut dari BPK-RI.

Penyerahan WTP ini dilaksanakan oleh Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali Wahyu Priyono di Gedung DPRD Provinsi Bali, Selasa (17/5/2022), dan diterima langsung oleh Bupati Karangasem, I Gede Dana didampingi Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika. Penyeraham WTP ini juga diikuti oleh Ketua DPRD dan Bupati/Walikota se- Bali, dan disaksikan oleh Gubernur Bali I Wayan Koster.

Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali Wahyu Priyono mengapresiasi kerja keras Pemkab Karangasem bersama DPRD Kabupaten Karangasem. Sehingga menghasilkan laporan keuangan yang akuntabel.
Pihaknya berpesan agar Pemkab Karangasem terus menyempurnakan perbaikan terhadap beberapa catatan yang ditemukan, untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Bali serta Kabupaten /kota se Bali yang telah menyerahkan LKPD tepat waktu, sehingga hasil pemeriksaannya dapat kami serahkan kembali dengan cepat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gede Dana, usai menerima penghargaan WTP tersebut menyampaikan terimakasih kepada BPK-RI atas penghargaan tersebut. Gede Dana juga menyampaikan apresiasi terhadap seluruh OPD dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Karangasem yang telah bekerja keras dan teguh menjalankan prinsip Clean Governance, transparansi, dan tata kelola keuangan daerah yang baik, cermat dan akuntable.

“Terimakasih kami sampaikan atas apresiasi yang telah diberikan kepada Pemda Karangasem terkait opini WTP yang kami raih selama tujuh kali berturut-turut. Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam membangun pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel, sesuai dengan visi dan misi kami,” ujar Gede Dana.

Opini WTP dari BPK RI ini merupakan harapan bersama dan tanggung jawab kepada masyarakat Karangasem sebagai sebuah kewajiban dalam menjalankan tata kelola keuangan daerah yang bersih. Tentunya, pencapaian tersebut juga telah melalui perjalanan panjang dalam membangun tata kelola keuangan yang benar sesuai ketentuan.

Kedepan ini prinsip-prinsip bersih dan akuntable serta kecermatan dalam mengelola keuangan dan aset daerah ini diharapkannya bisa terus dipertahankan oleh masing-masing Kepala OPD. “Tentu kedepannya saya mengharapkan agar seluruh Kepala OPD juga diminta agar terus melakukan inovasi dan melakukan penyempurnaan atas sistem pengendalian internal Pemda serta menindak lanjuti apa yang menjadi  temuan BPK,” tandasnya.

LHP BPK ini berisikan informasi yang begitu sarat dan kaya akan informasi mengenai tata kelola dan penatausahaan sumber daya yang ada. Oleh karenanya, informasi yang kaya ini akan dimanfaatkannya untuk meningkatkan pengelolaan keuangan daerah di masa yang akan datang. Begitu pula terhadap temuan-temuan yang masih terjadi dalam pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Karangasem Anggaran 2021. 

“Hal ini menjadi komitmen saya dan jajaran untuk menindaklanjutinya dalam waktu segera sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, Bupati Gede Dana menegaskan agar seluruh aparat di Pemerintah Kabupaten Karangasem senantiasa meningkatkan kinerjanya dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya kesesuaian antara pelaksanaan dengan pertanggungjawaban laporan keuangan.

“Saya juga mengharapkan peran lebih dan kerja keras dari Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dalam mengawal pelaksanaan program pemerintah untuk mewujudkan Karangasem Era Baru yang Pradnyan, Kertha, Shanti dan Nadhi,” tuntasnya.(MT – 001)

Serahkan SK Ratusan CPNS dan PPPK, Bupati Dana: Tunjukkan Kinerja Terbaik

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima SK CPNS dan PPPK menjadi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini disampaikan Bupati dalam sambutannya saat memimpin Apel memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2022 di Karangasem, Jumat (13/5).

Puncak Peringatan Hardiknas yang ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera bertempat di Lapangan Tanah Aron juga dirangkaikan dengan acara penyerahan Surat Keputusan (SK) bagi 115 orang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2021 dan 2 orang CPNS dari Kerjasama Sekolah Tinggi Perhubungan Darat ( STHD) serta 528 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) jabatan fungsional Guru serta sekaligus melantik dalam jabatan fungsional guru pertama kali.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gede Dana menyampaikan pesan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) RI, Nadiem Makarim.

Menurutnya, secara garis besar kurikulum merdeka terbukti mampu mengurangi hilangnya dampak hilangnya pembelajaran. “Di tahun ketiga ini, kurikulum merdeka sudah diterapkan di sekitar 140 ribu satuan pendidikan yang ada di seluruh Indonesia. Itu berarti ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang lebih baik, menyenangkan dan memerdekakan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Bupati mengatakan, para siswa sekarang tidak lagi perlu belajar dengan tes kelulusan nasional. “Karena asesmen nasional yang digunakan sekarang tidak menghukum guru dan murid. Tetapi sebagai referensi mendorong agar guru terus belajar, serta supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif,” tambahnya.

Usai membacakan Pidato Mendikbud-Ristek RI, Bupati juga menambahkan, bahwa Kabupaten Karangasem saat ini sangat membutuhkan tenaga ASN dalam memajukan pembangunan daerah. Untuk itu, Ia berpesan kepada para penerima SK, jangan pernah ada lagi yang mempunyai keinginan mengajukan permohonan pindah. Karena sebagaimana surat perjanjian yang telah ditandatangani, ASN yang dilantik wajib mengabdikan diri di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem paling singkat 15 tahun.

“Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 27 Tahun 2021, khususnya Pasal 52 ayat (2) yang menyatakan, dalam hal pelamar sudah dinyatakan lulus oleh PPK, jika tetap mengajukan pindah, maka yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri,” jelas Bupati.

Selain itu, untuk CPNS yang menerima SK, Bupati mengatakan, mereka akan menjalani masa percobaan selama satu tahun. Sehingga belum ada jaminan pasti akan diangkat menjadi PNS. Demikian juga dengan PPPK, tentu akan ada evaluasi terhadap disiplin dan kinerja yang akan berdampak pada pemutusan hubungan perjanjian kerja jika terjadi. “Mari tunjukan kinerja terbaik kalian dalam memajukan Kabupaten Karangasem,” tutupnya.( MT – 001)

Gunakan Dana Pribadi, Bupati Gede Dana Bantu Rehab Rumah Warga di Ababi

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Karangasem Gede Dana menginap dan melihat secara langsung kondisi rumah dan kehidupan keluarga I Wayan Pasek (70), warga kurang mampu asal Banjar Dinas Gunaksa, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, beberapa waktu lalu.

Melihat kondisi rumah yang bangunannya sudah lapuk, Bupati Gede Dana langsung bergerak cepat membantu rehab rumah warga yang sehari-hari bekerja sebagai buruh panjat kelapa tersebut, pada hari Kamis (12/5/2022).

Bupati Gede Dana bersama staf Prokopim turun langsung memimpin gotong royong untuk merehab rumah Wayan Pasek bersama warga, Kawil dan Perbekel setempat.

Bupati I Gede Dana dalam kesempatan itu menyampaikan, perbaikan atau rehab rumah Wayan Pasek memang diupayakan agar secepatnya dilakukan karena kondisi rumah warga tersebut sudah sangat memprihatinkan, atapnya, serta utamanya pada bagian atap yang sudah hampir ambruk.

“Kasian kalau tidak segera diperbaiki, atap rumahnya bisa ambruk. Apalagi sudah mendekati musim hujan beberapa bulan lagi,” ujar Bupati Dana.

Gede Dana juga mengajak warga untuk bergotong – royong melakukan rehab rumah pak Wayan Pasek. “Saya mengajak warga untuk bersama – sama membiasakan hidup saling peduli, tolong – menolong antar sesama, membangkitkan kembali tradisi bergotong royong yang sudah kita warisi sejak dulu,” kata Bupati Asal Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem ini.

Untuk rehab sendiri dilaksanakan dengan dana pribadi dan sumbangan dari para donatur. “Pakai dana pribadi dan sumbangan dari donatur, karena ini harus segera jadi kalau menunggu anggaran Bedah Rumah dari APBD prosesnya membutuhkan waktu,” tegas Gede Dana, sembari mengatakan sesuai rencana rehab rumah Wayan Pasek tersebut diupayakan selesai dalam sehari.

Selain itu, sesuai aturan bantuan bedah rumah syaratnya harus lahan milik pribadi, sementara keluarga Wayan Pasek ini istilahnya nyakap atau penggarap dan tinggal di lahan milik warga lainnya. Sehingga yang paling bisa dilakukan adalah dengan dana pribadi dan bantuan donatur yang dilaksanakan secara bergotong royong.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Bupati Gede Dana sering blusukan dan menginap di rumah warga kurang mampu untuk mendengar keluhan masyarakat. Hal itu dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi masyarakatnya, mendengar keluhan warga secara langsung dan menyerap aspirasi masyarakat.

Salah satu agenda blusukan yang dilakukan adalah ke rumah Wayan Pasek. Di mana diketahui, Wayan Pasek sendiri tinggal bersama istri Ni Ketut Rai dan salah seorang anaknya, Nyoman Yasa. Keluarga yang tinggal di lahan milik orang ini, menggantungkan hidup sebagai tukang panjat kelapa. Wayan Pasek dan Ni Ketut Rai sendiri lebih banyak tinggal di rumah lantaran faktor usia. “Ada enam orang anak, tetapi hanya satu yang masih tinggal di rumah, sisanya ada merantau,” sebut Ketut Rai.

Dikatakan Ni Ketut Rai, untuk memenuhi kebutuhan hidup, selain dibantu oleh anak-anaknya, juga bergantung kepada Nyoman Yasa yang berprofesi sebagai tukang panjat kelapa. Dari hasil menjadi tukang panjat kelapa, hanya bisa untuk bertahan hidup karena tidak tentu ada orang yang mencari tukang panjat. “Kadang seminggu dua kali, setiap kali bisa sampai 35 pohon dengan upah Rp 6000 per pohon,” kesahnya.

Pada akhir kunjungan, Bupati Dana mengatakan sebagai wakil pemerintah, dirinya memiliki tanggung jawab terhadap kondisi masyarakat di Karangasem. Pihaknya berharap dengan bantuan rehab ini, keluarga Wayan Pasek bisa tinggal di rumah yang layak huni. Ke depan gerakan bersama membantu masyarakat kurang mampu semacam ini akan terus dilaksanakan.( MT – 001)

Turun ke Manggis, Bupati Dana Serap Aspirasi Warga dan Sosialisasikan AJP

Karangasem, MatahriTimur – Bupati Karangasem I Gede Dana kembali turun ke masyarakat untuk menyapa masyarakat, bertatap muka dan menyerap aspirasi masyarakat di empat desa di wilayah Kecamatan Manggis, Desa Gegelang, Desa Antiga Kelod Desa Antiga Induk dan Desa Manggis, pada hari Sabtu tanggal 7 Mei 2022. Kegiatan ini dilakukan di sela- sela masa libur bersama terkait hari raya Idul Fitri.

Pada kegiatan ini, Bupati Dana nampak didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Karangasem Sedana Merta, para OPD, Camat Manggis, dan anggota DPRD Dapil Manggis Wayan Sunarta serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Selanjutnya, Bupati Dana menyampaikan bahwa kegiatan turun ke masyarakat ini bertujuan untuk menyampaikan program yang sudah berjalan, melakukan diskusi dan mencari solusi, atas permasalahan-permasalan yang belum terpecahkan dalam pembangunan, untuk menuju kesejahteraan masyarakat Karangasem.

Pada kesempatan ini, Bupati Dana juga mensosialisasikan pelayanan antar jemput pasien dan jenazah (AJP) yang sudah berjalan, supaya masyarakat lebih banyak yang mengetahui informasinya, dan bisa memanfaatkan dengan baik. Tujuannya agar masyarakat yang kurang mampu, atau yang tinggal di pelosok pedesaan tidak mengeluarkan biaya lagi jika ada keluarganya yang sakit atau meninggal dunia.

“Di masa pandemi ini, di wilayah lain kebanyakan sejumlah bantuan untuk rakyat dikurangi. Akan tetapi di Karangasem ini, astungkare justru bantuan bisa terus ditambah. Untuk pendidikan, kita bersyukur untuk tahun ini bisa menerima mahasiswa baru untuk perguruan tinggi negeri. Untuk tahun ini untuk bantuan, subak, dan banjar adat akan dinaikkan menjadi sebanyak 709 banjar adat untuk tahun 2022. Selanjutnya untuk tahun 2023, sudah dirancang lagi akan dinaikkan lagi sesuai dengan PAD,” ujarnya.

Sementara itu, warga dan tokoh masyarakat Manggis nampak sangat gembira bisa bertemu langsung dengan Bupati Dana. Warga dengan lugas menyampaikan, hal tersebut dikarenakan belum ada pemimpin yang rela begitu banyak menghabiskan waktunya untuk langsung melihat kondisi rakyatnya. Bahkan beberapa tokoh masyarakat mengaku siap ikut serta mendukung program program Pemerintah Kabupaten Karangasem selama Kepemimpinan Bupati Gede Dana.

Ketut Deresta SH salah seorang tokoh masyarakat Antiga Kelod menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kehadiran Bupati Dana. “Kami sangat bangga sebagai masyarakat, bahwa ketika saat sedang libur seperti sekarang, akan tetapi Bapak Bupati tetap meluangkan waktunya dengan kegiatan menyapa masyarakat, yang sebelumnya belum pernah kami rasakan. Dan selama rentang waktu setahun kepemimpinan Bapak Gede Dana, betul-betul merakyat dan dalam setahun bisa melakukan terobosan-terobosan yang pro-rakyat walaupun dalam masa pandemi. Dengan Karangasem dipimpin Bapak Gede Dana, saya yakin segala program pro-rakyat bisa bisa terlaksana, termasuk program AJP memang sangat dirasakan masyarakat” katanya dengan ekspresi bahagia.

Menjelang akhir kunjungan Bupati Dana, beberapa warga sempat mengajukan usulan, yang terkait di permasalahan insfratruktur, terutama di jalan kabupaten agar dimaksimalkan kondisinya. Selain itu, usulan supaya BPJS Kesehatan dan bantuan ngaben masal difasilitasi.

Mendengar hal ini, Bupati Dana berjanji akan memfasilitasi, sekaligus mencari jalan keluar agar usulan masyarakat bisa terealisasikan. Bupati Dana juga mengatakan, semua aspirasi masyarakat akan ditampung dan akan dijadikan dasar evaluasi kinerja OPD terkait untuk merampungkan setiap permasalah yang terjadi di tengah masyarakat. Meski tak dapat diselesaikan di tahun ini, ia berjanji akan berusaha semaksimal mungkin selama dirinya memimpin Bumi Lahar.( MT – 001)

PDI Perjuangan Karangasem Gelar Berbagai Lomba, Optimalkan Potensi Lokal

AMLAPURA, MatahariTimur – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem menggelar lomba Barista Kopi Bali, Kuliner Pendamping beras, Mixology Arak Bali, dalam rangkaian peringatan Bulan Bung Karno dan Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan ke – 49 tahun. Sabtu, 7 Mei 2022 bertempat di Taman Budaya Candra Bhuana, Amlapura.

Dalam sambutanya ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem, Gede Dana mengatakan bahwa, lomba Barista Kopi Bali, Kuliner Pendamping beras, Mixology Arak Bali,merupakan komitmen PDI Perjuangan Karangasem untuk menggali potensi Lokal Karangasem.

“Seperti di ketahui, produksi kopi di Karangasem mencapai 73 ton pertahun. Dengan produksi tersebut, anak-anak muda semestinya bisa membuat berbagai macam produk olahan kopi.” Ujarnya.

Gede Dana yang juga Bupati Karangasem menambahkan, kenapa menggelar kuliner pendamping beras karena Kabupaten Karangasem merupakan penghasil berbagai umbi-umbian, dan jagung yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuat olahan makanan diluar beras. Produksi diluar beras di Karangasem mencapai 70 ton.

” Dan untuk Mixology arak Bali, kita gelar mengingat Karangasem sebagai salah satu penghasil arak. Arak Karangasem memiliki citarasa yang khas,terutama arak yang berbahan baku tuak. Ini merupakan keberpihakan DPD PDI Perjuangan Bali dalam melindungi pengerajin arak tradisional Bali”, ucapnya.

Dalam acara ini DPC PDI Perjuangan mengundang para pimpinan partai yang ada. Tokoh-tokoh masyarakat, masyarakat dan dihadirkan juga pelaku-pelaku UMKM yang ada di Karangasem, tujuanya, ingin bersama-sama membangun Karangasem.

Di akhir acara di serahkan hadiah kepada masing- masing pemenang kategori lomba, “Saya ucapkan Selamat untuk para pemenang lomba dan pemenang akan menjadi wakil Karangasem di ajang di Provinsi Bali.” Tutupnya.MT – 001)

Sapa Umat Muslim Usai Shalat Led, Bupati Gede Dana dan Wabup Disambut Hangat 

AMLAPURA, MatahariTimur – Suasana penuh keakraban menyelimuti Perayaan idul fitri yang dilaksanakan umat muslim di Kabupaten Karangasem, dimana seusai shalat ied yang dilaksanakan di lapangan Tanah Aron, Amlapura, Senin (2/5/2022) yang dihadiri ribuan umat islam dari sebgaian besar kampung muslim di Karangasem, Bupati Gede Dana bersama Wabup I Wayan Artha Dipa, hadir menyapa warga muslim untuk menyampaikan ucapan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H. 

Kehadiran orang nomor satu di Bumi Lahar Karangasem tersebut langsung disambut dengan hangat dan penuh nuansa menyama braya oleh tokoh muslim Karangasem dan warga yang usai melaksanakan ibadah Shalat Ied di lapangan. Ini kali pertama seorang pemimpin di Karangaem yang hadir menyapa langsung warganya yang tengah merayakan lebaran. 

Dengan menggunakan Bahasa Bali halus, Bupati Gede Dana menyampaikan rasa suka cita sekaligus mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Karangasem, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1443 H. Mohon maaf lahir dan bathin,” ucapnya.

Disampaikannya, tradisi menyama braya yang sudah melekat erat di masyarakat Muslim dan Hindu di Karangasem patut dijaga dengan baik. Termasuk berbagai tradisi yang telah dilaksanakan secara turun temurun, seperti tradisi ngejot dan tradisi lainnya yang merupakan kearifan lokal masyarakat di Karangasem.”Tradisi adiluhung seperti ini jangan sampai hilang, harus terus di jaga dengan baik,” ujar Gede Dana. 

Selaku pemerintah daerah, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada nyame muslim di Karangasem, karena tradisi Takbiran keliling belum bisa dilaksanakan untuk lebaran tahun ini karena belum lepasnya Karangasem dari Pandemi Covid 19. “Semoga lebaran tahun depan, Takbiran keliling bisa diselenggarakan dengan meriah, dan bila perlu di lombakan,” ucap Gede Dana. 

Usai menyampaikan ucapan selamat hari raya dengan berpantun, banyak warga yang meminta foto bersama bupati. 

Sementara itu, Khatib Shalat Ied, H. M. Mursyid. S.Ag. menyampaikan, esensi perayaan Idul Fitri kali ini, bagaimana Umai Islam bisa mengambil pelajaran penting dari berbagai kondisi yang terjadi saat ini, termasuk Pandemi Covid 19 yang telah 2 tahun ini melanda. “Setelah dua tahun, akhirnya kita kembali bisa melaksanakan ibadah Shalat Ied bersama di lapangan,” tandasnya.

Sebulan penuh ditempa dengan latihan kesabaran dan melaksanakan kegiatan ibadah Ramadhan, ini tentunya kata H. Mursyid yang juga Ketua MUI Karangasem ini bisa mempertebal keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. 

H. Mursyid juga mengajak umat muslim di Karangasem untuk menjaga dan mempererat silaturahmi dengan sesama muslim maupun umat lainnya, karena ini juga merupakan esensi dari perayaan Lebaran, yakni bersilaturahmi mengunjungi, keluarga, saudara, kerabat dan teman.Warga muslim tentunya bisa mengambil peran dalam pembangunan di Karangasem.( MT – 001)

Pemkab Karangasem Gelar ‘Sarasehan Kebangkitan Pariwisata’

0

AMLAPURA, MatahariTimur – Bupati Karangasem Gede Dana bersama Wabup Wayan Arta Dipa, Sekda Sedana Merta, Ketua DPRD Bali Wayan Suastika, serta didampingi para stakeholder atau pihak terkait pariwisata dan OPD melaksanakan gathering pariwisata yang dikemas dengan kegiatan ‘Green Tracking’ dengan rute dari jalur Kastala Bebandem menuju Desa Tenganan Pegringsingan, pada hari Jumat tanggal 29 April 2022. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka recovery pariwisata di Kabupaten Karangasem, setelah selama ini sempat tidak mengalami perkembangan sehubungan masa pandemi Covid-19.

Kegiatan Green Tracking ini dilakukan dengan melintasi hamparan pesawahan, jalan setapak, sungai dan pemukiman warga. Selain berolahraga, Bupati Dana dan rombongan juga melihat langsung potensi keindahan alam di wilayah tersebut.

Sepanjang perjalanan, Bupati Gede Dana bersama Wabup Artha Dipa tak pernah melewatkan kesempatan menyapa masyarakat yang sedang beraktivitas. Salah satunya, menyapa para petani yang sedang melaksanakan Tradisi Mebiu Kukung. Bahkan dalam perjalanan trekking, saking bahagianya warga bertemu Bupati Dana yang sedang lewat, salah seorang warga Tenganan spontan menyuguhkan jamuan tuak manis untuk Bupati Dana, Wabup Artha Dipa dan rombongan.

Usai Green Tracking, kegiatan dilanjutkan dengan Sarasehan Kebangkitan Pariwisata serangkaian Gathering Pariwisata Kabupaten Karangasem, yang dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace). Kegiatan gathering ini bertempat di Wantilan Pura Desa Tenganan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dana mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Karangasem dengan menggandeng stakeholder pariwisata secara global.

“Kegiatan ini merupakan terobosan yang baik, mengingat imbas pandemi yang sangat berdampak pada kehidupan masyarakat, terutama dari sektor pariwisata. Kegiatan ini yang pertama diadakan di Bali, yang kali ini diwujudkan dengan event promosi pariwisata di Karangasem,” ujarnya.

Gede Dana juga mengatakan bahwa di masa pandemi ini sektor pariwisata sangat terpuruk, maka selanjutnya harus digali lagi potensi lain untuk menambah PAD agar pembangunan di Karangasem tidak tergantung sektor pariwisata saja.

“Pemasukan dari pariwisata di Karangasem masih kecil dibandingkan kabupaten lain, apalagi di masa pandemi ini. Makanya harus dicarikan solusi atau jalan keluar, dan selama ini Karangasem hanya menjadi tempat lewat tamu saja, tamu enggan menginap di Karangasem padahal dari segi potensi keindahan alam tidak kalah, apalagi tradisi dan budayanya, ini harus di pecahkan apa permasalahannya”, ujarnya

Menanggapi keluhan para wisatawan terkait truk material pasir yang lalu lalang kadang bikin macet sehingga tamu banyak yang komplainn karena terlambat sampai di airport ataupun tempat tujuan, maka Bupati Dana meminta dinas terkait agar mengawasi truk yang melintas agar jangan sampai beriringan yang akan menimbulkan kemacetan, “Gubernur Bali juga sudah merencanakan dan menganggarkan pembangunan jalan baypas tembus ke Padang bay di tahun 2023, dan semoga akan bisa juga tembus menuju Tulamben” harapnya.

Sementara itu, dalam arahannya Wagub Cok Ace menyampikan pandemi Covid 19 telah memberi dampak luar biasa pada sektor pariwisata ,disisi lain pandemi Covid 19 juga memberi kita waktu untuk melakukan instrospeksi diri dan menata kembali pariwisata Bali ke arah yang lebih baik ke depannya.

Wagub Bali menambahkan bahwasannya pariwisata Bali semestinya ditata disesuaikan dengan potensi dan kondisi yang dimiliki dari masing masing daerah di Bali atau bisa disebut dengan istilah Padma Buana. Setiap daerah di Bali sudah memilki ciri khas serta fungsinya masing masing dalam menopang perekonomian Bali

Lebih jauh, Ketua PHRI Bali ini menjabarkan seperti halnya Kabupaten Jembranaa dari struktur geografis memang sebagai daerah perikanan , demikian halnya Tabanan sebagai sumber mata air dan pangan karena memilki danau dan lahan pertanian. Demikian pula halnya dengan Karangasem yang menjadi daerah spiritual dimana pura pura Kahyangan Jagat seperti Besakih, Lempuyang , Andakasa semua berada di Karangasem. Daerah Badung di bagian selatan adalah “dapur’ nya Bali , yang mengelola semua sumber daya yang ada sehingga sewajarnya Badung menjadi pusat pariwisata dimana banyak hotel dan restaurant di dirikan.

“Jika kita umpamakan, Badung sebagai “dapur”-nya Bali yang mengelola sumber yang ada maka hasil dari ‘dapur’ sudah sepatutnya didistribusikan ke kabupaten/kota lainnya, sehingga nikmat gemerincing dolar dapat dirasakan seluruh masyarakat Bali dan terwujud kesejahteraan bersama,” ujar Wagub Bali.

Untuk itu, Wagub Cok Ace mengajak para bupati maupun walikota dan seluruh masyarakat membangun kesadaran bersama jika kita dalam kesatuan wilayah. “Konsep dasar ini harus kita suarakan dan tanamkan, kita kembalikan Bali menjadi satu kesatuan wilayah dan satu tata kelola.Dengan demikian Bali sebagai tujuan pariwisata dunia dapat memberi imbas kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Bali,” katanya.( MT – 001)

Rangkaian HUT ke-72 IGTKI, Bupati Dana: Pendidikan TK/PAUD Ciptakan Karakter Anak Didik Beretika

0

Amlapura, MatahariTimur – Bupati Gede Dana bersama Ny. Nuriasih Gede Dana selaku Bunda Paud hadir saat membuka rangkaian HUT IGTKI (Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia) yang Ke-72,. Dengan mengangkat Tema” Wujudkan Imajinasi Melalui Kreativitas Dalam Merdeka Bermain Bersama IGTKI PGRI Disdikpora Karangasem”, Kamis (28/4) di TK Negeri Pembina Karangasem.

Bupati Gede Dana dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini itu sangat penting, dimana pendidikan ini merupakan ruang ekspresi yang dapat membantu proses perkembangan anak lebih optimal yang akan sangat berpengaruh karakter di kehidupan si anak kelak.

“Pendidikan TK/Paud dapat menciptakan pengenalan mental karakter anak didik yang tangguh, beretika yang sopan santun diharapkan anak akan menjadi pribadi yang dapat mudah berinteraksi, bersosialisasi sejak dini baik dengan lingkungan dan sesama temannya,'” ujarnya.

Bupati yang juga sangat dekat dan akrab dengan anak- anak menambahkan.bahwa di masa usia dini ini anak sangat peka. Masa keemasan memori si anak akan dengan leluasa menyerap semua yang diterimanya.

“Belajar sambil bermain, berkomunikasi yang baik dan jikalau bisa mari ajak anak-anak untuk mengedepankan Bahasa Bali, Seni tari dan tradisi Bali, karena dengan hal tersebut sekaligus juga dapat melestarikan budaya kita,” ujar Bupati Gede Dana.( MT – 001)