25.9 C
Bali
30 Juli 2026
Beranda blog Halaman 16

Pemkab Karangasem Terima Sertifikat Bebas Frambusia Dari Kemenkes RI

Amlapura, MatahariTimur – Pemerintah Kabupaten Karangasem menerima Sertifikat Bebas Frambusia (pembasmian penyakit kulit menular berkelanjutan) dari  Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin di The Krakatau Grand Ballroom Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Selasa (21/2/2023) lalu.

Momen ini bertepatan dengan Hari Neglected Tropical Diseases (NTDs) yang ditandai pemerian Sertifikat Bebas Frambusia kepada 103 Bupati/Walikota dan sertifikat Eliminasi Filariasis kepada 5 Bupati/Walikota se-Indonesia. Khusus untuk Provinsi Bali sendiri, ada 4 Kabupaten/Kota yang mendapatkan Sertifikat Penghargaan Bebas Frambusia yang salah satunya diterima Kabupaten Karangasem.

Sertifikat ini telah diterima Bupati Karangasem I Gede Dana di Kantor Bupati, Senin (27/2/2023). Bupati Gede Dana mengatakan dirinya berkomitmen untuk menghilangkan atau meng-Eradikasi penyakit frambusia sesuai target Kemenkes RI. Diantaranya dengan menggerakkan pemangku kepentingan untuk berkolaborasi serta menggerakan masyarakat dalam mencegah penyakit frambusia dengan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) dan dukungan sektor kesehatan dalam pelaksanaan surveilans aktif frambusia.

“Kita sangat bersyukur, Karangasem mendapatkan sertifikat bebas frambusia, itu membuktikan bahwa masyarakat Kabupaten karangasem sudah bisa menerapkan perilaku hidup sehat”. Kata Bupati Dana

Oleh karena itu, dirinya mengajak masyarakat terus menjaga dan meningkatkan penerapan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dalam kedidupan sehari – hari.

“Mari terapkan pola hidup sehat, semua masyarakat Karangasem harus sehat. Karena orang yang sehat akan menjadi cerdas dan produktif hidupnya,” ajak Bupati.

Perlu diketahui bersama, Frambusia adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri. Infeksi ini biasanya terjadi di negara wilayah tropis yang memiliki sanitasi buruk. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak usia kurang dari 15 tahun. Penyakit Frambusia sangat menular.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, Ida Bagus Putra Pertama menjelaskan sertifikat eradikasi frambusia itu membuktikan bahwa suatu wilayah tidak ditemukan kasus frambusia yang didahului dengan kegiatan surveilans aktif atau kegiatan pemeriksaan dan juga pelaporan yang rutin selama minimal 6 bulan berturut-turut tidak ditemukan kasus di Kabupaten Karangasem (daerah non endemis Frambusia)

Ia menambahkan, penilaian yang dilakukan di Kabupaten Karangasem sudah dilakukan pada tahun 2022 lalu. Frambusia adalah penyakit yang terabaikan zaman dulu untuk membuktikan apakah di Karangasem itu ada kasus frambusia atau tidak, maka dilakukan screening bagi anak sekolah.

“Untuk mendapatkan sertifikat bebas Frambusia perlu kegiatan aktif upaya penemuan kasus Frambusia di Fasilitas Kesehatan (Faskes), seperti kegiatan puskesmas keliling dan pemeriksaan anak sekolah (di bawah 15 tahun), hasilnya tidak ditemukan kasus Frambusia. Demikian juga melalui laporan bulanan serta  register Frambusia puskesmas tidak ditemukan kasus  ( 0 kasus ) atau Zero report minimal 6 bulan terakhir serta dibuktikan dengan surat pernyataan tidak ditemukan kasus Frambusia dari Faskes, Klinik, DPM dan Rumah Sakit di wilayah Kabupaten Karangasem,” urainya

Putra Pertama menambahkan bahwa Frambusia adalah penyakit kulit yang sudah ada sejak lama. Penyakit ini dapat tumbuh dan berkembang di daerah yang tropis, panas, dan hujan sehingga kebersihan diri dan lingkungan merupakan faktor penting dalam penularan penyakit ini. Oleh karena itu setiap masyarakat wajib menjaga kebersihan diri dan lingkungannya masing-masing.( MT – 001)

Jumlah Warga Akses Program Atma Kerthi Meningkat, Bupati Gede Dana Serahkan Penghargaan Kepada Ahli Waris

AMLAPURA, MatahariTimut – Program Atma Kerthi yang diluncurkan Bupati Karangasem, I Gede Dana beberapa waktu lalu mendapat apresiasi dari masyarakat di Kabupaten Karangasem, dimana masyarakat langsung mengakses program tersebut dengan mengajukan permohonan ke Disdukcapil untuk pengurusan Akta Kematian bagi keluarga mereka yang telah meninggal.

Program ini sekaligus berdampak pada kemajuan update data administrasi kependudukan, yang sangat penting bagi pemerintah, utamanya dalam hal bantuan sosial dan Universal Healt Coverage (UHC) BPJS Kesehatan. Hingga 21 Februari 2023, jumlah warga yang program Atma Kerthi atau mengajukan permohonan akta kematian untuk keluarga mereka sebanyak 384 pemohon. Sementara dari jumlah tersebut penghargaan yang sudah cair sebanyak 247 permohonan, sementara sisanya masih dalam proses.

Sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat Karangasem yang mengurus administrasi kependudukan, Bupati Karangasem I Gede Dana, Kamis (23/2/2023) menyerahkan secara langsung penghargaan pengurusan Atma Kerthi berupa uang tunai sebesar Rp. 2 Juta kepada ahli waris I Gede Parwata, warga banjar Dinas Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang.

“Tujuan pemberian penghargaan sebagai bentuk ungkapan bela sungkawa kepada keluarga, apalagi mereka sudah mau mengurus akte kematianya,” ucap Bupati Gede Dana.

Disebutkannya, sebelum adanya program Atma Kerthi, partisipasi masyarakat untuk mengurus akte kematian sangat rendah. Sehingga hal itu mempengaruhi jumlah kependudukan yang dimiliki dan berpengaruh terhadap BPJS Kesehatan.

Tujuanya, kata Bupati, pemberian penghargaan agar data kependudukan semakin valid. Yang arahanya, tambahnya, kepesertaan UHC Karangasem serta bentuk penghormatan terkahir pemerintah daerah kepada masyarakat yang meninggal. “Dulu kami sering membayari BPJS Kesehatan untuk warga kita yang sudah meninggal,tetapi setelah ada program ini partisipasi masyarakat melapor cukup tinggi,” sebutnya.

Jumlah niminalnya juga bertambah, dari sebelumnya Rp. 1 Juta, di Tahun 2023 ini meningkat menjadi Rp 2 juta. “Jumlah yang kita anggarkan tahun ini dinaikan dari tahun sebelumnya,hal itu sesuai Perbup Nomor 47 tahun 2022 tentang perubahan Perbup No 58 tahun 2021 tentang pemberian penghargaan atas pengurusan pencatatan kematian setiap masyarakat Karangasem,” bebernya.

Selain itu, pemkab Karangasem juga memfasilitasi klaim BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 144 juta. “Semua Pegawai kontrak di Pemkab Karangasem kita juga ikutkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, selain juga BPJS Kesehatan,” imbuhnya.(! MT – 001)

Penyesuaian Tarif Air Sesuali Dengan Peraturan Menteri, Perumda : Kami Diingatkan Dua Kali Oleh BPKP

AMLAPURA, MatahariTimur – Perumda Tirta Tohlangkir telah melakukan penyesuaian tarif air minum di Karangasem. Dimana penyesuaian tarif tersebut dilakukan sesuai dengan Keputusan Gunernur Bali Nomor : 826/01-C/HK/2021 tentang basaran tarif batas atas dan besaran tarif batas bawah.

Selain itu penyesuaian juga berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 122 Tahun 2015 tentang sistem penyediaan air minum dan Peraturan Menteri Daalam Negeri Nomor 71 Tahun 2016 tentang perhitungan dan penetapan tarif air minum, sebagaimana telah diubah dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2020.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Tohlangkir I Komang Hariadi Parwata, Senin (20/2). Menurutnya, aturan-aturan tersebut yang menjadi dasar pihaknya melakukan penyesuaian tatif. Apalagi, penyesuaian harusnya dilakukan dari tahun 2020 lalu.

Akan tetapi, Perumda memilih untuk mempertahankan karena masa pandemi Covid-19. “Kami dua kali diperingatkan BPKP Perwakilan Provinsi Bali. Harusnya kami diwajibkan menyesuaikan tahun 2020, kami belum lakukan itu karena kondisi perekonomian masyarakat masih down saat masa pandemi. Tahun 2021 juga kami diingatkan dan sekarang kami harus lakukan penyesuaian,” jelasnya.

Kata Hariadi, Perumda diingatkan untuk segera menyesuaikan tarif sesuai Permendagri Nomor 71 dan segera melakukan penyesuaian harga karena harga air minum saat ini masih di bawah harga pokok air minum. Hal itu dikhawatirkan akan berpengaruh pada kesehatan perusahaan.

Selain itu, penyesuaian tarif ini juga kata dia karena adanya kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dari Rp 5.150 perliter menjadi Rp 6.800 perliter sementara untuk jenis dexlite dari Rp 9.500 perliter menjadi Rp 18.000 perliter. “Disamping itu juga karena tarif listrik juga naik menyebababkan beban listrik perusahaan juga naik 17,46 persen,” ungkapnya.

Bahkan kata dia, kenaikan tarif juga terjadi pada pemebelian air di kawasan Telaga Waja yang dikelola Dinas Pekerjaan Umim dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali sesuai perjanjian dengan Dinas PUPR Karangasem. Dimana kenaikannya sebesar 3 persen dari Rp 1.200 permeter kubik menjadi Rp 1.236 perimeter kubik.

Hal itu membuat kenaikan tarif harus dilakukan. Menurutnya, beban Perumda ke depan bisa lebih berat lagi jika Perumda yang merupakan perusahaan daerah harus mempertahankan tarif yang sama. Selain tugasnya mendapatkan laba untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Perumda juga harus memberikan pelayanan secara maksimal.

“Jika Perumda terus merugi degan mempertahankan tarif yang sama sementara beban kami terus naik, kami khawatir akan berimbas pada pelayanan. Jadi mau tidak mau kami harus melakuan penyesuaian sesuai dengan apa yang diatur dalam Permendagri dan Keputusan Gubernur,” imbuhnya, ( MT – 001)

Lihat Trend Peningkatan Pengguna AJP, Bupati Gede Dana Launching AJP Rayon Kubu II dan Abang II

Amlapura, MatahariTimur – Singkapi semakin meningkatnya antusias masyarakat dalam menggunakan layanan Antar Jemput Pasien (AJP), Bupati Gede Dana kembali menambah dua rayon untuk mempermudah jangkuan pelayanan kepada masyarakat. Dua rayon tersebut yakni di Kecamatan Kubu dan Kecamatan Abang.

Tak dapat dipungkiri Layanan AJP yang merupakan kado istimewa untuk masyarakat Karangasem pada HUT Kota Amlapura ini sangat digandrungi masyarakat dan dengan bertambahnya dua rayon tersebut, di kecamatan Kubu dan Abang saat ini terdapat dua rayon sehingga total di seluruh Karangasem terdapat 10 rayon.

Usai melaunching dua rayon Kubu II dan Rayon Abang II di Puskesmas Kubu II, Bupati Gede Dana menyampaikan bahwa dengan melihat Program AJP yang sudah berjalan saat ini sangat membantu masyarakat terutama masyarakat yang tidak mampu dan kesulitan transportasi. Hal tersebutlah penyebab ditambahnya rayon Kubu II dan Abang II.

“Dari data yang didapat ditemukan bahwa selain Kecamatan Karangasem, Rayon Kecamatan Kubu dan Abang memang paling tinggi jumlah pengguna AJP sehingga rayon di dua kecamatan itu kita tambah, sementara untuk Kecamatan Karangasem masih tetap karena dekat dengan RSUD maupun RS Swasta,” ujar Bupati Gede Dana.

Lebih lanjut Bupati Gede Dana menegaskan untuk menambah rayon di dua kecamatan ini, pihaknya tetap tidak ada melakukan rekrutmen tenaga baik petugas pendamping, sopir maupun tenaga Kesehatan. “Para petugas ini merupakan tenaga kontrak yang ada di sejumlah dinas. Begitu juga kendaraan operasional juga pergeseran dari sejumlah OPD,” Tegas Bupati Gede Dana.

Dengan melihat tren peningkatan pengguna AJP, kedepanya pihaknya juga sedang merancang AJP yang terintegrasi dengan dinas lainya. Ia pun mencontohkan, nantinya petugas AJP akan langsung mengecek keberadaan infrastruktur, kondisi rumah maupun mencari tahu keberadan pasien itu sendiri. “Rencana terintegrasi sudah ada, kami belajar dari pelayanan serupa di Makasar, bedanya di Makasar mereka mempergunakan sepeda motor, tetapi kami di sini mobil,” Terangnya.

Tak Lupa Bupati Gede Dana juga berpesan kepada para petugas AJP di rayon baru, agar dalam setiap melaksanakan tugas menjemput maupun mengantar pasien agar tetap memberikan kenyamanan kepada pasien. “Kalau pasien sudah nyaman, saya yakin mereka ada semangat untuk sembuh, seberapapun bapak ibu memiliki beban dirumah, marilah bekerja dengan profesional untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” Tuturnya. ( MT – 001)

Giliran Pasar Amlapura Terapkan E-Retribusi, Bupati Gede Dana Sebut Cegah Kebocoran dan Tingkatkan PAD

Amlapura, MatahariTimur – Pemkab Karangasem terus menggencarkan program digitalisasi transaksi keuangan. Bersinergi dengan Bank BPD Bali, setelah transaksi berbasis online pada pajak galian C (pajak Mineral Bukan Logam dan Bebatuan), penerapan E-Retribusi kini menyasar Pasar Tradisional di Kabupaten Karangasem.

Ditahun 2022, penerapan E-Retribusi telah dilaksanakan pertama kali di Pasar Subagan. Kini, di tahun 2023, transaksi online oleh para pedagang ini mulai diperkenalkan di Pasar Timur Amlapura.

“Pembayaran menggunakan Kartu yang telah disediakan. Kartu ini akan kami bagikan cuma-cuma kepedagang. Kemudian kartu tersebut diisi saldo dan pembayaran hanya dengan scan barcode pada kartu,” terang Bupati saat diwawancara media usai penyerahan kartu e-retribusi secara simbolis kepada pedagang Pasar Timur,Kamis (16/2/2023).

Bupati Gede Dana mengungkapkan, kedepan Pemkab akan menerapkan E-retribusi ini di seluruh pasar rakyat se Kabupaten Karangasem. Sebagai wujud transparasi pemerintah dengan melakukan pembayaran langsung dari pedagang ke kas daerah. Dengan demikian dapat menekan kebocoran dana retribusi dan meningkatkan pendapatan daerah.

Kepala Diskop UKM Perindag Karangasem, I Gede Loka Santika menjelaskan Pemerintah kabupaten karangasem mengelola 17 pasar. Untuk di pasar amlapura timur terdiri dari pedagang kios, los dan pelataran. Keseluruhan pedagang berjumlah 1302 orang. “Kios 157, los 639 sisanya pedagang pelataran dan musiman,”ujarnya.

Ia menambahkan, target awal E-retribusi di pasar amlapura timur sebanyak 150 pedagang kios. Sisanya akan dilaksanakan secara bertahap. Sampai akhir tahun tercapai sebanyak 796 pedagang ( kios 157, los 639). ( MT – 001)

PDIP Karangasem Gelar Donor Darah Dalam Rangkaian HUT PDIP ke-50,

0

AMLAPURA, MatahariTimur – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Karangasem mengadakan bakti sosial berupa donor darah yang masih dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan ke 50 di kabupaten Karangasem, bertempat di wantilan sekertariat DPC Kabupaten Karangasem Kamis – 16 – Januari – 2023 yang melibatkan jajaran pengurus DPC, PAC, Ranting, Anak Ranting, Sayap, Badan partai dan Satgas Partai.

Ketua DPC PDI Perjuangan, I Gede Dana, mengatakan, pelaksanaan bakti sosial donor darah digelar masih dalam rangkaian HUT PDI Perjuangan ke 50. Pihaknya pun menggandeng PMI Kabupaten Karangasem untuk mengambil darah. “Selain kader, ada juga simpatisan dan dari masyarakat umum yang ikut mendonorkan darahnya. Totalnya, dari 96 pendaftar sebanyak 57 kantong darah berhasil didapat, ” ujar Gede Dana.

Dikatakan Gede Dana yang juga bupati Karangasem ini, sebelumnya pihaknya juga menggelar, pemberian bantuan kepada anak stunting, dan ibu hamil, dan penanaman pohon yang dilaksanakan di areal Taman Sukasada Ujung. Setelah itu, barulah dilaksanakan donor darah mengingat di kabupaten Karangasem selama ini masih terus kekurangan darah. “Karangasem saya dapat laporan selalu kekurangan darah, sehingga kami memutuskan untuk menggelar donor darah,” ujarnya lagi.

Pihaknya berharap, darah yang diambil dari kader ,simpatisan PDI Perjuangan bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkanya. Gede Dana juga tidak lupa menyampaikan terimakasihnya atas partisipasi kader dan simpatisan yang tanpa dikoordinir hadir ke sekretariat. Disamping itu, pihaknya juga mengucapkan terimakasih untuk PMI Kabupaten Karangasem yang sudah bisa mengambil darah para pendonor di DPC PDI Perjuangan.

Sedangkan, Ketua PMI Kabupaten Karangasem, dr. I Nengah Suranten, M.M mengatakan, pihaknya sangat terbuka bersinergi dengan seluruh lapisan masyarakat dengan menyiapkan para petugas dari UDD PMI untuk mengambil darah pendonor. Tidak saja mendatangi secara langsung kelokasi acara, pihaknya juga mempersilahkan untuk datang ke UDD PMI di RSUD Karangasem. “Tujuan kita sama -sama ingin membantu masyarakat yang membutuhkan darah, kami selalu siap untuk mendatangi atau di datangi jika ada yang ingin mendonorkan darahnya,” ujarnya.( MT – 001)

Bupati I Gede Dana Minta Kepala OPD Lakukan Inovasi dan Akselerasi Pembangunan

AMLAPURA, MatahariTimur – Dalam rangka memaksimalkan kinerja OPD sekaligus sebagai upaya penyegaran di lingkup OPD terkait, Bupati Karangasem, I Gede Dana, melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 58 pejabat dari eselon II, III dan IV, dalam mutasi pejabat di lingkungan Pemkab Karangasem.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sediri diawali dengan upacara mejaya-jaya dilanjutkan pelantikan di Gedung Sabha Prakerthi, Pemkab Karangasem, Rabu (15/2/2023) siang. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gede Dana kepada awak media menyampaikan, kebijakan mutasi ini dilakukan untuk memaksimalkan kinerja OPD dalam menjalankan program dan kebijakan pemerintah, karena banyak jabatan kepala OPD yang kosong, lantaran pejabatnya sudah pensiun.

“Mutasi ini lebih untuk pengisian jabatan di OPD yang kosong, dengan demikian kinerja dan program kerja di OPD bersangkutan bisa dilaksanakan dan berjalan dengan baik,” tegas Gede Dana, sembari menyebutkan jika masih banyak jabatan Eselon II, III dan IV yang masih kosong karena pejabat sebelumnya telah pensiun.

“Ada beberapa jabatan Kepala OPD yang masih kosong, karena pejabat yang mengisi jabatan itu harus benar-benar berkompeten di bidangnya. Untuk pengisiannya nanti kami akan lakukan Open Bidding, setelah berkoordinasi dengan Komisi ASN. Posisi kepala OPD yang dimaksud adalah, Kadis Budpar, Kadis Nakertrans, Kadis Kominfo dan Kadis Perhubungan.

Jumlah pejabat yang di mutasi kali ini yakni, Pejabat Eselon II B sebanyak lima orang, Eselon III A sebanyak 7 orang, Eselon III B sebanyak 27 orang dan Eselon IV A sebanyak 15 orang. Dengan dilakukannya pengisian jabatan tersebut, seluruh OPD bisa melakukan akselerasi visi-misi dan program kerja Bupati-Wakil Bupati, serta pelayanan optimal kepada masyarakat.

“Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik hari ini. Hendaknya momentum ini menjadi suntikan semangat dan wewenang secara proporsional, serta memastikan pelayanan publik dapat terlaksana secara optimal,” ucap Gede Dana.

Pelantikan dan mutasi jabatan di instansi pemerintah adalah bagian dari kehidupan organisasi, dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta merupakan bagian dari pola pembinaan karir pegawai, yang tidak dilakukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan dan/atau pihak tertentu, melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas serta pelayanan publik.

“Dengan adanya pengangkatan dalam jabatan ini, saya harap dapat menjadi kontribusi berharga bagi kemajuan tata kelola Pemerintah Kabupaten Karangasem,” tandasnya.

Untuk itu dalam melaksanakan tugas-tugasnya, Gede Dana berharap setiap Pejabat Pimpinan Tinggi dapat menjamin akuntabilitas jabatan, sesuai dengan jenjang jabatannya masing-masing. “Hendaknya jabatan ini mampu menguatkan komitmen dalam menciptakan inovasi, terobosan-terobosan yang dapat mendorong kinerja organisasi, dalam tata kelola pemerintahan, tugas-tugas pembangunan, serta pemberian pelayanan publik yang prima.( MT – 001)

Digitalisasi Pos Gate Pajak MBLB, Inovasi Bupati Gede Dana Dongkrak PAD Karangasem

AMLAPURA,MatahariTimur – Pemkab Karangasem dibawah Bupati Karangasem I Gede Dana terus berinovasi untuk mendongkrak Pemasukan Asli Daerah (PAD) utamanya dari sektor pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) atau Galian C, yakni upaya untuk menekan kebocoran pajak di sektor utama yang dimiliki oleh Kabupaten Karangasem ini.

Selasa (14/2/2023) Bupati Karangasem dengan menggandeng Bank Indonesia, secara resmi meloncing Digitalisasi Pos Gate Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Dengan digitalisasi Pos Gate pajak MBLB ini diharapkan kebocoran pajak MBLB bisa ditekan seminimal mungkin sehingga pendapatan daerah bisa terus mengalami peningkatan. Hadir dalam acara loncing Digitalisasi Pos Gate pajak MBLB tersebut, Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta dan Dirut Bank BPD Bali, I Nyoman Sudarma.

Bupati Karangasem, I Gede Dana dalam kesempatan itu menyampaikan, pajak daerah sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digunakan sebagai Pendapatan Daerah untuk membangun daerah. Pajak MBLB merupakan potensi terbesar di Kabupaten Karangasem dengan realisasi pada Tahun 2022 mencapai sejumlah Rp. 96,4 Milyar atau 32 persen dari total PAD Rp. 301,3 Milyar.

Pajak MBLB mengalami trend peningkatkan yang signifikan sejak Karangasem Era Baru, dimana realisasi Pajak MBLB pada periode sebelumnya sebesar Rp. 21,7 Milyar pada Tahun 2020, “Sedangkan pada masa periode Kami Karangasem Era Baru mengalami peningkatan 134,6 persen realisasi menjadi Rp. 50,9 Milyar di Tahun 2021 dan kembali meningkat pada Tahun 2022 dengan realisasi sebesar Rp. 96,4 Milyar,” sebut Gede Dana.

Optimalisasi dilakukan dengan mendorong BPKAD untuk melakukan kebijakan peningkatan pengawasan Surat Tanda Pengambilan/Faktur MBLB, penambahan pos pengawasan yakni Pos 2, penggunaan faktur barcode 4 seri digitalisasi faktur, serta reward dan punishment kepada staf pos pengawasan pajak MBLB disetiap kecamatan.

“Selain itu, kami secara bertahap melakukan Digitalisasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagai media mempermudah pelaksanaan pemerintahan daerah yang dimulai dari pelaksanaan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD),” bebernya.

Digitalisasi Pajak MBLB sebagai salah satu program unggulan TP2DD Kabupaten Karangasem sebagaimana time line yang telah ditetapkan, yaitu mulai Tahun 2021 dilaksanakan faktur barcode 4 seri, pada Tahun 2022 dilaksanakan ujicoba faktur digital iPOS MBLB, dan pada Tahun 2023 ini dilaksanakan integrasi faktur digital iPOS MBLB dengan Pos Gate MBLB.

Selanjutnya pada Tahun 2024 – 2025 Pemkab Karangasem akan full melaksanakan faktur digital iPOS MBLB kepada semua wajib pajak MBLB yang terintegrasi dengan Pos Gate MBLB serta pengembangan metode pembayaran material oleh armada/truk dengan menggunakan kartu e-money dan e-tiketing MBLB.

“Pembayaran material saat ini sebenarnya sudah dapat dilakukan pada aplikasi iPOS MBLB dengan menggunakan metode QRIS dan Virtual Account BPD Bali. Dan saat ini Digitalisasi Pos Gate Pajak MBLB ini mulai dioperasikan di Nongan, rendang dan Tinyar Barat, Kubu,” tuntasnya.

Sementara itu, Bank Indonesia Perwakilan Bali, Trisno Nugroho menyambut baik digitalisasi Pos Gate Pajak MBLB tersebut, karena pajak ini menyumbang kontribusi terbesar terhadap pajak daerah Kabupaten Karangasem yaitu sebesar 57,42 persen pada 2022.

“Tentunya, usaha digitalisasi pada Pajak MBLB ini harus kita dukung dan prioritaskan untuk dapat meningkatkan Penerimaan Asli Daerah (PAD) dan menjaga tata kelola pajak daerah Kabupaten Karangasem,” ucapnya.

Proses digitalisasi Kabupaten Karangasem ini juga dinilai oleh Satuan Tugas (Satgas) Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) melalui Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Pada Semester II 2022, Kabupaten Karangasem mendapatkan nilai Indeks ETPD 99,1% sehingga Kabupaten Karangasem menduduki peringkat ke-7 di kawasan Jawa-Bali ( MT – 001)

Bupati Gede Dana Menjadi Keluarga Pertama Yang Dicoklit Pantarlih KPU Karangasem

AMLAPURA,MatahariTimur – Proses Pencocokkan dan Penelitian (Coklit) Data Pemilih, hari ini resmi dimulai oleh KPU Karangasem, dengan melibatkan sebanyak 1.676 orang Petugas Pemutahiran Data Pemilih (Pantarlih) KPU Karangasem. Dimana untuk di Kabupaten Karangasem ada sebanyak 390.311 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang harus dimutahirkan oleh Pantarlih melalui Coklit langsung ke rumah pemilih sesuai daftar.

Hari pertama pelaksanaan Coklit DPT oleh Pantarlih, Bupati Karangasem, I Gede Dana menjadi orang pertama yang di Coklit oleh Pantarlih KPU Karangasem. Hadir langsung dalam Coklit di kediaman keluarga Bupati tersebut, Ketua KPU Karangasem, Ngurah Gede Maharjana dan Ketua Panwaslu Karangasem, I Putu Gede Suastrawan, bersama petugas Pantarlih dan PPK.

Petugas Pantarlih memeriksa dengan teliti Kartu Keluarga dan KTP Bupati Gede Dana beserta anggota keluarga dalam Kartu Keluarga yang sudah memiliki hak pilih dan namanya masuk dalam DPT. Setelah dipastikan cocok dan sesuai, Petugas Pantarlih kemudian mengisi Formulir untuk selanjutnya di tandatangani oleh Bupati. Selanjutnya Petuags Pantarlih menempelkan stiker di pintu rumah Bupati yang menandakan telah dilaksanakan Coklit.

Bupati Karangasem, I Gede Dana dalam kesempatan tersebut menyambut baik proses tahapan Pemilu yang dilaksanakan oleh KPU Karangasem tersebut. Menurutnya Coklit DPT ini sangat penting guna memastikan akurasi dan kemutakhiran data pemilih yang ada di s eluruh TPS di Kabupaten Karangasem.

Untuk itu selaku Pemerintah Daerah, dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk turut serta membantu Petugas Pantarlih yang melakukan Coklit, salah satunya dengan memberikan data yang diberikan seperti KTP dan Kartu Keluarga. “Untuk pemilih yang sudah meninggal dunia dan belum mengurus akta kematian, kami himbau kepada pihak keluarga untuk segera mengurus akte kematian. Kami sudah meluncurkan program Atma Kerti, jadi ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin,” tegas Gede Dana.

Sementara itu, Ketua KPU Karangasem Ngurah Gede Maharjana, kepada awak media menyampaikan, Pantarlih ini akan bertugas semala dua bulan. Dimana proses Coklit ini Pantarlih akan mendatangi rumah pemilih dan mencocokkan data DPT dengan Kartu Keluarga dan KTP pemilih. “Dengan Coklit ini secara otomatis data pemilih akan termutakhirkan, dan pasti akan diketahui apakah pemilih tersebut masih ada atau sudah pindah, atau seudah meninggal,” sebut Ngurah Maharjana.

Jika ada pemilih yang telah meninggal dunia, pihaknya akan berkoordinasi dengan Disdukcapil agar segera dikeluarkan akta kematian, sehingga pemilih tersebut bisa dihapus dari DPT.( MT – 001)

Bupati Gede Dana Serahkan Kunci 4 Unit Rumah Bantuan CSR BPD-Korpri Kepada Warga Kurang Mampu

AMLAPURA, MatahariTimur – Haru dan bahagia menyelimuti wajah Ni Nengah Siti warga Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem, dan I Gusti Ngurah Suparta warga Desa Selat serta I Wayan Subadra warga Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Karangasem. Setelah penantian panjang, impiannya untuk memiliki rumah layak huni yang nyaman bagi keluarganya akhirnya terwujud, setelah Bupati Karangasem, I Gede Dana dengan program pembangunan rumah layak huni untuk keluarga kurang mampu, bekerjasa sama dengan BPD Bali melalui dana CSR, membangunkan rumah untuk mereka.

Ketiga warga kurang mampu dengan penghasilan rendah ini, kini sudah bisa menempati rumah impiannya, dimana pada Minggu (12/2/12023) Bupati Karangasem, I Gede Dana didampingi Sekda Karangasem, I Ketut Sedana Merta, bertempat di Banjar Dinas Santi, Desa Selat, Kecamatan Selat, secara resmi menyerahkan kunci rumah untuk mereka.

Selain tiga warga di Selat dan Sibetan, Bupati Gede Dana juga mengahadiri upacara pemlaspasan dan penyerahan kunci bantuan bedah rumah, kepada penerima I Wayan Sudiarsa warga di Desa Tribuana, Kecamatan Abang.

Bupati Karangasem I Gede Dana dalam kesempatan itu menyampaikan, bantuan bedah rumah ini memrupakan sinergi antara CSR Bank BPD Bali dengan bantuan CSR Korpri Kabupaten Karangasem. Dimana bantuan bedah rumah yang diserahkan tersebut memiliki 2 kamar tidur,1 dapur dan 1 kamar mandi.

Tiga unit bantuan bedah rumah di Kecamatan Selat dibiayai senilai Rp 25 juta dari CSR BPD Bali dan Rp 15 Juta dari Korpri. Sedangkan 1 unit bantuan bedah rumah di Banjar Tribuana,Purwayu, Kecamatan Abang dibiayai dari Korpri senilai Rp 40 Juta. Pembangunannya secara gotong royong dari warga, Korpri dan TNI Polri.

“Bantuan bedah rumah ini adalah bentuk usaha dan perhatian Pemerintah Daerah untuk meringankan beban penerima yang merupakan korban bencana tanah longsor pada Oktober 2022 lalu,” ucap Bupati Gede Dana.

Kendati dengan keterbatasa anggaran, Bupati Gede Dana akan berusaha dengan berbagai cara untuk mengentaskan program pembangunan rumah layak huni untuk warga kurang mampu dan benar-benar membutuhkan di Karangasem sesuai dengan data yang ada. Dalam kesempatan itu, Gede Dana juga kembali menyampaikan ucapan belasungkawa kepada peneriman bantuan yang sebelumnya tidak hanya kehilangan rumah tapi juga sampai kehilangan keluarga akibat bencana longsor yang diakibatkan besarnya curah hujan pada saat itu.

“Semoga dengan bantuan ini,memberikan harapan untuk tetap bersemangat menjalani kehidupan sehari-hari dan tidak larut dalam duka,” ujar Bupati Dana.

Sementara itu, Gusti Ngurah Suparta (43) yang menerima bantuan menyampaikan terimakasih kepada Bupati. Dirinya mengungkapkan, hujan lebat pada oktober tahun lalu mengakibatkan aliran sungai mati di sebelah rumahnya meluap dan menerjang rumahnya. tidak hanya kehilangan rumah dia juga kehilangan kedua anaknya, yang meninggal terseret banjir.

“Sekali lagi terimakasih Pak Bupati atas bantuannya. Kalau dulu saya harus menumpang dirumah saudara. Sekarang saya sekarang sudah memiliki rumah sendiri. Saya sudah bisa melanjutkan hidup bersama anak dan istri saya kembali,” ucapnya.( MT – 001 )